Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    247 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH TINGKAT KUALITAS PELAYANAN BPJS TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA KOTA KEDIRI

    No full text
    Kepuasan pasien menjadi peran penting terhadap tingkat kualitas pelayanan BPJS sebab dengan tingkat kualitas pelayanan BPJS yang baik maka akan memberikan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk, mengetahui pengaruh Kepesertaan, Pelayanan, Pembiayaan terhadap kepuasan pasien serta mengetahui karakteristik pasien berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Kediri. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Kediri secara purposive sampling terhadap 300 responden dengan menggunakan variabel bebas kepesertaan, pelayanan BPJS, dan pembiayaan. Data diperoleh dengan menyebarkan secara langsung kuesioner dengan berinteraksi langsung kepada responden, kemudian hasil jawaban responden dari kuisioner yang disebarkan didistribusi skor dengan menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepesertaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00, pelayanan BPJS berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00, pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kepesertaan, pelayanan dan pebiayaan di puskesmas kota Kediri berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien

    HUBUNGAN STIMULASI ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI KB-RA MUSLIMAT NU 16 KOTA MALANG

    No full text
    Latar belakang: Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa, sehingga dibutuhkan anak dengan kualitas baik. Perkembangan anak dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang penting dalam menentukan kecerdasan anak adalah stimulasi. Stimulasi adalah rangsangan yang datangnya dari lingkungan diluar individu anak, antara lain berupa latihan dan bermain. Tujuan: untuk mengetahui hubungan stimulasi orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-5 tahun di KB-RA Muslimat NU 16 Kota Malang. Metode: Desain penelitian yaitu analitik korelasional, dengan uji analisa Chi Square test. Populasi penelitian adalah anak usia 3-5 tahun serta orangtuanya sebanyak 56 orang, teknik sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu format penilaian KPSP serta kuisioner. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan asymp sig. 0,000 < 0,05. Simpulan dan saran: ada hubungan antara stimulasi orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-5 tahun. Orangtua anak agar lebih meningkatkan upaya dalam memberikan stimulasi yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anaknya sesuai dengan usianya

    ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS CEFAZOLINE DAN AMOXICILLIN PADA KASUS BEDAH SESAR DI RSUD JOMBANG TAHUN 2017

    No full text
    Latar belakang: Penggunaan antibiotik profilaksis ditujukan untuk mengurangi ILO. Penggunaan antibiotik profilaksis terbukti dapat mengurangi kejadian ILO dan dianjurkan untuk diberikan pada tindakan yang memiliki tingkat risiko infeksi yang tinggi. Antibiotik yang digunakan dalam seksio sesarea berdasarkan laporan ASHP  adalah golongan penisilin dan sefalosporin generasi pertama (cefazolin). Tujuan: Mengetahui efektivitas biaya pada penggunaan antibiotik profilaksis amoxicillin dan cefazolin pada kasus bedah sesar di RSUD Jombang tahun2017. Metode: Desain penelitian cross-sectional yang dilakukan secara retrospektif dengan perspektif Rumah Sakit. Hasil: Cefazolin memiliki nilai efektifitas yang lebih besar dan nilai ACER yang lebih kecil dari pada amoxicillin yaitu nilai efektivitas terapi 0,907 dengan nilai ACER Rp6.696.388.81 sedangkan amoxicillin 0,861 dengan nilai ACER Rp7.231.116.61. Simpulan: Antibiotik cefazolin lebih cost-effective dibandingkan dengan amoxicillin

    ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI DI RSUD PARE MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL

    No full text
    Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup layak dan produktif, sehingga diperlukan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terkendali dalam biaya dan mutu pelayanan yang diberikan. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien peserta BPJS dan pasien umum non BPJS terhadap kualitas pelayanan instalasi farmasi rawat jalan RSUD Pare. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner berdasarkan metode Servqual meliputi dimensi fasilitas fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Responden kelompok BPJS sebanyak 389 pasien dan umum sebanyak 375 pasien. Kuesioner dapat digunakan sebagai alat ukur penelitian dengan hasil uji validitas dengan teknik korelasi product moment dan uji reliabilitas dengan teknik Alpha Cronbach yang menyatakan bahwa kuesioner sudah valid dan reliabel.Kualitas pelayanan kefarmasian yang ditinjau dari fasilitas fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan perhatian terhadap pasien peserta BPJS diperoleh nilai kualitas sebesar -0,4513 dengan interpretasi negatif dan pasien umum diperoleh nilai kualitas sebesar -0,2230 dengan interpretasi negatif yang berarti bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Pare belum sesuai dengan harapan pasien.Tingkat kepuasan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian pasien peserta BPJS diperoleh nilai kepuasan sebesar 0,9004 dengan interpretasi tinggi dan pasien umum diperoleh nilai kepuasan sebesar 0,9499 dengan interpretasi tinggi yang berarti bahwa tingkat kepuasan pasien sangat puas terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Par

