Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENGARUH TERPAAN KONTEN REVIEW PRODUK PERAWATAN WAJAH TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PRODUK SKINCARE : Studi Korelasional pada Generasi Z Pengikut Akun Instagram @tasyafarasya

    Get PDF
    Generasi Z sebagai generasi digital memiliki ketergantungan tinggi terhadap media sosial, termasuk dalam mencari informasi produk skincare. Akun Instagram @tasyafarasya menjadi salah satu sumber konten review produk perawatan wajah yang banyak dikonsumsi oleh Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten review terhadap pemenuhan kebutuhan informasi produk skincare. Variabel bebas meliputi frekuensi (X1), durasi (X2), dan atensi (X3), sedangkan variabel terikat adalah pemenuhan kebutuhan informasi (Y). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel sebanyak 400 responden diambil melalui teknik purposive sampling, yaitu Generasi Z yang mengikuti akun Instagram @tasyafarasya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis dengan uji korelasi serta regresi linear berganda melalui SPSS versi 25. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa frekuensi (r = 0,860), durasi (r = 0,925), dan atensi (r = 0,896) memiliki hubungan signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi (sig. = 0,000). Uji regresi berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (sig. = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,886 mengindikasikan bahwa 88,6% variasi kebutuhan informasi dipengaruhi oleh frekuensi, durasi, dan atensi, sedangkan 11,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa semakin sering, lama, dan fokus seseorang dalam mengonsumsi konten review, maka semakin tinggi pula pemenuhan kebutuhan informasinya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman peran konten media sosial dalam pencarian informasi yang edukatif serta menjadi masukan bagi influencer dan pelaku industri kecantikan untuk meningkatkan kualitas konten. Kata Kunci: Terpaan Konten, Instagram @tasyafarasya, Produk Skincare, Pemenuhan Kebutuhan Informasi, Uses and Gratification Generation Z, as a digital-native generation, is highly dependent on social media, including for seeking information about skincare products. The Instagram account @tasyafarasya is one of the most consumed sources of facial skincare product review content among Generation Z. This study aims to examine the influence of exposure to review content on the fulfillment of skincare product information needs. The independent variables consist of frequency (X1), duration (X2), and attention (X3), while the dependent variable is the fulfillment of information needs (Y). A quantitative approach with a correlational method was used. The sample consisted of 400 respondents selected using purposive sampling, specifically Generation Z individuals who follow the Instagram account @tasyafarasya. Data was collected through an online questionnaire and analyzed using correlation tests and multiple linear regression with SPSS version 25. The correlation test results showed that frequency (r = 0.860), duration (r = 0.925), and attention (r = 0.896) had a significant relationship with information needs fulfillment (sig. = 0.000). The multiple regression analysis indicated that the three independent variables simultaneously had a significant influence on the dependent variable (sig. = 0.000 < 0.05). The coefficient of determination (R²) value of 0.886 indicates that 88.6% of the variation in information needs is influenced by frequency, duration, and attention, while the remaining 11.4% is influenced by other factors. These findings confirm that the more frequently, longer, and more attentively someone consumes review content, the higher their information needs are fulfilled. This research contributes to the understanding of the role of social media content in seeking educational and relevant information and provides insights for influencers and beauty industry practitioners to improve content quality. Keywords: Content Exposure, Instagram @tasyafarasya, Skincare Products, Information Needs Fulfillment, Uses and Gratification Theor

    PELAKSANAAN INDUSTRI RUMAH TANGGA JAHE PADA KELOMPOK WANITA TANI KENANGA KELURAHAN BUGEL KOTA TANGERANG: Studi Kasus Pada Industri Rumah Tangga Bowo

