Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENERAPAN E-BOOK INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN KOLABORASI SISWA DALAM MATERI SISTEM REPRODUKSI

    Get PDF
    Peserta didik dituntut untuk menguasai keterampilan abad 21 agar dapat beradaptasi di era perkembangan zaman. Salah satu upaya peserta didik untuk memiliki keterampilan 4C serta menguasai teknologi dengan menerapkan penggunaan E-Book interaktif dalam pembelajaran kooperatif jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Book interaktif pada pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap keterampilan komunikasi dan kolaborasi peserta didik dalam materi sistem reproduksi. Metode dalam penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 33 peserta didik dan terdiri atas satu kelompok eksperimen. Kegiatan dalam penelitian ini peserta didik mengerjakan pretest, posttest dan berdiskusi dikelompok asal serta kelompok ahli. Instrumen berupa tes uraian digunakan untuk mengukur keterampilan komunikasi tulisan, lembar observasi untuk mengukur keterampilan komunikasi lisan dan keterampilan kolaborasi serta angket untuk melihat respons peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan E-Book interaktif. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran menggunakan E-Book interaktif dalam pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan keterampilan komunikasi tulisan dengan nilai N-Gain sebesar 0,33 (kategori sedang), dapat meningkatkan keterampilan komunikasi lisan dengan persentase skor pada diskusi asal 1 adalah 78, diskusi ahli adalah 83 serta diskusi asal 2 sebanyak 90. Selain itu, pembelajaran menggunakan E-Book interaktif dalam pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi mengalami pada setiap diskusi dengan kenaikan 2% setiap diskusinya. Hasil angket respons peserta didik menunjukkan respons positif terhadap pembelajaran menggunakan E-Book pada materi sistem reproduksi dengan skor rata-rata 79,82% (kategori baik). Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan E-Book interaktif pada pembelajarana kooperatif jigsaw dapat meningkatkan keterampilan komunikasi tulisan, keterampilan komunikasi lisan dan keterampilan kolaborasi. Students are required to master 21st-century skills to adapt to the changing times. One of the efforts of students to have 4C skills and master technology is by implementing the use of interactive E-Books in jigsaw cooperative learning. This study aims to analyze the effect of interactive E-Books in jigsaw cooperative learning on students' communication and collaboration skills in the reproductive system. The research method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The subjects were 33 students, each consisting of one experimental group. The activities included students completing pretests and posttests and participating in discussions within their home groups and expert groups. Instruments included essay tests to measure written communication skills, observation sheets to measure oral communication and collaboration skills, and questionnaires to assess students' responses to learning using interactive E-Books. The results of the study indicate that learning using interactive E-Books in jigsaw cooperative learning can improve written communication skills with an N-Gain value of 0.33 (moderate category). It can also improve oral communication skills with a score percentage of 78 for discussion 1, 83 for discussion 2, and 90 for discussion 2. Furthermore, learning using interactive E-Books in jigsaw cooperative learning can improve collaborative skills with a 2% increase in each discussion. The results of the student response questionnaire showed a positive response to learning using E-Books on the reproductive system, with an average score of 79.82% (good category). Based on the results of the study, the use of interactive E-Books in jigsaw cooperative learning can improve written communication skills, oral communication skills, and collaboration skills

