Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENERAPAN PURSED LIPS BREATHING TERHADAP PENURUNAN FATIGUE AKIBAT ANEMIA PADA PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) DI RUANG HEMODIALISA RSUD UMAR WIRAHADIKUSUMAH CASE REPORT

    Get PDF
    Latar Belakang: Pasien PGK (Penyakit Ginjal Kronis) yang menjalani hemodialisis rutin seringkali mengalami kelelahan yang signifikan. Kelelahan ini dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas sehari-hari, dan berdampak pada aspek fisik maupun emosional pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi kelelahan adalah latihan pernapasan Pursed Lips Breathing (PLB), suatu teknik relaksasi pernapasan yang bertujuan untuk meningkatkan ventilasi paru dan oksigenasi jaringan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pursed Lips Breathing terhadap penurunan kelelahan pada pasien PGK (Penyakit Ginjal Kronis) di ruang hemodialisis RSUD Umar Wirahadikusumah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada pasien perempuan berusia 50 tahun dengan diagnosis PGK yang menjalani hemodialisis rutin dan mengalami kelelahan berat. Intervensi PLB dilakukan selama empat hari sesuai jadwal hemodialisis, dengan lima siklus latihan per hari (pra, intra, dan pascadialisis). Pengukuran tingkat kelelahan dilakukan menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skor FAS pasien menurun secara bertahap dari 39 (kategori kelelahan berat) menjadi 22 (kategori kelelahan sedang-ringan) setelah empat hari penerapan PLB. Pasien juga melaporkan perbaikan pola tidur, peningkatan energi, dan toleransi terhadap aktivitas fisik sehari-hari. Kesimpulan: Latihan Pursed Lips Breathing efektif dalam mengurangi kelelahan pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Teknik ini sederhana, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas hidup pasien PGK. Background: Patients with CKD (Chronic Kidney Disease) who undergo regular hemodialysis often experience significant fatigue. This fatigue can reduce quality of life, limit daily activities, and have an impact on the physical and emotional aspects of the patient. One non-pharmacological intervention that has been proven effective in reducing fatigue is Pursed Lips Breathing (PLB) breathing exercises, a breathing relaxation technique that aims to increase lung ventilation and tissue oxygenation. Objective: To determine the effect of Pursed Lips Breathing on reducing fatigue in CKD (Chronic Kidney Disease) patients in the hemodialysis room of Umar Wirahadikusumah Hospital. Method: This study used a descriptive case study method on a 50-year-old female patient with a diagnosis of CKD who underwent regular hemodialysis and experienced severe fatigue. The PLB intervention was carried out for four days on the hemodialysis schedule, with five exercise cycles per day (pre-, intra-, and post-dialysis). Measurement of fatigue levels was carried out using the Fatigue Assessment Scale (FAS) before and after the intervention. Results: The patient's FAS score decreased gradually from 39 (severe fatigue category) to 22 (moderate-mild fatigue category) after four days of PLB implementation. The patient also reported improvements in sleep patterns, increased energy, and tolerance to daily physical activity. Conclusion: Pursed Lips Breathing exercise is effective in reducing fatigue in CKD patients undergoing hemodialysis. This technique is simple, safe, and can be performed independently by the patient. This intervention can be recommended as part of evidence-based nursing practice to improve the quality of life of CKD patients

    PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA SD: Penelitian Quasi Experiment pada siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri Dawuan Tengah VI pada Materi Siklus Air di Salah Satu Sekolah Dasar di Kabupaten Karawang

