91757 research outputs found
Sort by
ANALISIS KETERAMPILAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS FASE C SISWA SEKOLAH DASAR
Keterampilan sosial sangat penting dimiliki oleh siswa terutama pada tingkat sekolah dasar karena diperlukan siswa untuk dapat beradaptasi di lingkungan terkhusus lingkungan sekolah. Untuk itu, sebagai tindak lanjut dari keutamaan gagasan tersebut, penelitian ini berfokus untuk mengetahui keterampilan sosial siswa fase C dalam proses pembelajaran IPAS karena sebagian siswa diketahui masih terdapat banyak yang memiliki keterampilan sosial rendah terutama dalam hal berkelompok. Aspek yang diukur menggunakan pendapat menurut Caldarella dan Merrell yaitu Hubungan teman sebaya (Peer relationship skills), Manajemen diri (Self-management skills), Kemampuan akademik (Academic skills), Kepatuhan (Compliance skills), dan Perilaku asertif (Assertion skills). Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan desain penelitian yaitu studi kasus, objek dan sumber data yang di teliti adalah siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri Cisonggom melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan pencatatan lapangan peneliti dapat mengumpulkan data tersebut. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa siswa yang berada pada fase C dalam proses pembelajaran IPAS-nya memiliki keterampilan sosial yang baik dengan mampu berinteraksi, kerja sama, bersikap yang tenang, patuh terhadap aturan, dan percaya diri
TINGKAT KEBAHAGIAAN BELAJAR SISWA DALAM IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA RAHMATAN LIL ALAMIN (P5RA) :Studi Deskriptif terhadap Siswa di Madrasah Aliyah Annajah Jakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya kemandirian dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, salah satunya diwujudkan melalui P5RA yang diterapkan di madrasah-madrasah naungan Kementerian Agama RI. P5RA berpotensi menciptakan suasana dan pengalaman belajar yang membahagiakan. Suasana dan pengalaman belajar yang membahagiakan berpotensi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di MA Annajah yang dianalisis melalui aspek PERMA (Positive Emotion, Engagement, Relationship, Meaning, dan Acccomplishment). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 135 siswa dengan proportional stratified random sampling, menghasilkan sampel berjumlah 101 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan model Interactive. Temuan penelitian menunjukkan: (1) Tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di MA Annajah berdasarkan aspek PERMA berada pada kategori tinggi; (2) Tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di MA Annajah berdasarkan aspek Positive Emotion berada pada kategori sedang; (3) Tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di Annajah berdasarkan aspek Engagement berada pada kategori sedang; (4) Tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di MA Annajah berdasarkan aspek Relationship berada pada kategori sangat tinggi; (5) Tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di MA Annajah berdasarkan aspek Meaning berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi; (6) Tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di MA Annajah berdasarkan aspek Accomplishment berada pada kategori sedang. Dengan demikian, secara umum tingkat kebahagiaan belajar siswa dalam implementasi P5RA di MA Annajah berada pada kategori sedang.
