91757 research outputs found
Sort by
OPTIMISASI PENJADWALAN OBAT UNTUK KEMOTERAPI KANKER MENGGUNAKAN NON-DOMINATED SORTING GENETIC ALGORITHM-II (NSGA-II)
Pada penelitian ini dikembangkan model matematika untuk penjadwalan obat kemoterapi kanker, yaitu masalah menjadwalkan obat yang diberikan kepada pasien dengan tujuan mengurangi sel kanker sekaligus mengurangi toksisitas dalam tubuh pasien. Pada penelitian ini, penjadwalan obat menggunakan kemoterapi kanker non spesifik siklus sel dengan model sistem dinamiknya terdiri dari sel sehat, sel kanker, dosis obat, konsentrasi obat, toksisitas pasien dan pengaruh obat. Penjadwalan ini dioptimalkan secara keseluruhan menggunakan Non-dominated Sorting Genetic Algorithm-II (NSGA-II). Proses dalam metode ini mencakup evaluasi terhadap solusi-solusi penjadwalan yang dihasilkan, pengelompokan berdasarkan tingkat dominasi pareto, serta pemilihan dan pengembangan solusi terbaik dari generasi ke generasi yang bertujuan meningkatkan kemampuan eksplorasi dan eksploitasi solusi dalam ruang pencarian kombinasi dosis. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa parameter biologis dan batasan klinis untuk memodelkan penjadwalan kemoterapi kanker non spesifik siklus sel, termasuk laju pertumbuhan dan kematian sel, imigrasi antar sel, peluruhan obat, eliminasi toksisitas, serta batas dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma ini mampu menghasilkan solusi dengan jadwal dosis optimal setiap 8 hari sekali selama 106 hari dengan 14 kali pemberian dosis obat. Dosis berkisar antara 20,00 hingga 29,55 mg/m² dengan rata-rata 24,28 mg/m² dan standar deviasi 3,64 mg/m² sehingga mampu meminimumkan jumlah sel kanker dan kerusakan terhadap sel sehat.
In this study, a mathematical model for cancer chemotherapy drug scheduling was developed, which is the problem of scheduling drugs given to patients with the aim of reducing cancer cells while reducing toxicity in the patient's body. In this study, drug scheduling uses non-cell cycle-specific cancer chemotherapy with a dynamical system model consisting of healthy cells, cancer cells, drug doses, drug concentrations, patient toxicity and drug effects. This scheduling is optimized as a whole using Non-dominated Sorting Genetic Algorithm-II (NSGA-II). The process in this method includes evaluation of the resulting scheduling solutions, clustering based on pareto dominance, and selection and development of the best solution from generation to generation which aims to increase the exploration and exploitation of solutions in the search space of dose combinations. This study uses secondary data in the form of biological parameters and clinical constraints to model cell cycle non-specific cancer chemotherapy scheduling, including cell growth and death rates, intercellular immigration, drug decay, toxicity elimination, and dose limits. The results showed that this algorithm was able to produce a solution with an optimal dosage schedule every 8 days for 106 days with 14 times of drug dosing. Doses ranged from 20,00 to 29,55 mg/m² with an average of 24,28 mg/m² and a standard deviation of 3,64 mg/m² so as to minimize the number of cancer cells and damage to healthy cells
PENGARUH LEVERAGE, FINANCIAL DISTRESS, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI: Studi Pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage, financial distress, dan kepemilikan manajerial terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian adalah sebanyak 24 perusahaan sektor kesehatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode dokumentasi yang berasal dari data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diambil melalui web Bursa Efek Indonesia untuk periode 2020-2023. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear multipel data panel. Pengujian hipotesis menggunakan uji F dan uji t dengan bantuan aplikasi Eviews 12. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa financial distress memiliki pengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. Hal tersebut mengartikan bahwa semakin rendah nilai G-Score sebagai pengukuran financial distress maka konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan akan meningkat. Sedangkan leverage dan kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap konservatisme akuntansi, yang mengartikan bahwa tinggi rendahnya nilai leverage dan kepemilikan manajerial pada perusahaan sektor kesehatan tidak mempengaruhi peningkatan konservatisme akuntansi.
