91757 research outputs found
Sort by
ANALISIS KINERJA SEISMIK STRUKTUR BETON DENGAN METODE PUSHOVER: Studi Kasus Amaris Hotel
Kota Bandung terletak pada wilayah dengan potensi gempa tinggi, kondisi geografis tersebut menjadikannya sebagai salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian khusus dalam perencanaan pembangunan gedung. Gedung Amaris Hotel adalah salah satu gedung yang berlokasi di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai simpangan, perpindahan, dan level kinerja struktur yang terjadi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis dinamik metode respons spektrum dan analisis statik metode pushover. Pemodelan struktur dilakukan dengan perangkat lunak ETABS 18.1.0 serta mengacu pada peraturan SNI 1726-2019, ATC-40, dan FEMA-440. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpangan antar tingkat pada lantai atap dengan metode respons spektrum adalah 19,866 mm (arah X) dan 26,263 mm (arah Y), sedangkan dengan metode pushover adalah 36,185 mm (arah X) dan 53,284 mm (arah Y). Nilai perpindahan pada lantai atap dengan metode respons spektrum adalah 26,095 mm (arah X) dan 27,668 mm (arah Y), sedangkan dengan metode pushover adalah 59,253 mm (arah X) dan 59,992 mm (arah Y). Kinerja struktur berdasarkan ATC-40 dan FEMA-440 menunjukkan bahwa struktur berada dalam kategori Immediate Occupancy (IO) karena nilai drift ratio kurang dari 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan aman dan tetap dapat digunakan setelah gempa, karena kerusakan struktural yang terjadi sangat minim.
Bandung City is located in an area with high seismic potential, and this geographical condition makes it one of the regions that requires special attention in building design and construction planning. Amaris Hotel is one of the buildings located in Bandung City. The objective of this study is to determine the displacement, drift, and structural performance levels. The analysis methods used are the dynamic response spectrum method and the static pushover method. The structural modeling was carried out using ETABS 18.1.0 software, referring to SNI 1726-2019, ATC-40, and FEMA-440. The analysis results show that the inter-story drift at the roof level using the response spectrum method is 19.866 mm (X-direction) and 26.263 mm (Y-direction), while using the pushover method it is 36.185 mm (X-direction) and 53.284 mm (Y-direction). The roof-level displacement using the response spectrum method is 26.095 mm (X-direction) and 27.668 mm (Y-direction), while using the pushover method it is 59.253 mm (X-direction) and 59.992 mm (Y-direction). Based on ATC-40 and FEMA-440, the structural performance is categorized as Immediate Occupancy (IO) since the drift ratio is less than 0.01. This indicates that the building is safe and remains functional after an earthquake, as the structural damage is minimal
HUBUNGAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI SEKOLAH MITRA PROGRAM PENGUATAN PENGALAMAN PROFESIONAL KEPENDIDIKAN (P3K) UPI KOTA TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dengan kemandirian anak usia dini di sekolah mitra Program P3K UPI Kampus Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua anak kelompok B (usia 5–6 tahun) di sekolah mitra, dengan sampel sebanyak 248 orang tua yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pendidikan orang tua dan angket kemandirian anak yang telah divalidasi ahli dan diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara pendidikan orang tua dan kemandirian anak usia dini (rs = 0,432, p < 0,05). Semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, semakin tinggi pula tingkat kemandirian anak. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peran pendidikan orang tua dalam mendukung perkembangan kemandirian anak di usia dini.
This study aims to determine the relationship between parental education and early childhood independence in partner schools of the P3K Program, UPI Tasikmalaya Campus. The study used a quantitative method with a correlational approach. The study population was all parents of group B children (aged 5–6 years) in partner schools, with a sample of 248 parents selected using proportionate stratified random sampling technique. The instruments used were a questionnaire on parental education and a questionnaire on child independence that had been validated by experts and tested for reliability. Data analysis was carried out using the Spearman Rank correlation test. The results showed a positive and significant relationship between parental education and early childhood independence (rs = 0.432, p < 0.05). The higher the level of parental education, the higher the level of child independence. This finding implies the important role of parental education in supporting the development of children's independence at an early age
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN KESADARAN EKOLOGIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas lingkungan sekolah dengan kesadaran ekologis siswa Sekolah Menengah Pertama dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada dua sekolah dengan karakteristik berbeda, yaitu SMP Alam Bandung yang menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan, dan SMP Negeri 7 Bandung sebagai sekolah konvensional yang telah meraih penghargaan Adiwiyata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebagai instrumen utama dan observasi sebagai data tambahan. Data dari kedua sekolah dianalisis secara gabungan untuk memperoleh gambaran umum hubungan antar variabel, diawali dengan uji normalitas sebagai dasar pemilihan uji statistik lanjutan. Uji korelasi Spearman dan uji beda Mann-Whitney dilakukan pada masing-masing sekolah karena data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kualitas lingkungan sekolah dengan kesadaran ekologis siswa di kedua sekolah meskipun hubungannya tergolong lemah. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan persepsi yang signifikan antar siswa dari dua sekolah tersebut terhadap kedua variabel yang diteliti. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan fisik dan non-fisik sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran ekologis siswa.
