IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Not a member yet
    14739 research outputs found

    Pengembangan Media Flash Card Huruf Sambung Berbasis Digital Untuk Kemampuan Menulis Imla’ Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Dikelas V MI Salafiyah

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menulis imla’, khususnya dalam hal penempatan huruf sambung Arab di awal, tengah, dan akhir kata. Kesalahan dalam penulisan posisi huruf dapat mengakibatkan perubahan makna, sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai struktur huruf sambung. Kemampuan menulis imla’ merupakan keterampilan penting dalam menuangkan gagasan secara tertulis dengan menggunakan huruf hijaiyah secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui penerapan pembelajaran imla’ di kelas V MI Salafiyah; (2) menguji kelayakan media pembelajaran flash card berbasis digital; dan (3) mengukur efektivitas media tersebut dalam meningkatkan keterampilan menulis imla’ siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran imla’ yang selama ini diterapkan hanya mencakup penjelasan umum tanpa pendalaman tentang tata letak dan penulisan huruf sambung. Oleh karena itu, dikembangkan media pembelajaran berupa flash card digital sebagai upaya untuk membantu siswa memahami bentuk dan posisi huruf hijaiyah dalam penulisan kata. Media ini divalidasi oleh tiga ahli, yaitu ahli media (91%), ahli bahasa (85%), dan ahli materi (87%) yang seluruhnya menyatakan media sangat layak untuk digunakan. Selain itu, uji efektivitas berdasarkan perbandingan nilai pretest dan posttest melalui uji N-Gain menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata 87,4% yang termasuk kategori tinggi. Skor N-Gain yang melebihi 76% juga menegaskan bahwa media flash card digital ini efektif digunakan dalam meningkatkan keterampilan menulis imla’ siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab

    Pengaruh Literasi Orang Tua terhadap Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini di Kabupaten Cirebon

    Full text link
    Keberhasilan orang tua dalam membaca literasi untuk kesehatan dan gizi pada anak usia dini tidak bisa dilepaskan dari keduanya. Literasi menjadi tonggak utama dalam perkembangan dan pertumbuhan anak karena kesehatan merupakan salah satu faktor utama dan sangat penting dalam perkembangan anak. Ketika kondisi kesehatan anak yang kurang sehat, akan berdampak pada berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangnya dan terhadap berbagai aktivitas yang akan dilakukannya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh literasi orang tua dalam kategori baik dan berpengaruh terhadap kesehatan dan gizi pada anak usia dini di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi orang tua, kesehatan dan gizi pada anak usia dini, serta seberapa kuat hubungan diantara keduanya di Kabupaten Cirebon. Dalam penelitian ini, peneliti melihat literasi orang tua dapat diartikan sebagai kemampuan yang baik dalam mengumpulkan, mempelajari, menimbang, dan memanfaatkan informasi dan layanan kesehatan, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey asosiatif (kuantitatif korelasi). Penelitian ini menggunakan subjek penelitian (Cluster Random Sampling), dimana subjek dipilih secara berkelompok yang ada dalam populasi tersebut dengan subjek penelitian sebanyak 40 responden dan 30 item soal penelitian. Kuesioner digunakan untuk mengetahui literasi orang tua terhadap kesehatan dan gizi pada anak usia dini. Teknik analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penyebaran angket kepada orang tua dan observasi di lapangan yang dilakukan di Kabupaten Cirebon diketahui mempunyai hubungan yang positif dan kuat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0,014, karena nilai signifikan lebih dari kecil dari 0,05 dan t hitung (2,582) lebih besar dari t tabel (1,68595) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa ada pengaruh literasi orang tua terhadap kesehatan dan gizi pada anak usia dini di Kabupaten Cirebon

    Implementasi Kegiatan Menggambar Bebas Dalam Mengembangkan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini Di TK Tunas Indonesia Kota Cirebon