    LEARNING OBSTACLES SISWA KELAS VII SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI PERBANDINGAN BERBALIK NILAI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi learning obstacles siswa dalam menyelesaikan masalah komunikasi matematis pada materi perbandingan berbalik nilai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi, berupa pengalaman siswa kelas VII SMP yang mengalami hambatan dalam menyelesaikan masalah komunikasi matematis pada perbandingan berbalik nilai. Subjek penelitiannya sebanyak 31 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Pengumpulan data melalui tes tertulis, wawancara siswa dan guru, dan studi dokumentasi. Setelah dilakukan tes tertulis, jawaban siswa dikelompokkan sesuai tipe jawabannya, kemudian dipilih 6 orang siswa untuk diwawancara lebih lanjut terkait hambatan belajar yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami ontogenic obstacles, epistemological obstacles, dan didactical obstacles. Bukti adanya hambatan tersebut diantaranya, siswa belum mampu menghubungkan pengetahuannya ke dalam istilah matematis yang tepat, siswa belum mampu menerapkan pengalaman belajarnya saat menyelesaikan masalah dengan konteks berbeda, serta penyajian buku sumber yang tidak berdasarkan pemahaman kontekstual dan tidak sesuai dengan kemampuan siswa. Peneliti membuat hypothetical learning trajectory (HLT) dan desain didaktis rekomendasi berdasarkan learning obstacles yang ditemukan. Desain didaktis disusun sebagai alternatif solusi untuk meminimalisir hambatan belajar siswa dalam menyelesaikan masalah komunikasi matematis pada materi perbandingan berbalik nilai. This study aims to identify students' learning obstacles in solving mathematical communication problems on the topic of inverse proportion. This research is a qualitative study with a phenomenological design, focusing on the experiences of seventh-grade junior high school students who experience obstacles in solving mathematical communication problems on inverse proportion. The research subjects were 31 seventh-grade students at a public junior high school in Bandung City. Data were collected through written tests, interviews with students and the teacher, and document analysis. After the written test, students' answers were grouped according to their answer types, and six students were then selected for further interviews regarding the obstacles identified. The results indicate that students experienced ontogenic obstacles, epistemological obstacles, and didactical obstacles. Evidence of these obstacles includes students' inability to connect their knowledge to appropriate mathematical terms, students' inability to apply their learning experiences when solving problems in different contexts, and the textbook presentations that are not based on contextual understanding and not aligned with students' abilities. The researcher developed a hypothetical learning trajectory (HLT) and didactical design recommendations based on the learning obstacles identified. The didactic design was developed as an alternative solution to minimize students’ learning obstacles in solving mathematical communication problems on the topic of inverse proportion

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL “KASUS PEMBAGIAN WARIS” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA PADA MATERI PECAHAN

    Get PDF
    Bilangan pecahan merupakan sebuah topik penting dalam pembelajaran matematika yang aplikasi dalam kehidupan begitu sangat luas salah satunya adalah kasus bagi waris dalam fiqhul-islam. Dalam kasus pembagian waris, banyak perhitungan yang melibatkan pecahan, operasi aljabar dan perhitungan yang kompleks sehingga menjadi wahana yang sangat relevan untuk mengajarkan konsep-konsep matematika sebagai sarana yang efektif untuk melatih kemampuan berpikir kritis secara kontekstual dan bermakna. Namun, fakta dilapangan menyatakan bahwa proses pembelajaran konvensional belum mampu mendorong pencapain berpikir kritis matematis yang baik. Siswa masih sulit memahami konsep matematika dengan permasalahan kontekstual. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran kontekstual “kasus pembagian waris” untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis pada materi bilangan pecahan. Pengembangan media pembelajaran ini mengadopsi model pengembagan Plomp (preliminary stage, prototype stage, dan assessment stage). Hasil penelitian menunjukan bahwa validitas tinggi dengan hasil validasi ahli sebesar 0,78 (validitas tinggi) dan validasi pengguna sebesar 0,74 (validitas tinggi). Uji kepraktisan pada evaluasi small group sebesar 90% (sangat praktis) dan pada field test sebesar 87,24% (sangat praktis). Namun, uji efektivitas menunjukan hasil yang tidak sejalan dengan validitas dan kepraktisan, hal ini terlihat dari hasil uji ketercapaian pembelajaran pada kelas ekperimen sebesar 21,78% (tidak efektif). Hasil ini pun diperkuat dengan hasil peningkatan kemampuan pembelajaran kritis matematis melalui analisis n-gain pada kelas eksperimen dan kontrol sebesar 0,30 (sedang) dan 0,25 (rendah), hasil uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney juga menyimpulkan tidak ada dampak yang signifikan dari pembelajran melalui media yang dikembang dengan ditunjukan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,768, yang lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Fractions are a fundamental topic in mathematics education, with wide-ranging applications in real life one of which is the division of inheritance in Islamic jurisprudence (fiqh al-mawarith). In such inheritance cases, numerous calculations involving fractions, algebraic operations, and complex computations are required. This makes inheritance distribution a highly relevant context for teaching mathematical concepts in a more meaningful way, particularly in fostering students' critical thinking skills. However, field observations indicate that conventional teaching methods have yet to effectively promote the development of students' mathematical critical thinking. Many students still struggle to grasp mathematical concepts when they are presented in contextual problem situations. This study aims to develop a contextual learning medium based on “inheritance case division” to enhance students’ mathematical critical thinking skills in the topic of fractions. The development of the learning media adopts the Plomp model, which includes the preliminary stage, prototype stage, and assessment stage. The research findings indicate a high level of validity, with expert validation scoring 0,78 (high validity) and user validation scoring 0,74 (high validity). Practicality tests also showed very high results, with the small group evaluation reaching 90% (very practical) and the field test reaching 87,24% (very practical). However, the effectiveness test did not align with the validity and practicality results. This is evident from the learning achievement results in the experimental class, which only reached 21,78% (ineffective). This finding is supported by the results of the N-gain analysis of students' critical mathematical thinking skills, showing gains of 0,30 (moderate) in the experimental class and 0,25 (low) in the control class. Furthermore, statistical analysis using the Mann-Whitney test concluded that there was no significant impact of the learning media, with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0,768, which is greater than the significance level of 0.05