This study aims to determine the effect of leverage, financial distress, and managerial ownership on accounting conservatism in health sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This research is a quantitative study with descriptive and verification methods. The sample was selected using purposive sampling technique with the number of companies that met the research criteria was 24 health sector companies. Data collection was carried out using the documentation method which came from secondary data in the form of the company's annual financial statements taken through the Indonesia Stock Exchange web for the period 2020-2023. The data analysis technique used is panel data multiple linear regression. Hypothesis testing uses the F test and t test with the help of the Eviews 12 application. The results of hypothesis testing show that financial distress has an influence on accounting conservatism. This means that the lower the G-Score value, the accounting conservatism in health sector companies will increase. Meanwhile, leverage and managerial ownership have no effect on accounting conservatism, which means that the high and low values of leverage and managerial ownership in health sector companies do not affect the increase in accounting conservatism
PENGARUH KEGIATAN ICE BREAKING WIRE GAME TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK USIA DINI: Quasi Eksperimen di TK Al-Barokah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ice breaking wire game terhadap konsentrasi belajar anak usia dini. Penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat konsentrasi anak dalam proses pembelajaran yang mudahnya teralihkan dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Ice breaking Wire game ini merupakan permainan edukatif yang dirancang untuk mencairkan suasana pembelajaran dan membantu anak memusatkan perhatian melalui aktivitas fisik dan kognitif. Penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat konsentrasi anak dalam proses pembelajaran yang mudahnya teralihkan dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Metode yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan sampel 8 orang kelompok B di TK Al-Barokah sebagai kelas eksperimen dan TK Al-Bayyinah sebagai kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang mengukur tiga aspek konsentrasi yaitu fokus, durasi memperhatikan dan kesesuaian dalam mengerjakan tugas. Analisis yang digunakan yaitu statistik deskriptif untuk menggambarkan data baik berupa angka atau gambar. Sedangkan inferensial untuk menarik kesimpulan tentang suatu populasi berdasarkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada konsentrasi belajar anak di kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan ice breaking wire game. Hali ini dibuktikan melalui hasil uji N-gain kelas eksperimen sebesar 0,88 dengan kategori tinggi sedangkan nilai N-gain kelas kontrol hanya sebesar 0,093. Selain itu, dapat dilihat dari uji Mann-Whitney U Test nilai Asymp. Sig. (2-Tailed) 0,002 yang mana nilai tersebut kurang dari 0,05. Dengan demikian, terdapat pengaruh efektivitas kegiatan ice breaking wire game efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini.
This study aims to determine the effect of ice breaking wire game activities on the concentration of early childhood learning. This study is based on the low level of concentration of children in the learning process who are easily distracted and have difficulty in completing tasks. Ice breaking wire game is an educational game designed to break the learning atmosphere and help children focus their attention through physical and cognitive activities. This study is based on the low level of concentration of children in the learning process who are easily distracted and have difficulty in completing tasks. The method used is a quasi-experiment with a sample of 8 people in group B at Al-Barokah kindergarten as the experimental class and Al-Bayyinah kindergarten as the control class. The data collection technique uses an observation sheet that measures three aspects of concentration: focus, attention duration and appropriateness in working on tasks. The analysis used is descriptive statistics to describe data in the form of numbers or images. While inferential to draw conclusions about a population based on the data. The results of the study showed that there was a significant increase in the concentration of children in the experimental class after being given treatment in the form of ice breaking wire game activities. This is evidenced by the N-gain test results for the experimental class, which was 0.88, a high score, while the control class's N-gain was only 0.093. Furthermore, the Mann-Whitney U Test showed an Asymp. Sig. (2-Tailed) value of 0.002, which is less than 0.05. Thus, the ice-breaking wire game activity is effective in improving early childhood learning concentration
KESALAHAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI MATEMATIS BERDASARKAN TEORI KASTOLAN DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT DAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis pada konten shape and space (geometri) berdasarkan Teori Kastolan ditinjau dari adversity quotient (AQ) dan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini terdiri dari tujuh siswa kelas IX (sembilan) di salah satu SMP Swasta Kota Bandung, yang dipilih berdasarkan angket adversity quotient, kemandirian belajar dan tes literasi matematis siswa. Data penelitian diperoleh melalui angket, tes literasi matematis, wawancara, serta analisis dokumen terkait. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa AQ climber dan kemandirian belajar tinggi didominasi pada kesalahan prosedural. Sedangkan kesalahan siswa AQ tipe camper-quitter dan kemandirian belajar sedang-rendah didominasi pada kesalahan konseptual dan prosedural. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan adalah kurangnya pemahaman konseptual, minimnya strategi penyelesaian, materi prasyarat yang tidak kuat, kurangnya pemberian soal literasi matematis, serta kurangnya minat dan motivasi belajar terhadap pelajaran matematika. Penelitian ini memberikan rekomendasi secara teoritis untuk dapat mengatasi faktor penyebab siswa melakukan kesalahan yaitu melalui pembiasaan pembelajaran literasi matematis yaitu penguatan pemahaman konseptual, pemecahan literasi matematis, dan asesmen literasi matematis. Implementasi rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat meminimalisasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis di masa mendatang.
