IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Not a member yet
    14739 research outputs found

    PERAN PEMBIMBING KEAGAMAAN DALAM MENUMBUHKAN KONTROL DIRI TERHADAP MINAT BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) PADA MAHASANTRI MA’HAD AL-JAMI’AH UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON

    Full text link
    Minat baca tulis Al-Qur’an tidak serta-merta hadir, melainkan tumbuh melalui proses pembinaan yang konsisten dan mendalam. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi pembimbing keagamaan dalam membentuk kontrol diri mahasantri yang berpengaruh terhadap keterlibatan mereka dalam kegiatan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) di Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Fenomena rendahnya minat sebagian mahasantri terhadap BTQ, meskipun berada di lingkungan keagamaan yang intensif, menunjukkan adanya tantangan dalam aspek motivasi dan pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari empat mahasantri sebagai informan utama dan empat pembimbing (musyrifah) sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembimbing keagamaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kontrol diri mahasantri melalui strategi keteladanan, pendekatan afektif, serta penguatan spiritual. Minat terhadap BTQ berkembang seiring dengan suasana halaqah yang mendukung, relasi yang terbuka antara pembimbing dan mahasantri, serta pengalaman emosional dan religius yang positif. Peran pembimbing terbukti mampu mendorong perubahan dari motivasi eksternal menjadi motivasi internal, yang membuat mahasantri lebih konsisten dan berkomitmen dalam kegiatan BTQ.Temuan ini memperkuat teori kontrol diri Baumeister & Tierney, teori minat belajar Schiefele, serta teori motivasi dan kebutuhan dasar dari Ryan & Deci. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pembimbing keagamaan agar mampu mengembangkan pendekatan pembinaan yang reflektif, empatik, dan transformatif dalam membina literasi Al�Qur’an di kalangan mahasiswa

    PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI BIMBINGAN KEAGAMAAN TERHADAP SISWA MDTA USWATUN HASANAH DI DESA DANAWINANGUN KECAMATAN KLANGENAN KABUPATEN CIREBON

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui bimbingan keagamaan di lingkungan madrasah. Pembentukan karakter menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, terutama di madrasah yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa. Bimbingan keagamaan dilakukan melalui kegiatan pembiasaan ibadah, ceramah keagamaan, keteladanan perilaku, serta integrasi nilai�nilai moral dalam mata pelajaran. Melalui pendekatan tersebut, karakter siswa terbentuk dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap religius. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan variasi latar belakang siswa, namun dapat diatasi dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak madrasah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran aktif guru sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia melalui bimbingan keagamaan secara berkelanjutan

    Pengaruh Pemahaman Perpajakan Dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Pelaku E-Commerce Dalam Memenuhi Kewajiban Perpajakan (Studi Kasus Pelaku E-Commerce Di Kabupaten Cirebon Pada Platform Marketplace Shopee)

    Full text link
    Pesatnya perkembangan ekonomi digital telah mendorong peningkatan transaksi online, namun tingkat kepatuhan pajak di sektor ini masih tergolong rendah. Beberapa hambatan utama yang dihadapi dalam meningkatkan kepatuhan pajak di kalangan pelaku e-commerce meliputi kurangnya pemahaman terkait aturan perpajakan, minimnya sosialisasi dari otoritas pajak, serta persepsi bahwa pajak merupakan beban yang mengurangi profitabilitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pemahaman perpajakan dan tingkat kesadaran wajib pajak mempengaruhi kepatuhan pajak di sektor e-commerce. Studi ini berfokus pada pelaku usaha yang menjalankan bisnis melalui platform Shopee di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampel jenuh, dimana sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu terdiri dari 45 pelaku usaha yang aktif berjualan di Shopee dan berdomisili di Kabupaten Cirebon. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring, kemudian dianalisis secara statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa: hasil uji t pada pemahaman perpajakan memiliki nilai thitung 3,019 > 2,018 yang artinya bahwa pemahaman perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pelaku e-commerce dalam memenuhi kewajiban perpajakan (H1) diterima. Lalu, hasil uji t pada kesadaran wajib pajak memiliki nilai thitung 5,315 > 2,018 yang artinya bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pelaku e-commerce dalam memenuhi kewajiban perpajakan (H2) diterima. Selanjutnya, nilai fhitung sebesar 28,818 menunjukkan bahwa variabel Pemahaman Perpajakan (X1) dan Kesadaran Wajib Pajak (X2) berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y) pada pemahaman perpajakan dan kesadaran wajib pajak, maka secara simultan pemahaman perpajakan dan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pelaku e-commerce dalam memenuhi kewajiban perpajakan (H3) diterima. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman mengenai perpajakan serta peningkatan kesadaran wajib pajak berperan penting dalam mendorong kepatuhan pajak di sektor e-commerce

