91757 research outputs found
Sort by
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI: Penelitian Kualitatif Deskriptif Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK X Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung
Pada era digital ini, penggunaan gadget yang berlebihan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terhambatnya perkembangan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Adanya permasalahan tersebut akan memunculkan perubahan perilaku dalam hubungan sosial pada anak ketika menggunakan gadget secara berlebihan, sesuai dengan kondisi lapang yang ditemukan bahwa adanya hambatan kemampuan interaksi sosial anak yang diungkap melalui durasi penggunaan gadget pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses penelitian dilakukan melalui tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian durasi penggunaan gadget anak masih lebih dari 2 jam dalam sehari. Adapun kemampuan bersosialisasi anak dengan teman sebaya maupun orang dewasa terbagi menjadi 4 kategori yaitu, kategori “sangat tinggi”, “tinggi”, “cukup” dan “rendah”. Mengartikan jika kategori “sangat tinggi & tinggi” memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik sedangkan kategori “cukup & rendah” memiliki kemampuan bersosialisasi yang tidak baik. Selain itu penelitian juga menunjukkan adanya perubahan perilaku negatif akibat dari durasi penggunaan gadget pada anak yang berlebihan seperti kurangnya rasa empati, memiliki sifat individualis serta berperilaku agresif saat dibatasinya penggunaan gadget. Rekomendasi penelitian bagi orang tua dapat melakukan pengaturan serta pengawasa dalam waktu penggunaan gadget serta meningkatkan keterlibatan anak dalam aktivitas sosial, bagi guru dapat mendukung pengembangan metode pembelajaran yang menekankan komunikasi dan interaksi langsung, sedangakn untuk pemerintah dapat menyuluhkan pentingnya keseimbangan antara penggunaan teknologi dan perkembangan sosial anak.
----
In this digital era, excessive use of gadgets is one of the factors that causes obstacles to children's social development. This study aims to describe the impact of gadget use on the social interaction skills of early childhood. The existence of these problems will give rise to behavioral changes in social relationships in children when using gadgets excessively, in accordance with field conditions found that there are obstacles to children's social interaction skills which are revealed through the duration of gadget use in children. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The research process is carried out through the preparation stage, implementation stage and reporting stage. The results of the study showed that some of the duration of children's gadget use is still more than 2 hours a day. The ability of children to socialize with peers and adults is divided into 4 categories, namely, the categories "very high", "high", "sufficient" and "low". Meaning that the category "very high & high" has good socialization skills while the category "sufficient & low" has poor socialization skills. In addition, the study also showed negative behavioral changes due to the duration of excessive gadget use in children such as lack of empathy, having an individualistic nature and behaving aggressively when gadget use is limited. Research recommendations for parents include regulating and supervising gadget usage time and increasing children's involvement in social activities, for teachers, supporting the development of learning methods that emphasize direct communication and interaction, while the government can educate on the importance of balance between technology use and children's social development
PENGARUH STRETCHING STATIC TERHADAP PENINGKATAN FLEXIBILITY OTOT PADA ATLET TAEKWONDO
This study examines the impact of static stretching on flexibility improvement in Taekwondo athletes. Specifically, the purpose of the research is to observe the effects of implementing this method over 14 sessions (conducted three times per week). The research method used is an experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study was selected using purposive sampling, consisting of 12 athletes. To measure flexibility, the study employed the Maximal Hip Flexion Activation Knee Extension (MHFAKE) test. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon test. The results show that static stretching significantly improves flexibility, with the average score increasing from 35.83 to 21.66 (50.00%). The Wilcoxon test indicated a p-value of 0.002 < 0.05, meaning the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and there is a significant effect. In conclusion, static stretching has a significant impact on the improvement of flexibility in Taekwondo athletes' muscles. It means that the static stretching method can be used to improve hamstring muscle flexibility in taekwondo athletes.