This study aims to determine the relationship between school environmental quality and ecological awareness among junior high school students using a quantitative correlational approach. The research was conducted in two schools with distinct characteristics: SMP Sekolah Alam Bandung, which implements an environment-based learning model, and SMP Negeri 7 Bandung, a conventional school that has received the Adiwiyata environmental award. Data collection was carried out using questionnaires as the primary instrument and observation as supplementary data. Data from both schools were analyzed collectively to obtain a general overview of the relationship between the variables, starting with a normality test to determine the appropriate statistical analysis. Spearman correlation and Mann-Whitney U tests were conducted separately for each school due to the data not meeting normality assumptions. The results show a positive relationship between school environmental quality and students’ ecological awareness in both schools, although the strength of the correlation is relatively weak. In addition, no significant differences were found in students’ perceptions of the two variables between the two schools. These findings indicate that both the physical and non-physical quality of the school environment play an important role in shaping students’ ecological awareness
PENGARUH KONTEN KESEHATAN MENTAL DALAM RUANG GEMA TERHADAP MITIGASI HOAKS KESEHATAN MENTAL DI TIKTOK: Studi Korelasi pada Pengikut Akun TikTok @ungkapinofficial
ABSTRAK
TikTok menjadi salah satu media sosial yang populer digunakan untuk mencari informasi kesehatan mental. Namun TikTok juga menjadi salah satu platform dengan tingkat penyebaran hoaks tertinggi. Salah satu yang mempengaruhi penyebaran informasi hoaks di TikTok adalah konsep ruang gema. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh konten kesehatan mental dalam ruang gema terhadap mitigasi hoaks kesehatan mental di TikTok dengan menggunakan Teori Deteksi Berita Palsu (Fake News Detection Theory). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara Purposive Sampling, sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 402 responden. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis data dengan teknik analisis regresi dilakukan untuk menilai konten kesehatan mental dalam ruang gema yang mencakup komponen pembentuk ruang gema yaitu paparan konten sejenis, konfirmasi keyakinan, dan interaksi sosial dalam ruang gema terhadap kemampuan mitigasi hoaks. Sementara itu mitigasi hoaks kesehatan mental mengadaptasi konsep literasi media yang meliputi kemampuan mengakses, menganalisis, evaluasi konten, dan kreasi produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan, positif, dan sangat kuat antara paparan konten sejenis, konfirmasi keyakinan, dan interaksi sosial ruang gema terhadap mitigasi hoaks kesehatan mental di TikTok. Selain itu, terdapat pengaruh antara konten kesehatan mental dalam ruang gema terhadap mitigasi hoaks kesehatan mental di TikTok secara simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa konten kesehatan mental dalam ruang gema memiliki potensi meningkatkan kemampuan mitigasi hoaks kesehatan mental di TikTok.
Kata Kunci: Media Sosial, TikTok, Konten Kesehatan Mental, Mitigasi Hoaks
ABSTRACT
TikTok has become a popular social media site for people to find mental health information. They may also, howefer, be one of the sites with the highest rates of misinformation, caused in part by the notion of an echo chamber. The present study aims to assess how mental health content in echo chambers affects the mitigation of mental health hoaxes on TikTok using Fake News Detection Theory. This study used a quantitative method, correlational research design. This study used Purposive Sampling to collect data from a sample of 402 respondents. Regression analysis was used to assess how mental health content in echo chamber’s exposure to similar content, belief confirmation, and interactions affects people’s ability to mitigate mental health hoaxes. The notion of mental health hoax mitigation was adapted from media literacy and includes accessing, analyzing, evaluating, and creating content. The result indicate a very strong positive correlation between exposure to similar content, belief confirmation, and social interaction in an echo chamber, as well as the ability to mitigate mental health hoaxes on TikTok. The results also indicated a simultaneous effect of mental health content in echo chambers on the ability to mitigate hoaxes. These results suggest that mental health content in echo chambers may increase individuals’ ability to mitigate mental health hoaxes on TikTok.
