Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE MELALUI JOB SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI : Studi Persepsional pada Karyawan PT. Rudolf Chemicals Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus untuk mengkaji tingkat employee performance karyawan PT. Rudolf Chemicals Indonesia. Employee performance merupakan salah satu elemen terpenting untuk keberlangsungan perusahaan. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi employee performance, namun dalam penelitian ini akan difokuskan pada faktor quality of work life sebagai variabel bebas dan job satisfaction sebagai variabel mediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat quality of work life, job satisfaction, dan employee performance secara parsial pada karyawan PT. Rudolf Chemicals Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh quality of work life terhadap job satisfaction, pengaruh quality of work life terhadap employee performance, pengaruh job satisfaction terhadap employee performance, serta pengaruh quality of work life terhadap employee performance melalui job satisfaction sebagai variabel mediasi pada karyawan PT. Rudolf Chemicals Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 137 orang dengan sampel sebanyak 102 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis verifikatif, uji asusmsi klasik, analisis korelasi, dan analisis jalur (path analysis). Selain itu, uji hipotesis dilakukan dengan uji-t untuk mengukur pengaruh langsung secara parsial dan uji sobel untuk mengukur pengaruh tidak langsung melalui variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quality of work life berpengaruh positif terhadap job satisfaction, quality of work life berpengaruh positif terhadap employee performance, job satisfaction berpengaruh positif terhadap employee performance, serta quality of work life berpengaruh positif terhadap employee performance melalui job satisfaction sebagai variabel mediasi. This study focuses on examining the level of employee performance among employees of PT. Rudolf Chemicals Indonesia. employee performance is one of the most crucial elements for the sustainability of a company. Many factors can influence employee performance, but this research will specifically focus on quality of work life as an independent variable and job satisfaction as a mediating variable. The objective of this research is to provide an overview of the levels of quality of work life, job satisfaction, and employee performance among employees of PT. Rudolf Chemicals Indonesia. Additionally, this study aims to analyze the impact of quality of work life on job satisfaction, the impact of quality of work life on employee performance, the impact of job satisfaction on employee performance, as well as the effect of quality of work life on employee performance through job satisfaction as a mediating variable. The research method used is a descriptive and verificative method with a quantitative approach. The population in this study consists of 137 individuals, with a sample of 102 individuals selected using simple random sampling. Data were collected through the distribution of questionnaires. The analytical techniques employed include descriptive analysis, verificative analysis, classical assumption tests, correlation analysis, and path analysis In addition, hypothesis testing was carried out using the t-test to measure the partial direct effect and the Sobel test to measure the indirect effect through the mediating variable. The research results show that quality of work life has a positive effect on job satisfaction, quality of work life has a positive effect on employee performance, job satisfaction has a positive effect on employee performance, and quality of work life also positively affects employee performance through job satisfaction as a mediating variable

    PERANCANGAN FILM ANIMASI PENDEK NON-VERBAL ‘WANDERSTONE’ SEBAGAI MEDIA EDUKASI VISUAL MENGENAI ISU KEMISKINAN UNTUK GENERASI DIGITAL

    Get PDF
    Sustainable Development Goals (SDGs) 1 tentang kemiskinan memerlukan strategi komunikasi yang efektif untuk menjangkau Generasi Digital yang memiliki preferensi terhadap konten visual. Tujuan penelitian ini adalah merancang film animasi pendek non-verbal 'Wanderstone' sebagai solusi media edukasi visual untuk meningkatkan pemahaman Generasi Digital terhadap isu kemiskinan dan mengevaluasi efektivitasnya dalam menyampaikan pesan SDG 1. Metode penelitian menggunakan Design and Development Research (DDR) Tipe-1 dengan tiga tahapan: studi analisis melalui pra-survei terhadap 30 responden Generasi Z, desain dan pengembangan film animasi 2D berdurasi 5 menit menggunakan pendekatan visual storytelling non-verbal berdasarkan teori semiotika Roland Barthes, dan evaluasi melalui validasi ahli media dan ahli materi menggunakan instrumen penilaian skala Likert 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77% responden lebih menyukai video animasi untuk memahami isu sosial. Film 'Wanderstone' memperoleh rata-rata skor 4,4 dari 5,0 dalam evaluasi ahli, dengan skor sempurna pada aspek teknis animasi (5,0), audio dan sound design (5,0), serta penggunaan warna dan pencahayaan (5,0). Aspek kesesuaian materi dengan SDG 1 memperoleh skor 3,8. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa film animasi pendek non-verbal 'Wanderstone' terbukti dapat menjadi solusi media edukasi visual untuk menyampaikan isu kemiskinan kepada Generasi Digital, memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDG 1 melalui penyampaian pesan dan pemahaman tentang kemiskinan global. ---------- The Sustainable Development Goals (SDGs) 1 on ending poverty, require effective communication strategies to reach the Digital Generation, who prefer visual content. The purpose of this study is to design a non-verbal short animated film titled ‘Wanderstone’ as a visual educational media solution to improve the Digital Generation's understanding of poverty issues and evaluate its effectiveness in conveying the message of SDG 1. The research method employed Design and Development Research (DDR) Type-1 with three stages: an analytical study through a pre-survey of 30 Generation Z respondents, the design and development of a 5-minute 2D animated film using a non-verbal visual storytelling approach based on Roland Barthes' semiotic theory, and evaluation through expert validation by media and subject matter experts using a 1-5 Likert scale assessment instrument. The research results indicate that 77% of respondents prefer animated videos to understand social issues. The film ‘Wanderstone’ received an average score of 4.4 out of 5.0 in expert evaluation, with perfect scores in technical animation aspects (5.0), audio and sound design (5.0), and color and lighting usage (5.0). The aspect of material alignment with SDG 1 received a score of 3.8. The study concluded that the non-verbal animated short film ‘Wanderstone’ is proven to be a viable solution for visual educational media to convey poverty issues to the Digital Generation, contributing to the achievement of SDG 1 through the delivery of messages and understanding about global poverty

    PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA H.A.S. HANANDJOEDDIN BELITUNG

    Get PDF
    Perancangan Terminal Penumpang Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung bertujuan untuk menciptakan fasilitas yang memenuhi standar internasional sekaligus mencerminkan identitas budaya lokal Belitung melalui penerapan konsep arsitektur Neo Vernakular. Perancangan ini berfokus pada optimalisasi tata ruang, efisiensi sirkulasi, dan kenyamanan pengguna dengan mempertimbangkan aspek fungsional, estetika, serta keberlanjutan lingkungan. Konsep Neo Vernakular diterapkan melalui penggunaan bentuk arsitektur tradisional Belitung, pemanfaatan material lokal, dan desain yang beradaptasi dengan iklim tropis. Selain itu, terminal ini dirancang dengan pendekatan yang memperhatikan pengalaman pengguna, serta fleksibilitas dalam pengembangan masa depan. Diharapkan, perancangan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan memperkuat peran bandara sebagai gerbang utama menuju Belitung. The design of the Passenger Terminal at H.A.S. Hanandjoeddin Airport in Belitung aims to create a facility that meets international standards while reflecting the local cultural identity of Belitung through the application of Neo-Vernacular architecture. This design focuses on optimizing spatial layout, circulation efficiency, and user comfort by considering functional, aesthetic, and environmental sustainability aspects. The Neo-Vernacular concept is implemented through the use of traditional Belitung architectural forms, local materials, and climate-responsive design. Additionally, the terminal is designed with an approach that prioritizes user experience, integration with transportation systems, and flexibility for future development. This design is expected to enhance tourism appeal, support regional economic growth, and strengthen the airport’s role as the main gateway to Belitung