    KARAKTER FENOTIP TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) HASIL MUTASI GENETIK DENGAN EKSTRAK ETANOLIK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.) D. Don)

    No full text
    Latar belakang: Kedelai (Glycine max (L.) Merr) merupakan salah satu komoditas pangan penting selain padi dan jagung. Namun Indonesia masih belum mampu mencukupi kebutuhan kedelai nasional sehingga terus bergantung pada impor kedelai. Permasalahan ini dapat diatasi dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas varietas kedelai unggul yang sudah ada melalui teknik poliploidisasi dengan mutagen alami yaitu ekstrak etanolik daun tapak dara. Tujuan: Untuk mengetahui ekstrak etanolik daun tapak dara terhadap fenotip tanaman kedelai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok dengan konsentrasi ekstrak etanolik tapak dara 0%, 0,01%, 0,05%, dan 0,1% dengan lama perendaman 6 jam. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. parameter yang diamati yaitu jumlah kromosom, persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, jumlah bunga, dan jumlah biji dalam setiap polong. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dan uji DMRT dengan taraf signifikansi 5%. Hasil: Ekstrak etanolik daun tapak dara berpengaruh pada jumlah kromosom dan fenotip tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Konsentrasi yang paling untuk menginduksi ploidisasi yaitu 0,1 % Simpulan dan saran: Konsentrsi etanolik daun tapak dara berpengaruh pada jumlah kromosom dan fenotip tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi senyawa vinkristin dan vinblastin dalam ekstrak etanolik daun tapak dara serta pemurnian ekstrak etanolik daun tapak dara untuk mendapatkan senyawa vinkristin dan vinblastin murni

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK PRIVASI DAN DATA MEDIS PASIEN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA

    No full text
    Latar belakang :Semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kedokteran dan/atau menggunakan data dan informasi tentang pasien wajib menyimpan rahasia kedokteran, sebagai jaminan kepastian hukum bagi pasien. Tujuan: Mengetahui perlindungan hukum terhadap hak privasi dan data medis pasien di Rumah Sakit X Surabaya. Metode:Penelitian   deskriptif, dengan teknik simple random sampling dan lembar observasi pasien sebanyak 98. Hasil : Menunjukkan  hak privasi dan data medis pasien tidak terlindungi, sebab belum ada Standar Prosedur Operasional yang mengatur secara khusus, sarana belum memadai untuk melindungi privasi saat pemeriksaan.  Persepsi pasien rawat jalan tentang hak privasinya 56 pasien (63%) terlindungi, 42 pasien (37%) tidak terlindungi. Data dari lembar persetujuan umum pasien rawat jalan 62 (63%) terisi dan 36 (37%) tidak terisi. Simpulan: Rumah Sakit X Surabaya belum memiliki Standar Prosedur Operasional terkait hak privasi pasien, sarana belum menjamin perlindungan hukum terhadap privasi dan data medis pasien, dan petugas belum memenuhi kewajibannya untuk memberikan informasi dan penjelasan pada beberapa pasien. Saran : Rumah Sakit dihimbau membuat Standar Prosedur Operasional terkait hak privasi pasien, serta melakukan pembinaan, pengaturan, pengawasan yang menunjang pelayanan kesehatan yang  profesional

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI AKTIF TERSTANDAR FLAVONOID DARI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

    No full text
    Latar belakang:Daun belimbing wuluh memiliki potensi besar sebagai obat tradisional, diantaranya sebagai antiradang, antibatuk, antihipertensi, mengobati ulkus lambung dan antiinfeksi. Tujuan:Menguji aktivitas dari fraksi terstandar marker flavonoid (rutin) yang aktif menghambat bakteri Staphyllococcus aureus.Metode: Daun belimbing wuluh diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, fraksinasi ekstrak kental menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan corong pisah. Aktivitas antibakteri diuji dengan sampel fraksi semipolar dengan konsentrasi 10%, 7,5% dan 5%. Uji kualitatif KLT terhadap sampel fraksi dengan pembanding rutin sebagai marker golongan flavonoid untuk mengkonfirmasi keberadaan senyawa golongan flavonoid dalam fraksi. Hasil:Fraksi semi polar menunjukkan aktivitas dalam menghambat pertumbuhan S. aureus dengan zona hambat terbesar 11 mm pada konsentrasi fraksi 10%. Pola kromatogram dari fraksi aktif menunjukkan adanya noda pada Rf yang sama dengan standar rutin Simpulan dan saran:Fraksi semi polar terstandar rutin memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan S. aureus pada konsentrasi 10%, 7,5% dan 5%. Perlu identifikasi dan karakterisasi lebih lanjut senyawa yang muncul dalam pemisahan KL

