91757 research outputs found
Sort by
PENGARUH SELF CONTROL TERHADAP PERILAKU CYBERSLACKING PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP KARYA PEMBANGUNAN 1 BALEENDAH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meluasnya penggunaan perangkat digital dalam lingkungan sekolah. Dalam praktiknya, penggunaan tersebut tidak selalu terbatas pada kepentingan akademik, tetapi juga dapat mengarah pada perilaku cyberslacking, yaitu aktivitas non-akademik yang dilakukan selama proses pembelajaran. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi munculnya perilaku ini adalah self-control atau kemampuan mengendalikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-control terhadap perilaku cyberslacking. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, tingkat self-control peserta didik kelas VIII di SMP Karya Pembangunan 1 Baleendah berada pada kategori sedang. Demikian pula, tingkat perilaku cyberslacking yang dilakukan peserta didik kelas VIII di SMP Karya Pembangunan 1 Baleendah juga berada pada kategori sedang. Selain itu, ditemukan adanya pengaruh positif antara self-control dengan perilaku cyberslacking pada peserta didik kelas VIII di SMP Karya Pembangunan 1 Baleendah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun peserta didik memiliki self-control yang baik, mereka tetap melakukan cyberslacking sebagai bentuk respons sadar terhadap tekanan atau kejenuhan selama pembelajaran. Dengan demikian, self-control tidak selalu menekan perilaku cyberslacking, melainkan dapat memengaruhi bagaimana siswa menyesuaikan diri terhadap situasi akademik melalui keputusan yang mereka ambil secara sadar.
This study was motivated by the increasing use of digital devices in schools. In practice, this use is not always limited to academic purposes, but can also lead to cyberslacking, which is non-academic activities carried out during the learning process. One factor that can influence the emergence of this behavior is self-control. This study aims to analyze the influence of self-control on cyberslacking behavior. The approach used in this study is a quantitative approach with a correlational method. Data collection techniques were carried out through surveys using questionnaires, while data analysis used simple linear regression. The results showed that, in general, the level of self-control of eighth-grade students at SMP Karya Pembangunan 1 Baleendah was in the moderate category. Similarly, the level of cyberslacking behavior exhibited by eighth-grade students at SMP Karya Pembangunan 1 Baleendah was also in the moderate category. In addition, a positive influence was found between self-control and cyberslacking behavior among eighth-grade students at SMP Karya Pembangunan 1 Baleendah. These findings indicate that even though students have good self-control, they still engage in cyberslacking as a conscious response to pressure or boredom during learning. Thus, self-control does not always suppress cyberslacking behavior, but can influence how students adjust to academic situations through the decisions they make consciously
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS LITERASI KEADILAN GENDER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS
ABSTRAK
Triani Widyanti (2025). Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Literasi
Keadilan Gender Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Pada Pembelajaran IPS.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah bahan ajar baru dalam
pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian
ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan desain yang
digunakan mengadaptasi desain penelitian Analyze, Design, Development,
Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Penentuan sampel penelitian
menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan karakteristik yang
sesuai dengan penelitian ini. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMPN 5 Garut, 4
Garut, 1 Tarogong Kaler, 2 Tarogong Kidul dan 1 Limbangan Kabupaten Garut.
Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi, wawancara, dokumentasi dan
evaluasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif. Hasil
penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa: 1) Siswa belum mendapat
kesempatan yang optimal dalam menggali potensinya dengan mengkontruksikan
pengetahuannya dalam ranah berpikir kritis sehingga dibutuhkan bahan ajar yang
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, 2) Pengembangan bahan ajar digital IPS
berbasis literasi keadilan gender dinyatakan valid dan praktis digunakan dalam
pembelajaran. 3) Bahan ajar digital IPS berbasis literasi keadilan gender efektif dan
signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 78%
pada uji terbatas, dan Novelty dari penelitian ini terletak pada penggabungan
elemen-elemen baru dalam pengembangan bahan ajar digital, yaitu integrasi literasi
keadilan gender dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis
siswa dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini tidak hanya menekankan pada
pengajaran teori, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih
mendalam, interaktif, dan relevan dengan kehidupan siswa, menggunakan
teknologi untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian,
bahan ajar digital IPS berbasis literasi keadilan gender direkomendasikan kepada
para guru untuk diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di tingkat SMP
untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Kata Kunci : Bahan Ajar Digital, Keterampilan Berpikir Kritis, Literasi Keadilan
Gender, Pembelajaran IPS
ABSTRACT
Triani Widyanti (2025). Development of Digital Teaching Materials Based on
Gender Justice Literacy to Improve Students' Critical Thinking Skills in Social
Studies Learning.
This study aims to produce new teaching materials that can improve critical
thinking skills. This study uses the Research and Development (R&D) method with
a design adapted from the Analyse, Design, Development, Implementation, and
Evaluation (ADDIE) research design. The research sample was determined using
purposive sampling techniques, taking into account characteristics appropriate to
this study. The research was conducted at SMPN 5 Garut, 4 Garut, 1 Tarogong
Kaler, 2 Tarogong Kidul and 1 Limbangan in Garut Regency. Data was collected
through questionnaires, observation, interviews, documentation and evaluation.
Data analysis was performed using quantitative analysis. The results of the study
showed that: 1) Students have not had optimal opportunities to explore their
potential by constructing their knowledge in the realm of critical thinking, so
teaching materials developed according to their needs are needed, 2) The
development of digital social studies teaching materials based on gender justice
literacy is valid and practical for use in learning. 3) Digital social studies teaching
materials based on gender justice literacy are effective and significant in improving
students' critical thinking skills by 78% in limited tests, and the novelty of this
research lies in the combination of new elements in the development of digital
teaching materials, namely the integration of gender justice literacy with the aim of
improving students' critical thinking skills in social studies learning. This study not
only emphasises teaching theory but also creates a more in-depth, interactive
learning experience that is relevant to students' lives, using technology to support
the achievement of learning objectives. Thus, digital social studies teaching
materials based on gender justice literacy are recommended for teachers to apply in
social studies teaching at secondary school level to optimise students' critical
thinking skills.
Keywords: Digital Teaching Materials, Critical Thinking Skills, Gender Justice
Literacy, Social Studies Learnin
DESAIN IN SILICO KANDIDAT VAKSIN MULTI-EPITOP UNTUK HUMAN METAPNEUMOVIRUS (HMPV) BERBASIS ALEL HLA INDONESIA
Human Metapneumovirus (HMPV) merupakan salah satu patogen penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kerap berko-infeksi dengan patogen berbahaya seperti SARS CoV-2 dan Streptococcus pneumoniae. Namun, saat ini belum vaksin HMPV yang telah lulus uji klinis. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan model vaksin HMPV berbasis multi-epitop secara in silico sebagai pendekatan awal yang efisien dari segi waktu, biaya, dan sumber daya. Desain multi-epitop dipilih karena dapat memicu respons imun adaptif yang luas dan spesifik. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi: prediksi epitop sel T berdasarkan protein target HMPV yang diseleksi berdasarkan karakteristik imunogenik, non toksik, dan non-alergenik, perancangan vaksin multi-epitop dengan linker dan adjuvan, analisis interaksi dengan reseptor imun (TLR-2 dan TLR-4), serta evaluasi stabilitas, antigenisitas, dan cakupan populasi berdasarkan HLA dominan Indonesia. Vaksin dirancang spesifik untuk populasi Indonesia sehingga epitop yang dipilih bersifat imunogenik, non-toksik, dan non-alergenik, serta mencakup populasi Indonesia dengan afinitas ikatan tinggi terhadap HLA dominan. Kandidat vaksin bersifat stabil, imunogenik, dan berinteraksi kuat terhadap TLR-2 dan TLR-4 yang secara teoritis dapat mengaktivasi sistem imun melalui produksi antibodi, sel B memori, sel T, makrofag, dan sitokin. Vaksin multi-epitop yang dikonstruksi berhasil dioptimasi untuk diekspresikan pada sistem inang Escherichia coli dengan vektor pET-30a(+). Adaptasi kodon meningkatkan Codon Adaptation Index (CAI) dan menurunkan kandungan GC kedua vaksin, yang menunjukkan potensi tinggi untuk ekspresi protein rekombinan pada galur E. coli K12. Meskipun masih berada pada tahap in silico, hasil yang diperoleh menunjukkan potensi untuk dikembangkan secara eksperimental sebagai langkah awal menuju formulasi vaksin yang lebih efektif.