This study aims to analyze the types of errors made by junior high school students in solving mathematical literacy problems in the content area of shape and space (geometry), based on Kastolan’s theory, described through the lenses of adversity quotient (AQ) and self-regulated learning. This research employs a qualitative approach with a case study design. The participants consisted of seven ninth-grade students from a private junior high school in Bandung, selected based on the results of AQ questionnaires, self-regulated learning, and mathematical literacy tests. Data were collected through questionnaires, mathematical literacy tests, interviews, and document analysis. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that students with the climber type of AQ and high learning independence predominantly made procedural errors. Meanwhile, students with camper-quitter types of AQ and moderate to low self-regulated learning were more prone to conceptual and procedural errors. The factors contributing to students' errors include insufficient conceptual understanding, lack of problem-solving strategies, weak prerequisite knowledge, limited exposure to mathematical literacy problems, and low interest and motivation in learning mathematics. The study provides theoretical recommendations to address these error-inducing factors through the implementation of mathematical literacy-oriented instruction, which reinforcing conceptual understanding, literacy-based problem solving, and literacy assessment. The implementation of these recommendations is expected to help minimize students’ errors in solving mathematical literacy problems in the future
PENGEMBANGAN MODEL TRANSFORMASI NILAI AMBER SUKU MOI DALAM PEMBELAJARAN PKN UNTUK PENGUATAN SIKAP TOLERANSI MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model transformasi nilai amber suku Moi dalam pembelajaran PKn untuk menguatkan sikap toleransi mahasiswa. Nilai amber dari Suku Moi mencerminkan keterbukaan, keharmonisan, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya yang hidup dalam masyarakat adat di Sorong, Papua Barat. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam konteks keberagaman mahasiswa di perguruan tinggi, yang dapat memperkuat sikap toleransi antar mahasiswa dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D), dengan mengikuti tahapan yang disederhanakan dari model ADDIE, yaitu: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, wawancara, FGD, validasi, dan kuesioner, yang dilakukan di Masyarakat Adat Moi dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Subjek penelitian meliputi tokoh adat, masyarakat adat, dosen Pendidikan Kewarganegaraan, dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai amber mencerminkan identitas budaya Suku Moi yang mengutamakan keterbukaan, gotong royong dan kebersamaan, sopan santun, timbal balik, perdamaian dan resolusi konflik, keberagaman, kebersamaan, kesetaraan dan keadilan sosial, penguatan identitas budaya dan studi pendahuluan terkait kondisi pembelajaran PKn dalam penguatan nilai toleransi menunjukkan bahwa pembelajaran sebelumnya kurang efektif dalam mengakomodasi penguatan sikap toleransi mahasiswa, dengan adanya perbedaan pemahaman antar mahasiswa tentang nilai-nilai sosial dan budaya. (2) Pengembangan model Transformasi nilai Amber suku Moi yang dikembangkan terdiri dari empat komponen yaitu: sintaks, system social, prinsip reaksi dan system pendukung. Sintaks yang dikembangkan terdiri dari tahapan Sintaks model yang dikembangkan meliputi Pengenalan Topik (Informing the Topic), Eksplorasi Kontekstual, Perumusan Pertanyaan Dasar, Penyusunan Desain Proyek, Implementasi Proyek Lapangan, Penilaian Hasil dan Refleksi, Pengambilan Makna dan Keputusan, Internalisasi Nilai dan Komitmen Pribadi, yang berfokus pada penguatan sikap toleransi melalui pengalaman langsung dalam diskusi, kolaborasi, dan interaksi sosial. (3) Model ini dinyatakan valid oleh dua validator. Efektivitas model ditunjukkan melalui terpenuhinya aspek: keterlaksanaan pembelajaran yang sangat baik, respon positif dari mahasiswa, adanya penguatan sikap toleransi mahsiswa dengan hasil positif. Sehingga model Transformasi Nilai Amber Suku Moi dalam Pembelajaran PKn dapat digunakan untuk menguatkan sikap toleransi mahasiswa yang menjadi unsur kebaruan/ novelty termasuk rancangan pembelajaran semester, bahan ajar, media pembelajaran, proyek pelaksanaan yang telah dirancang. Hasil uji terbatas dan uji luas menunjukkan bahwa model ini efektif dalam menguatkan sikap toleransi mahasiswa secara signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi nilai lokal yang diintegrasikan dalam pembelajaran PKn dapat menjadi pendekatan strategis dalam pembentukan karakter toleran mahasiswa.
