Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
DETERMINAN MASALAH GIZI KURANG (STATUS KURANG ENERGI KRONIS) PADA IBU MENYUSUI BERDASARKAN ASPEK INDIVIDU DAN RUMAH TANGGA DI KOTA KEDIRI
Latar belakang: Kurang energi kronis (KEK) pada ibu menyusui masih dijumpai dan berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya KEK perlu diketahui sebagai dasar penyusunan program penurunan KEK. Tujuan: Menganalisis faktor determinan masalah gizi kurang pada ibu menyusui di Kota Kediri. Metode: Penelitian dilakukan di Kota Kediri menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 63 sampel yang diambil dengan teknik purposive. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status KEK dan variabel independen adalah usia, pendidikan, pekerjaan, frekuensi makan, frekuensi konsumsi pangan sumber karbohidrat, dan protein, kejadian infeksi, besar keluarga dan status ekonomi keluarga. Anailis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Prevalensi KEK adalah 34.9%. KEK banyak ditemukan pada sampel yang berusia ≥29.5 tahun (38.7%), pendidikan > SMP (40%), bekerja (35.7%), tidak mengalami infeksi (40.5%), besar keluarga tergolong kecil (36.8%), status ekonomi kurang (38.6%), mempunyai kebiasaan makan ≥ 3x/hari (38%), frekuensi konsumsi pangan sumber protein jarang (42.3%), dan frekuensi konsumsi pangan sumber karbohidrat jarang (42.9%). Simpulan dan saran: Tidak terdapat hubungan antara aspek individu dan rumah tangga dengan kejadian KEK pada ibu menyusui di Kota Kediri. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis konsumsi pangan secara kuantitatif
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MUCIN (ACHATINA FULICA) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN STABILITAS MUCIN GEL
Latar belakang: Lendir bekicot mengandung glycosaminoglycan yang dapat mepercepat penyembuhkan luka dan protein achasin sebagai antibakteri. Lendir bekicot dapat dibuat dalam bentuk sediaan gel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sediaan gel mucin Achatina fulica dan melakukan evaluasi sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sediaan gel mucin Achatina fulica dan melakukan evaluasi sediaan. Metode: Optimasi formula dilakukan dengan memvariasikan jumlah mucin A. fulica bekicot yang digunakan yaitu 9.5% (Formula 1), 10.5% (Formula 2), dan 11.5% (Formula 3). Formula dalam sediaan gel mucin bekicot meliputi HPMC (gelling agent), metil dan propil paraben (pengawet), mucin bekicot (zat aktif), gliserin (pelembab), parfum dan aquadest (pelarut). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi, uji daya sebar. Hasil: Sediaan yang dihasilkan homogen dan tidak mengalami perubahan warna dan konsistensi sediaan. pH sediaan yaitu 6,84 – 7,68 dengan hasil uji iritasi negatif. Sediaan memiliki kemampuan sebar yaitu 5 – 6,8. Simpulan: Mucin Achatina pada konsentrasi yang digunakan (9,5; 10,5; 11,5% tidak mempengaruhi kualitas fisik gel yang dihasilkan. Gel yang dihasilkan stabil selama masa simpan
GAMBARAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus novergicus Berkenhout 1769) AKIBAT ULKUS TRAUMATIK DENGAN PAPARAN EKSTRAK JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus)
Latar belakang: Saat ini, berbagai bahan alam telah banyak diteliti dan dimanfaatkan sebagai pengobatan ulkus traumatik. Tujuan: untuk mengetahui gambaran berat badan tikus ulkus traumatik yang diberikan paparan ekstrak jamur tiram. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskrptif dimana untuk melihat gambaran berat badan tikus ulser yang diberikan paparan ekstrak jamur tiram. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan berat badan selama 14 hari pada kelompok 3 dari 220 gram menjadi 229 gram sedangkan pada kelompok 4 dari berat awalnya 221 gram menjadi 229 gram, sedangkan pada kelompok 1 tidak telalu ada perubahan dari berat awalnya 220 menjadi 221 gram jika dibandingkan dengan kelompok 1 yang mengalami penurunan berat dari berat awalnya adalah 222 gram menjadi 210 gram. Simpulan dan saran: Simpulan dalam penelitian ini bahwa berat bedan tikus ulser yang tidak diberikan paparan ekstrak akan mengalami penurunan sedangkan tikus ulser yang diberikan paparan ekstrak akan mengalami peningkatan berat badan dan Saran dalam penelitian ini agar dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap keadaan fisiologis tubuh dan pelu ditindak lanjuti lagi hubungan ulser traumatik dengan berat badan
STRATEGI MENGATASI TEMPERTANTRUM PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA DI TK WILAYAH TUMPANG KABUPATEN MALANG
