Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    KREATIVITAS SISWA KELAS III PADA MATERI EKSPLORASI BENTUK SENI GRAFIS TEKNIK CETAK: Deskriptif Kualitatif di Kelas III

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran seni rupa yang hanya berorientasi pada menggambar, dan pembelajaran seni rupa sering mengarah pada teori dibandingkan dengan praktik. Sehingga, perlu adanya kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitas dan memberikan pengalaman dalam membuat karya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kreativitas siswa pada proses pembelajaran eksplorasi bentuk seni grafis teknik cetak, dan mengetahui hasil karya siswa pada materi eksplorasi bentuk seni grafis teknik cetak. Subjek penelitian ini berjumlah 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di SD Negeri Banjaransari I. Data diperoleh melalui observasi yang berupa lembar kreativitas dan lembar penilaian hasil karya, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menunjukkan kreativitas. Indikator kelancaran berpikir seluruh siswa mampu menuangkan ide secara mandiri. Indikator keluwesan terdapat 6 siswa yang tidak membuat bentuk, mereka menggunakan alat daun dan jari atau cap jari, 15 siswa yang membuat bentuk. Indikator orisinilitas terdapat 16 karya yang sesuai dengan tema yang dirancang sebelumnya dan seluruh siswa mampu menujukkan ciri khas. Indikator elaborasi seluruh siswa mampu menambahkan detail dan menambahkan bentuk. Terdapat 7 siswa yang mendapatkan nilai 50-74 dengan kriteria menuju standar, 13 siswa yang mendapatkan nilai 75-95 dengan kriteria memenuhi standar, dan 1 siswa yang mendapatkan nilai 90-100 dengan kriteria melampaui standar. Berdasarkan hasil penelitian, siswa mampu menujukkan kreativitas dengan menghasilkan karya seni yang beragam sesuai dengan imajinasinya. ---------- This research is motivated by the learning process of fine arts which is only oriented towards drawing, and fine arts learning often leads to theory rather than practice. Therefore, there needs to be an opportunity for students to explore creativity and provide experience in creating works. This study aims to determine students' creativity in the learning process of exploring graphic art forms using printing techniques, and to find out the results of students' work on the material of exploring graphic art forms using printing techniques. The subjects of this study were 21 students consisting of 12 female students and 9 male students. This study used a descriptive qualitative research method, which was carried out at Banjaransari I Elementary School. Data were obtained through observations in the form of creativity sheets and work assessment sheets, questionnaires, and documentation. The results of the study showed that most students were able to demonstrate creativity. Indicators of fluency in thinking all students were able to express ideas independently. Indicators of flexibility included 6 students who did not make shapes, they used leaf and finger tools or fingerprints, 15 students who made shapes. Indicators of originality included 16 works that were in accordance with the previously designed theme and all students were able to show distinctive characteristics. The elaboration indicator showed that all students were able to add details and shapes. Seven students scored 50-74, approaching the standard, 13 students scored 75-95, meeting the standard, and one student scored 90-100, exceeding the standard. Based on the research results, students demonstrated creativity by producing diverse artworks based on their imaginatio

