26174 research outputs found
Sort by
Positivisasi Kompilasi Hukum Islam tentang Batas Usia Nikah Perspektif Maslahah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, hakikat batas usia nikah dalam KHI ialah upaya untuk memastikan kemaslahatan bagi individu dan Masyarakat (Tahqiq al-Maslahah). Hal ini merupakan bagian dari prinsip hukum
Islam yang menekankan pentingnya melindungi hak-hak dan kepentingan yang berkaitan dengan keluarga dan masyarakat. Kedua, konsep positivisasi KHI mengenai batas usia nikah merupakan proses integrasi norma hukum positif ke
dalam KHI yang merupakan bagian dari hukum Islam, yang dibangun atas dasar kemaslahatan, khususnya ketentuan usia minimal dalam KHI dan UUP nomor 16 Tahun 2019. Ketiga, nilai kemaslahatan positivisasi KHI tentang batas usia nikah
mengandung nilai kemaslahatan yang tinggi karena mampu mencerminkan prinsip-prinsip dasar maqāṣid al-syarī‘ah yang berdimensi kemaslahatan individual (perlindungan anak), kemaslahatan keluarga (ketahanan keluarga), kemaslahatan sosial (keadilan sosial), kemaslahatan hukum (kepastian hukum dan diskresi penerapan hukum). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya penguatan teori
hukum Islam yang dinamis dan kontekstual melalui pendekatan maslahah terhadap batas usia nikah dalam KHI. Secara teoritis, penelitian ini menegaskan bahwa batas usia nikah bukan sekedar norma administratif, melainkan instrumen perlindungan maqāṣid al-syarī‘ah. Secara praktis, hasil penelitian mendorong para hakim dan praktisi hukum untuk mempertimbangkan aspek kemaslahatan dalam
penerapan aturan batas usia dan pemberian dispensasi nikah. Di tingkat kebijakan, temuan ini mendukung pentingnya harmonisasi antara norma keagamaan dan hukum nasional untuk mencegah pernikahan dini dan melindungi hak anak. Selain itu, penelitian ini membuka ruang kajian lanjutan terkait
positivisasi norma-norma lain dalam KHI berbasis nilai-nilai kemaslahatan
Pendidikan Karakter dalam Membangun Budaya Akademik Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa, Pertama: Urgensi
pembentukan karakter ini terletak pada kebutuhan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki moralitas dan etika kerja yang tinggi, yang sangat dibutuhkan di dunia pelayaran. Tanpa
karakter yang kokoh, Mahasiswa akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis dan berisiko tinggi, serta akan menemui kesulitan dalam menjaga keselamatan dan efisiensi operasional di laut. Kedua: Faktor pendukung dalam membangun budaya akademik di Politeknik Ilmu
Pelayaran Makassar meliputi dukungan dari lembaga pendidikan, fasilitas yang memadai, dan keberadaan kurikulum yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai akademik dan karakter. Namun, beberapa faktor
penghambat juga ditemukan, seperti kurangnya fasilitas yang dapatmendukung pembelajaran modern, terbatasnya sumber daya untuk kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat, dan masih adanya resistensi terhadap perubahan budaya di kalangan Mahasiswa dan staf. Ketiga: strategi pembentukan karakter merupakan fondasi yang tak tergantikan bagi setiap Mahasiswa di Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Konsep karakter dalam konteks ini meliputi sikap disiplin, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan kerja sama. Karakter yang kuat adalah elemen esensial yang menentukan keberhasilan individu dalam karir maritim yang penuh tantangan.
Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai komponen kunci dalam membangun budaya akademik yang kuat di Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Oleh karena itu, institusi perlu mengembangkan dan memperkuat kebijakan yang mendukung integrasi
pendidikan karakter ke dalam kurikulum dan program pembelajaran. Hal ini dapat mencakup pengenalan modul pendidikan karakter, pelatihan bagi tenaga pengajar, dan pengawasan terhadap implementasi kebijakan tersebut
Problematika Guru dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di UPTD SDN 5 Barandasi Kab. Maros
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama penerapan kurikulum merdeka di UPTD SDN 5 Barandasi menerapkan profil pelajar pancasila dengan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis mata pelajaran dan melakukan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif serta ATP dan
Modul Ajar yang dikerjakan berkelompok. Kedua, problematika guru dalam menerapkan kurikulum merdeka pada perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran adalah kesulitan menganalisi CP, merumuskan TP dan
menyusun ATP serta Modul Ajar, menentukan metode dan strategi pembelajaran, minimnya kemampuan menggunakan teknologi, terbatasnya buku siswa, materi ajar yang terlalu luas, menentukan proyek, dan menentukan bentuk asesmen dengan materi dan asesmen pembelajaran yang
berbasis proyek. Ketiga, upaya dalam mengatasi permasalahan penerapan kurikulum merdeka adalah pertemuan rutin dengan KKG, Berkoordinasi dan
Berkolaborasi dengan sesama guru, Komunitas dan dukungan Orang tua, Membuat PPT, menulis dipapan tulis dan Menyediakan LKS, melanjutkan proyek di rumah serta Mengikuti pelatihan dan Workshop Implementasi
Kurikulum Merdeka. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) peningkatan sarana dan prasarana guna guna menunjang implementasi kurikulum merdeka, 2) kepala sekolah agar memperhatikan perkembangan kompetensi guru dan
mengadakan pelatihan, 3) guru lebih meningkatkan kembali pemahaman terkait kurikulum merdeka dan membuat program pembelajaran dan projek peserta didik secara optimal, 4) orang tua agar berperan aktif memberian
perhatian dan bimbingan kepada anak
Implementasi Pendidikan Islam dalam Pembelajaran Baca Tulis al-Quran pada Universitas Agama Islam As’adiyah (UNISAD) Sengkang
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pihak lembaga bahwa Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) telah berhasil menjalankan pembelajaran yang efektif berkat kesadaran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Beberapa faktor pendukung utama keberhasilan ini adalah kompetensi para ustaz, lingkungan yang religius dan kondusif, metode pengajaran yang interaktif, serta motivasi belajar yang tinggi dari para
mahasiswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah penjadwalan yang masih perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran lebih optimal. Selain itu, tantangan
yang dihadapi adalah perbedaan latar belakang kemampuan awal mahasiswa dan keterbatasan waktu. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian merekomendasikan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan literasi al-Qur’an di kalangan mahasiswa, yang dapat diimplementasikan oleh JQH
agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik lagi.
Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Implementasi pendidikan Islam dalam pembelajaran baca tulis al-Qur’an adalah menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan menyusun modul atau strategi pengajaran yang lebih adaptif. 2) Upaya impelementasi pendidikan Islam dalam pembelajaran baca tulis al-Qur’an untuk mencapai hasil yang maksimal Rektor Universitas Agama Islam As’adiyah (UNISAD) Sengkang perlu merumuskan kebijakan akademik baru untuk menjadikan
mahasiswa mampu baca tulis al-Quran baik dan benar sebagai standar kelulusan melalui sertifikasi. 3) Hasil capaian impelementasi pendidikan Islam bagi yang lulus
setelah proses pembelajaran baca tulis al-Qur’an akan menjadi alumni yang tidak hanya menjadi teladan ditengah masyarakat, tetapi juga secara langsung akan mengangkat nama baik almamater sebagai institusi yang menghasilkan lulusan berkualitas, berkompeten, dan berintegritas tinggi dalam nilai-nilai pendidikan
Islam
Pembelajran Kitab Kuning Mahasantri Ma’had Aly Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Studi Penerapan Metode Qawā’id dan Tarjamah)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. pembelajaran kitab kuning di Ma’had Aly Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang secara umum menerapkan metode qawā’id wa tarjamah dalam tiga tahap, yakni pembelajaran kaidah nahwu,
