Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENGARUH STRES KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kinerja pegawai melalui perspektif stress kerja dan kepuasa kerja pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket yang hasilnya diolah menggunakan software SPSS versi 27. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 pegawai. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel stress kerja pada kategori rendah, variabel kepuasan kerja dan kinerja pegawai dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, secara parsial stress kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan kepuasan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai. Namun, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi <0,05, yang berarti stress kerja dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikan sebesar 73,1% terhadap kinerja pegawai di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang”. This study aims to address low employee performance through the perspective of work stress and job satisfaction of employees of the Regional Revenue Agency of Subang Regency. The research method used in this study is a survey method with a descriptive quantitative approach. The data collection tool in this study is a questionnaire whose results are processed using SPSS software version 27. Respondents in this study amounted to 30 employees. The results of the descriptive analysis show that the variable of work stress is in the low category, the variable of job satisfaction and employee performance is in the sufficient category. Based on the results of multiple regression analysis, partially work stress does not have a significant effect on employee performance, while job satisfaction has a significant and positive effect on employee performance. However, the results of the F test show a significance value of <0.05, which means that work stress and job satisfaction simultaneously have a significant effect on employee performance with a significant value of 73.1% on employee performance at the Regional Revenue Agency of Subang Regency

    PENERAPAN LEARNING CYCLE TIPE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: Penelitian Tindakan Kelas pada Kelas X-K SMAN 1 Cisarua

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini dilaterbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi informasi peserta didik dalam pembelajaran sejarah di kelas X-K SMAN 1 Cisarua. Pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan menerapkan strategi Learning Cycle tipe 5E bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi informasi peserta didik melalui tiga siklus dengan total tiga tindakan, menggunakan desain penelitian Kemmis dan McTaggrat yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi peserta didik mengalami peningkatan pada setiap siklus penelitian, yang tampak pada perolehan nilai setiap kelompok berdasarkan empat indikator yang telah ditetapkan, yaitu mengidentifikasi dan mencari kebutuhan informasi, mengolah informasi, menyusun kembali informasi, dan menggunakan informasi dengan efektif. Pada siklus pertama, perolehan skor kemampuan literasi informasi siswa mencapai 46,5% dengan kategori cukup.. Kemudian, pada siklus kedua terdapat peningkatan yang cukup signifikan dibanidngkan dengan siklus sebelumnya, dengan memperoleh skor mencapai 73,3% dengan kategori baik . Kemudian, pada siklus ketiga terdapat peningkatan hingga memperoleh skor mencapai 87,5% dengan kategori sangat baik. Sehingga dari keseluruhan siklus penelitian, peserta didik sudah memiliki kemampuan literasi informasi dengan kategori sangat baik. Meskipun demikian, dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menerapkan Learning Cycle tipe 5E ini, peneliti masih mengalami beberapa kendala yang dihadapi oleh peneliti. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan baik atas kerjasama yang dilakukan antara peneliti dengan mitra-mitra terkait, seperti observer dan guru mitra. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Learning Cycle tipe 5E dapat meningkatkan kemampuan literasi informasi dalam pembelajaran sejarah di kelas X-K SMAN 1 Cisarua. Kata Kunci: Learning Cycle tipe 5E, Literasi Informasi, Pembelajaran Sejarah. ABSTRACT This research is motivated by the low information literacy skills of students in history learning in class X-K SMAN 1 Cisarua. The implementation of history learning by applying the 5E Learning Cycle strategy aims to improve students' information literacy skills through three cycles with a total of three actions, using the Kemmis and McTaggrat research design which includes planning, implementation, observation and reflection. The results of this study indicate that students' information literacy skills have increased in each research cycle, which is seen in the acquisition of each group's score based on four predetermined indicators, namely identifying and searching for information needs, processing information, reorganizing information, and using information effectively. In the first cycle, the acquisition of students' information literacy skills reached 46.5% with a sufficient category. Then, in the second cycle there was a significant increase compared to the previous cycle, with a score reaching 73.3% with a good category. Then, in the third cycle there was an increase to a score reaching 87.5% with a very good category. So from the entire research cycle, students already have information literacy skills with a very good category. However, in implementing the 5E Learning Cycle, the researcher still encountered several obstacles. However, these obstacles were successfully overcome through collaboration between the researcher and relevant partners, such as observers and partner teachers. Therefore, it can be concluded that the implementation of the 5E Learning Cycle can improve information literacy skills in history learning in class X-K SMAN 1 Cisarua. Keywords: Learning Cycle Type 5E, Information Literacy, History Learning

