91757 research outputs found
Sort by
STRUKTUR KALIMAH DINA KARANGAN TÉKS BIANTARA BASA SUNDA SISWA KELAS IX SMPN 2 KATAPANG KABUPATÉN BANDUNG
Kasang tukang dina ieu panalungtikan nyaéta kagiatan nulis raket patalina jeung kagiatan nyarita, upamana waé, biantara. Téks biantara anu disusun ku siswa di sakola ngandung runtuyan kalimah-kalimah. Sangkan téks biantara gampang dipikaharti, kitu deui waktu dipidangkeun dina kagiatan biantara, kalimah-kalimah anu disusun kudu puguh tur bener guluyuranana. Ari sababna, runtuyan kalimah-kalimah dina téks biantara ngabogaan struktur atawa adegan nu tangtu. Ieu panalungtikan miboga udagan pikeun ngadéskripsikeun wangun jeung struktur kalimah dina téks biantara siswa kelas IX SMPN 2 Katapang Kabupatén Bandung. Dina ieu panalungtikan digunakeun pamarekan kualitatif kalawan métode déskriptif. Data dikumpulkeun maké téhnik tés nulis jeung téhnik ulikan pustaka. Hasil tina ieu panalungtikan kapanggih tina 234 kalimah téh aya 56 kalimah salancar basajan jeung 58 kalimah salancar jembar. Salian ti éta, tina 234 kalimah ogé kapanggih 52 kalimah rangkepan ngantét satata jeung 68 kalimah rangkepan ngantét sélér sumélér. Hasil analisis struktur fungsional kalimah kapanggih aya opat pola kalimah salancar basajan. Tina analisis sturuktur kalimah rangkepan kapanggih aya 52 kalimah rangkepan ngantét satata jeung 68 kalimah rangkepan rangkepan sumélér. Struktur fungsional kalimah, boh kalimah salancar boh kalimah rangkepan, masing-masing ngabogaan struktur tagmémik, nyaéta unsur-unsur tagmém minangka korélasi antara fungsi, kategori, jeung peran semantis.
Latar belakang dari penelitian ini adalah kegiatan menulis yang sangat erat kaitannya dengan kegiatan berbicara, misalnya pidato. Teks pidato yang disusun oleh siswa di sekolah mengandung pola kalimat-kalimat. Agar teks pidato bisa mudah untuk dipahami, kalimat-kalimat dalam teks pidato yang disusun harus jelas dan tepat. Oleh karena itu kalimat-kalimat dalam teks pidato mempunyai struktur tertentu yang membangunnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur kalimat dalam teks pidao siswa kelas IX SMPN 2 Katapang Kabupaten Bandung. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes menulis dan teknik kajian pustaka. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu, dari 234 kalimat terdapat 56 kalimat tunggal sederhana dan 58 kalimat tunggal luas. Selain itu, dari 234 kalimat juga terdapat 52 kalimat majemuk setara dan 68 kalimat majemuk bertingkat. Hasil analisis struktur fungsional kalimat terdapat empat pola kalimat tunggal sederhana, dan dari analisis struktur kalimat majemuk terdapat 52 kalimat kalimat majemuk setara dan 68 kalimat majemuk bertingkat. Struktur fungsional kalimat baik itu kalimat tunggal maupun kalimat majemuk, masing-masing mempunyai struktur tagmemik, yaitu unsur-unsur tagmem sebagai sebuat korelasi antara fungsi, kategori, dan peran semantis.