    Analisis Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Zakat Di Lembaga Amil Zakat Dt Peduli Cirebon Ditinjau Berdasarkan Hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat

    Full text link
    Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi umat. Selain sebagai kewajiban untuk membersihkan harta, zakat juga berfungsi sebagai sarana distribusi kekayaan kepada mereka yang berhak, sehingga dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat. Zakat mencerminkan dua aspek utama, yakni hablumminallah (hubungan manusia dengan Tuhan) dan hablumminannas (hubungan antar sesama manusia). Dengan pelaksanaan yang tepat, zakat dapat meningkatkan keimanan, menyucikan jiwa, serta membawa keberkahan bagi harta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan zakat di Lembaga Amil Zakat DT Peduli Cirebon dengan mengacu pada ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Penelitian ini bertujuan pula untuk mengkaji sejauh mana DT Peduli Cirebon telah menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi sesuai dengan ajaran Islam. Analisis akan dilakukan dengan melihat mekanisme pelaporan, pengawasan, serta keterbukaan informasi dalam pengelolaan zakat. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif deskrptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi dokumen praktik pengelolaan zakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasannya yang pertama DT Peduli Cirebon telah menerapkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan zakat sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari penyusunan laporan keuangan yang sistematis, pelaksanaan audit independen, serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain menjalankan pengelolaan zakat secara profesional, DT Peduli juga memastikan bahwa dana yang dihimpun dikelola sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011. Akuntabilitas diwujudkan melalui pelaporan berkala yang dapat diakses oleh publik, sedangkan transparansi tercermin dari penyampaian informasi secara terbuka melalui berbagai platform, seperti media sosial, situs web, dan laporan fisik. Kedua tingkat akuntabilitas dan transparansi DT Peduli Cirebon dalam pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah telah sesuai dengan prinsip hukum Islam yang menekankan amanah, kejujuran, dan keterbukaan. Akuntabilitas tercermin dalam pelaporan keuangan yang tertata dan audit berkala, sementara transparansi diwujudkan melalui publikasi laporan kepada masyarakat

    DAMPAK LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA TUNAGRAHITA DI SLBN TARUNA MANDIRI KUNINGAN

    Full text link
    Siswa tunagrahita merupakan individu yang mengalami hambatan dalam fungsi intelektual dan adaptif, yang berdampak pada proses belajar, termasuk dalam hal kemampuan membaca. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru di SLBN Taruna Mandiri Kuningan, ditemukan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca, baik dari aspek sensori, perseptual, urutan, makna, hingga pemahaman gagasan. Kesulitan ini menunjukkan perlunya layanan bimbingan belajar yang dirancang secara khusus dan terstruktur untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kesulitan siswa tunagrahita dalam meningkatkan kemampuan membaca, (2) mengidentifikasi kebutuhan akan pendekatan layanan bimbingan belajar, dan (3) menganalisis efektivitas layanan tersebut di SLBN Taruna Mandiri Kuningan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru BK, guru terapis, kepala sekolah, serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa tunagrahita ringan tingkat SMP dengan tingkat kemampuan membaca yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa tunagrahita ringan tingkat SMP mengalami tantangan yang berbeda dalam aspek kemampuan membaca. Siswa tunagrahita pada tingkat ringan menunjukkan kemajuan yang lebih signifikan jika diberikan layanan bimbingan belajar. Layanan bimbingan belajar yang diberikan secara individual dan terfokus terbukti membantu siswa dalam mengenali huruf, merangkai kata, memahami makna, hingga mengaitkan bacaan dengan gagasan sederhana. Guru BK dan Guru tarapis menyatakan bahwa pendekatan yang sabar, konsisten, dan sesuai kebutuhan anak sangat berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa tunagrahita

    Pengaruh Sales Growth Dan Leverage Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Tahun Periode 2018-2022

    Full text link
    Isu penghindaran pajak (Tax Avoidance) menjadi perhatian serius dalam upaya pemerintah meningkatkan penerimaan pajak, terutama pada perusahaan besar yang terdaftar di pasar modal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat penghindaran pajak yang masih terjadi, meskipun perusahaan terdaftar dalam indeks syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII), yang secara prinsip seharusnya menjunjung kepatuhan fiskal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Sales Growth dan Leverage terhadap Tax Avoidance secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2018-2022 yaitu sebanyak 33 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 11 perusahaan. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan software EViews versi 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Leverage berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, sedangkan Sales Growth tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Namun, secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, dengan kontribusi sebesar 13,4% terhadap variasi praktik penghindaran pajak. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan penjualan dan struktur pendanaan perusahaan dapat menjadi determinan penting dalam praktik Tax Avoidance. Implikasi dari penelitian ini memberikan pemahaman bahwa manajemen keuangan perusahaan perlu memperhatikan aspek kepatuhan fiskal dalam menyusun strategi keuangan, dan saran bagi penelitian selanjutnya untuk mempertimbangkan variabel lain seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, atau tata kelola perusahaan

    Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majalengka Melalui Pajak Hotel Sebagai Variabel Intervening

    Full text link
    Kabupaten Majalengka memiliki sejumlah potensi di sektor pariwisata yang unggul untuk mengembangkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain sektor pariwisata, kontributor utama PAD yang lainnya adalah pajak hotel. Namun penerimaan pajak hotel di Kabupaten Majalengka mengalami fluktuasi dalam realisasinya, sehingga PAD Kabupaten Majalengka belum mencapai kestabilan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh sektor pariwisata meliputi jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah hotel terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Majalengka melalui pajak hotel sebagai variabel intervening. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dalam bentuk data time series dari tahun 2014-2023. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, dan Badan Pendapatan Daerah Majalengka. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokomentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur dan uji sobel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah hotel berpengaruh terhadap pajak hotel sebesar 0,864 atau 86,4%. Sedangkan variabel jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan pajak hotel berpengaruh terhadap PAD sebesar 0,882 atau 88,2%. Secara tidak langsung, pajak hotel tidak dapat memediasi pengaruh jumlah kunjungan wisatawan terhadap PAD karena memiliki nilai signifikansi 0,29 > 0,05. Sedangkan pajak hotel dapat memediasi pengaruh jumlah hotel terhadap PAD karena memiliki nilai signifikansi 0,04 < 0,05

    Peran Dan Tanggung Jawab Suami Istri Keluarga Milenial Perspektif Hukum Positif (Studi Kasus Di Desa Susukan Kabupaten Cirebon)

    Full text link
    Peran dan tanggung jawab lahir karena adanya ikatan pernikahan. Ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, mereka mendapat status baru sebagai suami istri dan memiliki tugas yang harus diemban. Terkadang pembagian peran dan tanggung jawab yang tidak sepadan diantara salah satu pihak dapat menyebabkan beberapa konflik. Peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon yaitu adanya pergeseran peran terhadap sebagian pasangan suami istri keluarga milenial di daerah tersebut yaitu adanya beban ganda di kalangan keluarga milenial yakni selain istri memiliki peran sebagai ibu yang mengurus rumah tangga dan merawat anak di rumah. Istri juga memilki peran lain sebagai pencari nafkah utama. Kemudian disamping suami menjadi kepala rumah tangga yang harus menafkan keluarganya, suami juga harus mendidik keluarganya. Sebagaimana yang dijelaskan Kompilasi Hukum Islam. Adapun tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut: 1) untuk mengetahui peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kabupaten Cirebon dan 2) untuk mengetahui pandangan hukum positif dalam peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kabupaten Cirebon Adapun metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris, dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasilnya dijabarkan kedalam bentuk data yang bersifat deskriptif analisis. Lokasi penelitian berada di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon. Data primer didapatkan melalui wawancara terhadap suami istri keluarga milenial. Sedangkan data sekunder didapatkan dari buku, jurnal, skripsi, tesis dan beberapa literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon yaitu adanya pergeseran peran dan tanggung jawab antara suami dan istri. Pandangan hukum positif keluarga milenilal di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon diantaranya berdasarkan Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 31 ayat 3 Terdapat salah satu pihak yakni suami tidak dapat melaksanakan perannya begitu juga istri yang merasakan adanya peran ganda karena selain memiliki peran sebagai ibu rumah tangga juga harus memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Pasal 77 ayat 2 menemukan beberapa dari suami mau dilibatkan dalam pengasuhan anak karena merasa bahwa mengasuh anak adalah tanggung jawab seorang istri padahal dalam pasal tersebut telah disebutkan suami memilki tanggung jawab dalam pengasuhan. Pasal 80 menemukan suami dan istri sama sama bekerja berdasarkan keputusan bersama antara suami dan istri

    DAMPAK POLIGAMI ORANG TUA TERHADAP PENERIMAAN DIRI ANAK (Studi Kasus di Majlis Dzikir Rijalullah, Kabupaten Majalengka)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak poligami orang tua terhadap penerimaan diri anak fokus pada seorang remaja (AM). Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap enam informan, termasuk subjek penelitian, anak, empat istri dari satu suami, dan suami yang melakukan poligami. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami fenomena yang dialami subjek penelitian melalui perilaku, persepsi, minat, motivasi, tindakan, dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode studi kasus. studi kasus adalah pendekatan yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap peristiwa, fenomena atau gejala-gejala tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa anak remaja tersebut berhasil menerima kondisi keluarganya yang berpoligami. Penerimaan ini sangat dipengaruhi oleh terciptanya keharmonisan dalam keluarga dan peran ayah dalam menerapkan pola asuh yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, seperti keadilan, kasih sayang, serta komunikasi yang terbuka. Ayah berperan penting dalam membangun pemahaman positif mengenai poligami dari sudut pandang agama dan sosial, sehingga anak remaja tersebut tidak mengalami trauma atau merasa ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam hal penerimaan diri menunjukkan perkembangan positif dengan menerima Penampilan dirinya, menyadari keunikan dirinya, dan mengurangi rasa minder akibat perbandingan dengan saudara tiri, mampu berinteraksi dan diterima oleh teman�temannya tanpa masalah terkait latar belakang keluarga, memiliki pandangan yang positif dan empati terhadap anak-anak dengan latar belakang serupa, menyadari pentingnya pemahaman dan dukungan sosial, serta menunjukkan sikap adaptif dalam menghadapi tantangan emosional, selalu berupaya mencapai kepuasan diri dengan mengabaikan pandangan negatif orang lain dan berfokus pada kebahagiaan pribadinya. Dengan demikian, penerimaan diri anak remaja terhadap kondisi keluarga poligami terwujud dalam berbagai aspek kehidupannya

    Bakti Perempuan Pasca Pernikahan (Analisis Qs. Al-Ahqaf Ayat 15 Dalam Tafsir Al-Misbah)

    Full text link
    Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang tetap berlaku bagi setiap anak, termasuk bagi anak perempuan setelah menikah. Namun, setelah memasuki kehidupan pernikahan, seorang perempuan memiliki tanggung jawab baru terhadap suaminya, yang terkadang menimbulkan dilema dalam menyeimbangkan kedua kewajiban tersebut. Dalam realitas masyarakat, banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menjaga hubungan dengan orang tua setelah menikah karena keterbatasan waktu, jarak, atau pengaruh suami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan, pertama untuk mengetahui bakti seorang anak perempuan kepada orang tua setelah menikah, kedua untuk mengetahui bentuk-bentuk berbuat baik anak perempuan setelah menikah kepada orang tuanya menurut surat al-ahqaf ayat 15, ketiga untuk mengetahui konsekuensi anak perempuan yang tidak bakti kepada orang karna mengutamakan suaminya menurut surat al-ahqaf ayat 15 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi kepustakaan (library research). Sumber utama yang digunakan adalah Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, serta berbagai kitab tafsir dan literatur yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam. Analisis dilakukan dengan menelaah kandungan ayat, pendapat ulama, serta fenomena yang terjadi di masyarakat terkait peran anak perempuan terhadap orang tuanya setelah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam tetap menekankan kewajiban anak perempuan untuk berbakti kepada orang tuanya setelah menikah. Bentuk bakti tersebut dapat berupa penghormatan, kepedulian, doa, hingga dukungan finansial jika memungkinkan. Namun, dalam kondisi tertentu, Islam mengajarkan bahwa ketaatan kepada suami menjadi prioritas utama, selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara bakti kepada orang tua dan kewajiban terhadap suami agar keduanya dapat berjalan secara harmonis tanpa mengurangi nilai ibadah dalam kehidupan rumah tangga

    14,364

    full texts

    14,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Syekh Nurjati Cirebon
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