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan penggunaan model pembelajaran Discovery Learning yang didukung media Augmented Reality untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar. Pembelajaran pada abad-21, guru maupun siswa dihadapkan pada tantangan era globalisasi. Paradigma tentang pembelajaran abad 21 menekankan pada kemampuan siswa untuk mencari tahu berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir kritis dan kerjasama serta serta berkolaborasi dalam menyelesaikan suatu permasalahan. rendahnya kemampuan berpikir siswa disebabkan oleh proses pembelajaran yang kurang efektif dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis , dan potensi siswa. Siswa cenderung lebih fokus menghafal materi dan rumus daripada meningkatkan ensensi dari proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan model, metode, dan media pembelajaran yang kurang bervariasi turut memberikan dampak negatif terhadap kemampuan berpikir siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, seperti Discovery Learning. Model ini dipilih karena memiliki keunggulan, yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui proses penemuan mandiri cenderung tersimpan dalam ingatan jangka panjang siswa dengan bantuan media Augmented Reality. Metode penelitian yang digunakan berupa quasi eksperimen. Subjek penelitian melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran Discovery Learning dengan bantuan media Augmented Reality, serta kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran dengan metode biasa. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada peningkatan dan pengaruh kemampuan berpikir kritis antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Discovery Learning yang terintegrasi dengan media Augmented Reality efektif untuk membantu siswa berpikir secara kritis. Model pembelajaran Discovery Learning memiliki pemgaruh dan peningkatan 21% dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. ----- This study was conducted with the aim of examining the effect and improvement of using the Discovery Learning model supported by Augmented Reality media to enhance critical thinking skills among elementary school students. In 21st-century learning, both teachers and students are faced with the challenges of globalization. The paradigm of 21st-century education emphasizes students’ ability to explore various sources, formulate problems, think critically, collaborate, and work together in solving problems. The low level of students' critical thinking ability is caused by ineffective learning processes that do not sufficiently foster critical thinking skills and student potential. Students tend to focus more on memorizing material and formulas rather than engaging in meaningful learning processes. In addition, the lack of variety in teaching models, methods, and media negatively impacts students’ thinking skills. One way to improve students’ critical thinking abilities is by applying an appropriate learning model, such as Discovery Learning. This model is chosen because it has the advantage of enabling students to acquire knowledge through independent discovery, which tends to be stored in long-term memory, especially when supported by Augmented Reality media. The research method used was a quasi-experiment. The research subjects involved two groups: an experimental group that received Discovery Learning supported by Augmented Reality, and a control group that received conventional learning. Based on the data analysis results, there was a significant difference in the improvement and influence on critical thinking skills between the two groups. These findings indicate that the Discovery Learning strategy integrated with Augmented Reality media is effective in helping students think critically. The Discovery Learning model demonstrated a 21% effect and improvement in enhancing students’ critical thinking skills

    PEMBELAJARAN BERBASIS PERSONAL DIGITAL INQUIRY DALAM MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA SMA PADA MATERI EKOSISTEM

    Get PDF
    Literasi sains menjadi dasar bagi siswa untuk memecahkan permasalahan kehidupan, sedangkan keterampilan kolaborasi menjadi bekal bagi siswa untuk hidup secara sosial. Diketahui literasi sains dan keterampilan kolaborasi siswa di Indonesia tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pengaruh pembelajaran berbasis personal digital inquiry terhadap literasi sains dan keterampilan kolaborasi siswa SMA pada materi ekosistem. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experiment dengan one-group pretest-posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 36 siswa SMA kelas X pada salah satu SMA Negeri di Kota Cimahi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu 15 item soal literasi sains, 11 item pernyataan lembar observasi keterampilan kolaborasi, 20 item pernyataan peer-assessment keterampilan kolaborasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Data dianalisis menggunakan uji Paired-Sample T Test dengan hasil menunjukkan terdapat pengaruh pembelajaran berbasis personal digital inquiry terhadap literasi sains (Sig. 1.71 > 0.05), selain itu juga dilakukan perhitungan N-Gain dengan hasil peningkatan pada kategori rendah (0,21), Data keterampilan kolaborasi yang didapat secara keseluruhan berada pada rentang baik (79), didukung dengan keterlaksanaan pembelajaran pada materi ekosistem dengan kategori sangat baik (85). Scientific literacy is the student’s basis to solve life problems, while collaboration skills are a provision to live socially. It is known that scientific literacy and collaboration skills of students in Indonesia are low. This study aims to obtain information on personal digital inquiry-based learning affects the scientific literacy and collaboration skills of high school students on ecosystem material. The research method used was pre-experiment with one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 36 grade X high school students at one of the public high schools in Cimahi City. The research instruments used were 15 items of scientific literacy questions, 11 items of collaboration skills observation sheet statements, 20 statement items of collaboration skills peer-assessment, learning implementation observation sheet, and students worksheet (LKPD). Data were analyzed using the Paired-Sample T Test with the result is personal digital inquiry-based learning affects the scientific literacy (Sig. 1.71> 0.05), besides that, N-Gain calculations were also carried out with the results of an increase in the low category (0.21), the whole collaboration skills data obtained were in the good range (79), supported by the implementation of learning on ecosystem material with a very good category (85)