Human Metapneumovirus (HMPV) is one of the leading causes of Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) that usually co-infect with SARS-CoV-2 and Streptococcus pneumoniae. However, currently there is no HMPV Vaccine that passed the clinical test. In consequence, this study aims to develop multi-epitop vaccine model with in silico approach as an efficient effort in terms of time, cost, and resource. Multi-epitope vaccine design is chosen for its ability to induce broad and specific adaptive immune responses. This study involve: prediction of T cell epitope based on the target protein of HMPV that is selected based on its immunogenicity, non-toxicity, and non-allergenicity, constructing multi-epitope vaccine with linker and adjuvant, analysis of interaction between vaccine and immune receptors (TLR-2 and TLR-4), and evaluation of vaccine stability, antigenicity, and population coverage based on dominant HLA in Indonesia. The vaccine is designed specifically for the Indonesian therefore the chosen epitopes are immunogenic, non-toxic, non-allergenic, and cover Indonesian population with high binding affinity towards dominant HLA. The vaccine candidate is predicted to be stable, immunogenic, and has high affinity towards TLR-2 and TLR-4 that theoretically can activate the immune system through the production of antibody, B cell memory, T cell memory, macrophage, and cytokine. Furthermore, the multi-epitope vaccine constructs were successfully optimized for expression in Escherichia coli host cells using the pET-30a(+) vector. Codon optimization increased the Codon Adaptation Index (CAI) and decreased GC content of both vaccine, indicating high potential for recombinant protein expression in E. coli K12. Despite being developed by in silico approach, this vaccine shows a potential to be further developed experimentally as a starting point towards a more effective vaccine formulation
PELATIHAN STEM LEARNING BERBASIS INTERNET OF THINGS (STEM-IOT) PADA TEMA HEMAT ENERGI UNTUK MENINGKATKAN TPACK DAN KREATIVITAS GURU IPA DI JAWA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi pelatihan STEM learning berbasis Internet of Things (STEM-IoT) dalam meningkatkan kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan kreativitas guru IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan exploratory squential design. Fokus penelitian ini pada tiga aspek utama, yaitu pengembangan, pelaksanaan, dan kebermanfaatan pelatihan terhadap peningkatan TPACK guru IPA. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 79 guru IPA yang bertugas di Jawa Barat. Instrumen yang digunakan diantaranya: lembar analisis dokumen, soal kemampuan TPACK guru, lembar observasi, angket, lembar penilaian RPP STEM IoT, panduan wawancara, dan catatan lapangan. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji statistik sedangkan data kualitatif digunakan untuk menggali informasi tentang pengembangan program pelatihan STEM IoT untuk meningkatkan TPACK guru IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan program pelatihan STEM learning berbasis Internet of Things (STEM IoT) yang dikembangkan memiliki karakteristik berlandaskan teori belajar andragogi dan model TPACK dengan menggunakan pendekatan inovasi STEM-IoT dan tehnik learning by doing. Program pelatihan STEM IoT dinilai valid dalam meningkatkan TPACK dan kreativitas guru IPA. Dimana kompetensi TPACK meningkat dengan kategori tinggi. Kreativitas guru IPA dalam mendesain pembelajaran STEM IoT pada tema hemat energi memilliki nilai persentase pada aspek fluency dengan rata-rata 86% berkategori sangat baik, flexibility 71% berkategori baik, dan originality 60% dengan kategori cukup. Guru IPA memberikan respon positif terhadap pelaksanaan program pelatihan STEM IoT pada tema hemat energi dan hampir lebih dari 90% tertarik untuk melaksanakan pembelajaran STEM IoT dan merancang produk IoT. Pelatihan STEM-IoT memiliki potensi besar dalam menyiapkan guru untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 dan mendorong pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi era Society 5.0 dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