    PENGARUH PAJAK DAERAH, BELANJA MODAL, DAN INTERGOVERNMENTAL REVENUE TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH DENGAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI

    Get PDF
    Pengaruh pajak daerah, belanja modal, dan intergovernmental revenue terhadap kinerja keuangan daerah dengan menggunakan sistem pengendalian internal sebagai variabel moderasi menjadi daya tarik untuk dikaji dalam studi penelitian dengan didasarkan teori keagenan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 110 kabupaten/kota di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan program Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel pajak daerah berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Sedangkan belanja modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah dan intergovernmental revenue tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan daerah. Namun pajak daerah, belanja modal, dan intergovernmental revenue secara bersama-sama berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan daerah. Studi juga menemukan bahwa sistem pengendalian internal mampu menguatkan pengaruh pajak daerah dan intergovernmental revenue terhadap kinerja keuangan. Namun, sistem pengendalian internal tidak dapat menguatkan pengaruh belanja modal terhadap kinerja keuangan daerah. Koefisien determinasi dari 0,913 berarti variabel independent memberikan kontribusi sebesar 91,3% dari varian dalam variabel dependen. The influence of local taxes, capital expenditure, and intergovernmental revenue on local financial performance using internal control systems as a moderating variable is an attractive topic for study based on agency theory. The sample used in this study consists of 110 districts/cities on the island of Java. This study employs a quantitative descriptive approach using multiple linear regression analysis with the assistance of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) program. The results of this study found that the local tax variable has a significant positive effect on financial performance. Meanwhile, capital expenditure do not affect local financial performance and intergovernmental revenue do not has a significant positive effect local financial performance. However, local taxes, capital expenditure, and intergovernmental revenue together have a significant positive effect on local financial performance. The study also found that the internal control system can strengthen the influence of local taxes and intergovernmental revenue on financial performance. However, the internal control system cannot strengthen the influence of capital expenditure on local financial performance. The coefficient of determination of 0.913 means that the independent variables contribute 91.3% of the variance in the dependent variable

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENEMUAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN IMPLEMENTASINYA DI SEKOLAH BERDASARKAN HASIL META ANALISIS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media dalam pembelajaran matematika berbasis penemuan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis melalui pendekatan meta-analisis serta implementasinya di sekolah. Meta-analisis dilakukan terhadap 53 studi primer yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan protokol PRISMA. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa penggunaan media secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, dengan nilai effect size gabungan sebesar 1,604 yang termasuk kategori tinggi menurut kriteria Cohen. Sebagai tindak lanjut, hasil meta-analisis diimplementasikan pada kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Bandung. Kelas eksperimen memperoleh model Problem-Based Learning berbantuan media GeoGebra, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Materi yang digunakan adalah persamaan garis lurus, yang disesuaikan dengan hasil meta-analisis dan kurikulum sekolah. Hasil uji-t dua sampel independen menunjukkan nilai thitung = 2,262 dan Sig. (2-tailed) = 0,030, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis penemuan dengan dukungan media GeoGebra lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis This study aims to examine the effectiveness of media in discovery-based mathematics learning on students’ mathematical critical thinking skills through a meta-analytical approach, as well as to explore its implementation in a school setting. A meta-analysis was conducted on 53 primary studies that met the inclusion criteria based on the PRISMA protocol. The results indicate that the use of media significantly enhances students’ mathematical critical thinking abilities, with a combined effect size of 1.604, categorized as high according to Cohen's criteria. As a follow-up, the findings were implemented in an eighth-grade classroom at SMP Negeri 2 Kota Bandung. The experimental group engaged in Problem-Based Learning supported by GeoGebra media, while the control group received conventional instruction. The topic of linear equations was selected in alignment with both the meta-analytical results and the school curriculum. An independent samples t-test yielded a t-value of 2.262 with a significance level (2-tailed) of 0.030, indicating a statistically significant difference between the groups. These results suggest that discovery-based instruction integrated with GeoGebra media is more effective in improving students' mathematical critical thinking skills