    STUDI KORELASI ANTARA KEBIASAAN MENONTON VARIETY SHOW KOREA DENGAN PENGETAHUAN KOSAKATA BAHASA KOREA PADA MAHASISWA BAHASA KOREA TINGKAT DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya popularitas konsumsi media Korea di kalangan pembelajar bahasa, khususnya variety show yang menampilkan penggunaan bahasa dalam konteks sehari-hari yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menonton variety show Korea dengan pengetahuan kosakata bahasa Korea pada mahasiswa tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel terdiri dari 145 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Korea. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai kebiasaan menonton dan tes pengetahuan kosakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menonton variety show Korea berada pada kategori baik hingga sangat baik, sedangkan pengetahuan kosakata mahasiswa berada pada kategori sangat baik. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan menonton variety show Korea dengan pengetahuan kosakata. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering dan konsisten mahasiswa menonton variety show Korea, semakin tinggi perolehan kosakata mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa variety show Korea dapat menjadi sumber tambahan yang efektif dalam meningkatkan pembelajaran kosakata bagi pembelajar pemula bahasa Korea. This research is grounded on the increasing popularity of Korean media consumption among language learners, particularly variety shows that present language in authentic, everyday contexts. This study aims to examine the correlation between the habit of watching Korean variety shows and vocabulary knowledge of Korean language among beginner-level students. This research employed a quantitative approach using a correlational method. The sample consists of 145 students majoring Korean Language Education. Data were collected through a questionnaire on viewing habits and a vocabulary knowledge test. The results show that the habit of watching Korean variety shows falls into the good to very good category, while students' vocabulary knowledge is in the very good category. The correlation test results indicate a significant positive relationship between the habit of watching Korean variety shows and vocabulary knowledge. This implies that the more frequently and consistently students watch Korean variety shows, the greater their vocabulary acquisition. These findings suggest that Korean variety shows can serve as an effective supplementary resource for enhancing Korean vocabulary learning among beginner-level learners. 이 연구는 특히 일상적인 맥락에서 언어를 자연스럽게 보여주는 한국 예능 프로그램의 소비가 증가하고 있는 현상을 바탕으로 한다. 본 연구는 한국어 초급 학습자를 대상으로 한국 예능 시청 습관과 어휘 지식 간의 상관관계를 분석하는 것을 목적으로 한다. 이 연구는 상관관계 분석을 기반으로 한 양적 연구 방법을 사용하였다. 표본은 한국어교육과에 재학 중인 학생 145명으로 구성되었다. 시청 습관에 관한 설문지와 어휘 지식 테스트를 통해 데이터를 수집하였다. 연구 결과, 한국 예능 시청 습관은 '좋음'에서 '매우 좋음' 범주에 속하며, 학생들의 어휘 지식은 '매우 좋음' 수준에 해당하였다. 상관관계 분석 결과, 한국 예능 시청 습관과 어휘 지식 간에 유의미한 정적 상관관계가 있는 것으로 나타났다. 이는 학생들이 한국 예능을 더 자주 그리고 꾸준히 시청할수록 어휘 습득이 더 높아짐을 시사한다. 이러한 결과는 한국 예능 프로그램이 초급 학습자의 어휘 학습을 효과적으로 보완할 수 있는 자료가 될 수 있음을 보여준다