Keywords : Static Stretching, Muscle Flexibility, Taekwond
PENGARUH PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap penguasaan konsep siswa pada materi sistem ekskresi. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pre-test post-test control group, melibatkan siswa kelas XI di salah satu sekolah yang berada di Kota Bandung. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Jigsaw, sementara kelas kontrol menggunakan pembelajaran praktikum secara berkelompok. Penguasaan konsep diukur menggunakan tes pilihan ganda yang mencakup tingkat kognitif C2 hingga C5 sesuai Taksonomi Bloom revisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol, terutama pada level kognitif C2 dan C4. Selain itu, model Jigsaw juga memperoleh tanggapan positif dari siswa, yang terlihat dari angket respons dengan skor rata-rata yang tinggi. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa pada materi yang kompleks seperti sistem ekskresi, serta mampu membangun interaksi belajar yang lebih baik di antara siswa.
Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, Jigsaw, penguasaan konsep, sistem ekskresi, pendidikan biologi.
This study aims to determine the effect of the Jigsaw cooperative learning method on students' concept mastery in the excretory system material. The method used was a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group, involving grade XI students from a high school in Bandung. The experimental class applied the Jigsaw learning method, while the control class used group practicum learning. Concept mastery was measured using multiple-choice tests encompassing cognitive levels C2 to C5 according to Bloom's revised taxonomy. The study results showed a significant improvement in concept mastery in the experimental class compared to the control class, particularly at cognitive levels C2 and C4. Additionally, the Jigsaw method received positive feedback from students, as indicated by high average scores on the response questionnaires. Thus, the Jigsaw cooperative learning method is effective in enhancing students' concept mastery in complex materials such as the excretory system and fostering better learning interaction among students.
Keywords: Cooperative learning, Jigsaw, concept mastery, excretory system, biology education
PENYELESAIAN DYNAMIC TRAVELING SALESMAN PROBLEM (DTSP) MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY OPTIMIZATION: Studi Kasus Pengiriman Roti oleh Pabrik Roti di Kabupaten Cianjur
Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain, penting untuk mempertimbangkan waktu dan biaya agar dapat menemukan rute terpendek yang paling efisien. Permasalahan rute terpendek (shortest path problem) merupakan suatu permasalahan optimasi pencarian rute minimum yang diperlukan untuk mencapai tempat tujuan berdasarkan beberapa jalur yang tersedia. Dynamic Traveling Salesman Problem (DTSP) merupakan varian dari Traveling Salesman Problem (TSP) yang memperhitungkan perubahan dalam himpunan simpul yang harus dikunjungi seiring waktu, seperti pembatalan atau penambahan simpul kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model DTSP dan mengimplementasikan Algoritma Ant Colony Optimization (ACO) untuk menentukan rute pengiriman roti yang optimal meskipun terjadi perubahan simpul penjemputan oleh suatu pabrik roti di Kabupaten Cianjur. Metodologi yang digunakan melibatkan simulasi dan analisis terhadap rute pengiriman berdasarkan data dinamis yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 simpul representatif yang diteliti, didapat rute optimal pengiriman roti dari pabrik ke 13 simpul dengan total jarak 13.110 meter. Perubahan berupa penghapusan simpul tidak memberikan pengaruh terhadap perubahan total jarak yang telah didapat. Sebaliknya, perubahan berupa penambahan simpul akan mempengaruhi total jarak yang semula 13.110 meter menjadi 13.380 meter dan 13.770 meter untuk 2 simpul berbeda yang ditambah. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi pengiriman roti tetapi juga dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan solusi untuk masalah optimasi rute yang dinamis, serta memperkaya literatur tentang DTSP dan algoritma optimasi.
