91757 research outputs found
Sort by
MODIFIKASI UKULELE SOPRAN SEBAGAI PENGGANTI MACINA DALAM MUSIK KERONCONG TUGU
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Modifikasi Ukulele Sopran sebagai Pengganti Macina dalam Musik Keroncong Tugu”. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan perbandingan organologi ukulele sopran dan macina; 2) mendeskripsikan proses modifikasi ukulele sopran sebagai pengganti macina dalam musik keroncong Tugu; dan 3) menganalisis teknik permainan ukulele sopran sebagai pengganti macina dalam musik keroncong Tugu. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa hal yakni 1) perbandingan organologi antara ukulele sopran dan macina meliputi perbandingan bahan baku, ukuran, dan penalaan; 2) bentuk modifikasi pertama ukulele sopran sebagai pengganti macina berupa modifikasi penggunaan ukuran senar, kemudian dilanjut dengan modifikasi kedua meliputi penggantian jenis senar pada ukulele sopran yang mampu mencapai penalan E5-B4-G4-D5, penggeseran bridge sedikit ke bawah bagian top body, penggunaan sekrup untuk memperkuat bridge pada ukulele sopran, pengampelasan saddle supaya lebih rendah, dan yang terakhir mengganti tuning pegs dari ukulele sopran yang berbahan plastik menjadi tuning pegs berbahan logam; 3) teknik permainan ukulele sopran hasil modifikasi dalam musik Keroncong Tugu meliputi teknik dasar dan variasi teknik juga pola permainan ukulele sopran hasil modifikasi.
Kata kunci: modifikasi, ukulele sopran, macina, keroncong tugu
ABSTRACT
This research is entitled “Modification of the Soprano Ukulele as a Substitute for the Macina in Keroncong Tugu Music”. This research aimed to 1) describe organological comparison between the soprano ukulele and the macina; 2) explain the process of modifying the soprano ukulele as a substitute for the macina in Tugu keroncong music; and 3) conduct an analysis of the soprano ukulele playing techniques when used as the macina subtitute in Keroncong Tugu music. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. The data collection techniques used in this study include observation, interviews, and literature review. Based on the data analysis, it can be concluded that (1) a comparative analysis of certain organological aspects between the soprano ukulele and the macina, encompassing differences in raw materials, dimensions, and tuning; (2) the first stage of modification of the soprano ukulele as a substitute for the macina involved adjusting the string size, followed by a second stage of modifications, including replacing the type of strings on the soprano ukulele to achieve the tuning of E5–B4–G4–D5, slightly repositioning the bridge downward on the top body, reinforcing the bridge with screws, sanding the saddle to a lower height, and finally replacing the plastic tuning pegs with metal ones; (3) the playing techniques of the modified soprano ukulele in Keroncong Tugu music encompass both basic and varied techniques, as well as the playing patterns of the modified soprano ukulele.
Keywords: modification, soprano ukulele, macina, keroncong tug
ANALYSIS OF LOCOMOTOR MOVEMENT SKILLS IN STUDENTS WITH DOWN SYNDROME AT SLBN-A CITEREUP, CIMAHI CITY
There is limited information available regarding special education in Indonesia. Nonetheless, the development of motor skills is crucial for students with Down syndrome in an inclusive educational setting. Purpose: This research aims to assess the fundamental locomotor skills of students with Down Syndrome and to explore whether there are differences in motor performance based on sex. Method: A descriptive quantitative approach was employed, with a sample of 20 students, consisting of 10 males and 10 females with Down Syndrome. The Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2), created by Ulrich (2000), served as the evaluation tool. Data were analyzed using descriptive statistics and independent samples t-tests, utilizing SPSS version 29.0 and Microsoft Excel software. Results: The subtest component of jumping achieved the highest mean score (M = 4.1, SD = 1.944), whereas hopping showed the lowest performance (M = 2.35, SD = 1.182). About 70% of participants (n = 14) displayed average basic locomotor movement skills. Overall, there were no significant differences in locomotor movement skill performance based on gender (p = 0.195 > 0.05). Conclusion: Students with Down Syndrome showcase a range of skill levels across different movement abilities, with jumping identified as one of their strengths that requires intervention. The outcomes of this study aim to establish a valuable database regarding the locomotor skill profiles of students with Down syndrome in Indonesia, which is pertinent to inclusive education, and to provide a fresh perspective on the exploration of gender-related locomotor skills.