    PENGARUH MINAT DAN SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK BINA WISATA LEMBANG PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI PERKANTORAN

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya hasil belajar siswa kelas XI Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis pada mata pelajaran Teknologi Perkantoran di SMK Bina Wisata Lembang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai minat belajar, sumber belajar, dan hasil belajar siswa, serta menganalisis pengaruh minat belajar dan sumber belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket skala Likert kepada seluruh populasi, yaitu 81 siswa kelas XI. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar dan sumber belajar siswa berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan hasil belajar berada pada kategori tinggi. Terdapat pengaruh positif dan signifikan dari minat belajar dan sumber belajar terhadap hasil belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan minat dan ketersediaan sumber belajar yang memadai berperan penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa. This research is motivated by the suboptimal learning outcomes of 11th-grade students in the Office Management and Business Services Expertise Program in Office Technology at SMK Bina Wisata Lembang. This study aims to obtain an overview of student learning interests, learning resources, and learning outcomes, and to analyze the influence of learning interests and learning resources on learning outcomes. This research used a quantitative approach with an explanatory survey method. Data collection was conducted through the distribution of Likert-scale questionnaires to the entire population, namely 81 11th-grade students. Data analysis was conducted using multiple linear regression to determine the relationships and influences between variables. The results indicate that student learning interests and learning resources are in the very high category, while learning outcomes are in the high category. There is a positive and significant influence of learning interests and learning resources on student learning outcomes, both partially and simultaneously. These findings confirm that increasing learning interest and the availability of adequate learning resources play a crucial role in supporting student learning success

    PELESTARIAN KERUPUK MELARAT SEBAGAI ATRAKSI WISATA GASTRONOMI BERDASARKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA GESIK KECAMATAN TENGAH TANI KABUPATEN CIREBON

    Get PDF
    Desa Gesik merupakan wilayah yang memiliki potensi desa wisata setelah dicanangkan sebagai Kampung Produktif dan dikenal sebagai sentra kawasan home industry yang memproduksi berbagai oleh-oleh khas Cirebon. Salah satunya yang terkenal adalah Kerupuk Melarat. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kekhawatiran akan menurunnya eksistensi kerupuk melarat di era modern. Padahal, makanan khas ini memiliki nilai historis, budaya, dan potensi ekonomi yang tinggi. Seiring berkembangnya tren wisata kuliner, kerupuk melarat dapat dijadikan atraksi gastronomi yang unik, sebagai bentuk upaya pelestarian. Namun, pelestariannya memerlukan keterlibatan aktif dari masyarakat lokal agar tetap lestari dan bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi komponen gastronomi pada kerupuk melarat. (2) mengetahui upaya pelestarian kerupuk melarat sebagai atraksi wisata gastronomi di Desa Gesik Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon. (3) mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengembangan kerupuk melarat di Desa Gesik Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon (4) menganalisis strategi pengembangan pada kerupuk melarat sebagai atraksi wisata gastronomi di Desa Gesik Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, studi literatur, studi dokumentasi, dan kuesioner. Keberhasilan pelestarian kerupuk melarat sebagai bagian dari wisata gastronomi berbasis community based tourism sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pemilik tradisi. Oleh karena itu, dukungan dan kolaborasi lintas stakeholder baik pemerintah, akademisi, pelaku pariwisata, maupun komunitas merupakan hal yang esensial untuk menjamin keberlanjutan nilai budaya dan penguatan identitas lokal dalam sektor pariwisata. Gesik Village is an area with significant potential to become a tourist village, following its designation as a Productive Village (Kampung Produktif) and its reputation as a center for home industries producing various Cirebon specialty souvenirs. One of the most well-known products is kerupuk melarat. The problem that underlies this research is the concern over the declining existence of kerupuk melarat in the modern era. Despite its strong historical, cultural, and economic values, this traditional food is at risk of being forgotten. In line with the growing trend of culinary tourism, kerupuk melarat has the potential to be developed as a unique gastronomic attraction as part of preservation efforts. However, its sustainability requires the active involvement of the local community to ensure it remains viable and economically valuable. The objectives of this study are: (1) to identify the gastronomic components of kerupuk melarat, (2) to explore the preservation efforts of kerupuk melarat as a gastronomic tourism attraction in Gesik Village, Tengah Tani Subdistrict, Cirebon Regency, (3) to examine community participation in the development of kerupuk melarat in the same area, and (4) to analyze development strategies for kerupuk melarat as a gastronomic tourism attraction in Gesik Village, Tengah Tani Subdistrict, Cirebon Regency. This study uses a qualitative method with a descriptive-exploratory approach. Data collection techniques include interviews, observation, literature study, documentation, and questionnaires. The success of kerupuk melarat preservation as part of gastronomic tourism through a community-based tourism approach greatly depends on the active involvement of the local community as the tradition bearers. Therefore, support and collaboration across stakeholders including the government, academics, tourism practitioners, and local communities are essential to ensure the sustainability of cultural values and to strengthen local identity within the tourism sector