    Full text link
    Perkembangan bahasa sebagai alat komunikasi yang dapat memudahkan orang lain dalam memahami sesuatu. Bahasa juga merupakan fondasi bagi anak untuk belajar dalam kemampuan berkomunikasi, penggunaan kosakata, serta berani mengungkapkan ide secara verbal, terutama pada bahasa ekspresif. Bahasa ekspresif merupakan kemampuan anak menyampaikan ide, perasaan, dan keinginannya melalui simbol, kata-kata atau ekspresi lainnya. Hal ini dapat diekspresikan melalui kegiatan menggambar bebas, yang mana kegiatan menggambar merupakan salah satu bentuk kegiatan seni yang mampu menjadi sarana anak dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara spontan. Menstimulasi bahasa sangat penting bagi anak karena memiliki dampak yang sangat besar dalam meningkatkan bahasa anak terutama bahasa ekspresif. Sehingga diperlukan upaya pemberian stimulasi terhadap anak, baik di lingkungan sekolah ataupun keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana meningkatnya perkembangan bahasa ekspresif anak pada saat kegiatan menggambar bebas, mengetahui perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Tunas Indonesia dan mengetahui penerapan kegiatan menggambar bebas dalam meningkatkan bahasa ekspresif anak. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif, yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan guru pendamping serta seluruh peserta didik TK Tunas Indnesia Kota Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, penarik kesimpulan, dan dilanjutkan dengan keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak di TK Tunas Indonesia meningkat terutama saat melakukan kegiatan menggambar bebas karena kegiatan menggambar bebas sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan bahasa ekspresif anak di TK Tunas Indonesia. Sehingga mempermudah anak dalam berbahasa baik dengan komunikasi, memahami, penambahan kosa kata, dan lain-lain

    Pengaruh Digital Parenting Terhadap Perkembangan Sosial Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Khalifa Al-Qolam Kota Cirebon

    Full text link
    Perkembangan teknologi yang pesat sangat memengaruhi pada pola asuh orang tua. Peran orang tua sangat penting untuk perkembangan kehidupan anak. Salah satunya perkembangan sosial anak usia dini. Perkembangan sosial pada anak usia dini berkaitan dengan interaksi dan perilaku anak dengan orang lain. Upaya pengasuhan orang tua agar anak tidak terpengaruh dari perkembangan teknologi yaitu dengan mengawasi dan mengelola penggunaan teknologi oleh anak, pengasuhan tersebut ialah digital parenting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan digital parenting, perkembangan sosial anak dan adakah pengaruh digital parenting terhadap perkembangan sosial pada anak usia 5-6 tahun di TK Khalifa Al-Qalam Kota Cirebon. Penelitian ini fokus pada masalah pengaruh digital parenting terhadap perkembangan sosial anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Analisis data menggunakan kolerasional. Sampel penelitian terdiri dari 21 responden, peneliti mengunakan teknik Purposive sampling untuk menetukan responden yang menjadi sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur pengaruh digital parenting terhadap perkembangan sosial pada anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan digital parenting di kelompok B2 memperoleh presentase dengan skor 91,6 %. Dengah hal itu penerapan digital parenting di kelompok B2 TK Khalifa Al-Qalam sangat positif. Pada perkembangan sosial anak-anak kelas B2 TK Khalifa Al-Qalam memperoleh persentase dengan skor 76,9 %, yang berarti perkembangan sosial di kelompok B2 TK Khalifa Al-Qalam berkembang dengan baik. Dan terdapat pengaruh yang signifikasi antara digital parenting dengan perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun di TK Khalifa Al-Qalam Kota Cirebon. Dengan hasil uji regresi menunjukan bahwa nilai signifikasi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Kemudian nilai Adjusted R Square yang diperoleh dari analisis regresi linear sederhana adalah 0,774. Dengan demikian, digital parenting memberikan kontribusi sebesar 77,4% terhadap perkembangan sosial anak kelas B2 tersebut, sementara sisanya sebesar 22,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap orang tua mengenai cara orang tua dalam membimbing anak dalam menggunakan alat teknologi yang akan berdampak pada kemampuan sosial anak di kehidupan nyata

    Analisis Motif Orang Tua Milenial Dalam Kegiatan Sharenting Pada Anak Usia Dini Di RA At-Taqwa Kota Cirebon.

