91757 research outputs found
Sort by
EFEK MEDIASI KEPERCAYAAN PADA PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP NIAT MEMBELI ULANG: Survei Pada Followers Instagram Konsumen Hand and Body Lotion Nivea Di Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran dan efek mediasi kepercayaan pada pengaruh kualitas produk terhadap niat membeli ulang pada followers Instagram konsumen Hand and Body Lotion Nivea di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif dalam pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 responden yang merupakan followers Instagram Hand and Body Lotion Nivea di Indonesia. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas produk, kepercayaan, dan niat membeli ulang dikategori tinggi. Kualitas produk berpengaruh terhadap niat membeli ulang melalui kepercayaan pada followers Instagram Hand and Body Lotion Nivea di Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam pada bidang pemasaran mengenai pentingnya kualitas produk untuk menciptakan kepercayaan konsumen yang positif sehingga dapat meningkatkan niat membeli ulang.
The purpose of this study was to obtain an overview and mediation effect of trust on the influence of product quality on repurchase intention on Instagram followers of Nivea Hand and Body Lotion consumers in Indonesia. This study uses descriptive and verification methods in a quantitative approach. The sample used in this study was 200 respondents who were followers of Nivea Hand and Body Lotion Instagram in Indonesia. The analysis technique used in this study used the Structural Equation Modeling (SEM) method. The results of this study indicate that product quality, trust, and repurchase intention are categorized as tall. Product quality affects repurchase intention through trust in Nivea Hand and Body Lotion Instagram followers in Indonesia. The results of this study are expected to provide deeper insight into the marketing field regarding the importance of product quality to create positive consumer trust so that it can increase repurchase intention
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL MEMBACA KRITIS BERANCANGAN METODE SOAR (SELECT, ORGANIZE, ASSOCIATE, REGULATE) MELALUI TEKS MULTIMODAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Pengembangan bahan ajar ini didasari oleh rendahnya kemampuan membaca kritis siswa yang disebabkan oleh terbatasnya bahan ajar membaca kritis di sekolah. Bahan ajar yang digunakan oleh siswa masih bertumpu pada buku Bahasa Indonesia yang masih konvensional dan tidak mempelajari keterampilan membaca kritis secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar digital membaca kritis berancangan metode SOAR melalui teks multimodal di Sekolah Menengah Pertama. Metode yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini yaitu Research and Development (R&D) dengan desain pengembangan ADDIE yang langkahnya meliputi analisis, rancangan produk, pengembangan produk, pengimplementasian produk, dan evaluasi produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar membaca kritis berancangan metode SOAR melalui teks multimodal dinilai layak dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa. Bahan ajar yang telah dikembangkan dinyatakan layak untuk melatih keterampilan menginterpretasi, menganalisis, menginferensi, mengevaluasi, mengeksplanasi, dan meregulasi isi teks multimodal. Dengan demikian, bahan ajar digital yang telah dikembangkan dapat digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran membaca kritis di Sekolah Menengah Pertama. Bahan ajar digital ini juga dapat memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan khususnya dalam integrasi metode SOAR dan teks multimodal dalam pembelajaran membaca kritis
PENGARUH TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
Mahasiswa sering kali menghadapi tekanan tinggi saat menyelesaikan proses pembelajaran, yang dapat memicu fenomena academic burnout. Salah satu faktor yang diyakini berperan dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah emotional intelligence (EI) atau kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat kecerdasan emosional dan tingkat academic burnout serta
mengetahui pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap tingkat academic burnout pada mahasiswa. Metode penelitian kuantitatif dipilih pada penelitian ini dengan pendekatan analisis statistik deskriptif dan regresi linier sederhana, data dikumpulkan melalui kuesioner Trait Emotional Intelligence Questionnaire–Short Form (TEIQue-SF) dan Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa pada variabel kecerdasan emosional, sebesar 13,91% mahasiswa berada pada kategori rendah, 73,91% pada kategori sedang, dan 12,17% pada kategori tinggi. Sementara itu, pada variabel academic burnout, ditemukan 18,26% mahasiswa berada pada kategori rendah, 61,74% pada kategori sedang, dan 20% pada kategori tinggi. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan academic burnout, dengan persamaan regresi yang diperoleh adalah, yang berarti setiap peningkatan satu satuan kecerdasan emosional akan menurunkan skor academic burnout sebesar 0,689 satuan. Temuan ini memperkuat pentingnya pengembangan aspek emosional dalam pendidikan tinggi sebagai strategi preventif terhadap fenomena academic burnout.
