IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Not a member yet
14739 research outputs found
Sort by
Financial efficiency of Islamic rural banks in Indonesia: A two-stage DEA approach (Plagiarism Checker by Turnitin)
The operational effectiveness of Islamic Rural Banks in Indonesia is essential because inefficient financial intermediaries impede inclusive growth, restrict access to credit that complies with Shariah, and erode public confidence. The study's objectives are to assess the Islamic Rural Banks’ financial performance in West Java, Indonesia, and examine how efficiency levels influence specific financial performance measures. The methodology comprises two phases. The first phase measures efficiency using multiple inputs, including, operating expenses, fixed assets, inventory, total deposits, and total assets, alongside outputs such as profit-sharing financing, receivables, fund distribution income, and other operating income. The second phase employs Tobit regression to evaluate the impact of key financial ratios Non-Performing Financing (NPF), Return on Assets (ROA), Operating Expenses to Operating Income Ratio (BOPO), and Financing to Deposit Ratio (FDR) on efficiency scores. Findings indicate that seven of ten Islamic Rural Banks consistently achieved optimal efficiency (DEA score = 1), while three institutions exhibited persistent inefficiencies across various inputs and outputs. Tobit analysis reveals that ROA, BOPO, and FDR have significant positive effects on efficiency, whereas NPF is not statistically significant. The results highlight the importance of cost control and effective fund intermediation in enhancing performance. The study advances the application of Financial Intermediation Theory in Sharia-compliant rural banking by integrating ethical considerations into technical efficiency measurement
PROPOSAL PENELITIAN KOLABORATIF Judul: Implementasi Nilai-nilai Tasawuf Falsafi dalam Kurikulum Digital UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Sertifikat Atas Partisipasinya sebagai Narasumber dalam acara FGD JURUSAN TASAWUF DAN PSIKOTERAPI Dengan tema"Gambaran Pelaksanaan Terapi Tasawuf Berbasis Siber pada Terapi Doa Istana Hati Caruban di Kota Cirebon" pada tanggal 1 November 2025.
Strategi Pengembangan Usaha Tani Buah Jeruk Dalam Meningkatkan Perekonomian Di Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka
Desa Gunungkuning di Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, merupakan salah satu sentra produksi jeruk yang memiliki peranan penting terhadap mata pencaharian masyarakat setempat. Meskipun usahatani jeruk memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan rumah tangga petani, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala seperti fluktuasi harga, ketergantungan pada bandar, biaya produksi yang tinggi, serta keterbatasan penerapan teknologi budidaya modern. Di sisi lain, permintaan pasar terhadap buah jeruk terus meningkat, baik dari wilayah lokal maupun luar daerah, sehingga membuka peluang besar untuk pengembangan yang lebih optimal.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan usahatani jeruk di Desa Gunungkuning menggunakan pendekatan SWOT. Penelitian ini juga merumuskan strategi pengembangan yang tepat serta menilai dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan petani jeruk, ketua kelompok tani, bandar, buruh tani, dan aparat desa sebagai responden utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi usahatani jeruk berada pada Kuadran I (Strength–Opportunity), yang berarti usahatani berada dalam kondisi kuat dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif, yaitu meningkatkan kapasitas produksi dengan memanfaatkan bibit unggul dan teknologi budidaya, memperluas pemasaran berbasis digital untuk mengurangi ketergantungan pada bandar, serta memanfaatkan dukungan pemerintah dan kelompok tani dalam penyediaan sarana produksi. Pengembangan usahatani jeruk terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, baik melalui peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, maupun penguatan aktivitas ekonomi lokal
Pengembangan Halal Tourism Dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Wisata Cibuntu Kuningan
Pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Seiring meningkatnya jumlah wisatawan Muslim global, konsep halal tourism menjadi tren baru yang mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah Islam ke dalam layanan wisata. Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, memiliki peluang besar dalam mengembangkan destinasi halal, termasuk pada wilayah pedesaan berbasis masyarakat seperti Desa Wisata Cibuntu, Kuningan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan wisata halal yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian lokal Desa Cibuntu. Fokus kajian meliputi kesiapan infrastruktur dan layanan wisata halal, peran aktif masyarakat, serta strategi kolaboratif antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan komunitas lokal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pengembangan halal tourism di Desa Cibuntu sangat besar, didukung oleh kekayaan alam, budaya, serta infrastruktur dasar seperti homestay dan kuliner khas. Namun demikian, tantangan utama meliputi kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep wisata halal, minimnya fasilitas ibadah yang layak, belum optimalnya promosi berbasis digital, dan terbatasnya pelatihan SDM
Implementasi Prinsip Etika Dan Kualitas Pelayanan Frontliner Terhadap Kepuasan Nasabah (Studi Komparasi Pada Nasabah Bank BSI Dan BJB Syariah)
Berhasil tidaknya suatu perusahaan, salah satunya ditentukan oleh pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya, termasuk perbankan syariah yang menjadikan parameter ini menjadi budaya pelayanan dari perusahaannya. Namun, terdapat permasalahan dengan adanya keluhan nasabah mengenai pelayanan yang kurang baik, seperti proses pelayanan cenderung lama dan pelayanan dinilai kurang ramah. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara harapan nasabah dengan realitas pelayanan yang diberikan oleh bank syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prinsip etika dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah BSI dan BJB Syariah sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai sejauh mana kedua bank syariah ini mampu meningkatkan nilai kepuasan nasabah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan studi komparasi dan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan secara online. Populasi dalam penelitian ini yaitu nasabah BJB Syariah dan BSI di Kota Cirebon dengan masing-masing bank sebanyak 97 responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip etika dan kualitas pelayanan pada BJB Syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah sebesar 67%. Sedangkan prinsip etika pada BSI berpengaruh positif tidak signifikan, namun kualitas pelayanan yang diujikan berpengaruh positif signifikan sebesar 63,9%.