The background of this research is the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes the importance of student independence and active participation in the learning process. One of its realizations in madrasah under the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia is through the P5RA. P5RA has the potential to create a happiness learning atmosphere and experience. A happiness learning atmosphere and experience has the potential to increase students’ motivation for learning. Therefore, this research aims to determine the level of student learning happiness in the implementation of P5RA at MA Annajah which is analyzed through the PERMA (Positive Emotion, Engagement, Relationship, Meaning, and Acccomplishment) aspect. This study used a descriptive quantitative approach. The study population was 135 students with proportional stratified random sampling, resulting in a sample of 101 students. Data collection was carried out through questionnaires and interviews. Data analysis was carried out using descriptive statistical techniques and Interactive model. The research findings show: (1) The level of student learning happiness in the implementation of P5RA at MA Annajah based on the PERMA (Positive Emotion, Engagement, Relationship, Meaning, and Acccomplishment) aspect is in the high category; (2) The level of student learning happiness in the implementation of P5RA at MA Annajah based on the Positive Emotion aspect is in the moderate category; (3) The level of student learning happiness in the implementation of P5RA at Annajah based on the Engagement aspect is in the moderate category; (4) The level of student learning happiness in the implementation of P5RA at MA Annajah based on the Relationship aspect is in the very high category; (5) The level of student learning happiness in the implementation of P5RA at MA Annajah based on the Meaning aspect is in the high and very high category; (6) The level of student learning happiness in the implementation of P5RA at MA Annajah based on the Accomplishment aspect is in the moderate category. Thus, in general the level of student learning happiness in the implementation of P5RA at MA Annajah is in the moderate category
DAMPAK EKSTRAKURIKULER FUTSAL TERPROGRAM TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN KETERAMPILAN BERMAIN FUTSAL
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrakurikuler futsal terprogram terhadap keterampilan sosial dan keterampilan bermain futsal pada ekstrakurikuler futsal putra SMP Negeri 37 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra SMP Negeri 37 Bandung yang mengikuti ekstrakurikuler futsal sebanyak 26 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 26 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh, yang berarti seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen keterampilan sosial menggunakan angket yang merujuk dari SSRC (Social Skill Rating Scale), sedangkan keterampilan bermain menggunakan GPAI (Game Performance Assesment Instrument). Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang diperoleh menunjukkan nilai hasil rata-rata pengujian angket keterampilan sosial meningkat dari 52.54 menjadi 69.04 dan nilai hasil rata-rata pengujian keterampilan bermain meningkat dari 6.96 menjadi 8.62. Hasil uji paired sample T- test pada kedua variabel menunjukkan bahwa nilai sig.(2-taild) 0,000 < 0,05. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrakurikuler futsal terprogram berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan sosial dan keterampilan bermain futsal.
The purpose of this study was to determine the effect of programmed futsal extracurricular activities on social skills and futsal playing skills in the futsal extracurricular activities of male students at SMP Negeri 37 Bandung. The method used in this study was an experiment using a One Group Pretest-Posttest Design. The population in this study consisted of 26 male students from SMP Negeri 37 Bandung who participated in futsal extracurricular activities, while the sample in this study consisted of 26 people using a saturated sampling technique, which means that the entire population was used as the sample. The social skills instrument uses a questionnaire based on the SSRC (Social Skill Rating Scale), while playing skills use the GPAI (Game Performance Assessment Instrument). Based on the processing and analysis of the data obtained, the average score for the social skills questionnaire increased from 52.54 to 69.04, and the average score for the play skills test increased from 6.96 to 8.62. The results of the paired sample T-test on both variables show that the sig. value (2-tailed) is 0.000 < 0.05. Thus, Ho was rejected and Ha was accepted. It can therefore be concluded that programmed futsal extracurricular activities have a significant effect on social skills and futsal playing skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA BAAMBOOZLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA: Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas V Di SDN 8 Nagrikaler, Kab. Purwakarta
Penelitian ini berfokus untuk melihat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament yang menggunakan media baamboozle dalam upaya meningkatkan pemahaman matematis siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media baamboozle dan peningkatan pemahaman matematis siswa menggunakan model TGT lebih baik dibandingkan dengan siswa menerapkan model konvensional. Penelitian ini mengikutsertakan dua kelompok yaitu kelas VA sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional, dan kelas VB sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model TGT dengan media baamboozle. Metode yang diaplikasikan pada penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control grup. Data untuk mengukur pemahaman matematis yang diperoleh dari tes (pre-test dan post-test) uraian yang terdiri dari tujuh soal. Hasil analisis menunjukan bahwa di dalam penelitian ini model TGT memberikan pengaruh sebesar 34%, melihat dari skor rata-rata pre-test di kelas eksperimen sebesar 34,32 yang kemudian mengalami peningkatan pada skor rata-rata post-test yaitu setelah diterapkannya model TGT berbantuan baamboozle adalah sebesar 68,04. Dengan adanya peningkatan skor rata-rata ini, berarati adanya peningkatan pemahaman matematis yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model TGT berbantuan baamboozle memberikan pengaruh serta terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman matematis siswa di kelas eksperimen.