Informasi mengenai pendidikan khusus di Indonesia masih terbatas. Namun, pengembangan keterampilan motorik sangat penting bagi siswa dengan sindrom Down dalam lingkungan pendidikan inklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan lokomotor dasar siswa dengan sindrom Down dan mengeksplorasi apakah terdapat perbedaan dalam kinerja motorik berdasarkan jenis kelamin. Metode: Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan, dengan sampel 20 siswa, terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan dengan sindrom Down. Alat evaluasi yang digunakan adalah Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2), yang dikembangkan oleh Ulrich (2000). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t sampel independen, dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 29.0 dan Microsoft Excel. Hasil: Komponen subtes melompat mencapai skor rata-rata tertinggi (M = 4,1, SD = 1,944), sedangkan melompat menunjukkan kinerja terendah (M = 2,35, SD = 1,182). Sekitar 70% peserta (n = 14) menunjukkan keterampilan gerak lokomotor dasar rata-rata. Secara keseluruhan, tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kinerja keterampilan gerak lokomotor berdasarkan jenis kelamin (p = 0.195 > 0.05). Kesimpulan: Siswa dengan Sindrom Down menunjukkan rentang tingkat keterampilan yang bervariasi dalam berbagai kemampuan gerak, dengan melompat diidentifikasi sebagai salah satu kekuatan mereka yang memerlukan intervensi. Hasil penelitian ini bertujuan untuk membangun basis data yang berharga mengenai profil keterampilan lokomotor siswa dengan Sindrom Down di Indonesia, yang relevan dengan pendidikan inklusif, serta memberikan perspektif baru dalam eksplorasi keterampilan lokomotor terkait gender
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR RENCANA ANGGARAN BIAYA DI SMKN 2 GARUT
Penelitian ini memliki tujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang menjadi pengaruh penerapan model pembelajaran flipped classroom terhadap kemandirian belajar Rencana Anggara Biaya (RAB) siswa di SMK Negeri 2 Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausalitas. Subjek penelitian ini menggunakan dalam menentukannya menggunakan purposive sampling dengan 58 siswa yang sudah menjalankan pembelajaran RAB dengan model pembelajaran flipped classroom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa berada pada kategori “Baik”, dengan perentase TCR 78,84%. Selain itu, penerapan model pembelajaran flipped classroom memiliki respon berada pada kategori “Baik” dari siswa, dengan persentase TCR 80,21%. Berdasarkan analisis regresi sederhana, penerapan model pembelajaran flipped classroom memiliki hubungan positif dan berpengaruh signifikan dengan kemandirian belajar siswa dalam mata pelajaran RAB di SMKN Negeri 2 Garut ini. Kesimpulannya, penerapan model ini memiliki korelasi yang kuat dengan peningkatan kemandirian belajar siswa dalam mata pelajaran RAB di SMK Negeri 2 Garut.