This study aims to develop a model for transforming the amber values of the Moi tribe into Civic Education learning to strengthen students' tolerance attitudes. The amber values of the Moi tribe reflect openness, harmony, and appreciation for cultural diversity, which are deeply embedded in the indigenous communities of Sorong, West Papua. These values are highly relevant in the context of student diversity in higher education, offering a foundation to foster tolerance among students from various ethnic and cultural backgrounds. The research applied a Research and Development (R&D) approach, adopting a simplified version of the ADDIE model consisting of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection techniques included observation, questionnaires, interviews, focus group discussions (FGD), validation, and surveys conducted among the Moi Indigenous Community and Muhammadiyah University of Sorong. Research subjects comprised traditional leaders, indigenous community members, Civic Education lecturers, and students. The results indicate: (1) Amber values represent the cultural identity of the Moi tribe, which prioritizes openness, mutual cooperation and solidarity, courtesy, reciprocity, peace and conflict resolution, diversity, unity, social equality and justice, and cultural identity reinforcement. A preliminary study on Civic Education practices revealed that previous learning models were less effective in accommodating efforts to enhance students’ tolerance attitudes, as shown by varied understandings among students regarding social and cultural values. (2) The developed Amber Values Transformation Model comprises four components: syntax, social system, reaction principles, and support system. The instructional syntax involves the following stages: Topic Introduction, Contextual Exploration, Essential Question Formulation, Project Design, Field Project Implementation, Result Evaluation and Reflection, Meaning-Making and Decision-Making, and Internalization of Values and Personal Commitment. These stages are designed to enhance students’ tolerance attitudes through direct experience, discussion, collaboration, and social interaction. (3) The model was validated by two experts and demonstrated effectiveness through high implementation quality, positive student responses, and significant enhancement in students’ tolerance attitudes. Therefore, the Amber Values Transformation Model of the Moi tribe in Civic Education can be used as an innovative approach to reinforce tolerance among university students. This novelty includes a structured semester lesson plan, teaching materials, educational media, and a well-designed implementation project. Both limited and large-scale trials showed that the model was significantly more effective in strengthening tolerance than conventional teaching methods. This study concludes that the integration of local value transformation into Civic Education represents a strategic approach to developing tolerant character traits among students
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN SMART TABLE TERHADAP KEMAMPUAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA DINI DI TK KARTIKA V- 66 BALIKPAPAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Smart table terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun pada masa awal perkembangan anak usia dini. Penelitian dilaksanakan di TK Kartika V-66 Balikpapan dengan menggunakan pendekatan kuasi eksperimen (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan Smart table dalam proses belajar, dan kelompok kontrol yang tetap menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi yang dirancang untuk mengukur empat aspek utama kreativitas, yaitu kelancaran (fluency), keluwesan berpikir (flexibility), keunikan ide (originality), dan pengayaan ide (elaboration). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney, dilanjutkan dengan perhitungan Effect Size untuk mengetahui besar pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor kreativitas anak dalam kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Nilai Effect Size sebesar 0,88 mengindikasikan bahwa pengaruh penggunaan Smart table tergolong besar. Dengan demikian, Smart table tidak hanya berperan sebagai media belajar yang menarik, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun.