Kata Kunci : Prinsip Etika, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Nasabah, Komparas
Tinjauan Fatwa Dsn Terhadap Produk Pembiayaan Pada Pegadaian Syariah Cipto Cirebon
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai problematika dalam penerapan produk gadai emas (rahn emas) pada lembaga keuangan syariah. Salah satu permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme produk gadai emas, terutama dalam penerapan akad rahn, qardh, dan ijarah. Selain itu, penerapan Fatwa DSN-MUI tentang rahn dan rahn emas belum sepenuhnya seragam di berbagai lembaga keuangan syariah, karena adanya perbedaan kebijakan internal dan kondisi operasional masing-masing lembaga. Tantangan lainnya muncul dari aspek pelaksanaan, di mana keterbatasan sumber daya manusia yang memahami prinsip-prinsip syariah, pengawasan syariah yang belum optimal, serta kendala teknis dan edukatif baik di sisi lembaga maupun nasabah turut memengaruhi efektivitas penerapan produk tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme produk gadai emas di Pegadaian Syariah Cipto Cirebon, menilai kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI, serta mengidentifikasi kendala pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Pegadaian Syariah Cipto Cirebon. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak pegadaian, observasi langsung terhadap mekanisme transaksi, serta dokumentasi terkait ketentuan Fatwa DSN-MUI dan regulasi lembaga. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi sumber dan waktu untuk memastikan validitas hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pembiayaan gadai emas di Pegadaian Syariah Cipto Cirebon telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan Fatwa DSN-MUI melalui penerapan akad gabungan (rahn, qardh, dan ijarah). Namun demikian, ditemukan perbedaan teknis antara fatwa dan standar operasional internal, khususnya dalam penentuan biaya mu’nah yang masih berbasis persentase nilai taksiran. Selain itu, kendala utama yang dihadapi mencakup keterbatasan waktu pengawasan oleh DPS, fluktuasi harga emas, serta rendahnya pemahaman nasabah terhadap akad syariah. Meskipun begitu, Pegadaian Syariah Cipto Cirebon telah menunjukkan komitmen dalam menjaga kepatuhan syariah melalui pelatihan SDM, peningkatan sistem teknologi informasi, dan edukasi berkelanjutan kepada nasabah, sehingga produk gadai emas tetap berjalan efektif, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Kata kunci: Gadai Emas, Biaya Mu’nah, Kepatuhan Syaria
Implementasi Standar Halal di Lembaga Pendamping Halal (LPH) IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada UMKM di Kota Cirebon
Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki kebutuhan tinggi terhadap produk halal yang sesuai dengan prinsip syariah. Sertifikasi halal menjadi instrumen penting untuk menjamin kehalalan produk, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi standar halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam proses sertifikasi halal bagi UMKM di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM serta pihak LPH terkait proses sertifikasi yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPH
IAIN Syekh Nurjati Cirebon menerapkan pendekatan komprehensif dalam proses sertifikasi halal yang meliputi sosialisasi, pendampingan teknis, verifikasi lapangan, serta pengawasan berkala. LPH tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana administratif, tetapi juga sebagai fasilitator edukasi dan transformasi perilaku pelaku UMKM terhadap pentingnya praktik produksi yang halal dan thayyib. Implikasi dari
pendekatan ini mencakup meningkatnya pemahaman dan kepatuhan UMKM terhadap standar halal, terbentuknya jejaring kolaboratif antara lembaga dan pelaku usaha, serta
munculnya kebutuhan penyesuaian kebijakan agar prosedur sertifikasi lebih inklusif bagi UMKM. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat pentingnya peran LPH dalam membangun ekosistem industri halal yang berkelanjutan serta mendukung penguatan ekonomi syariah di tingkat lokal dan nasional.
Kata Kunci: Sertifikasi Halal, UMKM, LPH IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Standar Halal, Ekonomi Syaria