    POTENSI LAHAN PENANAMAN MANGROVE BERDASARKAN PARAMETER OSEANOGRAFI DAN JENIS SEDIMEN DI PULAU PANJANG

    Get PDF
    Penurunan luas ekosistem mangrove di Pulau Panjang menyebabkan meningkatnya kerentanan wilayah pesisir terhadap abrasi dan banjir rob. Upaya penanaman mangrove sebagai solusi konservasi sering mengalami kegagalan akibat ketidaksesuaian kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan untuk penanaman mangrove berdasarkan parameter oseanografi dan jenis sedimen. Parameter yang dianalisis mencakup suhu permukaan laut, salinitas, arus, gelombang, dan pasang surut, serta jenis sedimen. Data kesesuaian lahan diperoleh dari pengukuran lapangan dan pemanfaatan data sekunder, sedangkan analisis waktu terbaik penanaman menggunakan data sekunder musiman. Analisis kesesuaian lahan dilakukan dengan metode skoring dan pembobotan berdasarkan studi literatur untuk menentukan kecocokan setiap lokasi pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi memiliki tingkat kesesuaian tinggi hingga 100%. Stasiun I, V, dan VII memiliki nilai kesesuaian tertinggi sebesar 100%, sedangkan titik lainnya berada pada kisaran 93% hingga 98%. Genus Rhizophora, Avicennia, dan Bruguiera direkomendasikan untuk penanaman karena memiliki toleransi lingkungan yang sesuai serta potensi serapan karbon yang tinggi. Musim timur dinilai sebagai waktu paling optimal untuk penanaman berdasarkan kestabilan parameter oseanografi. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik oseanografi dan jenis sedimen di Pulau Panjang sangat mendukung keberhasilan penanaman mangrove. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam mendukung konservasi mangrove secara berkelanjutan di Pulau Panjang. The decline in the area of mangrove ecosystems on Panjang Island has increased the vulnerability of coastal areas to abrasion and tidal flooding. Efforts to plant mangroves as a conservation solution often fail due to unsuitable environmental conditions. This study aims to analyze land suitability for mangrove planting based on oceanographic parameters and sediment types. The parameters analyzed include sea surface temperature, salinity, currents, waves, and tides, as well as sediment types. Land suitability data were obtained from field measurements and the use of secondary data, while the analysis of the best planting time used seasonal secondary data. Land suitability analysis was carried out using scoring and weighting methods based on literature studies to determine the suitability of each observation location. The results showed that most locations had a high suitability level of up to 100%. Stations I, V, and VII had the highest suitability value of 100%, while other points were in the range of 93% to 98%. The genera Rhizophora, Avicennia, and Bruguiera are recommended for planting because they have suitable environmental tolerance and high carbon absorption potential. The east season is considered the most optimal time for planting based on the stability of oceanographic parameters. These findings indicate that the oceanographic characteristics and sediment types on Panjang Island strongly support the success of mangrove planting. This research is expected to be a scientific basis in supporting sustainable mangrove conservation on Panjang Island

    EKSPRESI KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU PIED PIPER KARYA BTS: Analisis Semiotika Roland Barthes