    PENGEMBANGAN E-LANG AGATA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KESIAPSIAGAAN DAN REASONED- DECISION MAKING DI SEKOLAH DASAR KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Indonesia negara dengan tingkat kebencanaan yang tinggi, sehingga menimbulkan ancaman serius bagi anak-anak karena mereka termasuk kelompok paling rentan terhadap dampak yang ditimbulkan. Di sisi lain, belum terbentuknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kota Bandung menyebabkan upaya pengembangan kemampuan mitigasi bencana, khususnya bagi anak-anak, masih sangat terbatas. Maka diperlukan pembelajaran yang dapat menumbuhkan keterampilan kesiapsiagaan dan reasoned-decision making. Keterampilan ini penting untuk membantu siswa dalam memilih tindakan yang bijak, baik saat menghadapi situasi bencana maupun dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital saat ini. Pendidikan formal berperan dalam pendidikan preventif untuk membentuk masyarakat yang tangguh bencana. Penelitian ini mengembangkan media e-learning untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan reasoned decision-making siswa sekolah dasar di Kota Bandung menggunakan model pengembangan (D&D) dan metode SUS sebagai alat ukur kegunaan. Hasil uji validasi memperoleh nilai valid , dan hasil uji SUS mendapatkan nilai 70 dengan nilai D dan atau dikategorikan sebagai "OK", dan menunjukkan bahwa itu dapat diterima secara marginal, dan mendapat klasifikasi “High” dan hampir mendapatkan penerimaan pada tahap “Acceptable”. -------- Indonesia has a high incidence of natural disasters, posing a serious threat to children as one of the most vulnerable groups. The absence of a Regional Disaster Management Agency (BPBD) in Bandung has limited efforts to develop disaster mitigation capacities, particularly among children. Since their ability to analyze situations and make informed decisions is still developing, educational interventions are needed to cultivate reasoned decision-making skills. These are essential in helping children choose appropriate actions both during disasters and in everyday life, especially amid today’s rapid digital information flow. Formal education plays a crucial role in preventive education to foster a disaster-resilient society. This study developed an e-learning platform to enhance preparedness and reasoned decision-making skills in elementary school students in Bandung. The development employed the Design and Development (D&D) model, and usability was assessed using the System Usability Scale (SUS). The validation test yielded a favorable score, while the SUS score of 69 corresponds to a D grade. This result places the e-learning media in the "OK" category—considered marginally acceptable—and classified it as "High" in terms of usability. One limitation identified was that users need time to become familiar with the technology integrated throughout the learning process

    PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN ORGAN REPRODUKSI MELALUI MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORGAN REPRODUKSI PADA ANAK DENGAN HAMBATAN KECERDASAN

    Get PDF
    Anak dengan hambatan kecerdasan memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata yang berpengaruh pada keterbatasan pemahaman terhadap pendidikan kesehatan, termasuk pemahaman mengenai organ reproduksi. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan terhadap masalah kesehatan dan kurang mampu melindungi diri dari risiko kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan program pendidikan kesehatan organ reproduksi melalui media interaktif untuk meningkatkan pemahaman anak dengan hambatan kecerdasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran dengan desain eksploratif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui uji efektivitas dengan desain eksperimen one group pretest-posttest terhadap lima peserta didik. Hasil penelitian menghasilkan program melalui interaktif bernama Adik Sehati (Ajarkan Pendidikan Kesehatan Organ Reproduksi) berupa perangkat lunak PDF yang dilengkapi gambar, teks, dan video pembelajaran. Skor rata-rata posttest mencapai 74%, meningkat signifikan dibandingkan skor pretest sebesar 40%. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,042 < 0,05), sehingga program terbukti efektif. Secara keseluruah dalam perhitungan nilai rata-rata N-Gain sebesar 64,90% dengan kategori sedang. Implikasi program melalui media interaktif Adik Sehati meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menjelaskan organ reproduksi, membedakan organ reproduksi laki-laki dan perempuan, serta mengidentifikasi gambar organ reproduksi. Kata Kunci : Organ Reproduksi, Media Interaktif, Hambatan Kecerdasan Children with intellectual disabilities have below-average intellectual abilities, which limit their understanding of health education, including knowledge of reproductive organs. This condition makes them more vulnerable to health problems and less capable of protecting themselves from the risk of sexual violence. This study aims to develop a reproductive health education program through interactive media to improve the understanding of children with intellectual disabilities. The research employed a mixed-method approach with an exploratory design. Qualitative data were collected through observation, interviews, and documentation, while quantitative data were obtained through an effectiveness test using a one-group pretest-posttest experimental design involving five students. The study resulted in the development of an interactive program called Adik Sehati (Ajarkan Pendidikan Kesehatan Organ Reproduksi), presented in PDF format equipped with images, text, and instructional videos. The average posttest score reached 74%, showing a significant increase compared to the pretest score of 40%. Analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test indicated a significant difference (p = 0.042 < 0.05), confirming the program’s effectiveness. Overall, the average N-Gain score was 64.90%, categorized as moderate. The implementation of the Adik Sehati interactive media improved students’ ability to explain reproductive organs, distinguish between male and female reproductive organs, and identify reproductive organ illustrations. Keywords: Reproductive Organs, Interactive Media, Intellectual Disabilitie

