26174 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Stimulation, Investigation, Revie, and Inference (SIRI) Terhadap Berpikir Kreatif Peserta Didik Pada Materi Sistem Ekskresi Kelas XI SMAN 21 Gowa
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh rata-rata skor
berpikir kreatif peserta didik 79,5 pada kelas eksperimen dan 76,42 pada kelas
kontrol. Analisis statistik inferensial diperoleh nilai sig. 0,011, menunjukan
bahwa sig. α = 0,011 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari model pembelajaran
(SIRI) terhadap berpikir kreatif peserta didik pada materi sistem ekskresi
kelas XI SMAN 21 Gowa
Pengaruh Tingkat Interaksi Sosial Dalam Pembelajaran IPA Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik kelas VII SMP Negeri 1 Binamu
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial dalam
pembelajaran IPA memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar.
Besarnya pengaruh interaksi sosial dalam pembelajaran terhadap motivasi belajar
sejumlah 47,619% . Hal ini dapat diartikan bahwa 47,619% pengaruh interaksi sosial
dalam pembelajaran terhadap motivasi belajar, sedangkan 33,871% di pengaruhi
oleh faktor lain yang tidak peneliti teliti
Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Terhadap Hasil Belajar dan Aktivitas Pembelajaran ZISWAF di Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Pontianak
Berdasarkan analisis data hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: terdapat peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik sesudah diberikan pembelajaran yang belum menerapkan
PMRI pada materi ZISWAF, terdapat peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik sesudah diberikan pembelajaran yang menerapkan PMRI
pada materi ZISWAF, ada perbedaan hasil belajar peserta didik pada materi ZISWAF di kelas VIII MTsN 2 Kota Pontianak, sebanyak 24 (67%) peserta didik dikategorikan memiliki aktivitas pembelajaran tinggi dan sedang dalam
mengikuti pembelajaran yang menerapkan PMRI pada materi ZISWAF. Hasil penelitian ini digunakan sebagai masukan bagi guru dan calon guru. Membenahi diri sehubungan dengan pengajaran yang telah dilakukan dan hasil belajar
peserta didik yang telah dicapai dengan memperhatikan pendekatan pembelajaran yang tepat, aktivitas pembelajaran peserta didik, keprofesionalan guru dalam melaksanakan pembelajaran ZISWAF yang menggunakan pendekatan
PMRI untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII MTs Negeri 2 Pontianak dalam proses pembelajaran
Perbandingan Model Pembelajaran Quantum Teaching dan Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIPA SMAN 7 Jeneponto
Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil
belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran
Quantum Teaching sebesar 88 dan yang diajar dengan model pembelajaran
Snowball Throwing sebesar 84,4. Hasil pengujian Hipotesis pada hasil belajar
peserta didik didapatkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta
didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan
yang diajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing. Berdasarkan
hasil pengujian menggunakan program software Statistical Product and
Service Solution (SPSS versi 26) pada model pembelajaran Snowball Throwing
yang terlampir pada lampiran yaitu sign (2-tailed)=0,000. melihat thitung
sebesar 14,196 sedangkan ttabel sebesar 2,023, menentukan ttabel dengan
melihat df, dengan demikian thitung > ttabel
Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Nilai-Nilai Multikultural dalam Membentuk Sikap Toleransi Peserta Didik Sekolah Menengah Atas di Kalimantan Barat
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif history pedagogi yang didasari oleh teori dasar dari pembelajaran sejarah lokal, multikultural dan toleransi. Teknik pengumpulan data meliputi analisis dokumen, observasi, dan
wawancara. Subjek penelitian yakni guru sejarah dan peserta didik di 5 SMA di Kalimantan Barat. Berdasarkan temuan penelitian, mengajarkan sejarah lokal dengan perspektif multikultural dapat membantu peserta didik menjadi
lebih menerima perbedaan. Nilai toleransi dan menghargai satu sama lain dalam masyarakat multikultural dapat diajarkan kepada peserta didik melalui materi sejarah yang merinci interaksi antar kelompok etnis dan budaya. Selain
itu, menggunakan teknik pengajaran interaktif seperti studi kasus dan diskusi kelompok membantu mendorong perkembangan. Dalam menyajikan produk muatan materi sejarah lokal berbasis nilai-nilai multikultural menggunakan
teknik Dick dan Carey. Melalui penggunaan modul
pembelajaran sejarah lokal berbasis nilai multikultural terbukti
berhasil membantu peserta didik mengembangkan sikap toleran dan kesadaran yang lebih besar terhadap keberagaman budaya di lingkungannya. Untuk meningkatkan kohesivitas sosial dalam masyarakat yang beragam,
penelitian ini menyarankan agar prinsip-prinsip multikultural dimasukkan ke dalam kurikulum sejarah
Bullying dalam Perspektif Maqāṣid Al-Syarīʿah (Studi Kasus di Pondok Pesantren Hj. Haniah Maros)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, realitas bullying di Pondok Pesantren Hj. Haniah Maros masih terjadi dalam berbagai bentuk, seperti verbal, fisik, relasional, dan cyberbullying. Kedua, faktor-faktor penyebab terjadinya bullying di pondok pesantren Hj. Haniah Maros terbagi
menjadi dua kategori utama, yaitu faktor eksternal dan internal. Ketiga, implementasi Maqāṣid Al-Syarīʿah di Pondok Pesantren Hj. Haniah Maros terlihat dari pemeliharaan agama (ḥifẓ al-dīn) melalui pendidikan akhlak, pengajian kitab, dan keteladanan pembina yang menekan perilaku bullying.