Latar belakang: Di Indonesia balita yang mengalami tantrum dalam waktu satu tahun, 23-83% dari anak usia 2 sampai 4 tahun pernah mengalami tempertantrum. Tempertantrum bukanlah suatu penyakit berbahaya, namun jika orangtua membiarkan tantrum berlarut-larut dan tidak pernah memberikan solusi yang benar kepada anak maka perkembangan emosional anak dapat terganggu.. Tujuan: Mengetahui strategi mangatasi tempertantrum pada anak usia 3-5 tahun melalui permainan ular tangga. Metode: Desain penelitian ini menggunakan one group pre-post test. Populasinya adalah orangtua yang mempunyai anak TK, sampelnya adalah orangtua yang mempunyai anak tempertantrum sesuai kriteria inklusi dengan teknik sampling purposive sampling sejumlah 30 responden. Tempat penelitian dilakukan di TK Wilayah Tumpang Kabupaten Malang. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, observasi, dan dokumentasi untuk melihat pengaruh permainan ular tangga. Hasil: Analisa data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai P=0,001 (P < 0,05). Simpulan dan saran: Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh mengatasi tempertantrum pada anak usia 3-5 tahun melalui permainan ular tangga. Dan diharapkan orangtua maupun tenaga kesehatan dapat menerapkan strategi mengatasi tempertantrum pada anak melalui permainan ular tangga
EFEKTIVITAS SEDUHAN TEH ROSELA KERING TERHADAP PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI KOTA MALANG
Latar belakang: Remaja putri merupakan kelompok rentan terjadi anemia. Maka perlu mendapatkan tambahan zat besi dan vitamin C untuk absorbsi zat besi. Salah satunya adalah bunga rosela (hibiscus sabdarifa) dengan kandungan 9 kali lipat jeruk citrus. Tujuan: Mengetahui efektivitas seduhan teh rosela kering terhadap peningkatan kadar haemoglobin pada remaja putri. Metode: Desain true eksperimental pretest - posttest dengan kelompok kontrol. Populasi 46 orang sesuai kriteri inklusi. Sampel 30 responden (15 responden perlakuan dan 15 responden kontrol). Penelitian dilakukan di Kota Malang (STIKes Maharani dan SMKF Maharani). Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling. Analisa data menggunakan Paired t-test. Hasil: Pada kelompok perlakuan dari 15 orang yang menderita anemia, 12 orang (80%) kadar Hb mengalami kenaikan. Pada kelompok kontrol dari 15 orang, 8 orang (53,3%) mengalami penurunan kadar Hb. Analisis t-test kelompok perlakuan p=0,029 (p<0,05) dan kelompok kontrol p=0,279 (p>0,05), ada perbedaan efektivitas seduhan teh rosela kering terhadap peningkatan kadar haemoglobin pada remaja putri. Simpulan dan Saran: Diharapkan remaja putri dapat mengkonsumsi tablet Fe disertai dengan konsumsi vitamin C untuk meningkatkan absorbsi tablet Fe
GAMBARAN DAYATAHAN KARDIOVASKULAR DAN KESEHATAN MENTAL PADA SUBJEK DENGAN SKIZOFRENIA DI RSJ PROVINSI BALI
Kesehatan mental merupakan suatu kondisi dimana bebas dari masalah kejiwaan seperti gangguan psikosis, depresi dan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mejelaskan gambaran kesehatan mental dan dayatahan kardiovaskular pada subjek dengan skizofrenia di RSJ Provinsi Bali. Jenis penelitian ini adalah deskriptip dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan jenis kelamin laki-laki yang telah tenang. Tekhnik pengambilan sampel adalah dengan total sampling, jadi jumlah sampel adalah 20 orang. Alat ukur yang digunakan adalah untuk mengukur kesehatan mental menggunakan kuesioner Psychosis Evaluation Tool for Common us by Caregivers (PECC) dan untuk mengukur dayatahan kardiovaskular menggunakan tes lari 1600 meter dan kemudian diukur nilai VO2maxnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristis responden berdasarkan IMT terbanyak pada kategori normal sebesar 55% dan berdasarkan usia terbanyak pada usia dewasa akhir sebesar 70%. Rerata daya tahan kardiovaskular pada pasien skizofrenia di RSJ Provinsi Bali 33,05±5,81 ml/kg/ menit. Rerata kesehatan mental pada pasien skizofrenia di RSJ Provinsi Bali 7,85±3,10. Disarankan kepada RSJ Provinsi Bali selainmenangami masalah kesehatan mentalnya juga memperhatikan masalah kesehatan fisikny
PENGUJIAN FITOKIMIA DAN PENENTUAN PARAMETER KINETIK ENZIM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK INFUSA AIR SELEDRI
