91757 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOMETRI DENGAN MODEL CORE BERBANTUAN WINGEOM SOFTWARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA SELF-REGULATED LEARNING SISWA
ABSTRAK
Sri Yulianti (2021). Pengembangan Bahan Ajar Geometri Model CORE
berbantuan Wingeom Software untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi
dan Komunikasi Matematis serta Self-Regulated Learning Siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas Bahan Ajar
Geometri model CORE berbantuan Wingeom Software untuk meningkatkan
kemampuan koneksi dan komunikasi matematis serta deskripsi Self-Regulated
Learning Siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan bahan
Ajar Geometri Model CORE berbantuan Wingeom Software. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan
(Development Reseach) dengan model ADDIE yang terdiri dari analysis, design,
development, implentation, and evaluation. Produk bahan ajar dikembangkan dan
diimplentasikan menggunakan model CORE. Uji kepraktisan dilakukan di salah
satu SMP Negeri di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan
tahun ajaran 2024/2025 yang terdiri dari 30 orang siswa kelas VIII, sedangkan
implementasi terdiri dari 20 orang siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 1) bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat praktis dan
efektif dalam meningkatkan kemampuan koneksi dan komunikasi matematis siswa
2) kemampuan koneksi siswa termasuk dalam kategori sedang hingga tinggi (N
Gain: 0,68) 3) kemampuan komunikasi matematis siswa termasuk dalam kategori
sedang (N-Gain: 0,65) 4) terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan
kemampuan koneksi matematis setelah diberikan pembelajaran matematika dengan
menggunakan bahan ajar 5) terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan
kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diberikan pembelajaran
matematika dengan menggunakan bahan ajar 6) tingkat SRL siswa secara umum
berada pada rentang relatif tinggi, yaitu 71% hingga 93%, hal ini menunjukkan
bahwa setelah implementasi bahan ajar. Sebagian besar siswa memiliki pengaturan
belajar mandiri yang cukup baik hingga sangat baik.
Kata Kunci: Model Pembelajaran CORE, Wingeom Software, Kemampuan
Koneksi matematis, kemampuan Komunikasi matematis, Self-Regulated Learning,
ADDI
SISTEM PEMINDAIAN BOARDING PASS BERBASIS MOBILE DAN DASHBOARD MONITORING DATA PENUMPANG UNTUK OPTIMASI LAYANAN BANDARA
Inefisiensi proses verifikasi boarding pass manual yang ditandai oleh kelambatan, kerentanan terhadap human error, dan ketiadaan data operasional real-time menjadi tantangan signifikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari aplikasi pemindaian boarding pass berbasis mobile dan dashboard monitoring berbasis web untuk mengoptimalkan layanan operasional. Penelitian ini mengadopsi metodologi pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan arsitektur dan antarmuka, pengembangan sistem menggunakan kerangka kerja Flutter dan Laravel, serta implementasi dan evaluasi melalui pengujian fungsional dan struktural. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem fungsional yang terdiri dari aplikasi mobile dengan kapabilitas pemindaian QR Code dan sebuah dashboard web interaktif untuk visualisasi data analitik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan telah memenuhi seluruh spesifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional yang ditetapkan. Disimpulkan bahwa sistem yang diusulkan ini telah berhasil divalidasi secara teknis, mendemonstrasikan sebuah pendekatan yang fungsional dan layak untuk mengatasi inefisiensi proses boarding manual. Keberhasilan pengujian fungsional dan struktural membuktikan kapabilitas sistem dalam melakukan otomasi pemindaian dan menyediakan data operasional secara real-time. Inovasi ini merepresentasikan sebuah langkah fundamental menuju praktik manajemen bandara modern yang proaktif dan berbasis data.