    PUSAT SENI PERTUNJUKAN DI KAWASAN WISATA JAKARTA UTARA

    Get PDF
    Seni di Indonesia memiliki makna yang kaya dan beragam, mencerminkan kekayaan budaya dari berbagai suku dan etnis. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan infrastruktur seni yang memadai semakin meningkat dan persebarannya belum merata, khususnya dalam bentuk pusat seni pertunjukan. Jakarta Utara sebagai kawasan wisata pesisir memiliki potensi besar untuk pengembangan pusat seni pertunjukan yang ikonik dan berdaya tarik tinggi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas pertunjukan seni yang representatif, fleksibel, dan responsif terhadap lingkungan alam sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pusat seni pertunjukan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi seni, tetapi juga mampu menarik wisatawan serta memperkaya pengalaman budaya di kawasan Jakarta Utara. Konsep arsitektur organik diterapkan dalam perancangan guna menciptakan desain yang harmonis dengan lingkungan, mengoptimalkan kenyamanan pengunjung, serta meningkatkan keberlanjutan bangunan. Metode perancangan yang digunakan mencakup studi literatur, observasi lapangan, pengumpulan data melalui survei, serta analisis tapak, programatik ruang, dan bentuk bangunan. Hasil perancangan diharapkan dapat menghasilkan pusat seni pertunjukan yang responsif terhadap lingkungan pesisir, memiliki daya tarik tinggi, serta menjadi ikon seni budaya yang berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Jakarta Utara. Selain itu, penerapan prinsip arsitektur organik dalam desain bangunan ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan infrastruktur seni di Indonesia yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Art in Indonesia has a rich and diverse meaning, reflecting the cultural richness of various tribes and ethnicities. Along with the development of the era, the need for adequate arts infrastructure is increasing and its distribution is not evenly distributed, especially in the form of performing arts centers. North Jakarta as a coastal tourism area has great potential for the development of iconic and highly attractive performing arts centers. However, the main problem faced is the lack of representative, flexible, and responsive performing arts facilities to the surrounding natural environment. This study aims to design a performing arts center that not only functions as a space for artistic expression, but is also able to attract tourists and enrich the cultural experience in the North Jakarta area. The concept of organic architecture is applied in the design to create a design that is harmonious with the environment, optimizes visitor comfort, and improves the sustainability of the building. The design methods used include literature studies, field observations, data collection through surveys, and site analysis, space programmatic, and building form. The design results are expected to produce a performing arts center that is responsive to the coastal environment, has high appeal, and becomes an icon of arts and culture that contributes to the development of the creative economy and tourism in North Jakarta. In addition, the application of organic architecture principles in the design of this building is expected to be a reference for the development of more innovative and sustainable arts infrastructure in Indonesia

    KAJIAN BENTUK DAN SIMBOL TARI BELIBIS KARYA INDRAWATI LUKMAN

    Get PDF
    Tari adalah bentuk ekspresi manusia yang tak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menyimpan narasi, nilai budaya, dan makna hidup masyarakat pendukungnya. Penelitian ini mengkaji bentuk dan simbol yang terkandung dalam Tari Belibis karya Indrawati Lukman sebuah tari kreasi yang lahir dari perpaduan kekayaan budaya Sunda dengan inspirasi dari ceritera Swanlake. Tari ini tidak sekadar meniru bentuk burung belibis, melainkan menyiratkan pesan tentang kelembutan, kebebasan, dan harmoni antara manusia dan alam. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan etnokoreologi, penelitian ini menganalisis unsur gerak, struktur penyajian, tata busana, serta simbol-simbol yang membentuk identitas tari tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap proses penciptaan tari serta interpretasi makna di balik setiap gerakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Tari Belibis memiliki pesan terhadap keseimbangan alam dan kearifan lokal, yang merefleksikan nilai-nilai hidup masyarakat Sunda secara simbolik.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian seni tari tradisi-kreasi serta menjadi pijakan bagi kajian tari yang lebih mendalam dan lintas budaya di masa depan. Kata Kunci: Tari Belibis, bentuk tari, simbol, etnokoreologi, budaya Sunda. ABSTRACT Dance is a form of human expression that not only displays the beauty of movement but also holds narratives, cultural values, and the meaning of life for its supporting community. This study examines the forms and symbols contained in the Belibis Dance by Indrawati Lukman, a creative dance born from a fusion of Sundanese cultural richness and inspiration from the Swanlake story. This dance does not simply imitate the form of the grouse, but also conveys a message of gentleness, freedom, and harmony between humans and nature. Using descriptive qualitative methods and an ethnochoreological approach, this study analyzes the movement elements, presentation structure, costume design, and symbols that shape the dance's identity. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentary studies of the dance creation process and interpretation of the meaning behind each movement. The results indicate that the Belibis Dance conveys a message of balance in nature and local wisdom, symbolically reflecting the values of the Sundanese people. This research is expected to contribute to the preservation of traditional and creative dance and serve as a foundation for more in-depth and cross-cultural dance studies in the future. Keywords: Belibis Dance, dance form, symbol, ethnochoreology, Sundanese culture