University students often encounter high levels of pressure throughout their academic journey, which can lead to the phenomenon of academic burnout. One factor that is believed to play a significant role in mitigating this negative impact is emotional intelligence (EI). This study aims to examine the profile levels of emotional intelligence and academic burnout among students, as well as to investigate the influence of emotional intelligence on academic burnout. A quantitative researchdesign was employed, utilizing descriptive statistical analysis and simple linear regression. Data were collected using the Trait Emotional Intelligence Questionnaire–Short Form (TEIQue-SF) and the Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS). Descriptive statistical results indicated that, for the emotional intelligence variable, x% of students were categorized as low, 73,91% as moderate, and 12,17% as high. In terms of academic burnout, 18,26% of students were classified as low, 61,74% as moderate, and 20% as high. The results of the simple linear regression analysis revealed a significant negative relationship between emotional intelligence and academic burnout, with the regression equation Ŷ = 84.432 – 0.689X. This suggests that each one-unit increase in emotional intelligence corresponds to a 0.689-unit decrease in academic burnout. The results emphasize the need to integrate emotional competence development into higher education as a proactive approach to mitigating academic burnout
PENELUSURAN KOMPONEN AKTIF Spirulina platensis SEBAGAI KANDIDAT ANTIOKSIDAN SECARA IN SILICO
PENELUSURAN KOMPONEN AKTIF Spirulina Platensis SEBAGAI KANDIDAT ANTIOKSIDAN SECARA IN SILICO
Fitri Novita Nanda
Program Studi Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kampus Daerah di Serang,
Universitas Pendidikan Indonesia
ABSTRAK
Stres oksidatif merupakan pemicu penyakit degeneratif akibat ketidak seimbangan antara radikal bebas dan antioksidan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa bioaktif dari Spirulina platensis dan mengevaluasi potensi antioksidan secara in silico. Screening kandidat senyawa dilakukan melalui analisis GC-MS, identifikasi prediksi aktivitas antioksidan, evaluasi farmakokinetik (5 aturan lipinski), serta analisis interaksi ligan-reseptor (molecular docking). Hasil GC-MS mengidentifikasi 30 senyawa bioaktif dari berbagai golongan, termasuk hidrokarbon, alkohol, fenol, aldehid, dan steroid. Prediksi aktivitas menunjukkan semua senyawa berpotensi sebagai antioksidan dengan ketentuan Pa>0.7 dan Pi>0.3 yang memenuhi 5 aturan lipinski serta kriteria drug-likeness. Senyawa phytol dan ethyl iso-allocholate memiliki energi pengikatan (∆G) masing-masing -5.0 dan -7,3 yang lebih rendah dibanding ligan alami 3-[(1R)-1-(2,6-dichloro-3- fluorophenyl) ethoxy] - 5 - (1-piperidin-4-yl1H-pyrazol-4-yl) pyridin - 2 - amine dengan energi -8.3, sehingga berpotensi sebagai inhibitor radikal bebas. Mikroalga S. platensis mengandung senyawa aktif antioksidan dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai suplement antioksidan. Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut melalui kajian isolasi senyawa aktif dan pengujian in vitro dan in vivo.