Pemeliharaan jiwa (ḥifẓ al-nafs) pesantren mengutamakan pendekatan nonkekerasan, perlindungan psikologis korban, serta sistem pelaporan rahasia yang menjamin keamanan dan ketenangan santri. Pemeliharaan akal (hifẓ al‘aql)
diwujudkan dengan pembinaan kecerdasan moral dan emosional, pengaturan kegiatan positif, dan edukasi anti bullying yang menjaga kestabilan mental dan rasionalitas santri. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Pentingnya penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam secara konsisiten di lingkungan pesantren. Pengasuh dan Pembina perlu meningkatkan pengawasan serta membangun
system pelaporan yang aman bagi korban. 2) Pentingnya sinergi antara pesantren dan orang tua dalam membentuk karakter santri yang berakhlak. Penguatan pembinaan karakter, dan keteladanan ustaz dan Pembina perlu
ditingkatkan secara sistematis. 3) Perlunya penguatan pengawasan dan pembinaan karakter berbasis nilai Islam secara konsisten oleh pengasuh dan pembina pesantren. Sistem pelaporan bullying yang aman dan rahasia harus
dikembangkan untuk memberikan perlindungan maksimal bagi korban
Scrapping Menstrual Blood StainsAccording to South Sulawesi Ulamaand Intellectualfrom Perspective of Ma‘āni-Ḥadīth
Scrapping menstrual blood stains is prescribed as a way to purify clothing contaminated by menstrual blood. This research explores the rulings on scraping menstrual blood stains from the perspectives of female ulamaand intellectualin South Sulawesi, viewed through the lens of maʻānī al-hadīth. This study employs a qualitative library research approach, utilizing maʻānī al-hadīth. Data is gathered from hadith collections that discuss the practice of scraping menstrual blood stains. Interviews were conducted to gain additional perspectives from ulamaand intellectuals in South Sulawesi. The results indicate that a contextual analysis of hadith reveals an injunction to purify clothing affected by menstrual blood, specifically by scraping off the residue adhering to the fabric. According to the ulamaand intellectuals of South Sulawesi, a contextual understanding of hadith related to scraping menstrual blood stains permits the use of cleaning agents, such as detergents, to maximize efforts to clean stains or menstrual blood that adheres to the fabric.Furthermore, if the stain is irremovable, the fabric or clothing may be used for prayer, demonstrating a leniency in religious practice. In the context of maʻānī al-ḥadīth, a textual understanding can create a rigid legal character, potentially diminishing the universal message of the hadith, while a contextual approach can reveal substantive values that remain relevant in modern society.