    NOVELÉT LAPANG DI PASIR LEUTIK KARYA AGUS SUGIANTO : Ulikan Struktural jeung Ajén Moral Immanuel Kant

    Get PDF
    Karya sastra henteu ngan ukur jadi hiburan hungkul, tapi ogé minangka média pikeun nepikeun ajén atikan jeung moral. Novelét Lapang di Pasir Leutik karya Agus Sugianto ngagambarkeun kahirupan pilemburan anu pinuh ku ajén-ajén sosial anu luyu pikeun barudak jeung masarakat. Ieu panalungtikan téh pikeun maluruh ajén moral anu nyangkaruk dina karya sastra, hususna dina kontéks turunna kasadaran moral masarakat kiwari. Tujuan panalungtikan nyaéta pikeun nganalisis struktur carita dina novelét nu ngawengku téma, fakta carita, jeung sarana sastra, sarta pikeun ngungkab ajén moral ngagunakeun tiori Immanuel Kant, anu ngawengku moral ka Gusti, moral ka lingkungan sosial, jeung moral ka diri sorangan. Métode panalungtikan anu diigunakeun nyaéta deskriptif kualitatif dibarung pamarekan analisis eusi. Sedengkeun data utama dicokot tina novelét éta sorangan. Hasil panalungtikan nuduhkeun yén téma utama nyaéta hirup dina kawatesanan dibarung ku kaihlasan, tanggung jawab, sarta sumanget gotong royong bisa ngalahirkeun karakter nu kuat jeung kabagjaan sajati. Latar carita sanget kénéh ku tradisi gotong royong, jeung toléransi. Ajén moral anu kapanngih ngagambarkeun rasa sukur ka Gusti, rasa hormat ka sasama, sarta tanggung jawab pribadi. Ku kituna novelét ieu henteu ngan saukur hiburan, tapi ogé boga fungsi atikan pikeun ngawangun karakter jeung moralitas pamaca. Fungsi karya sastra bukan hanya untuk hiburan semata saja, melainkan sebagai media untuk menyampaikan nilai pendidikan dan moral. Novelét Lapang di Pasir Leutik karya Agus Sugianto menggambarkan kehidupan di désa yang penuh dengan nilai-nilai sosial yang cocok untuk anak-anak dan masyarakat. Penelitian ini untuk mengetahui nilai moral yang ada dalam karya sastra, khususnya dalam konteks turunya kesadaran moral masyrakat di zaman ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis struktur cerita dalam novelet yang mencakup tema, fakta cerita, dan sarana sastra, serta untuk mengungkap nilai moral menggunakan teori Immanuel Kant, yang mencakup moral terhadap Tuhan, moral terhadap lingkungan sosial, dan moral terhadap diri sendiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Sedangkan data utama diambil dari novelet itu sendiri. Hasil penelitian menunjukan bahwa tema utama yaitu hidup dalam keterbatasan disertai rasa ikhlas, tanggung jawab, serta semangat gotong royong yang melahirkan karakter yang kuat dan kebahagiaan sejati. Latar cerita masih kental dengan tradisi gotong royong, toleransi, serta tanggung jawab pribadi. Oleh karena itu, novelet ini bukan hanya untuk hiburan, tapi mempunyai fungsi pendidikan untuk membangun karakter dan moralitas pembaca. The function of literary works is not merely for entertainment but also as a medium to convey educational and moral values. The novelette A Field in Pasir Leutik by Agus Sugianto depicts village life, rich with social values that are suitable for children and the general public. This study aims to explore the moral values present in this literary work, particularly in the context of the decline of moral awareness in society today. The research objectives are to analyze the story's structure— including its theme, plot elements, and literary devices—and to uncover its moral values using Immanuel Kant’s theory, which encompasses morality toward God, social morality, and morality toward oneself. The research method used is a descriptive qualitative approach with content analysis. The primary data are taken from the novelette itself. The results show that the main theme is living within limitations, accompanied by sincerity, a sense of responsibility, and a spirit of mutual cooperation, which together create strong characters and genuine happiness. The story's setting is rich with traditions of mutual cooperation, tolerance, and personal responsibility. Therefore, this novelette functions not only as entertainment but also as a form of education to build the character and morality of its readers