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari fenomena sharenting yang semakin sering dilakukan oleh orang tua RA At-Taqwa, yaitu membagikan konten berupa foto, video, maupun informasi mengenai anak melalui media sosial. Kebiasaan ini menjadi bagian dari gaya pengasuhan modern di era digital, namun juga menimbulkan potensi risiko terhadap privasi dan tumbuh kembang anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi motif yang melatarbelakangi orang tua milenial melakukan sharenting terhadap anak usia dini di RA At-Taqwa Kota Cirebon, serta menggambarkan bentuk aktivitas sharenting dan pandangan orang tua terhadap dampaknya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh dan mendalam terhadap fenomena yang dikaji. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang tua yang memiliki anak usia dini di RA At-Taqwa Kota Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi, data hasil wawancara diseleksi dan dikategorikan berdasarkan fokus penelitian. Selanjutnya, data disusun dalam bentuk narasi deskriptif agar mudah dipahami secara sistematis. Tahap akhir melibatkan penarikan kesimpulan dari pola-pola yang ditemukan dalam data untuk memperoleh hasil yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sharenting yang dilakukan oleh orang tua RA At-Taqwa Kota Cirebon mencakup berbagai bentuk, antara lain pengunggahan dokumentasi anak saat beraktivitas di sekolah, membagikan momen kebersamaan di rumah, menunjukkan pencapaian anak, hingga membagikan rutinitas harian anak melalui media sosial. Motif orang tua melakukan aktivitas ini sangat beragam, mencerminkan berbagai kebutuhan dan tujuan personal. Hasil analisis mengidentifikasi lima motif utama, yaitu: (1) motif intrinsik, dorongan pribadi untuk menyimpan kenangan dan mengekspresikan kebahagiaan; (2) motif sosial, keinginan membangun koneksi sosial dan berbagi cerita; (3) motif penghargaan, hasrat mendapatkan pengakuan dan pujian dari lingkungan sekitar; (4) motif aktualisasi diri, ekspresi diri dan kebanggaan sebagai orang tua; (5) motif spiritual atau teogenetis, usaha menanamkan nilai moral dan religius dalam kehidupan anak; (6) Motif keuntungan, yaitu dorongan untuk memperoleh manfaat ekonomi maupun non-ekonomi, seperti kesempatan endorsement, promosi produk, atau peningkatan jumlah pengikut di media sosial; serta (7) Motif sosiogenetis, yaitu pengaruh dari lingkungan sosial yang mendorong orang tua ikut melakukan sharenting, baik karena dorongan dari teman sebaya, komunitas, maupun ekspektasi dari keluarga besar yang ingin mengikuti perkembangan anak. Meskipun demikian, sebagian orang tua juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi dampak negatif sharenting, terutama yang berkaitan dengan pelanggaran privasi dan risiko penyalahgunaan data anak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab

    Pengembangan Media Komik Berbasis Digital Bermuatan Profil Pelajar Pancasila untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Siswa di SDN Kutamanggu 1