Keywords: Social Media, TikTok, Mental Health Content, Hoaxes Mitigatio
PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF LACTORA INSPIRE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GAMBAR KONTRUKSI UTILITAS GEDUNG DAN SISTEM PLUMBING DI SMK NEGERI 1 SUMEDANG
Perkembangan teknologi informasi menuntut pendidikan vokasi untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri, khususnya pada pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu tantangan dalam pembelajaran di SMK adalah rendahnya hasil belajar siswa akibat pengggunaan metode konvensional yang kurang interaktif. Hasil belajar siswa yang rendah dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu media pembelajaran yang kurang interaktif yang mendorong peningkatan hasil belajar. Salah satu bentuk inovasi dalam pembelajaran adalah penerapan media interaktif Lactora Inspire. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media interaktif Lactora inspire dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Gambar Kontruksi Utilitas Gedung dan Sistem Plumbing di SMKN 1 Sumedang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Desigm yang melibatkan dua kelas XI DPIB, satu sebagai kelas ekserimen yang menggunakan media Lactora Inspire dan satu kelas kontrol yang menggunkan konvensional. Intrumen penelitian mencakup tes (pretest dan posttest), observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media interaktif Lactora Inspire berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan. Nilai rata-rata N-Gain yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dengan nilai 0,365 tergolong dalam kategori sedang dibandingkan kelas kontrol termasuk kategori rendah dengan nilai 0,143. Artinya, penerapan media interaktif Lactora Inspire dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Lactora Inspire, Hasil Belajar, Gambar Kontruksi Utilitas, SMK.
The development of information technology requires vocational education to adapt to industry needs, especially with regard to technology-based learning. One challenge in vocational schools is students' low learning outcomes due to conventional, non-interactive teaching methods. Several factors can cause low learning outcomes, one of which is the use of non-interactive learning media, which can increase learning outcomes. One form of educational innovation is the use of interactive media, such as Lactora Inspire. This study aims to analyze how Lactora Inspire improves student learning outcomes in Building Utility Construction Drawing and Plumbing Systems at SMKN 1 Sumedang. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving two 11th-grade DPIB classes: one experimental class using Lactora Inspire and one control class using conventional media. Research instruments included pre- and post-tests, observations, questionnaires, and documentation. The results of this study indicate that implementing interactive Lactora Inspire media significantly improves student learning outcomes, as evidenced by the experimental class's average posttest scores showing an increase. With an average N-Gain value of 0.365, the experimental class is classified as moderate, while the control class is classified as low with an average value of 0.143. These results suggest that Lactora Inspire interactive media can significantly improve student learning outcomes.
Keywords: Learning Media, Lactora Inspire, Learning Outcomes, Utility, Construction Image, Vocational High Schoo
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PEDAGOGIK BERBASIS ONLINE BAGI GURU DI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YPI) AL-‘ARABI CIKARANG BARAT
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan online yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-‘Arabi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Model evaluasi yang digunakan adalah model Kirkpatrick empat level melalui melalui pendekatan campuran (mixed methods), dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Level reaksi diambil dengan kuesioner peserta pelatihan, level pembelajaran dengan test, level perubahan perilaku dengan self assessment, peer assessment, dan wawancara, terakhir level dampak dengan wawancara mendalam kepada kepala sekolah. Hasil evaluasi reaksi (level 1) menunjukkan bahwa 84% peserta merasa sangat puas dengan pelatihan online yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi pembelajaran (level 2) test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,48 atau 48%, tergolong kategori sedang. Hasil evaluasi perubahan perilaku (level 3) peserta pelatihan melalui penilaian self dan peer assessment menunjukkan bahwa terjadi perubahan perilaku yang sangat baik dengan presentase 86%. Data kualitatif memperkuat temuan ini, guru menyatakan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku yang berkaitan dengan aspek kemampuan pedagogik. Hasil evaluasi dampak (level 4) menunjukkan bahwa pelatihan telah memberikan dampak positif pada peningkatan kompetensi pedagogik guru dan hasil belajar siswa, namun belum berdampak secara optimal pencapaian aspek kualitas pembelajaran pada rapor pendidikan. Pelatihan online dinilai masih memiliki kendala dalam hal efektivitas penyampaian, sehingga sebagian peserta merekomendasikan diselenggarakannya pelatihan offline untuk meningkatkan pemahaman peserta serta untuk mendapatkan pengalaman pelatihan yang lebih nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan online berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, namun untuk pelaksanaan pelatihan selanjutnya perlu mempertimbangkan penyesuaian metode, materi, dan moda pelatihan.