This study aims to develop and evaluate Internet of Things-based STEM learning training (STEM-IoT) in improving the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) competency and creativity of science teachers. The research method used is mixed methods with exploratory sequential design. The focus of this study is on three main aspects, namely the development, implementation, and usefulness of training on improving TPACK of science teachers. Participants involved in this study were 79 science teachers working in West Java. The instruments used include: document analysis sheets, teacher TPACK ability questions, observation sheets, questionnaires, STEM IoT lesson plan assessment sheets, interview guides, and field notes. Quantitative data were analyzed using statistical tests while qualitative data were used to gather information about the development of STEM IoT training programs to improve TPACK of science teachers. The results of the study indicate that the design of the Internet of Things-based STEM learning training program (STEM IoT) developed has characteristics based on andragogy learning theory and TPACK model using the STEM-IoT innovation approach and learning by doing techniques. The STEM IoT training program is considered valid in improving TPACK and creativity of science teachers. Where TPACK competency increased with a high category. The creativity of science teachers in designing STEM IoT learning on the theme of energy saving has a percentage value in the fluency aspect with an average of 86% in the very good category, flexibility 71% in the good category, and originality 60% in the sufficient category. Science teachers gave a positive response to the implementation of the STEM IoT training program on the theme of energy saving and almost more than 90% are interested in implementing STEM IoT learning and designing IoT products. STEM-IoT training has great potential in preparing teachers to face the challenges of 21st-century education and encourage learning that supports the achievement of competencies in the Society 5.0 era and sustainable development goals (SDGs)
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI (SELF-CONFIDENCE) TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Kepercayaan diri (self-confidence) merupakan salah satu aspek penting dalam kepribadian yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Bagi mahasiswa Pendidikan IPS,
kepercayaan diri berperan penting dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial. Namun, pada kenyataannya mahasiswa kerap kali merasa kurang percaya
diri ketika berada dalam lingkungan sosial. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri (self-confidence) terhadap kemampuan interaksi sosial mahasiswa Pendidikan IPS UPI. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional serta teknik pengumpulan data melalui survei berupa kuesioner yang dirancang khusus untuk mengukur tingkat kepercayaan diri (self-confidence) dan kemampuan interaksi sosial mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Pendidikan IPS UPI angkatan 2021-2024 dengan jumlah 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) gambaran umum tingkat kepercayaan diri (self-confidence) mahasiswa Pendidikan IPS UPI berada pada tingkat sedang. (2) gambaran umum tingkat kemampuan interaksi sosial mahasiswa Pendidikan IPS UPI berada pada tingkat sedang. (3) nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepercayaan diri (self-confidence) dengan kemampuan interaksi sosial mahasiswa Pendidikan IPS UPI yaitu sebesar 68,9%. Maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri (self-confidence) berpengaruh terhadap
kemampuan interaksi sosial mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia. Meskipun begitu, berdasarkan hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kelemahan dalam aspek kepercayaan diri dan kemampuan interaksi sosial khususnya dalam indikator βobjektifβ dan βpenampilan nyataβ.
Self-confidence is an important aspect of personality that influences a person's ability to interact and adapt to the social environment. For social studies students, self-confidence plays an important role in improving social interaction ability.