    Full text link
    Saat ini siswa dituntut untuk memiliki keterampilan dalam membantu mengatasi permasalahan abad 21 terdiri dari keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. Keterampilan kolaborasi termasuk salah satu kemampuan abad 21 yang penting untuk ditingkatkan, karena dapat mendukung kerja sama antar siswa meskipun terdapat perbedaan antar mereka. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa rendahnya keterampilan kolaborasi siswa akibat kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan menarik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keterampilan kolaborasi untuk menganalisis siswa di kelas V SDN Kutamanggu 1. Indikator dalam keterampilan kolaborasi mencakup berpartisipasi secara aktif (1), bekerja secara produktif (2), bertanggung jawab (3), fleksibilitas dan kompromi (4), dan saling menghargai (5) Tujuan dari penelitian ini diantaranya: (1) untuk mengetahui bagaimana pengembangan media komik berbasis digital bermuatan profil pelajar Pancasila, (2) untuk mengetahui bagaimana kelayakan media komik berbasis digital bermuatan profil pelajar Pancasila, (3) untuk mengetahui apakah media komik berbasis digital bermuatan profil pelajar Pancasila efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Teknik untuk teknik analisis data menggunakan uji deskriptif, uji normalitas, uji wilcoxon, dan uji N-Gain. Hasil validasi menunjukkan bahwa media komik digital dinyatakan sangat layak berdasarkan penilaian ahli media dengan persentase sebesar 95%, ahli bahasa sebesar 95%, dan ahli materi sebesar 87%. Selain layak digunakan, media ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Hasil uji efektivitas dengan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan keterampilan kolaborasi dengan rata-rata skor 0,86 pada seri pertama dan meningkat menjadi 0,96 pada seri kedua, keduanya termasuk dalam kategori tinggi, yang menandakan adanya peningkatan keterampilan kolaborasi secara signifikan

    Pengaruh Kualitas Manajemen Kesiswaan terhadap Tingkat Kedisiplinan Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Susukan

    Full text link
    Kedisiplinan siswa merupakan salah satu indikator penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Namun di SMA Negeri 1 Susukan, masih ditemukan pelanggaran disiplin yang mengindikasikan perlunya peningkatan pengelolaan manajemen kesiswaan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kualitas manajemen kesiswaan dalam pembinaan kedisiplinan, (2) mengetahui tingkat kedisiplinan siswa kelas X, dan (3) mengetahui pengaruh kualitas manajemen kesiswaan terhadap tingkat kedisiplinan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert. Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa kualitas manajemen kesiswaan berada pada kategori “tinggi” dengan nilai 87,2%, dan tingkat kedisiplinan siswa juga termasuk kategori “tinggi” dengan nilai 86,6%. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,895 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang termasuk kategori hubungan “sangat tinggi”. Selanjutnya hasil uji regresi menunjukkan t hitung = 11,535 > t tabel = 2,035 dengan sig = 0,000, sehingga (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas manajemen kesiswaan terhadap tingkat kedisiplinan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Susuka

    MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA STUDI KASUS DI SMA MUHAMMADIYAH KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON

    Full text link
    Munculnya fenomena kenakalan siswa menjadi momok serius dalam dunia pendidikan, psikolog, sosial dan budaya. Kenakalan-kenakalan yang dilakukan siswa tersebut merupakan bukti lemahnya moralitas dan kepribadian mereka. Dalam hal ini, kepala sekolah memiliki peran penting guna menekan angka kenakalan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui bagaimana proses manajemen kepala SMA Muhammadiyah Kedawung Kabupaten Cirebon dalam mengatasi kenakalan siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Manajemen kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu sekolah, (2) Faktor yang mendukung peran kepala sekolah dalam mengatasi kenakalan siswa ialah adanya kerjasama dengan berbagai pihak guna membantu mengatasi segala permasalahan pada siswa, (3) Faktor yang menghambat peran kepala sekolah dalam mengatasi kenakalan siswa salah satunya disebabkan oleh orang tua yang keberatan terhadap sanksi yang diberikan. Besar harapan penelitian ini dapat memberikan manfaat dalam mengatasi kenakalan siswa di sekolah, sehingga proses pendidikan di sekolah nantinya dapat berjalan baik dan memberikan hasil yang maksimal bagi peserta didik

    MANAJEMEN PESERTA DIDIK: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PESERTA DIDIK DAN UPAYA DISIPLIN DI SMAN 8 CIREBON