This study aims to examine the effect of using Smart table as a learning medium on the creativity of children aged 5–6 years in the early stages of childhood development. The research was conducted at TK Kartika V-66 Balikpapan using a quasi-experimental approach with a nonequivalent control group design. The subjects were divided into two groups: an experimental group that used the Smart table during the learning process, and a control group that continued to use conventional teaching methods. Data were collected through observation sheets designed to measure four main aspects of creativity: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests, followed by the calculation of the Effect Size to determine the magnitude of the treatment’s impact. The results showed a significant increase in the creativity scores of children in the experimental group, while the control group showed no meaningful change. The Effect Size value of 0.88 indicates that the impact of using the Smart table is considered large. Therefore, the Smart table not only serves as an engaging learning medium but is also effective in enhancing the creativity of children aged 5–6 years
PENGARUH KONSUMSI ENERGI TERBARUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI: Studi Negara Berkembang Di Asia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi energi terbarukan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia pada periode pengamatan 2000-2023. Dalam penelitian turut mempertimbangkan konsumsi energi fosil, tenaga kerja dan pembentukan modal tetap bruto sebagai variabel kontrol. Model yang digunakan dalam penelitian yakni model Autoregressive Distributed Lag Panel (ARDL-Panel) dengan estimator Pooled Mean Group (PMG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi terbarukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi hanya dalam jangka panjang dan tidak signifikan pada jangka pendek. Temuan ini relevan dengan teori neoklasik Solow-Swan yang diturunkan melalui fungsi produksi Cobb-douglas, di mana konsumsi energi terbarukan dapat di jadikan sebagai bagian dari input modal tambahan yang berkontribusi terhadap proses produksi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain itu, berdasarkan hasil uji robustness membukti bahwa model yang digunakan robust.
Kata Kunci: Konsumsi Energi Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi, Neoklasik Solow Swan, Fungsi Produksi Cobb-Douglass, ARDL-Panel.
This study aims to analyze the effect of renewable energy consumption on economic growth in developing Asian countries in the observation period 2000-2023. The study also considers fossil energy consumption, labor and gross fixed capital formation as control variables. The model used in the study is the Autoregressive Distributed Lag Panel (ARDL-Panel) model with the Pooled Mean Group (PMG) estimator. The results show that renewable energy consumption has a positive and significant effect on economic growth only in the long run and is not significant in the short run. This finding is relevant to the neoclassical Solow-Swan theory derived through the Cobb-Douglas production function, where renewable energy consumption can be made as part of additional capital inputs that contribute to the production process and long-term economic growth. In addition, based on the robustness test results, it proves that the model used is robust.
Keywords : Renewable Energy Consumption, Economic Growth, Neoclassical Solow Swan, Cobb-Douglass Production Function, ARDL-Panel
KETERAMPILAN BERPIKIR KOMPUTASI PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN DESAIN DIDAKTIS PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA
Keterampilan berpikir komputasi merupakan keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dilatih dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan merancang hypothetical learning trajectory (HLT) dan desain didaktis pada materi barisan dan deret aritmatika untuk mengasah keterampilan berpikir komputasional peserta didik kelas X SMA. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi hermeneutik dalam kerangka Didactical Design Research (DDR) yang mencakup tiga tahap: analisis prospektif (perancangan desain), analisis metapedadidaktik (implementasi desain), dan analisis retrospektif (refleksi dan evaluasi desain). Partisipan penelitian terdiri atas 9 peserta didik kelas XI dan seorang guru matematika (untuk identifikasi learning obstacle), serta 33 peserta didik kelas X (untuk implementasi desain). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi, wawancara, tes, dan rekaman audio. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat tiga jenis learning obstacle yang teridentifikasi, yakni ontogenic obstacle (kesulitan memahami makna simbol yang digunakan), didactical obstacle (sajian materi pembelajaran kurang mencakup variasi konteks), dan epistemological obstacle (kesalahan dalam menentukan nilai n, pola dan penerapan rumus); (2) HLT disusun untuk mengakomodasi alur berpikir peserta didik dari pengertian barisan aritmatika, rumus suku ke-n, penerapan konsep barisan aritmatika, rumus deret aritmatika, dan penerapan konsep deret aritmatika melalui pemanfaatan keterampilan berpikir komputasi; (3) desain didaktis hipotesis materi barisan dan deret aritmatika dirancang berdasarkan Theory of Didactical Situation yang mencakup empat situasi: aksi, formulasi, validasi, dan institusionalisasi; (4) implementasi desain didaktis hipotesis memperlihatkan bahwa seluruh rangkaian HLT dapat dilalui peserta didik, demikian juga respon peserta didik terhadap situasi didaktis yang dihadirkan, sesuai dengan prediksi respon peserta didik sehingga antisipasi didaktis pedagogis yang telah disiapkan dapat mengatasi setiap respons yang muncul; (5) hasil tes menunjukkan ketrampilan berpikir komputasi peserta didik berkembang baik, khususnya dalam aspek dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma; (6) meskipun implementasi desain menunjukkan hasil positif, ditunjukkan dengan berkurangnya learning obstacle peserta didik, diperlukan perbaikan khususnya pada task 3 dan task 5 yang kemudian disatukan menjadi satu task terpadu dalam penerapan konsep barisan dan deret aritmatika. Temuan ini menegaskan pentingnya desain didaktis yang terencana dan berorientasi pada keterampilan berpikir komputasi dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi barisan dan deret aritmatika.