    KETERAMPILAN GURU DALAM PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA ANAK KELOMPOK B2 DI TK ANGKASA

    Get PDF
    Sikap tanggung jawab anak usia dini penting untuk dikembangkan karena menjadi dasar pembentukan karakter. Namun, di kelompok B2 TK Angkasa, sikap ini masih rendah dan terjadi akibat pembelajaran guru masih bersifat teacher centered. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap tanggung jawab tersebut melalui peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berbasis model Project Based Learning (PjBL) berbasis STEAM. Subjek penelitian adalah 13 anak (5–6 tahun) kelompok B2 TK Angkasa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model John Elliot, dilaksanakan dalam tiga siklus dengan masing-masing dua pertemuan (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi) untuk memastikan konsistensi peningkatan sikap tanggung jawab anak. Instrumen penelitian yang divalidasi oleh ahli sebelum digunakan meliputi instrumen observasi dan studi dokumentasi, dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Sikap tanggung jawab diukur melalui lima indikator dengan kriteria keberhasilan mencapai ≥75% (BSH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berdampak pada peningkatan sikap tanggung jawab anak. Pada pra siklus, capaian sikap tanggung jawab mencapai 43,46% (BB), meningkat pada siklus I pertemuan 1 menjadi 61,15% (MB), menurun pada pertemuan 2 menjadi 60,77% (MB), kemudian meningkat pada siklus II pertemuan 1 menjadi 76,54% (BSH) dan meningkat pada pertemuan 2 menjadi 79,62%, lalu siklus III pertemuan 1 dan 2 capaian konsisten meningkat dari 88,46% hingga 90,38% (BSH). Penelitian dihentikan pada siklus III karena capaian memenuhi kriteria keberhasilan dan menunjukkan peningkatan stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa model PjBL berbasis STEAM efektif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak dan memberikan kontribusi praktis bagi Pendidikan Anak Usia Dini. The attitude of responsibility in early childhood is important to develop because it is the basis for character formation. However, in group B2 of Angkasa Kindergarten, this attitude is still low and occurs due to teacher-centered learning. This study aims to improve the attitude of responsibility by improving teachers' abilities in planning and implementing learning based on the STEAM-based Project Based Learning (PjBL) model. The subjects of the study were 13 children (5–6 years old) in group B2 of Angkasa Kindergarten. This study used the John Elliot Classroom Action Research (CAR) model, implemented in three cycles with two meetings each (planning, implementation, observation, and reflection) to ensure the consistency of improving children's attitudes of responsibility. Research instruments validated by experts before use included observation instruments and documentation studies, with qualitative and quantitative data analysis. The attitude of responsibility was measured through five indicators with success criteria reaching ≥75% (BSH). The results showed that improving teachers' abilities in planning and implementing learning had an impact on improving children's attitudes of responsibility. In the pre-cycle, the achievement of the attitude of responsibility reached 43.46% (BB), increased in cycle I meeting 1 to 61.15% (MB), decreased in meeting 2 to 60.77% (MB), then increased in cycle II meeting 1 to 76.54% (BSH) and increased in meeting 2 to 79.62%, then in cycle III meetings 1 and 2 the achievement consistently increased from 88.46% to 90.38% (BSH). The study was stopped in cycle III because the achievement met the success criteria and showed a stable increase. This study shows that the STEAM-based PjBL model is effective in improving children's attitudes of responsibility and provides practical contributions to Early Childhood Education