    STIMULUS PROPERTI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK TARI PADA SISWA DI SMA NEGERI 15 BANDUNG

    Get PDF
    Kreativitas merupakan salah satu elemen penting dalam dunia seni, khususnya dalam tari. Dalam proses belajar tari, selain menguasai teknik dasar dan pola gerak, pengembangan kreativitas menjadi kunci untuk menciptakan gerakan yang ekspresif dan inovatif. Hadirnya kegiatan ekstrakurikuler dapat memfasilitasi bakat, minat, dan kreativitas siswa yang berbeda-beda. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk merangsang kreativitas siswa adalah melalui pemberian stimulus properti dalam latihan tari. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan desain one group pretest-posttest design dan metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi peneitian di SMA Negeri 15 Bandung dan sample penelitian yaitu siswa ekstrakulikuler tari SMA Negeri 15 Bandung yang berjumlah 12 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kreativitas gerak tari pada siswa ekstrakulikuler tari SMA Negeri 15 Bandung sebelum diberikan stimulus properti cenderung kurang luwes dan kurang berani berinovasi, karena siswa masih dalam tahap mengamati dan meniru gerak dasar. Proses pembelajaran seni tari dengan menggunakan properti tari sebagai stimulus pada siswa ekstrakulikuler di SMA Negeri 15 Bandung dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penutup, yang secara sistematis membantu siswa mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya dalam menari. Hasil pembelajaran tari menggunakan stimulus properti terhadap peningkatan kreativitas gerak tari siswa ekstrakulikuler SMA Negeri 15 Bandung didapatkan berdasarkan nilai N-Gain sebesar 0.3 dengan kategori sedang. Kata Kunci: Stimulus, Properti Tari, Kreativitas Creativity is one of the important elements in the world of art, especially in dance. In the process of learning dance, in addition to mastering basic techniques and movement patterns, developing creativity is the key to creating expressive and innovative movements. The presence of extracurricular activities can facilitate different talents, interests, and creativity of students. One approach that can be used to stimulate student creativity is through the provision of property stimuli in dance practice. The research design used in this study was a one group pretest-posttest design and the research method used was an experiment with a quantitative approach. The location of the research was at SMA Negeri 15 Bandung and the research sample was 12 students of SMA Negeri 15 Bandung dance extracurricular. The results of the study showed that the creativity of dance movements in SMA Negeri 15 Bandung dance extracurricular students before being given property stimuli tended to be less flexible and less daring to innovate, because students were still in the stage of observing and imitating basic movements. The process of learning dance art using dance properties as a stimulus for extracurricular students at SMA Negeri 15 Bandung is carried out through several stages, namely preparation, implementation, and closing, which systematically help students develop their imagination and creativity in dancing. The results of learning dance using property stimuli on increasing the creativity of dance movements of extracurricular students at SMA Negeri 15 Bandung were obtained based on the N-Gain value of 0.3 with a moderate category. Keywords: Stimulus, Dance Properties, Creativit

    ANALISIS KINERJA STRUKTUR GEDUNG HOTEL RA SUITES SIMATUPANG AKIBAT BEBAN GEMPA DINAMIS

    Get PDF
    Pembangunan gedung tinggi (high-rise building) di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan padat penduduk, memerlukan perhatian serius terhadap desain struktur tahan gempa mengingat posisi geografis Indonesia yang rawan gempa. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis kinerja struktur Gedung Hotel RA Suites Simatupang, sebuah bangunan 16 lantai di Jakarta, untuk mengevaluasi responsnya terhadap beban gempa dinamis. Analisis dilakukan menggunakan dua metode, yaitu respons spektrum dan riwayat waktu (time history). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai simpangan maksimum antar tingkat dan untuk mengetahui level kinerja struktur berdasarkan ATC – 40. Hasil penelitian menunjukkan nilai simpangan maksimum akibat motode respons spektrum sebesar 69.867 mm untuk arah X dan 69.443 mm untuk arah Ya, sedangkan tanpa dinding geser simpangan maksimumnya meningkat menjadi 80.058 mm untuk arah X dan 111.006 mm untuk arah Y. Sementara itu, metode beban gempa metode time history menghasilkan simpangan antar tingkat maksimum akibat gempa di kota Iwate sebesar 73.85 mm untuk arah X dan 68.34 mm untuk arah Y, gempa di New Zealand 2016 sebesar 73.85 mm untuk arah X dan 68.34 mm untuk arah Y, gempa kota Tohoku sebesar 60.58 mm untuk arah X dan 59.61 mm untuk arahY. Berdasarkan evaluasi kinerja struktur menggunakan pedoman ATC-40, seluruh hasil menunjukkan bahwa Gedung Hotel RA Suites Simatupang berada pada level kinerja Immediate Occupancy (IO), yang mengindikasikan bahwa struktur bangunan memiliki ketahanan yang memadai terhadap gempa, tetap fungsional, dan aman untuk ditempati. The construction of high-rise buildings in Indonesia, particularly in densely populated urban areas, requires serious attention to earthquake-resistant structural design, given the country’s geographical location in an earthquake-prone region. Therefore, this study focuses on the performance analysis of the RA Suites Simatupang Hotel structure, a 16-story building in Jakarta, to evaluate its response to dynamic earthquake loads. The analysis was conducted using two methods: response spectrum and time history. The aim of this study is to determine the maximum interstory drift values and to assess the structural performance level based on ATC-40. The results show that the maximum interstory drift under the response spectrum method is 69.867 mm in the X-direction and 69.443 mm in the Y-direction, while without shear walls, the maximum drift increases to 80.058 mm in the X-direction and 111.006 mm in the Y-direction. Meanwhile, the time history method produces maximum interstory drifts due to the Iwate earthquake of 73.85 mm in the X-direction and 68.34 mm in the Y-direction, the 2016 New Zealand earthquake of 73.85 mm in the X-direction and 68.34 mm in the Y-direction, and the Tohoku earthquake of 60.58 mm in the X-direction and 59.61 mm in the Y-direction. Based on the structural performance evaluation using ATC-40 guidelines, all results indicate that the RA Suites Simatupang Hotel is at the Immediate Occupancy (IO) performance level, suggesting that the building’s structure has adequate earthquake resistance, remains functional, and is safe for occupancy