    Get PDF
    Penelitian ini di latar belakangi oleh dominasi industri rumah tangga di Tangerang yang mengolah bahan instan, sementara industri rumah tangga Bowo menonjol dengan produk olahan jahe dan melibatkan KWT Kenanga dalam produksinya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan industri rumah tangga Bowo, meliputi aspek pelaksana, sasaran, biaya, bahan, peralatan, metode pelaksanaan, dan strategi pemasaran. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola industri rumah tangga Bowo, wakil ketua KWT, dan dua anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksana: Pengelola Industri Rumah Tangga Bowo, Ibu Hanifah Bowo yang memiliki aktivitas padat yang menunjukkan komitmen tinggi dalam mengelola usaha dan memberdayakan masyarakat. 2) Sasaran: Industri rumah tangga Bowo melibatkan lima anggota KWT Kenanga berusia 40-60 tahun, yang dipilih berdasarkan kesamaan visi dan komitmen. Mereka berperan aktif dalam seluruh tahapan produksi. 3) Biaya: Seluruh pendanaan berasal dari modal pribadi pengelola, digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan, dan membayar upah anggota. 4) Bahan: Bahan utama jahe, gula pasir, gula merah yang dibeli dari pasar lokal. 5) Peralatan: Menggunakan mesin pengupas dan penggiling jahe, kompor besar, wajan, baskom, ember dll yang semuanya terawat dengan baik. 6) Metode Pelaksanaan: Peoduksi menggunakan sistem Just-in-Time (JIT) atau Pre Order (PO) untuk menjaga kesegaran produk. 7) Strategi Pemasaran: Dilakukan melalui media sosial dan bazar, dengan sistem PO dan pengantaran via ekspedisi atau langsung. Kesimpulannya, pelaksanaan Industri rumah tangga Bowo menunjukkan hasil optimal dan berkelanjutan, didukung oleh kepemimpinan yang kuat, sasaran yang tepat, dan pengelolaan sumber daya yang efesien. This research is motivated by the dominance of household industries in Tangerang that process instant ingredients, while Bowo's household industry stands out with its ginger products and involves the Kenanga Women's Farming Group in its production. The purpose of this research is to describe the implementation of Bowo's home industry, including aspects of the implementer, target, costs, materials, equipment, implementation methods, and marketing strategies. Using a qualitative approach with a case study method, data was collected thru interviews, observations, and document analysis. The research participants consisted of the manager of the Bowo home industry, the deputy chair of the KWT, and two members. The research results showed that: 1) Implementer: The manager of the Bowo home industry, Ibu Hanifah Bowo, who has a busy schedule demonstrating a high level of commitment in managing the business and empowering the community. 2) Target: Bowo's home industry involves five members of the 40-60 year old KWT Kenanga, who were selected based on their shared vision and commitment. They play an active role in all stages of production. 3) Costs: All funding comes from the manager's personal capital, used to purchase raw materials, equipment, and pay member wages. 4) Ingredients: The main ingredients are ginger, granulated sugar, and brown sugar purchased from the local market. 5) Equipment: Using a ginger peeling and grinding machine, a large stove, a frying pan, bowls, buckets, etc., all of which are well-maintained. 6) Implementation Method: Production uses a Just-in-Time (JIT) or Pre-Order (PO) system to maintain product freshness. 7) Marketing Strategy: Conducted thru social media and bazaars, with a PO system and delivery via express shipping or directly. In conclusion, the implementation of Bowo's home industry demonstrates optimal and sustainable results, supported by strong leadership, appropriate goals, and efficient resource management

    PEMILIHAN VENDOR TRUCKING PADA JASA FREIGHT FORWARDING MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: PT XYZ)

