Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DOUBLE LEG SPEED HOP DAN SINGLE LEG HURDLE HOP TERHADAP KECEPATAN DAN KETEPATAN TENDANGAN SABIT DALAM BELADIRI PENCAK SILAT TANDING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan pliometrik Double Leg Speed Hop, Single Leg Hurdle Hop, dan kombinasi keduanya terhadap kecepatan dan ketepatan tendangan sabit pada pencak silat tanding. Metode yang digunakan adalah eksperimen murni dengan desain pre-test post-test control group pada 15 atlet usia 15–18 tahun yang berlatih selama 4 minggu (12 pertemuan). Kecepatan diukur menggunakan aplikasi Kinovea, sedangkan ketepatan melalui lembar penilaian teknik. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan semua kelompok mengalami peningkatan signifikan pada kecepatan dan ketepatan (p < 0,05). Uji ANOVA memperlihatkan perbedaan signifikan pada kecepatan (p = 0,002), dengan uji lanjut Bonferroni menegaskan bahwa kelompok kombinasi lebih unggul dibandingkan latihan tunggal. Sebaliknya, pada ketepatan tidak ditemukan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,898). Dapat disimpulkan bahwa latihan pliometrik efektif meningkatkan performa tendangan sabit, khususnya kombinasi yang lebih optimal dalam aspek kecepatan, sementara ketepatan lebih dipengaruhi oleh penguasaan teknik dan konsentrasi. This study aims to analyze the effect of plyometric training Double Leg Speed Hop, Single Leg Hurdle Hop, and a combination of both on the speed and accuracy of the crescent kick in pencak silat competition. The method used was a pure experiment with a pre-test post-test control group design on 15 athletes aged 15–18 years who trained for 4 weeks (12 meetings). Speed was measured using the Kinovea application, while accuracy was measured using a technique assessment sheet. The results of the paired sample t-test showed that all groups experienced significant improvements in speed and accuracy (p < 0.05). The ANOVA test showed a significant difference in speed (p = 0.002), with further Bonferroni tests confirming that the combination group was superior to the single training. Conversely, there was no significant difference in accuracy between groups (p = 0.898). It can be concluded that plyometric training is effective in improving crescent kick performance, especially the combination which is more optimal in terms of speed, while accuracy is more influenced by mastery of technique and concentration.

    KAJIAN VISUAL MOTIF BAROQUE PADA KOLEKSI ROSERAIE ÉTERNELLE KARYA AYU DYAH ANDARI PADA EVENT PARIS FASHION AIR SPRING-SUMMER 2024

    Get PDF
    Motif baroque yang muncul pada abad ke-17 di Eropa identik dengan ornamen cartouche dan bentuk vegetal seperti daun akantus. Keduanya merefleksikan estetika baroque yang mewah, dramatis, dan penuh detail. Unsur estetika baroque tidak hanya dihadirkan kembali, tetapi juga dikembangkan melalui sentuhan modern sehingga tampil lebih relevan dan menarik bagi audiens masa kini. Salah satu bentuk adaptasi tersebut tampak dalam koleksi Roseraie Éternelle karya Ayu Dyah Andari. Koleksi ini memadukan tema timeless romance dengan estetika baroque, serta desain modest fashion khas desainer. Penelitian ini bertujuan mengkaji motif baroque dalam koleksi tersebut berdasarkan jenis motif, pola hias, dan teknik embroidery. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, memilih tujuh busana dari koleksi yang ditampilkan pada Paris Fashion Air Spring-Summer 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh busana menampilkan motif khas baroque, yaitu daun akantus dan ornamen cartouche yang disusun dalam pola hias pusat. Motif diwujudkan melalui teknik embroidery berupa aplikasi, suji penuh (sulaman pipih), dan lekapan, dengan dominasi teknik aplikasi. Koleksi ini berhasil menampilkan visual motif baroque yang kuat namun tetap relevan dalam mode modern melalui penataan motif yang proporsional dan detail. Kata Kunci: kajian visual, motif baroque, paris fashion air Baroque motifs that emerged in 17th-century Europe are synonymous with cartouche ornaments and vegetal forms such as acanthus leaves. Both reflect the luxurious, dramatic, and detailed aesthetics of the Baroque period. Baroque aesthetic elements are not only revived, but also developed through modern touches to make them more relevant and appealing to today's audience. One such adaptation can be seen in the Roseraie Éternelle collection by Ayu Dyah Andari. This collection combines the theme of timeless romance with Baroque aesthetics and the designer's signature modest fashion designs. This study aims to examine the Baroque motifs in the collection based on motif type, decorative patterns, and embroidery techniques. The method used is descriptive qualitative with purposive sampling technique, selecting seven outfits from the collection featured at Paris Fashion Air Spring-Summer 2024. The results show that all outfits feature typical baroque motifs, namely acanthus leaves and cartouche ornaments arranged in a central decorative pattern. The motifs were realized through embroidery techniques such as appliqué, full stitch (flat embroidery), and layering, with a predominance of the appliqué technique. This collection successfully presented strong baroque motifs that remained relevant in modern fashion through proportional motif arrangement and detail. Keywords: baroque motifs, paris fashion air, visual analysi

