Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    247 research outputs found

    PENGARUH HORMON NAPTHALEN ACETIC ACID TERHADAP INISIASI AKAR TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forssk.)

    No full text
    Latar belakang: kangkung air merupakan tanaman aquatik yang sangat digemari masyarakat. Banyaknya permintaan akan sayuran kangkung menyebabkan kurangnya pasokan tanaman kangkung air. Alternatif untuk menambah produksi tanaman kangkung air dengan menggunakan Napthalen Acetic Acid (NAA). Sebab NAA dapat menginduksi akar tanaman kangkung air. Tujuan: Mengetahui pengaruh NAA terhadap pertumbuhan akar tanaman kangkung air. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Konsentrasi larutan NAA yang digunakan yaitu 0,1 ppm, 0,2 ppm, 0,4 ppm, 0,6 ppm, dan 1 ppm, dan kontrol yang tidak mengandung NAA. Parameter pengamatan berupa panjang akar dan jumlah akar yang kemudian dianalisis dengan menggunakan SPPS 17. Hasil: konsentrasi NAA dapat menginduksi pembentukan akar tanaman kangkung air. Konsentrasi NAA 0,1 ppm paling baik untuk menginduksi perakaran tanaman kangkung air. Simpulan dan saran: terdapat pengaruh konsentrasi NAA terhadap jumlah dan panjang akar tanaman kangkung air. Perlu penelitian lanjut mengenai hormon auksin jenis lain dan struktur anatomi tanaman kangkung air setelah diinduksi hormon auksin

    PENGARUH PEMAKAIAN SETENGAH VOLUME SAMPEL DAN REAGEN PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP TERHADAP NILAI SIMPANGAN BAKU DAN KOEFISIEN VARIASI

    No full text
    Latar belakang: Pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP bersifat efisien dengan memperhatikan nilai simpangan baku dan koefisien variasi sebagai tolak ukur pemeriksaan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji T-Paired serta dihitung nilai simpangan dan koefisien variasi. Hasil: Hasil penelitian dengan uji T-Paired menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,829 dan nilai simpangan bakunya adalah 6,9895 serta koefisien variasi sebesar 9,62%. Tidak terdapat adanya pengaruh pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Simpulan dan saran: Tidak adanya pengaruh  pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Perlu penelitian lebih lanjut terkait pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP

    EFEK SEDUHAN KELOPAK KERING BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA MENCIT PUTIH JANTAN Balb/C HIPERKOLESTEROL

    No full text
    Latar belakang: Rosella merupakan salah satu tanaman yang diketahui mempunyai efek menurunkan kadar kolesterol. Tujuan: Mengetahui  efek pemberian seduhan kelopak kering bunga rosella (Hisbiscus Sabdariffa Linn) terhadap penurunan kadar kolesterol pada mencit hiperkolesterol. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain pre-post-test dengan kelompok kontrol. Delapan belas mencit putih jantan galur Balb/C hiperkolesterol dibagi menjadi tiga, kelompok kontrol negatif diberi pakan standar  dan minum adlibitum, kelompok eksperimen rosella diberi pakan standar dan minum adlibitum dan seduhan rosella 2x0,45 ml/hari dan kelompok eksperimen simvastatin diberi pakan standart dan minum adlibitum dan simvastatin 0,026 mg/ hari selama 30 hari. Hasil: Pemberian seduhan kelopak kering bunga rosella menurunkan kadar kolesterol dari 161 mg/dl ±6,3 menjadi 119,2 ± 6,6 setelah perlakuan. Pemberian 0,026 mg simvastatin menurunkan kadar kolesterol dari 156,2 mg/dl ± 10,8 menjadi 99,5 mg/dl ±7,9 P=0,000. Simpulan dan Saran: Pemberian seduhan kelopak kering bunga rosella dengan rata-rata 1,37 gram yang dikonsumsi dua kali per hari dapat menurunkan kadar kolesterol mencit hiperkolesterol.  Pemberian seduhan kelopak kering bunga rosella dapat dipertimbangkan sebagai pengobatan alternatif pengganti obat kimia untuk menurunkan kadar kolesterol

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIFTERI DI KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015

