Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK YANG DIASUH OLEH ORANG DEWASA PENGGANTI ORANG TUA: Studi Kasus tentang Pemenuhan Hak Pengasuhan Anak pada Keluarga PMI Aktif di Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung

    No full text
    Fenomena semakin banyaknya anak pekerja migran yang tumbuh tanpa pengasuhan langsung dari orang tua kandung, sehingga pengasuhan digantikan oleh kakek, nenek, atau kerabat. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi perkembangan sosial-emosional anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pengasuhan orang tua pengganti dan dampaknya terhadap perkembangan sosial emosional anak pekerja migran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh dan anak, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang diberikan orang tua pengganti cenderung permisif dan otoriter ringan, namun terdapat variasi dalam pemberian aturan dan kedisiplinan. Anak-anak umumnya menunjukkan perkembangan sosial emosional yang cukup baik, seperti kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya, empati, serta kemandirian. Namun demikian, ditemukan juga beberapa tantangan, seperti kecenderungan keras kepala, kesulitan regulasi emosi, dan keterbatasan dalam keterhubungan emosional dengan orang tua kandung akibat jarak fisik. Kesimpulannya, pengasuhan oleh orang tua pengganti mampu mendukung perkembangan sosial-emosional anak pekerja migran secara umum, tetapi masih diperlukan dukungan emosional berkelanjutan dari orang tua kandung untuk mengoptimalkan perkembangan anak. The phenomenon of an increasing number of children of migrant workers growing up without direct care from their biological parents has led to caregiving being taken over by grandparents or other relatives. This condition has the potential to influence children’s social-emotional development. The purpose of this study is to analyze the caregiving patterns of substitute parents and their impact on the social emotional development of children of migrant workers. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with caregivers and children, as well as documentation. The findings reveal that substitute caregivers tend to apply permissive and mildly authoritarian parenting styles, with variations in the enforcement of rules and discipline. In general, children demonstrate fairly good social-emotional development, such as the ability to interact with peers, empathy, and independence. Nevertheless, several challenges were identified, including stubbornness, difficulties in emotional regulation, and limited emotional connection with biological parents due to physical distance. In conclusion, caregiving by substitute parents is able to support the social-emotional development of children of migrant workers to some extent, yet continuous emotional support from biological parents remains essential to optimize children’s overall development

    PENGARUH ADS PERSONALIZATION PADA MEDIA WHATSAPP TERHADAP BRAND ATTITUDE TOKOPEDIA DENGAN PERCEIVED RELEVANCE SEBAGAI MEDIASI : Survei Terhadap Pengguna Tokopedia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ads personalization pada media WhatsApp terhadap brand attitude Tokopedia dengan perceived relevance sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini berdasar dari meningkatnya persaingan e-commerce di Indonesia yang mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis personalisasi pesan guna meningkatkan keterlibatan dan sikap positif konsumen terhadap merek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kepada 350 responden pengguna Tokopedia yang pernah menerima iklan Tokopedia melalui WhatsApp. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ads personalization berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived relevance serta brand attitude. Selain itu, perceived relevance terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara ads personalization dan brand attitude. Temuan ini memberikan implikasi bagi praktisi pemasaran digital, khususnya dalam memanfaatkan personalisasi iklan pada platform perpesanan instan untuk meningkatkan relevansi pesan dan memperkuat sikap positif konsumen terhadap merek. This study aims to analyze the effect of ads personalization on WhatsApp media towards Tokopedia’s brand attitude, with perceived relevance as a mediating variable. The background of this research stems from the increasing competition among e-commerce platforms in Indonesia, which drives companies to optimize personalized message strategies to enhance consumer engagement and foster positive attitudes toward the brand. This research employed a quantitative approach using a survey method with 350 respondents who are Tokopedia users and had previously received Tokopedia advertisements via WhatsApp. The sampling technique was purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) method to test the direct and indirect relationships among variables. The findings indicate that ads personalization has a positive and significant effect on both perceived relevance and brand attitude. Furthermore, perceived relevance is proven to partially mediate the relationship between ads personalization and brand attitude. These findings provide implications for digital marketing practitioners, particularly in leveraging personalized advertising on instant messaging platforms to enhance message relevance and strengthen consumers’ positive attitudes toward the brand

    PENGARUH ATTRACTION, ACCESSIBILITY DAN AMENITIES TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI KE STONE GARDEN CITATAH, KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel attraction (daya tarik), accessibility (aksesibilitas), dan amenities (fasilitas penunjang) terhadap minat berkunjung kembali wisatawan ke destinasi wisata alam Stone Garden Citatah, Kabupaten Bandung Barat. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan loyalitas pengunjung dan kualitas pengalaman wisatawan di tengah variasi kunjungan dan umpan balik terkait atraksi, akses, dan fasilitas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif verifikatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 100 responden yang pernah berkunjung ke Stone Garden Citatah. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda, serta uji signifikansi parsial (uji t) dan simultan (uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, ketiga variabel independent atraksi, aksesibilitas, dan amenitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali, dengan atraksi sebagai faktor dominan, diikuti aksesibilitas dan amenitas. Secara simultan, ketiga variabel ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung ulang wisatawan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pengelola dan pemerintah daerah terus mengembangkan daya tarik wisata, meningkatkan aksesibilitas, serta memperbaiki dan melengkapi fasilitas penunjang secara terpadu, untuk menciptakan pengalaman wisata yang optimal dan mendorong loyalitas pengunjung. This study aims to analyze the influence of attraction, accessibility, and amenities on tourists’ intention to revisit the Stone Garden Citatah, a natural tourism destination in West Bandung Regency. The research problem is driven by the need to enhance visitor loyalty and overall tourist experience amid fluctuations in visitor numbers and feedback related to attractions, access, and facilities. This study employs a quantitative approach with a descriptive-verificative research design. The sample was selected using purposive sampling among 100 respondents who had previously visited Stone Garden Citatah. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression, along with partial significance tests (t-test) and simultaneous tests (F-test). The results indicate that, individually, the independent variables attraction, accessibility, and amenities have a positive and significant effect on the intention to revisit, with attraction being the dominant factor, followed by accessibility and amenities. Simultaneously, these three variables collectively exert a significant effect on tourists’ revisit intentions. Based on these findings, it is recommended that destination managers and local authorities continue to develop tourism attractions, improve accessibility, and enhance supporting facilities in an integrated manner to create an optimal tourism experience and foster visitor loyalty

    PERSEPSI GURU PAUD TERHADAP PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM MEMBANGUN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KECAMATAN TAWANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru PAUD terhadap pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam membangun kreativitas anak usia 5 – 6 tahun di Kecamatan Tawang. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya pembelajaran yang mampu menumbuhkan kreativitas sejak usia dini, di mana guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan kegiatan yang mendorong anak bereksplorasi, berkreasi, dan memecahkan masalah secara mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, disebarkan kepada 69 guru dari 18 TK di Kecamatan Tawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru pernah menerapkan PjBL dan menilai metode ini efektif serta mampu meningkatkan kreativitas anak. Tingkat pemahaman guru terhadap PjBL tergolong sangat tinggi, di mana mayoritas berada pada kategori “Sangat Paham”. Hampir semua indikator perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi PjBL memperoleh persentase dukungan di atas 97%. Pada aspek kreativitas anak, guru menilai bahwa PjBL mendorong anak untuk memanfaatkan berbagai media, menambahkan detail karya, serta menampilkan ciri khas pribadi. Namun, beberapa indikator seperti kemampuan menghasilkan karya orisinal tanpa banyak meniru guru (78,3%) dan menyelesaikan karya tepat waktu (79,7%) masih memerlukan peningkatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PjBL dipersepsikan secara positif oleh guru PAUD di Kecamatan Tawang dan dianggap relevan untuk membangun kreativitas anak usia 5–6 tahun. Temuan ini memberikan implikasi bahwa penerapan PjBL dapat diperkuat melalui peningkatan keterampilan guru dalam mengelola proyek, pengayaan strategi pembelajaran, serta dukungan fasilitas dari lembaga pendidikan dan pemerintah. This study aims to examine early childhood education (ECE) teachers’ perceptions of Project Based Learning (PjBL) in fostering the creativity of children aged 5–6 years in Tawang District. The research background stems from the importance of learning approaches that nurture creativity from an early age, where teachers act as facilitators in designing activities that encourage exploration, creation, and independent problem-solving. This research employed a descriptive quantitative method using a questionnaire that had undergone validity and reliability testing, distributed to 69 teachers from 18 kindergartens in Tawang District. The results indicate that all teachers had implemented PjBL and considered it effective in enhancing children’s creativity. Teachers’ understanding of PjBL was notably high, with the majority categorized as “Highly Understand.” Almost all indicators related to the planning, implementation, and evaluation of PjBL achieved support percentages above 97%. Regarding children’s creativity, teachers reported that PjBL encouraged the use of various media, adding details to projects, and expressing personal uniqueness in their work. However, certain aspects, such as producing original work without relying heavily on teacher examples (78.3%) and completing tasks on time (79.7%), still require improvement. In conclusion, the study confirms that PjBL is positively perceived by ECE teachers in Tawang District and is deemed relevant for developing creativity in children aged 5–6 years. The findings imply that PjBL implementation can be strengthened through enhanced teacher skills in project management, diversified learning strategies, and adequate institutional and governmental support