    ANALISIS REDUKSI HARMONISA MENGGUNAKAN FILTER SINGLE TUNED DAN FILTER HIGH PASS PADA GEDUNG FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UPI

    Get PDF
    Kualitas daya listrik yang buruk menjadi tantangan besar dalam sistem distribusi kelistrikan, terutama akibat tingginya distorsi harmonisa yang ditimbulkan oleh penggunaan beban non-linier. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah tingginya nilai Total Harmonic Distortion (THD) pada instalasi listrik Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia, yang melebihi batas standar IEEE 519-2014. Hal ini berpotensi menyebabkan rugi-rugi daya, penurunan efisiensi, hingga kerusakan peralatan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mereduksi harmonisa dengan merancang dan mensimulasikan dua jenis filter pasif, yaitu filter single tuned dan filter high pass. Pengambilan data harmonisa dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan alat ukur HIOKI 3286-20, kemudian dilakukan simulasi perancangan dan analisis menggunakan perangkat lunak ETAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kombinasi filter pasif secara signifikan mampu menurunkan nilai THD arus dan tegangan hingga mendekati standar yang ditentukan. Dengan demikian, penggunaan filter pasif ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas daya dan menjaga keandalan sistem kelistrikan di lingkungan gedung perkuliahan. Poor power quality is a major challenge in electrical distribution systems, especially due to the high harmonic distortion caused by the use of non-linear loads. The main issue in this study is the high Total Harmonic Distortion (THD) value in the electrical installation of the Faculty of Education (FIP) building at the Indonesian University of Education, which exceeds the IEEE 519-2014 standard limit. This has the potential to cause power losses, reduced efficiency, and damage to electrical equipment. This study aims to analyze and reduce harmonics by designing and simulating two types of passive filters, namely single-tuned filters and high-pass filters. Harmonic data was collected directly on-site using the HIOKI 3286-20 measuring instrument, followed by design simulation and analysis using ETAP software. The results of the study indicate that the application of a combination of passive filters significantly reduces the THD values of current and voltage, bringing them close to the specified standards. Thus, the use of these passive filters has proven effective in improving power quality and maintaining the reliability of the electrical system in the university building environment