    Get PDF
    Kritik sosial dapat diekspresikan melalui lirik lagu sebagai upaya untuk menyuarakan ketidakpuasan atau pertentangan terhadap isu sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk tanda-tanda kritik sosial dalam lirik lagu ‘Pied Piper’ karya BTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dan teori kritik sosial Gillin dan Gillin untuk mengeksplorasi makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang memungkinkan untuk melakukan analisis mendalam terhadap teks lirik lagu dan menyampaikan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik sosial yang digambarkan dalam lirik lagu ‘Pied Piper’ adalah kritik terhadap kebiasaan kebiasaan masyarakat yang dianggap merugikan. Pada lirik lagu tersebut juga mencerminkan kritik sosial kebiasaan yang menunjukkan penentangan terhadap normalisasi kebiasaan-kebiasaan buruk, mendorong pendengar untuk mempertimbangkan kembali prioritas hidup mereka dan keseimbangan antara hiburan dengan tanggung jawab sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian semiotika serta menjadi pengembangan bagi studi bahasa Korea khususnya dalam memperkaya pemahaman tentang kritik sosial dalam lirik lagu berbahasa Korea. Kata Kunci: BTS, kritik sosial, lirik lagu, ‘Pied Piper’, semiotika Social criticism can be expressed through song lyrics as a means of voicing dissatisfaction or opposition to social issues. This study aims to identify and analyze the forms of social criticism present in the lyrics of BTS’s song Pied Piper. This research employs Roland Barthes' semiotic approach along with Gillin and Gillin's theory of social criticism, exploring the denotative, connotative, and mythological meanings embedded in the lyrics. A descriptive qualitative method is used to enable an in-depth analysis of the song’s text and to convey the underlying social criticism. The results of the study show that the social criticism depicted in the lyrics of “Pied Piper” targets harmful social habits. The lyrics also reflect a critique of the normalization of such behaviors, encouraging listeners to reconsider their life priorities and the balance between entertainment and social responsibility. This research contributes to the study of semiotics and serves as a development for Korean language studies, particularly in enriching the understanding of social criticism in Korean song lyrics. Keywords: BTS, ‘Pied Piper’, semiotics, social criticism, song lyrics 본 연구는 방탄소년단의 노래‘Pied Piper'의 가사에서 사회적 비판의 징후를 파악하고 분석하는 것을 목표로 하고 있었다. 사회적 비판은 사회 문제에 대한 불만이나 반감을 표출하기 위한 시도로 노래 가사를 통해 표출할 수있었다. 이 연구는 롤랜드 바르트의 기호학적 접근법과 길린과 길린의 사회적 비판 이론을 사용하여 노래의 가사에 포함된 함축, 함축, 신화의 의미를 탐구한다. 연구 결과에 따르면, 노래 ‘Pied Piper’의 가사에 담긴 사회적 비판은 사회의 해로운 관습에 대한 비판을 반영하였다. 이 노래의 가사는 또한 사회적 비판을 통해 나쁜 관습의 정상화에 반대하는 태도를 보여주었으며, 청취자들이 삶의 우선순위를 재고하고 오락과 사회적 책임 사이의 균형을 고려하도록 장려하였다. 이 연구는 기호학 연구에 기여했으며, 특히 한국어 노래 가사의 사회적 비판에 대한 이해를 풍부하게 하는 데 도움이 되었다. 키워드: 기호학, 노래 가사, 방탄소년단, 사회비판, ‘Pied Piper

    VIRULENSI JAMUR Metarhizium, Beauveria, Aspergillus, DAN Penicillium SEBAGAI ENTOMOPATOGEN TERHADAP RAYAP TANAH (Macrotermes gilvus Hagen)

