Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
PENENTUAN KADAR BORAKS PADA KURMA (Phoenix dactylifera) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Latar belakang: Kurma merupakan salah satu bahan pangan yang cukup digemari di Indonesia, terlebih saat bulan Dzulhijah (musim haji) dan saat bulan Ramadhan. Di industri biasanya menyimpan kurma pada suhu -30 C selama 1 tahun. Setelah masa pengemasan tersebut, kurma diedarkan ke pasaran. Buah kurma memiliki umur simpan 2 tahun pada suhu kamar 250 C. Kualitas kurma dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan, karena karakteristik pada kurma dapat berbeda setelah ditangan konsumen. Di tangan produsen nakal agar kurma bisa tahan lebih lama mereka menyalahgunakan boraks sebagai pengawet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar boraks pada kurma dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: Ekstraksi boraks dari sampel kurma dengan cara disentrifuse dengan kecepatan 3000 rpm selama 2 menit kemudian diambil bagian supernatannya. Identifikasi boraks dalam supernatan tersebut dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan uji reaksi warna yaitu uji nyala dengan menggunakan asam sulfat dan kurkumin, dan secara kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-vis. Hasil: Hasil penelitian kadar boraks pada sampel kurma A, B, C, D dan berturut-turut adalah 2,624 µg/gram, 3,574 µg/gram, 2,016 µg/gram, 18,796 µg/gram. Simpulan dan saran: Sampel kurma D mempunyai kadar boraks yang paling besar. Perlu dilakukan penelitian untuk menurunan kadar boraks juga pada sampel kurma
PERBEDAAN TINGKAT KESEIMBANGAN TUBUH ANTARA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM DENGAN LANSIA YANG TIDAK MENGIKUTI SENAM DI YAYASAN GERONTOLOGI KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG
Latar belakang: Keseimbangan tubuh pada lansia dapat ditingkatkan dengan melakukan latihan senam keseimbangan fisik secara teratur untuk meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah, daya tahan dan kelenturan sendi sehingga secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya jatuh. Tujuan: Menganalisis perbedaan tingkat keseimbangan tubuh antara lansia yang mengikuti senam lansia dengan lansia yang tidak mengikuti senam lansia di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik comparatif dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan simple random sampling dan didapat 20 lansia pada kelompok senam dan 20 lansia pada kelompok tidak senam dengan menggunakan simple random sampling. Hasil: Berdasarkan uji Mann Whitney dengan inteval kepercayaan 95%, α = 0,05 didapatkan hasil bahwa p=0,00 (p<0,05). Kesimpulan dan saran: maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat keseimbangan tubuh antara lansia yang mengikuti senam dengan lansia yang tidak mengikuti senam, sehingga disarankan kepada instansi untuk lebih memfokuskan senam pada gerakan-gerakan keseimbangan
PERBEDAAN EFEK PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN GETAH POHON YODIUM (Jatropha multilafida L) DAN POVIDON IODINE 10% DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH PADA MARMUT (Cavia porcellus)
Latar belakang: Kandungan dalam getah pohon yodium (Jatropha multifida L) terdapat flavanoid, lektin dan saponin untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Menganalisis perbedaan efek perawatan luka dengan menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10% dalam mempercepat penyembuhan luka bersih pada marmut. Metode: Desain penelitian ini adalah true experiment dengan post test group only, terdiri dari 21 ekor marmut yang dibagi 3 kelompok perlakuan dengan simple random sampling. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah rata-rata kesembuhan luka pada perlakuan perawatan luka menggunakan getah pohon yodium, povidon iodine 10%, dan kontrol yang hanya dibersihkan menggunakan aquadest dengan menggunakan uji statistik one way anova. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan perawatan luka menggunakan getah pohon yodium, povidon iodine 10% dan kontrol, tetapi perawatan luka menggunakan menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10%, tidak terdapat perbadaan yang signifikan antara perawatan luka menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10%. Simpulan dan saran: Efek perawatan luka bersih menggunakan getah pohon yodium memiliki perbedaan  yang bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan dengan menggunakan penilaian kesembuhan luka secara mikroskopis
IDENTIFIKASI PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI UMUM TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS PESANTREN KEDIRI
