26174 research outputs found
Sort by
Anxiety and Depression Among Female Workers in the Formal and Informal Sectors after the Covid-19 Pandemic
After the pandemic, women in both formal and informal sectors found themselves at home, balancing work and
domestic responsibilities. In addition to their jobs, they took on the role of primary caregivers, assisting their children
with home learning while managing household tasks. This dual burden has led many women to experience
psychological challenges, such as anxiety and depression. This study aimed to assess the levels of anxiety and
depression among women working in both the formal and informal sectors, and to identify factors potentially related
to these mental health issues.The research employed a quantitative, cross-sectional study design, with primary data
collected between September 10 and October 10, 2021. The participants were women working in the formal sector
(e.g., office workers) and the informal sector (e.g., traders, tailors, etc.) across fourteen sub-districts in Makassar. A
total of 100 women were included in the sample, selected through purposive sampling.The results showed that most
respondents had normal levels of anxiety and depression. The study found a significant correlation between the
length of employment and anxiety levels among formal sector workers, but no significant correlation with
depression levels or other factors. This suggests that both anxiety and depression are common among working
women, who face the added challenge of balancing family and work responsibilities
Strategi Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam Melaksanakan Program Safari Dakwah di Kabupaten Sinjai
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Strategi dakwah yang dilakukan ialah membangun amal usaha Muhammadiyah di berbagai daerah terkhususnya kepada daerah pedalaman atau pelosok desa. Strategi yang dilakukan agar mempermudah para muballigh dalam menyebarkan dakwah Muhammadiyah,
kemudian dakwah kultural atau pendekatan budaya yang fokus kepada potensi adat istiadat dan kebiasaan masyarakat secara turun temurun. Sedangkan bentuk-bentuk safari dakwah Majelis Tabligh Pimpinan daerah Muhammadiyah
Sinjai dengan mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar yang mencakup kegiatan besar keagamaan, yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah, kemudian pelaksanaan ceramah, dan pengajian bersama.
Implikasi dari penelitian ini yaitu dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori-teori dakwah, khususnya terkait dengan strategi dalam melaksanakan program safari dakwah. Penelitian ini juga, dapat digunakan
untuk memperbaiki dan menyempurnakan strategi yang ada, seperti dalam hal pemilihan materi dakwah, metode penyampaian, serta dengan adanya strategi
yang tepat dapat memberikan dampak positif terkait pemahaman agama dan penerapan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan semoga penelitian ini
dapat memberikan sumbangan yang signifikan dalam bidang dakwa
Pengaruh Penggunaan Story Telling dengan Media Wayang terhadap Kemampuan Bercerita Peserta Didik Kelompok B TK 13 Pembina Maros
Berdasarkan hasil penelitian kemampuan bercerita peserta didik
kelompok B sebelum diberikan perlakuan melalui penggunaan story telling
dengan media wayang dengan nilai rata-rata 3,91dan setelah diberi perlakuan
melalui penggunaan story telling dengan media wayang dengan rata-rata 6,8.
berdasarkan hasil pengujian hipotesis hasil penelitian menunjukkan terdapat
pengaruh penggunaan story telling dengan media wayang terhadap kemampuan
bercerita peserta didik kelompok B. hal ini dapat dilihat pada hasil analisis dengan
menggunkan uji sample paired T-tast melalui program SPSS Versi 25 sehingga
dapat disimpulkan bahwa penggunaan story telling dengan media wayang
berpengaruh terhadap kemampuan bercerita peserta didik kelompok B di TK 13
pembina Maros
Pengaruh Penerapan Model Quantum Teaching Berbantuan Media Scrapbook Terhadap Hasil Belajar IPA pada Materi Sistem Tata Surya Kelas VI di MIS As'adiyah No. 140 Ongkoe
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA peserta didik
kelas VI MIS As’adiyah No. 140 Ongkoe sebelum penerapan model Quantum
Teaching berbantuan media Scrapbook diperoleh pretest nilai minimum 0 dan
maximum 60 dengan nilai rata-rata 29, 62 termasuk kategori “rendah”,
standar deviasi 14,277, dan varians 203,846. Sementara berdasarkan hasil
belajar IPA peserta didik setelah penerapan model Quantum Teaching
berbantuan media Scrapbook diperoleh posttest nilai tertinggi minimum 80
dan maximum 100 dengan rata-rata 84,23 termasuk kategori ”tinggi”, standar
deviasi 6,433, dan varians 41,385. Kemudian berdasarkan analisis data
inferensial dari hasil perhitungan uji Wilcoxon Rank-Test diperoleh lebih kecil
dar
Pengaruh penggunaan teknologi informasi berbasis internet terhadp minat belajar pendidikan agama islam dan budi pekerti peserta didik kelas XI di SMA Negeri 13 Gowa
Berdasarkan hasil analisis deskriptif Diperoleh hasil penggunaan
teknologi informasi berbasis internet kelas XI di SMA Negeri 13 Gowa berada
pada kategori sedang yaitu 72,5%, sedangakan minat belajar pendidikan
agama islam dan budi pekerti peserta didik kelas XI di SMA Negeri 13 Gowa
berada pada kategori sedang yaitu 70%. Dari hasil perhitungan diperoleh
(thitung) = 5,965 sementara (ttabel) = 1,685 untuk taraf signifikan 0,05% karena
thitung lebih besar daripada ttabel maka disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima.