In everyday life, when we move from one place to another, it is important to consider time and cost in order to find the most efficient shortest route. The shortest path problem is an optimization problem of finding the minimum route required to reach a destination based on several available paths. Dynamic Traveling Salesman Problem (DTSP) is a variant of the Traveling Salesman Problem (TSP) that takes into account changes in the set of nodes that must be visited over time, such as the cancellation or addition of visit points. This research aims to develop a DTSP model and implement the Ant Colony Optimization (ACO) algorithm to determine the optimal bread delivery route despite changes in pick-up nodes by a bakery in Cianjur Regency. The methodology used involves simulation and analysis of delivery routes based on existing dynamic data. The results showed that from the 13 representative nodes studied, an optimal bread delivery route was obtained from the factory to 13 nodes with a total distance of 13.110 meters. Changes in the form of node deletion have no effect on changes in the total distance that has been obtained. Conversely, changes in the form of adding nodes will affect the total distance from 13.110 meters to 13.380 meters and 13.770 meters for the two different nodes added. Thus, this research not only provides a practical solution for bread delivery but can also contribute significantly to the development of solutions for dynamic route optimization problems, as well as enrich the literature on DTSP and optimization algorithms
PENGARUH PENAMBAHAN Fe3O4 TERHADAP KINERJA MEMBRAN NANOFILTRASI POLIVINILIDIN FLUORIDA UNTUK PEMISAHAN ION GARAM
Teknologi membran nanofiltrasi sebagai proses pre-treatment desalinasi menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih melaui desalinasi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, uji kinerja, dan kondisi optimum sintesis membran nanokomposit PVDF/MWCNT/Fe3O4. Membran disintesis melalui metode inversi fasa dengan komposisi PVDF (18%), MWCNT (0.001%), Fe3O4 NPs (0.001-0.005%). Karakteristik membran nanokomposit PVDF/MWCNT/Fe3O4 dianalisis menggunakan teknik dan instrumentasi antara lain, FTIR, XRD, SEM-EDX, sifat mekanik, hidrofilisitas, porositas, dan point zero of charge (PZC). Selain itu, kinerja membran diuji dengan sistem filtrasi dead-end (DE) dan cross-flow (CF) melalui permeabilitas, permselektivitas, MWCO, dan antifouling. Keberhasilan sintesis membran ditunjukkan dengan adanya interaksi khas pada spektrum FTIR 532 cm-1 (Fe-O) dan difraktogram XRD pada puncak 2θ 20.16o [110], 26.39o [002], dan 43.02o [400] serta peningkatan %kristalinitas dari 33.10% menjadi 51.71%. Fotograf SEM menunjukkan bahwa penambahan MWCNT dan Fe3O4 NPs menyebabkan perubahan struktur morfologi dan ukuran pori dari 130 nm menjadi 100 nm. Penambahan Fe3O4 NPs juga meningkatkan hidrofilisitas dari 74.58o menjadi 59.60o, porositas dari 49.31% menjadi 70.49%, dan range nilai PZC berkisar antara 6.62-7.51. uji kinerja membran dengan sistem DE dan CF menunjukkan bahwa pnambahan Fe3O4 NPs meningkatkan permeabilitas air menjadi 35,16 dan 28,80 L/m²·h·bar, selektivitas ion garam NaCl (65,62% dan 79,86%), CaCl₂ (70,03% dan 73,69%), dan FeCl₃ (83,06% dan 88,68%) serta meningkatkan flux recovery ratio (FRR) dari 66.25% menjadi 87.46%. Hasil uji MWCO menggunakan zat warna (RB, MO, dan MB) menunjukkan bahwa membran nanokomposit PVDF/MWCNT/Fe3O4 memiliki nilai MWCO sekitar 320 Da yang mengindikasikan membran termasuk dalam kategori tight nanofiltrasi.
