Suska Journal of Mathematics Education
Not a member yet
    95 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android untuk Materi Aritmatika Sosial

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis Android untuk materi aritmatika sosial yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model tahapan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.1 SMP Fitra Abdi Palembang. Data uji validitas dan kepraktisan produk dikumpulkan menggunakan teknik angket dan untuk keefektivannya digunakan soal tes. Persentase hasil angket validasi dan kepraktisan dihitung kemudian dibandingkan dengan kriteria kevalidan dan kepraktisan. Untuk analisis keefektivan, persentase jumlah peserta didik yang tuntas dibandingkan dengan kriteria keefektivan media. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis android dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Media pembelajaran interaktif berbasis Android ini layak, praktis dan efektif digunakan untuk materi aritmatika sosial

    Pengintegrasian Nilai Karakter dan Nilai Konservasi Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka di Era Teknologi Society 5.0

    Full text link
    Education is a determinant of the quality of human resources in a nation, which can guide the nation's development in a better direction in various aspects. The implementation of the Independent Curriculum in education is in line with new concepts in the social and technological world, namely the Industrial Revolution Society 5.0, which enables humans (to utilize modern-based knowledge, one of which is in the process of implementing character and conservation values in schools. This research aims to examine the integration of character values and conservation values through independent curriculum mathematics learning in the technological era of society 5.0. The research method used is a literature study through the study of scientific articles, books, journal proceedings, and other scientific literature. The data is analyzed descriptively to determine the relationship between one aspect and another. Based on the results of the literature study, it can be concluded that character and conservation values in mathematics learning can be integrated through a fun learning process in accordance with the concept of an independent curriculum in the era of society 5.0 in 21st century learning, namely a new learning paradigm that has learning objectives, a learning process and an assessment process carried out to ensure that students' character and conservation values are achieved and realized through the pancasila student profile

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar berupa  Lembar  Kerja  Siswa  (LKS)  berbasis  Problem  Based  Learning  (PBL) untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) memenuhi kriteria valid dan praktis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 13 Dumai tahun ajaran 2021/2022. Instrumen pengumpulan data berupa angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji validitas, LKS berbasis PBL dinyatakan kategori sangat. Berdasarkan uji praktikalitas, LKS berbasis PBL dinyatakan kategori sangat praktis. LKS berbasis PBL ini layak dan mudah digunakan untuk materi SPLDV, namun efektivitasnya terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa masih perlu diuji

    Profil Pengajaran Guru Matematika Berdasarkan Kemampuan Pengelolaan Kelas di Sekolah Menengah Pertama

    Full text link
    Salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia adalah kurangnya minat siswa dalam belajar matematika. Hal ini diantaranya disebabkan oleh lingkungan belajar siswa yang tidak interaktif. Padahal, pengelolaan kelas menjadi krusial dikuasai oleh guru agar dapat memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pengajaran guru terhadap pengelolaan kelas matematika serta dapat digunakan sebagai pedoman guru dalam merancang model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui pengambilan data yang dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara, menggunakan instrumen lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran guru yang telah menerapkan pendekatan teacher-centered learning dan mendukung pengelolaan kelas yang baik. Guru juga memberikan motivasi kepada siswa dan menumbuhkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan sangat baik, serta pemberian pertanyaan pancingan kepada siswa juga memberikan dampak yang positif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini bisa berkontribusi pada keilmuan terkait pengelolaan kelas matematika yang baik dan dapat dijadikan pedoman bagi praktisi pembelajaran matematika terkait pengadopsian pembelajaran yang berpusat pada siswa

    Analisis Soal Materi Statistika Pada Buku Teks Matematika SMP Berdasarkan Kognisi Statistik

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis integrasi kognisi statistik dalam soal-soal materi statistika pada buku teks matematika SMP dari dua penerbit yang berbeda yaitu Kemendikbud dan Erlanga. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yaitu mengkaji soal-soal statistika pada buku teks. Objek penelitian ini adalah semua soal statistik yang ada pada tiga buku teks dari dua penerbit yang berbeda. Statistika adalah suatu alat untuk mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan dan lain-lain. Kognisi statistik penting bagi siswa karena mencankup proses berpikir yang kongkrit. Kognisi statistika mengacu pada 3 proses berfikir yaitu pengetahuan dasar statistik, penalaran statistik dan pemikiran statistik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 463 soal materi statistika, dapat disimpulkan bahwa komponen pengetahuan dasar statistik mendominasi semua soal pada buku teks. Namun buku terbitan kemendikbud lebih bervariasi dalam penyajian soal dibandingkan dengan buku terbitan Erlangga. Buku Kemendikbud 1 memiliki 139 soal, 68 (63%) soal diantaranya tergolong pengetahuan dasar statistik, 39 (28%) tergolong penalaran statistik, dan 13 (9%) tergolong berpikir statistik. Selanjutnya buku Kemendikbud 2 memiliki 47 soal, dimana 31 (65%) soal yang tergolong pengetahuan dasar statistik, 13 (28%) soal tergolong penalaran statistik dan 3 (7%) soal yang tergolong kategori berpikir statistik. Terakhir buku Erlangga memiliki 277 soal, dimana 271 (97%) soal tergolong pengetahuan dasar statistik, 5 (2%) soal tergolong penalaran statistik dan 1 (1%) soal tergolong berpikir statistik