    Get PDF
    Indonesia sebagai negara tropis memiliki kondisi yang mendukung kehidupan rayap, termasuk rayap tanah Macrotermes gilvus yang dikenal sebagai perusak kayu dengan dampak kerugian ekonomi yang besar. Penggunaan pestisida kimia sebagai metode pengendalian menimbulkan risiko resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis virulensi jamur Metarhizium sp., Beauveria sp., Aspergillus sp., dan Penicillium sp. terhadap rayap M. gilvus, serta konsentrasi optimal inokulum, mekanisme penyebaran infeksi koloni, dan gejala mikosis rayap. Uji termisida dan uji transmisi horizontal digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa seluruh isolat jamur mampu menyebabkan mortalitas rayap dan penyusutan berat kayu, dengan Beauveria sp. pada konsentrasi 10⁸ konidia/ml perlakuan paling optimal. Peningkatan konsentrasi jamur berbanding lurus dengan mortalitas dan berbanding terbalik dengan penyusutan kayu. Infeksi dapat menyebar melalui transmisi horizontal, dipengaruhi oleh rasio rayap terinfeksi. Gejala mikosis ditandai oleh pertumbuhan hifa putih pada tubuh rayap. Analisis preferensi kayu menunjukkan kayu suren paling disukai rayap M. gilvus, ditunjukkan oleh tingkat penyusutan tertinggi. Kesimpulannya, jamur entomopatogen, khususnya Beauveria sp., berpotensi sebagai agen biokontrol pengendalian rayap M. gilvus secara ramah lingkungan. Indonesia as a tropical country, provides favorable conditions for termite development, including the subterranean termite Macrotermes gilvus, which is known as a wood-destroying species with significant economic impact. The use of chemical pesticides as a control method poses risks of resistance and adverse environmental effects. This study aims to analyze the virulence of Metarhizium sp., Beauveria sp., Aspergillus sp., and Penicillium sp. against M. gilvus, as well as to determine the optimal inoculum concentration, infection transmission mechanisms within the colony, and symptoms of mycosis in termites. Termiticidal and horizontal transmission assays were conducted. Results showed that all fungal isolates induced termite mortality and wood weight loss, with Beauveria sp. at a concentration of 10⁸ conidia/ml being the most effective. Increased fungal concentration correlated positively with termite mortality and negatively with wood consumption. Infection was transmissible through horizontal contact, influenced by the proportion of infected termites. Mycosis symptoms were characterized by white hyphal growth on the termite body. Wood preference analysis indicated that suren wood was most preferred by M. gilvus, evidenced by the highest weight loss. In conclusion, entomopathogenic fungi, especially Beauveria sp., show strong potential as environmentally friendly biocontrol agents against M. gilvus

    ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF TOKOH UTAMA DALAM DRAMA KOREA YOUTH OF MAY (오월의 청춘) : Kajian Pragmatik Teori John R. Searle

    Get PDF
    Drama Korea sebagai bagian dari Korean Wave tidak hanya menampilkan alur cerita yang menarik, tetapi juga memuat ragam penggunaan bahasa yang mencerminkan emosi dan sikap tokoh melalui tuturan. Salah satu aspek penggunaan bahasa yang menonjol adalah tindak tutur ekspresif, yaitu ungkapan yang merepresentasikan respons perasaan, sikap, atau emosi terhadap suatu situasi berdasarkan konteks tuturan. Kajian terhadap tindak tutur ekspresif dalam drama penting untuk memperkaya pemahaman pragmatik khususnya dalam komunikasi yang tidak berlangsung pada situasi nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh tokoh utama dalam drama Korea Youth of May mengacu pada teori Searle dan Wijana. Adapun metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak-catat dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh tokoh utama dalam drama ini sangat beragam dengan kecenderungan yang kuat pada fungsi memprotes sebagai respons terhadap situasi emosional yang intens. Beberapa fungsi lain seperti memberi selamat, menyambut dan belasungkawa tidak ditemukan dalam data. Dari segi bentuk, ditemukan tuturan langsung literal sebagai bentuk dominan yang sering digunakan dalam penyampaian emosi. Selain itu ditemukan penggunaan dialek Jeolla pada beberapa tuturan untuk memperkuat nilai emosional dalam tindak tutur ekspresif. Penelitian ini memberikan manfaat dalam memahami penggunaan tindak tutur ekspresif dalam bahasa Korea karya fiksi drama. Korean dramas, as part of the Korean Wave, not only present compelling storylines but also exhibit diverse uses of language that reflect the characters’ emotions and attitudes through speech. One prominent linguistic aspect is the expressive speech act, which conveys emotional, attitudinal, or affective responses to particular situations within a speech context. The study of expressive speech acts in fictional dramas is essential for enriching pragmatic understanding, especially in communication that does not occur in real-life interactions. This study aims to describe the function and forms of expressive speech acts employed by the main characters in the Korean drama Youth of May, based on Searle’s speech act theory and Wijana’s classification of speech forms. This research employed a qualitative descriptive method, collecting data through observation and documentation techniques. The results of the study show that the expressive speech acts used by the main characters in this drama are highly varied, with a strong tendency toward the function of protesting as a response to emotionally intense situations. Other expressive functions, such as offering congratulations, greetings, and condolences, were not identified in the data. In terms of form, literal direct speech emerged as the most frequently used type in expressing emotion. Additionally, the use of the Jeolla dialect was identified in several utterances, which can strengthen the emotional value of the expressive speech acts. This study contributes to a deeper understanding of expressive speech acts in fictional drama discourse from a pragmatic perspective. 본 연구는 한국 드라마 Youth of May (오월의 청춘)에서 주인공들이 사용하는 표현 화행의 형태와 기능을 Searle의 화행 이론과 Wijana의 발화 형태 분류에 근거하여 분석하는 것을 목적으로 한다. 한류의 일부인 한국 드라마는 흥미로운 줄거리뿐만 아니라, 등장인물의 감정과 태도를 언어를 통해 반영하는 다양한 표현 방식을 담고 있다. 그중에서도 현저하는 언어 사용의 한 측면은 표현 화행으로, 발화 맥락에 따라 상황에 대한 감정, 태도, 정서적 반응을 나타내는 언어 표현이다. 드라마와 같은 허구적 담화에서 표현 화행을 분석하는 것은 실제 상황이 아닌 의사소통에서의 화용론적 이해를 심화하는 데 중요한 의의를 가진다. 자료 수집으로 질적 기술적 방법을 사용하였으며, 관찰 및 문서화 기법을 활용하였다. 분석 결과에 따르면 주인공이 사용하는 표현 화행은 감정이 고조된 상황에서 항의의 기능이 강하게 나타나며, 다양한 형태로 사용되고 있음이 드러났다. 반면, 축하 표현, 환영 표현, 애도 표현와 같은 기능은 자료에서 나타나지 않았다. 또한, 여러 발화에서 전라도 방언의 사용이 확인되었으며, 이는 정표 발화 행위의 감정적 가치를 강화할 수 있다. 본 연구는 드라마와 같은 허구적 담화에서 표현 화행의 활용을 이해하는 데 기여할 수 있다