kaidah sharf, dan aplikasi penerjemahan teks. Namun, implementasi metode ini belum merata di seluruh dosen. Sebagian menerapkan metode qawaid dan tarjamah dan sebagian menekankan substansi isi kitab dibanding struktur bahasa dan latihan tarjamah karena kepraktisan dalam menyampaikan substansi pemikiran para ulama dalam kitab-kitab tersebut. Hal ini berpengaruh pada tingkat pemahaman mahasantri secara keseluruhan, sehingga dibutuhkan
penguatan kompetensi dan komitmen dosen dalam menerapkan metode secara utuh dan berkelanjutan. 2. Problematika penerapan metode qawā’id dan tarjamah
dalam pembelajaran kitab kuning mahasantri Ma'had Aly As'adiyah Sengkang diklasifikasi ke dalam problematika metode dan non metode. a. Problematika metode: problematika morfologis (ilm al-sarf), problematika sintaksis (ilm alnahw), problematika semantik (ilmu al-dilālah), dan problema restrukturisasai (penyesuian tarjamah dengan penambahan, pengurangan, dan perubahan teks
tarjamah). b. Problematika non metode: 1). Problematika yang dihadapi dosen terkait sikap belajar, daya serap, pengetahuan dasar bahasa Arab mahasantri dan keterbatasan dosen dalam penggunaan media pembelajaran. 2) Problematika
yang dihadapi mahasantri terkait dengan pengetahuan dasar bahasa Arab dari segi qawaid dan penguasaan mufradat di tingkat awal. 3. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kitab kuning mahasantri Ma'had Aly As'adiyah Sengkang: a. Upaya yang dilakukan oleh lembaga Ma'had Aly As'adiyah Sengkang: 1) Pengembangan kurikulum: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan (pembelajaran klasikal; pembelajaran halaqah; perkuliahan ziyari; pembelajaran idhafi (idhafi ’asri dan ’isyai; perkampungan al-Qur’an, program tahfidz al-Qur’an, perkampungan bahasa Arab): 2) Melengkapi sarana dan
prasarana pendidikan. 3). Evaluasi masukan (input) calon santri. b. Upaya yang dilakukan oleh dosen Ma’had Aly: 1) Merumuskan materi dan tujuan pembelajaran dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Satuan Acara
Perkuliahan (SAP), 2) Memilih metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, 3) Mengevaluasi pembelajaran. c. Upaya yang dilakukan mahasantri Ma’had Aly: 1) Kedisiplinan mengikuti program reguler dan idhafi. 2) ketekunan muthalaah dan penguasaan mufradat. 3) memotivasi diri belajar dan kesadaran bertafaqquh fi al-dīn.
Implikasi dari peneltian ini adalah: 1) Urgensi kesinambungan
pembelajaran kitab kuning sebagai kegiatan pembelajaran utama pada Ma'had Aly As'adiyah Sengkang. 2) Pembelajaran kitab kuning senantiasa ditingkatkan kualitasnya sehingga menghasilkan mahasantri dan alumni yang mutafaqqih fi aldīn
yang memiliki kemampuan dalam kajian dan pemahaman kontekstual keagamaan dalam menghadapi kebutuhan dan tuntunan zaman. 3) Untuk menghasilkan alumni (output) yang berkualitas hendaknya memperhatikan calon mahasantri (input) yang berkualitas. Disamping itu dibutuhkan penguatan
kurikulum, penyediaan sarana-prasarana yang berkualitas, peningkatan kualifikasi dosen dengan studi lanjut program magister dan program doktor, serta penggunaan media pembelajaran audio visual. 4) Dalam pembelajaran,
hendaknya memperhatikan perbedaan individu mahasantri yang membuat kemampuan mereka beragam dan unik dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
Analisis Hukum Terhadap Potensi Tindak Pidana (Penipuan) dalam Fitur Add-Yours Ktp Challenge di Media Sosial
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, “Add Yours”
merupakan salah satu fitur menarik yang ditawarkan oleh media sosial
Instagram dan Tik-tok yang memungkinkan pengguna berbagi informasi
tentang dirinya atau orang lain dengan topik tertentu, yang kemudian dimuat
secara online menggunakan hashtag. Kedua, banyaknya kebocoran data
pribadi dapat diakibatkan oleh beberapa sebab, semisal buruknya kontrol
kemanan yang diterapkan dan kurang diperhatikan oleh pihak terkait atau
bahkan oleh penggunanya sendiri. Ketiga, Penerapan pasal-pasal terkait dapat
meminimalisir terjadinya penipuan yang diakibatkan kebocoran data pribadi
melalui strategi penanggulangan penipuan siber Indonesia didasarkan pada
kerangka hukum yang ditetapkan dalam Undang-Undang Informasi dan
Transaksi Elektronik (ITE) No. 16 Tahun 2016
Developing Teacher’s Book Based on Inquiry Learning Model of Simple Present Tense Unit for the Eighth Grade Students of Islamic Boarding School Abnaul Amir Gowa.