Kata Kunci: antioksidan, GC-MS, in silico, molecular docking, Spirulina platensis
EXPLORATION OF ACTIVE COMPOUNDS FROM Spirulina platensis AS ANTIOXIDANT CANDIDATES THROUGH IN SILICO APPROACH.
Fitri Novita Nanda
Marine and Fisheries Education Study Program, Regional Campus in Serang
Indonesian University of Education
ABSTRACT
Oxidative stress is a major trigger of degenerative diseases, caused by an imbalance between free radicals and the body’s antioxidant defenses. This study aims to identify bioactive compounds from Spirulina platensis and evaluate their antioxidant potential through an in silico approach. Candidate screening was conducted using GC-MS analysis, antioxidant activity prediction, pharmacokinetic evaluation (Lipinski’s Rule of Five), and ligand–receptor interaction analysis (molecular docking). GC-MS results identified 30 bioactive compounds belonging to various classes, including hydrocarbons, alcohols, phenols, aldehydes, and steroids. Activity prediction showed that all compounds exhibited antioxidant potential with Pa > 0.7 and Pi > 0.3, meeting both Lipinski’s criteria and drug-likeness requirements. Among them, phytol and ethyl iso-allocholate demonstrated binding energies (∆G) of –5.0 and –7.3 kcal/mol, respectively, which were lower than the natural ligand 3-[(1R)-1-(2,6-dichloro-3-fluorophenyl)ethoxy]-5-(1-piperidin-4-yl-1H-pyrazol-4-yl)pyridin-2-amine with –8.3 kcal/mol, suggesting their potential as free radical inhibitors. The microalga S. platensis thus contains antioxidant-active compounds with promising potential for further development. However, additional evaluations through active compound isolation as well as in vitro and in vivo studies are required.
Keywords: antioxidant, GC-MS, in silico, molecular docking, Spirulina platensi
HUBUNGAN SUN PROTECTION BEHAVIOR DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA SISWA SMPN 1 JATINANGOR
Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi pada remaja dan dapat
memengaruhi kepercayaan diri serta kesehatan kulit. Salah satu faktor eksternal
yang diduga berperan terhadap timbulnya jerawat adalah perilaku perlindungan
terhadap sinar matahari (sun protection behavior), yang mencakup penggunaan
tabir surya, pakaian pelindung, serta kebiasaan menghindari paparan sinar matahari langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sun protection behavior dengan kejadian acne vulgaris pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian
dilaksanakan di SMPN 1 Jatinangor pada tahun 2025 dengan jumlah responden
sebanyak 295 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Sun Protection Behavior Scale (SPBS) dan kuesioner Global Acne Grading Systems (GAGS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki perilaku perlindungan terhadap sinar matahari dalam kategori tinggi dan mengalami jerawat dalam kategori ringan. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai r=−0,065 dan p=0,265, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sun protection behavior dengan kejadian acne vulgaris. Dapat disimpulkan bahwa munculnya jerawat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal, seperti perubahan hormon dan kebersihan wajah, dibandingkan faktor eksternal berupa paparan sinar matahari. Diperlukan edukasi berkelanjutan mengenai perawatan kulit agar kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan kulit dapat meningkat sejak dini.