    Implementasi YOLOv5m dengan Transfer Learning dan Modifikasi Fine Tuning Berakurasi Tinggi untuk Deteksi Kematangan Fragaria x ananassa Tristar

    Get PDF
    Fragaria x ananassa atau stroberi merupakan komoditas hortikultura dengan potensi ekonomi tinggi. Namun, proses panen membutuhkan ketepatan waktu dan biaya tenaga kerja yang mencapai 73-80% dari total biaya produksi menjadi tantangan utama bagi petani. Kekurangan teknologi dalam proses menentukan kematangan disebabkan kondisi pencahayaan yang bervariasi, serta kurangnya dataset buah publik yang mengakibatkan akurasi rendah, kecepatan lambat. Robot pemanen yang ditunjang dengan kemampuan algortima visi komputer yang ringan, akurat dan efisien dalam menentukan tingkat kematangan stroberi menjadi solusi penting untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan memerlukan algoritma penglihatan mesin yang ringan dan efisien. Modifikasi algoritma visi komputer untuk memprediksi kematangan stroberi selama ini masih memiliki beberapa kekurangan yaitu generalisasi model, deteksi gagal, kesulitan dalam mendeteksi buah yang tersembunyi atau tumpang tindih. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan sistem deteksi kematangan buah stroberi tristar menggunakan teknologi deep learning berbasis model YOLOv5m yang dioptimalkan melalui pendekatan transfer learning dan fine-tuning untuk mengatasi kekurangan algoritma visi komputer pada riset-riset sebelumnya. Model YOLOv5m dimodifikasi menggunakan transfer learning dengan pretrained weights dan dilakukan fine-tuning dalam dua tahap: 50 epochs dengan freeze 10 lapisan pertama, dilanjutkan 200 epochs dengan unfreeze seluruh lapisan. Hasil evaluasi menunjukkan model mencapai precision 94,3%, recall 92,8%, F1-score 93%, dan mean average precision (mAP) 97,5% dengan kecepatan deteksi 75,30 FPS. Sistem aplikasi android berhasil deteksi real-time dengan respons rata-rata 3 detik. Hasil evaluasi dalam penelitian ini melampaui hasil evaluasi riset-riset sebelumnya sehingga dapat dijadikan referensi. Selain itu, Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem pertanian cerdas sehingga berpotensi diintegrasikan dalam robot pemanen otomatis. Fragaria x ananassa or strawberry is a horticultural commodity with high economic potential. However, the harvesting process requires timeliness and labor costs that reach 73-80% of the total production costs are the main challenges for farmers. Lack of technology in the process of determining ripeness is due to varying lighting conditions, as well as the lack of public fruit datasets resulting in low accuracy, slow speed. Harvesting robots supported by lightweight, accurate and efficient computer vision algorithm capabilities in determining strawberry ripeness are an important solution to overcome labor shortages and require lightweight and efficient machine vision algorithms. Modifications to computer vision algorithms to predict strawberry ripeness so far still have several shortcomings, namely model generalization, failed detection, difficulty in detecting hidden or overlapping fruits. Therefore, this study developed a ripeness detection system for tristar strawberries using deep learning technology based on the YOLOv5m model which was optimized through a transfer learning and fine-tuning approach to overcome the shortcomings of computer vision algorithms in previous studies. The YOLOv5m model was modified using transfer learning with pretrained weights and fine-tuning was carried out in two stages: 50 epochs with freezing the first 10 layers, followed by 200 epochs with unfreezing all layers. The evaluation results showed that the model achieved a precision of 94.3%, a recall of 92.8%, an F1-score of 93%, and a mean average precision (mAP) of 97.5% with a detection speed of 75.30 FPS. The android application system successfully detected in real time with an average response of 3 seconds. The evaluation results in this study exceeded the evaluation results of previous studies so that they can be used as a reference. In addition, this study contributes to the development of intelligent agricultural systems so that they have the potential to be integrated into automatic harvesting robots

