Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERENCANAAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONSUMSI DI INSTALASI FARMASI DINAS KESEHATAN KOTA KEDIRI TAHUN 2017
Latar belakang: Obat memegang peran yang penting untuk meningkatkan derajat kesehatan. Pengelolaan obat kabupaten atau kota merupakan tanggung jawab penuh dari pemerintah kabupaten atau kota. Tujuan: Untuk mengetahui perencanaan kebutuhan obat menggunakan metode konsumsi di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Kediri tahun 2017. Metode: Jenis penelitian deskriptif observasional dengan desain rancangan retrospektif menggunakan data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) UPTD Puskesmas di seluruh Kota Kediri dan juga melakukan wawancara mendalam. Hasil: Berdasarkan analisis ABC terhadap rencana kebutuhan obat tahun 2017 terlihat bahwa dari 215 jenis obat yang perlu dilakukan pengadaan obat hanya 115 jenis obat, yang terdiri dari 25 jenis item obat termasuk kelompok A (21,74%) dengan biaya pengadaan sebesar Rp 605.826.367,- (70,21%).  Sebanyak 23 item obat termasuk dalam  kelompok B (20,00%) dengan biaya sebesar Rp 145.323.838,- (16,84%) dan kelompok C sebanyak 67 item (58,26%) dengan biaya sebesar Rp 111.708.155,- (12,95%). Hasilnya didapatkan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan obat sebanyak Rp 863.830.208,-. Simpulan: Perencanaan kebutuhan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Kediri belum sepenuhnya sesuai dengan perhitungan perencanaan yang tertera pada Kepmenkes RI  Nomor: 1121/Menkes/SK/XII/2008 tentang Pedoman Tehnis pengadaan obat publik dan perbekalan kesehatan
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR BULAN JULI-DESEMBER TAHUN 2016
Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan. Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya mengalami peningkatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan untuk mengetahui obat yang paling banyak digunakan. Metode: Penelitian dengan menggunakan metode retrospektif dilakukan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar selama periode Juli-Desember tahun 2016. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini yaitu sebanyak 84 pasien. Pasien hipertensi terbanyak adalah pasien perempuan sebanyak 49 pasien dan laki-laki sebanyak 34 pasien. Usia yang paling banyak menderita hipertensi yaitu 58-64 tahun sebanyak 24 pasien (28.57%). Berdasarkan klasifikasi hipertensi yang paling banyak terjadi yaitu hipertensi stadium II sebanyak 30 pasien (35,71%). Terapi obat yang paling banyak digunakan yaitu terapi obat kombinasi sebanyak 81 pasien (96,43%) dan yang menggunakan terapi tunggal sebanyak 3 pasien (3,57%). Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian obat-obat antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensi rawat inap meliputi Captopril, lisinopril, imidapril, diltiazem, amlodipine, nifedipine, candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan, bisoprolol dan propanolol , HCT, indapamide, furosemide, spironolactone, terazosin, clonidin,. Golongan obat antihipertensi candesartan, irbesartan, valsartan, telmisartan
Gambaran Waktu Tunggu Pasien dan Mutu Pelayanan Rawat Jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri Tahun 2017
Latar belakang: Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu merupakan hal yang sensitif, dalam arti waktu tunggu berisiko menyebabkan mutu pelayanan kesehatan disebuah puskesmas menurun. Waktu tunggu yang yang tidak efisien dapat megundang ketidak puasan pasien akan sebuah pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui gambaran waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 dan mutu pelayanan di Puskesmas Pesantren 1 berdasarkan variabel Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Metode: Jenis penelitian yang di gunakan adalah metode survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil: Berdasarkan wawancara dan observasi langsung yang dilakukan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 bahwa waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit). Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan waktu tunggu pasien rawat jalan dimana rata- rata waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 adalah 55,45 menit. Dan dari hasil penyebaran kuesioner di ketahui untuk keseluruhan pelayanan baik yaitu 72%. Simpulan dan saran: Waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit) yaitu 55,45 menit dan mutu pelayanan dalam kategori baik yaitu 72%
KARAKTER SPESIFIK DAN PENGARUH PEMBERIAN ORAL EKSTRAK TERPURIFIKASI KELOPAK ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP MAKROSKOPIS ORGAN HEPAR TIKUS WISTAR