Acne is a common skin problem among adolescents and can affect both self-
confidence and skin health. One external factor suspected to play a role in acne
development is sun protection behavior, which includes the use of sunscreen,
protective clothing, and habits to avoid direct sun exposure. This study aimed to
examine the relationship between sun protection behavior and the incidence of acne vulgaris among junior high school students in Jatinangor. A quantitative approach with an analytical correlational cross-sectional design was employed. The study was conducted at SMPN 1 Jatinangor in 2025, involving 295 students selected through stratified random sampling. Research instruments included the Sun Protection Behavior Scale (SPBS) questionnaire and the Global Acne Grading System (GAGS) questionnaire. Data were analyzed using Spearman’s correlation test. The results showed that most students had a high level of sun protection behavior and experienced mild acne. Spearman’s test yielded r=–0.065 and p =0.265, indicating no significant relationship between sun protection behavior and the incidence of acne vulgaris. It can be concluded that acne occurrence is more influenced by internal factors, such as hormonal changes and facial hygiene, than by external factors like sun exposure. Continuous education on skin care is necessary to increase adolescents’ awareness of maintaining skin health from an early age
STUDI KORELASI COGNITIVE REAPPRAISAL DAN EXPRESSIVE SUPPRESSION DENGAN SIKAP MORAL ATLET BELADIRI USIA 12 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Cognitive Reappraisal
dan Expressive Suppression dengan sikap moral pada atlet beladiri usia 12 tahun.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Populasi penelitian ini adalah atlet beladiri usia 12 tahun dari berbagai
cabang olahraga beladiri yang berada di Kota Bandung, dengan jumlah sampel
sebanyak 100 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen yang digunakan adalah Emotion Regulation Questionnaire for Children
and Adolescents (ERQ-CA) dan Attitudes to Moral Decision making in Sport
Questionnaires-2 (AMDYSQ-2). Skor rata-rata Cognitive Reappraisal, Expressive
Suppression dan sikap moral berada pada kategori cukup. Dari hasil analisis data
menunjukkan hasil yang kompleks, Cognitive Reappraisal dan Keeping Winning In
Proportion menghasilkan nilai sig. 0,000 < 0,05 dengan nilai r 0,270 artinya
hubungan tersebut rendah. Sedangkan, Expressive Suppression dengan Acceptance
of Cheating menghasilkan nilai sig. 0,001 < 0,05 dengan nilai r 0,322 artinya
hubungan tersebut rendah. Dan Expressive Suppression dengan Acceptance of
Gamesmanship menghasilkan nilai sig. 0,001 < 0,05 dengan nilai r 0,315 artinya
hubungan tersebut rendah. Jadi, penelitian ini menujukan bahwa atlet yang
cenderung menggunakan Cognitive Reappraisal akan menghasilkan perilaku yang
positif sedangkan atlet yang menggunakan Expressive Suppression akan cenderung
berperilaku negatif. :
This study aims to determine the relationship between Cognitive Reappraisal and
Expressive Suppression with moral attitudes in 12-year-old martial arts athletes.
The research method used is quantitative descriptive with a correlational
approach. The research population consists of 12-year-old martial arts athletes
from various martial arts disciplines in Bandung City, with a sample size of 100
participants selected using purposive sampling. The instruments used were the
Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) and
the Attitudes to Moral Decision Making in Sport Questionnaires-2 (AMDYSQ-2).
The average scores for Cognitive Reappraisal, Expressive Suppression, and moral
attitudes were in the moderate category. The results of the data analysis showed
complex findings, with Cognitive Reappraisal and Keeping Winning In Proportion
yielding a sig. 0.000 < 0.05 with a value of r 0.270, meaning the relationship is
low. Meanwhile, Expressive Suppression with Acceptance of Cheating produced a
sig. 0.001 < 0.05 with a value of r 0.322, meaning the relationship is low. And
Expressive Suppression with Acceptance of Gamesmanship produced a sig. of
0.001 < 0.05 with an r value of 0.315, indicating a low correlation. Thus, this study
shows that athletes who tend to use Cognitive Reappraisal will exhibit positive
behavior, while athletes who use Expressive Suppression will tend to exhibit
negative behavior
IMPLEMENTASI CHATBOT BERBASIS DRILL AND PRACTICE DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN ENGLISH SPEAKING PADA ASPEK PRONUNCIATION
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan chatbot berbasis model drill and practice dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris, khususnya pada aspek pronunciation. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan memadukan model Research and Development (ADDIE) dan quasi-experimental design dengan pola pretest–posttest control group. Partisipan penelitian terdiri dari 76 siswa kelas VIII SMPN 5 Kota Cirebon yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan mencakup rubrik penilaian pronunciation berdasarkan Cambridge English Linguaskill Speaking Global Assessment Criteria, lembar observasi, dan kuesioner persepsi siswa. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, Wilcoxon Signed Rank Test, Mann–Whitney U Test, serta perhitungan N-Gain, dilengkapi analisis kualitatif dari observasi dan kuesioner. Temuan mengungkapkan bahwa penggunaan chatbot berbasis latih-dan-praktik memiliki dampak positif terhadap peningkatan keterampilan pelafalan siswa, meskipun peningkatan yang dicapai masih berada dalam kategori rendah, dengan skor N-Gain sebesar 0,25. Chatbot ini terbukti memberikan kesempatan praktik yang lebih luas, fleksibel, dan personal bagi siswa, serta memfasilitasi umpan balik instan yang sulit didapatkan dalam pembelajaran konvensional. Hasil ini menunjukkan bahwa chatbot dapat berfungsi sebagai media tambahan yang efektif dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya untuk melatih pelafalan baik secara mandiri maupun terintegrasi dengan pembelajaran di kelas.