-----
This study focuses on looking at the influence of the Teams Games Tournament-type cooperative learning model that uses baamboozle media in an effort to improve the mathematical understanding of elementary school students. The purpose of this study is to determine the influence of the application of the Teams Games Tournament (TGT) type cooperative learning model assisted by baamboozle media and the improvement of mathematical understanding of students using the TGT model better than students applying the conventional model. This study included two groups, namely the VA class as a control class that uses conventional learning, and the VB class as an experimental class that applies the TGT model with baamboozle media. The method applied in the study was a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. Data to measure mathematical understanding obtained from tests (pre-test and post-test) of descriptions consisting of seven questions. The results of the analysis showed that in this study the TGT model had an influence of 34%, judging from the average pre-test score in the experimental class of 34.32 which then increased in the average post-test score, namely after the implementation of the baamboozle-assisted TGT model was 68.04. With this increase in average score, there is a significant increase in mathematical understanding in the experimental class compared to the control class. So it can be concluded that the baamboozle-assisted TGT model has an influence and there is a significant improvement in students' mathematical understanding in the experimental class
PENGEMBANGAN E-BOOK “PERISTIWA BERSEJARAH” BERBASIS GAMES INTERACTIVE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS KELAS VI SEKOLAH DASAR MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Penelitian pengembangan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses pengembangan produk, kelayakan produk, dan respon siswa terhadap produk dalam pengembangan e-book “Peristiwa Bersejarah” berbasis games interactive sebagai media pembelajaran IPS kelas IV sekolah dasar materi proklamasi kemerdekaan. Metode Research and Development (R&D) dan model ADDIE yang memiliki lima tahapan yaitu analysys, design, development, implementation, dan evaluation telah digunakan dalam penelitian ini. Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup teknik wawancara, uji validasi kepada ahli materi dan ahli media, serta uji coba produk pada siswa. Respon siswa diperoleh melalui angket untuk mengetahui tanggapan mereka mengenai media pembelajaran yang sudah dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book "Peristiwa Bersejarah" layak digunakan sebagai media pembelajaran IPS kelas VI sekolah dasar. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 100% dan ahli media 91,67%, keduanya dalam kategori "Sangat Baik". Respon siswa juga sangat positif dengan rata-rata persentase sebesar 95,38%. E-book ini dinilai layak dan menarik sehingga dapat menjadi solusi atas keterbatasan media dan bahan ajar di kelas
ANALISIS PENCAPAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK SMA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL C-R-E-A-T-E BERORIENTASI EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD) PADA TOPIK NANOTEKNOLOGI PEMBUATAN FILTER AIR BERBAHAN ALAMI
Penelitian ini didasari oleh pentingnya pengembangan kreativitas pada peserta didik sebagai faktor utama dalam mendorong kemajuan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pencapaian kreativitas peserta didik melalui penerapan model pembelajaran C-R-E-A-T-E yang berorientasi pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD), khususnya pada materi nanoteknologi dalam konteks pembuatan filter air berbahan alami. Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada hasil uji kelayakan menggunakan instrumen TCOF (Teaching for Creativity Observation Form), capaian indikator kreativitas berdasarkan teori Williams, serta penilaian diri (self-assessment) peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 36 siswa SMA di Kota Bandung, 3 observer dari latar belakang kependidikan, 3 guru kimia SMA, serta 2 dosen ahli sebagai validator. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi TCOF, penilaian indikator kreativitas, dan angket self-assessment. Data dianalisis melalui pemberian skor, konversi ke dalam bentuk persentase, dan pengelompokan berdasarkan kriteria kategori skor. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kreativitas peserta didik melalui penerapan model C-R-E-A-T-E berorientasi ESD pada topik nanoteknologi tergolong dalam kategori sangat baik.