This study aims to determine the relationship that influences the implementation of the flipped class learning model on the learning independence of the Cost Budget Plan (RAB) of students at SMKN 2 Garut. This study uses a quantitative approach with an associative causality method. The subjects of this study used purposive sampling with 58 students who had implemented RAB learning with the flipped class learning model. The results showed that the level of student learning independence was in the "Good" category, with a TCR percentage of 78.84%. In addition, the implementation of the flipped class learning model had a response in the "Good" category from students, with a TCR percentage of 80.21%. Based on regression analysis, the implementation of the flipped class learning model has a positive relationship and a significant effect on student learning independence in the RAB subject at SMKN 2 Garut. In conclusion, the implementation of this model has a strong correlation with increasing student learning independence in the RAB subject at SMKN 2 Garut
PENDEKATAN BERKELANJUTAN BERBASIS PARAMETER-EFFICIENT FINE-TUNING UNTUK MEMBANGUN SISTEM PERCAKAPAN BERBASIS AI DENGAN DUKUNGAN BAHASA DAERAH PADA LARGE VISION LANGUAGE MODEL
Indonesia memiliki >700 bahasa daerah yang kurang terreprentasi secara digital, sehingga adaptasi Large Vision Language Models (LVLMs) perlu pendekatan yang kontekstual dan hemat sumber daya. Studi ini mengadaptasi dua backbone berbasis LLaMa 3.2 11B Vision dan Gemma 3 12B PT untuk bahasa Sunda dan Jawa melalui Parameter-Efficient Fine-Tuning (PEFT) skema QSBoRA-FA (matriks A dibekukan/di-one-hot, adaptasi pada B), assistant-only loss, kuantisasi 4-bit via Unsloth, serta pelacakan emisi dengan CodeCarbon. Rangkaian meliputi continued pretraining pada Cendol Collection, instruction tuning pada Alpaca Sundanese/Javanese (cleaned) dan korpus distillation (≈7k per bahasa), lalu Direct Preference Optimization (DPO) pada pasangan cho-sen/rejected (≈1k+1k). Pada NusaX-MT, LLaMa 3.2 11B Vision meraih chrF++ 60,50 (rata-rata 6 arah terjemahan: Sun↔Ind, Jav↔Ind, Sun↔Jav) dan Gemma 3 12B PT meraih skor 45,70; catatan bahwa pada skenario low-resource chrF++ ≥50 lazimnya sudah “sangat baik”, sehingga capaian 60,50 menandai kualitas terjemahan yang matang. Pada NusaX-Senti, LLaMa 3.2 11B Vision mencapai Weighted-F1-score 95,42% (akurasi 94,00%), sementara Gemma 3 12B PT men-capai Weighted-F1-score 89,76% (akurasi 95,00%); Weighted-F1-score ditekankan karena ketahanannya terhadap ketidakseimbangan label daripada akurasi yang cepat jenuh. Jejak operasional tercatat ≈21,854 kg CO₂e (energi 48,260 kWh, waktu 88,23 jam); tahap CP mendominasi konsumsi, sedangkan DPO berskala menit. Angka tersebut sekitar 0,096% dari emisi BLOOM-176B (24,7 ton) dan 0,0047% dari GPT-3 (502 ton), sehingga skema QSBoRA-FA (dengan Unsloth) menunjukkan adaptasi LVLM low-carbon tanpa trade-off kualitas yang berarti pada tugas target, sekaligus menawarkan baseline Green AI untuk konteks Indonesia.
-----
Indonesia hosts 700+ local languages that are digitally underrepresented, mak-ing Large Vision Language Model (LVLM) adaptation a problem of linguistic context and resource efficiency. We adapt two backbones, LLaMa 3.2 11B Vision and Gemma 3 12B PT, using QSBoRA-FA Parameter-Efficient Fine-Tuning (PEFT) (freezing/one-hotting matrix A, adapting B), assistant-only loss, 4-bit quantization via Unsloth, and CodeCarbon for emissions tracking. The pipeline comprises continued pretraining on Cendol Collection, instruction tuning on cleaned Alpaca Sundanese/Javanese and 7k/language distilled corpora, followed by Direct Preference Optimization (≈1k+1k chosen/rejected pairs). On NusaX-MT, LLaMa 3.2 11B Vision attains chrF++ 60.50 averaged over 6 translation di-rections (Sun↔Ind, Jav↔Ind, Sun↔Jav) while Gemma 3 12B PT scores 45.70; notably, in low-resource settings chrF++ ≥50 is commonly considered “very good,” so 60.50 indicates strong translation quality. On NusaX-Senti, LLaMa 3.2 11B Vision reaches 95.42% Weighted-F1-score (94.00% accuracy) and Gemma 3 12B PT 89.76% Weighted-F1-score (95.00% accuracy); we highlight Weighted-F1-score as IT is more robust to class imbalance than accuracy. The total opera-tional footprint is ≈21.854 kg CO₂e (48.260 kWh, 88.23 h), with CP dominating and DPO being minute-scale; this is ≈0.096% of BLOOM-176B (24.7 t) and ≈0.0047% of GPT-3 (~502 t). Overall, QSBoRA-FA (with Unsloth) delivers low-carbon LVLM adaptation without meaningful quality trade-offs on the target tasks, providing a practical Green AI baseline for the Indonesian context