This study aims to implement a drill and practice-based chatbot to improve English speaking skills, particularly in the aspect of pronunciation. The research employed a mixed-methods approach by combining the Research and Development (ADDIE) model with a quasi-experimental design using a pretest–posttest control group pattern. The participants consisted of 76 eighth-grade students from SMPN 5 Cirebon, divided into experimental and control groups. The instruments used included a pronunciation assessment rubric based on the Cambridge English Linguaskill Speaking Global Assessment Criteria, observation sheets, and student perception questionnaires. Data analysis was conducted through normality tests, the Wilcoxon Signed Rank Test, the Mann–Whitney U Test, and N-Gain calculation, complemented by qualitative analysis from observations and questionnaires. The findings revealed that the use of a drill and practice-based chatbot had a positive impact on improving students’ pronunciation skills, although the improvement achieved remained in the low category, with an N-Gain score of 0.25.. The chatbot was proven to provide broader, more flexible, and personalized practice opportunities for students, as well as facilitate instant feedback that is difficult to obtain in conventional learning. These results indicate that chatbots can serve as an effective supplementary medium in English language learning, particularly for practicing pronunciation both independently and in integration with classroom learning
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS E-BOOKLET DAN WEBTOON TERHADAP PENGETAHUAN DALAM PENCEGAHAN KEHAMILAN USIA REMAJA DI SMKS YASPRI WADO
Kehamilan usia remaja merupakan kehamilan pada usia ≤20 tahun dan banyak terjadi akibat rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Remaja perlu memahami kesehatan reproduksi karena kurangnya informasi dapat meningkatkan risiko kehamilan serta dapat menimbulkan dampak medis, psikologis, dan sosial. Pengetahuan menjadi fokus penting karena menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku pencegahan. Media edukasi digital seperti e-booklet dan webtoon digunakan karena menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media e-booklet dan webtoon terhadap pengetahuan siswi SMKS Yaspri Wado dalam pencegahan kehamilan usia remaja. Desain penelitian kuantitatif yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest-posttest dengan 60 responden. Instrumen berupa kuesioner pilihan ganda 20 soal dengan nilai minimal 0 dan maksimal 20 serta data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena distribusi tidak normal. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 13.717 menjadi 18.60 dengan nilai p < 0.001, menandakan adanya pengaruh signifikan intervensi pendidikan kesehatan digital. Kesimpulannya, kombinasi media e-booklet dan webtoon terbukti efektif sebagai media edukasi interaktif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dalam mencegah kehamilan usia remaja.