The background of this research is that writing activities are closely related to speaking activities, for example speeches. Speech texts composed by students at school contain sentence patterns. So that the speech text can be easily understood, the sentences in the speech text that are prepared must be clear and precise. Therefore, the sentences in the speech text have a certain structure that builds them. This research aims to describe the form and structure of sentences in the speech texts of class IX students at SMPN 2 Katapang, Bandung Regency. In this research a qualitative approach was used with descriptive methods. Data was collected using writing test techniques and literature review techniques. The results obtained from this research were, of the 234 sentences, there were 56 simple single sentences and 58 broad single sentences. Apart from that, of the 234 sentences there are also 52 equivalent compound sentences and 68 multilevel compound sentences. The results of the analysis of the functional structure of sentences show four simple single sentence patterns, and from the analysis of the structure of compound sentences there are 52 equivalent compound sentences and 68 multilevel compound sentences. The functional structure of sentences, whether single sentences or compound sentences, each has a tagmemic structure, namely tagmem elements as a correlation between function, category and semantic role
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA METODE MENULIS BERANTAI DENGAN GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI DI SEKOLAH DASAR
ABSTRAK
Keterampilan menulis merupakan kemampuan dasar yang penting bagi peserta didik sekolah dasar dalam mengekspresikan gagasan serta membangun kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Salah satu bentuk tulisan yang diajarkan di sekolah dasar adalah teks narasi, yang menuntut pengorganisasian ide, pengembangan alur cerita, dan penggunaan bahasa sesuai kaidah penulisan. Namun, masih banyak peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menulis narasi, terutama dalam hal penyusunan ide, struktur kalimat, penggunaan tanda baca, serta metode pembelajaran yang masih kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat sekaligus membimbing peserta didik dalam menghasilkan tulisan yang sesuai dengan kaidah penulisan. Pengembangan modul pembelajaran berbasis metode Menulis Berantai dengan gambar seri diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis narasi peserta didik dengan cara yang kolaboratif, kreatif, dan terstruktur. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan modul pembelajaran Bahasa Indonesia metode Menulis Berantai dengan gambar seri untuk membantu peserta didik memvisualisasikan ide melalui gambar yang telah valid ditinjau dari dari segi isi, penyajian, kebahasaan dan grafika untuk peserta didik sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan desain ADDIE. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah modul pembelajaran menulis narasi menggunakan metode Menulis Berantai dengan gambar seri yang berfungsi sebagai buku pendamping pembelajaran. Adapun tahapan evaluasi diperoleh hasil berupa respons peserta didik terhadap penggunaan modul pembelajaran dengan persentase sebesar 98% dan persentase respons guru sebesar 97,5% yang mengindikasikan bahwa modul pembelajaran sangat layak dan bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran khususnya materi teks narasi. Berdasarkan hasil uji kelayakan oleh para ahli dan respons pengguna, modul pembelajaran sangat layak dan bisa untuk dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar yang informatif pada kegiatan pembelajaran peserta didik sekolah dasar kelas IV. Diharapkan dengan modul pembelajaran ini, peserta didik dapat menyusun tulisan secara bertahap, kolaboratif, kreatif, serta terlatih juga dalam menerapkan kaidah penulisan yang benar.
Kata kunci: Modul Pembelajaran, Keterampilan Menulis Narasi, Metode Menulis Berantai, Media Gambar Seri.
ABSTRACT
Writing skills are fundamental abilities essential for elementary school students to express their ideas and develop critical and creative thinking skills. One form of writing taught in elementary school is narrative text, which requires the organization of ideas, story development, and the use of language according to writing conventions. However, many students still struggle with writing narratives, particularly in structuring ideas, sentence construction, punctuation usage, and the effectiveness of teaching methods. Therefore, a learning medium is needed to foster interest and guide students in producing well-structured writing that adheres to proper writing conventions. The development of a learning module based on the Estafet Writing method with picture series is expected to enhance students' narrative writing skills in a collaborative, creative, and structured manner. Based on this premise, this study aims to describe the development process of an Indonesian language learning module using the Estafet Writing method with picture series to help students visualize their ideas through images. The module has been validated in terms of content, presentation, language, and graphical aspects for elementary school students. The research method employed is development research using the ADDIE design model. The final product of this research is a narrative writing learning module that utilizes the Estafet Writing method with picture series, serving as a supplementary learning book. The evaluation phase revealed that students' responses to the use of the learning module reached a percentage of 98%, while teachers' responses reached 97.5%, indicating that the module is highly feasible and can be used effectively in teaching narrative text. Based on feasibility tests conducted by experts and user feedback, the learning module is highly appropriate and can be utilized as an informative learning resource for fourth-grade elementary school students. It is hoped that this module will help students compose their writing progressively, collaboratively, and creatively while also training them to apply proper writing conventions.