    IMPLEMENTASI METODE PEMBIASAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN: Studi Kasus di TK Joy Kids National Plus Kota Tasikmalaya

    Get PDF
    Disiplin merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan karakter anak usia dini, karena menjadi dasar bagi pembentukan nilai positif lainnya seperti tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan kepedulian. Namun, pada praktiknya masih banyak anak usia dini yang menunjukkan perilaku kurang disiplin, sehingga diperlukan strategi pendidikan yang tepat untuk menanamkan kebiasaan positif sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode pembiasaan dalam membentuk karakter disiplin pada anak usia 4–5 tahun di TK Joy Kids National Plus Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembiasaan disiplin di TK Joy Kids telah menjadi budaya sekolah sejak awal berdirinya. Pelaksanaannya dilakukan melalui rutinitas harian, instruksi berulang, keteladanan guru, serta pemberian reward dan konsekuensi yang mendidik. Pembiasaan disiplin terbukti berpengaruh positif pada perkembangan karakter anak, terlihat dari perubahan perilaku yang awalnya hanya mengikuti aturan menjadi kesadaran dari diri sendiri. Anak mampu menaati aturan, merapikan barang, serta mengingatkan teman secara mandiri. Faktor pendukung dalam penerapan pembiasaan meliputi konsistensi guru, dukungan yayasan, dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kerja sama sebagian orang tua yang tidak konsisten menerapkan kedisiplinan di rumah. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dengan melibatkan guru, sekolah, dan orang tua, mampu menginternalisasi nilai disiplin pada anak usia dini secara berkelanjutan. Discipline is an important aspect of early childhood character education, as it forms the basis for other positive values such as responsibility, independence, cooperation, and caring. However, in practice, many young children still exhibit undisciplined behavior, making it necessary to apply appropriate educational strategies from an early age. This study aims to describe the implementation of habituation methods in shaping discipline among children aged 4–5 years at Joy Kids National Plus Kindergarten, Tasikmalaya. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that discipline habituation at Joy Kids has been established as part of the school culture since its founding. Implementation is carried out through daily routines, repeated instructions, teacher modeling, and the provision of educational rewards and consequences The habit of discipline has been proven to have a positive effect on children's character development, as seen in behavioral changes from initially just following rules to developing self-awareness. Children are able to follow rules, tidy up belongings, and remind peers independently. Supporting factors include teacher consistency, foundation support, and parental involvement, while inhibiting factors are the lack of cooperation from some parents in applying discipline at home. In conclusion, consistent habituation involving teachers, schools, and parents effectively internalizes discipline values in early childhood in a sustainable manner