    ANALISIS BENTUK-BENTUK GANGGUAN EMOSI DASAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PENJAS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk gangguan emosi dasar yang dialami siswa kelas V dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta mengeksplorasi strategi yang digunakan guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi, dengan melibatkan 10 partisipan siswa kelas V yang dilaksanakan di SDN Bendungan II. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, serta dokumentasi. Proses analisis data dibantu oleh perangkat lunak Nvivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gangguan emosi dasar yang muncul meliputi rasa takut, gelisah, dan marah, dengan rasa takut dan gelisah sebagai bentuk yang paling dominan. Gangguan ini cenderung muncul saat siswa menghadapi kesulitan dalam penguasaan keterampilan motorik atau merasa tidak percaya diri di hadapan teman temannya. Faktor-faktor penyebab gangguan emosi tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu: (1) faktor lingkungan seperti tekanan sosial dari teman sebaya dan suasana pembelajaran, (2) faktor pribadi seperti rendahnya kepercayaan diri dan pengalaman negatif sebelumnya, serta (3) faktor pembelajaran yang meliputi kurangnya penyesuaian metode dengan kebutuhan siswa. Strategi guru dalam merespons kondisi ini melibatkan pendekatan komunikasi yang empatik, penggunaan bahasa yang positif dan menenangkan, serta menciptakan suasana yang aman dan bebas dari penilaian negatif. Dalam pembelajaran, guru menerapkan strategi yang bertahap, serta melibatkan dukungan teman sebaya untuk membangun rasa percaya diri siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani tidak hanya bergantung pada aspek fisik dan teknis, tetapi juga pada kemampuan guru dalam mengelola aspek emosional siswa melalui pendekatan yang humanis dan adaptif. This study aims to analyze the forms of basic emotional disorders experienced by grade V students in learning Physical Education, identify the factors behind them, and explore the strategies used by teachers in optimizing learning. This study uses a qualitative method with a phenomenological design, involving 10 participants of grade V students implemented at SDN Bendungan II. Data collection was carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation. The data analysis process was assisted by Nvivo 12 Pro software. The results of the study showed that the forms of basic emotional disorders that emerged included fear, anxiety, and anger, with fear and anxiety as the most dominant forms. These disorders tend to appear when students face difficulties in mastering motor skills or feel insecure in front of their friends. The factors causing emotional disorders are classified into three main categories, namely: (1) environmental factors such as social pressure from peers and learning atmosphere, (2) personal factors such as low self-confidence and previous negative experiences, and (3) learning factors including the lack of adjustment of methods to student needs. Teacher strategies in responding to this condition involve an empathetic communication approach, the use of positive and calming language, and creating a safe atmosphere free from negative judgment. In learning, teachers apply gradual strategies, and involve peer support to build student self-confidence. This study confirms that the success of Physical Education learning does not only depend on physical and technical aspects, but also on the teacher's ability to manage students' emotional aspects through a humanistic and adaptive approach

    PERSEPSI KELANGKAAN SEBAGAI MEDIATOR SIARAN LANGSUNG TIKTOK TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PEELING SERUM ELFORMULA : Survei pada Pengikut TikTok @elformula.id

    Get PDF
    Perkembangan industri kosmetik dalam negeri berkembang begitu pesat hingga saat ini kosmetik seakan menjadi kebutuhan primer bagi wanita maupun pria. Dengan banyaknya industri kosmetik yang beredar pada era digital saat ini, sehingga muncul berbagai inovasi dalam pemasaran, salah satunya adalah pemanfaatan platform media sosial seperti TikTok. Fitur siaran langsung kini menjadi sarana promosi yang interaktif dan efektif bagi berbagai merek, termasuk industri kecantikan. Namun, fenomena penurunan performa penjualan pada akun TikTok Elformula menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan minat dan pembelian konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh siaran langsung TikTok terhadap pembelian impulsif dengan persepsi kelangkaan sebagai variabel mediasi, serta menggambarkan kondisi umum dari ketiga variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan kausalitas. Responden dalam penelitian ini adalah pengikut akun TikTok @elformula.id yang pernah menonton siaran langsung, dengan jumlah 180 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online menggunakan Google Form. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software SmartPLS v.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran variabel siaran langsung, persepsi kelangkaan, dan pembelian impulsif berada pada kategori tinggi. Terdapat pengaruh langsung antara siaran langsung terhadap pembelian impulsif, siaran langsung terhadap persepsi kelangkaan, serta persepsi kelangkaan terhadap pembelian impulsif. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya pengaruh tidak langsung yang signifikan, di mana persepsi kelangkaan memediasi hubungan antara siaran langsung dengan pembelian impulsif. Dengan demikian, strategi pemasaran melalui siaran langsung TikTok berperan penting dalam membangun persepsi kelangkaan sehingga mampu meningkatkan kecenderungan pembelian impulsif konsumen. Oleh karena itu, Elformula perlu mengoptimalkan kualitas siaran langsung dengan menekankan aspek kelangkaan, baik dalam jumlah maupun waktu penawaran, agar dapat memberikan nilai lebih sekaligus mendorong loyalitas serta keputusan pembelian konsumen secara impulsif. The rapid development of the domestic cosmetics industry has positioned cosmetics as a primary need for both women and men. Along with the rise of cosmetic brands in the digital era, various marketing innovations have emerged, one of which is the use of social media platforms such as TikTok. The live streaming feature has become an interactive and effective promotional tool for many brands, including those in the beauty industry. However, the decline in sales performance on Elformula’s TikTok account reflects challenges in maintaining consumer interest and purchase behavior. This study aims to analyze the effect of TikTok live streaming on impulsive buying with perceived scarcity as a mediating variable, as well as to provide an overview of the three variables. A quantitative method with descriptive and causal design was employed. The respondents were 180 followers of the TikTok account @elformula.id who had previously watched live streaming sessions. Data were collected using an online questionnaire distributed via Google Form and analyzed with Structural Equation Modeling (SEM) using SmartPLS v.4. The results show that live streaming, perceived scarcity, and impulsive buying fall into the high category. Direct effects were found between live streaming and impulsive buying, live streaming and perceived scarcity, as well as perceived scarcity and impulsive buying. Furthermore, the study identifies a significant indirect effect, in which perceived scarcity mediates the relationship between live streaming and impulsive buying. These findings suggest that TikTok live streaming plays a crucial role in creating perceived scarcity, thereby encouraging impulsive buying behavior. Hence, Elformula should optimize the quality of its live streaming by emphasizing scarcity aspects, both in quantity and time, to provide added value, strengthen consumer loyalty, and stimulate impulsive purchase decisions

    SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA KUE KU

    Get PDF
    Kue ku adalah kue tradisional hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa, berbentuk seperti cangkang kura-kura dengan bahan dasar tepung beras ketan dan isian kacang hijau. Di beberapa pasar tradisional Indonesia, kue ku masih ada yang menggunakan pewarna sintetis berbahaya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kue ku dengan pewarna alami dari ekstrak sawi hijau dan menganalisis karakteristik sensori produknya. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan pendekatan Quantitative Descriptive Analysis (QDA). Tahap pertama pada eksperimen ini, peneliti menganalisis 10 resep dan memilih satu resep terbaik. Tahap kedua, produk acuan dari toko kue sari – sari yang diberi kode KKTS. Tahap ketiga, starting recipe diuji coba dengan penambahan 3 formulasi ekstrak sawi hijau yaitu KS-1, KS-2 dan KS-3, dan diputuskan bahwa formulasi dengan KS-3 ekstrak sawi hijau digunakan dalam penelitian dengan kode KKSH. Produk tersebut di uji QDA oleh panelis ahli yaitu chef pastry dan executive chef, yang menunjukkan KKSH-1 perlu adanya perbaikan pada warna kulit dan rasa isian. Perbaikan dilakukan dengan mengganti jenis sawi hijau tua dan menambahkan gula, lalu uji tersebut menghasilkan produk KKSH-2. Hasil uji QDA menunjukkan KKSH-2 mendapat penilaian terbaik dari panelis, dengan warna lebih pekat dan rasa lebih manis dibandingkan produk KKSH-1 dan KKTS. Hasil dari uji QDA tersebut disajikan dalam bentuk grafik spider web. Dapat disimpulkan bahwa produk kode KKSH-2 mendapatkan penilaian positif dari ketiga panelis ahli, karena produk tersebut memenuhi karakteristik sensori yang diharapkan dalam penelitian. Ekstrak sawi hijau juga berpotensi menjadi pewarna alami pengganti pewarna sintetis, karena aman sekaligus mampu meningkatkan kualitas sensoris, terutama pada kue tradisional seperti kue ku. Kue ku is a traditional cake resulting from the cultural assimilation of Javanese and Chinese cultures, shaped like a turtle shell with glutinous rice flour as the base and mung bean filling. In several traditional markets in Indonesia, some kue ku still use harmful synthetic dyes. This study aims to develop kue ku using natural coloring from green mustard extract and to analyze the sensory characteristics of the product. The research method used an experiment with a Quantitative Descriptive Analysis (QDA) approach. In the first stage of the experiment, the researchers analyzed 10 recipes and selected the best one. The second stage involved a reference product from the Sari-Sari cake shop coded KKTS. In the third stage, the starting recipe was tested with the addition of three formulations of green mustard extract, namely KS-1, KS-2, and KS-3, and it was decided that the formulation with KS-3 green mustard extract would be used in the study with the code KKSH. The product was tested by expert panelists, including pastry chefs and executive chefs, who indicated that KKSH-1 required improvement in the skin color and filling taste. Improvements were made by replacing the type of dark green mustard and adding sugar, resulting in the KKSH-2 product. The QDA test results showed that KKSH-2 received the best ratings from the panelists, with sharper color and sweeter taste compared to KKSH-1 and KKTS. The QDA results were presented in a spider web graph. It can be concluded that the KKSH-2 product received positive evaluations from all three expert panelists because the product met the expected sensory characteristics in the study. Green mustard extract also has the potential to be a natural dye replacement for synthetic dyes, as it is safe and capable of improving sensory quality, especially in traditional cakes like kue ku