Keywords: Learning Module, Narrative Writing Skills, Estafet Writing Method, Picture Series Media
ANALISIS IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR: Studi Deskriptif pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Babakancikao Kabupaten Purwakarta Tahun Ajaran 2022/2023
Program projek penguatan profil pelajar pancasila dalam mengembangkan Pendidikan karakter yaitu untuk membentuk pelajar yang memiliki kompetensi dasar dan perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila. Pemerintah merumuskan projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam penerapan kurikulum merdeka, projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek (Project-based learning) dimna dalam pelaksanaannya siswa diharapkan dapat melakukan investigasi, memecahkan masalah,dan mengambil keputusan sehingga dengan proses tersebut diharapkan dapat menumbuhkan karakter siswa yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini merumusan masalah yaitu: 1. Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dilaksanakan sekolah untuk mengembangkan Pendidikan karakter pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Babakancikao 2. Hambatan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam mengembangkan Pendidikan karakter pada siswa kelas IV SDN 2 Babakancikao.3. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam mengembangkan Pendidikan karakter pada siswa kelas IV SDN 2 Babakancikao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hasil penelitian yaitu kebijakan program sekolah untuk mengembangkan Pendidikan karakter merupakan realisasi peraturan kemendikbudristek No. 56 Tahun 2022 tentang pedoman kurikulum. Proses pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di SDN 2 Babakancikao berdasarkan kebijakan tetapi ada beberapa tahapan yang dilewatkan. Kurangnya pemahaman guru terhadap program dan kurangnya pasilitas dari sekolah sehingga dapat memperhambat pelaksanaan program, upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala yaitu guru melakukan diskusi bersama dalam memahami kebijakan.
----
The project program streng thens the Pancasila profile students in developing character education, namely to form students who have basic competencies and behavior that is in accordance with Pancasila values. The government formulated a project to strengthen the Pancasila profile students in implementing the independent curriculum, the project to strengthen the Pancasila profile students uses a project-based learning approach where in its implementation students are expected able to carry out investigations, solve problems and make decisions so that this process is expected to grow creative, critical and responsible student character. This research formulates the problem, namely: 1. implementation of the project to strengthen the profile of Pancasila students carried out by the school to develop character education for class IV students at the Babakancikao 2 State Elementary School. 2. The process implementing the project to strengthen the Pancasila profile students in developing character education for class IV students at SDN 2 Babakancikao 3. Obstacles in implementing the project to strengthen the Pancasila profile students in developing character education for class IV students at SDN 2 Babakancikao. 4. What efforts have been made to overcome obstacles in implementing the project to strengthen the Pancasila profile students in developing character education for class IV students at SDN 2 Babakancikao. This research uses a qualitative approach and descriptive methods. The resultsthe research are that the school program policy to develop character education is the realization Ministry Education and Culture Regulation No. 56 of 2022 concerning curriculum guidelines. The process implementing the project to strengthen the Pancasila profile students at SDN 2 Babakancikao was based on policy but there were several stages that were missed. The teacher's lack understanding the program and lack facilities school can hamper the implementation program. The efforts made to face obstacles include teachers having discussions together to understand the policy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SQ3R BERBANTUAN MEDIA KOMIK WEBTOON TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR: Penelitian Kuasi Eksperimen di Kelas V SDN 9 Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta. Kabupaten Purwakarta
Membaca pemahaman adalah kegiatan yang dilakukan setelah seseorang memiliki pengalaman membaca sebelumnya, dengan tujuan mendapatkan pengetahuan baru dan memahami makna dalam teks. Kegiatan ini memerlukan kemampuan memahami isi bacaan, yang sering dianggap sebagai salah satu aspek pembelajaran paling sulit. Hal ini membuat banyak siswa merasa kesulitan dalam membaca. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman membaca siswa sekolah dasar, yang juga terkait dengan rendahnya motivasi baca mereka. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh penerapan model SQ3R yang didukung media komik Webtoon terhadap kemampuan membaca siswa kelas V serta membandingkan hasilnya dengan model kooperatif. Dengan desain kuasi eksperimen, subjek penelitian terdiri dari 50 siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa model SQ3R berbantuan Webtoon meningkatkan kemampuan membaca siswa sebesar 58,5%, sementara model kooperatif kurang efektif. Peneliti merekomendasikan fokus pada pengembangan indikator pemahaman evaluasi dalam penelitian mendatang.