However, in reality, students often feel less confident when they are in social environment. So, the aim of this study is to determine the effect of self-confidence on the social interaction ability of UPI social studies education students. This study used a quantitative approach with a correlational method and data collection techniques through a survey in the form of a questionnare specifically designed to measure the level of self-confidence and social interaction ability of students. The sample in this study was 80 social studies education students from the 2021-2024 intake at UPI. The research results show that (1) the general level of self confidence among social studies education students at UPI is at a moderate level. (2) the general level of social interaction ability among social studies education students at UPI is at a moderate level. (3) the significance value is 0.000 <0.05, indicates that there is a positive and significant influence between self-confidence and the social interaction ability of social studies education students at UPI is 68,9%.
Therefore, it can be concluded that self-confidence has an influence on the social interaction ability of social studies education students at the Indonesia University of Education. Nevertheless, the research findings indicate that there are still some weaknesses in the aspects of self-confidence and social interaction ability, particularly in the indicators of βobjectiveβ and βreal appearanceβ
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN: Studi Empiris pada Industri Minyak Kelapa Sawit yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2024
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan industri minyak kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode deskriptif dan verifikatif. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 15 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder dengan metode dokumentasi yang berasal dari laporan keuangan (Annual Report) yang diambil melalui situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web resmi perusahaan. Analisis data dilakukan melalui model regresi linear multipel data panel dengan bantuan aplikasi Eviews 12; selanjutnya, pengujian hipotesis menggunakan uji F dan uji t. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kepemilikan institusional terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Hal ini mengartikan bahwa semakin tinggi kepemilikan institusional, maka kinerja keuangan akan meningkat. Sebaliknya, komisaris independen dan ukuran perusahaan ditemukan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Temuan ini mengartikan bahwa tinggi rendahnya komisaris independen dan ukuran perusahaan tidak mendorong peningkatan pada nilai kinerja keuangan industri minyak kelapa sawit. This study was conducted to determine the effect of institutional ownership, independent commissioners, and company size on the financial performance of crude palm oil companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2019-2024. This study used a quantitative approach through descriptive and verifiable methods. The research sample was determined using purposive sampling, resulting in 15 companies that met the research criteria. The data used were secondary data obtained through documentation methods from financial reports (Annual Reports) taken from the Indonesia Stock Exchange website and the companies' official websites. Data analysis was performed using a multiple linear regression panel data model with the help of the Eviews 12 application; subsequently, hypothesis testing was conducted using the F-test and t-test. The results of the hypothesis testing showed that institutional ownership had a positive effect on financial performance. This implies that the higher the institutional ownership, the better the financial performance. Conversely, independent commissioners and company size were found to have no effect on financial performance. This finding implies that the level of independent commissioners and company size does not drive improvements in the financial performance of the crude palm oil industry
PENGARUH METODE BELAJAR MIND MAPPING TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI GAYA IPA DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Metode belajar Mind Mapping terhadap kemampuan pemahaman menafsirkan siswa SD, khususnya di kelas IV pada materi IPAS βGaya di Sekitar Kitaβ. Penelitian kuasi eksperimen dengan desain intact- group comparison. Sampel yang digunakan seluruh siswa kelas IV A dan IV B SDN 2 Setiamulya yang ditentukan dengan kelompok kontrol yaitu kelas IV A dan kelas eksperimen yaitu kelas IV B. Data kemampuan pemahaman menafsirkan dikumpulkan dengan teknik tes pilihan ganda dan uraian. Hasil penelitian ini menunjukan nilai rata-rata kelompok eksperimen (66,97) lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol (56,67). Berdasarkan hasil analisis uji-t dengan Ξ± = 0,05 diperoleh thitung > ttabel (5,059>1,668 ) maka Ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa metode belajar Mind Mapping berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman menafsirkan siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disarankan kepada guru agar menerapkan metode belajar Mind Mapping sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemahaman menafsirkan siswa.