    Gaya Belajar: Identifikasi dan Pengelompokan Mahasiswa

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi gaya belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau. Gaya belajar mahasiswa penting diketahui oleh dosen yaitu untuk menentukan metode apa yang tepat dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika sebanyak 76 mahasiswa yang tediri dari tiga kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini yaitu mahasiswa memiliki kecenderungan gaya belajar campuran yaitu mahasiswa memiliki gaya belajar visual kinesteti

    Optimalisasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Menggunakan Realistic Mathematics Education (RME) Berdasarkan Motivasi Belajar

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana penggunaan film animasi dikombinasikan dengan metode pengajaran matematika realistik (RME) berdampak pada pemahaman siswa tentang topik matematika di tingkat menengah. Penyelidikan dilakukan di SMP Negeri 23 Pekanbaru selama semester kedua tahun akademik 2022–2023. Desain eksperimen faktorial adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 23 Pekanbaru tahun akademik 2022–2023 termasuk dalam populasi penelitian. Untuk memilih sampel penelitian, teknik pemilihan cluster random digunakan. Kelompok kelas VIII A dianggap sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kelas VIII B disebut sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan survei, pengujian, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Untuk saat ini data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua arah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) siswa yang menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik yang menggunakan film animasi dan siswa yang belajar secara langsung mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda tentang permasalahan matematika. 2) Siswa dengan tingkat motivasi belajar matematika berbeda yaitu tinggi, sedang dan rendah. Ada perbedaan di antara mereka. 3) Kombinasi pendekatan pembelajaran matematika realistik dan film animasi tidak memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan film animasi bersama-sama dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik tidak memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa

    Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA Ditinjau dari Gender Pada Materi Trigonometri

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih tergolong rendah dimana disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu perbedaan gender dimana hal ini diyakini oleh beberapa ahli sebagai pengaruh atas tinggi dan rendahnya kemamapuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah pada materi trigonometri. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 SMAN 8 Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dimana teknik pengumpulan data yaitu tes. Adapun indikator berpikir kritis yang digunakan yaitu menginterpretasikan, analisis, evaluasi dan inferensi. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik laki-laki lebih rendah daripada peserta didik perempuan terutama pada indikator menganalisis dan menginferensi. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan mengenai kemampuan berpikir kritis antara peserta didik laki-laki dan perempuan

    Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Disposisi Matematis Siswa

    Full text link
    Pemecahan masalah merupakan bagian dari tujuan matematika di sekolah. Faktanya di SMK IT Al-Izhar, soal pemecahan masalah masih belum optimal dipahami oleh siswa, sehingga siswa melakukan kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah ditinjau dari disposisi matematis siwa pada materi SPLDV. Subjek dalam penelitian ini adalah 19 orang siswa kelas X SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, kemudian direduksi menjadi 9 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes pemecahan masalah pada materi SPLDV. angket disposisi matematis dan pedoman wawancara. Data dianalisis melalui 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi SPLDV masih rendah. Ditinjau dari disposisi matematis, subjek dengan disposisi matematis tinggi dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah SPLDV terdapat kesalahan memahami (comprehension error), kesalahan transformasi (transformation error)  dan kesalahan penulisan (encording error). Subjek dengan tingkat disposisi matematis sedang dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah SPLDV terdapat kesalahan membaca (reading error), kesalahan memahami (comprehension error), kesalahan transformasi (transformation error), kesalahan ketrampilan proses (process skil error), dan kesalahan penulisan (encording error).Subjek dengan tingkat disposisi matematis rendah dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah SPLDV terdapat kesalahan membaca (reading error), kesalahan memahami (comprehension error), kesalahan transformasi (transformation error), kesalahan ketrampilan proses (process skil error) dan kesalahan penulisan (encording error)

    Development of Discovery Model-Based Learning Tool Using Cabri 3D Interactive Multimedia to Improve Students’ Mathematics Communication Ability

    Full text link
    This study aims to develop learning tools using discovery learning models assisted by the 3D Cabri application to improve students' mathematical communication ability. This research is a development research using the 4-D Thiagarajan model which consists of 4 stages, namely define, design, develop and dissemination. The research subjects were students of SMP Negeri 5 Aceh Tengah class IX. The research instruments used were the lesson plan validation sheet, the student worksheet validation sheet, and mathematical communication ability test validation sheets, teacher response questionnaires and student response questionnaires. Data analysis techniques are validity analysis, practicality analysis and effectiveness analysis. Based on the test results, the average assessment of the three aspects of the lesson plan is 4.01 with valid criteria. The average assessment of the three aspects of the student worksheet is 4.05 with valid criteria. The average score on the three aspects of the mathematical communication test is 3.65 with valid criteria. The practicality analysis uses a teacher response questionnaire with an average practicality score of 85% and is included in the very practical category. Based on the results of the students’ response questionnaire data analysis, it was concluded that students had a positive response, namely 92.12% of the components and learning activities so that they showed effective results. The data on the effectiveness of learning outcomes were obtained from the pre-test and post-test scores of students' cognitive in learning using n-gain and the average value of the results of increasing mathematical communication ability was 0.70 which stated that mathematical communication ability increased in the medium category. The validation and testing of learning tools show that the learning tools meet the criteria for the learning tools developed, referring to being valid, practical, and effective

    90

    full texts

    95

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Suska Journal of Mathematics Education
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