The inefficiency of the manual boarding pass verification process, characterized by slowness, vulnerability to human error, and the absence of real-time operational data, poses a significant challenge at Soekarno-Hatta International Airport. This research aims to design and build an integrated system, consisting of a mobile-based boarding pass scanning application and a web-based monitoring dashboard, to enhance operational services. This study adopts the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development methodology, which includes requirements analysis, architecture and interface design, system development using the Flutter and Laravel frameworks, as well as implementation and evaluation through functional and structural testing. The result of this research is a functional system comprising a mobile application with QR Code scanning capabilities and an interactive web dashboard for analytical data visualization. The evaluation results indicate that the developed system has met all specified functional and non-functional requirements. It is concluded that the proposed system has been successfully validated technically, demonstrating a functional and feasible approach to mitigate the inefficiencies of the manual boarding process. The success of functional and structural testing confirms the system's capability in automating scanning and providing real-time operational data. This innovation represents a fundamental step towards modern, proactive, and data-driven airport management practices
PERSEPSI PENGALAMAN MAHASISWA TERHADAP UNPAID INTERNSHIP SEBAGAI EKSPLOITASI TERSELUBUNG DALAM PELUANG MOBILITAS KARIER
ABSTRAK
Tuntutan dunia kerja mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan karier sedini mungkin, salah satunya melalui unpaid internship yang diposisikan sebagai persiapan karier masa depan serta dirancang untuk merekrut tenaga kerja gratis. Penelitian ini mengkaji pemilihan tempat magang, realitas pekerjaan selama magang, serta dampaknya terhadap mobilitas karier mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus multikasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi konten X/Twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan mahasiswa mengikuti unpaid internship dipengaruhi oleh kewajiban akademik, motivasi intrinsik, dukungan keluarga, keterbatasan lowongan berbayar, reputasi perusahaan, dan fleksibilitas kerja. Terdapat dua persepsi terhadap aktivitas magang: (1) sebagai pengalaman bermakna yang menekankan kompetensi, pembelajaran terstruktur, lingkungan kerja suportif, dan insentif non-finansial; atau (2) sebagai eksploitasi dengan beban kerja tidak proporsional dan minim manfaat. Dampak jangka panjang unpaid internship terlihat pada pengembangan jaringan profesional, peningkatan keterampilan teknis dan non-teknis, kualitas CV, serta penyerapan kerja. Namun, secara struktural, praktik ini berpotensi memperkuat ketidaksetaraan akses dan lock-in effect di sektor upah rendah. Dengan demikian, nilai unpaid internship sebagai investasi karier sangat bergantung pada kualitas dan relevansi pengalaman magang yang diberikan.
ABSTRACT
The demands of the professional world push students to prepare for their careers as early as possible, one of which is through unpaid internships, positioned both as future career preparation and a means to recruit free labour. This study examines the selection of internship placements, the reality of work during internships, and their impact on students' career mobility. Using a qualitative approach with a multiple-case study design, data was collected through interviews, observations, and social media X/Twitter content documentation. The findings reveal that students' decisions to participate in unpaid internships are influenced by academic requirements, intrinsic motivation, family support, limited paid opportunities, company reputation, and work flexibility. Perceptions of internship experiences diverge into two categories: (1) meaningful experiences emphasizing competency, structured learning, supportive work environments, and non-financial incentives; or (2) exploitative conditions with disproportionate workloads and minimal benefits. Long-term impacts of unpaid internships include professional networking, technical and soft skill development, CV enhancement, and employment absorption. However, structurally, this practice risks reinforcing access inequality and lock-in effects in low-wage sectors. Thus, the value of unpaid internships as a career investment hinges on the quality and relevance of the internship experience provided
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN DI SMK NEGERI KIARAPEDES PURWAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran agar siswa mampu mencapai hasil belajar yang maksimal. Salah satu aspek penting yang memengaruhi keberhasilan siswa adalah kompetensi pedagogik guru dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran. Selain itu, minat belajar siswa juga menjadi faktor internal yang berkontribusi pada keberhasilan akademik, khususnya pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan yang sering dianggap sulit dan memerlukan konsentrasi tinggi. Kajian ini diangkat karena masih terdapat kesenjangan capaian hasil belajar siswa yang perlu dianalisis dari sisi kompetensi guru dan minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik guru dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan di SMK Negeri Kiarapedes Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Instrumen penelitian berupa angket untuk mengukur kompetensi pedagogik guru (X1) dan minat belajar siswa (X2), serta nilai formatif (0–100) digunakan sebagai indikator hasil belajar (Y). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI dan XII program keahlian Akuntansi yang berjumlah 43 orang, sehingga teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Demikian pula minat belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Secara simultan, kedua variabel independen memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini adalah perlunya peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi pedagogik guru serta pengembangan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis keterpaduan kompetensi guru dan minat belajar siswa secara simultan dalam konteks pembelajaran Akuntansi Keuangan di SMK.
