26174 research outputs found
Sort by
Pengenalan Biodiversitas Tanaman Obat Melalui Pembuatan Herbarium Di MTS. Darul Muttaqin Componge Desa Lappo Ase, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone
Biodiversitas tanaman obat memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam pemanfaatannya sebagai bahan pengobatan tradisional. Namun, kesadaran terhadap keberagaman hayati ini semakin menurun seiring dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai biodiversitas tanaman obat melalui pembuatan herbarium di MTs. Darul Muttaqin Componge, Desa Lappo Ase, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Metode yang digunakan meliputi eksplorasi lapangan, pengumpulan spesimen, pengeringan, dokumentasi, serta pembuatan herbarium yang diberi label ilmiah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam konservasi tanaman obat. Selain itu, koleksi herbarium yang dibuat menjadi sumber referensi berkelanjutan bagi siswa dan guru. Tantangan utama yang dihadapi meliputi proses pengeringan spesimen dan keterbatasan fasilitas penyimpanan. Secara keseluruhan, pembuatan herbarium terbukti sebagai metode pembelajaran yang efektif dan dapat dikembangkan lebih lanjut dalam upaya pelestarian biodiversitas lokal
Interpretasi Lirik Ḥājah Mustakhbiyah Karya Muḥammad Ḥamāqī Analisis Semiotika Roland Barthes dan Resepsi Sastra Wolfgang Iser
Penelitian ini menganalisis lirik lagu "ḥājah mustakhbiyah" karya Muḥammad Ḥamāqī dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan resepsi sastra Wolfgang Iser. Penelitian ini di latarbelakangi oleh penggunaan lagu Arab di Indonesia, khususnya di majelis selawat, tanpa memahami makna dan konteksnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan denotasi, konotasi, dan mitos dalam lirik lagu, serta resepsi sastra lagu "ḥājah mustakhbiyah". Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
pendekatan semiotika dan resepsi sastra. Data penelitian diperoleh dari lagu "ḥājah mustakhbiyah", komentar di platform TikTok, Youtube, dan berbagai sumber kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu "ḥājah mustakhbiyah" memiliki makna kompleks yang dapat diinterpretasikan melalui berbagai perspektif. Analisis semiotika mengungkapkan denotasi, konotasi, dan mitos dalam lirik lagu, yang mencerminkan kompleksitas manusia, kekuatan dan keterbatasan komunikasi, serta pentingnya hubungan dalam kehidupan. Analisis resepsi sastra menunjukkan bahwa lagu ini diinterpretasikan secara berbeda oleh pembaca ideal, pembaca implisit, dan pembaca riil.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu "ḥājah ustakhbiyah" tidak sesuai untuk ditampilkan dalam acara keagamaan karena liriknya yang sarat dengan pesan-pesan kasmaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan studi sastra Arab kontemporer dengan memahami interpretasi dan resepsi sastra dari lagu "ḥājah mustakhbiyah", khususnya pada pengembangan penelitian sastra berbasis makna dan resepsi
Dakwah Khurūj fī Sabīlillah Jamaah Tabligh di Kota Manado dalam Perspektif Hukum Islam
Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana dakwah Khurūj fī Sabīlillah Jamaah Tabligh di Kota Manado dalam Perspektif Hukum Islam, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana konsep dakwah khurūj jamaah tabligh di kota Manado, bagaimana sistem dakwah khurūj jamaah tabligh, dan bagaimana pandangan hukum Islam dakwah khurūj jamaah tabligh di kota Manado. Jenis penelitian adalah field reasearch kualitatif, dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan syariah (legal normative). Sumber data penelitian ini adalah anggota jamaah tabligh di kota manado dan imam masjid sebagai masyarakat umum. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan
adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dakwah khurūj fī sabīlillah
jamaah tabligh di kota manado sesuai dan sejalan dengan dalil – dalil al-Qur’an, al Hadis, prinsip – prinsip syariah (mendatangkan kemaslahatan dan mencegah /menolak kemudlaratan), dan dari perspektif hukum islam dapat digunakan dengan metode istimbathul ahkam yaitu kaidah ushul fiqih (mashalih mursalah dan adzari’ah) dan al qawa’id al fiqhiyah (kaidah fiqih) yaitu adl-dlararu yujālu. Implikasi dari penelitian ini adalah: dakwah khurūj jamaah tabligh di kota
manado, memberikan dampak positif dalam ukhuwah islamiyah terhadap kehidupan umat islam di kota manado, dakwah khurūj jamaah tabligh di kota manado, turut andil memberikan dampak kemakmuran masjid di manado dalam
peningkatan amal sholat berjamaah, dakwah khurūj jamaah tabligh di kota manado, turun andil menciptakan KAMTIBMAS (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat),
dakwah khurūj jamaah tabligh di kota manado, dapat di jadikan mitra pemerintah dalam hal ini POLRESTA (Kepolilisan Resort Daerah ) Manado dalam hal pemberantasan kriminalitas dan penanganan premanisme dengan metode soft approach (pedekatan humanis) terhadap preman – preman di kota manado