Nanofiltration membrane technology as a process pre-treatment desalination is an alternative solution to overcome the problem of clean water availability through water desalination. This research aims to determine the characteristics, performance tests, and optimum conditions for the synthesis of PVDF/MWCNT/Fe3O4 nanocomposite membranes. The membrane was synthesized via the phase inversion method with the composition PVDF (18%), MWCNT (0.001%), Fe3O4 NPs (0.001-0.004%). The characteristics of PVDF/MWCNT/Fe3O4 nanocomposite membranes were analyzed using techniques and instrumentation including, FTIR, XRD, SEM-EDX, mechanical properties, hydrophilicity, porosity, and point zero of charge (PZC). Additionally, the membrane performance was tested with the filtration system dead-end (DE) then cross-flow (CF) through permeability, permselectivity, MWCO, and antifouling. The success of membrane synthesis is demonstrated by the presence of typical interactions FTIR spectrum in the 532 cm-1 (Fe-O) and XRD diffractogram at 2θ peak 20.16o [110], 26.39o [002], and 43.02o [400] as well as an increase in %crystallinity from 33.10% to 51.71%. SEM photography shows that the addition of MWCNT and Fe3O4 NPs caused changes in morphological structure and pore size from 130 nm to 100 nm. The addition of Fe3O4 NPs also increased the hydrophilicity of 74.58o to 59.60o, porosity from 49.31% to 70.49%, and the PZC value range is between 6.62-7.51. Membrane performance tests with DE and CF systems showed that the addition of Fe3O4 NPs increased water permeability to 35.16 and 28.80 L/m²·h·bar, NaCl salt ion selectivity (65.62% and 79.86%), CaCl₂ (70.03% and 73.69%), and FeCl₃ (83.06% and 88.68%) and increasing the flux recovery ratio (FRR) from 66.25% to 87.46%. MWCO test results using dyes (RB, MO, and MB) show that the PVDF/MWCNT/Fe3O4 nanocomposite membrane has an MWCO value of around 320 Da which indicates the membrane is included in the category tight nanofiltration
PEMANFAATAN AUDIO BOOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MUSIK TRADISIONAL TANJI UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR
Pembelajaran musik tradisional di sekolah dasar sering kali menghadapi tantangan, terutama dalam menarik minat
siswa dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital. Musik Tanji, sebagai bagian dari warisan budaya
Sumedang, menghadapi penurunan apresiasi akibat kurangnya pilihan media pembelajaran yang modern dan
interaktif. Metode konvensional yang masih dominan dalam pembelajaran seni budaya kurang efektif dalam
menarik perhatian siswa, sehingga diperlukan inovasi yang dapat meningkatkan keterlibatan mereka. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi audiobook interaktif sebagai alternatif media
pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif dalam mengajarkan musik Tanji kepada siswa sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan action research model Sagor (2009). Data dikumpulkan melalui observasi
kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta angket/kuesioner yang mengukur pemahaman dan minat siswa
terhadap musik tradisional. Audiobook yang dikembangkan menggabungkan narasi interaktif, elemen musik
autentik, dan suara latar guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan menarik bagi siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan audiobook mampu meningkatkan minat dan keterlibatan siswa,
memperkuat pemahaman mereka terhadap konteks budaya musik Tanji, serta memungkinkan pembelajaran yang
lebih inklusif bagi siswa dengan berbagai gaya belajar. Selain itu, audiobook terbukti lebih efektif dibandingkan
metode konvensional dalam menyampaikan materi musik tradisional karena memberikan pengalaman belajar yang
lebih fleksibel dan aksesibel. Penelitian ini berkontribusi pada inovasi pendidikan seni dengan mengintegrasikan
teknologi digital dalam pembelajaran musik tradisional. Temuan ini juga menegaskan bahwa penggunaan
audiobook dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pelestarian budaya lokal, terutama dalam meningkatkan
aksesibilitas dan daya tarik pembelajaran seni di sekolah dasar. Dengan demikian, audiobook tidak hanya
memperkaya pengalaman belajar siswa tetapi juga menjadi solusi konkret dalam memperkenalkan dan
melestarikan musik Tanji kepada generasi muda
PENGARUH LATIHAN INTERVAL RUNNING MENGGUNAKAN TRIANGLE RUN TERHADAP DAYA TAHAN AEROBIK ATLET BULUTANGKIS
ABSTRAK
“Pengaruh Latihan Interval Running Menggunakan Triangle Run Terhadap Daya Tahan Aerobik Atlet Bulutangkis”
Risang Pamugar
2003435
Pembimbing 1 : Prof. Dr. Komarudin, M.Pd.
