IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Not a member yet
14739 research outputs found
Sort by
Pengembangan Instrumen Test Materi Matriks berdasarkan konsep HOTS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument test materi matriks dengan mengimplementasikan konsep keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) untuk mengukur penguasaan materi matriks dan dampak yang ditimbulkan terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Implementasi HOTS dilakukan untuk menjamin hasil pengukuran dari hasil belajar matriks yang dilakukan terhadap peserta didik. Artinya, peserta didik yang nilainya tinggi, adalah yang bukan penghafal materi ataupun jawaban soal, melainkan yang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Instrumen test yang dikembangkan dalam penelitian ini, berupa butir soal uraian mengacu pada kurikulum 2013. Draf butir soal uraian dibuat melalui tahapan analisis Kompetensi Dasar (KD) untuk penguasaan materi matriks yang diperlukan, menyusun kisi-kisi soal HOT untuk matriks, serta memilih stimulus yang menarik dan kontekstual. Setelah draft butir soal terbentuk, selanjutnya melakukan konsultasi draft dengan tim ahli untuk mendapatkan validasi setiap butir soal yang dibentuk. Terakhir melakukan uji coba dan analisis data untuk mendapatkan akurasi hasil pengukuran. Penelitian ini menghasilkan 5 buah butir soal HOTS untuk materi matriks yang semuanya teruji valid dan realibel. Selain itu, setiap butir yang dibentuk terbukti mampu membedakan mana peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan yang tidak, cukup melalui mengerjakan soal matriks. Butir soal yang dibentuk juga memiliki keragaman tingkat kesulitan. Artinya, dalam seperangkat soal, ada butir soal mulai dari yang mudah sampai yang sulit
MENCERMATI DAN MENGURAI BENANG KUSUT MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA
Visi pendidikan seharusnya lahir dari kesadaran bahwa kita sebaiknya jangan menanti apapun dari masa depan, karena sesungguhnya masa depan itulah mengaharap-harapkan dari kita, kita sendirilah yang seharusnya menyiapkannya. Visi ini tentu saja mensyaratkan bahwa, sebagai institusi, pendidikan harus solid. Idealnya, pendidikan yang solid adalah pendidikan yang steril dari berbagai permasalahan.
Institusi pendidikan mengemban tiga fungsi. Pertama, pendidikan berfungsi menumbuhkan kreativitas peserta didik. Kedua, pendidikan berfungsi mewariskan nilai-nilai kepada peserta didik; dan ketiga, pendidikan berfungsi meningkatkan kemampuan kerja produktif peserta didik.
Suka atau tidak suka, permasalahan akan selalu ada dimanapun dan kapanpun, termasuk dalam institusi pendidikan. Oleh karena itu, persoalannya bukanlah usaha menghindari permasalahah, tetapi justru perlunya menghadapi permasalahan itu secara cerdas dengan mengidentifikasi dan memahami substansinya untuk kemudian dicari solusinya
Hasil Cek Plagiasi: WISATA BUDAYA DAN KULINER SEBAGAI STRATEGI BELAJAR DARMASISWA DI CIREBON
Analisis Kesesuaian Bahan Ajar dengan Kompetensi Matematika dalam Kurtilas
Kegiatan ini membahas mengenai bahan ajar, kompetensi matematika dalam kurikulum 2013 dan analisis kesesuaian bahan ajar dengan kompetensi matematika yang diperlukan dalam pembelajaran matematika sekolah
Suatu Sifat Matriks atas Daerah Bezout
Tulisan ini membahas masalah faktorisasi matriks bujursangkar atas daerah Bezout. Pada tulisan ini dijelaskan bahwa matriks bujur sangkar singular berukuran nxn merupakan hasil kali matriks idempoten jika pada ukuran 2x2 juga seperti demikian. Sifat tersebut selanjutnya dikaitkan dengan endomorfisma modul atas daerah Bezout