Latar belakang: Proses pembuatan obat tradisonal memerlukan karakter spesifik yang dapat menjamin kualitas senyawa bioaktif tanaman sehingga memiliki aktivitas farmakologi. Ekstrak yang berkualitas adalah ekstrak yang memenuhi persyaratan standar parameter yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui karakterisasi spesifik ekstrak terpurifikasi kelopak rosella dan pengaruhnya terhadap organ hepar Tikus Wistar secara makroskopis. Metode: Purifikasi ekstrak, karakterisasi parameter spesifik dan pengamatan organ hepar. Analisis data secara deskriptif. Hasil: Parameter sari larut air dengan kadar 24,9 % dan kadar sari larut dalam etanol kadar 30,6%. Deteksi kandungan flavonoid menunjukkan Rf senyawa bioaktif sama dengan Rf quersetin. Simpulan dan saran: Karakter spesifik ekstrak terpurifikasi kelopak rosella memenuhi persyaratan FHI dan melalui pemberian oral ekstrak tidak mempengaruhi organ hepar tikus Wistar. Memerlukan uji aktivitas farmakologi terhadap kelompok hewan uji
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA ES BATU DI WILAYAH BOJONG RAYA, CENGKARENG JAKARTA
Latar belakang: keberadaan Coliform sering dijumpai pada air dan makanan. Bakteri aerob ini dapat menyebabkan penyakit infeksi primer pada usus misalnya diare dan infeksi pada jaringan tubuh lain diluar usus. Salah satu fenomena yang sering terjadi dilingkungan masyarakat adalah penggunaan air mentah untuk es batu. Faktor yang mempengaruhi es batu tercemar bakteri Escherichia coli diantaranya air yang digunakan belum matang dan disebabkan oleh pembungkus es yang telah terkontaminasi saat pengantaran atau saat penyimpanan es. Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk identifikasi bakteri Escherichia coli pada es batu di wilayah Bojong raya, Jakarta Barat. Metode: penelitian ini dilakukan dengan metode convenience sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 10 sampel es batu di warung tegal ( warteg ) sekitar Bojong raya, Jakarta barat. Sampel dilakukan dengan Uji IMViC. Hasil: berdasarkan hasil penenlitian, diperoleh 8 sampel positif teridentifikasi bakteri Escherichia coli, dengan persentase 80 % dan 2 sampel tidak teridentifikasi bakteri, dengan persentase 20 %. Simpulan dan saran: hasil diatas menunjukan bahwa kualitas es batu kurang baik dan tidak layak konsumsi, untuk itu diharapkan agar masyarakat dapat berhati-hati dalam menggunakan es batu dan diperlukan untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai topik ini mengunakan bidang molekuler
Formulasi dan Evaluasi Sabun Mandi Cair dengan Ekstrak Tomat (Solanum Lycopersicum L.) sebagai Antioksidan
Latar belakang: Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) mengandung banyak zat yang bermanfaat, salah satunya likopen yang berfungsi sebagai antioksidan. Kulit merupakan organ terluar tubuh yang seringkali terpapar pada radikal bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuat sediaan sabun cair yang mengandung ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) Metode: Ekstraksi buah tomat dengan cara maserasi, pemekatan dengan rotary evaporator dan pengeringan dengan FBD (Fluid Bed Dryer). Optimasi formula dilakukan dengan memvariasikan jumlah carbopol. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan uji DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil: Formulasi terbaik sabun menggunakan carbopol dengan konsentrasi 6%. Uji evaluasi yang dilakukan yaitu organoleptis dengan warna bau dan homogenitas yang baik., pH selama masa penyimpanan, stabilitas busa, serta viskositas menggunakan nilai SNI sebagai rujukan. Simpulan: Berdasarkan uji evaluasi yang telah dilakukan terhadap sabun cair maka dapat disimpulkan bahwa formula dengan konsentrasi carbopol 6% adalah yang terbaik
ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI ANTIHIPERTENSI PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DIABETES MELLITUS TIPE-2 RSU AMINAH BLITAR
Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental yang dilakukan dengan menganalisis data secara deskriptif. Data yang digunakan untuk analisis efektivitas biaya adalah data rekam medik dan biaya medik langsung yang diambil secara retrospektif tanpa memberikan intervensi. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan menghitung biaya medik langsung, menghitung efektivitas terapi berdasarkan tekanan darah yang mencapai target minimal dan menghitung nilai ACER dan ICER. Hasil dari penelitian ini sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 25 pasien            ( 53,13%) dengan terapi kombinasi dan 22 pasien (46,80%)  menggunakan monoterapi. Kesimpulannya adalah antihipertensi yang efektif untuk pengobatan penurunan tekanan darah adalah kombinasi ACEI-Diuretik thiazide. Kemudian untuk antihipertensi yang paling cost-effective berdasarkan ACER adalah kombinasi ACEI-Diuretik thiazide dengan nilai sebesar Rp. 1.258,00. Berdasarkan ICER antihipertensi yang paling efektif dan murah adalah kombinasi ACE-Diuretik thiazide dengan nilai sebesar Rp. -625,00. Saran penelitian berikutnya pengambilan sampel data secara prospektif