The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of the online training program organized by the Al-Arabi Islamic Education Foundation (YPI) in improving teachers' pedagogical competence. The evaluation model used was the four-level Kirkpatrick model through a mixed methods approach, combining quantitative and qualitative data. The reaction level was taken using a training participant questionnaire, the learning level using a test, the behavior change level using self-assessment, peer assessment, and interviews, and finally the impact level using an in-depth interview with the principal. The results of the reaction evaluation (level 1) showed that 84% of participants were very satisfied with the online training that had been implemented. The results of the learning evaluation (level 2) test showed an increase in knowledge with an average N-Gain of 0.48 or 48%, classified as moderate. The results of the behavior change evaluation (level 3) of training participants through self-assessment and peer assessment showed that there was a very good change in behavior with a percentage of 86%. Qualitative data supports these findings, teachers stated that the training had a positive impact on behavioral changes related to aspects of pedagogical skills. The impact evaluation results (level 4) indicated that the training had a positive impact on improving teachers' pedagogical competence and student learning outcomes, but had not yet optimally impacted the achievement of learning quality aspects in the education report. Online training was considered to still have obstacles in terms of delivery effectiveness, so some participants recommended holding offline training to improve participant understanding and to gain a more realistic training experience. This study concluded that online training contributed to improving teachers' pedagogical competence, but for future training implementation, it is necessary to consider adjustments to the methods, materials, and training modes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GALLERY WALK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X DI SMAN BABAKANCIKAO KABUPATEN PURWAKARTA
Motivasi belajar geografi siswa hingga saat ini masih relatif rendah sehingga diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Gallery Walk terhadap motivasi belajar geografi. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test post-test control group. Subjek penelitian adalah 60 siswa kelas X di SMAN Babakancikao yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan masing-masing kelas sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan melalui alat penelitian berupa angket motivasi belajar geografi dan dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test, Independent Samples T-Test, serta ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar geografi siswa pada kelas eksperimen meningkat signifikan setelah penerapan Gallery Walk, sedangkan kelas kontrol relatif tidak mengalami perubahan. Perbandingan hasil post-test antar kelas juga memperlihatkan perbedaan signifikan, dengan kelas eksperimen memiliki skor motivasi lebih tinggi. Analisis ANCOVA mengonfirmasi bahwa Gallery Walk memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar setelah mengontrol skor pre-test. Disimpulkan bahwa Gallery Walk berpengaruh signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar geografi siswa dengan kategori signifikansi Sedang-Besar. Model ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran aktif yang membantu guru menciptakan suasana belajar lebih menarik, interaktif, dan partisipatif.