    Get PDF
    ABSTRAK PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang logistik yang memiliki beberapa bidang usaha yang mencakup pergudangan, distribusi, freight forwarding dan customs clearance. Penelitian ini berfokus pada bidang usaha freight forwarding karena bidang usaha ini yang menghasilkan penghasilan tertinggi. Perusahaan ini mengalami masalah yaitu belum adanya perhitungan sistematis untuk pemilihan vendor truk pada jasa freight forwarding-nya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urutan prioritas kriteria, sub-kriteria, dan peringkat alternatif calon vendor untuk pemilihan vendor truk pada operasional freight forwarding PT XYZ. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan instrumen berupa wawancara dan kuesioner, serta menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai metode perhitungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria dan sub-kriteria dengan bobot prioritas tertinggi adalah kriteria reputasi perusahaan (legalitas perusahaan lebih tinggi dari pengalaman vendor), diikuti kriteria biaya (biaya pengiriman lebih tinggi dari biaya asuransi), kemudian kriteria armada (spesifikasi armada lebih tinggi dari kuantitas armada), dan kriteria pelayanan (lead time lebih tinggi dari monitoring). Hasil penelitian dalam penentuan bobot final dari keempat alternatif vendor truk pada jasa freight forwarding menunjukkan bahwa Vendor H menempati prioritas utama, diikuti oleh Vendor F, kemudian Vendor G, dan Vendor I sebagai prioritas terakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam level kriteria, reputasi perusahaan memberikan pengaruh yang paling besar dalam pengambilan keputusan. Kata kunci: AHP; Bobot; Freight Forwarding; Truk; Vendor ABSTRACT PT XYZ is a logistics company engaged in several business areas, including warehousing, distribution, freight forwarding, and customs clearance. This study focuses on the freight forwarding sector, as it generates the highest revenue for the company. Currently, the company faces an issue due to the absence of a systematic approach in selecting trucking vendors for its freight forwarding operations. The purpose of this study is to analyze the prioritization of criteria, sub-criteria, and the ranking of alternative vendor candidates for trucking vendor selection in PT XYZ's freight forwarding operations. This research was conducted using a descriptive quantitative method with instruments such as interviews and questionnaires, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method was employed for the calculations. The results of the study indicate that the criterion and sub-criterion with the highest priority weights are company reputation (with company legality ranking higher than vendor experience), followed by cost (with delivery cost ranking higher than insurance cost), fleet (with fleet specifications ranking higher than fleet quantity), and service (with lead time ranking higher than monitoring). The final weight results for the four trucking vendor alternatives in freight forwarding services show that Vendor H holds the highest priority, followed by Vendor F, then Vendor G, and Vendor I as the lowest priority. These findings indicate that, at the criteria level, company reputation has the greatest influence in the decision-making process. Keywords: AHP; Freight Forwarding; Trucking; Vendor; Weigh

    INTEGRASI NILAI-NILAI ARSITEKTUR TRADISIONAL PADA TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang integrasi nilai-nilai arsitektur tradisional dalam perancangan tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini berlatar belakang adanya penurunan minat mahasiswa arsitektur menerapkan tema arsitektur tradisional pada tugas akhir. Data tersebut menunjukkan penurunan sebesar 7,1% atau menurun dari 16,28% menjadi 9,18%. Fenomena tersebut mengindikasikan urgensi untuk memahami dan mempromosikan kembali nilai-nilai arsitektur tradisional dalam pendidikan arsitektur dan perancangan modern, sehingga dapat membantu terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai arsitektur tradisional yang dapat diintegrasikan meliputi bentuk, penataan ruang luar dan ruang dalam, ornamen, struktur, dan material. Di mana, proses pengintegrasian nilai-nilai arsitektur tradisional tersebut dilakukan dengan melalui studi literatur, studi preseden, bimbingan pada dosen, serta penyesuaian dengan kondisi tapak. Namun, terdapat beberapa hambatan yang teridentifikasi, di antaranya hambatan teknis yang berkaitan dengan perangkat lunak dan hambatan non-teknis yang berkaitan dengan rasa percaya diri serta pemahaman informan. Sehingga, dari penelitian yang telah dilakukan, diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi para tenaga pendidik masyarakat, lembaga, maupun pada penelitian selanjutnya. This study examines the integration of traditional architectural values into the final project designs of students in the Architecture Study Program at the Universitas Pendidikan Indonesia. This research is motivated by a decline in architecture students' interest in applying traditional architectural themes to their final projects. The data shows a 7,1% decline, from 16,28% to 9,18%. This phenomenon indicates an urgent need to understand and revitalize traditional architectural values in modern architecture and design education, thereby contributing to sustainable development. Using a qualitative descriptive method with a case study approach, this study found that traditional architectural values that can be inspired include form, interior and exterior space arrangement, ornamentation, structure, and materials. The process of integrating these traditional architectural values was conducted through literature review, precedent studies, guidance from lecturers, and adaptation to site conditions. However, several obstacles were identified, including technical barriers related to software and non-technical barriers related to the confidence and understanding of informants. Therefore, this research is expected to provide benefits for educators, the community, institutions, and future research