PENGARUH INDUSTRI TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PAGADEN KABUPATEN SUBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah, jenis dan pengaruh industri terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dengan indikator kesejahteraan diantaranya pendapatan, pendidikan, kesehatan, perumahan serta lingkungan di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dan jumlah populasi sebanyak 250. Teknik random sampling digunakan untuk memilih sampel yang mewakili populasi dengan jumlah sebanyak 75 orang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah industri dan kesejahteraan masyarakat. Untuk instrumen penelitian menggunakan angket, lembar observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini diantaranya uji normalitas, uji linearitas, uji homogenitas, dan uji regresi linear sederhana. Hasil yang didapatkan menunjukkan terdapat tiga industri di Kecamatan Pagaden dengan aktivitas yang berbeda, ketiga industri tersebut merupakan industri besar. Industri memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, sebesar 56% masyarakat beranggapan bahwa industri dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan perubahan untuk lingkungan sekitarnya. Hasil analisis data regresi linear sederhana variabel X industri berpengaruh terhadap variabel Y kesejahteraan dengan koefisien positif, dimana apabila ada pergerakan dari variabel X maka variabel Y cenderung meningkat dan memiliki hubungan dan uji hipotesis menyatakan Ha diterima sebesar 46%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keberadaan indsutri memberikan pengaruh yang baik terhadap kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Pagaden, Subang.
This study aims to determine the number, types, and influence of industries on the level of community welfare, with welfare indicators including income, education, health, housing, and the environment in Pagaden District, Subang Regency. The research employs a descriptive method with a quantitative approach, involving a population of 250 people. A random sampling technique was used to select a representative sample of 75 respondents. The variables in this study are industry (independent variable) and community welfare (dependent variable). The research instruments include questionnaires, observation sheets, and documentation studies. Data analysis methods used in this study include normality test, linearity test, homogeneity tests, and simple linear regression analysis. The results show that there are three major industries operating in Pagaden District, each with different activities. These industries have a significant impact on community welfare. About 56% of respondents believe that the presence of industries creates new job opportunities and brings positive changes to the surrounding environment. The results of the simple linear regression analysis indicate that the independent variable (industry) positively influences the dependent variable (community welfare). When there is a change in the industrial variable, there is a corresponding increase in the welfare variable. Hypothesis testing reveals that the alternative hypothesis (Ha) is accepted with a significance level of 46%. In conclusion, the presence of industries has a positive impact on the welfare of the community in Pagaden District, Subang
PENGARUH ADVENTURE EXPERIENCES TERHADAP ELECTRONIC WORD OF MOUTH (eWOM) INTENTION MELALUI SELF-PRESENTATION: Survei pada Partisipan Canyoning di Curug Tebing Pasirluhur Campsite, Kabupaten Bogor Jawa Barat
Pariwisata alam dengan kegiatan petualangan seperti canyoning menawarkan keterlibatan intens di lingkungan natural, namun optimalisasi dampaknya terhadap perilaku berbagi pengalaman digital masih terbatas. Penelitian ini menganalisis pengaruh Adventure Experiences terhadap Electronic Word of Mouth (eWOM) Intention melalui Self-Presentation pada peserta canyoning di Curug Tebing Pasirluhur Campsite. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 326 responden. Data diolah menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan IBM SPSS AMOS 24.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adventure Experiences berpengaruh positif terhadap Self-Presentation, dan Self-Presentation berpengaruh positif terhadap eWOM Intention. Terdapat pengaruh tidak langsung (mediasi) yang signifikan dari Adventure Experiences terhadap eWOM Intention melalui Self-Presentation, yang menegaskan peran presentasi diri sebagai mekanisme psikologis kunci dalam mendorong niat berbagi pengalaman secara digital.