Latar belakang: Kepuasan pasien dapat menciptakan kesetiaan atau loyalitas pasien kepada Puskesmas yang memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan. Maka dapat diartikan bahwa salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan adalah dengan penghitungan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi pelayanan rawat jalan di poli umum Puskesmas Pesantren Kediri terhadap kepuasan pasien. Metode: Pendekatan cross-sectional dengan menyebarkan kuesioner pada pasien poli umum Puskesmas Pesantren Kediri. Jumlah sampel sebanyak 30 pasien poli umum diambil dengan teknik random sampling. Variabel independen yaitu 5 dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, asurance, dan emphaty, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat kepuasan pasien. Hasil: Tingkat kepuasan pasien yang tertinggi terdapat pada dimensi asurance pada aspek mengenai obat-obatan yang diberikan murah dan manjur sebesar 100%, dan untuk tingkat kepuasan pasien terendah terdapat pada dimensi reliability aspek jam buka puskesmas yang terbatas pada pukul 07.30-11.30 sebesar 63,3%. Simpulan dan saran: Mutu pelayanan rawat jalan poli umum Puskesmas Pesantren Kediri sudah cukup baik, dibuktikan dengan hasil identifikasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di poli umum sudah cukup tinggi. Puskesmas Pesantren Kediri diharapkan ada peningkatan nilai tambah pada dimensi reliability
PENGARUH LAMA PENDIDIHAN TERHADAP KADAR KIO3 PADA GARAM BERYODIUM MERK “Xâ€
Latar belakang: Garam merupakan salah satu pelengkap kebutuhan pangan dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Iodium dalam bentuk KIO3 pada garam adalah mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah relatif kecil, tetapi mempunyai peranan penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Faktor lama pemanasan atau pemasakan dapat berpengaruh terhadap kestabilan iodat atau penurunan kadar iodat. Penurunan kadar iodat tesebut diduga akan berpengaruh terhadap kualitas garam beryodium. Tujuan: Mengukur dan membandingkan kadar KIO3 dalam garam beryodium dari masing-masing perlakuan yaitu pada saat mendidih dan pada waktu 10 menit pendidihan. Metode: Jenis penelitian ekperimental. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama pendidihan dan variabel terikatnya adalah kadar KIO3. Hasil: Kadar rata-rata pada kontrol sebesar 65,88 ppm, pada saat mendidih sebesar 64,29 ppm dan pada 10 menit pendidihan sebesar 63,09 ppm. Setelah dilakukan uji One-Way Anova menunjukkan bahwa nilai signifikasi <0,05 yaitu sebesar 0,039. Bila nilai signifikasi <0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas garam menurun setelah pemanasan 10 menit. Garam sebaiknya dimasukkan saat makanan hampir matang dan siap untuk disajikan
ANALISIS PELAYANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X KEDIRI JAWA TIMUR
Latar Belakang: Rekam medis sebagai suatu standar pelayanan rumah sakit yang berfungsi untuk mendukung proses keperawatan pasien, namun seringkali malah menjadi faktor penghambat. Tujuan: Menganalisis pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri pada periode April-Juni 2013. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 152 perawat dan 48 dokter. Variabel yang digunakan adalah sistem pelayanan, sarana prasarana, dan sumber daya manusia. Hasil: Sistem pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri Periode April-Juni Tahun 2013 dalam prosentase kategori baik sebanyak 64,5%, sarana prasarana pelayanan rekam medis dalam kategori baik (50,5%) dan sumber daya manusia dalam pelayanan rekam medis dalam kategori baik (53,5%). Simpulan dan saran: Sistem pelayanan, sarana dan prasarana, dan sumber daya manusia dalam pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri periode April-Juni tahun 2013 dalam kategori baik. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara kualitatif untuk memperoleh informasi yang lebih dalam
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS REMAJA PUTRI SMKF X KEDIRI