    MEMBANGUN ECOLOGICAL CITIZENSHIP GENERASI MUDA MELALUI PROGRAM KALI BERSIH DI KOTA BANDUNG : Studi Kasus Di Daerah Aliran Sungai Cikapundung Kota Bandung

    Get PDF
    Globalisasi membawa masalah lingkungan yang semakin kompleks, menuntut tanggung jawab kolektif dari berbagai pihak. Namun, partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, masih tergolong rendah. Fenomena ini, ditambah dengan rendahnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Jawa Barat dan pencemaran parah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung Kota Bandung, menunjukkan urgensi untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan penelitian dengan mengeksplorasi bagaimana Program Kali Bersih (PROKASIH) dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun Kewarganegaraan Ekologis (Ecological Citizenship) di kalangan generasi muda. Kewarganegaraan Ekologis menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan partisipasi aktif warga negara dalam melestarikan lingkungan. Dengan menjadikan DAS Cikapundung sebagai studi kasus, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika interaksi antara generasi muda, program lingkungan, dan pembangunan kesadaran ekologis. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 11 orang, teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan adanya fluktuasi dalam partisipasi aktif generasi muda di Kota Bandung, serta hambatan internal dan eksternal yang berperan sebagai dinamika dalam usaha membangun kewarganegaraan ekologis. Selain itu, kolaborasi lintas sektor dan pendidikan lingkungan memiliki peran penting dalam upaya membangun kewarganegaraan ekologis generasi muda melalui program kali bersih di Kota Bandung. Globalization brings increasingly complex environmental problems, demanding collective responsibility from various parties. However, the active participation of the public, especially the youth, remains low. This phenomenon, coupled with the low Environmental Quality Index (IKLH) in West Java and severe pollution in the Cikapundung River Basin, highlights the urgency of raising awareness and taking concrete action. This study aims to fill a research gap by exploring how the Clean River Program (PROKASIH) can be an effective instrument for building Ecological Citizenship among the youth. Ecological Citizenship emphasizes the importance of moral responsibility and active participation of citizens in environmental preservation. By using the Cikapundung River Basin as a case study, this research seeks to provide an in-depth understanding of the dynamics of interaction between the youth, environmental programs, and the development of ecological awareness. This is a qualitative study with a case study design. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation study. The research subjects consist of 11 people, and the data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate fluctuations in the active participation of young people in Bandung, as well as internal and external obstacles that play a role in the dynamics of efforts to build ecological citizenship. In addition, cross-sector collaboration and environmental education play an important role in efforts to build ecological citizenship among young people through clean river programs in Bandung

    PENGARUH PERCEIVED INTERACTIVITY DAN PERCEIVED RISK DALAM PENGGUNAAN METODE PEMBAYARAN DIGITAL (E-WALLET) TERHADAP IMPULSIVE BUYING WISATA KULINER: Studi pada Generasi Z