This research aims to determine the effect of the Mind Mapping learning method on elementary school students' ability to understand and interpret, especially in class IV on the science material "Style Around Us". Quasi-experimental research with an intact-group comparison design. The sample used was all students in class IV A and IV B at SDN 2 Setiamulya which was determined by the control group, namely class IV A and the experimental class, namely class IV B. Data on interpreting comprehension ability was collected using multiple choice and description test techniques. The results of this study show that the average value of the experimental group (66.97) is higher than the average value of the control group (56.67). Based on the results of the t-test analysis with Ξ± = 0.05, tcount > ttable (5.059>1.668) means that Ho is rejected. It can be concluded that the Mind Mapping learning method has an effect on students' ability to understand and interpret. Based on these results, it can be suggested to teachers to apply the Mind Mapping learning method as a learning model to improve students' interpretive understanding abilities
PENGARUH MANAJEMEN KELAS DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA: Studi Pada Mata Pelajaran Kearsipan Kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cisarua
ABSTRAK
PENGARUH MANAJEMEN KELAS DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (STUDI PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN KELAS XI MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CISARUA)
Oleh:
Vera Agustin
Skripsi ini dibimbing oleh:
Prof. Dr. Hj. Nani Sutarni, M.Pd.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran kearsipan kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Negeri 1 Cisarua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Manajemen Kelas (X1) dan Lingkungan Sekolah (X2) terhadap Hasil Belajar Siswa (Y) pada mata pelajaran Kearsipan. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda. Responden pada penelitian ini berjumlah 54 orang siswa yang diambil dari XI MPLB 1, XI MPLB 2 dan XI MPLB 3. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa manajemen kelas berada pada kategori efektif, lingkungan sekolah berada pada kategori cukup kondusif dan hasil belajar siswa pada kategori sedang. Dari hasil uji hipotesis diperoleh hasil bahwa manajemen kelas dan lingkungan sekolah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Lingkungan Sekolah, Manajemen Kelas
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF CLASS MANAGEMENT AND SCHOOL ENVIRONMENT ON STUDENTβS LEARNING OUTCOMES (STUDY ON THE SUBJECT OF ARCHIVING FOR CLASS XI OFFICE MANAGEMENT AND BUSINESS SERVICE AT SMK NEGERI 1 CISARUA)
by:
Vera Agustin
This thesis is guided by:
Prof. Dr. Hj. Nani Sutarni, M.Pd.
The problem in this research is that the learning outcomes of students in the subject of archiving, class XI Office Management and Business Service at SMK Negeri 1 Cisarua are not optimal. This study aims to determine the effect of Class Management (X1) and School Environment (X2) on Student Learning Outcomes (Y) in the subject of archiving. This method used in this study is survey method with data collection techniques using questionnaires. The approach used is a quantitative approach with data analysis techniques using double regression analysis. The respondents of this study were 54 students taken from class XI MPLB 1, XI MPLB 2, and XI MPLB 3. Based on the results, it is known that the class management is in the effective category, school environment is in the fairly conducive category and student learning outcomes is the category medium. From the hypothesis test, the results obtained that class management and school environment have a positive and significant influence on student learning outcomes.
Keywords: Class Management, Learning Outcomes Student, School Environmen
OPTIMISASI PORTOFOLIO SAHAM SYARIAH DENGAN MODEL BLACK-LITTERMAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)
Investasi saham merupakan salah satu bentuk investasi yang banyak diminati karena potensi keuntungan yang tinggi dan aksesibilitas yang luas. Namun, tantangan utama dalam investasi adalah memperoleh keuntungan optimal dengan risiko yang terkendali. Penelitian ini menggabungkan model Black-Litterman dan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) untuk menyusun portofolio saham syariah optimal berdasarkan saham-saham dalam Jakarta Islamic Index (JII). Model Black-Litterman digunakan untuk menghasilkan estimasi return yang stabil dengan menggabungkan informasi pasar dan pandangan subjektif investor. Estimasi ini dijadikan bobot awal yang dioptimalkan menggunakan PSO. Fungsi objektif berupa rasio return terhadap risiko dengan penalti untuk menjaga validitas bobot portofolio. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai kombinasi parameter PSO guna menemukan performa terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menghasilkan portofolio dengan return sebesar 0.03327 dan risiko 0.00902, dengan fitness terbaik -3.68871. Penggabungan Black-Litterman dan PSO terbukti efektif dalam menghasilkan portofolio saham syariah yang optimal dan seimbang.