Keywords:Contextual interpretation, hadith comprehension, ulama-intellectual, scrapping menstrual blood stains, Islamic La
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Peserta Didik melalui Budaya Modoyyo Orit di SDN 3 Biau Kabupaten Buol
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih terdapat peserta didik yang tidak mendaptakan edukasi pendidikan seksual di SDN 3 Biau Kabupaten Buol. Terkait dengan itu, sosialisasi pencegahan kekerasan seksual merupakan langkah yang tepat, yang dielaborasikan melalui budaya yang berada di
Kabupaten Buol yaitu budaya Modoyyo Orit yang memiliki peran sebagai pengontrolan diri untuk mempunyai rasa malu, memiliki harga diri yang tinggi, bersikap jujur dan menjaga nama baik keluarga. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan penelitian lanjutan dengan melihat efektivitas dari analisis hasil penelitian ini, sebab penelitian ini hanya berkutat pada pemikiran hemat
peneliti dan teori para ahli dan penelitian-penelitian terdahulu, serta peneliti belum menemukan kutipan yang membahas mengenai budaya Modoyyo Orit, dan 2) Bagi pihak SDN 3 Biau Kelurahan Kali Kabupaten Buol dan wali murid, agar dapat selalu memberikan edukasi pendidikan seksual melalui budaya kearifan lokal terutama nilai budaya Modoyyo Orit
Analisis Hadis sebagai Basis Normasif dalam Keputusan Fatwa MUI tentang Pemboikotan Terhadap Produk Israel
Setelah melakukan penelitian hasilnya menunjukan bahwa terdapat tujuh (7) hadis yang termuat dalam Fatwa MUI nomor 83 tahun 2023 tentang pemboikotan terhadap produk Israel yang memuat 4 poin utama yang terdiri dari: 1) hadis tentang larangan berbuat kerusakan selama berperang terdapat tiga hadis (Hasan, Shahih dan Hasan). 2) Hadis tentang larangan berbuat dzalim kepada orang lain (Shahih). 3) Hadis tentang bolehnya melakukan perlawanan terhadap pihak yang melakukan pengusiran dan penjajahan
(shahih). 4) Poin keempat hadis tentang perintah tolong menolong yang diriwayatkan oleh Bukhari (Shahih). Penilaian para ulama Penilaian para ulama khususnya ulama Indonesia dalam menanggapi dikeluarkannya Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang pemboikotan terhadap Produk yang
terafiliasi Israel memberikan respon atau pendapat bahwa ditetapkannya Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 merupakan langkah yang tepat untuk mengambil tindakan sebagai bentuk dukungan moral dengan tujuan untuk menghentikan agresi Israel terhadap Palestina dan sebagai himbauan kepada masyarakat indonesia untuk memberikan dukungan solidaritas terhadap peristiwa yang dialami oleh rakyat Palestina. Interpretasi hadis yang terdapat dalam Fatwa MUI nomor 83 Tahun 2023 menunjukan bahwa melakukan
pemboikotan terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel merupakan bukti solidaritas kita terhadap sesama manusia khususnya sesama umat Muslim dalam hal tolong menolong serta sebagai salah satu cara untuk mencegah kemungkaran yang terjadi yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Penelitian Interpretasi hadis ini diharapkan memberikan kontribusi kepada masyarakat umum khususnya umat islam untuk terus menyuarakan rasa solidaritas dan menambah wawasan keilmuan walaupun penelitian ini masih banyak kekurangan didalamny
Fenomena Pernikahan Dini di Pesantren Darul Istiqamah Lappa’e Kecamatan Tellullimpoe Kabupaten Sinjai dalam Prespektif Hukum Islam
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini di Pesantren Darul Istiqamah Lappa’e dilakukan karena adanya perjodohan oleh orang tua santri dan calon mempelai pria, yang biasanya meminta pimpinan pesantren untuk mencarikan pasangan santri yang dianggap layak menikah. Pembina pesantren mendukung dan mendorong pernikahan dini sebagai langkah untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya pergaulan bebas. Masyarakat sekitar juga memandang pernikahan dini ini sah, selama
memperoleh izin dari pemerintah, dan dianggap sebagai keputusan yang tepat dengan beberapa pertimbangan. Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam, praktik pernikahan dini di Pesantren ini dapat dianalisis bahwa, Pernikahan
dini dianggap sesuai dengan kaidah dar’ al-mafasid karena mencegah kemudaratan yang lebih besar. Pernikahan yang dilakukan melaluiperjodohan dianggap sah berdasarkan konsep wali mujbir. Pernikahan dini yang dilakukan atas keinginan santriwati sendiri sejalan dengan kaidah
mashlahah, yaitu bertujuan untuk mencapai kebaikan dan manfaat yang lebih besar.Penelitian ini diharapkan menginspirasi peneliti selanjutnya dalam pengembangan metode untuk memahami dinamika pernikahan dini di
Pesantren Darul Istiqamah. Meskipun pernikahan ini tidak dianjurkan oleh pemerintah, masyarakat diimbau memastikan perlindungan dan hak anak jika pernikahan dini dilakukan.Selain itu,Penelitian ini juga memberikan
wawasan kepada praktisi hukum dan stakeholder terkait bahwa pernikahan dini dapat berhasil dengan dukungan keluarga dan dilakukan secara bijaksan