    Full text link
    Keterlambatan peserta didik di SMAN 8 Cirebon menjadi masalah yang signifikan dalam proses pembelajaran. Faktor-faktor seperti jarak rumah yang jauh, masalah transportasi, kesiangan, dan kondisi kesehatan seringkali menyebabkan peserta didik datang terlambat. Hal ini berdampak pada efektivitas pembelajaran dan kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan peserta didik serta upaya disiplin yang diterapkan di SMAN 8 Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru BK, serta peserta didik kelas X, XI, dan XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan dipengaruhi oleh faktor internal, seperti pengelolaan waktu yang buruk, kurangnya disiplin diri, dan pengawasan orang tua yang minim, serta faktor eksternal, seperti kendala transportasi, masalah sosial-ekonomi keluarga, dan jarak rumah yang jauh. Sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi keterlambatan, antara lain dengan pemantauan rutin terhadap keterlambatan peserta didik, pemberian sanksi edukatif, dan pendekatan personal melalui komunikasi dengan orang tua dan guru BK. Selain itu, sekolah juga menerapkan strategi seperti pemberian penghargaan bagi peserta didik yang disiplin, program pembinaan karakter yang melibatkan OSIS dan pihak sekolah. Meskipun langkah-langkah ini memberikan dampak positif, masalah keterlambatan belum sepenuhnya teratasi, terutama karena faktor eksternal yang sulit dikendalikan. Implikasi teoritis penelitian ini menguatkan pemahaman tentang kedisiplinan dan pengelolaan waktu, sementara implikasi praktis mencakup pengembangan program manajemen waktu, peningkatan kerja sama antara sekolah dan orang tua, serta penerapan pendekatan disiplin berbasis pembinaan yang lebih mendidik daripada sekadar pemberian sanksi. Penelitian ini merekomendasikan SMAN 8 Cirebon untuk memperkuat pengawasan waktu, mengadakan pelatihan manajemen waktu, dan menyesuaikan jam masuk. Peserta didik disarankan membangun disiplin dan berkomunikasi dengan sekolah

    THE SOCIAL REPRESENTATIONAL POWER OF IBN MUJAHID IN THE FORMATION OF THE QIRĀ’ĀT

    Full text link
    Penetapan Qira’at Tujuh oleh Ibn Mujahid (w. 324 H) merupakan salah satu upaya penting dalam mendisiplinkan variasi bacaan Al-Qur’an di era klasik Islam. Sebelum Ibn Mujahid, terdapat keragaman qira’at yang cukup luas, tetapi ia mengusulkan pembatasan menjadi tujuh qira’at yang dianggap sahih. Artikel ini menganalisis usaha Ibn Mujahid dalam standarisasi qira’at dengan menggunakan pendekatan Psikologi Sosial Serge Moscovici, khususnya representasi sosial, pengaruh minoritas dan konflik ideologi. Melalui teori representasi sosial, kajian ini menunjukkan bahwa Qira’at Tujuh bukan sekadar hasil dari kodifikasi ilmiah, tetapi juga konstruksi sosial yang dibentuk oleh otoritas ulama dan didukung oleh dinamika sosial-politik. Dengan konsep pengaruh minoritas, artikel ini mengeksplorasi bagaimana Ibn Mujahid sebagai seorang cendekiawan memainkan peran penting dalam menggeser pemahaman mayoritas dan membentuk standar qira’at yang diterima luas. Lebih lanjut, artikel ini menganalisis bahwa proses standarisasi qira’at merupakan bagian dari konflik ideologi dalam sejarah Islam, di mana terjadi perdebatan antara pelestarian keberagaman versus kebutuhan akan keseragaman dalam bacaan Al-Qur’an. Kesimpulannya, usaha Ibn Mujahid dalam menetapkan Qira’at Tujuh dapat dipahami sebagai hasil dari konstruksi sosial yang berkembang dalam dinamika intelektual, sosial, politik, dan agama, bukan hanya sebagai fenomena filologis semata

    14,364

    full texts

    14,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Syekh Nurjati Cirebon
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