IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Not a member yet
14739 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Flash Card Huruf Sambung Berbasis Digital Untuk Kemampuan Menulis Imla’ Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Dikelas V MI Salafiyah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam
menulis imla’, khususnya dalam hal penempatan huruf sambung Arab di awal,
tengah, dan akhir kata. Kesalahan dalam penulisan posisi huruf dapat mengakibatkan
perubahan makna, sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai struktur
huruf sambung. Kemampuan menulis imla’ merupakan keterampilan penting dalam
menuangkan gagasan secara tertulis dengan menggunakan huruf hijaiyah secara
tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui penerapan pembelajaran imla’
di kelas V MI Salafiyah; (2) menguji kelayakan media pembelajaran flash card
berbasis digital; dan (3) mengukur efektivitas media tersebut dalam meningkatkan
keterampilan menulis imla’ siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and
Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE yang terdiri dari lima
tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran imla’ yang selama ini
diterapkan hanya mencakup penjelasan umum tanpa pendalaman tentang tata letak
dan penulisan huruf sambung. Oleh karena itu, dikembangkan media pembelajaran
berupa flash card digital sebagai upaya untuk membantu siswa memahami bentuk
dan posisi huruf hijaiyah dalam penulisan kata. Media ini divalidasi oleh tiga ahli,
yaitu ahli media (91%), ahli bahasa (85%), dan ahli materi (87%) yang seluruhnya
menyatakan media sangat layak untuk digunakan.
Selain itu, uji efektivitas berdasarkan perbandingan nilai pretest dan posttest
melalui uji N-Gain menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata 87,4%
yang termasuk kategori tinggi. Skor N-Gain yang melebihi 76% juga menegaskan
bahwa media flash card digital ini efektif digunakan dalam meningkatkan
keterampilan menulis imla’ siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab
Pengaruh Literasi Orang Tua terhadap Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini di Kabupaten Cirebon
Keberhasilan orang tua dalam membaca literasi untuk kesehatan dan gizi
pada anak usia dini tidak bisa dilepaskan dari keduanya. Literasi menjadi tonggak
utama dalam perkembangan dan pertumbuhan anak karena kesehatan merupakan
salah satu faktor utama dan sangat penting dalam perkembangan anak. Ketika
kondisi kesehatan anak yang kurang sehat, akan berdampak pada berbagai hal yang
berkaitan dengan perkembangnya dan terhadap berbagai aktivitas yang akan
dilakukannya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh literasi orang tua dalam kategori
baik dan berpengaruh terhadap kesehatan dan gizi pada anak usia dini di Kabupaten
Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi orang tua, kesehatan dan
gizi pada anak usia dini, serta seberapa kuat hubungan diantara keduanya di
Kabupaten Cirebon. Dalam penelitian ini, peneliti melihat literasi orang tua dapat
diartikan sebagai kemampuan yang baik dalam mengumpulkan, mempelajari,
menimbang, dan memanfaatkan informasi dan layanan kesehatan, sehingga dapat
membuat keputusan yang tepat.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey asosiatif
(kuantitatif korelasi). Penelitian ini menggunakan subjek penelitian (Cluster
Random Sampling), dimana subjek dipilih secara berkelompok yang ada dalam
populasi tersebut dengan subjek penelitian sebanyak 40 responden dan 30 item soal
penelitian. Kuesioner digunakan untuk mengetahui literasi orang tua terhadap
kesehatan dan gizi pada anak usia dini. Teknik analisis yang digunakan yaitu
deskriptif kuantitatif.
Hasil penyebaran angket kepada orang tua dan observasi di lapangan yang
dilakukan di Kabupaten Cirebon diketahui mempunyai hubungan yang positif dan
kuat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi diketahui bahwa nilai signifikan
sebesar 0,014, karena nilai signifikan lebih dari kecil dari 0,05 dan t hitung (2,582)
lebih besar dari t tabel (1,68595) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa
ada pengaruh literasi orang tua terhadap kesehatan dan gizi pada anak usia dini di
Kabupaten Cirebon
Implementasi Kegiatan Menggambar Bebas Dalam Mengembangkan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini Di TK Tunas Indonesia Kota Cirebon
Perkembangan bahasa sebagai alat komunikasi yang dapat memudahkan
orang lain dalam memahami sesuatu. Bahasa juga merupakan fondasi bagi anak
untuk belajar dalam kemampuan berkomunikasi, penggunaan kosakata, serta
berani mengungkapkan ide secara verbal, terutama pada bahasa ekspresif. Bahasa
ekspresif merupakan kemampuan anak menyampaikan ide, perasaan, dan
keinginannya melalui simbol, kata-kata atau ekspresi lainnya. Hal ini dapat
diekspresikan melalui kegiatan menggambar bebas, yang mana kegiatan
menggambar merupakan salah satu bentuk kegiatan seni yang mampu menjadi
sarana anak dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara spontan.