Stock investment is one of the most popular types of investment due to its high profit potential and wide accessibility. However, the main challenge in investing is to gain optimal returns with controlled risk. This study combines the Black-Litterman model and the Particle Swarm Optimization (PSO) algorithm to construct an optimal sharia stock portfolio based on stocks listed in the Jakarta Islamic Index (JII). The Black-Litterman model is used to produce stable return estimates by combining market information and investors' subjective views. These estimates are used as initial weights, which are then optimized using PSO. The objective function is defined as the return-to-risk ratio with an added penalty to ensure the validity of portfolio weights. Several combinations of PSO parameters were tested to find the best performance. The results show that this approach is able to produce a portfolio with a return of 0,03327 and a risk of 0,00902, with the best fitness value of -3,68871. The combination of the Black-Litterman model and PSO is proven to be effective in constructing an optimal and balanced sharia stock portfolio
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK PENINGKATAN LITERASI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-EFFICACY SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis apakah peningkatan literasi matematis siswa SMA yang memperoleh pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dengan LKPD tipe soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung; (2) mengetahui perbedaan peningkatan literasi matematis berdasarkan tingkat self-efficacy pada siswa yang memperoleh pembelajaran PBL; dan (3) mengetahui perbedaan peningkatan literasi matematis berdasarkan tingkat self-efficacy pada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian adalah dua kelas X SMA di Kota Bandung, masing-masing sebagai kelas eksperimen (PBL dengan soal HOTS) dan kelas kontrol (pembelajaran langsung). Instrumen penelitian meliputi tes literasi matematis dan angket self-efficacy. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, uji-t, uji Mann-Whitney, dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peningkatan literasi matematis siswa kelas eksperimen tidak berbeda signifikan dibandingkan kelas kontrol; (2) tidak terdapat perbedaan signifikan peningkatan literasi matematis berdasarkan tingkat self-efficacy pada kelas eksperimen; dan (3) tidak terdapat perbedaan signifikan peningkatan literasi matematis berdasarkan tingkat self-efficacy pada kelas kontrol. Meskipun demikian, secara deskriptif rata-rata skor literasi matematis dan self-efficacy kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PBL berbasis soal HOTS secara bertahap, disertai durasi pembelajaran yang memadai dan strategi pendampingan yang mempertimbangkan tingkat self-efficacy siswa.
This study aims to: (1) analyze whether the improvement of mathematical literacy among senior high school students taught using the Problem-Based Learning (PBL) model with Higher Order Thinking Skills (HOTS) worksheets is higher than those taught using direct instruction; (2) examine differences in mathematical literacy improvement based on studentsβ self-efficacy levels in the PBL class; and (3) examine differences in mathematical literacy improvement based on studentsβ self-efficacy levels in the direct instruction class. The research employed a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The sample consisted of two tenth-grade classes from a public senior high school in Bandung, selected through purposive sampling: an experimental class (PBL with HOTS-based worksheets) and a control class (direct instruction). The research instruments included a mathematical literacy test and a self-efficacy questionnaire. The results indicate that: (1) the improvement of mathematical literacy in the experimental class was not significantly different from the control class; (2) there were no significant differences in mathematical literacy improvement based on self-efficacy levels in the experimental class; and (3) there were no significant differences in mathematical literacy improvement based on self-efficacy levels in the control class. Descriptively, the average scores of mathematical literacy and self-efficacy were higher in the experimental class compared to the control class. The study recommends implementing PBL with HOTS-based worksheets gradually, considering studentsβ readiness and allowing sufficient instructional time to achieve more optimal learning outcomes