Artinya ada pengaruh penggunaan teknologi informasi berbasis internet
terhadap minat belajar pendidikan agama islam dan budi pekerti peserta didik
kelas XI di SMA Negeri 13 Gowa
Mikrobiologi Farmasi
Mikrobiologi farmasi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari keterkaitan mikroorganisme dalam dunia kefarmasian. Cabang ini melibatkan studi tentang mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan obat-obatan, dengan fokus pada upaya untuk meminimalkan jumlah mikroorganisme dalam lingkungan proses produksi, menghilangkan mikroorganisme serta produk samoingan mikroba seperti eksotoksin dan endotoksin dari air dan bahan baku lainnya, serta memastikan bahwa produk farmasi yang dihasilkan dalam keadaan steril
Pidato Pengukuhan: Pengungkapan CSR dan Nilai Perusahaan; Potensi Keberkahan dalam Akuntansi Keuangan
Sistem Kewarisan Tanah Tradisi Masyarakat Awo, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang (Perspektif Maṣlaḥah)
Hasil penelitian ini ditemukan bahwa, pertama; Sistem kewarisan tanah tradisi masyarakat Awo telah dipertahankan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, tanpa adanya catatan tertulis, sebagai bagian dari kearifan lokal. Tanah warisan, yang dikenal sebagai "manah," merupakan
aset bersama keluarga besar yang dikelola secara kolektif dan tidak dimiliki secara individu. Sistem ini didasarkan pada asas bilateral, yang memberikan hak waris secara adil kepada keturunan dari garis ibu maupun ayah, sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan. Dalam sistem kewarisan tanah tradisi masyarakat Awo dipengaruhi oleh prinsip-prinsip adat yang
mengutamakan keadilan bagi semua anggota keluarga dan yang memiliki hubungan kekerabatan dengan memberikan hak pengelolaan yang sama pada seluruh anggota keluarga baik laki-laki dan perempuan, pengelolaan tanah ini digunakan oleh ahli waris selama masa pakai tiga tahun kemudian berpindah dan digunakan oleh anggota keluarga lainnya, sistem kewarisan ini dilakukan secara turun temurun melalui lisan dan tidak dengan tulisan. Kedua; Hambatan sistem kewarisan Islam diterapkan pada hukum waris adat
masyarakat Awo disebabkan karena perbedaan konsep pembagian kemudian sistem kewarisan tanah tradisi masyarakat Awo sudah diterapkan sejak dulu dan telah menjadi kebiasaan masyarakat Awo sehingga sulit untuk
dihilangkan, termasuk juga kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem kewarisan Islam. Ketiga; Kajian ini merupakan telaah praktek pembagian warisan tanah dalam masyarakat tersebut melalui pendekatan Maṣlaḥah. Pendekatan ini bertujuan untuk mencapai kemaslahatan umum tanpa bertentangan dengan prinsip dasar syariat Islam dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip hak ahli waris seperti kesepakatan ahli waris, keadilan dan musyawarah serta keridaan. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Memperluas wawasan mengenai hukum adat, khususnya terkait pola pewarisan tanah dalam masyarakat Awo. Pandangan tentang sistem kewarisan tanah tradisi masyarakat di Indonesia, yang relevan bagi studi hukum. 2) Sedangkan ditinjau dari sosial Mengurangi potensi perselisihan dalam pembagian tanah
warisan melalui penerapan solusi berbasis tradisi lokal yang selaras dengan ajaran Islam. 3) Memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian hukum Islam, khususnya dalam bidang fikih mawaris yang mempertimbangkan
kearifan lokal tanpa meninggalkan prinsip Maṣlaḥah. 4) merekomendasikan adanya pelatihan dan penyuluhan terhadap sistem kewarisan ini kepada generasi muda masyarakat Awo dan masyarakat-masyarakat sekitar yang
melaksanakn sistem kewarisan ini agar tetap lestari
Transformasi Spiritualitas Komunal: Studi Fenomenologis atas Penyemaian Literasi dan Ideologi Keagamaan di Tabbaqé Kab. Bone
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Stigma negatif terhadap masyarakat Tabbaqé berakar dari sejarah panjang ketegangan dan konflik yang terjadi terutama terkait dengan isu perbatasan dan kepemimpinan yang tegas dari leluhurnya. 2) Stigma negatif yang melekat pada masyarakat
Tabbaqé berakar dari pesan-pesan bersejarah yang diwariskan oleh La Mannaq yang memegang erat nilai-nilai seperti kesungguhan, kewaspadaan, dan kekuatan komunitas yang diajarkan La Mannaq dapat menciptakan citra masyarakat yang bertahan dan penuh solidaritas 3) Keberagamaan di masa lalu dipengaruhi oleh ketidakkonsistenan dalam praktik keagamaan di masa