Menstimulasi bahasa sangat penting bagi anak karena memiliki dampak yang
sangat besar dalam meningkatkan bahasa anak terutama bahasa ekspresif.
Sehingga diperlukan upaya pemberian stimulasi terhadap anak, baik di lingkungan
sekolah ataupun keluarga.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana meningkatnya
perkembangan bahasa ekspresif anak pada saat kegiatan menggambar bebas,
mengetahui perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Tunas Indonesia
dan mengetahui penerapan kegiatan menggambar bebas dalam meningkatkan
bahasa ekspresif anak. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian
kualitatif, yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan guru pendamping serta
seluruh peserta didik TK Tunas Indnesia Kota Cirebon. Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, penarik kesimpulan, dan
dilanjutkan dengan keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
perkembangan bahasa anak di TK Tunas Indonesia meningkat terutama saat
melakukan kegiatan menggambar bebas karena kegiatan menggambar bebas
sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan bahasa ekspresif anak di TK Tunas
Indonesia. Sehingga mempermudah anak dalam berbahasa baik dengan
komunikasi, memahami, penambahan kosa kata, dan lain-lain
Pengaruh Digital Parenting Terhadap Perkembangan Sosial Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Khalifa Al-Qolam Kota Cirebon
Perkembangan teknologi yang pesat sangat memengaruhi pada pola asuh
orang tua. Peran orang tua sangat penting untuk perkembangan kehidupan anak.
Salah satunya perkembangan sosial anak usia dini. Perkembangan sosial pada anak
usia dini berkaitan dengan interaksi dan perilaku anak dengan orang lain. Upaya
pengasuhan orang tua agar anak tidak terpengaruh dari perkembangan teknologi
yaitu dengan mengawasi dan mengelola penggunaan teknologi oleh anak,
pengasuhan tersebut ialah digital parenting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui penerapan digital parenting, perkembangan sosial anak dan adakah
pengaruh digital parenting terhadap perkembangan sosial pada anak usia 5-6 tahun
di TK Khalifa Al-Qalam Kota Cirebon. Penelitian ini fokus pada masalah pengaruh
digital parenting terhadap perkembangan sosial anak usia dini.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan
pendekatan regresi linear sederhana. Analisis data menggunakan kolerasional.
Sampel penelitian terdiri dari 21 responden, peneliti mengunakan teknik Purposive
sampling untuk menetukan responden yang menjadi sampel. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui angket untuk mengukur pengaruh digital parenting terhadap
perkembangan sosial pada anak usia 5-6 tahun.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan digital parenting di kelompok
B2 memperoleh presentase dengan skor 91,6 %. Dengah hal itu penerapan digital
parenting di kelompok B2 TK Khalifa Al-Qalam sangat positif. Pada
perkembangan sosial anak-anak kelas B2 TK Khalifa Al-Qalam memperoleh
persentase dengan skor 76,9 %, yang berarti perkembangan sosial di kelompok B2
TK Khalifa Al-Qalam berkembang dengan baik. Dan terdapat pengaruh yang
signifikasi antara digital parenting dengan perkembangan sosial anak usia 5-6
tahun di TK Khalifa Al-Qalam Kota Cirebon. Dengan hasil uji regresi menunjukan
bahwa nilai signifikasi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Kemudian nilai
Adjusted R Square yang diperoleh dari analisis regresi linear sederhana adalah
0,774. Dengan demikian, digital parenting memberikan kontribusi sebesar 77,4%
terhadap perkembangan sosial anak kelas B2 tersebut, sementara sisanya sebesar
22,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap orang tua mengenai cara
orang tua dalam membimbing anak dalam menggunakan alat teknologi yang akan
berdampak pada kemampuan sosial anak di kehidupan nyata
Analisis Motif Orang Tua Milenial Dalam Kegiatan Sharenting Pada Anak Usia Dini Di RA At-Taqwa Kota Cirebon.