Computational thinking is a critical 21st-century skill that must be fostered through mathematics education. This study aims to design a hypothetical learning trajectory (HLT) and didactical design for arithmetic sequences and series to enhance the computational thinking skills of Grade 10 high school students. A qualitative approach was employed, using a hermeneutic phenomenological method within the framework of Didactical Design Research (DDR), encompassing three stages: prospective analysis (design formulation), metapedagogical analysis (design implementation), and retrospective analysis (reflection and evaluation). The participants consisted of 9 Grade 11 students and one mathematics teacher (for identifying learning obstacles), and 33 Grade 10 students (for implementing the didactical design). Data were collected through document analysis, observations, interviews, tests, and audio recordings. The findings reveal that: (1) three types of learning obstacles were identified: ontogenic obstacles (students’ difficulties in understanding the meaning of mathematical symbol), didactical obstacles (instructional materials that lack of contextual variation), and epistemological obstacles (errors in identifying the value of n, recognizing patterns, and applying formulas); (2) the HLT was constructed to accommodate students’ cognitive progression from understanding arithmetic sequences and their general formulas to applying arithmetic series concepts, all supported by computational thinking skills; (3) the hypothetical didactical design was developed based on the Theory of Didactical Situations, incorporating four phases: action, formulation, validation, and institutionalization; (4) the implementation of the HLT demonstrated that students were able to follow the entire sequence of the HLT. Moreover, students' responses to the presented didactic situations aligned with the predicted responses, enabling the prepared didactic-pedagogical anticipations to effectively address all emerging responses; (5) test results indicated that students exhibited strong computational thinking skills, particularly in decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic reasoning; (6) despite the overall positive outcomes reflected in the reduction of learning obstacles, revisions are needed, especially in Task 3 and Task 5, which were subsequently integrated into a single task focusing on the application of both arithmetic sequence and series concepts in a unified context. These findings underscore the importance of well-planned, computational thinking-oriented didactical designs in mathematics instruction, particularly in the domain of arithmetic sequences and series
ANALISIS KESULITAN PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE BERBANTUAN BLOCK PROGRAMMING
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam memahami konsep Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) yang abstrak serta kemampuan berpikir logis yang esensial dalam pemrograman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancang alur pembelajaran PBO dengan model Scaffolding berbantuan media Block Programming, (2) menguji efektivitas intervensi dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis, (3) menganalisis tanggapan siswa, dan (4) menganalisis pola kesulitan belajar siswa menggunakan metode Association Rule Mining. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang diintegrasikan dengan Penambangan Data Pendidikan (Educational Data Mining), dengan desain One-Group Pretest-Posttest yang melibatkan 35 siswa kelas X RPL di SMK Negeri 1 Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan "Sangat Layak" oleh ahli materi dan media. Secara statistik, implementasi intervensi ini terbukti efektif secara signifikan (p < 0,001) dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa, dengan peningkatan skor rata-rata dari 75,43 menjadi 87,29 dan skor N-Gain sebesar 0,30 (kategori "Sedang"). Analisis Association Rule Mining berhasil mengidentifikasi pola kesulitan belajar yang signifikan, salah satunya adalah hubungan kuat antara kelemahan pada konsep-konsep prasyarat (seperti Enkapsulasi) dengan komponen berpikir logis (seperti Keruntutan Berpikir) yang berujung pada kesulitan memahami topik lanjutan seperti Inheritance. Tanggapan siswa terhadap media pembelajaran menunjukkan tingkat penerimaan "Baik" dengan persentase kelayakan 81,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi scaffolding dengan Block Programming merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, dan Association Rule Mining adalah metode yang ampuh untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa secara objektif.