    PENGARUH TAYANGAN ANIME ATTACK ON TITAN TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA JEPANG PENGGEMAR: Studi Korelasional Kuantitatif Pada Pengikut Akun X @aotfess

    Get PDF
    Jumlah pembelajar bahasa Jepang di Indonesia ditemukan selalu meningkat setiap tahunnya. Dibuktikan dengan selalu tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti ujian tingkatan kemampuan berbahasa Jepang atau yang disebut dengan Japanese-Language Profiency (JLPT). Antusiasme tersebut menimbulkan fenomena baru di mana terjadinya persaingan dalam mendapatkan tiket ujian dengan kuota yang terbatas. Bersamaan dengan itu, tren menonton anime di Indonesia semakin populer dan meluas. Salah satu anime yang menjadi sangat populer dalam tiga tahun ke belakang ini adalah anime Attack on Titan. Kedua hal tersebut menjadi linear dengan penelitian yang dilakukan untuk menemukan apakah terdapat hubungan di antara tayangan anime Attack on Titan terhadap minat penggemar dalam mempelajari bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi dengan menempatkan teori Stimulus – Organisme – Respons sebagai landasan utamanya. Variabel independen di dalam penelitian ini dipecah menjadi tiga sub variabel, yaitu frekuensi, durasi, dan atensi yang diuji terhadap variabel dependen. Temuan dari penelitian ini adalah berupa 1) terdapat korelasi yang terjadi secara simultan di antara kedua variabel yang diuji, 2) Korelasi simultan tergolong rendah di antara ketiga sub variabel independen yang diuji di mana memungkinkan untuk adanya variabel lain yang berpengaruh, dan 3) sub variabel atau dimensi atensi memberikan pengaruh yang lebih dominan. Dengan begitu dapat diambil kesimpulan bahwa ketiga sub variabel yang diuji tidaklah secara tunggal menjadi pengaruh bagi variabel dependen, melainkan terdapat variabel lain yang dapat berpengaruh. Penelitian ini diharapkan menjadi berguna di masa mendatang dengan kontribusinya dalam memperbaharui pemahaman di dalam ruang lingkup ilmu komunikasi dan bahasa. The number of Japanese language learners in Indonesia has been increasing every year. This is evidenced by the consistently high enthusiasm of the public in taking the Japanese Language Proficiency Test (JLPT). This enthusiasm has led to a new phenomenon where there is competition to obtain exam tickets with limited quotas. At the same time, the trend of watching anime in Indonesia has become increasingly popular and widespread. One of the anime that has become very popular in the past three years is Attack on Titan. Both of these phenomena are aligned with the research conducted to determine whether there is a relationship between the broadcast of Attack on Titan and fans' interest in learning Japanese. This study was conducted using a quantitative approach with a correlation method, based on the Stimulus-Organism-Response theory as its primary foundation. The independent variables in this study were divided into three sub-variables: frequency, duration, and attention, which were tested against the dependent variable (Y). The findings of this study are as follows: 1) there is a correlation that occurs simultaneously between the two variables tested, 2) the simultaneous correlation is relatively low among the three independent sub-variables tested, which allows for the existence of other variables to influence, and 3) the sub-variable or dimension of attention has a more dominant influence. Thus, it can be concluded that the three sub-variables tested do not individually influence the dependent variable, but rather there are other variables that can influence it. This study is expected to be useful in the future by contributing to the renewal of understanding within the field of communication and language studies

    PENERAPAN TERAPI MUROTTAL DAN RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENGATASI NYERI AKUT PADA PASIEN KOLIK ABDOMEN DI RUANG JAYANINGRAT RSUD BANDUNG KIWARI