    SUBSTITUSI SEMEN DENGAN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG TERHADAP KUAT TEKAN DAN EMISI KARBON BETON

    Get PDF
    Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) merupakan produk sampingan dari pembuatan bijih besi yang dapat dimanfaatkan Kembali. Salah satu pemanfaatan GGBFS dapat menjadi binder yang lebih ramah lingkungan untuk beton dengan menggantikan semen Portland (OPC). Produksi OPC merupakan salah satu penyumbang karbon emisi duni terbesar mencapai 8%. Pada kajian ini, GGBFS digunakan sebagai material pengganti semen karena memilki kandungan CaO dengan jumlah besar. Tujuan penelitian ini adalah. mengetahui kadar optimum persentase substitusi GGBFS terhadap semen ditinjau dari kuat tekan, konsumsi energi, dan emisi karbon yang dihasilkan. Persentase substitusi yang digunakan adalah 20%, 40%, 50%, 60%, 80% terhadap volume absolut semen. Uji kuat tekan dilakukan pada beton dengan umur 7, 14, 28, dan 56 hari. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, Nilai kuat tekan beton pada umur 56 hari mengalami kenaikan pada persentase 20% sebesar 4.85% (34.49 MPa), setelah itu mengalami penurunan pada 40%, 50%, 60% dan 80% secara berurutan sebesar 11.84% (30.80 MPa), 6.87% (28.68 MPa), 0.74% (28.47 MPa), 25.44% (21.23 MPa). Kemudian setelah dilakukan analisis, penurunan emisi yang dihasilkan beton selaras dengan semakin besar persentase substitusi GGBFS terhadap semen. Penurunan jumlah emisi karbon yang dihasilkan oleh substitusi GGBFS 20%, 40%, 50%, 60%, 80% terhadap Beton normal secara berurutan sebesar 17.34%, 34.68%, 43.36%, 52.03%, dan 69.37%. Persentase substitusi yang paling optimal dengan mempertimbangkan kuat tekan beton, jumlah energi serta nilai karbon emisi yang dihasilkan ialah 40%, dengan kuat tekan rata – rata pada hari ke – 56 sebesar 30.803 MPa, serta nilai energi dan emisinya sebesar 1869.64 GJ/m³ dan 308,64 t-CO2/m³, Kata kunci: Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), Less cement concrete, Beton low carbon Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) is a byproduct of iron ore processing that can be reused. One of its applications is as a more environmentally friendly binder in concrete by partially replacing Ordinary Portland Cement (OPC). The production of OPC is one of the largest contributors to global carbon emissions, accounting for up to 8%. In this study, GGBFS is used as a cement substitute due to its high CaO content. The objective of this research is to determine the optimal substitution percentage of GGBFS for cement in terms of compressive strength, energy consumption, and carbon emissions. The substitution percentages used were 20%, 40%, 50%, 60%, and 80% by absolute volume of cement. Tests were conducted on concrete at the ages of 7, 14, 28, and 56 days. Based on the results, the compressive strength at 56 days increased by 4.85% (34.49 MPa) at 20% substitution, but then decreased at 40%, 50%, 60%, and 80% by 11.84% (30.80 MPa), 6.87% (28.68 MPa), 0.74% (28.47 MPa), and 25.44% (21.23 MPa), respectively. Further analysis showed that carbon emissions decreased proportionally with the increasing percentage of GGBFS substitution. The reductions in carbon emissions for 20%, 40%, 50%, 60%, and 80% GGBFS substitution compared to normal concrete were 17.34%, 34.68%, 43.36%, 52.03%, and 69.37%, respectively. The most optimal substitution percentage, considering compressive strength, energy use, and carbon emissions, was found to be 40%, with an average 56-day compressive strength of 30.803 MPa, energy consumption of 1869.64 GJ/m³, and carbon emissions of 308.64 t-CO₂/m³. Keywords : Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), Less Cement Concrete, Low-Carbon Concret

    HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA REMAJA TUNARUNGU DI SLBN CICENDO KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Regulasi emosi dan komunikasi interpersonal merupakan kemampuan yang perlu dimiliki siswa remaja tunarungu. Masalah yang dihadapi tunarungu di usia remaja selain kondisi pendengaran yang terhambat adalah masa transisi menuju dewasa yang terjadi gejolak emosi dan berbagai konflik. Kemampuan regulasi emosi dan komunikasi interpersonal sangat penting dalam menghadapi konflik tersebut, sehingga diperlukan perhatian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan komunikasi interpersonal pada siswa remaja tunarungu di SLBN Cicendo Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian non-parametik dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik korelasional Spearman Rank. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 49 siswa remaja tunarungu yang duduk dijenjang SMP dan SMA di SLBN Cicendo Kota Bandung. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner regulasi emosi dan kuesioner komunikasi interpersonal yang berskala ordinal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rxy = 0,631 dengan nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan ke arah positif antara regulasi emosi dengan komunikasi interpersonal pada siswa remaja tunarungu. Semakin tinggi kemampuan regulasi emosi, maka semakin tinggi kemampuan komunikasi interpersonalnya. Secara keseluruhan, kemampuan regulasi emosi dan komunikasi interpersonal tidak jauh berbeda pada setiap aspek. Pada regulasi emosi, persentase terbesar pada kategori sedang, sedangkan komunikasi interpersonal pada kategori rendah. Hasil penelitian berimplikasi pada pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada keterampilan akademik, tetapi pada keterampilan non-akademik, seperti kemampuan regulasi emosi dan kemampuan komunikasi interpersonal. Emotional regulation and interpersonal communication are skills that deaf adolescents need to have. In addition to hearing impairments, deaf adolescents face emotional turmoil and various conflicts during the transition to adulthood. Emotional regulation and interpersonal communication skills are very important in dealing with these conflicts, so they require attention. The purpose of this study is to investigate the relationship between emotional regulation and interpersonal communication among deaf adolescents at SLBN Cicendo in Bandung City. This is a non-parametric study using a descriptive quantitative research method with Spearman Rank correlation technique. The study subjects consisted of 49 deaf adolescents enrolled in junior high school and senior high school at SLBN Cicendo in Bandung City. The instruments used were an emotional regulation questionnaire and an interpersonal communication questionnaire with an ordinal scale. The results of this study showed rxy = 0.631 with a value of ρ = 0.000 (ρ < 0.05), meaning that there was a significant positive relationship between emotional regulation and interpersonal communication in deaf adolescent students. The higher the emotional regulation ability, the higher the interpersonal communication ability. Overall, emotional regulation ability and interpersonal communication ability are not significantly different across all aspects. In emotional regulation, the largest percentage is in the moderate category, while in interpersonal communication, it is in the low category. The study results imply that education should not only focus on academic skills but also on non-academic skills, such as emotional regulation ability and interpersonal communication ability

    PEMODELAN MUKA AIR TANAH MENGGUNAKAN DATA SUMUR GALI DAN DATA GEOLISTRIK DI WILAYAH PEMUKIMAN LABUAN BAJO

    Get PDF
    Labuan Bajo merupakan kawasan semi-arid yang dapat mengalami periode tanpa hujan selama 7–8 bulan. Permintaan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pengembangan wilayah, sehingga air tanah menjadi alternatif sumber daya air yang potensial. Penelitian ini bertujuan memetakan muka air tanah berdasarkan data sumur gali untuk mengetahui potensi sumber air baru. Data kedalaman muka air tanah dari sumur gali diolah menggunakan interpolasi Kriging dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) guna memperoleh sebaran dan arah aliran muka air tanah. Hasil analisis menunjukkan elevasi muka air tanah berada pada rentang 4,61–94,11 mdpl dengan arah aliran dari tenggara ke barat laut mengikuti topografi. Analisis ini didukung metode geolistrik Vertical Electrical Sounding (VES) konfigurasi Schlumberger untuk memetakan kondisi bawah permukaan. Pemodelan geolistrik mengidentifikasi lima satuan batuan, yaitu top soil, tuf pasiran, batugamping tufan, batugamping konglomerat, dan batugamping. Potensi air tanah tinggi terdapat pada satuan tuf pasiran pada kedalaman 2–6 m dan 12–39 m di bawah permukaan. Uji korelasi Pearson antara elevasi muka air tanah hasil sumur gali dan estimasi geolistrik menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan. Hal ini membuktikan bahwa data sumur gali dapat memetakan kondisi muka air tanah di daerah penelitian dengan validasi dari pengukuran geolistrik Labuan Bajo is a semi-arid region that can experience 7–8 months without rainfall. The demand for clean water continues to increase along with population growth and regional development, making groundwater a potential alternative water resource. This study aims to map the groundwater table based on dug well data to identify potential new water sources. Groundwater table depth data from dug wells were processed using Kriging interpolation in a Geographic Information System (GIS) to obtain the distribution and flow direction of the groundwater table. The results show that the groundwater table elevation ranges from 4.61 to 94.11 meters above sea level, with flow direction from southeast to northwest, following the topography. The analysis was supported by the Vertical Electrical Sounding (VES) geoelectrical method with a Schlumberger configuration to map subsurface conditions. Geoelectrical modeling identified five lithological units: topsoil, sandy tuff, tuffaceous limestone, conglomeratic limestone, and limestone. High groundwater potential is found in the sandy tuff unit at depths of 2–6 m and 12–39 m below the surface. Pearson correlation analysis between groundwater table elevation from dug well data and geoelectrical estimation shows a strong and significant positive relationship. These findings indicate that dug well data can effectively map groundwater table conditions in the study area, supported by validation from geoelectrical measurements