Adolescent pregnancy refers to pregnancy occurring at ≤ 20 years of age and often results from limited knowledge of reproductive health. Adolescents need adequate understanding because a lack of information increases pregnancy risk and may lead to medical, psychological, and social consequences. Knowledge is a key focus, as it forms the basis for preventive attitudes and behaviors. Digital educational media such as e-booklets and webtoons are used because they are engaging, accessible, and aligned with the characteristics of today’s youth. This study aimed to analyze the effect of health education delivered through e-booklet and webtoon media on the knowledge of female students at SMKS Yaspri Wado regarding the prevention of teenage pregnancy. A quantitative, pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed with 60 respondents. The instrument consisted of a 20-item multiple-choice questionnaire (score range 0–20). Data were analyzed using the Wilcoxon test due to non-normal distribution. The results showed an increase in the mean knowledge score from 13.717 to 18.60, with p < 0.001, indicating a significant effect of the digital education intervention. In conclusion, the combined use of e-booklet and webtoon media proved to be an effective and interactive tool for improving adolescents’ knowledge of reproductive health and preventing teenage pregnancy
RANCANG BANGUN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GAMIFIKASI PADA MODEL PEMBELAJARAN VAK UNTUK MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA
Kemampuan Computational Thinking (CT) merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang menjadi dasar bagi siswa untuk berpikir logis, sistematis, dalam memecahkan masalah. Namun, hasil studi menunjukkan bahwa banyak siswa SMK masih kesulitan dalam mengembangkan kemampuan CT, khususnya pada mata pelajaran Struktur Data yang menuntut analisis dan penalaran algoritmik. Siswa belum terbiasa melakukan dekomposisi masalah, mengenali pola keterhubungan data, melakukan abstraksi, serta menyusun langkah-langkah algoritmik secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Computational Thinking siswa melalui pengembangan multimedia interaktif berbasis gamifikasi yang diintegrasikan dengan model pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic). Media ini dirancang untuk memperkuat proses pembelajaran yang telah dilakukan guru dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, dan adaptif terhadap gaya belajar siswa. Elemen gamifikasi seperti poin, level, dan tantangan digunakan untuk menumbuhkan motivasi, kolaborasi, serta partisipasi aktif siswa dalam memahami konsep Struktur Data. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan desain one-group pretest–posttest, melibatkan 30 siswa kelas XI RPL. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan CT siswa dengan rata-rata nilai meningkat dari 65,86 (pretest) menjadi 82,13 (posttest) dan N-Gain sebesar 0,47 (kategori sedang). Penelitian ini berkontribusi bagi guru dalam mengintegrasikan media pembelajaran yang dirancang sesuai dengan gaya belajar siswa dan dipadukan dengan elemen gamifikasi kedalam proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik, untuk mengoptimalkan efektivitas pembelajaran dan meningkatkan kemampuan Computational Thinking siswa.
Computational Thinking (CT) skills are essential 21st-century skills that serve as a foundation for students to think logically and systematically in problem-solving. However, studies show that many vocational high school students still struggle to develop CT skills, particularly in the subject of Data Structures, which requires analysis and algorithmic reasoning. Students are not yet accustomed to decomposing problems, recognizing patterns in data connections, performing abstraction, and properly formulating algorithmic steps. This study aims to enhance students' Computational Thinking skills through the development of interactive multimedia based on gamification, integrated with the VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) learning model. This media is designed to reinforce the learning process carried out by teachers, providing a more interactive learning experience and adapting to students' diverse learning styles. Gamification elements, such as points, levels, and challenges, are used to foster motivation, collaboration, and active student participation in understanding the concept of Data Structures. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) and a one-group pretest–Posttest design, involving 30 XI RPL students. The results of the study showed an improvement in students' CT skills, with the average score increasing from 65.86 (pretest) to 82.13 (Posttest) and an N-Gain of 0.47 (medium category). This study contributes to teachers in integrating learning media designed according to students' learning styles and combined with gamification elements into the ongoing learning process to optimize learning effectiveness and enhance students' Computational Thinking skills