Pembimbing 2 : Dr. Muhamad Tafaqur, M.Pd.
Kemampuan daya tahan aerobik merupakan salah satu aspek dasar dalam kondisi fisik. Kemampuan daya tahan aerobik sangat berperan penting dalam kesuksesan bagi seorang atlet, terutama pada saat berada didalam pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval running mengggunakan Triangle run terhadap daya tahan aerobik atlet bulutangkis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen, dengan menggunakan latihan triangle run sebanyak tiga kali dalam satu minggu selama 6 minggu. Penelitian ini menggunakan metode one group pretest posttest design. Populasi pada penelitian ini merupakan atlet bulutangkis SMA Kemah Indonesia 2 yang berjumlah 10 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana kriterianya merupakan atlet bulutangkis dan selalu aktif mengikuti latihan maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yaitu laki laki berjumlah 7 orang dan Perempuan 3 orang yang memenuhi kriteria ini. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penlitian ini adalah bleep test. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan triangle run terhadap daya tahan aerobik atlet bulutangkis. Maka kesimpulan dalam penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik dapat menggunakan latihan triangle run.
Kata Kunci: Interval Running, Triangle Run, Daya Tahan Aerobi
POLA AKTIVITAS FISIK DAN PERILAKU SEDENTARI MAHASISWA BERDASARKAN GENDER DAN PHYSICAL SELF-CONCEPT: Analisis Objektif dengan Accelerometer Actigraph
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola aktivitas fisik dan perilaku sedentari mahasiswa berdasarkan gender dan physical self-concept. Partisipan pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Indonesia yang berjumlah 50 orang diantaranya 27 laki-laki dan 23 perempuan. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional study melalui pengumpulan data yang dilakukan selama 7 hari menggunakan Accelerometer Actigraph GT3X. Actigraph GT3X dipasangkan pada pinggang partisipan dan dapat dilepas ketika beraktivitas yang berhubungan dengan air. Hasil analisis menggunakan Uji Mann-Whitney Test menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara aktivitas fisik, dan perilaku sedentari berdasarkan gender dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05. Namun terdapat hubungan positif antara aktivitas fisik dengan Physical Self-Concept, dan hubungan negatif antara perilaku sedentari dengan Physical Self-Concept. Keterbatasan pada penelitian ini adalah partisipan hanya melibatkan pada satu Program Studi saja sehingga data yang didapatkan kurang beragam. Penelitian ini memberikan informasi penting agar mahasiswa dapat meningkatkan gaya hidup yang lebih aktif dibandingkan melakukan perilaku sedentari yang dapat menimbulkan penyakit kronis.