    KORELASI EFIKASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi efikasi diri dan hasil belajar pendidikan jasmani pada siswa. Penelitian korelasional cross-sectional ini melibatkan 36 siswa melalui simple random sampling. Efikasi diri diukur dengan kuesioner Likert dan hasil belajar dengan Barrow motor ability test. Data divalidasi menggunakan IBM SPSS Statistics versi 0.27. Analisis univariat dan bivariat (uji korelasi Rank Spearman) dilakukan karena data hasil belajar tidak normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar pendidikan jasmani. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan efikasi diri normal (Sig. = 0.299), hasil belajar tidak normal (Sig. = 0.000). Korelasi Rank Spearman menunjukkan signifikansi 0.000 dan koefisien 0.999. Simpulan, hubungan yang positif dan signifikan yang sangat kuat antara efikasi diri dan hasil belajar pendidikan jasmani. Siswa dengan efikasi diri tinggi cenderung lebih percaya diri, lebih gigih dalam menghadapi tantangan, dan lebih mampu mengatasi rintangan. Kata Kunci: Efıkası Diri, Hasil Belajar, Pendidikan Jasmani ABSTRACT This study aims to analyze the correlation between self-efficacy and physical education learning outcomes in students. This cross-sectional correlational study involved 36 students through simple random sampling. Self-efficacy was measured using a Likert questionnaire and learning outcomes with the Barrow motor ability test. Data were validated using IBM SPSS Statistics version 0.27. Univariate and bivariate analyses (Spearman's Rank correlation test) were performed because the learning outcome data were abnormal. The results of the study showed that self-efficacy had a significant influence on physical education learning outcomes. The Shapiro-Wilk normality test showed normal self-efficacy (Sig. = 0.299), but learning outcomes were not expected (Sig. = 0.000). Spearman's Rank correlation showed a significance of 0.000 and a coefficient of 0.999. In conclusion, a strong, positive, and significant relationship exists between self-efficacy and physical education learning outcomes. Students with high self-efficacy tend to be more confident, more persistent in facing challenges, and better able to overcome obstacles. Keywords: Self-Efficacy, Learning Outcomes, Physical Educatio

    PENGEMBANGAN MODUL PROYEK IPAS DENGAN METODE 4STMD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran Proyek IPAS untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dengan menggunakan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian termasuk penelitian pengembangan dengan menggunakan metode pengembangan 4STMD yang terdiri dari tahap seleksi, strukturisasi, karaketrisasi dan reduksi didaktik. Hasil pengembangan modul diimplementasikan dalam pembelajaran dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X di salah satu SMK di Kabupaten Sumedang. Karakteristik yang dimiliki oleh modul proyek IPAS dalam penelitian ini yaitu secara eksplisit melatihkan indikator keterampilan berpikir kritis pada komponen dan aktivitas-aktivitas modul. Hasil uji kelayakan oleh ahli dan praktisi menunjukkan bahwa modul berada pada kategori sangat layak dengan rata-rata skor 3,7 dari 4, sedang hasil uji keterpahaman sebesar 84,5%, sebagian besar siswa mampu memahami teks pada modul. Pengujian efektivitas modul dilakukan melalui implementasi penggunaan modul dalam pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan instrumen keterampilan berpikir kritis. Hasil analisis terhadap rata-rata n-gain sebesar 0,3 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, modul proyek IPAS berbasis 4STMD yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMK Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

    BANDUNG SEBAGAI DESTINASI URBAN TOURISM: MENGANALISIS KOLABORASI STAKEHOLDER DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi antar stakeholder dalam melakukan komunikasi pemasaran pada destinasi urban tourism. Lokasi penelitian berada di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, secara spesifik dipilih Kabupaten Bandung Barat. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui lima belas wawancara dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antara para stakeholder di sektor pariwisata sangat penting untuk menciptakan komunikasi pemasaran yang efektif dan manajemen destinasi yang selaras. Ketidaksesuaian antara promosi dan kenyataan dapat merugikan sektor pariwisata secara keseluruhan. Temuan ini menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta memastikan pengelolaan destinasi yang adaptif terhadap kebutuhan dan trend wisatawan. Penelitian ini juga menyoroti perlunya komunikasi pemasaran yang terintegrasi dengan strategi pengelolaan destinasi, peningkatan kesadaran dari seluruh stakeholders pariwisata, dan pemanfaatan teknologi. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan aktif dalam meningkatkan pengalaman wisatawan serta merespons umpan balik secara berkala. Evaluasi menyeluruh dan sinergi yang kuat antar pihak-pihak terkait sangat diperlukan guna menciptakan pengalaman wisata yang berkesinambungan, menyeluruh, dan bernilai tambah di kawasan perkotaan. This study aims to analyse the collaboration among stakeholders in conducting marketing communication for urban tourism destinations. The research was conducted in Bandung, West Java, Indonesia, with a specific focus on West Bandung Regency. Employing a qualitative approach, data were collected through fifteen interviews and analysed using thematic analysis. The findings indicate that coordination among tourism stakeholders is essential for developing effective marketing communication and coherent destination management. A mismatch between promotional messages and actual on-site experiences can negatively impact the tourism sector. The study highlights the importance of shared responsibility in utilising digital technology to reach wider audiences and to ensure that destination management remains responsive to tourist needs and emerging trends. Furthermore, the study underscores the necessity for integrated marketing communication strategies aligned with destination management, the enhancement of stakeholder awareness, and optimal use of technology. Government and tourism industry are expected to take an active role in improving tourist experiences and responding to feedback on a regular basis. Comprehensive evaluation and strong synergy among all relevant parties are crucial in fostering sustainable, holistic, and value-added tourism experiences within urban areas