Penelitian ini berawal dari fenomena sharenting yang semakin sering dilakukan
oleh orang tua RA At-Taqwa, yaitu membagikan konten berupa foto, video, maupun
informasi mengenai anak melalui media sosial. Kebiasaan ini menjadi bagian dari gaya
pengasuhan modern di era digital, namun juga menimbulkan potensi risiko terhadap
privasi dan tumbuh kembang anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi motif yang melatarbelakangi orang tua milenial melakukan sharenting
terhadap anak usia dini di RA At-Taqwa Kota Cirebon, serta menggambarkan bentuk
aktivitas sharenting dan pandangan orang tua terhadap dampaknya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
deskriptif, yang bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh dan mendalam terhadap
fenomena yang dikaji. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang tua yang
memiliki anak usia dini di RA At-Taqwa Kota Cirebon. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi
sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi, data hasil
wawancara diseleksi dan dikategorikan berdasarkan fokus penelitian. Selanjutnya, data
disusun dalam bentuk narasi deskriptif agar mudah dipahami secara sistematis. Tahap
akhir melibatkan penarikan kesimpulan dari pola-pola yang ditemukan dalam data untuk
memperoleh hasil yang relevan dengan tujuan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sharenting yang dilakukan oleh
orang tua RA At-Taqwa Kota Cirebon mencakup berbagai bentuk, antara lain
pengunggahan dokumentasi anak saat beraktivitas di sekolah, membagikan momen
kebersamaan di rumah, menunjukkan pencapaian anak, hingga membagikan rutinitas
harian anak melalui media sosial. Motif orang tua melakukan aktivitas ini sangat
beragam, mencerminkan berbagai kebutuhan dan tujuan personal. Hasil analisis
mengidentifikasi lima motif utama, yaitu: (1) motif intrinsik, dorongan pribadi untuk
menyimpan kenangan dan mengekspresikan kebahagiaan; (2) motif sosial, keinginan
membangun koneksi sosial dan berbagi cerita; (3) motif penghargaan, hasrat
mendapatkan pengakuan dan pujian dari lingkungan sekitar; (4) motif aktualisasi diri,
ekspresi diri dan kebanggaan sebagai orang tua; (5) motif spiritual atau teogenetis, usaha
menanamkan nilai moral dan religius dalam kehidupan anak; (6) Motif keuntungan, yaitu
dorongan untuk memperoleh manfaat ekonomi maupun non-ekonomi, seperti kesempatan
endorsement, promosi produk, atau peningkatan jumlah pengikut di media sosial; serta
(7) Motif sosiogenetis, yaitu pengaruh dari lingkungan sosial yang mendorong orang tua
ikut melakukan sharenting, baik karena dorongan dari teman sebaya, komunitas, maupun
ekspektasi dari keluarga besar yang ingin mengikuti perkembangan anak. Meskipun
demikian, sebagian orang tua juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi
dampak negatif sharenting, terutama yang berkaitan dengan pelanggaran privasi dan
risiko penyalahgunaan data anak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
Pengembangan Media Komik Berbasis Digital Bermuatan Profil Pelajar Pancasila untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Siswa di SDN Kutamanggu 1
Saat ini siswa dituntut untuk memiliki keterampilan dalam membantu
mengatasi permasalahan abad 21 terdiri dari keterampilan berpikir kritis, kreatif,
komunikasi, dan kolaborasi. Keterampilan kolaborasi termasuk salah satu
kemampuan abad 21 yang penting untuk ditingkatkan, karena dapat mendukung
kerja sama antar siswa meskipun terdapat perbedaan antar mereka. Berdasarkan hasil
observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa rendahnya
keterampilan kolaborasi siswa akibat kurangnya penggunaan media pembelajaran
yang inovatif dan menarik.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keterampilan
kolaborasi untuk menganalisis siswa di kelas V SDN Kutamanggu 1. Indikator dalam
keterampilan kolaborasi mencakup berpartisipasi secara aktif (1), bekerja secara
produktif (2), bertanggung jawab (3), fleksibilitas dan kompromi (4), dan saling
menghargai (5)
Tujuan dari penelitian ini diantaranya: (1) untuk mengetahui bagaimana
pengembangan media komik berbasis digital bermuatan profil pelajar Pancasila, (2)
untuk mengetahui bagaimana kelayakan media komik berbasis digital bermuatan
profil pelajar Pancasila, (3) untuk mengetahui apakah media komik berbasis digital
bermuatan profil pelajar Pancasila efektif dalam meningkatkan keterampilan
kolaborasi siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Research and
Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan
Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Teknik
untuk teknik analisis data menggunakan uji deskriptif, uji normalitas, uji wilcoxon,
dan uji N-Gain.