    PENGGUNAAN MEDIA BIG BOOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA DINI

    Get PDF
    ABSTRAK PENGGUNAAN MEDIA BIG BOOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA DINI Eka Tria Nurjanah 2208896 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah kemampuan menyimak anak di kelompok B, yaitu adanya masalah mengenai rendahnya kemampuan anak dalam kemampuan menyimak pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran dengan menerapkan penggunaan media big book untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kelas (PTK) dengan subjek penelitian anak kelompok B TK An-Nurjannah sebanyak 15 anak. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan sebanyak dua siklus, pencapaian belajar anak dari data awal sampai siklus II dikatakan meningkat. Pada hasil Pra Siklus, masih belum terdapat kemampuan menyimak yang baik pada saat kegiatan belajar mengajar di kelas, pada siklus I, sudah menunjukkan adanya perubahan pada anak-anak di kelas, terlihat beberapa anak sudah mampu memiliki sikap fokus akan pembelajaran yang disampaikan oleh guru dan pada siklus II, semua indikator tercapai dan menunjukkan adanya peningkatan yang baik. Pada hasil Pra Siklus tentang aktivitas anak, jumlah anak yang termasuk pada kriteria baik pada siklus I, sebanyak, dan pada siklus II,. Pada hasil penelitian tindakan kelas anak yang mencapai target yang telah ditentukan, kemampuan menyimak anak mengalami peningkatan yang baik. Kata Kunci : Kemampuan Menyimak Anak, Media Big Book, Anak Usia Dini ABSTRACT USING BIG BOOK MEDIA TO IMPROVE EARLY CHILDHOOD'S LISTENING ABILITIES Eka Tria Nurjanah 2208896 This research is motivated by the problem of children's listening skills in group B, namely the problem of low ability of children in listening skills in class learning. This research was conducted in an effort to improve the learning process by implementing the use of big book media to improve children's listening skills. The research method used is the classroom research method (CAR) with 15 children as research subjects in group B of An-Nurjannah Kindergarten. Based on the results of the implementation of the action for two cycles, the learning achievement of children from the initial data to cycle II is said to have increased. In the results of the Pre-Cycle, there is still no good listening ability during teaching and learning activities in class, in cycle I, it has shown changes in children in the class, it can be seen that some children have been able to have a focused attitude towards the learning delivered by the teacher and in cycle II, all indicators are achieved and show a good improvement. In the results of the Pre-Cycle regarding children's activities, the number of children included in the good criteria in cycle I, as many as, and in cycle II,. In the results of the classroom action research of children who achieved the predetermined targets, children's listening skills experienced a good improvemen Keywords: Children's Listening Skills, Big Book Media, Early Childhoo

    ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS MENGGUNAKAN METODE BOWTIE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG X