This study is grounded in the importance of fostering creativity among students as a key factor in driving progress. The primary aim of this research is to evaluate students’ creativity achievements through the implementation of the C-R-E-A-T-E learning model oriented toward Education for Sustainable Development (ESD), specifically in the topic of nanotechnology related to the development of natural-based water filters. The evaluation draws on the results of the TCOF (Teaching for Creativity Observation Form), creativity indicators based on Williams’ theory, and students’ self-assessments. A qualitative approach was employed using descriptive data analysis techniques. The participants included 36 high school students from a school in Bandung, three education-based observers, three high school chemistry teachers, and two expert lecturers serving as validators. The instruments used comprised TCOF observation sheets, creativity assessment forms based on specific indicators, and student self-assessment questionnaires. Data were analyzed through scoring, percentage conversion, and classification based on established score interpretation criteria. The findings reveal that the overall creativity achievement of students through the C-R-E-A-T-E model implementation, with an ESD focus on nanotechnology and the use of natural materials for water filtration, falls within the “excellent” category
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL INTERAKTIF BERUATAN ETNOMATEMATIKA BATIK GEOMETRI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital interaktif yang memuat unsur etnomatematika dengan konteks budaya batik geometri Kawung, sebagai bahan ajar pada materi bangun datar di kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Pada tahap analisis kebutuhan, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di SDN Cicariu dan SDN Mangkubumi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih bersifat konvensional, belum kontekstual, dan belum mengintegrasikan budaya lokal. Modul dirancang berdasarkan lintasan pembelajaran Hypothetical Learning Trajectory (HLT), dan dikembangkan menggunakan platform Google Sites, dilengkapi dengan video pembelajaran, kuis Wordwall, aktivitas tangram digital, serta kegiatan menggambar batik. Validasi dilakukan oleh tiga ahli, yaitu ahli materi, ahli media, dan ahli etnomatematika, yang menunjukkan bahwa modul termasuk dalam kategori “Sangat Layak”. Implementasi dilakukan melalui dua siklus uji coba, yaitu pada 28 peserta didik kelas IV A dan 30 peserta didik kelas IV B di SDN Cicariu. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan kepraktisan dari 93,04% menjadi 99,15%. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, modul digital interaktif bermuatan etnomatematika yang dikembangkan layak dan sangat praktis digunakan sebagai sumber pembelajaran matematika berbasis budaya lokal. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan bahan ajar kontekstual yang memperkuat keterkaitan antara konsep matematika dan kearifan lokal peserta didik.
This research aims to develop an interactive digital module that contains ethnomathematical elements with the context of the Kawung geometric batik culture, as a teaching material on flat building materials in grade IV of elementary school. This research uses the ADDIE development model which includes five stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. At the needs analysis stage, data was collected through observation, interviews, and documentation studies at SDN Cicariu and SDN Mangkubumi. The results of the analysis show that mathematics learning is still conventional, not yet contextual, and has not integrated local culture. The module is designed based on the Hypothetical Learning Trajectory (HLT) learning trajectory, and is developed using the Google Sites platform, equipped with learning videos, Wordwall quizzes, digital tangram activities, and batik drawing activities. Validation was carried out by three experts, namely material experts, media experts, and ethnomathematicians, who showed that the modules were included in the "Very Feasible" category. Implementation was carried out through two trial cycles, namely on 28 students in class IV A and 30 students in class IV B at SDN Cicariu. The results of the trial showed an increase in practicality from 93.04% to 99.15%. It can be concluded that based on the results of the research that has been conducted, the interactive digital module containing ethnomathematics that has been developed is feasible and very practical to be used as a source of mathematics learning based on local culture. The contribution of this research is to provide contextual teaching materials that strengthen the relationship between mathematical concepts and students' local wisdom
PENGARUH MODEL P-IKADKA DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA “SMONG” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran P-IKADKA melalui peningkatan hasil belajar untuk meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana peserta didik kelas eksperimen dan model pembelajaran CIRC di kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Design Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V pada dua SD dengan total 32 orang yang diperoleh dari probability sampling simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah tes pilihan ganda berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitigasi bencana peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 36,18% menjadi 75% pada kelas eksperimen. Dan peningkatan rata-rata dari 32,67% menjadi 70,33% pada kelas kontrol. Hasil uji N-Gain Score pada kelas eksperimen sebesar 61% dan 57% pada kelas kontrol hal tersebut menjelaskan adanya pengaruh yang relatif sama pada kelas eksperimen dan kontrol. Implikasi dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran apresiasi sastra Smong dengan menggunakan model pembelajaran P-IKADKA dan CIRC dalam meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana peserta didik kelas V. Adapun rekomendasinya, model P-IKADKA dapat digunakan sebagai penunjang dalam meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana melalui kegiatan apresiasi sastra lokal Smong.