This study aims to analyze the patterns of physical activity and sedentary behavior of students based on gender and physical self-concept. Participants in this study were 50 students of the Sports Science Study Program at the Indonesian Education University, including 27 men and 23 women. This study uses a cross-sectional study method through data collection carried out for 7 days using the Accelerometer Actigraph GT3X. The Actigraph GT3X is worn around the participant's waist and can be removed during water-related activities. The results of the analysis using the Mann-Whitney Test showed that there was no significant difference between physical activity and sedentary behavior based on gender with an Asymp. Sig. (2-tailed) value > 0.05. However, there is a positive relationship between physical activity and Physical Self-Concept, and a negative relationship between sedentary behavior and Physical Self-Concept. The limitation of this study is that the participants were only involved in one study program so that the data obtained was less diverse. This study provides important information so that students can improve their lifestyles to be more active rather than engaging in sedentary behavior that can cause chronic diseases
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS STEM-PJBL DALAM MATERI GELOMBANG BUNYI TERHADAP PENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA
Abstrak
Keterampilan berpikir kritis siswa merupakan modal yang sangat diperlukan siswa untuk mengahadapi tantangan Abad 21. Model PjBL-STEM yang mampu mendorong siswa untuk merancang dan membuat produk sebagai solusi dari masalah, diasumsikan mampu melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh model PjBL-STEM terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental. Desain yang digunakan adalah pretest posttest non equivalent control group design dengan membagi kelompok sampel menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen menerima treatment pembelajaran menggunakan pendekatan STEM PjBL, sedangkan kelompok lainnya menjadi kelompok kontrol, yakni melangsungkan pembelajaran dengan metode ceramah dan demonstrasiyang biasanya dilakukan oleh guru pada sekolah terkait. Sampel penelitian ini berjumlah 46 siswa dari salah satu MA di Kota Cimahi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes essay, lembar judgment. Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis pada masing-masing kelas, ditunjukkan dengan skor N-gain, pada kelas eksperimen sebesar 0,44 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,29. 2) Perbandingan antara peningkatan pada kelas eksperimen yang berada pada kategori sedang dan kelas kontrol pada kategori rendah . Ini menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen peningkatan terjadi lebih signifkan dibandingkan dari kelas kontrol
Abstract
Students' critical thinking skills are essential assets for facing the challenges of the 21st century. The PjBL-STEM model, which encourages students to design and create products as solutions to problems, is assumed to be effective in fostering students' critical thinking skills. This study aims to analyze the effect of the PjBL-STEM model on improving students' critical thinking skills. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental design. The design used was a pretest-posttest non-equivalent control group design, dividing the sample into two groups. The experimental group received instruction using the STEM-PjBL approach, while the control group received conventional instruction using lectures and demonstrations typically applied by teachers at the school. The sample consisted of 46 students from an Islamic Senior High School (Madrasah Aliyah) in Cimahi City. Data were collected through essay tests and judgment sheets. The results of the study are: (1) There was an improvement in critical thinking skills in both classes, as indicated by the N-gain scores — 0.44 for the experimental class and 0.29 for the control class. (2) The improvement in the experimental class fell into the moderate category, while the control class was in the low category. This indicates that the improvement in the experimental class was more significant than that in the control class
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT MENJADI GURU: Mahasiswa Prodi Pendidikan FPEB UPI Angkatan 2021
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri dan lingkungan keluarga terhadap minat mahasiswa menjadi guru pada Program Studi Kependidikan FPEB UPI Angkatan 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 174 mahasiswa prodi pendidikan FPEB UPI Angkatan 2021 yang dipilih menggunakan metode incidental sampling dan dianalisis
menggunakan teknik regresi linier multiple. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa menjadi guru. Hal serupa juga ditemukan pada variabel lingkungan keluarga yang memberikan pengaruh positif terhadap minat menjadi guru. Selain itu, kombinasi antara efikasi diri yang tinggi dan dukungan lingkungan keluarga yang positif memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk minat mahasiswa terhadap profesi guru.
This study aims to analyse the influence of self-efficacy and family environment on students' interest in becoming teachers in the Educational Study Program, FPEB UPI, class of 2021. The research employs a quantitative method with a survey approach. Data were collected using questionnaires distributed to 174 students of the Educational Study Program, FPEB UPI, class of 2021, selected through incidental sampling, and analysed using multiple linear regression techniques. The
findings indicate that self-efficacy has a positive and significant effect on students' interest in becoming teachers. Similarly, the family environment variable also has a positive impact on the interest in pursuing a teaching career. Furthermore, the combination of high self-efficacy and positive family environment support significantly contributes to shaping students' interest in the teaching profession