Hasil validasi menunjukkan bahwa media komik digital dinyatakan sangat
layak berdasarkan penilaian ahli media dengan persentase sebesar 95%, ahli bahasa
sebesar 95%, dan ahli materi sebesar 87%. Selain layak digunakan, media ini juga
terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Hasil uji
efektivitas dengan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan keterampilan
kolaborasi dengan rata-rata skor 0,86 pada seri pertama dan meningkat menjadi 0,96
pada seri kedua, keduanya termasuk dalam kategori tinggi, yang menandakan adanya
peningkatan keterampilan kolaborasi secara signifikan
Pengaruh Kualitas Manajemen Kesiswaan terhadap Tingkat Kedisiplinan Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Susukan
Kedisiplinan siswa merupakan salah satu indikator penting dalam menunjang
keberhasilan proses pendidikan. Namun di SMA Negeri 1 Susukan, masih
ditemukan pelanggaran disiplin yang mengindikasikan perlunya peningkatan
pengelolaan manajemen kesiswaan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) mengetahui kualitas manajemen kesiswaan dalam pembinaan
kedisiplinan, (2) mengetahui tingkat kedisiplinan siswa kelas X, dan (3) mengetahui
pengaruh kualitas manajemen kesiswaan terhadap tingkat kedisiplinan siswa.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel
penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih secara purposive sampling.
Instrumen penelitian berupa angket skala Likert. Hasil rekapitulasi menunjukkan
bahwa kualitas manajemen kesiswaan berada pada kategori “tinggi” dengan nilai
87,2%, dan tingkat kedisiplinan siswa juga termasuk kategori “tinggi” dengan nilai
86,6%. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,895 dengan signifikansi
0,000 < 0,05 yang termasuk kategori hubungan “sangat tinggi”. Selanjutnya hasil
uji regresi menunjukkan t hitung = 11,535 > t tabel = 2,035 dengan sig = 0,000,
sehingga (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh
yang signifikan antara kualitas manajemen kesiswaan terhadap tingkat kedisiplinan
siswa kelas X di SMA Negeri 1 Susuka
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA STUDI KASUS DI SMA MUHAMMADIYAH KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON
Munculnya fenomena kenakalan siswa menjadi momok serius dalam dunia
pendidikan, psikolog, sosial dan budaya. Kenakalan-kenakalan yang dilakukan
siswa tersebut merupakan bukti lemahnya moralitas dan kepribadian mereka.