Students’ motivation to learn geography remains relatively low, requiring appropriate instructional models to enhance it. This study aims to analyze the effect of the cooperative learning model Gallery Walk on students’ motivation to learn geography. The research employed a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group. The subjects were 60 tenth-grade students of SMAN Babakancikao, divided into an experimental class and a control class, each consisting of 30 students. Data were collected using a geography learning motivation questionnaire and analyzed with Paired Sample T-Test, Independent Samples T-Test, and ANCOVA. The findings revealed that students in the experimental class showed a significant increase in learning motivation after the implementation of Gallery Walk, whereas the control class showed no notable change. Post-test comparison between the two groups indicated a significant difference, with the experimental class achieving higher motivation scores. ANCOVA further confirmed that Gallery Walk had a positive effect on learning motivation after controlling for pre-test scores. It is concluded that Gallery Walk significantly improves students’ motivation to learn geography, with a medium-to large effect size. Therefore, Gallery Walk is recommended as an alternative active learning strategy to foster a more engaging, interactive, and participatory classroom environment
Pengaruh Latihan Rubber Terhadap Kemampuan Pukulan Smash Pada Esktrakulikuler Bulutangkis SMA Negeri 1 Karang Bahagia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Latihan rubber terhadap kemampuan smash
SMA Negeri 1 Karang Bahagia Bekasi. Latihan rubber yang mengukur pengaruh terhadap
kemampuan smash siswa SMA Negeri 1 Karang Bahagia. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan rancangan “One Group Pretest-Postest Design” Melibatkan 10 siswa berusia 15
18 Tahun. Dengan hasil uji paired sampel test untuk pre test di peroleh rata-rata hasil 13.20 dan hasil
post test 37.80. Berdasarkan hasil penelitian ini nilai koefisien (Coreralation) sebesar 0.289 dengan
nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.417, karena nilai sig 0.417 < probabilitas 0.05, maka di katakan
bahwa adanya pengaruh antara variabel pre test dan post test. Nilai t hitung > t tabel,maka H0 ditolak
dan Ha diterima. Berdasarkan hasil diketahui t hitung bernilai negatif yaitu sebesar -13,930. t hitung
bernilai negatif ini disebabkan karena nilai rata rata hasil kemampuan smash pre test lebih rendah
dari pada nilai rata rata hasil kemampuan smash. penelitian di ketahui nilai df adalah sebesar 9 dan
nilai 0.05/2 sam dengan 0.025. Nilai ini digunakan sebagai dasar acuan dalam mencari nilai t tabel
pada distribusi nilai t tabel statistik. Maka diperoleh nilai t tabel sebesar 2.262. Dan demikian karena
nilai t hitung 13.930 > t tabel 2.262, maka sebagaimana dasar pengemabilan keputusan di atas dapat
di simpulkan bahawa H0 di tolak dan Ha di terima.
This study aims to analyze the effect of rubber training on the smash ability of SMA Negeri 1 Karang
Bahagia Bekasi. Rubber training that measures its effect on the smash ability of students of SMA
Negeri 1 Karang Bahagia. This study uses a quantitative method with a "One Group Pretest-Postest
Design" plan involving 10 students aged 15-18 years. With the results of the paired sample test for
the pre-test, an average result of 13.20 was obtained and the post-test result was 37.80. Based on the
results of this study, the coefficient value (Correlation) is 0.289 with a significance value (sig.) Of
0.417, because the sig value of 0.417 <probability 0.05, it is said that there is an influence between
the pre-test and post-test variables. The calculated t value> t table, then H0 is rejected and Ha is
accepted. Based on the results, it is known that the calculated t value is negative, which is -13.930.
The negative calculated t value is because the average value of the pre-test smash ability results is
lower than the average value of the smash ability results. the research found that the df value is 9 and
the value of 0.05/2 is equal to 0.025. This value is used as a basic reference in finding the t table value
in the distribution of the t table statistical value. Then the t table value is found to be 2.262. And so
because the calculated t value is 13.930> t table 2.262, then as the basis for decision making above,
it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted
ANALISIS DAMPAK OLAHRAGA BELA DIRI TAEKWONDO DAN SILAT TERHADAP PEMBENTUKAN POSTUR KAKI GENU VALGUM DAN GENU VARUM PADA ATLET PUTRI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui benar atau tidaknya olahraga
berdampak pada pembentukan postur kaki atlet putri yang memiliki Q-Angle lebih
besar dibanding putra. Metode yang digunakan, yakni deskriptif kuantitatif
menggunakan pendekatan survei observasional. Dua puluh Sembilan atlet putri
Taekwondo dan 15 atlet putri Pencak Silat (berusia 15-21 tahun) direkrut dan
dimasukkan dalam penelitian ini. Sampel diwawancarai untuk mengumpulkan data
demografis dan riwayat penyakit atau cedera. Komponen data demografi terdiri dari
usia, lama berlatih, jumlah sesi latihan per minggu, dan jenis olahraga yang digeluti.
Q-Angle kaki kanan dan kiri diukur dengan instrumen menggunakan software
kinovea. Ditemukan kejadian Genu Valgum pada persentase 31%, Genu Varum
10% dan 59% menunjukan Q-Angle yang normal pada atlet Taekwondo, sedangkan
Pencak Silat dengan Genu Valgum sebanyak 20% dan 80% dengan Q-Angle yang
normal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak adanya pengaruh antara
partisipasi olahraga bela diri Taekwondo dan Pencak Silat terhadap pembentukan
postur kaki Genu Valgum dan Genu Varum.