    ANALISIS KREATIVITAS SISWA DALAM MEMBUAT KARYA PAPER QUILLING MENGGUNAKAN MEDIA LIMBAH KERTAS DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kreativitas siswa dalam pembuatan karya seni paper quilling dengan memanfaatkan media limbah kertas pada pembelajaran Seni Rupa di kelas V SDN Babakan Asem. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan variasi metode pembelajaran seni rupa di sekolah dasar yang belum sepenuhnya mendorong perkembangan kreativitas siswa. Penerapan teknik paper quilling diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Fokus penelitian mencakup empat aspek kreativitas, yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), orisinalitas (originality), dan kerincian (elaboration). Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 siswa memperoleh skor rata-rata pada rentang 13–16 (kategori sangat baik), 4 siswa memperoleh skor 10–12 (kategori baik), dan 2 siswa memperoleh skor 7 (kategori cukup). Aspek keluwesan memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 3,65, diikuti kelancaran (3,45), orisinalitas (3,25), dan kerincian sebagai skor terendah (2,7). Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran paper quilling berbasis pemanfaatan limbah kertas dapat mengoptimalkan kreativitas siswa, khususnya pada aspek keluwesan dan kelancaran. ; ---------- This study aims to analyze the level of creativity of students in creating paper quilling artworks by utilizing paper waste media in art education in grade V of SDN Babakan Asem. The background of this study is based on the limited variety of art education methods in elementary schools, which have not fully encouraged the development of students' creativity. The application of paper quilling techniques is expected to be an innovative and interesting learning alternative. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research focuses on four aspects of creativity, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. The research subjects consisted of 20 fifth-grade students. The results showed that 14 students achieved an average score in the range of 13–16 (very good category), 4 students achieved a score of 10–12 (good category), and 2 students achieved a score of 7 (fair category). The flexibility aspect received the highest average score of 3.65, followed by fluency (3.45), originality (3.25), and elaboration as the lowest score (2.7). These findings indicate that paper quilling learning based on the utilization of paper waste can optimize students' creativity, especially in the aspects of flexibility and fluency

    PERANCANGAN WEB “MAGOLYFE” SEBAGAI MEDIA EDUKASI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENGGUNAKAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF)