Latar belakang: Hiperurisemia merupakan kelainan metabolisme karena produksi asam urat yang berlebih. Prevalensi hiperurisemia di Indonesia diperkirakan antara 2,3-17,6%, sehingga penelitian mengenai obat antihiperuresemia sangat dibutuhkan saat ini. Tujuan: untuk mengetahui aktivitas infusa batang seledri terhadap parameter kinetic enzim xantin oksidase. Metode: spektrofotometri UV untuk mengukur kadar asam urat. Hasil: pengujian kandungan senyawa bahan aktif menunjukkan hasil positif pada pengujian flavonoid. Parameter kinetik enzim Km dan Vmaks menunjukkan perubahan nilai dengan adanya penambahan infusa batang seledri. Nilai Km enzim adalah sebesar 90,00 ppm, dan nilai Vmaks enzim sebesar 3,51 U/mL sebelum adanya penambahan ekstrak air batang seledri dan nilai Km dan Vmaks berubah menjadi 125,42 ppm dan 2,97 U/mL dengan adanya penambahan ekstrak infusa air batang seledri. Simpulan dan saran: pengujian kandungan senyawa bahan aktif menunjukkan hasil positif pada pengujian flavonoid, sedangkan uji parameter kinetik enzim menunjukkan kenaikan Km dan Vmaks menunjukkan penurunan  dengan adanya penambahan ekstrak infusa air batang seledri
FORMULASI ORALLY DISINTEGRATING TABLET SALBUTAMOL SULFAT MENGGUNAKAN PENGISI F-MELT, PEMANIS XYLITOL DAN SUPERDISINTEGRANT SISTEM EFFERVESCENT
Latar belakang: ODT merupakan sediaan yang didesain segera hancur pada saat kontak dengan air liur. Salbutamol sulfat merupakan bronkodilator dalam pengobatan asma, yang bekerja selektif terhadap reseptor β2 adrenergik. Formulasi ODT dapat meningkatkan bioafailibilitas obatTujuan: mengoptimasi dan mengevaluasi pengaruh F-Melt, xylitol dan effervescent terhadap waktu pembasahan, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan obat yang terdisolusi pada menit ke 5 Metode: Metode simplex lattice design diaplikasikan untuk mengoptimasi orally disintegrating tablet salbutamol sulfat. Menggunakan variabel F-Melt, xylitol dan effervescent. Daerah optimum ditentukan superimposed countour plot dari kekerasan, waktu pembasahan, kerapuhan dan obat yang terdisolusi pada menit ke 5 Hasil:Hasil menunjukkan interaksi F-Melt dan xylitol menurunkan waktu pembasahan, mempercepat waktu hancur dan meningkatkan kualitas tekstur dan rasa. Interaksi xylitol dan effervescent mempercepat waktu pembasahan, menurunkan kekerasan, mempercepat waktu hancur. SimpulanFormula optimum yang didapat dengan kombinasi komposisi F-Melt 146,00 mg, xylitol 35,33 mg dan sistem effervescent 13,65 mg
GAMBARAN WAKTU TUNGGU PASIEN DAN MUTU PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI UMUM UPTD PUSKESMAS PESANTREN 1 KOTA KEDIRI TAHUN 2017
Latar Belakang : Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu merupakan hal yang sensitif, dalam arti waktu tunggu berisiko menyebabkan mutu pelayanan kesehatan disebuah puskesmas menurun. Tujuan : Mengetahui gambaran waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 dan mutu pelayanan di Puskesmas Pesantren 1 berdasarkan variabel Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Metode : Jenis penelitian yang di gunakan adalah metode survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil : Berdasarkan wawancara dan observasi langsung yang dilakukan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 bahwa waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit). Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan waktu tunggu pasien rawat jalan dimana rata- rata waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 adalah 55,45 menit. Kesimpulan dan saran : Waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit) yaitu 55,45 menit dan mutu pelayanan dalam kategori baik yaitu 72
Instructional Leadership Berbasis Theory Planned Behavior dalam Peningkatan Motivasi Belajar Mahasiswa
Latar belakang:  Tugas perawat profesional adalah memberi pelayanan kesehatan asuhan keperawatan holistik secara paripurna, sehingga calon perawat perlu kemampuan akademik serta praktik yang baik untuk mencapai target lulus uji kompetensi. Namun pada awal pembelajaran perguruan tinggi, didapatkan rendahnya minat mahasiswa baru dalam menjadi perawat, kurang memahami kurikulum, dan stress adaptasi lingkungan baru sehingga menurukan motivasi belajar. Tujuan:  Mengetahui pengaruh Instructional Leadership dengan pendekatan Theory Planned Behavior (TPB) terhadap peningkatan motovasi belajar mahasiswa baru progam studi S1 Keperawatan. Metode: Kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimental dengan jenis one group pra post test, penerapan instructional leadership dilakukan oleh Kaprodi dengan penilaian motivasi belajar menggunakan kuisioner. Desain pengambilan sampel total sampling yaitu sebanyak 63 mahasiswa baru. Hasil: Pada uji paired t-test didapatkan nilai signifikan p=0,000 pada motivasi belajar mahasiswa. Simpulan: Instructional Leadership dengan pendekatan TPB dapat peningkatan motovasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dapat diaplikasikan oleh Kaprodi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa