IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Not a member yet
14739 research outputs found
Sort by
PERAN PEMBIMBING KEAGAMAAN DALAM MENUMBUHKAN KONTROL DIRI TERHADAP MINAT BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) PADA MAHASANTRI MA’HAD AL-JAMI’AH UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON
Minat baca tulis Al-Qur’an tidak serta-merta hadir, melainkan tumbuh melalui
proses pembinaan yang konsisten dan mendalam. Penelitian ini bertujuan
mengkaji kontribusi pembimbing keagamaan dalam membentuk kontrol diri
mahasantri yang berpengaruh terhadap keterlibatan mereka dalam kegiatan baca
tulis Al-Qur’an (BTQ) di Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Fenomena rendahnya minat sebagian mahasantri terhadap BTQ, meskipun berada
di lingkungan keagamaan yang intensif, menunjukkan adanya tantangan dalam
aspek motivasi dan pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari empat
mahasantri sebagai informan utama dan empat pembimbing (musyrifah) sebagai
informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis secara
interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembimbing keagamaan memiliki peran
penting dalam menumbuhkan kontrol diri mahasantri melalui strategi keteladanan,
pendekatan afektif, serta penguatan spiritual. Minat terhadap BTQ berkembang
seiring dengan suasana halaqah yang mendukung, relasi yang terbuka antara
pembimbing dan mahasantri, serta pengalaman emosional dan religius yang
positif. Peran pembimbing terbukti mampu mendorong perubahan dari motivasi
eksternal menjadi motivasi internal, yang membuat mahasantri lebih konsisten
dan berkomitmen dalam kegiatan BTQ.Temuan ini memperkuat teori kontrol diri
Baumeister & Tierney, teori minat belajar Schiefele, serta teori motivasi dan
kebutuhan dasar dari Ryan & Deci. Penelitian ini merekomendasikan penguatan
kapasitas pembimbing keagamaan agar mampu mengembangkan pendekatan
pembinaan yang reflektif, empatik, dan transformatif dalam membina literasi Al�Qur’an di kalangan mahasiswa
PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI BIMBINGAN KEAGAMAAN TERHADAP SISWA MDTA USWATUN HASANAH DI DESA DANAWINANGUN KECAMATAN KLANGENAN KABUPATEN CIREBON
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru dalam
pembentukan karakter siswa melalui bimbingan keagamaan di lingkungan madrasah.
Pembentukan karakter menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, terutama
di madrasah yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dalam kegiatan pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
guru memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan dalam
menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa. Bimbingan keagamaan dilakukan melalui
kegiatan pembiasaan ibadah, ceramah keagamaan, keteladanan perilaku, serta integrasi nilai�nilai moral dalam mata pelajaran. Melalui pendekatan tersebut, karakter siswa terbentuk
dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap religius. Kendala yang
dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan variasi latar belakang siswa, namun dapat
diatasi dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak madrasah. Penelitian ini
menegaskan bahwa peran aktif guru sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang
berakhlak mulia melalui bimbingan keagamaan secara berkelanjutan
Pengaruh Pemahaman Perpajakan Dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Pelaku E-Commerce Dalam Memenuhi Kewajiban Perpajakan (Studi Kasus Pelaku E-Commerce Di Kabupaten Cirebon Pada Platform Marketplace Shopee)
Pesatnya perkembangan ekonomi digital telah mendorong peningkatan
transaksi online, namun tingkat kepatuhan pajak di sektor ini masih tergolong
rendah. Beberapa hambatan utama yang dihadapi dalam meningkatkan kepatuhan
pajak di kalangan pelaku e-commerce meliputi kurangnya pemahaman terkait
aturan perpajakan, minimnya sosialisasi dari otoritas pajak, serta persepsi bahwa
pajak merupakan beban yang mengurangi profitabilitas usaha. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pemahaman perpajakan dan tingkat
kesadaran wajib pajak mempengaruhi kepatuhan pajak di sektor e-commerce.
Studi ini berfokus pada pelaku usaha yang menjalankan bisnis melalui platform
Shopee di Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.
Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampel jenuh, dimana sampel yang
digunakan pada penelitian ini yaitu terdiri dari 45 pelaku usaha yang aktif
berjualan di Shopee dan berdomisili di Kabupaten Cirebon. Data dikumpulkan
melalui penyebaran kuesioner secara daring, kemudian dianalisis secara statistik
dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.0. Hasil analisis menunjukkan
bahwa: hasil uji t pada pemahaman perpajakan memiliki nilai thitung 3,019 > 2,018
yang artinya bahwa pemahaman perpajakan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan pelaku e-commerce dalam memenuhi kewajiban perpajakan
(H1) diterima. Lalu, hasil uji t pada kesadaran wajib pajak memiliki nilai thitung
5,315 > 2,018 yang artinya bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepatuhan pelaku e-commerce dalam memenuhi kewajiban
perpajakan (H2) diterima. Selanjutnya, nilai fhitung sebesar 28,818 menunjukkan
bahwa variabel Pemahaman Perpajakan (X1) dan Kesadaran Wajib Pajak (X2)
berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y) pada pemahaman
perpajakan dan kesadaran wajib pajak, maka secara simultan pemahaman
perpajakan dan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepatuhan pelaku e-commerce dalam memenuhi kewajiban perpajakan (H3)
diterima.
Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman
mengenai perpajakan serta peningkatan kesadaran wajib pajak berperan penting
dalam mendorong kepatuhan pajak di sektor e-commerce
Analisis Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Zakat Di Lembaga Amil Zakat Dt Peduli Cirebon Ditinjau Berdasarkan Hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat
Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi umat. Selain sebagai kewajiban untuk membersihkan harta, zakat juga berfungsi sebagai sarana distribusi kekayaan kepada mereka yang berhak, sehingga dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat. Zakat mencerminkan dua aspek utama, yakni hablumminallah (hubungan manusia dengan Tuhan) dan hablumminannas (hubungan antar sesama manusia). Dengan pelaksanaan yang tepat, zakat dapat meningkatkan keimanan, menyucikan jiwa, serta membawa keberkahan bagi harta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan zakat di Lembaga Amil Zakat DT Peduli Cirebon dengan mengacu pada ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Penelitian ini bertujuan pula untuk mengkaji sejauh mana DT Peduli Cirebon telah menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi sesuai dengan ajaran Islam. Analisis akan dilakukan dengan melihat mekanisme pelaporan, pengawasan, serta keterbukaan informasi dalam pengelolaan zakat. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif deskrptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi dokumen praktik pengelolaan zakat.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasannya yang pertama DT Peduli Cirebon telah menerapkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan zakat sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari penyusunan laporan keuangan yang sistematis, pelaksanaan audit independen, serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain menjalankan pengelolaan zakat secara profesional, DT Peduli juga memastikan bahwa dana yang dihimpun dikelola sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011. Akuntabilitas diwujudkan melalui pelaporan berkala yang dapat diakses oleh publik, sedangkan transparansi tercermin dari penyampaian informasi secara terbuka melalui berbagai platform, seperti media sosial, situs web, dan laporan fisik. Kedua tingkat akuntabilitas dan transparansi DT Peduli Cirebon dalam pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah telah sesuai dengan prinsip hukum Islam yang menekankan amanah, kejujuran, dan keterbukaan. Akuntabilitas tercermin dalam pelaporan keuangan yang tertata dan audit berkala, sementara transparansi diwujudkan melalui publikasi laporan kepada masyarakat
DAMPAK LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA TUNAGRAHITA DI SLBN TARUNA MANDIRI KUNINGAN
Siswa tunagrahita merupakan individu yang mengalami hambatan dalam fungsi
intelektual dan adaptif, yang berdampak pada proses belajar, termasuk dalam hal
kemampuan membaca. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan
guru di SLBN Taruna Mandiri Kuningan, ditemukan bahwa sebagian siswa masih
mengalami kesulitan dalam membaca, baik dari aspek sensori, perseptual, urutan,
makna, hingga pemahaman gagasan. Kesulitan ini menunjukkan perlunya layanan
bimbingan belajar yang dirancang secara khusus dan terstruktur untuk
meningkatkan kemampuan membaca siswa tunagrahita. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) mengetahui kesulitan siswa tunagrahita dalam meningkatkan
kemampuan membaca, (2) mengidentifikasi kebutuhan akan pendekatan layanan
bimbingan belajar, dan (3) menganalisis efektivitas layanan tersebut di SLBN
Taruna Mandiri Kuningan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru BK, guru terapis, kepala
sekolah, serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa tunagrahita
ringan tingkat SMP dengan tingkat kemampuan membaca yang berbeda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa tunagrahita ringan tingkat SMP
mengalami tantangan yang berbeda dalam aspek kemampuan membaca. Siswa
tunagrahita pada tingkat ringan menunjukkan kemajuan yang lebih signifikan jika
diberikan layanan bimbingan belajar. Layanan bimbingan belajar yang diberikan
secara individual dan terfokus terbukti membantu siswa dalam mengenali huruf,
merangkai kata, memahami makna, hingga mengaitkan bacaan dengan gagasan
sederhana. Guru BK dan Guru tarapis menyatakan bahwa pendekatan yang sabar,
konsisten, dan sesuai kebutuhan anak sangat berpengaruh dalam meningkatkan
kemampuan membaca siswa tunagrahita
Pengaruh Sales Growth Dan Leverage Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Tahun Periode 2018-2022
Isu penghindaran pajak (Tax Avoidance) menjadi perhatian serius dalam upaya pemerintah
meningkatkan penerimaan pajak, terutama pada perusahaan besar yang terdaftar di pasar modal.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat penghindaran pajak yang masih terjadi,
meskipun perusahaan terdaftar dalam indeks syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII), yang
secara prinsip seharusnya menjunjung kepatuhan fiskal.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Sales Growth dan Leverage
terhadap Tax Avoidance secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode regresi data panel. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan
yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2018-2022 yaitu sebanyak 33 perusahaan.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 11 perusahaan. Data diperoleh dari
laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan software EViews versi 13.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Leverage berpengaruh signifikan terhadap
Tax Avoidance, sedangkan Sales Growth tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Namun,
secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, dengan
kontribusi sebesar 13,4% terhadap variasi praktik penghindaran pajak. Temuan ini menunjukkan
bahwa strategi pertumbuhan penjualan dan struktur pendanaan perusahaan dapat menjadi
determinan penting dalam praktik Tax Avoidance. Implikasi dari penelitian ini memberikan
pemahaman bahwa manajemen keuangan perusahaan perlu memperhatikan aspek kepatuhan
fiskal dalam menyusun strategi keuangan, dan saran bagi penelitian selanjutnya untuk
mempertimbangkan variabel lain seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, atau tata kelola
perusahaan
Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majalengka Melalui Pajak Hotel Sebagai Variabel Intervening
Kabupaten Majalengka memiliki sejumlah potensi di sektor pariwisata yang
unggul untuk mengembangkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan asli
daerah (PAD). Selain sektor pariwisata, kontributor utama PAD yang lainnya
adalah pajak hotel. Namun penerimaan pajak hotel di Kabupaten Majalengka
mengalami fluktuasi dalam realisasinya, sehingga PAD Kabupaten Majalengka
belum mencapai kestabilan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh sektor pariwisata meliputi jumlah kunjungan wisatawan
dan jumlah hotel terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Majalengka melalui
pajak hotel sebagai variabel intervening.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan
data sekunder dalam bentuk data time series dari tahun 2014-2023. Data dalam
penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Majalengka, dan Badan Pendapatan Daerah Majalengka. Teknik
pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah dokomentasi dan studi pustaka. Teknik analisis
data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur dan uji sobel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jumlah kunjungan
wisatawan dan jumlah hotel berpengaruh terhadap pajak hotel sebesar 0,864 atau
86,4%. Sedangkan variabel jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan pajak
hotel berpengaruh terhadap PAD sebesar 0,882 atau 88,2%. Secara tidak
langsung, pajak hotel tidak dapat memediasi pengaruh jumlah kunjungan
wisatawan terhadap PAD karena memiliki nilai signifikansi 0,29 > 0,05.
Sedangkan pajak hotel dapat memediasi pengaruh jumlah hotel terhadap PAD
karena memiliki nilai signifikansi 0,04 < 0,05
Peran Dan Tanggung Jawab Suami Istri Keluarga Milenial Perspektif Hukum Positif (Studi Kasus Di Desa Susukan Kabupaten Cirebon)
Peran dan tanggung jawab lahir karena adanya ikatan pernikahan. Ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, mereka mendapat status baru sebagai suami istri dan memiliki tugas yang harus diemban. Terkadang pembagian peran dan tanggung jawab yang tidak sepadan diantara salah satu pihak dapat menyebabkan beberapa konflik. Peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon yaitu adanya pergeseran peran terhadap sebagian pasangan suami istri keluarga milenial di daerah tersebut yaitu adanya beban ganda di kalangan keluarga milenial yakni selain istri memiliki peran sebagai ibu yang mengurus rumah tangga dan merawat anak di rumah. Istri juga memilki peran lain sebagai pencari nafkah utama. Kemudian disamping suami menjadi kepala rumah tangga yang harus menafkan keluarganya, suami juga harus mendidik keluarganya. Sebagaimana yang dijelaskan Kompilasi Hukum Islam. Adapun tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut: 1) untuk mengetahui peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kabupaten Cirebon dan 2) untuk mengetahui pandangan hukum positif dalam peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kabupaten Cirebon
Adapun metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris, dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasilnya dijabarkan kedalam bentuk data yang bersifat deskriptif analisis. Lokasi penelitian berada di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon. Data primer didapatkan melalui wawancara terhadap suami istri keluarga milenial. Sedangkan data sekunder didapatkan dari buku, jurnal, skripsi, tesis dan beberapa literatur.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Peran dan tanggung jawab keluarga milenial di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon yaitu adanya pergeseran peran dan tanggung jawab antara suami dan istri. Pandangan hukum positif keluarga milenilal di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon diantaranya berdasarkan Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 31 ayat 3 Terdapat salah satu pihak yakni suami tidak dapat melaksanakan perannya begitu juga istri yang merasakan adanya peran ganda karena selain memiliki peran sebagai ibu rumah tangga juga harus memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Pasal 77 ayat 2 menemukan beberapa dari suami mau dilibatkan dalam pengasuhan anak karena merasa bahwa mengasuh anak adalah tanggung jawab seorang istri padahal dalam pasal tersebut telah disebutkan suami memilki tanggung jawab dalam pengasuhan. Pasal 80 menemukan suami dan istri sama sama bekerja berdasarkan keputusan bersama antara suami dan istri
DAMPAK POLIGAMI ORANG TUA TERHADAP PENERIMAAN DIRI ANAK (Studi Kasus di Majlis Dzikir Rijalullah, Kabupaten Majalengka)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak poligami orang tua terhadap
penerimaan diri anak fokus pada seorang remaja (AM). Data dikumpulkan melalui
observasi dan wawancara mendalam terhadap enam informan, termasuk subjek
penelitian, anak, empat istri dari satu suami, dan suami yang melakukan poligami.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah
penelitian yang bertujuan memahami fenomena yang dialami subjek penelitian
melalui perilaku, persepsi, minat, motivasi, tindakan, dengan cara deskriptif dalam
bentuk kata-kata dan bahasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah dengan menggunakan metode studi kasus. studi kasus adalah pendekatan
yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap peristiwa,
fenomena atau gejala-gejala tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa anak
remaja tersebut berhasil menerima kondisi keluarganya yang berpoligami.
Penerimaan ini sangat dipengaruhi oleh terciptanya keharmonisan dalam keluarga
dan peran ayah dalam menerapkan pola asuh yang berlandaskan nilai-nilai
keislaman, seperti keadilan, kasih sayang, serta komunikasi yang terbuka. Ayah
berperan penting dalam membangun pemahaman positif mengenai poligami dari
sudut pandang agama dan sosial, sehingga anak remaja tersebut tidak mengalami
trauma atau merasa ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam hal
penerimaan diri menunjukkan perkembangan positif dengan menerima Penampilan
dirinya, menyadari keunikan dirinya, dan mengurangi rasa minder akibat
perbandingan dengan saudara tiri, mampu berinteraksi dan diterima oleh teman�temannya tanpa masalah terkait latar belakang keluarga, memiliki pandangan yang
positif dan empati terhadap anak-anak dengan latar belakang serupa, menyadari
pentingnya pemahaman dan dukungan sosial, serta menunjukkan sikap adaptif
dalam menghadapi tantangan emosional, selalu berupaya mencapai kepuasan diri
dengan mengabaikan pandangan negatif orang lain dan berfokus pada kebahagiaan
pribadinya. Dengan demikian, penerimaan diri anak remaja terhadap kondisi
keluarga poligami terwujud dalam berbagai aspek kehidupannya
Bakti Perempuan Pasca Pernikahan (Analisis Qs. Al-Ahqaf Ayat 15 Dalam Tafsir Al-Misbah)
Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang tetap berlaku bagi setiap
anak, termasuk bagi anak perempuan setelah menikah. Namun, setelah memasuki
kehidupan pernikahan, seorang perempuan memiliki tanggung jawab baru terhadap
suaminya, yang terkadang menimbulkan dilema dalam menyeimbangkan kedua
kewajiban tersebut. Dalam realitas masyarakat, banyak perempuan yang
mengalami kesulitan dalam menjaga hubungan dengan orang tua setelah menikah
karena keterbatasan waktu, jarak, atau pengaruh suami. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan, pertama untuk mengetahui bakti seorang anak perempuan kepada
orang tua setelah menikah, kedua untuk mengetahui bentuk-bentuk berbuat baik
anak perempuan setelah menikah kepada orang tuanya menurut surat al-ahqaf ayat
15, ketiga untuk mengetahui konsekuensi anak perempuan yang tidak bakti kepada
orang karna mengutamakan suaminya menurut surat al-ahqaf ayat 15
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif
dan studi kepustakaan (library research). Sumber utama yang digunakan adalah
Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, serta berbagai kitab tafsir dan literatur yang
berkaitan dengan hukum keluarga Islam. Analisis dilakukan dengan menelaah
kandungan ayat, pendapat ulama, serta fenomena yang terjadi di masyarakat terkait
peran anak perempuan terhadap orang tuanya setelah menikah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam tetap menekankan kewajiban
anak perempuan untuk berbakti kepada orang tuanya setelah menikah. Bentuk bakti
tersebut dapat berupa penghormatan, kepedulian, doa, hingga dukungan finansial
jika memungkinkan. Namun, dalam kondisi tertentu, Islam mengajarkan bahwa
ketaatan kepada suami menjadi prioritas utama, selama tidak bertentangan dengan
ajaran agama. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara bakti kepada
orang tua dan kewajiban terhadap suami agar keduanya dapat berjalan secara
harmonis tanpa mengurangi nilai ibadah dalam kehidupan rumah tangga