    Get PDF
    Pendahuluan: Nyeri akut merupakan salah satu keluhan utama pada pasien dengan kolik abdomen yang dapat mengganggu kenyamanan dan fungsi fisiologis pasien. Intervensi non-farmakologis seperti terapi murottal Al-Qur’an dan relaksasi napas dalam menjadi alternatif yang aman dan efektif dalam menurunkan persepsi nyeri. Tujuan: untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi terapi murottal dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri akut pada pasien dengan kolik abdomen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pendekatan kualitatif terhadap seorang pasien kolik abdomen di RSUD Bandung Kiwari selama 3 hari berturut-turut. Intervensi diberikan 1 kali perhari selama 20 menit dengan pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan penurunan skala nyeri dari NRS 7 menjadi NRS 4, disertai penurunan frekuensi napas dari 24 menjadi 20 kali/menit. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi murottal dan relaksasi napas dalam efektif menurunkan nyeri dan memberikan efek relaksasi fisiologis. Mekanisme yang terlibat meliputi peningkatan aktivitas sistem parasimpatis dan pelepasan endorfin yang menurunkan persepsi nyeri. Simpulan: Terapi murottal dan relaksasi napas dalam merupakan intervensi non farmakologis yang efektif, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai spiritual pasien Muslim. Terapi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti dalam manajemen nyeri akut. Kata kunci: kolik abdomen, nyeri akut, murottal Al-Qur’an, relaksasi napas dalam Introduction: Acute pain is one of the main complaints in patients with abdominal colic, which can disrupt comfort and physiological function. Non-pharmacological interventions such as murottal Al-Qur’an therapy and deep breathing relaxation offer safe and effective alternatives to reduce pain perception. Objective: To evaluate the effectiveness of the combined murottal therapy and deep breathing relaxation in reducing acute pain intensity in patients with abdominal colic. Methods: This study employed a single-case design with a qualitative approach involving one patient with abdominal colic at Bandung Kiwari Regional General Hospital over three consecutive days. The intervention was administered once daily for 20 minutes, and pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Results and Discussion: The results showed a decrease in pain score from NRS 7 to NRS 4, accompanied by a reduction in respiratory rate from 24 to 20 breaths per minute. These findings indicate that the combination of murottal therapy and deep breathing relaxation is effective in reducing pain and providing physiological relaxation. The underlying mechanism includes increased parasympathetic activity and endorphin release, which help lower pain perception. Conclusion: Murottal therapy combined with deep breathing relaxation is a safe and effective non-pharmacological intervention that aligns with the spiritual values of Muslim patients. This therapy can be applied as part of evidence-based nursing practice in the management of acute pain. Keywords: abdominal colic, acute pain, murottal Al-Qur’an, deep breathing relaxatio