Pengaruh Penggunaan Media Kantong Abjad dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf pada Anak Kelompok B di TK Negeri Terang Kabupaten Manggarai Barat Flores
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Penggunaan media kantong
abjad sebelum melakukan treatment nilai rata-rata kemampuan mengenal
huruf anak yang diperoleh adalah 11,08 ; b) Penggunaan media kantong
abjad terbuktif efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf
pada anak kelompok B. Hal ini dapat dilihat setelah melakukan treatment 5
kali nilai rata-ratanya adalah 18,41; c) Berdasarkan hasil penelitian, bahwa
terdapat pengaruh penggunaan media kantong abjad terhadap kemampuan
mengenal huruf pada anak kelompok B di TK Negeri Terang Kabupaten
Manggarai Barat Flores. Hal ini dapat dilihat pada analisis uji t yang telah
dilakukan dengan menggunakan paired T-test yang diperoleh nilai sig
(2 tailed) 0,000 <0,05 maka diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kantong abjad berpengaruh
terhadap kemampuan mengenal huruf anak
Pengembangan Media Peta Digital pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Putri DDI Mangkoso
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) peserta didik membutuhkan media
pembelajaran yang dapat membantu memahami materi kerajaan-kerajaan
Islam, guru juga membutuhkan media yang membantu murid dalam
memvisualisasikan sesuatu yang abstrak, fasilitas untuk menunjang
penggunaan media memadai, serta kurikulum yang digunakan untuk kelas XII
masih menggunakan kurikulum 13(2) tahap define, peneliti menentukan
kebutuhan pembelajaran sekaligus mengumpulkan informasi terkait media
pembelajaran yang akan dirancang, saat tahap design media peta digital
dirancang dan dikerjakan oleh programmer, pada tahap development, media
di uji validitas oleh validator ahli media dan materi serta uji cobakan kepada
peserta didik kelas XII, pada tahap disseminate, media disebarluaskan di
Madrasah Aliyah Putri DDI Mangkoso (3) Tingkat kevalidan media
pembelajaran memenuhi kategori valid dengan skor total 3,9. Tingkat
kepraktisan media pembelajaran peta digital memenuhi kategori sangat
praktis yaitu 37,68. Tingkat keefektifan media peta digital memenuhi kategori
efektif dengan skor 402
Implementasi Penggunaan Multimedia dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Makassar
Hasil penelitian ini menunjukkah bahwa : 1) Penggunaan multimedia
kedalam pembelajaran pada peserta didik kelas X dan XI belum menyeluruh
atau maksimal. 2) Bentuk motivasi belajar peserta didik yang berbeda-beda
menjadi faktor utama pemilihan multimedia pembelajaran yang tepat bagi
peserta didik. 3) Ada beberapa faktor pendukung dan penghamba yang di
alami pendidik dalam merancang multimedia pembelajaran yang tepat bagi
peserta didik, selain itu kendala yang dialami pendidik dalam menggunakan
multimedia pembelajaran itu sendiri berasal dari faktor internal yakni faktor
bersumber dari pendidik itu sendiri yang masih menggunakan metode
ceramah dan masih kurang paham dalam menggunakan teknologi
pembelajaran
Centralization and Decentralization of Zakat Management in Lontara' Sukku'na Wajo, South Sulawesi: Philological Approach
This article aims to examine the centralization and decentralization of the zakat management system at Lontara Sukku'na Wajo.. The research method used in this article is based on the Lontara’ Sukkuna Wajo (LSW) manuscript as the primary data source. This manuscript describes religious practices, especially zakat management system in the past. The data were studied using a philological approach through these methods: transliteration, translation, and interpretation of text and context related to zakat, then relating them to the present. This research found that there are relevances between LSW manuscripts and religious practices that developed in the community in the past and present, especially regarding the centralization and decentralization of zakat management. The centralization system of zakat management in LSW is marked by the absence of Friday prayers in the area and the incompleteness of Sara’ officials so the zakat management system must be centralized and follow the areas with complete Sara’ equipment, so they must pay their zakat in the Wajo Kingdom. Meanwhile, the decentralization system of zakat management can be implemented if the community order in the region is complete, marked by the holding of Friday prayers and complete Paréwa Sara’ (officials in charge of handling religious matters). The Paréwa Sara’ consists of Kali, Katte’, Amele’ (or an amil), Pangulu Limpo, and Bilala. Friday prayers and the completion of the Paréwa Sara’ became a measure in establishing a legal product at that time. A well-established region was considered capable of managing itself. If it is manifested in the present condition, then zakat management institutions or organizations that have been accredited in their fields are considered capable of managing their own zakat assets under their authority