-----
Reading comprehension is an activity undertaken after someone has prior reading experience, aimed at acquiring new knowledge and understanding the meaning within the text. This activity requires the ability to comprehend the content of the text, which is often considered one of the most challenging aspects of learning. As a result, many students struggle with reading. This research was motivated by the low reading comprehension skills of elementary school students, also linked to their low reading motivation. The study aims to evaluate the impact of implementing the SQ3R model supported by Webtoon comic media on the reading comprehension skills of fifth-grade students and compare the results with cooperative models. Using a quasi-experimental design, the study involved 50 students. The findings show that the SQ3R model with Webtoon support improved students' reading skills by 58.5%, while the cooperative model was less effective. The researchers recommend focusing on developing evaluation comprehension indicators in future studies
PENGASUHAN NENEK DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK
Pengasuhan anak usia dini merupakan aspek penting dalam perkembangan keluarga dan individu. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dan lingkungan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan fisik, mental, dan sosial anak. Namun, di era modern ini, pola pengasuhan mengalami perubahan, salah satunya adalah peran kakek-nenek dalam mengasuh cucu. Fenomena ini sering muncul pada keluarga tiga generasi, di mana tanggung jawab pengasuhan anak sebagian besar diambil alih oleh kakek-nenek, terutama ketika orang tua tidak sepenuhnya hadir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kakek-nenek memaknai peran mereka dalam pengasuhan dan bagaimana hal tersebut berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakek-nenek memaknai peran pengasuhan sebagai amanah besar yang melibatkan tanggung jawab fisik, emosional, dan moral, terutama ketika peran orang tua kandung tidak optimal. Mereka menjalankan pengasuhan dengan kasih sayang, memberikan rasa aman dan stabilitas emosional bagi cucu. Dalam membentuk kemandirian anak, kakek-nenek menerapkan pendekatan berbasis dialog dan konsistensi, menggunakan metode bertahap untuk mengajarkan tanggung jawab, serta menerapkan disiplin secara lembut namun tegas, disertai penjelasan logis. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengasuhan kakek-nenek dalam mendukung tumbuh kembang anak dan memberikan wawasan baru terkait dinamika keluarga lintas generasi.
Early childhood care is an important aspect of family and individual development. Parenting patterns applied by parents and the family environment have a significant influence on children's physical, mental and social development. However, in this modern era, parenting patterns have changed, one of which is the role of grandparents in caring for grandchildren. This phenomenon often appears in three-generation families, where childcare responsibilities are largely taken over by grandparents, especially when parents are not fully present. This study aims to describe in depth how grandparents interpret their role in parenting and how it contributes to the formation of children's independence. This study used a qualitative approach with a phenomenological method, collecting data through in-depth interviews and observations. The results showed that grandparents interpret the role of caregiving as a great mandate involving physical, emotional and moral responsibilities, especially when the role of biological parents is not optimal. They carry out caregiving with love, providing a sense of security and emotional stability for grandchildren. In shaping children's independence, grandparents apply a dialogue-based approach and consistency, use a gradual method to teach responsibility, and apply discipline gently but firmly, with logical explanations. This research highlights the importance of grandparents' care in supporting children's development and provides new insights into cross-generational family dynamics
PENGARUH VARIASI LATIHAN MENGGUNAKAN LADDER DRILL TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN ATLET PENCAK SILAT KATEGORI TANDING
Olahraga beladiri merupakan kegiatan yang memerlukan komponen fisik kelincahan. Begitupun dalam pencak silat, kategori tanding pencak silat merupakan aktivitas intensitas tinggi, yang dituntut untuk melibatkan suatu rangkaian gerak secara cepat, eksplosif yang perlu didukung kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi latihan menggunakan ladder drill terhadap peningkatan kelincahan atlet pencak silat kategori tanding usia pra-remaja. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest Postest Design yang melibatkan 16 atlet Pencak Silat kategori tanding usia pra-remaja. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan perlakuan sebanyak 16 kali pertemuan secara intensif. Instrumen penelitian menggunakan side step test untuk mengukur kemampuan kelincahan atlet sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Setelah data diperoleh, dianalisis menggunakan SPSS versi 24 menggunakan uji paired sample T-test. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukan bahwa nilai Sig.(2tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga terdapat pengaruh variasi latihan menggunakan ladder drill terhadap peningkatkan kelincahan atlet pencak silat kategori tanding usia pra-remaja serta rata-rata peningkatan diperoleh sebesar 20%. Maka dapat disimpulkan bahwa variasi latihan menggunakan ladder drill dapat digunakan untuk meningkatkan kelincahan.