    KUALITAS LAPORAN KEUANGAN MASJID BESAR DI KOTA BANDUNG DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR

    Get PDF
    Penelitian ini didasari oleh fenomena pengelolaan keuangan masjid besar di Kota Bandung menunjukkan masih adanya kendala, terutama pada penyusunan laporan keuangan yang belum mengacu pada ISAK 35. Hal ini berdampak pada rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan masjid di Kota Bandung dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderator dengan menggunakan teori Stewardship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif kausalitas. Alat analisis yang digunakan adalah Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Responden dalam penelitian ini adalah pengurus DKM masjid besar di Kota Bandung sebanyak 232 responden. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal dan kualitas laporan keuangan berada pada kategori sedang, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan komitmen organisasi berada pada kategori tinggi. Temuan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan masjid besar di Kota Bandung. Kemudian, variabel komitmen organisasi sebagai moderasi menunjukkan hasil komitmen organisasi mampu memoderasi pengaruh pemanfaatan tekonologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan. Sementara itu, komitmen organisasi tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi sumber daya manusia dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan masjid besar di Kota Bandung. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan keuangan masjid yang lebih akuntabel dan transparan. This research is based on the phenomenon of financial management of large mosques in Bandung City, which shows that there are still obstacles, especially in the preparation of financial reports that do not yet refer to ISAK 35. This has an impact on the low transparency and accountability in the management of community funds. This study aims to analyze the influence of human resource competence, internal control systems, and the utilization of information technology on the quality of financial reports of mosques in Bandung City, with organizational commitment as a moderator variable, using the Stewardship theory. This study employs a quantitative approach with a descriptive causal research design. The analytical tool used is Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The respondents in this study were the administrators of large mosques in Bandung City, totaling 232 respondents. The descriptive research results indicate that internal control systems and financial report quality are in the moderate category, while human resource competence, information technology utilization, and organizational commitment are in the high category. The findings from hypothesis testing show that all independent variables have a positive and significant influence on the quality of financial reports of large mosques in Bandung City. Furthermore, the organizational commitment variable as a moderator showed that organizational commitment can moderate the influence of information technology utilization on financial report quality. However, organizational commitment cannot moderate the influence of human resource competence and internal control systems on the quality of financial reports of large mosques in Bandung City. These findings are expected to provide valuable insights for stakeholders in promoting more accountable and transparent financial management of mosques