This study is motivated by the crucial role of teachers in optimizing the learning process so that students can achieve maximum academic outcomes. One of the key aspects influencing student achievement is the teacher’s pedagogical competence in planning, delivering, and evaluating learning. In addition, students’ learning interest also serves as an internal factor that contributes to academic success, particularly in Financial Accounting, which is often perceived as a demanding subject requiring high concentration. This research was conducted to address the existing gap in student achievement by analyzing the roles of teacher competence and learning interest. The objective of this research is to analyze the effect of teachers’ pedagogical competence and students’ learning interest on their learning outcomes in Financial Accounting at SMK Negeri Kiarapedes Purwakarta. This research employed a quantitative approach with a survey method. Questionnaires were used to measure teachers’ pedagogical competence (X1) and students’ learning interest (X2), while formative test scores (0–100) were used to assess learning outcomes (Y). The population comprised all 43 students from grade XI and XII in the Accounting program, thus the study used a saturated sampling technique. The findings reveal that teachers’ pedagogical competence has a positive and significant effect on students’ learning outcomes. Similarly, students’ learning interest also has a positive and significant effect on their achievement. Simultaneously, both independent variables significantly contribute to the improvement of student performance. The implication of this study highlights the importance of enhancing learning quality through strengthening teachers’ pedagogical competence and developing strategies to foster students’ learning interest. The novelty of this study lies in its focus on the integration of teacher competence and student interest as simultaneous determinants of learning outcomes in the context of Financial Accounting learning in vocational schools
PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN DAN SELF-EFFICACY TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA : Survei pada Peserta Didik Kelas 11 SMK Negeri di Kota Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya intensi berwirausaha pada peserta didik SMK Negeri di Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji Theory of Planned Behavior dan Entrepreneurial Intention Model mengenai pengaruh pengetahuan kewirausahaan dan self-efficacy terhadap intensi berwirausaha peserta didik kelas 11 di SMK Negeri Kota Bandung. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 767 peserta didik kelas 11 SMK Negeri di Kota Bandung, dengan sampel berjumlah 260 peserta didik yang diperoleh melalui teknik stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey explanatory melalui penyebaran kuesioner kepada peserta didik. Uji asumsi klasik yang digunakan meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan dan self-efficacy berpengaruh positif terhadap intensi berwirausaha. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pemahaman kewirausahaan dan keyakinan diri peserta didik, maka semakin tinggi juga keinginan mereka untuk terjun ke dunia usaha. Selain itu, penelitian ini juga menawarkan kontribusi praktis dalam pengembangan kebijakan untuk meningkatkan intensi berwirausaha bagi peserta didik.
This study was motivated by low entrepreneurial intention among vocational high school (SMK) students in Bandung City. The purpose of this research was examine the Theory of Planned Behavior and the Entrepreneurial Intention Model in relation of the influence of entrepreneurial Intentions of 11th grade students in public vocational schools in Bandung. The population consisted of 767 11th grade students, with a sample of 260 students selected using stratified random sampling. A quantitative approach was applied using an explanatory survey method by distributing questionnaires to the students. The classical assumption test included normality, multicollinearity, and heteroscedasticity test. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine the relationships between variables. The results indicated that entrepreneurial knowledge and self-efficacy have positive an effect on entrepreneurial intention. The findings showed that the higher the students’ understanding of entrepreneurial activities. In addition, the study offered practical contributions for developing policies aimed at increasing entrepreneurial intentions among students
PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL RAMA THE EXPLORER BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP RANTAI MAKANAN PADA SISWA SD
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep rantai makanan yang bersifat abstrak, serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media digital interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep rantai makanan. Metode penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) dengan subjek penelitian siswa kelas V SDN di kota Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, dan tes pemahaman konsep. Hasil validasi menunjukkan media dinyatakan sangat layak oleh ahli media (97,9%), layak oleh ahli materi (92,3%), dan sangat layak oleh guru (100%). Uji coba kepada siswa menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata pretest (50,96) ke posttest (89,56) dengan gain score 0,77 (kategori tinggi). Berdasarkan indikator pemahaman Anderson & Krathwohl, terjadi peningkatan tertinggi pada aspek classifying (0,67) dan merata pada explaining, exemplifying, summarizing, dan inferring. Kesimpulannya, media Rama the Explorer terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep rantai makanan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam memanfaatkan media digital berbasis PBL untuk pembelajaran IPA di SD.