Dalam hal ini, kepala sekolah memiliki peran penting guna menekan angka
kenakalan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui bagaimana proses
manajemen kepala SMA Muhammadiyah Kedawung Kabupaten Cirebon dalam
mengatasi kenakalan siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa (1) Manajemen kepala sekolah sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan suatu sekolah, (2) Faktor yang mendukung
peran kepala sekolah dalam mengatasi kenakalan siswa ialah adanya kerjasama
dengan berbagai pihak guna membantu mengatasi segala permasalahan pada siswa,
(3) Faktor yang menghambat peran kepala sekolah dalam mengatasi kenakalan
siswa salah satunya disebabkan oleh orang tua yang keberatan terhadap sanksi yang
diberikan. Besar harapan penelitian ini dapat memberikan manfaat dalam mengatasi
kenakalan siswa di sekolah, sehingga proses pendidikan di sekolah nantinya dapat
berjalan baik dan memberikan hasil yang maksimal bagi peserta didik
MANAJEMEN PESERTA DIDIK: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PESERTA DIDIK DAN UPAYA DISIPLIN DI SMAN 8 CIREBON
Keterlambatan peserta didik di SMAN 8 Cirebon menjadi masalah yang signifikan
dalam proses pembelajaran. Faktor-faktor seperti jarak rumah yang jauh, masalah
transportasi, kesiangan, dan kondisi kesehatan seringkali menyebabkan peserta
didik datang terlambat. Hal ini berdampak pada efektivitas pembelajaran dan
kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor
penyebab keterlambatan peserta didik serta upaya disiplin yang diterapkan di
SMAN 8 Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari
kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru BK, serta peserta didik kelas X, XI, dan
XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan dipengaruhi oleh faktor
internal, seperti pengelolaan waktu yang buruk, kurangnya disiplin diri, dan
pengawasan orang tua yang minim, serta faktor eksternal, seperti kendala
transportasi, masalah sosial-ekonomi keluarga, dan jarak rumah yang jauh. Sekolah
telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi keterlambatan, antara lain dengan
pemantauan rutin terhadap keterlambatan peserta didik, pemberian sanksi edukatif,
dan pendekatan personal melalui komunikasi dengan orang tua dan guru BK. Selain
itu, sekolah juga menerapkan strategi seperti pemberian penghargaan bagi peserta
didik yang disiplin, program pembinaan karakter yang melibatkan OSIS dan pihak
sekolah. Meskipun langkah-langkah ini memberikan dampak positif, masalah
keterlambatan belum sepenuhnya teratasi, terutama karena faktor eksternal yang
sulit dikendalikan. Implikasi teoritis penelitian ini menguatkan pemahaman tentang
kedisiplinan dan pengelolaan waktu, sementara implikasi praktis mencakup
pengembangan program manajemen waktu, peningkatan kerja sama antara sekolah
dan orang tua, serta penerapan pendekatan disiplin berbasis pembinaan yang lebih
mendidik daripada sekadar pemberian sanksi. Penelitian ini merekomendasikan
SMAN 8 Cirebon untuk memperkuat pengawasan waktu, mengadakan pelatihan
manajemen waktu, dan menyesuaikan jam masuk. Peserta didik disarankan
membangun disiplin dan berkomunikasi dengan sekolah
THE SOCIAL REPRESENTATIONAL POWER OF IBN MUJAHID IN THE FORMATION OF THE QIRĀ’ĀT
Penetapan Qira’at Tujuh oleh Ibn Mujahid (w. 324 H) merupakan salah satu
upaya penting dalam mendisiplinkan variasi bacaan Al-Qur’an di era klasik Islam.
Sebelum Ibn Mujahid, terdapat keragaman qira’at yang cukup luas, tetapi ia mengusulkan
pembatasan menjadi tujuh qira’at yang dianggap sahih. Artikel ini menganalisis usaha
Ibn Mujahid dalam standarisasi qira’at dengan menggunakan pendekatan Psikologi
Sosial Serge Moscovici, khususnya representasi sosial, pengaruh minoritas dan konflik
ideologi. Melalui teori representasi sosial, kajian ini menunjukkan bahwa Qira’at
Tujuh bukan sekadar hasil dari kodifikasi ilmiah, tetapi juga konstruksi sosial yang
dibentuk oleh otoritas ulama dan didukung oleh dinamika sosial-politik. Dengan konsep
pengaruh minoritas, artikel ini mengeksplorasi bagaimana Ibn Mujahid sebagai seorang
cendekiawan memainkan peran penting dalam menggeser pemahaman mayoritas dan
membentuk standar qira’at yang diterima luas. Lebih lanjut, artikel ini menganalisis
bahwa proses standarisasi qira’at merupakan bagian dari konflik ideologi dalam sejarah
Islam, di mana terjadi perdebatan antara pelestarian keberagaman versus kebutuhan
akan keseragaman dalam bacaan Al-Qur’an. Kesimpulannya, usaha Ibn Mujahid
dalam menetapkan Qira’at Tujuh dapat dipahami sebagai hasil dari konstruksi sosial
yang berkembang dalam dinamika intelektual, sosial, politik, dan agama, bukan hanya
sebagai fenomena filologis semata