The purpose of this study is to find out whether or not exercise has an impact on the
formation of the foot posture of female athletes who have a larger Q-Angle than
men. The method used, namely quantitative descriptive, uses an observational
survey approach. Twenty-nine female Taekwondo athletes and 15 female Pencak
Silat athletes (aged 15-21 years) were recruited and included in the study. Samples
were interviewed to collect demographic data and a history of illness or injury. The
demographic data component consists of age, length of training, number of training
sessions per week, and type of sport engaged. The Q-Angle of the right and left legs
was measured with an instrument using kinovea software. It was found that the
incidence of Genu Valgum at 31%, Genu Varum 10% and 59% showed normal Q
Angle in Taekwondo athletes, while Pencak Silat with Genu Valgum was 20% and
80% with normal Q-Angle. The results of this study revealed that there was no
influence between Taekwondo and Pencak Silat martial arts participation on the
formation of Genu Valgum and Genu Varum foot postures
ANALISIS RHETORICAL MOVES DALAM TEKS HIPNOTERAPI
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola, struktur, dan variasi move serta step dalam
teks hipnoterapi menggunakan pendekatan rhetorical moves analysis. Data terdiri atas
118 transkripsi sesi hipnoterapi yang dianalisis pada tingkat klausa untuk mengungkap
struktur retoris dan distribusi fungsional setiap move. Penelitian juga mengeksplorasi
variasi berdasarkan empat isu utama dalam hipnoterapi: penurunan berat badan, trauma
masa lalu/bullying, fobia, serta kecemasan atau stres. Hasil analisis mengidentifikasi
tujuh moves dan 32 steps, dengan Move 4 – memandu perubahan pola pikir – sebagai
satu-satunya move wajib yang muncul di seluruh data, sementara Move 7 – menanamkan
sugesti pasca-hipnosis – bersifat opsional. Selain struktur retoris, penelitian ini juga
menganalisis jenis tindak tutur menggunakan teori Searle. Terdapat 123 tindak tutur: 70
direktif, 28 asertif, 18 deklaratif, 4 ekspresif, dan 3 komisif. Move 1 mencakup lima jenis
tindak tutur, sedangkan Move 2 dan 3 didominasi oleh direktif. Move 4 menunjukkan
variasi dengan direktif, asertif, dan deklaratif. Move 5 hanya mengandung asertif, Move
6 lebih beragam, dan Move 7 didominasi oleh deklaratif. Dominasi tindak tutur direktif
menunjukkan bahwa teks hipnoterapi bersifat persuasif dan sugestif, sejalan dengan
tujuan komunikatif praktik hipnoterapi. Temuan ini memberikan kontribusi penting
terhadap pengembangan pendekatan linguistik yang lebih terstruktur dan berbasis data
dalam praktik hipnoterapi.
This study aims to identify the patterns, structure, and variations of rhetorical moves and steps
in hypnotherapy texts using a rhetorical moves analysis approach. The data consist of 118
transcriptions of hypnotherapy sessions, analyzed at the clause level to uncover the rhetorical
structure and functional distribution of each move. The study also explores textual variations
based on four major issues commonly addressed in hypnotherapy: weight loss, past trauma or
bullying, fear or phobia, and anxiety or stress management. The analysis reveals seven distinct
moves and 32 steps. Move 4 – guiding cognitive restructuring – is the only obligatory move
present in all sessions, whereas Move 7 – embedding post-hypnotic suggestion – is optional
and appears only in selected cases. In addition to the rhetorical structure, the study examines
linguistic features, particularly speech act types based on Searle’s classification. A total of 123
speech acts were identified: 70 directives, 28 assertives, 18 declaratives, 4 expressives, and 3
commissives. Move 1 includes all five types, while Move 2 is exclusively composed of 36
directives. Move 3 contains 11 directives, while Move 4 presents a combination of 13
directives, 9 assertives, and 1 declarative. Move 5 features only assertives, Move 6 includes 5
declaratives, 1 expressive, and 7 directives, and Move 7 comprises 8 declaratives and 1
directive.
The dominance of directive speech acts reflects the persuasive and suggestive nature of
hypnotherapy texts, aligning with the communicative goals of the practice. These findings
contribute to a more structured and data-driven linguistic understanding of hypnotherapy,
offering valuable insights for both practitioners and researchers