This study is motivated by the difficulties faced by vocational high school (SMK) students in understanding the abstract concepts of Object-Oriented Programming (OOP) and the essential logical thinking skills required in programming. The objectives of this research are to: (1) design a learning flow for OOP using the Scaffolding model supported by Block Programming media, (2) evaluate the effectiveness of the intervention in improving logical thinking skills, (3) analyze students’ responses, and (4) analyze patterns of students' learning difficulties using the Association Rule Mining method. The research method employed is Research and Development (R&D), integrated with Educational Data Mining, using a One-Group Pretest-Posttest design involving 35 tenth-grade Software Engineering students at SMK Negeri 1 Cimahi. The results indicate that the developed learning flow is deemed "Highly Feasible" by subject matter and media experts. Statistically, the intervention proved to be significantly effective (p < 0.001) in enhancing students' logical thinking skills, with an average score increase from 75.43 to 87.29 and an N-Gain score of 0.30 ("Moderate" category). The Association Rule Mining analysis successfully identified significant patterns of learning difficulties, revealing a strong correlation where weaknesses in prerequisite concepts (like Encapsulation) and logical thinking components (like Coherence of Thinking) lead to difficulties in understanding advanced topics such as Inheritance. Students' responses to the learning media showed a "Good" level of acceptance, with a feasibility percentage of 81.6%. This study concludes that the integration of Scaffolding with Block Programming is an effective solution to improve logical thinking skills, and that Association Rule Mining is a powerful method for objectively diagnosing students’ learning difficulties
PENGEMBANGAN LKPD MODEL PEMBELAJARAN PjBL BERORIENTASI ESD PADA TOPIK BIOETANOL UNTUK MELATIH LITERASI SAINS PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD model pembelajaran Project-based Learning (PjBL) berorientasi Education for Sustainable Development (ESD) pada topik bioetanol yang tervalidasi untuk melatih literasi sains peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu Educational Design Research (EDR) dengan partisipan 15 peserta didik kelas XI SMA di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan meliputi angket kebutuhan LKPD, format perumusan tujuan pembelajaran, lembar validasi, lembar observasi, rubrik penilaian jawaban LKPD, serta angket respon peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data melalui penyebaran angket kebutuhan LKPD, diperoleh bahwa pengembangan LKPD model pembelajaran PjBL berorientasi ESD dengan topik bioetanol diperlukan dalam pembelajaran kimia di tingkat SMA sebagai sarana melatih literasi sains peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memenuhi aspek didaktik, konstruksi, dan teknis sesuai kriteria yang ditetapkan. Berdasarkan analisis lembar observasi, rubrik jawaban LKPD, dan angket respon peserta didik pada tahap keterlaksanaan, LKPD yang dikembangkan menunjukkan potensi dalam melatih literasi sains peserta didik.
This study aims to produce a student worksheet based on the Project-based Learning (PjBL) model oriented towards Education for Sustainable Development (ESD) on the topic of bioethanol that is validated to train students' science literacy. The research method used was Educational Design Research (EDR) with 15 participants from grade XI high school students in Bandung City. The instruments used included a questionnaire on LKPD needs, a learning objective formulation format, a validation sheet, an observation sheet, a rubric for assessing LKPD answers, and a student response questionnaire. Based on the analysis of data from the distribution of the LKPD needs questionnaire, it was found that the development of LKPD based on the PjBL learning model oriented toward ESD with the topic of bioethanol is necessary in high school chemistry education as a means to enhance students' scientific literacy. The validation results show that the LKPD developed meets the didactic, construction, and technical aspects according to the established criteria. Based on the analysis of the observation sheet, the LKPD answer rubric, and the student response questionnaire at the implementation stage, the LKPD developed shows potential in training students' science literacy