Pengaruh Kompetensi Profesional, Kecerdasan Emosional dan Interaksi Sosial Dosen Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Bahasa Arab Mahasiswa di IAIN Kendari
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kompetensi profesional, kecerdasan emosional, dan interaksi sosial secara parsial berpengaruh langsung terhadap motivasi dan
prestasi belajar bahasa Arab mahasiswa di IAIN Kendari. 2) Kompetensi profesional dan kecerdasan emosional, kompetensi profesional dan interaksi sosial, kecerdasan emosional dan interaksi sosial secara bersama-sama berpengaruh langsung terhadap motivasi belajar
mahasiswa di IAIN Kendari. 3) Motivasi belajar berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar mahasiswa di IAIN Kendari. 4) Kompetensi profesional, kecerdasan emosional, dan
interaksi sosial secara parsial berpengaruh terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar mahasiswa di IAIN Kendari. 5) Kompetensi profesional dan kecerdasan emosional,
kompetensi profesional dan interaksi sosial, kecerdasan emosional dan interaksi sosial secara bersama-sama berpengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar mahasiswa di IAIN Kendari. 6) Kompetensi profesional, kecerdasan emosional, dan interaksi sosial secara bersama-sama berpengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar mahasiswa di IAIN Kendari.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengaruh kompetensi profesional, kecerdasan emosional, dan interaksi sosial baik secara parsial, secara bersama-sama, dan
langsung maupun tidak langsung mengakibatkan peningkatan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa di IAIN Kendari
Studi Komparatif Waktu Imsak Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kabupaten Sinjai Perspektif Fikih dan Astronomi
Temuan dari penelitian ini mengindikasikan adanya faktor penyebab perbedaan waktu imsak Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tidak hanya di kabupaten Sinjai tetapi seluruh Indonesia diantaranya; 1) Faktor geografi, Letak geografis Indonesia yang terbentang dari Barat ke Timur mempengaruhi waktu terbit matahari berbeda, garis bujur memyebabkan
perbedaan waktu sementara lintang mempengaruhi sudut matahari terbit. 2) Faktor Astronomi, Kementerian agama RI menetapkan tinggi matahari pada awal waktu salat subuh sama dengan -20° (jarak zenith matahari = 110°) Sedangkan organisasi dunia dan Indonesia menetapkan kriteria yang
berbeda. Nahdlatul Ulama menggunakan kriteria ketinggian matahari -20° sedangkan Muhammadiyah dengan kriteria -18°. 3) kebiasaan dan perilaku masyarakat, Adanya ketidakseragaman waktu yang digunakan setiap masjid,
dalam satu desa contohnya disetiap dusunnya menggunakan waktu berbeda terkadang selisihnya 2-5 menit. Implikasi hukum dan astronomi terhadap perbedaan waktu imsak di kabupaten Sinjai, implikasi hukum meningkatkan
kesadaran hukum dan pentingnya memahami dasar-dasar hukum. Dan implikasi astronomi, dengan adanya perbedaan kriteria ketinggian matahari mempengaruhi akurasi perhitungan, penggunaan teknologi astronomi
modern untuk meningkatkan akurasi penentuan waktu imsak.
Implikasi dari penelitian ini menyikapi adanya perbedaan beberapa hal perlu dilakukan dengan dialog dan diskusi antara ulama dan ahli astronomi, pengembangan sistem hisab yang lebih akurat, penggunaan teknologi astronomi modern dan pendidikan dan edukasi tentang hukum dan
astronomi
Tinjauan Fikih Lingkungan Hidup Terhadap Tradisi Pa’jukukang pada Masyarakat Pa’jukukang dan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng
Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa hal. Pertama; pelaksanaan tradisi pa’jukukang terdiri dari empat tahapan, yaitu appasulu pangngajai, akkawaru, kalau’u ri pa’jukukang, angnganre ta’bala’na dan angnganre Raja’na. Dalam pelaksanaannya terdapat adaptasi dan transformasi, yakni
menganti tradisi “asaung tau” menjadi sabung telur, sabung ayam dan tepak silat. Kedua; dampak pelaksanaan tradisi pa’jukukang terhadap lingkungan ada positif dan ada yang negatif. Dampak positif terdiri dari melestarikan warisan tradisi leluhur; merawat tenun persatuan dan kohesi sosial;
memupuk kebersamaan, persaudaraan dan tali silaturahmi; membangun etos kepedulian sosial dan semangat gotong-royong; pengembangan ekonomi masyarakat; dan pengembangan pariwisata berbasiskan kearifan lokal.
Adapun dampak negatifnya adalah sampah. Ketiga; dalam perspektif Fikih Lingkungan Hidup, pelaksanaan tradisi pa’jukukang mengandung prinsip etika lingkungan hidup yang terdiri dari prinsip spiritualitas; ihtiram wa hizh
al-bi’a, istikhlaf wa al-amanah, al-mizan, al-‘adl wa al-ihsān; al-maṣlaḥah li al‘amm, lā tufsidū fī al-arḍ wa lā tabż آr; dan sustainability. Perlu adanya pengarusutamaan Fikih Lingkungan Hidup dalam pelaksanaan tradisi
pa’jukukang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis dan meminimalisir potensi kerusakan lingkungan hidup