    ANALISIS PEMANFAATAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GODOT UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Pendidikan merupakan suatu hal yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring berkembangnya zaman, tuntutan kompetensi pun semakin meningkat. Kini jendela interaksi dengan masyarakat internasional telah terbuka luas bagi masyarakat Indonesia, yang datang dengan tantangan untuk berinteraksi dengan bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris. Mata pelajaran Bahasa Inggris telah dicantumkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia sebagai muatan lokal dan menjadi sorotan di Kurikulum Merdeka. Menteri Pendidikan pada saat itu, Nadiem Makarim, menyatakan pentingnya pembelajaran Bahasa Inggris sejak tingkat SD. Penelitian ini berupaya untuk mengembangkan multimedia interaktif berbasis Godot untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SDIT Cordova. Tujuan khusus dari penelitian ini antara lain 1) menganalisis kebutuhan kompetensi untuk pengembangan multimedia pembelajaran interaktif untuk pembelajaran Bahasa Inggris materi daily activity kelas V di SDIT Plus Cordova, 2) mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif dengan aplikasi Godot Game Engine untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris materi daily activity kelas V di SDIT Plus Cordova, dan 3) mengetahui tanggapan siswa terhadap multimedia interaktif yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain dan pengembangan (D&D) dengan model Design Based Research (DBR). Produk multimedia yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media dan mendapatkan penilaian layak digunakan. Hasil implementasi media menunjukkan hasil yang baik dan respon positif dari siswa. Education is an important part that cannot be separated from human life. As time goes by, the demands for competence are also increasing. Now the window of interaction with the international community has been widely opened for the Indonesian people, which come with the challenge of interacting with an international language, namely English. English subjects have been included in the education curriculum in Indonesia as local content and are highlighted in the Merdeka Curriculum. The Minister of Education at that time, Nadiem Makarim, stated the importance of learning English from elementary school level. This study seeks to develop interactive multimedia based on Godot to improve the quality of English learning at SDIT Cordova. The specific objectives of this study include 1) analyzing the competence need for the development of interactive learning multimedia for learning English for 5th grade about daily activities at SDIT Plus Cordova, 2) developing interactive learning multimedia with the Godot Game Engine to be used in learning English for 5th grade about daily activities at SDIT Plus Cordova, and 3) knowing students' responses to the interactive multimedia developed. The research method used in this study is design and development (D&D) with the Design Based Research model (DBR). The developed multimedia products have been validated by material experts and media experts and have been assessed as suitable for use. The results of media implementation show good results and positive responses from students

    PENGARUH EFISIENSI BANK DAN INFLASI TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA SEKTOR PERBANKAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efisiensi bank yang diukur dengan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan inflasi terhadap financial distress pada perbankan di Indonesia. Financial distress diukur menggunakan Altman Z-Score modifikasi, dengan sampel bank konvensional yang terdaftar di Indonesia selama periode penelitian. Analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efisiensi bank yang diukur dengan rasio BOPO berpengaruh negatif terhadap Financial Distress.. Sebaliknya, inflasi berpengaruh positif terhadap financial distress dengan menekan daya beli dan meningkatkan risiko kredit. Uji simultan menunjukkan efisiensi bank dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap financial distress. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya manajemen efisiensi, inovasi, dan mitigasi risiko makroekonomi untuk menjaga stabilitas sektor perbankan This study aims to analyze the influence of bank efficiency as measured by the ratio of Operating Costs to Operating Income (BOPO) and inflation to financial distress in banks in Indonesia. Financial distress was measured using a modified Altman Z-Score, with a sample of conventional banks registered in Indonesia during the study period. The analysis uses multiple linear regression. The results of the study show that bank efficiency as measured by the BOPO ratio has a negative effect on Financial Distress. On the other hand, inflation has a positive effect on financial distress by suppressing purchasing power and increasing credit risk. Simultaneous tests show that bank efficiency and inflation together affect financial distress. These findings underscore the importance of efficiency management, innovation, and macroeconomic risk mitigation to maintain the stability of the banking sector