This research was motivated by the low level of students’ understanding of the food chain concept, which is abstract in nature, as well as the limited use of innovative learning media in elementary schools. The purpose of this study was to develop an interactive digital media based on Problem Based Learning (PBL) that is valid, practical, and effective in improving students’ conceptual understanding of food chains. The research employed the ADDIE development model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) with fifth-grade students at an elementary school in Bandung as the subjects. Data were collected through observation, interviews, expert validation, and concept understanding tests. The validation results indicated that the media was rated very feasible by media experts (97.9%), feasible by material experts (92.3%), and very feasible by teachers (100%). Trials with students showed a significant improvement in the average score from pretest (50.96) to posttest (89.56), with a gain score of 0.77 (high category). Based on Anderson & Krathwohl’s understanding indicators, the highest improvement occurred in the classifying aspect (0.67), with consistent increases in explaining, exemplifying, summarizing, and inferring. In conclusion, Rama the Explorer proved to be effective in enhancing students’ understanding of the food chain concept. This research provides practical contributions for teachers in utilizing digital media based on PBL for science learning in elementary schools
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP IDENTITAS KARIER REMAJA AKHIR
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah locus of control dan dukungan orang tua berpengaruh terhadap identitas karier remaja akhir di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Responden pada penelitian ini berjumlah 391 orang berusia 18-22 tahun atau sedang berada pada fase perkembangan remaja akhir serta masih memiliki orang tua. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear tunggal untuk melihat kontribusi locus of control terhadap identitas karier dan kontribusi dukungan orang tua terhadap identitas karier secara parsial, serta analisis regresi linear berganda untuk melihat kontribusi locus of control dan dukungan orang tua secara simultan terhadap identitas karier. Hasil penelitian menunjukkan locus of control dan dukungan orang tua berpengaruh terhadap identitas karier dengan nilai signifikansi yaitu 0.004 (p<0.05), yang mengimplikasikan bahwa jika terjadi peningkatan locus of control dan dukungan orang tua maka tingkat identitas karier remaja akhir akan meningkat. Locus of control memberikan besaran kontribusi yang lebih kecil dibandingkan dukungan orang tua. Dengan demikian didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dari locus of control dan dukungan orang tua terhadap identitas karier remaja akhir di Indonesia.
This study aims to determine whether locus of control and parental support influence the career identity of late adolescents in Indonesia. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. Respondents in this study numbered 391 people aged 18-22 years or are in the late adolescent development phase and still have parents. Data analysis in this study used a single linear regression analysis technique to partially examine the contribution of locus of control to career identity and the contribution of parental support to career identity, as well as multiple linear regression analysis to simultaneously examine the contribution of locus of control and parental support to career identity. The results showed that locus of control and parental support influence career identity with a significance value of 0.004 (p<0.05), which implies that if there is an increase in locus of control and parental support, the level of career identity of late adolescents will increase. Locus of control makes a smaller contribution than parental support. Thus, it can be concluded that there is an influence of locus of control and parental support on the career identity of late adolescents in Indonesia
PENGARUH METODE LATIHAN KOMBINASI HIPERTROFI-NEURAL DAN METODE LATIHAN NEURAL TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN MAKSIMAL OTOT TUNGKAI PADA ATLET MUAY THAI
Kekuatan sangat penting untuk mencapai performa optimal dalam olahraga, berfungsi sebagai dasar untuk mengembangkan komponen biomotor lainnya. Kurangnya kekuatan maksimal akan berdampak pada penurunan komponen biomotor kondisi fisik dan meningkatkan resiko cidera, bagi atlet muay thai ini bisa sangat merugikan dalam kompetisi maupun latihan harian. Metode Hipertrofi dan Neural lebih efektif karena dua metode ini dapat meningkatkan kekuatan maksimal otot tungkai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode latihan kombinasi hipertrofi-neural dan metode neural terhadap peningkatan kekuatan maksimal otot tungkai pada atlet muaythai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, dengan desain two group pre-test post-test design. Melibatkan 30 atlet muaythai di Ares Fighting Camp, pemilihan sampel menggunakan total sampling. Perlakuan sebanyak 18 kali pertemuan pada awal dan akhir sampel diberikan tes berupa Leg Dynamometer test, untuk mengetahui mengetahui komponen kekuatan otot tungkai pada sampel. Setelah data diperoleh dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS Versi 21, diperoleh hasil uji hipotesis Mann-Whitney diperoleh hasil statistik nilai Sig (2 Tailed) sebesar 0.360 lebih besar dari nilai probabilitas 0.05 oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh metode latihan kombinasi Hipertrofi Neural dan metode latihan Neural terhadap peningkatan kekuatan maksimal otot tungkai pada atlet muaythai. Disarankan kepada pelatih dan atlet untuk meningkatkan kekuatan maksimal otot tungkai menggunakan metode latihan kombinasi hipertrofi neural karena menargetkan adaptasi fisiologis yang dituju menggabungkan dua fase latihan: fase hipertrofi untuk meningkatkan volume otot/kekuatan otot dan fase neural untuk meningkatkan efisiensi aktivasi saraf dan memadatkan tubuh sehingga dapat peningkatan kekuatan sekaligus penambahan volume otot.