    Skrining Aktivitas Klorofilase pada Daun Katuk (Saorpus androgynus)

    No full text
    Latar Belakang: Klorofilase (Chlase) merupakan salah satu enzim yang terlibat dalam degradasi klorofil. Enzim ini berfungsi dalam mendegradasi klorofil menjadi fitol dan klorofilid. Beberapa literatur menunjukkan aktivitas klorofilase yang tinggi ada pada tanaman-tanaman herba. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mencari kandidat enzim klorofilase dari beberapa tanaman herba di Indonesia, khususnya herbal. Kandidat klorofilase tesebut nantinya dapat digunakan pada Photodynamic Therapy (PDT). PDT sangat efektif dalam membunuh sel kanker dengan mengubah oksigen dilingkungan sel kanker mejadi oksigen radikal sehingga efektif membunuh sel kanker. Metode:  Skrining aktivitas klorofilase diamati pada daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), daun Katuk (Saoropus androgynus), dan daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode skrining awal aktivitas klorofilase dan pengujian menggunakan ekstrak klorofil daun Bayan sebagai substrat, maka dapat disimpulkan daun Katuk memiliki aktivitas klorofilase yang baik. Simpulan dan saran: isolat aseton daun Katu memiliki aktivitas klorofilase dan sebaiknya dapat dilakukan karakterisasi profil protein klorofilase tersebut

    STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI BERBASIS EVALUASI AKREDITASI DENGAN METODE MATRIK

    No full text
    Pendahuluan: Perubahan pola berfikir masyarakat juga ikut andil guna dilakukannya perbaikan dan pengembangan mutu pelayanan sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap pasien. Di sini akreditasi diperlukan sebagai cara efektif untuk mengevaluasi mutu dan manajemen  suatu rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian tujuh standar pelayanan farmasi terhadap standar akreditasi dan strategi pengembangan instalasi farmasi dengan metode Matrik. Metode: Penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif, pengumpulan data menggunakkan instrumen kuisoner dan wawancara kepada staf instalasi farmasi. Penelitian dilaksanakanpada bulan September sampai November  Dilakukan penilaian terhadap tujuh standar kemudin dibandingkan antara hasil wawancara dengan hasil kuisoner, kemudian dianalisis dengan strategi pengembangan dengan menggunakkan metode Matriks.Hasil: Tingkat kesesuaian manajemen penggunaan obat manajemen penggunaan obat di IFRSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2015 terhadap standar akreditasi manajemen penggunaan obat Kementrian Kesehatan tahun 2012 adalah pemesanan dan pencatatan 87,73%; penyimpanan 85,73%; pemantauan 85,6%; pemberian 84,9%; persiapan dan penyaluran 81,6%; seleksi dan pengadaan 81,33%; organisasi dan manajemen 79,73%. Strategi pengembangan IFRSUD Dr. Moewardi berdasarkan metode matrik adalah organisasi dan manajemen 35; pemantauan 31,2; seleksi dan pengadaan 25,2; pemberian 20,4; persiapan dan penyaluran 10,8; penyimpanan 6;pemesanan dan pencatatan 1,1.Kata kunci:Standar akreditasi, strategi pengembangan,  metode matrik        Â

    PENGARUH KETERATURAN BEROBAT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN NEUROPATI DIABETIK TIPE 2

    No full text
    Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan kasus setiap tahun. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes dengan proporsi paling banyak dari total kasus diabetes mellitus. Diabetes mellitus tipe 2 yang tidak terkendali akan menyebabkan terjadinya komplikasi neuropati diabetik. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh faktor keteraturan berobat dan aktivitas fisik terhadap kejadian neuropati diabetik pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain case control. Kelompok kasus pada penelitian ini berjumlah 36 responden dan kelompok kontrol berjumlah 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistematik random sampling. Variabel independen yaitu keteraturan berobat dan aktivitas fisik. Penelitian dilakukan di poli penyakit dalam RSUD Dr. M. Soewandhi Surabaya pada bulan Okbober 2017. Hasil: analisis regresi logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keteraturan berobat (p=0,002 < 0,05) dan pola aktivitas fisik (p=0,033 < 0,05) terhadap terjadinya neuropati diabetik. Simpulan dan saran: Variabel keteraturan berobat dan aktivitas fisik mempengaruhi terhadinya neuropati diabetik. Penderita diabetes mellitus tipe 2 diharapkan mencari informasi kesehatan agar penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak berakibat pada komplikasi neuropati diabetik

    0

    full texts

    247

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