    Get PDF
    Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalahan sampah yang telah menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Jawa Barat, khususnya di TPA Sarimukti. Sebagian besar limbah didominasi sisa makanan yang merupakan limbah organik dengan persentase 44% menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mereduksi limbah organik, salah satunya menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF). Namun, tidak banyak masyarakat yang telah teredukasi tentang pengolahan limbah organik menggunakan Maggot BSF. Penelitian ini ditujukan untuk merancang media edukasi pengolahan limbah organik menggunakan Maggot BSF berbasis web yang bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Watesa Jamaras 02. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahap. Tahap tersebut meliputi tahap concept, design, collecting material, assembly, testing, dan distribution. Penelitian ini menghasilkan web dengan nama “Magolyfe” yang terdiri dari beberapa fitur, seperti edukasi, galeri, dan produk. Magolyfe telah melalui uji alpha dan beta yang dinyatakan layak untuk didistribusikan kepada target pengguna. Harapannya, Magolyfe dapat menjadi media edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan berkontribusi untuk mengurangi volume limbah organik di TPA. Selain itu, Magolyfe juga dapat menjadi platform bagi KSM Watesa Jamaras 02 untuk menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas yang aktif di bidang lingkungan melalui kegiatan dan produk yang ditampilkan pada Web Magolyfe. ----------- This study was motivated by the problem of waste accumulation at the final disposal site (TPA) in West Java, particularly at the Sarimukti TPA. Most of the waste consists of food scraps, which are organic waste, accounting for 44% according to data from the Central Statistics Agency (BPS) of Bandung City. There are various methods to reduce organic waste, one of which is using Black Soldier Fly (BSF) maggots. However, few people are educated about organic waste processing using BSF maggots. This study aims to design a web-based educational platform for organic waste processing using BSF maggots in collaboration with the Komunitas Swadaya Masyarakat (KSM) Watesa Jamaras 02. In its implementation, this study employs the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method, which consists of six stages: concept, design, material collection, assembly, testing, and distribution. This research produced a website named ‘Magolyfe,’ which includes several features, such as education, gallery, and products. Magolyfe has undergone alpha and beta testing and has been deemed suitable for distribution to the target users. It is hoped that Magolyfe can become a useful educational medium for the community and contribute to reducing the volume of organic waste at the landfill. Additionally, Magolyfe can serve as a platform for KSM Watesa Jamaras 02 to showcase its presence as an active community in the environmental field through the activities and products displayed on the Magolyfe website

    MODEL KOSMIK DALAM MANAJEMEN KEMITRAAN ANTARA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model hipotetik model manajemen kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuuruan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang didasarkan dalam konteks pendidikan. Melalui penelitian ini, penulis menganalisis bagaiimana kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dapat diperkuat dengan penerapan prinsip-pinsip manajerial. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kota Bekasi. Nara sumber atau informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri, Wakil Kepala sekolah bidang kurikulum, Kepala Progran Keahlian, dan Mitra Industri. teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan kemitraan belum dilakukan secara optimal. Keterbtasan waktu, biaya, sarana dan tenaga pengajar menjadi salah satu penyebabnya, selain lemahnya aspek perencanaan dan pengawasan dalam implementasi manajemen kemitraan. Hasil penelitian ini adalah terbangunnya sebuah model hipotetik manajemen kemitraan berbasis industri yang terintegrasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, diberi nama KOSMIK. Model ini merupakan sistem yang dirancang untuk mengoptimalkan fungsi manajemen kemitraan melalui kolaborasi Sekolah Mennegah Kejuruan dengan industri dalam penyelenggaraan pembelajaran produktif. Bentuk kemitraan diwujudkan dengan cara melibatkan praktisi industri dalam sejumlah kegiatan pembelajaran, diantaranya : 1) Pengembangan dan penyelarasan kurikulum; 2) Program guru industri; 3) Optimalisasi program praktik kerja industri; 5) Program magang guru, dan 6) Pembentukan kelas industri. Rekomendasi dan Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya membangun kemitraan yang baik antara Sekolah Mennegah Kejuruan dan Dunia Usaha dan Dunia Industri yang terintegrasi. ABSTRACT This study aims to develop a hypothetical model of partnership management between Vocational High Schools and the Business and Industrial Sectors (DUDI) within the context of education. Through this research, the author analyzes how partnerships between Vocational High Schools and the Business and Industrial Sectors can be strengthened through the application of managerial principles. The research design employs a qualitative approach using a case study method at SMK Negeri 1 Kota Bekasi. The sources or informants in this study include the Principal, Vice Principal for Public Relations and Industry, Vice Principal for Curriculum, Heads of Expertise Programs, and Industry Partners. Data collection techniques involve interviews, observation, and document analysis. The research findings indicate that partnership activities have not been carried out optimally. Time constraints, limited funding, facilities, and teaching personnel are among the contributing factors, in addition to weak planning and supervision aspects in the implementation of partnership management. The outcome of this study is the development of a hypothetical industry-based partnership management model integrated with the Business and Industrial Sectors, named KOSMIK. This model is a system designed to optimize the partnership management function through collaboration between Vocational High Schools and industries in delivering productive learning. The form of partnership is realized by involving industry practitioners in several learning activities, including: (1) Curriculum development and alignment; (2) Industry teacher programs; (3) Optimization of industrial work practice programs; (4) Teacher internship programs; and (5) Establishment of industrial classes. The recommendations and implications of this study highlight the need to build a well-integrated partnership between Vocational High Schools and the Business and Industrial Sectors

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