Strength is very important to achieve optimal performance in sports, serving as the basis for developing other biomotor components. Lack of maximum strength will have an impact on the decline of physical condition biomotor components and increase the risk of injury for Muay Thai athletes this can be highly detrimental in both competitions and daily training. Hypertrophy and neural methods are more effective because these two methods can increase maximum leg muscle strength. The purpose of this study is to determine whether there is an effect of the combined hypertrophy-neural training method and the neural method on the increase in maximum leg muscle strength in Muay Thai athletes. This study uses an experimental method with a quantitative approach, employing a two-group pre-test post-test design. It involved 30 Muay Thai athletes at Ares Fighting Camp, with sample selection using total sampling. The treatment consisted of 18 sessions at the beginning and end of the sample period, with a Leg Dynamometer test administered to assess the components of lower limb muscle strength in the sample. After the data was collected and analyzed using SPSS Version 21, the results of the Mann-Whitney hypothesis test showed a statistical significance value (Sig) of 0.360, which is greater than the probability value of 0.05. Therefore, it can be concluded that there is no significant difference in the effect of the combined neural hypertrophy training method and the neural training method on the increase in maximum lower limb muscle strength in Muay Thai athletes. It is recommended that coaches and athletes increase maximum leg muscle strength using the combined neural hypertrophy training method because it targets the desired physiological adaptation by combining two training phases: the hypertrophy phase to increase muscle volume/strength and the neural phase to improve nerve activation efficiency and compact the body so that both strength and muscle volume can be increased
MODEL LATIHAN SHOOTING LANGSUNG DAN BERGILIRAN TERHADAP AKURASI SHOOTING PERMAINAN BOLA BASKET
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana yang signifikan antara model latihan shooting langsung dan bergiliran terhadap akurasi shooting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah 14 siswa ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Kota Bandung. Dalam teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan Total Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 14 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Bola Basket. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument tes Shooting Free Throw. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa metode latihan Shooting langsung rata-rata sebesar 1,71 dan meningkat pada saat posttest sebesar 4,86. Hasil peningkatan pretest dan postest sebesar 3,15 dan metode latihan shooting bergiliran rata-rata sebesar 1,57 dan meningkat pada saat postest sebesar 4,71. Hasil peningkatan pretest dan postest sebesar 3,14. Perbedaan berdasarakan hasil uji independent t-test menyatakan nilai Sig sebesar 0.00 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang s ignifikan antara metode latihan shooting langsung dan metode latihan shooting bergiliran terhadap akurasi shooting Siswa Ekstrakurikuler Basket Putra SMKN 2 Bandung.