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived interactivity dan perceived risk dalam penggunaan metode pembayaran digital (E-Wallet) terhadap impulsive buying pada wisata kuliner, khususnya pada Generasi Z di Jakarta. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu variabel perceived interactivity yang terdiri dari 3 dimensi: responsiveness, personalization dan connedtedness serta variabel perceived risk yang terdiri dari 3 dimensi: security, financial dan privacy. Impulsive Buying sebagai variabel terikat yang terdiri dari 3 dimensi: spontaneous, unplanned, dan lack of self-control. Penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk mengetahui dan memvalidasi kesesuaian hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived interactivity berpengaruh positif signifikan terhadap impulsive buying, yang berarti semakin tinggi interaktivitas yang dirasakan dalam penggunaan E-Wallet, semakin besar pula kecenderungan Generasi Z untuk melakukan pembelian impulsif. Sebaliknya, perceived risk memiliki pengaruh negatif signifikan, di mana semakin tinggi risiko yang dirasakan, semakin rendah kecenderungan impulsive buying. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pelaku industri kuliner dan penyedia layanan E-Wallet dalam merumuskan strategi pemasaran digital yang efektif dengan memperhatikan interaktivitas aplikasi serta meminimalkan risiko yang dirasakan konsumen. This study aims to analyze the influence of perceived interactivity and perceived risk in the use of digital payment methods (E-Wallet) on impulsive buying in culinary tourism, particularly among Generation Z in Jakarta. The research employs two independent variables: perceived interactivity, which consists of three dimensions: responsiveness, personalization, and connectedness and perceived risk, which consists of three dimensions: security, financial, and privacy. Impulsive buying serves as the dependent variable with three dimensions: spontaneous, unplanned, and lack of self-control. The study applies Structural Equation Modeling (SEM) and Confirmatory Factor Analysis (CFA) to examine and validate the proposed hypotheses. The results indicate that perceived interactivity has a significant positive effect on impulsive buying, meaning that the higher the interactivity perceived in the use of E-Wallets, the greater the tendency of Generation Z to engage in impulsive purchases. Conversely, perceived risk has a significant negative effect, implying that the higher the risk perceived, the lower the tendency toward impulsive buying. This research contributes to the culinary industry and E-Wallet service providers by offering insights into formulating effective digital marketing strategies that emphasize application interactivity while minimizing perceived consumer risks

    PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN RQA (READING, QUESTIONING, ANSWERING) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 59 BANDUNG

    Get PDF
    Literasi informasi merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang perlu ditingkatkan melalui strategi pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi Reading Questioning Answering (RQA) terhadap kemampuan literasi informasi peserta didik dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 59 Bandung. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas VIII, yaitu kelas eksperimen (VIII D) yang memperoleh perlakuan strategi RQA dan kelas kontrol (VIII E) yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket literasi informasi yang disusun berdasarkan model Big6. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan literasi informasi sebelum dan sesudah penerapan strategi RQA pada kelas eksperimen, serta terdapat perbedaan signifikan hasil post-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Strategi RQA terbukti efektif dalam meningkatkan literasi informasi siswa dengan mendorong mereka untuk membaca, menyusun pertanyaan, dan menjawab secara reflektif, sehingga pemahaman konseptual dapat berkembang secara mandiri. Temuan ini memperkuat relevansi teori konstruktivisme dalam pembelajaran sosial serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan penguasaan keterampilan abad ke-21. Information literacy is a crucial 21st-century skill that can be enhanced through innovative learning strategies. This study aims to examine the effect of the Reading Questioning Answering (RQA) strategy on students’ information literacy in Social Studies learning at SMP Negeri 59 Bandung. A quasi-experimental approach with a Nonequivalent Control Group Design was applied. The sample consisted of two Grade VIII classes: the experimental class (VIII D), which implemented the RQA strategy, and the control class (VIII E), which used conventional teaching methods. An information literacy questionnaire based on the Big6 model served as the research instrument. The findings revealed a significant difference in information literacy skills before and after the application of RQA in the experimental class, as well as a significant difference between the post-test results of the experimental and control classes. The RQA strategy effectively improved students’ information literacy by engaging them in reading, generating questions, and answering reflectively, which fostered independent conceptual understanding. These results support the constructivist learning theory and align with the Merdeka Curriculum that emphasizes the mastery of 21st-century skills

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