Nature-based tourism with adventurous activities such as canyoning offers intense engagement with the natural environment; however, its potential impact on digital experience-sharing behavior remains underexplored. This study examines the influence of Adventure Experiences on Electronic Word of Mouth (eWOM) Intention through Self-Presentation among participants of canyoning activities at Curug Tebing Pasirluhur Campsite. The research employed a quantitative method with a survey of 326 respondents. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with IBM SPSS AMOS 24.0 for Windows. The findings reveal that Adventure Experiences have a positive effect on Self-Presentation, while Self-Presentation positively influences eWOM Intention. Moreover, a significant indirect (mediating) effect was identified, indicating that Self-Presentation plays a crucial psychological role in mediating the relationship between Adventure Experiences and eWOM Intention
IMPLEMENTASI SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) TERHADAP PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI MTs MANBA’UL HUDA 110 BANDUNG
Penelitian ini didasarkan pada pentingnya emosi sosial pada masa remaja sebagai
fase krusial dalam perkembangan fisik, mental, dan sosial siswa. Dengan memiliki
keterampilan emosi sosial, siswa tidak hanya memahami pentingnya mengelola
emosi dan membangun hubungan sosial yang positif, tetapi juga mampu
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks belajar di
sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan SEL untuk meningkatkan
perkembangan sosial-emosional anak-anak di MTs Manba'ul Huda 110 Bandung.
Metode penelitian yang digunakan adalah PTK dengan 2 siklus. Populasi dalam
penelitian ini adalah 180 siswa yang terdiri dari 93 siswa laki-laki dan 87 siswa
perempuan. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan
sampel sebanyak 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosialemosional anak-anak pada siswa MTs Manba'ul Huda 110 Bandung. Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa SEL dapat meningkatkan kesejahteraan sosialemosional anak-anak.
This research is based on the importance of social emotions in adolescence as a
crucial phase in the physical, mental, and social development of students. By having
social-emotional skills, students not only understand the importance of managing
emotions and establishing positive social relationships, but are also able to apply
them in daily life, including in the context of learning at school. The purpose of this
study is to apply SEL to improve the social-emotional development of children at
MTs Manba'ul Huda 110 Bandung. This research method is PTK, using 2 cycles.
The population in this study is 180 students consisting of 93 male students and 87
female students. The sampling technique used is simple random sampling with a
sample of 19 people. The instrument used in this study is a questionnaire. The
results of the study showed that there was an increase in children's social-emotional
skills in students of MTs Manba'ul Huda 110 Bandung. So it can be concluded that
SEL can improve children's social-emotional well-being
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BANGUN DATAR BERBASIS PRODUCTIVE STRUGGLE MELALUI PENDEKATAN PBL DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika berbasis productive struggle melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada materi bangun datar di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Educational Design Research (EDR) berbentuk studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang telah mempelajari materi bangun datar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, dokumentasi, dan uji coba bahan ajar yang dikembangkan, kemudian dianalisis secara sistematis untuk menilai keefektifan dan keterlaksanaan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep bangun datar, menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis melalui tantangan terarah (productive struggle). Siswa menunjukkan peningkatan keterampilan dalam menerapkan konsep bangun datar untuk menyelesaikan masalah, mengidentifikasi jenis-jenis bangun datar, serta menghitung luas dan keliling. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penggunaan bahan ajar ini antara lain keterlibatan guru dalam membimbing proses productive struggle serta kesesuaian bahan ajar dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan bahan ajar berbasis productive struggle melalui pendekatan PBL sebagai alternatif pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, interaktif, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah serta pemahaman konsep matematika siswa di Sekolah Dasar.