    Get PDF
    Industri konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, khususnya pada proyek gedung bertingkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kecelakaan kerja pada proyek pembangunan gedung pendidikan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan fokus pada identifikasi faktor risiko dominan dan langkah pengendaliannya. Penelitian ini menggunakan metode survei kuesioner kepada 10 responden yang terlibat langsung dalam proyek dengan pengalaman minimal dua tahun. Analisis dilakukan menggunakan matriks kemungkinan (likelihood) dan keparahan (severity) berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004, serta perhitungan Likelihood Index dan Severity Index untuk menentukan klasifikasi tingkat risiko. Selanjutnya, metode Bowtie digunakan untuk menggambarkan hubungan antara penyebab, kejadian, dan dampak risiko, sekaligus merumuskan pengendalian pencegahan dan mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 45 faktor risiko, dengan empat risiko dominan kategori tinggi: (1) pekerja terjatuh dari ketinggian saat pemasangan scaffolding, (2) pekerja teriris/terpotong akibat penggunaan alat tajam pada pekerjaan pembesian, (3) pekerja terjatuh dari ketinggian saat pengecoran, dan (4) pekerja terjatuh saat pembongkaran bekisting. Analisis Bowtie menunjukkan penyebab utama risiko adalah kondisi kerja tidak aman dan kelalaian pekerja, dengan dampak cedera serius hingga kematian. Upaya pengendalian yang direkomendasikan meliputi penggunaan APD sesuai standar, pemasangan fall arrest system, serta peningkatan pelatihan dan pengawasan K3 secara rutin. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen risiko berbasis Bowtie sebagai strategi untuk meminimalkan kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan dalam proyek konstruksi. The construction industry is one of the sectors with a high risk of occupational accidents, especially in high-rise building projects. This study aims to analyze the risk of occupational accidents in educational building construction projects in Sumedang Regency, West Java, with a focus on identifying the dominant risk factors and control measures. This study used a questionnaire survey method with 10 respondents who were directly involved in the project with at least two years of experience. The analysis was conducted using a likelihood and severity matrix based on the AS/NZS 4360:2004 standard, as well as Likelihood Index and Severity Index calculations to determine the risk level classification. Furthermore, the Bowtie method was used to illustrate the relationship between causes, events, and risk impacts, as well as to formulate prevention and mitigation controls. The results of the study show that there are 45 risk factors, with four dominant high-risk factors: (1) workers falling from heights during scaffolding installation, (2) workers being cut/slashed due to the use of sharp tools in ironwork, (3) workers falling from heights during casting, and (4) workers falling during formwork dismantling. Bowtie analysis shows that the main causes of risk are unsafe working conditions and worker negligence, with the impact of serious injury to death. Recommended control measures include the use of standard PPE, installation of fall arrest systems, and increased training and routine OSH supervision. This study emphasizes the importance of Bowtie-based risk management as a strategy to minimize workplace accidents and improve safety in construction projects

    ANALISIS KEPUTUSAN PENGGUNAAN PINJAMAN DARING APLIKASI KREDIVO (Studi pada Generasi Z dan Milenial Pengguna Aplikasi Kredivo di Jawa Barat)