    PENGEMBANGAN ASESMEN KETERAMPILAN CITIZENSHIP BERBASIS STEM PADA MATERI ENERGI ALTERNATIF DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen keterampilan citizenship berbasis STEM pada pembelajaran materi energi alternatif di sekolah dasar. Asesmen kinerja dipilih karena mampu menilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara autentik dalam konteks pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Fokus asesmen ini diarahkan pada pada tiga indikator keterampilan citizenship: (1) Memahami peran dan tanggung jawabsebagai warga masyarakat, (2) Terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah, dan (3) Berinteraksi secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Educational Design Research (EDR) dari McKenney & Reeves, yang meliputi tiga tahapan utama: (1) analisis dan eksplorasi, (2) desain dan konstruksi, serta (3) evaluasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pendahuluan (angket, studi dokumen, dan wawancara), validasi ahli, uji coba lapangan secara terbatas pada peserta didik kelas V di dua sekolah dasar, dan pengamatan yang dilakukan oleh 10 observer yang memiliki karakteristik khusus. Instrumen asesmen dikembangkan dalam bentuk rubrik penilaian kinerja yang mencakup indikator, skala skor, deskripsi kinerja, serta situasi tugas berbasis proyek. Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen asesmen kinerja keterampilan citizenship ini memenuhi kriteria kelayakan dari segi isi, kebahasaan, dan teknis penyusunan. Uji keandalan melalui uji keselarasan (concordance) dengan SPSS versi 26 menghasilkan nilai Asymp. Sig < 0,05, yang berarti terdapat kesepakatan tinggi antar penilai terhadap penggunaan rubrik. Dengan demikian, instrumen ini dinyatakan layak digunakan untuk menilai keterampilan citizenship peserta didik dasar dalam pembelajaran berbasis STEM pada materi energi alternatif. This study aims to develop a STEM-based performance assessment instrument for evaluating citizenship skills in elementary school learning on alternative energy. Performance assessment was chosen because it can authentically measure knowledge, skills, and attitudes within the context of project-based learning that integrates the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach. The assessment focuses on three indicators of citizenship skills: (1) understanding roles and responsibilities as members of society, (2) actively engaging in problem-solving, and (3) interacting effectively. The research employed the Educational Design Research (EDR) model by McKenney & Reeves, consisting of three main stages: (1) analysis and exploration, (2) design and construction, and (3) evaluation and reflection. Data were collected through a preliminary study (questionnaires, document analysis, and interviews), expert validation, limited field trials involving fifth-grade students in two elementary schools, and observations conducted by ten qualified observers. The instrument was developed in the form of a performance assessment rubric that includes indicators, scoring scales, performance descriptions, and project-based task situations. Validation results indicated that the citizenship skills performance assessment instrument met the feasibility criteria in terms of content, language, and technical construction. Reliability testing using concordance analysis with SPSS version 26 yielded an Asymp. Sig value of < 0.05, indicating a high level of agreement among raters. Therefore, this instrument is deemed suitable for assessing elementary school students’ citizenship skills in STEM-based learning on alternative energy

    HUBUNGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN SMARTPHONE DENGAN KEJADIAN NYERI KEPALA PRIMER DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS SUMEDANG

    Get PDF
    Latar belakang: Perkembangan teknologi di era globalisasi menyebabkan penggunaan smartphone semakin meningkat, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa. Meskipun memberikan manfaat, penggunaan smartphone secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, salah satunya adalah peningkatan risiko terjadinya nyeri kepala primer seperti migrain, nyeri kepala tipe tegang, dan nyeri kepala kluster. Tujuan Penelitian: untuk melihat hubungan antara tingkat ketergantungan smartphone dengan kejadian nyeri kepala primer. Metode: kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan Cross Sectional melibatkan 383 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui pengujian Rank Spearman. Hasil: temuan analisis univariat menemukan bahwasannya tingkat ketergantungan smartphone dengan hasil terbanyak kategori sedang (47,0%) dan tipe nyeri kepala primer terbanyak yaitu Migrain (52,2%). Adapun analisis bivariat didapatkan p-value < 0,001 (α = 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan derajat hubungan kategori sedang yaitu nilai korelasi koefisien 0,515. Kesimpulan: penelitian ini bahwasannya terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat ketergantungan smartphone dengan kejadian nyeri kepala primer di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Background: Technological developments in the era of globalization have led to an increase in smartphone use, particularly among teenagers and college students. Although smartphones offer many benefits, excessive use can have negative effects on health, one of which is an increased risk of primary headaches such as migraines, tension headaches, and cluster headaches. Research Objective: to examine the relationship between the level of smartphone dependence and the incidence of primary headaches. Method: A descriptive correlational quantitative study using a cross-sectional approach involving 383 students from the University of Education Indonesia. Univariate and bivariate analyses were conducted using the Spearman rank test. Results: Univariate analysis revealed that the highest category of smartphone dependency was moderate (47.0%), and the most common type of primary headache was migraine (52.2%). Bivariate analysis yielded a p-value < 0.001 (α = 0.05), thus rejecting H0 and accepting H1 with a moderate degree of association, as indicated by a correlation coefficient of 0.515. Conclusion: of this study is that there is a significant correlation between smartphone dependency levels and the incidence of primary headaches at the University of Education Indonesia, Sumedang Campus

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA MENGENAI TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA BUMI

    Get PDF
    Gempa bumi merupakan salah satu jenis bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak serius, baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu daerah yang rawan terhadap gempa adalah Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, yang terletak dekat dengan sesar aktif Tampomas. Rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap langkah tanggap darurat gempa dapat memperburuk dampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan keluarga mengenai tanggap darurat gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 86 responden yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berisi 20 soal pilihan ganda yang mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan diberikan. Intervensi dilakukan melalui metode ceramah dengan bantuan media video animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (95,36%) dengan median skor 65. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan dan masuk ke dalam kategori baik (100%) dengan median skor meningkat menjadi 95. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi. Kata Kunci: Keluarga, Pendidikan kesehatan, Tanggap darurat bencana, Tingkat pengetahuan Earthquakes are one of the most frequent natural disasters in Indonesia and often cause significant physical and psychological impacts. Citimun Village, located in Cimalaka Subdistrict, Sumedang Regency, is one of the areas prone to earthquakes due to its proximity to the active Tampomas Fault. Limited public knowledge regarding emergency response measures can worsen the impact of such disasters. This study aims to examine the effect of health education on improving family knowledge regarding earthquake emergency preparedness. The research used a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. A total of 86 respondents were selected through cluster random sampling. Data were collected using a 20-item multiple-choice questionnaire that measured knowledge levels before and after the health education intervention. The intervention was delivered through a lecture method supported by animated video media. The results showed that before the intervention, most respondents (95.36%) were in the “moderate” knowledge category, with a median score of 65. After the health education was provided, all respondents (100%) shifted into the “high” knowledge category, with the median score increasing to 95. The Wilcoxon test revealed a p-value < 0.001, indicating a significant difference between pre-test and post-test scores. This study concludes that health education plays a crucial role in enhancing family preparedness in responding to earthquake emergencies. Keywords: Family, Health education, Disaster emergency response, Knowledge level

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