This study aims to determine the effect of the P-IKADKA learning model through improving learning outcomes to improve disaster mitigation knowledge of students in the experimental class and the CIRC learning model in the control class. This study used the Quasi Experimental Design Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest method. The sample in this study was fifth grade students in two elementary schools with a total of 32 people obtained from probability sampling simple random sampling. The research instrument was a multiple choice test in the form of pretest and posttest. The results of the study showed an increase in disaster mitigation knowledge of students in the experimental class and the control class. This is evidenced by an increase in the average value from 36.18% to 75% in the experimental class. And an average increase from 32.67% to 70.33% in the control class. The results of the N-Gain Score test in the experimental class were 61% and 57% in the control class, this explains the existence of a relatively equal effect in the experimental and control classes. The implication of this study is that there is a significant influence of Smong literary appreciation learning using the P-IKADKA and CIRC learning models in improving disaster mitigation knowledge of fifth grade students. The recommendation is that the P-IKADKA model can be used as a support in improving disaster mitigation knowledge through Smong local literary appreciation activities
PENGARUH PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DAN METODE PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI: Studi Kuasi Eksperimen di Kelas XI SMA Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada Materi Kebijakan Fiskal
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Cisarua tahun ajaran 2024/2025 pada mata pelajaran ekonomi.
Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh metode pembelajaran langsung yaitu metode problem solving dan metode problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan motivasi belajar sebagai variabel moderator pada mata pelajaran ekonomi pada materi Kebijakan Fiskal. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Penelitian dilakukan pada dua kelas eksperimen yaitu eksperimen 1 dengan metode problem solving dan eksperimen 2 dengan metode problem posing. Hasil penelitian menunjukkan : (1)Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta
didik kelas eksperimen 1 dengan kelas eksperimen 2. (2)Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik pada kelas eksperimen 1 yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah. (3)Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik kelas eksperimen 1 dengan eksperimen 2 yang memiliki motivasi belajar tinggi. (4)Tidak
terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik kelas eksperimen 1 dengan eksperimen 2 yang memiliki motivasi belajar rendah. (5)Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik pada kelas eksperimen 1 yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan peserta didik pada kelas eksperimen 2 yang memiliki motivasi belajar rendah. (6)Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik pada kelas eksperimen 1 yang memiliki motivasi belajar rendah dengan peserta didik pada kelas eksperimen 2 yang memiliki motivasi belajar tinggi. (7)Terdapat interaksi antara metode problem solving dan metode problem posing dengan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Metode Problem Solving, Metode Problem Posing, Motivasi Belajar.
ABSTRACT
This research is motivated by the low critical thinking ability of grade XI students of SMA Negeri 1 Cisarua for the 2024/2025 academic year in economics. The purpose of this study is to determine the influence of direct learning methods, namely the problem solving method and the problem posing method, on the critical thinking ability of students with learning motivation as a moderator variable in economics subjects in Fiscal Policy material. The method used is quasi experimental with a 2x2 factorial design. The research was conducted in two
experimental classes, namely experiment 1 with the problem solving method and experiment 2 with the problem posing method. The results of the study showed: (1) There was a difference in critical thinking skills between students in experimental class 1 and experimental class 2. (2)There was a difference in critical thinking skills between students in experimental class 1 who had high and low learning
motivation. (3)There is a difference in critical thinking skills between students in experiment class 1 and experiment 2 who have high learning motivation. (4)There was no difference in critical thinking skills between students in experimental class
1 and experiment 2 who had low learning motivation. (5)There was a difference in critical thinking skills between students in experimental class 1 who had high learning motivation and students in experimental class 2 who had low learning
motivation. (6)There was no difference in critical thinking skills between students in experimental class 1 who had low learning motivation and students in experimental class 2 who had high learning motivation. (7)There is an interaction
between the problem solving method and the problem posing method with learning motivation on students' critical thinking skills.