Martial arts sports are activities that require the physical component of agility. Likewise in pencak silat, the pencak silat sparring category is a high-intensity activity, which is required to involve a series of fast, explosive movements that need to be supported by agility. This study aims to determine the effect of training variations using ladder drill on increasing the agility of pre-teen sparring category pencak silat athletes. This research method uses an experimental method with a One Group Pretest Postest desgin research design involving 16 pre-teen Pencak Silat athletes. Sample selection using purposive sampling technique, with treatment as many as 16 times intensive meetings. The research instrument used the side step test to measure the agility ability of athletes before and after treatment. After the data is obtained, it is analyzed using SPSS version 24 using the paired sample T-test. Based on the results of data processing, it shows that the Sig. (2tailed) value is 0.000 <0.05. So that there is an effect of training variations using ladder drills on increasing the agility of pre-teen martial arts athletes and an average increase of 20%. So it can be concluded that variations in training using ladder drills can be used to improve agility
THE RELATIONSHIP BETWEEN WRIST FLEXIBILITY AND ARM MUSCLE STRENGHT WITH THE ACCURACY AND SPEED OF SMASH FOR BADMINTON ATHLETES UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI)
This study aims to analyze the relationship between wrist flexibility and arm muscle strength with smash accuracy and speed in badminton athletes of Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). In this study using descriptive methods with correlational techniques and the sample in this study amounted to 12 UPI Badminton UKM athletes.. Descriptive statistics show the average wrist flexibility of 99.16, arm muscle strength of 5.01, smash accuracy of 4.25, and smash speed of 103.83. The normality test results showed that the data were normally distributed (p> 0.05). Pearson correlation analysis showed a significant positive relationship between wrist flexibility and smash accuracy (r = 0.640, p = 0.025) and smash speed (r = 0.662, p = 0.019). Similarly, arm muscle strength was significantly associated with accuracy (r = 0.587, p = 0.045) and smash speed (r = 0.720, p = 0.008). However, the regression analysis results showed that these two variables together did not have a significant effect on smash accuracy (p = 0.081) but were significant on smash speed (p = 0.030). The results of this study underscore the importance of wrist flexibility and arm muscle strength in supporting smash performance, both in terms of accuracy and speed. Training that focuses on improving flexibility and arm muscle strength is recommended to help athletes improve the quality of their smashes, while still considering aspects of technique and coordination
PENGEMBANGAN E-MODULE MEMBACA KRITIS TEKS BERITA DENGAN PENDEKATAN DEDUKTIF BERORIENTASI LITERASI INFORMASI UNTUK SISWA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-module membaca kritis teks berita dengan menggunakan pendekatan deduktif yang berorientasi pada literasi informasi untuk siswa SMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan literasi informasi siswa, yang disebabkan oleh kurangnya bahan ajar yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE, yang terdiri atas tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. E-module ini dirancang untuk membantu siswa memahami struktur dan isi teks berita secara mendalam dengan mengintegrasikan prinsip literasi informasi, seperti kemampuan mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Selain itu, pendekatan deduktif diterapkan untuk memulai pembelajaran dari konsep umum menuju contoh-contoh spesifik, sehingga siswa dapat mempelajari materi secara sistematis dan terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-module ini valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli pembelajaran, ahli praktisi dan ahli grafika dengan hasil rata-rata skor 84,56% dengan kategori sangat layak. Implementasi di kelas menunjukkan bahwa e-module mampu meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa, yang terlihat dari peningkatan hasil tes sebelum dan sesudah pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, e-module ini memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam meningkatkan literasi informasi dan kemampuan membaca kritis siswa SMA.
This study aims to develop an e-module for critical reading of news texts using a deductive approach oriented to information literacy for high school students. This research is motivated by the lack of student’s information literacy skills, which is caused by the lack of teaching materials integrated with effective learning approaches in improving critical thinking skills. The research and development model used in this study is the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The developed e-module is designed to help students understand the structure and content of news texts in depth by integrating information literacy principles, such as the ability to search, evaluate, and use information effectively. In addition, a deductive approach is applied to start learning from general concepts to specific examples, so that students can learn the material systematically and purposefully. The results showed that this e-module is valid, practical, and effective in learning. Validation was carried out by material experts, learning experts, practitioner experts and graphical experts with an average score of 84.56% with a very feasible category. Implementation in the classroom shows that the e-module can improve students' critical reading skills, which can be seen from the increase in test results before and after learning. Based on the results of the research
ANALISIS KEMAMPUAN BERBAHASA SUNDA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN REBO NYUNDA DI PAUD: Penelitian Studi Kasus di Pos PAUD Tulip Kecamatan Bojong Soang
Penggunaan bahasa Sunda di Pos PAUD Tulip masih menghadapi tantangan, meskipun berada di wilayah yang seharusnya menggunakan bahasa tersebut. Banyak anak mengalami kesulitan memahami bahkan mengenali kosakata dasar dalam bahasa Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berbahasa Sunda anak usia dini melalui kegiatan Rebo Nyunda, mengidentifikasi faktor pendukung, serta mengeksplorasi implementasi kegiatan tersebut dalam pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Sunda anak masih tergolong rendah, sementara faktor pendukung meliputi pemilihan kosakata yang sederhana, metode pembelajaran kreatif, dan keterlibatan guru. Namun, implementasi Rebo Nyunda belum optimal akibat rendahnya konsistensi penggunaan bahasa Sunda, kurangnya respons adaptif guru, serta terbatasnya sarana pendukung. Diperlukan strategi yang lebih efektif, termasuk peningkatan kompetensi guru dan penyediaan media pembelajaran yang lebih variatif untuk memperkuat pembelajaran bahasa Sunda di pendidikan anak usia dini.