lalu karena keterbatasan pendidikan agama, adat lokal, dan kondisi ekonomi, namun telah terjadi perubahan signifikan mulai terjadi dengan kedatangan
tokoh-tokoh kunci yang berkomitmen untuk memperbaiki praktik keagamaan. 4) Tokoh masyarakat bertindak sebagai panutan, mediator konflik, dan pencegah kriminalitas. Sementara itu otoritas agama memperkuat praktik ibadah, memberikan pendidikan agama, dan membantu memperbaiki citra komunitas. Implikasi dari penelitian ini ialah 1) Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi lebih luas tranformasi spiritualitas masyarakat di pedesaan. 2) Tokoh agama diharapkan mampu memberikan pemahaman keagamaan, kajian-kajian tentang hidup damai, dan penyelesaian konflik
secara musyawarah. 3) Masyarakat lebih fokus pada pembangunan hubungan positif, berusaha memperbaiki citra negatif di mata masyaraka
Kebijakan Pendidikan pada Sistem Zonasi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 4 Kabupaten Enrekang
Adapun hasil Penelitian ini, yaitu: 1) penerapan kebijakan pendidikan pada sistem zonasi dalam peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 4 Enrekang menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Tahap perencanaan yang
melibatkan berbagai pihak, seperti kepala sekolah, guru, dan staf administrasi, memastikan pelaksanaan sistem zonasi dapat berjalan dengan baik. Pengorganisasian yang terstruktur, pemanfaatan media digital dalam
sosialisasi, serta penyesuaian sarana dan prasarana mendukung keberhasilan pelaksanaan sistem zonasi. 2) Faktor pendukung meliputi sarana dan prasarana yang memadai, sistem administrasi berbasis teknologi, pengelolaan
anggaran, dan dukungan geografis yang memudahkan akses siswa. Namun, faktor penghambatnya mencakup gangguan teknis pada sistem pendaftaran online, keterbatasan kapasitas server, manipulasi data domisili, serta akses transportasi dan internet yang terbatas di daerah pedesaan. Upaya perbaikan
yang dilakukan mencakup penguatan kapasitas server, pembentukan tim teknis, verifikasi data domisili, dan perbaikan akses internet. 3) hasil implementasi sistem zonasi PPDB di SMA Negeri 4 Enrekang menunjukkan dampak positif, seperti peningkatan kualitas guru, sarana, dan kurikulum yang lebih responsif. Pembelajaran lebih beragam dan inklusif, dengan interaksi guru-siswa yang lebih intens. Hasil akademik dan prestasi non-akademik siswa meningkat, sementara ketimpangan antara siswa dari daerah maju dan
tertinggal berkurang. Keberagaman siswa menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan empatik.
Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Penelitian ini
merekomendasikan agar pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, memperkuat regulasi sistem zonasi dengan fokus pada pengawasan manipulasi data domisili siswa. Verifikasi domisili perlu dilakukan lebih akurat melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Selain itu,
kapasitas server dan sistem online harus ditingkatkan untuk memastikan kelancaran pendaftaran. Pemerintah juga perlu menerapkan kebijakan anggaran berbasis kebutuhan untuk mendukung fasilitas pendidikan yang lebih memadai. 2) Penelitian ini memberikan panduan bagi sekolah untuk
mengoptimalkan verifikasi domisili siswa dengan kunjungan lapangan atau koordinasi dengan aparat kelurahan, guna mengurangi potensi kecurangan dalam PPDB. Sekolah juga perlu meningkatkan kapasitas tim teknis dalam mengelola pendaftaran daring melalui pelatihan sistem IT dan pengelolaan data. Selain itu, guru didorong untuk mengembangkan RPP berbasis diferensiasi agar metode pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan siswa
yang beragam 3) Implementasi kebijakan zonasi memerlukan peran kepala sekolah untuk memperkuat kepemimpinan kolaboratif. Kepala sekolah harus mengelola tim teknis, memperkuat kerja sama dengan instansi terkait, dan
menangani konflik orang tua. Selain itu, penting untuk mengoptimalkan manajemen berbasis data dan teknologi informasi dalam pengambilan keputusan. Sistem monitoring dan evaluasi berkala, dengan pengawasan dari komite sekolah dan masyarakat, akan memastikan PPDB berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari kecurangan