    Get PDF
    Kemajuan teknologi berperan signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, termasuk di sektor keuangan. Di Indonesia, financial technology telah merevolusi sektor ini dengan menawarkan solusi yang efisien dan praktis. Salah satu bentuk fintech yang populer adalah peer-to-peer lending atau pinjaman daring. Literasi keuangan syariah yang rendah di kalangan Gen Z dan Milenial menyebabkan perilaku konsumtif yang tinggi, sementara pengaruh sosial juga memainkan peran penting dalam keputusan penggunaan pinjaman daring. Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Keputusan Penggunaan Pinjaman Daring Aplikasi Kredivo Studi pada Generasi Z dan Milenial Pengguna Aplikasi Kredivo di Jawa Barat, dengan fokus pada literasi keuangan syariah, perilaku konsumtif, dan pengaruh sosial. Berdasarkan teori Theory of Planned Behavior (TPB) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2). Penelitian ini menggunakan metode uji hipotesis dengan pendekatan kuantitaif dengan penelitian deskriptif kausalitas. Alat analisis yang digunakan adalah Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) Menggunakan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah, perilaku konsumtif, dan pengaruh sosial secara signifikan mempengaruhi keputusan penggunaan pinjaman daring Kredivo. Kemudian, hasil deskriptif menunjukkan tingkat Keputusan penggunaan pinjaman daring kredivo, perilaku konsumtif dan pengaruh social berada pada kategori tinggi sedangkan literasi keuangan syariah berada pada kategori sangat tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan menguji variabel-variabel dari TPB dan UTAUT 2, serta memberikan wawasan praktis bagi masyarakat umum tentang pentingnya literasi keuangan syariah dalam mengelola pinjaman daring. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dan memberikan informasi yang berguna bagi pengambil kebijakan di sektor fintech. Technological advancements have played a significant role in boosting economic growth, including in the financial sector. In Indonesia, financial technology has revolutionized this sector by offering efficient and practical solutions. One popular form of fintech is peer-topeer lending or online lending. The low level of Islamic financial literacy among Generation Z and Millennials has contributed to high consumerist behavior, while social influence also plays a crucial role in the decision to use online lending services. This study aims to analyze the decision to use the Kredivo online lending application among Generation Z and Millennial users in West Java, with a focus on Islamic financial literacy, consumer behavior, and social influence. The research is based on the Theory of Planned Behavior (TPB) and the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT 2). This study employs a hypothesis testing method with a quantitative approach, using descriptive causal research. The analytical tool used is Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the SmartPLS 4 application. The results show that Islamic financial literacy, consumerist behavior, and social influence significantly affect the decision to use the Kredivo online lending service. The findings indicate that the decision to use Kredivo, consumerist behavior, and social influence fall into the high category, while Islamic financial literacy is in the very high category. This research contributes theoretically by testing variables from TPB and UTAUT 2 and offers practical insights for the general public on the importance of Islamic financial literacy in managing online loans. It is expected that the results of this study can serve as a reference for future research and provide useful information for policymakers in the fintech sector

    PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ELEKTRODA SMAW ELEMEN PENGELASAN SMAW DASAR DI SMK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang (1) rata-rata peningkatan hasil belajar siswa pada setiap kelompok interval setelah menggunakan media pembelajaran berbasis flipbook pada materi elektroda SMAW, (2) jumlah siswa yang mampu mencapai skor kriteria ketuntasan minimal sebesar 70, dan (3) kategori respon siswa terhadap penggunaan media tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), sementara untuk mengetahui hasil belajar siswa digunakan Pre-Experimental Design dengan desain One Group Pre-test Post-test Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) rata-rata peningkatan hasil belajar siswa untuk kelompok interval nilai 10 ≤ x < 20 sebesar 55,72 poin, kelompok interval nilai 20 ≤ x < 30 sebesar 48,19 poin, kelompok interval nilai 30 ≤ x < 40 sebesar 44,16 poin, kelompok interval nilai 40 ≤ x < 50 sebesar 39,59 poin, kelompok interval nilai 50 ≤ x < 60 sebesar 38,09 poin, dan kelompok interval nilai 60 ≤ x < 70 sebesar 25,71 poin, (2) jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal sebesar 70 setelah menggunakan media pembelajaran berbasis flipbook adalah sebanyak 32 siswa (91%), dan (3) respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis flipbook secara keseluruhan berada pada kategori sangat positif dengan rata-rata skor 89,3%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis flipbook dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mendapatkan respon yang sangat positif. This study aims to obtain data on (1) the average improvement in student learning outcomes in each interval group after using flipbook-based learning media on SMAW electrode material, (2) the number of students who were able to achieve the minimum mastery criteria score of 70, and (3) the category of student responses to the use of such media. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), while to determine student learning outcomes, a Pre-Experimental Design with One Group Pre-test Post-test Design was employed. The research results show that (1) the average improvement in student learning outcomes for the 10≤x<20 score interval group was 55.72 points, the 20≤x<30 score interval group was 48.19 points, the 30≤x<40 score interval group was 44.16 points, the 40≤x<50 score interval group was 39.59 points, the 50≤x<60 score interval group was 38.09 points, and the 60≤x<70 score interval group was 25.71 points, (2) the number of students who achieved the minimum mastery criteria of 70 after using flipbook-based learning media was 32 students (91%), and (3) student responses to flipbook-based learning media were overall in the very positive category with an average score of 89.3%. Based on these results, it can be concluded that flipbook-based learning media can improve student learning outcomes and receive very positive responses

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