Keyword : Critical Thinking Skills, Problem Solving Method, Problem Posing Method, Learning Motivation
PENGEMBANGAN OPEN EDUCATIONAL RESOURCES SEBAGAI SUMBER BELAJAR DIGITAL MATA PELAJARAN IPS KELAS 9 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Kebutuhan sumber belajar digital dalam pembelajaran abad-21 saat ini merupakan hal yang tidak terelakan. Dengan penggunaan pendekatan student-centered learning menuntut siswa untuk lebih aktif dalam belajar mandiri. Pengajar bukan lagi sebagai sumber belajar satu-satunya. Siswa harus pandai-pandai mencari sumber belajar yang lainnya. Temuan di sekolah MTS Yayasan Pondok Pesantren (YPPS) Sukamiskin adalah adanya kesenjangan antara kebutuhan sumber belajar siswa dengan sumber belajar yang tersedia. Dari kesenjangan tersebut peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian pengembangan untuk mengembangkan sumber belajar digital terbuka atau yang lebih dikenal sebagai open educational resources (OER) berbasis website pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas 9. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan sebuah website open educational resources yang dapat digunakan sebagai sumber belajar digital siswa. Dengan mendeskripsikan kondisi faktual ketersediaan sumber belajar, memaparkan kebutuhan terhadap bahan ajar sebagai sumber belajar digital, mendeskripsikan desain website open educational resources, memaparkan kelayakan website open educational resources, dan menilai respon pengguna dalam penggunaan website open educational resources di Mata Pelajaran IPS Kelas 9 di MTS YPPS Sukamiskin. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode design based research (DBR) dengan sampel siswa kelas 9 yang diambil dengan cluster random sampling. Dari penelitian ini dihasilkan sebuah website OER yang diberi nama Open Social Edu. Di dalamnya berisi video pembelajaran, materi teks, chatbot, infografis, kuis interaktif, dan laman berdiskusi, dengan 17 halaman website yang saling terintegrasi satu sama lain. Dinyatakan layak oleh ahli media dalam kategori "sangat baik" dengan perolehan skor rata rata 90,35%. Website OER ini juga mendapatkan respon positif dari siswa dengan skor persentase rata-rata 80,41% dalam kategori "baik". Diharapkan kedepannya dapat terus bermanfaat untuk sekolah dan siswa dalam pembelajaran Mata Pelajaran IPS.
The need for digital learning resources in 21st-century learning is now inevitable. The use of a student-centered learning approach requires students to be more active in independent learning. Teachers are no longer the sole source of learning. Students must be adept at finding other learning resources. Findings at the MTS Yayasan Pondok Pesantren (YPPS) Sukamiskin school reveal a gap between students' learning resource needs and the available learning resources. Based on this gap, the researcher decided to conduct a development study to create open educational resources (OER) based on a website for the Social Studies subject in 9th grade. The purpose of this study is to produce a website containing open educational resources that can be used as a digital learning resource for students. This involves describing the actual availability of learning resources, presenting the need for teaching materials as digital learning resources, describing the design of the open educational resources website, presenting the feasibility of the open educational resources website, and assessing user responses to the use of the open educational resources website in the Social Studies subject for 9th grade students at MTS YPPS Sukamiskin. This development research used the design-based research (DBR) method with a sample of 9th grade students selected through cluster random sampling. The research resulted in an OER website named Open Social Edu. It contains educational videos, text materials, chatbots, infographics, interactive quizzes, and discussion pages, with 17 interconnected website pages. The website was deemed suitable by media experts in the “very good” category, with an average score of 90.35%. The OER website also received positive feedback from students, with an average percentage score of 80.41% in the “good” category. It is hoped that this website will continue to be beneficial for schools and students in their Social Studies learning