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS KURANG ENERGI KRONIS (KEK) IBU HAMIL DI KABUPATEN KEDIRI
Latar belakang: Kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas baik bagi ibu maupun anak yang dilahirkan . Faktor-faktor yang berhubungan dengan status KEK perlu diketahui agar dapat ditentukan intervensi dalam penurunan prevalensi KEK. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil di Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilakukan di Kabupaten Kediri. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 70 ibu hamil trimester 3. Variabel terikat berupa status KEK sedangkan variabel bebas berupa karakteristik ibu dan kebiasaan makan. Analisis yang dilakukan berupa uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Prevalensi KEK dalam penelitian ini adalah sebesar 23.9%. Variabel yang berhubungan dengan status KEK (p<0.05) dalam penelitian ini adalah umur subyek. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan umur ibu hamil dengan status KEK. Perlu adanya perhitungan tingkat kecukupan energi dan zat gizi agar tergambarkan kebiasaan konsumsi ibu hamil yang merupakan faktor langsung penyebab KE
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KARBON DARI “BLOTONG†LIMBAH PABRIK GULA PADA BERBAGAI SUHU KARBONASI
Latar belakang:Blotong dari limbah pabrik gula menimbulkan permasalahan lingkungan karena jumlahnya yang melimpah. Disisi lain, Blotong dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon. Sintesis karbon dapat dilakukan melalui proses karbonasi, yaitu pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon.Karbonasi dapat dilakukan pada berbagai suhu mulai dari 350-900ºC, tergantung prekursor karbon yang digunakanTujuan: Menetukan karakterisasi karbon dari blotong dengan berbagai variasi suhu. Metode : Pada Tahap preparasi, sampel dikeringkan pada suhu 105ºC selama 4 jam, sedangkan pada tahap karbonasi, sampel difurnace pada berbagai suhu karbonasi selama 2 jam. Hasilnya ditumbuk dan diayak pada ayakan 100 mesh. Hasil:Pola Difragtogram menunjukkan puncak difusi melebar pada sudut pendek 6°-20° menunjukkan struktur karbon yang amorf dan heterogen.Hasil analisa FTIR menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu karbonasi maka semakin kecil intensitas puncak pada panjang gelmbang 1625-1610 cm-1 yang menunjukkan adanya C=C. Hal ini didukung dengan Puncak pada panjang gelmbang 3500-3300 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus O–HSimpulan dan saran:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu optimasi mempengaruhi struktur dari karbon yang dihasilkan dan suhu optimum untuk pembuatan karbon aktif adalah 500oC. Perlu dilakukan penelitian tentang pembuatan karbon aktif dari blotong dengan suhu karbonasi 500oC
PERBANDINGAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DENGAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP LUKA BAKAR DERAJAT II TIKUS (Rattus novergicus)
Luka bakar derajat II melibatkan semua lapisan epidermis dan sebagian dermis. Bila ditangani dengan baik, luka bakar derajat II dapat sembuh dalam 7 hingga 20 hari. Beberapa tanaman yang terbukti menyembuhkan luka bakar antara lain buah naga mengandung senyawa flavonoid (senyawa polifenol) yang dapat menjadi kemopreventif kanker, anti mikroba, dan sebagai anti inflamasi yang bekerja pada sel hidup. Sama halnya dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan ekstrak kulit buah naga merah dengan lumatan daun sirih merah terhadap penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimental dengan desain The Post-Test Only Control Group. Tikus dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Kelompok pertama setelah dIInduksi luka bakar derajat II lalu dirawat dengan ekstrak kulit buah naga merah, kelompok kedua (kontrol) dirawat dengan Ekstrak kulit buah naga merah, kelompok ketiga dirawat dengan lumatan daun sirih merah yang dilakukan perawatan setiap pagi hari sampai luka bakar sembuh dengan ditutup kassa steril. Pengukuran kecepatan penyembuhan luka tikus menggunakan observasi skala DESIGN. Hasil analisis uji Kruskal Wallis didapatkan nilai signifikansi p<α = 0,05 dengan nilai p = 0,021 artinya terdapat perbedaan antara kelompok pertama dengan kelompok kontrol maupun dengan kelompok ketiga