Latar belakang: Fluor albus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang hampir 75% perempuan di seluruh dunia akan mengalaminya, paling tidak sekali seumur hidup. Remaja termasuk kelompok yang rentang terhadap masalah fluor albus, hal ini dikarenakan pada fase ini remaja mengalami peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa sehingga pengetahuannya sangat terbatas mengenai fluor albus. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri SMKF X Kediri dengan kejadian flour albus. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 105 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner pengetahuan dan sikap kemudian dianalisis menggunakan uji spearman rho. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan spearman rho, pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian flour albus (p) > 0,05), sedangkan sikap berhubungan dengan kejadian flour albus (p) < 0,05). Simpulan dan saran: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian flour albus dan terdapat hubungan antara sikap dengan kejadian flour albus. Diharapkan remaja putri lebih memperhatikan personal hygine yang baik untuk mencegah terjadinya flour albus
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X KOTA KEDIRI
Latar Belakang: PHBS berkaitan erat dengan perilaku individu. Pengetahuan dan sosial ekonomi adalah dua faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang. Tujuan: Mengetahui pengaruh pengetahuan dan sosial ekonomi keluarga terhadap praktik PHBS rumah tangga di Wilayah Kerja Puskesmas X Kota Kediri. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan menggunakan teknik sampling Two Stage Cluster Sampling. Analisis pengaruh pengetahuan dan sosial ekonomi keluarga terhadap penerapan PHBS rumah tangga menggunakan Regresi Logistik Berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebesar 61,0% tingkat pengetahuan rendah, 76,0% tingkat sosial ekonomi keluarga adalah tingkat sosial ekonomi atas, dan 53,0% rumah tangga ber-PHBS. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki nilai p=0,000<0,05 dan sosial ekonomi keluarga memiliki nilai p=0,026 < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sosial ekonomi terhadap penerapan PHBS rumah tangga. Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sosial ekonomi terhadap penerapan PHBS rumah tangga. Perlunya analisis penerapan masing-masing indikator PHBS
SEBARAN KASUS KUSTA BARU BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN KONANG DAN GEGER KABUPATEN BANGKALAN
Latar Belakang: Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Tujuan: Mengetahui sebaran kasus kusta baru berdasarkan faktor lingkungan dan sosial ekonomi dengan kejadian kusta di Kecamatan Konang dan Geger Kabupaten Bangkalan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol. Kelompok kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 55 responden. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan jenis lantai (p=0.846), ventilasi (p= 0.000), pencahayaan (p=0.430), kelembaban (p=0.176), sumber air (p=0.000), pendidikan (p=0.391), pekerjaan (p=0.206), pendapatan (p=0.511), kepadatan hunian (p=0.037) dan waktu tempuh terhadap pelayanan kesehatan (p=0.000). Analisis multivariat menunjukkan sumber air (p=0.012), dan waktu tempuh terhadap pelayanan kesehatan (p=0.014). Pola sebaran kasus kusta menunjukan bahwa kasus kusta cenderung mengelompok dengan pusat koordinat 113.04-7.04472 yang berada di Desa Durun Timur. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara sumber air dan waktu tempuh terhadap pelayanan kesehatan dengan kejadian kusta di Kecamatan Konang dan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian selanjutnya sebaiknya terkait sumber air yang digunakan oleh masyarakat sehingga dapat diketahui sumber penularan kusta
ANALISA KEPUASAN PASIEN DITINJAU DARI MUTU PELAYANAN KESEHATAN SETELAH TERAKREDITASI PARIPURNA VERSI KARS 2012
Latar belakang: Mutu pelayanan kesehatan sangat erat hubungannya dengan kepuasan penerima jasa pelayanan kesehatan dalam hal ini adalah pasien, karena kebanyakan penilaian para pengguna jasa pelayanan kesehatan lebih mementingkan proses pelayanan kesehatan dibandingkan outcome. Atas dasar itu, menjaga mutu sebuah pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kemampuan manajemen dan komite medik rumah sakit, menjaga reputasi institusinya dan kepercayaan masyarakat sebagai pengguna. Tujuan: Menganalisis pengaruh tingkat kepuasan pasien ditinjau dari mutu pelayanan di RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Metode: Jenis penelitian yang di gunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebesar 192 responden dengan 93 responden dari pasien rawat jalan dan 99 responden dari pasien rawat inap. Hasil: Dengan menggunakan analisis regresi logistic dapat di ketahui bahwa ada pengaruh kepuasan pasien di tinjau dari mutu pelayanan. Kesimpulan dan saran: Ada pergeseran dimensi mutu sebelum dan setelah Rumah Sakit Dr. Iskak Tulungagung mendapatkan predikat terakreditasi paripurna versi KARS 2012, yaitu variabel yang mempengaruhi pelayanan dari dimensi responsiveness menjadi dimensi empathy