The instructional design framework for this research was the ADDIE
model, which was implemented using the R&D (Research and Development)
method. During the analysis phase, the researcher conducted interviews to
ascertain the specific needs of eighth-grade English teachers at the Islamic
Boarding School Abnaul Amir Gowa. Subsequently, the syllabus developed in
the design stage incorporated an inquiry-based learning model and clear
indicators. The development of the English learning materials was guided by
the stages of inquiry learning: orientation, formulating a problem, formulating
a hypothesis, collecting information, testing the hypothesis, and formulating a
conclusion
The Implementation of ELT Material Containing Islamic Islamic Values for The Ninth-Grade Students at MTs Madani Alauddin Pao-Pao: Asking and Giving Information about Present, Past, and Future Continuous Activity Unit
The implementation effect of module shows a tendency of low influence on
student learning outcomes. The results of the student's pretest and posttest
show that the gain test value obtained is .0446, which means that the gain value
is in the low category (<0.3). Nevertheless, the results of student interviews
showed that students considered this module to be appropriate and functional
as a learning medium in their school. Furthermore, related to the
implementation outcomes, based on the eight Proctor evaluation indicators,
the English module that focuses on the ELT material "Present, Past, and Future
Continuous" with Islamic values has met all the established criteria. Students
also assessed the practicality of this module and stated that this module has
the potential as one of the English teaching materials, although they noted that
the time needed to understand each topic could vary
The Effect of the Stimulation, Investigation, Review, and Inference (SIRI) Learning Model on Students' Creative Thinking in the Excretory System Topic of Grade XI at SMAN 21 Gowa
This study discusses the influence of the Stimulation, Investigation,
Review, and Inference (SIRI) learning model on students' creative thinking skills
in the excretory system topic for Grade XI students at SMAN 21 Gowa. The
objectives of this study are: (1) to describe the creative thinking skills of Grade XI
students at SMAN 21 Gowa taught using the SIRI learning model, (2) to describe
the creative thinking skills of students taught without using the SIRI learning
model, and (3) to examine the effect of using the SIRI learning model on students’
creative thinking skills.
The research method used is a quasi-experimental design with a non-
equivalent control group design. The population consists of all 104 Grade XI
students at SMAN 21 Gowa. The sample includes 70 students divided into two
groups: the experimental class (XI.1) and the control class (XI.3), selected using
purposive sampling. The instrument used is a creative thinking test consisting of
7 essay questions. The data analysis techniques used are descriptive statistical
analysis and inferential statistical analysis.
Based on the results of the study, the average creative thinking score of
students in the experimental class was 79, 5, while in the control class it was
76,42. The inferential statistical analysis showed a significance value of 0.011,
indicating that sig. α = 0.011 < 0.05, thus H₀ is rejected and H₁ is accepted. This
indicates that there is a significant effect of the SIRI learning model on students’
creative thinking skills in the excretory system topic for Grade XI students at
SMAN 21 Gowa.
The implication of this study is that the SIRI learning model can be
applied by students to facilitate better understanding of the subject matter