    TARI KREASI TAPAK SATYA WIRA SEBAGAI PENGUATAN NILAI KEBANGSAAN ( CINTA TANAH AIR) SISWA SMA DI SEKOLAH INDONESIA KUALA LUMPUR

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran seni tari, khususnya tari Tapak Satya Wira, dalam memperkuat nilai kebangsaan dan cinta tanah air pada siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi budaya asing, pembentukan karakter kebangsaan menjadi hal yang krusial, terutama bagi siswa yang tinggal di luar negeri dan hidup dalam lingkungan multikultural. Kegiatan seni dan budaya seperti Festival Lomba Seni Siswa Sekolah (FLS3N) serta kompetisi antar Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Salah satu karya yang digunakan adalah tari Tapak Satya Wira, yang secara simbolis menggambarkan perjuangan seorang tokoh yang melangkah perlahan namun pasti, menjunjung nilai kesetiaan, kejujuran, dan keberanian. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analisis, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis siswa dalam bidang seni, tetapi juga memperkuat keterikatan emosional mereka terhadap budaya dan identitas bangsa. Temuan ini menegaskan pentingnya seni sebagai media strategis dalam membangun karakter kebangsaan di tengah tantangan global. Kata Kunci: Tapak Satya Wira, seni tari, karakter kebangsaan, cinta tanah air, Sekolah Indonesia Luar Negeri  ABSTRACT This study aims to examine the role of dance, particularly the Tapak Satya Wira dance, in strengthening national values and patriotism among students of Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Amid the rapid flow of globalization and the infiltration of foreign cultures, the development of national character becomes crucial especially for students living abroad in multicultural environments. Artistic and cultural activities such as the National Student Art Competition (FLS3N) and international competitions among Indonesian Overseas Schools (SILN) serve as vital platforms for instilling values of nationalism. Tapak Satya Wira, a creative dance work, symbolically portrays the journey of a character who moves forward slowly yet resolutely, upholding values of loyalty, honesty, and courage. Employing a qualitative approach and descriptive analytical methods, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that this program not only enhances students’ technical skills in the arts but also strengthens their emotional attachment to Indonesian culture and national identity. These results emphasize the importance of the arts as a strategic medium for cultivating national character in the face of global challenges. Keywords: Tapak Satya Wira, dance arts, national character, patriotism, Indonesian Overseas Schoo

    CORRELATION OF LIFESTYLE WITH PHYSICAL FITNESS IN SPORTS STUDENTS BASED ON GENDER

    Get PDF
    This study aims to examine the relationship between lifestyle and physical fitness in sports students of the Physical Education Study Program for Elementary School Teachers at University Of Education Indonesia, based on gender. Using a quantitative approach with a descriptive correlational and cross-sectional design, this research involved 90 purposively selected students (54 male and 36 female). Data were collected using the Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) questionnaire to measure lifestyle and the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) to assess physical fitness. The results of the Spearman's rho correlation analysis showed a very strong and significant relationship between lifestyle and physical fitness (r = 0.989; p < 0.001). Students with a healthier lifestyle tended to have better physical fitness scores. Interestingly, no substantial differences were found between male and female students in both lifestyle and fitness levels. These findings underscore the crucial role of lifestyle in shaping physical fitness and suggest that gender-inclusive health education and campus-based support are essential. The study provides valuable insights for the development of effective physical education and student wellness programs in higher education

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT BERBANTUAN WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDN 177 CIPEDES