ANALISIS KINERJA STRUKTUR GEDUNG APARTEMEN PEJATEN PARK RESIDENCE AKIBAT BEBAN GEMPA
Gedung Apartemen Pejaten Park Residence merupakan gedung struktur beton bertulang dan berfungsi sebagai gedung hunian/apartemen bertingkat 23 lantai dengan ketinggiang 71 meter yang berlokasi di DKI Jakarta. Untuk keperluan kenyamanan dan keamanan operasi Gedung Pejaten Park Residence, perlu dilakukan evaluasi analisis kinerja akibat beban gempa. Metode analisis dilakukan dengan analisis metode Respon Spektrum dan metode Time History. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui level kinerja struktur berdasarkan ATC-40 dengan parameter nilai simpangan maksimum yang terjadi pada Gedung Apartemen Pejaten Park Residence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan antar lantai maksimum akibat beban gempa dengan metode Respon Spektrum adalah 36.20 mm untuk arah-x dan 45.02 untuk arah-y. Sedangkan nilai simpangan antar lantai maksimum akibat beban gempa dengan metode Time History adalah 47.526 mm (arah-x) dan 50.232 (arah-y) akibat gempa model Chuetsuoki, 48.334 mm (arah-x) dan 43.808 mm (arah-y) akibat gempa model Coastal, 48.109 mm (arah-x) dan 50.573 mm (arah-y) akibat gempa model Tohoku. Perpindahan maksimum akibat beban gempa response spektrum adalah 121.565 mm untuk arah-x dan 130.051 mm untuk arah-y, sedangkan perpindahan akibat beban gempa Metode Time History adalah 146.079 mm (arah-x) dan 157.538 mm (arah-y) akibat gempa model Chuetsuoki, 148.848 mm (arah-x) dan 125.257 mm (arah-y) akibat gempa model Coastal, 138.262 mm (arah-x) dan 157.619 mm (arah-y) akibat gempa model Tohoku. Maka level kinerja struktur Gedung Apartemen Pejaten Park Residence akibat beban gempa dengan metode Respon Spektrum dan metode Time History berdasarkan ATC-40 masuk pada kategori Immediate Occupancy (IO) ini menunjukkan gedung masih mampu menahan gaya gempa yang terjadi.
The Pejaten Park Residence Apartment Building is a reinforced concrete structure functioning as a residential/apartment building with 23 floors and a height of 71 meters, located in DKI Jakarta. For the purpose of ensuring operational comfort and safety of the Pejaten Park Residence Building, a performance evaluation analysis due to earthquake loads needs to be conducted. The analysis methods used are the Response Spectrum Method and the Time History Method. The objective of this study is to determine the structural performance level based on ATC-40 using the parameter of maximum drift occurring in the Pejaten Park Residence Apartment Building. The results of the study show that the maximum inter-story drift due to earthquake loads using the Response Spectrum method is 36.20 mm in the x-direction and 45.02 mm in the y-direction. Meanwhile, the maximum inter-story drift due to earthquake loads using the Time History method is 47.526 mm (x-direction) and 50.232 mm (y-direction) for the Chuetsuoki earthquake record, 48.334 mm (x-direction) and 43.808 mm (y-direction) for the Coastal earthquake record, and 48.109 mm (x-direction) and 50.573 mm (y-direction) for the Tohoku earthquake record. The maximum displacement due to earthquake loads using the Response Spectrum method is 121.565 mm in the x-direction and 130.051 mm in the y-direction, while the displacement due to earthquake loads using the Time History method is 146.079 mm (x-direction) and 157.538 mm (y-direction) for the Chuetsuoki earthquake, 148.848 mm (x-direction) and 125.257 mm (y-direction) for the Coastal earthquake, and 138.262 mm (x-direction) and 157.619 mm (y-direction) for the Tohoku earthquake. Therefore, the structural performance level of the Pejaten Park Residence Apartment Building due to earthquake loads using the Response Spectrum and Time History methods based on ATC-40 classified under the Immediate Occupancy (IO) category, indicating that the building is still capable of resisting the seismic forces that occur