    SOSIALISASI BAHASA SANDI WIDAL SEBAGAI BUDAYA TAK BENDA DI KELURAHAN TIPAR

    Get PDF
    Salah satu fenomena dalam dinamika bahasa lokal di Indonesia adalah Bahasa Sandi Widal yang digunakan oleh masyarakat Kelurahan Tipar, Sukabumi. Bahasa ini tidak umum dan jarang ditemukan di luar wilayah Kelurahan Tipar. Bahasa Sandi Widal juga memiliki ikatan historis dengan sejarah kolonialisme di Kota Sukabumi yang menimbulkan kebutuhan akan adanya bahasa rahasia. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji mengenai eksistensi Bahasa Sandi Widal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu masyarakat Kelurahan Tipar dan informan pendukung yaitu sekretaris lurah Tipar, budayawan Kota Sukabumi serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bahasa Sandi Widal masih eksis di masyarakat Kelurahan Tipar, meskipun penggunaannya mulai terbatas pada ruang-ruang sosial tertentu. (2) Bahasa Sandi Widal memiliki fungsi sosial, yaitu fungsi informatif, interaksional dan identitas sosial. Simbol Bahasa Sandi Widal berbentuk perubahan huruf vokal dan konsonan yang memiliki aturan khusus. Makna dalam Bahasa Sandi Widal yakni isyarat sosial, alat refleksi diri, alat pembentuk pengaruh sosial dan kebersamaan serta solidaritas sosial. (3) Proses sosialisasi Bahasa Sandi Widal berlangsung secara in-formal di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Faktor penghambat sosialisasi Bahasa Sandi Widal yaitu arus modernisasi, menurunnya minat generasi muda, terbatasnya dukungan lembaga formal dan donimasi bahasa mayoritas. Adapun faktor pendorongnya berupa kebanggaan terhadap identitas lokal, tradisi turun-temurun dalam keluarga dan upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mengusulkan Bahasa Sandi Widal sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Kata Kunci: Bahasa Sandi Widal, Eksistensi, Kelurahan Tipar One of the phenomena in the dynamics of local languages in Indonesia is the Sandi Widal Language used by the Tipar Village community, Sukabumi. This language is not common and is rarely found outside the Tipar Village area. The Sandi Widal Language also has historical ties to the history of colonialism in Sukabumi City which gave rise to the need for a secret language. The purpose of this study is to examine the existence of the Sandi Widal Language. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data collection was carried out through observation, interviews, documentation studies and literature studies. The informants involved in this study consisted of key informants, namely the Tipar Village community and supporting informants, namely the Tipar Village secretary, Sukabumi City cultural figures and the Head of the Sukabumi City Education and Culture Office. The results of the study show that (1) The Sandi Widal Language still exists in the Tipar Village community, although its use is starting to be limited to certain social spaces. (2) The Sandi Widal Language has a social function, namely informative, interactional and social identity functions. The symbols of the Widal Password Language are in the form of changes in vowels and consonants which have special rules. The meaning of the Sandi Widal Language is a social signal, a self-reflection tool, a tool for forming social influence and togetherness and social solidarity. (3) The process of socialization of the Sandi Widal Language takes place informally in the family and community environment. The inhibiting factors for the socialization of the Sandi Widal Language are the flow of modernization, the declining interest of the younger generation, limited support from formal institutions and the dominance of the majority language. The driving factors are pride in local identity, hereditary traditions in the family and the efforts of the Sukabumi City Education and Culture Office to propose the Sandi Widal Language as an Intangible Cultural Heritage. Keywords: Sandi Widal Language, Existence, Tipar Villag

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