    Get PDF
    Keterampilan sosial merupakan kecakapan yang harus dimiliki siswa agar dapat menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Namun, faktanya keterampilan sosial siswa masih rendah sebab proses pembelajaran yang seringnya berfokus pada pengembangan kognitif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan inovasi dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament berbantuan wordwall pada mata pelajaran IPAS. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan keterampilan sosial antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament berbantuan wordwall dengan model pembelajaran number head together. Pendekatan penelitian ini yaitu kuantitatif, metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Teknik pengumpulan data menggunakan tes keterampilan sosial dan observasi. Populasi penelitian yaitu siswa kelas IV SDN 177 Cipedes yang berjumlah 43 siswa dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan bantuan Microsoft Excel dan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Hasil penelitian menunjukan persentase n-gain kelompok kontrol sebesar 13,11% termasuk kategori tidak efektif dan persentase n-gain kelompok eksperimen sebesar 57,13% termasuk kategori cukup efektif. Hasil uji hipotesis independent samples t-test diperoleh thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil analisis data, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament berbantuan wordwall cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa aspek keterampilan dasar interaksi, keterampilan komunikasi, keterampilan membangun tim/kelompok, dan keterampilan menyelesaikan masalah. Students are supposed to have social skills to establish social relation with others. However, in fact students’ social skills is often low due to learning process mainly focus on cognitive development. Therefore, innovation in the learning process is needed by implementing the cooperative learning model teams game tournament type assisted by wordwall for IPAS subject. The purpose of this research was to describe and analyze the different of social skills between students who use the cooperative learning model of teams game tournament type assisted by wordwall and number head together model. This research uses a quantitative approach with quasi-experimental method and a nonequivalent control group design. The data collection techniques included test and observation. The population consists of 43 students fourth-grade students at SDN 177 Cipedes using total sampling technique. The data were analyzed by statistics using Microsoft Excel and SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). The results showed that the control group’s n-gain percentage was 13,11% which is ineffective while the experimental group’s n-gain percentage was 57,13% which is moderately effective. The results of the independent samples t-test obtained tcount> ttable which means H0 is rejected and H1 is accepted. Based on the data analysis, the implementation of the cooperative learning model of teams game tournament type assisted by wordwall is moderately effective in improving students’ social skills in the aspects of basic interaction skills, communication skills, team building skills, and problem-solving skills

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMKN 1 KOTA SUKABUMI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Ilmu Ukur Tanah di SMKN 1 Kota Sukabumi. Menggunakan metode Pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini Adalah siswa kelas X DPIB 2 berjumlah 32 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi angket persepsi siswa terhadap PBL serta tes (pretest dan posttest) untuk mengukur hasil belajar siswa. Validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran telah diuji terlebih dahulu. Analisis data dilakukan terlebih dahulu dengan uji normalitas, selanjutnya dilakukan analisis dengan statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed-Rank untuk uji hipotesis, Uji N-Gain, analisis korelasi Spearman, dan regresi rank-based. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL di kelas X DPIB 2 SMKN 1 Kota Sukabumi dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, yang dibuktikan dengan adanya perbedaan signifikan antara nilai rata-rata pretest sebesar 80,27 dan posttest 88,09. Persepsi siswa terhadap PBL juga menunjukkan korelasi positif dan signifikan dengan hasil belajar pada posttest. Namun, korelasi antara peresepsi siswa dengan N-Gain tidak signifikan yang menandakan bahwa peningkatan signifikan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PBL secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar, Ilmu Ukur Tanah, SMKN 1 Kota Sukabumi This study aims to analyze the effect of implementation the Problem Based Learning model on students learning outcomes in the subject of Land Surveying at SMKN 1 Kota Sukabumi. The research employed a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design. The sampe consisted of 32 students from class X DPIB 2, slected through purposive sampling. Data collection instruments included a student perception questionnaire on PBL and tests (pretest and posttest) to measure learning outcomes. Validity, reliability, discriminating power, and item difficulty of the instruments were tested beforehand. Data analysis began with a normality test, followed by descriptive statistics, Wilcoxon Signed-Rank test for hypothesis testing, N-Gain analysis, Spearman correlation, and rank-based regression. The results indicated that the implementation of the PBL model in class X DPIB 2 at SMKN 1 Kota Sukabumi significantly improved student learning outcomes, as evidenced by a significant difference between the average pretest score of 80,27 and posttest score of 88,09. Students perceptions of PBL also showed a positive and significant correlation with posttest learning outcomes. However, the correlation between students perception and N-Gain was not signifivant, indicating that the significant improvement was influenced more by other factors. This study recommends the planned and systematic implementation of PBL to enhance student engagement and learning outcomes. KeyWords : Problem Based Learning, Learning Outcomes, Land Surveying, SMKN 1 Kota Sukabumi

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