------
The use of Sundanese at Tulip PAUD Post still faces challenges, even though it is in an area where this language is supposed to be used. Many children have difficulty understanding and even recognizing basic vocabulary in Sundanese. This research aims to analyze the Sundanese language skills of young children through Rebo Nyunda activities, identify supporting factors, and explore the implementation of these activities in learning. Using a qualitative approach with a case study method, this research collects data through observation, interviews and documentation, which is analyzed using reduction, presentation and conclusion techniques. The research results show that children's Sundanese language skills are still relatively low, while supporting factors include the choice of simple vocabulary, creative learning methods, and teacher involvement. However, the implementation of Rebo Nyunda has not been optimal due to the low consistency in the use of Sundanese, the lack of adaptive responses from teachers, and limited supporting facilities. More effective strategies are needed, including increasing teacher competency and providing more varied learning media to strengthen Sundanese language learning in early childhood education
PENGEMBANGAN WEBSITE PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah inisiatif pembelajaran lintas disiplin yang bertujuan untuk mengamati dan memecahkan masalah di lingkungan sekitar. Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan kokurikuler, belajar dari pengalaman nyata, dan berinteraksi dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lapangan dalam penerapan P5, mendeskripsikan desain pengembangan website untuk proyek tersebut, serta mengevaluasi proses pengembangan website secara keseluruhan. Metode yang digunakan adalah model Desain dan Pengembangan (D&D) dengan langkah-langkah penelitian model Product & Tool Research. Penelitian melibatkan 100 guru, terdiri dari 50 guru penggerak dan 50 guru bukan penggerak, di sekolah terakreditasi A dan B. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam pemahaman dan penerapan P5 antara guru penggerak dan bukan penggerak. Guru penggerak lebih aktif dalam mengintegrasikan P5 ke dalam kurikulum, sementara bukan guru penggerakmenunjukkan keterlibatan siswa yang lebih tinggi. Meskipun banyak sekolah telah menerapkan P5, tantangan seperti pemahaman siswa yang terbatas dan keterbatasan sumber daya masih ada. Peningkatan pelatihan bagi guru sangat penting untuk mendukung implementasi P5. Website P5 berperan penting dalam memfasilitasi akses informasi dan sumber daya, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Validasi dari para ahli menunjukkan bahwa website ini layak digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil analisis koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa variabel-variabel yang dianalisis berpengaruh signifikan terhadap niat perilaku penggunaan teknologi oleh guru.
-----------
The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is a cross-disciplinary learning initiative aimed at observing and solving problems in the surrounding environment. This program provides opportunities for students to engage in co-curricular activities, learn from real experiences, and interact with the community. This research aims to analyze the field conditions in the implementation of P5, describe the design of the website development for the project, and evaluate the overall website development process. The method used is the Design and Development (D&D) model with steps from the Product & Tool Research model. The study involved 100 teachers, consisting of 50 driving teachers and 50 nondriving teachers, in schools accredited A and B. The results show significant differences in understanding and implementing P5 between driving and non-driving teachers. Driving teachers are more active in integrating P5 into the curriculum, while non-driving teachers show higher student engagement.Although many schools have implemented P5, challenges such as limited student understanding and resource constraints still exist. Increasing training for teachers is crucial to support the effective implementation of P5. The P5 website plays an important role in facilitating access to information and resources, although there is still room for improvement. Validation from experts indicates that this website is suitable for use as a learning medium. The analysis of the coefficient of determination (R²) shows that the analyzed variables significantly influence the behavioral intention of technology use by teachers