    No full text
    Latar belakang: Difteri merupakan penyakit yang masih menjadi kejadian luar biasa (KLB) dan menyebabkan kematian. Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian difteri di Kabupaten Blitar Tahun 2015. Metode: Penelitian observasional-analitik dengan desain case control. Sampel pada kelompok kasus adalah penderita difteri (42 orang) dan pada kelompok control adalah bukan penderita difteri (84 orang). Variabel independen yaitu usia, status imunisasi, kelembaban ruangan, pencahayaan, ventilasi, keberadaan hunian, dan keberadaan sarana pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia OR = 3.94, kelembaban ruangan OR = 60.00, pencahayaan OR = 16.59, ventilasi OR = 22.42, keberadaan sarana pelayanan kesehatan OR = 8.87 berhubungan dengan kejadian difteri. Faktor risiko terhadap kejadian difteri yaitu kelembaban ruangan (OR=29.983) dan pencahayaan (OR=5.115) Simpulan dan saran: Faktor risiko terhadap kejadian difteri yaitu kelembaban ruangan dan pencahayaan. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan cakupan wilayah yang lebih sempit agar diketahui pengaruh faktor lingkungan yang spesifik terhadap kejadian difteri

    PENGEMBANGAN BASIS DATA SISTEM SURVEILANS CAMPAK BERBASIS KASUS ATAU CASE BASED MEASLES SURVEILLANCE (CBMS) DI KABUPATEN SIDOARJO

    No full text
    Latar belakang: Campak termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Masih adanya kasus campak di Kabupaten Sidoarjo perlu dikaitkan dengan data imunisasi sebelumnya, tetapi saat ini masih sulit menghubungkan data kasus campak dengan data imunisasi karena data imunisasi belum dibuat secara individual. Tujuan: Mengembangkan basis data sistem surveilans campak berbasis kasus di Kabupaten Sidoarjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah actions research, berupa pengembangan sistem (system development). Hasil: Pada analisis masalah sistem informasi surveilans campak berbasis kasus menyebutkan bahwa masalah sistem terdapat pada komponen input, proses, dan output. Informasi baru yang dibutuhkan adalah jumlah populasi berisiko, kecepatan penemuan kasus, status gizi kasus, penderita dirawat inap atau tidak, status imunisasi, dan komplikasi yang timbul. Hasil uji coba menunjukkan bahwa basis data sistem surveilans campak cukup mudah dan bermanfaat bagi petugas surveilans campak di Puskesmas dan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Simpulan dan saran: Case Based Measles Surveillance di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah berhasil dikembangkan. Implementasi CBMS memerlukan sosialisasi dan pelatihan khususnya bagi pertugas surveilans dalam melakukan entri data, membuat rekapan serta membuat laporan dalam mengimplementasikan sistem surveilans yang telah dikembangkan

    PENGEMBANGAN BASIS DATA IMUNISASI DASAR LENGKAP DAN BOOSTER BATITA (STUDI KASUS DI PUSKESMAS BLEGA KABUPATEN BANGKALAN)

    No full text
    Latar belakang: Permasalahan imunisasi di Puskesmas Blega, selain rendahnya cakupan, terdapat permasalahan dalam sistem informasi program imunisasi mengakibatkan kualitas informasi yang dihasilkan tidak valid. Tujuan: Mengembangkan model basis data pencatatan dan pelaporan imunisasi dasar lengkap dan booster batita di Puskesmas Blega. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan rancang bangun penelitian tindakan. Tahapan penelitian meliputi analisis sistem yang berjalan, mengidentifikasi kebutuhan data dan informasi, merancang model basis data, dan menguji coba model basis data. Hasil: Hasil tahapan analisis sistem berjalan ditemukan permasalahan pada komponen input, proses, dan output. Identifikasi kebutuhan data dan informasi terdapat data dan informasi yang dibutuhkan sistem belum dapat dihasilkan. Perancangan basis data menggunakan Epi Info Version 7. Simpulan dan saran: Basis data yang dikembangkan sederhana, variabel memenuhi kebutuhan data dan informasi yang dibutuhkan, mudah dioperasikan serta kualitas informasi akurat

    PENGARUH TATANAN RUMAH TANGGA KELURAHAN SIAGA AKTIF STRATA PURNAMA TERHADAP PELAKSANAAN PHBS DI KELURAHAN KAMPUNG DALEM KOTA KEDIRI