This study aims to develop mathematics learning materials based on productive struggle through the Problem Based Learning (PBL) approach for plane shapes in fourth-grade elementary school. The study uses a qualitative approach with the Educational Design Research (EDR) method in the form of a case study. The research subjects were fourth-grade students who had studied plane shapes. Data were collected through observations, in-depth interviews with teachers, documentation, and trials of the developed learning materials, and then systematically analyzed to assess the effectiveness and feasibility of the materials.The results indicate that the developed learning materials were able to improve students’ abilities in understanding the concepts of plane shapes, solving problems, and thinking critically through guided challenges (productive struggle). Students showed improvements in applying plane shape concepts to solve problems, identifying types of plane shapes, and calculating area and perimeter. Factors supporting the successful use of the learning materials included teacher involvement in guiding the productive struggle process and the alignment of the materials with students’ characteristics and needs. This study recommends the use of learning materials based on productive struggle through the PBL approach as an alternative mathematics learning strategy that is more contextual, interactive, and effective in enhancing problem-solving skills and students’ understanding of mathematical concepts in elementary school
OPTIMALISASI WAKTU DISTRIBUSI MATERIAL MELALUI PENDEKATAN LEAN LOGISTIK PADA DIVISI KENDARAAN PT XYZ
PT XYZ merupakan perusahaan salah satu produsen utama kendaraan taktis di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi oleh PT XYZ adalah tingginya frekuensi keterlambatan distribusi material tubular kendaraan taktis Maung 4x4, yang mencapai 35% dari total pengiriman selama periode Januari hingga Maret 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu distribusi material tubular kendaraan taktis Maung 4x4 di Divisi Kendaraan PT XYZ melalui pendekatan lean logistics. Metode yang digunakan meliputi Process Activity Mapping (PAM), Value Stream Mapping (VSM), dan analisis 5 Whys untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah serta mengetahui akar penyebab pemborosan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dengan teknik time study dan diuji menggunakan uji kecukupan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan lead time pada waktu distribusi material setelah usulan perbaikan berupa digitalisasi administrasi, penjadwalan alat bantu, dan evaluasi prosedur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan lean logistics terbukti mengoptimalkan waktu distribusi material dengan penurunan waktu sebesar 40% dari waktu aktual. Penerapan VSM dan PAM memberikan gambaran yang menyeluruh dalam merancang perbaikan proses, sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi logistik serta mendukung kelancaran produksi kendaraan taktis.
PT XYZ is one of the leading manufacturers of tactical vehicles in Indonesia. The main problem faced by PT XYZ is the high frequency of delays in the distribution of tubular materials for the Maung 4x4 tactical vehicle, which reached 35% of total shipments during the period from January to March 2024. This study aims to optimize the distribution time of Maung 4x4 tactical vehicle tubular materials in the Vehicle Division of PT XYZ through a lean logistics approach. The methods used include Process Activity Mapping (PAM), Value Stream Mapping (VSM), and 5 Whys analysis to identify and eliminate non-value-added activities and determine the root causes of waste. Data was collected through direct observation using time study techniques and tested using data adequacy tests. The results of the study show that there was a decrease in lead time in material distribution time after proposed improvements in the form of digitization of administration, scheduling of material handling equipment, and evaluation of procedures. The conclusion of this study is that the application of lean logistics has been proven to optimize material distribution time with a 40% reduction in actual time. The application of VSM and PAM provides a comprehensive overview in designing process improvements, enabling the company to improve logistics efficiency and support the smooth production of tactical vehicles
KEGIATAN KOLASE BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI POS PAUD KASIH BUNDA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan kolase berbahan alam di Pos PAUD Kasih Bunda, Desa Jelegong, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan model John Elliot yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 10 anak kelompok B (3 laki-laki dan 7 perempuan). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kolase bahan alam mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terlihat dari peningkatan skor perkembangan dari pra Siklus sebesar 40% (kategori Mulai Berkembang), menjadi 68,33% (kategori Berkembang Sesuai Harapan) pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 89,16% (kategori Berkembang Sangat Baik) pada siklus II. Kegiatan kolase bahan alam terbukti efektif dalam menstimulasi koordinasi mata dan tangan, ketelitian, dan kerapian anak secara menyenangkan.
This study aims to improve the fine motor development of 5-6-year-old children through natural material collage activities at Pos PAUD Kasih Bunda, located in Jelegong Village, Cidolog Subdistrict, Ciamis Regency. This is a collaborative Classroom Action Research (CAR) using the John Elliot model, conducted in two cycles. The subjects were 10 group B children (3 boys and 7 girls). Data were collected through observation, field notes, and documentation. The results showed that natural material collage activities improved children's fine motor skills, as seen from the score increase from 43.3% (Developing Early) in the pre-action stage, to 73.8% (Good) in cycle 1, and up to 80.27% (Expected to Develop) in cycle II. The collage activity using natural materials effectively stimulated children's hand-eye coordination, precision, and neatness in a fun and meaningful way