This study aimed to determine the significance of the direct and rotating shooting training model on shooting accuracy. This study employed experimental research methods. The study population was 14 extracurricular stud ents at SMK Negeri 2 Bandung. The sampling technique used was total sampling. The sample consisted of 14 students who participated in extracurricular basketball. Data were collected using a free throw shooting test instrument. The results of this study ind icate that the direct shooting training method averaged 1.71, increasing to 4.86 at the posttest. The increase in the pretest and posttest amounted to 3. 15, while the rotating shooting practice method averaged 1.57 and increased to 4.71 at the posttest. The increase in the pretest and posttest was 3.14. Based on the results of the independent t-test, a sig. value of 0.01 ( <0. 05) indicates a significant influence of the direct shooting training method and the rotating shooting practice method on the shooting accuracy of male extracurricular basketball students at SMKN 2 Bandung
ANALISI MAKNA VERBA OSU SEBAGAI POLISEMI: Kajian Linguistik Kognitif
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna verba osu dalam bahasa Jepang sebagai contoh polisemi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna dasar dan makna perluasan dari verba osu, serta untuk menjelaskan hubungan antar makna tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana verba polisemi berfungsi dalam bahasa Jepang, terutama dalam konteks linguistik kognitif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan analisis yang mengacu pada data kalimat yang diambil dari berbagai sumber tertulis dalam bahasa Jepang, seperti novel dan teks-teks lain yang relevan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini termasuk klasifikasi makna, penentuan makna dasar dan makna perluasan serta deskripsi hubungan antar makna dengan pendekatan majas kognitif seperti metafora, metonimi, dan sinekdoke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dasar dari verba osu adalah mendorong, yaitu tindakan atau aksi yang menjauhkan objek (pihak yang menerima tindakan) dari subjek (pihak yang melakukan tindakan atau aksi) dan memberikan kekuatan lebih ke arah objek. Makna perluasan dari verba osu ada 7 makna, yakni: 1) menekan, 2) mengecap/ menstempel/memberi stempel, 3) memastikan/mengonfirmasi, 4) tetap (melakukan) ... meskipun ... / memaksakan diri, 5) menempelkan, 6) menerima, dan 7) dicap. Hubungan makna dasar dan makna perluasan pada verba osu, yang pertama secara metonimi adalah 1) 2) 5) 6), kemudian yang kedua secara metafora yaitu pada 3) 4) 7), sedangkan perluasan secara sinekdoke tidak ditemukan. Hasil penelitian ini bisa memberikan kontribusi penting dalam studi linguistik kognitif dan dapat digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran bahasa Jepang.
This research aims to analyze the meaning of the verb osu in Japanese as an example of polysemy. The main objective of this study is to identify the basic meanings and the extended meanings of the verb osu, as well as to explain the relationship between these meanings. This research is motivated by the need to gain a deeper understanding of how polysemous verbs function in Japanese, particularly within the context of cognitive linguistics. The study uses a qualitative descriptive method, with an analysis based on sentence data taken from various written sources in Japanese, such as novels and other relevant texts. The steps taken in this research include meaning classification, determination of basic and extended meanings, and a description of the relationships between the meanings using cognitive rhetorical approaches such as metaphor, metonymy, and synecdoche. The findings of the study show that the basic meaning of the verb osu is “to push,” which refers to an action or process that moves an object (the recipient of the action) away from the subject (the doer of the action), adding more force towards the object. The extended meanings of the verb osu consist of seven senses, namely: (1) to press, (2) to stamp/seal/affix a stamp, (3) to confirm/verify, (4) to persist (in doing something) despite ... / to force oneself, (5) to attach, (6) to accept/receive, and (7) to be stamped. The relationship between the basic meaning and the extended meanings of the verb osu is as follows: metonymic extensions include (1), (2), (5), and (6), metaphorical extensions include (3), (4), and (7), while no synecdochic extensions were found. The results of this study can make a significant contribution to cognitive linguistic research and can serve as a reference in Japanese language education.
本研究は、多義語の一例として、日本語の動詞「押す」の意味を分析することを目的としている。本研究の主な目的は、「押す」の基本的な意味と拡張的な意味を特定し、それらの意味間の関係を説明することである。本研究は、日本語における多義語がどのように機能するのか、特に認知言語学の観点から深く理解する必要性に基づいている。本研究では、質的記述的方法を用い、分析は小説やその他の関連テキストなど、さまざまな日本語の書き言葉から得た文データに基づいて行われる。本研究で行ったステップは、意味の分類、基本的な意味と拡張的な意味の特定、および認知的修辞学的アプローチ(メタファー、メトニミー、シネクドケ)を用いた意味間の関係の説明である。本研究の結果、「押す」の基本的な意味は「押すことで、物体(行動を受ける側)を主語(行動をする側)から遠ざけ、物体に力を加えること」と示された。動詞「押す」の拡張的な意味は、以下の7つである:1)menekan押す、2)mengecap/ menstempel/memberi stempel押印する/スタンプする、3)memastikan/mengonfirmasi確認する/確証する、4)tetap (melakukan) ... meskipun ... / memaksakan diri維持する(何かをする)...にもかかわらず... / 自分を押し込む、5)menempelkan貼り付ける、6)menerima受け入れる、7)dicap刻印される。基本的な意味と拡張的な意味との関係は、メトニミーの観点から、1)2)5)6)に、メタファーの観点から、3)4)7)に説明されますが、シネクドケによる拡張は見られなかった。この研究の結果は、認知言語学の研究に重要な貢献をし、日本語学習の参考として活用できるものである