    No full text
    Latar belakang: Dalam PHBS, tatanan rumah tangga mensyaratkan adanya PHBS karena mengingat masih kurangnya kesadaran masyarakat akan penerapan PHBS. Tujuan: Mengetahui pengaruh tatanan rumah tangga kelurahan siaga aktif strata purnama terhadap pelaksanaan PHBS di Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan ceklist. Data dianalisis menggunakan uji statistik spearman rho. Hasil: diperoleh nilai p value 0,000 lebih kecil dari nilai α 0,05 (0,000<0,05). Simpulan dan saran: Terdapat pengaruh tatanan rumah tangga kelurahan siaga aktif strata purnama terhadap pelaksanaan PHBS di Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri. Instrumen penelitian sebaiknya ditambah dengan metode observasi atau secara kualitatif

    HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN TINDAKAN SUCTION DI RUANG ICU RSUD GAMBIRAN KEDIRI

    No full text
    Latar belakang: Pengetahuan atau kognitif merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya suatu persepsi seseorang. ­Suction merupakan prorsedur pengisapan sekret yang dilakukan dengan cara memasukan selang        kateter suction melalui hidung, mulut, atau selang ETT ( Endo Traceal Tube ). Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan tindakan suction di Ruang ICU RSUD Gambiran Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi menggunakan pendekatan secara cross sectional. Total responden dalam penelitian ini adalah 26 orang yang dipilih menggunakan cara consecutive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi (SOP) yang telah terstandart dan hasilnya dianalisa dengan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil uji statistik Spearman Rank yang diperoleh nilai r = 0,693, p = 0,000, dapat dinyatakan bahwa nilai α = 0,05, ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan tindakan suction di ruang ICU RSUD Gambiran Kediri. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan tindakan suction di ruang ICU RSUD Gambiran Kediri. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan instrumen lain, seperti pertanyaan terbuka, agar bisa lebih menggali pengetahuan perawat

    TIDAK BEROLAHRAGA, OBESITAS, DAN MEROKOK PEMICU HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 40 TAHUN KE ATAS

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi menjadi faktor penyebab kematian paling tinggi di Indonesia yang menyebabkan kematian pada sekitar 7 juta penduduk. Tujuan: Menganalisis pengaruh antara aktivitas fisik, obesitas, merokok terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki usia 40 tahun ke atas di Puskesmas Medokan Ayu Surabaya. Metode: Desain penelitian case control study dengan menggunakan 92 sampel (46kasus : 46 kontrol). Pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur dan sekunder catatan medis pasien. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Analisis data bivariat dengan chi-squered test. Hasil: Hasil analisis bivariat, olahraga tidak ideal p = 0,014 (OR: 4,64; 95% CI: 1,29-17,36), tidak olahraga = 0,000 (OR: 18,06; 95% CI: 4,44-80,25). Kebiasaan merokok p = 0,000, (OR: 6,633; 95% CI: 2,420-17,884). Faktor obesitas tidak terbukti sebagai faktor risiko dengan nilai p = 0,440. Simpulan dan saran: Kurang Olahraga dan kebiasaan merokok berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Faktor obesitas tidak terbukti sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada laki-laki usia 40 tahun ke atas. Penelitian lebih lanjut sebaiknya dibuktikan dengan intervensi terkait faktor risiko hipertensi baik melibatkan hewan coba atau manusia

    GAMBARAN PILIHAN PENOLONG PERSALINAN, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN POSYANDU ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGLETIH KEDIRI TAHUN 2017

    No full text
    Latar belakang: Adanya tenaga kesehatan juga berperan dalam memberikan pemahaman kepada ibu dan keluarga tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif dan pemantauan perkembangan anak melalui kegiatan posyandu yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Tujuan: Melihat gambaran cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil, cakupa ASI ekslusif dan posyandu pada balita. Metode: Penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang memiliki anak usia balita. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil sebesar 100%, cakupan ASI esklusif 58,2% dan cakupan posyandu pada anak usia balita sebesar 92,7%. Simpulan dan saran: Cakupan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan terampil dan cakupan posyandu bagi anak usia balita diWilayah Kerja Puskesmas Ngletih sudah cukup tinggi, namun cakupan pemberian ASI ekslusif masih perlu ditingkatkan. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang faktor penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas Ngletih

    0

    full texts

    247

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