    SOCIAL MEDIA INFLUENCER DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP ONLINE REPURCHASE DECISION: Survei pada Followers TikTok Elsheskin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan pengaruh social media influencer dan electronic word of mouth terhadap online repurchase decision pada followers TikTok Elsheskin. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif. Dengan pendekatan kuantitatif populasi dalam penelitian ini berjumlah 146.500 dengan sampel berjumlah 349 responden yang merupakan followers TikTok Elsheskin dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diolah secara statistik dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil temuan pada penelitian ini menemukan bahwa social media influencer dan electronic word of mouth memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap online repurchase decision, hal tersebut ditunjukan dengan besaran nilai critical ratio yang lebih besar dari nilai minimal artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel social media influencer dan electronic word of mouth terhadap online repurchase decision secara simultan. Pernyataan tersebut dapat diasumsikan semakin baik perusahaan memperhatikan social media influencer dan electronic word of mouth akan semakin baik juga online repurchase decision yang muncul pada konsumen untuk perusahaan tersebut. Hasil kontribusi yang diberikan social media influencer paling tinggi dalam membentuk online repurchase decision adalah expertise dan variabel social media influencer yang paling rendah rendah dalam membentuk online repurchase decision adalah attractiveness. Dimensi electronic word of mouth yang memiliki kontribusi paling tinggi dalam membentuk online repurchase decision adalah content serta yang paling rendah membentuk online repurchase decision adalah intensity. This study aims to obtain an overview and influence of social media influencers and electronic word of mouth on online repurchase decisions among Elsheskin's TikTok followers. The type of research used is descriptive and verification. With a quantitative approach, the population in this study amounted to 146,500 with a sample of 349 respondents who were Elsheskin's TikTok followers using a purposive sampling technique. Data were processed statistically using the Structural Equation Modeling (SEM) method. The findings of this study found that social media influencers and electronic word of mouth have a positive and significant influence on online repurchase decisions, this is indicated by the magnitude of the critical ratio value which is greater than the minimum value, meaning there is a positive and significant influence between the variables of social media influencers and electronic word of mouth on online repurchase decisions simultaneously. This statement can be assumed that the better a company pays attention to social media influencers and electronic word of mouth, the better the online repurchase decisions consumers make for that company. The results show that expertise is the most significant contributor to online repurchase decisions, while attractiveness is the least significant factor. Content is the electronic word of mouth dimension with the highest contribution to online repurchase decisions, and intensity is the least significant factor

    PENGEMBANGAN JOURNALING BOOK SEBAGAI MEDIA REGULASI EMOSI BERBASIS MINDFULNESS UNTUK SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR: Penelitian Pengembangan Media Edukatif dengan Model ADDIE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan journaling book sebagai media regulasi emosi berbasis mindfulness untuk siswa kelas VI sekolah dasar. Regulasi emosi yang baik sangat penting bagi perkembangan optimal siswa dan untuk mengurangi tindakan kekerasan serta meningkatkan kesadaran diri dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi produk. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, angket kepada siswa, dan observasi langsung di kelas VI SDN 2 Margalaksana. Validasi produk dilakukan oleh para ahli dari bidang materi, bahasa, dan media dan memiliki hasil ‘Sangat Baik’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa journaling book yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa secara signifikan. Respon guru dan siswa terhadap media ini sangat positif dengan nilai modus ‘Sangat Baik’ pada skala likert. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kelayakan dan efektivitas media ini sebagai alat pembelajaran regulasi emosi berbasis mindfulness di sekolah dasar. --------- This study aims to develop a journaling book as a mindfulness-based emotional regulation media for sixth-grade elementary school students. Proper emotional regulation is crucial for optimal student development, reducing violent behavior, and enhancing self-awareness in the learning process. The research used a development research method following the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through interviews with teachers, questionnaires for students, and direct observation in the sixth-grade class at SDN 2 Margalaksana. Product validation was conducted by experts in psychology, language, and education fields. The results indicate that the developed journaling book significantly improves students' emotional regulation abilities. Both teachers and students responded very positively to the media, with a mode score of ‘Very Good’ on the Likert scale. Data analysis was conducted quantitatively and qualitatively to assess the feasibility and effectiveness of this media as a mindfulness-based emotional regulation learning tool in elementary schools

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