    PRESUPOSISI DALAM PERTANYAAN PENYIDIK KEPADA TERSANGKA PADA ACARA PENYIDIKAN PERKARA PIDANA DI POLRES KOTA CIREBON

    Get PDF
    PRESUPOSISI DALAM PERTANYAAN PENYIDIK KEPADA TERSANGKA PADA ACARA PENYIDIKAN PERKARA PIDANA DI POLRES KOTA CIREBON TENI HADIYANI ABSTRAK Presuposisi merupakan asumsi yang melatarbelakangi penutur dalam mengomunikasikan ide pikirannya kepada mitra tutur. Disertasi ini meneliti mengenai jenis pertanyaan yang disampaikan penyidik kepada tersangka pelaku kasus tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul pada proses interogasi di Unit PPA Polres Kota Cirebon, presuposisi yang terkandung di dalam pertanyaan tersebut, asumsi bahwa presuposisi melatarbelakangi pertanyaan penyidik kepada tersangka dan faktor-faktor yang memengaruhi presuposisi penyidik dalam mengonstruksi pertanyaan kepada tersangka. Dua teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Griffiths Question Map (GQM) yang digagas Griffiths & Milne (2013) untuk menganalisis jenis pertanyaan, sedangkan teori presuposisi yang digagas oleh Yule (1996) diterapkan untuk klasifikasi jenis presuposisi. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Disertasi ini melibatkan dua informan, yaitu penyidik dan tersangka. Data bahasa diperoleh dari rekaman audio proses interogasi yang dilakukan penyidik kepada tersangka untuk ditranskripsi dan dianalisis berdasarkan kriteria yang tercantum pada GQM dan jenis presuposisi yang muncul. Jenis pertanyaan yang mendominasi dalam data yang dianalisis adalah pertanyaan tertutup sesuai (appropriate closed question), sedangkan presuposisi yang lebih banyak muncul adalah presuposisi faktif. Asumsi presuposisi melatarbelakangi pertanyaan penyidik dapat dilihat dari presuposisi faktif yang menunjukkan bahwa penyidik memiliki kecenderungan untuk mengejar pengakuan dari tersangka. Faktor-faktor yang memengaruhi presuposisi penyidik adalah: (1) latar belakang pengetahuan penyidik; (2) institusi; dan (3) budaya. Kata kunci: Penyidikan, perbuatan cabul, Jenis pertanyaan, GQM, Presuposisi/ praanggapan. PRESUPPOSITIONS CONTAINED IN THE INVESTIGATOR’S QUESTIONS TOWARDS A SUSPECT IN A CRIMINAL INVESTIGATION PROCEDURE IN POLRES KOTA CIREBON TENI HADIYANI ABSTRACT Presupposition refers to the underlying assumptions a speaker holds when communicating their ideas to a conversational partner. This dissertation examines the types of questions posed by the investigator to a suspect in the of molestation and/or indecent act during interrogation at the Women and Children Protection Unit (Unit PPA) of the Cirebon City Police Department, the presuppositions embedded in the investigator’s questions, the assumption that presuppositions underlying the investigator’s questions given to the suspect, and the factors influencing the investigators' presuppositions in constructing questions for the suspect. Two main theoretical frameworks used in this research are the Griffiths Question Map (GQM) proposed by Griffiths & Milne (2013) for classifying question types and Yule’s (1996) theory of presupposition to analyze presuppositions. This study employs a qualitative descriptive method. It involved two informants: the investigator and the suspect. Linguistic data were obtained from recorded interrogations, which were transcribed, analyzed, and classified according to the criteria outlined in GQM and presupposition theory. The dominant type of question found in this research is the appropriate closed question, while the most frequently occurring presupposition is the factive presupposition. The assumption that presuppositions underlying the investigator’s questions is evident from the dominance of factive presupposition, indicating that the investigator tend to seek confession from the suspect. The factors influencing the investigator’s presuppositions are: (1) the investigator’s background knowledge; (2) institutional factors; and (3) cultural influences. Keywords: Investigation, molestation, Question types, GQM, Presupposition

    PENGARUH GAJI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PROFESIONALISME GURU TK DI KOTA TASIKMALAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaji dan motivasi kerja terhadap profesionalisme guru TK di Kota Tasikmalaya. Latar belakang penelitian didasari oleh kondisi sebagian guru, masih menerima gaji rendah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi dan kinerja profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 100 guru TK yang dipilih melalui teknik kuota sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap profesionalisme guru, sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, gaji dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme dengan kontribusi sebesar 29,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi kerja memiliki peranan lebih besar dibandingkan gaji dalam membentuk profesionalisme guru TK, meskipun dukungan kesejahteraan tetap diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya kebijakan terintegrasi untuk meningkatkan motivasi dan kesejahteraan guru, serta program pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Pemerintah dan pihak sekolah diharapkan berkolaborasi menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kinerja profesional guru. This study aims to determine the effect of salary and work motivation on the professionalism of kindergarten teachers in Tasikmalaya City. The research background is based on the condition of some teachers, especially non-civil servants, who still receive low salaries, potentially affecting their motivation and professional performance. This research employs a quantitative approach with a survey method. The sample consisted of 100 kindergarten teachers selected using quota sampling techniques. The research instrument was a questionnaire that had passed validity and reliability testing. Data were analyzed using classical assumption tests and multiple linear regression analysis. The results showed that salary had a positive but insignificant effect on teacher professionalism, while work motivation had a positive and significant effect. Simultaneously, salary and work motivation significantly influenced professionalism with a contribution of 29.8%. These findings indicate that work motivation plays a greater role than salary in shaping the professionalism of kindergarten teachers, although welfare support remains necessary. The study concludes that integrated policies are needed to improve teacher motivation and welfare, along with continuous professional development programs. The government and schools are expected to collaborate in creating a work environment that supports teachers’ professional performance

    KONSTRUKSI MASYARAKAT TERHADAP FENOMENA CINDERELLA COMPLEX SEBAGAI DAMPAK POLA ASUH ORANG TUA: Studi Deskriptif Analitik pada Siswi SMK Pasundan 3 Cimahi

    Get PDF
    Masa remaja merupakan periode transisi penting yang diwarnai oleh perubahan fisik, emosional, dan psikologis. Dalam proses ini, remaja perempuan sering kali mengalami dilema antara membangun masa depan yang mandiri dan tuntutan peran tradisional yang dilekatkan oleh masyarakat. Pola asuh orang tua yang kurang mendukung kemandirian dapat memperkuat ketergantungan emosional terhadap figur pelindung, yang dikenal sebagai fenomena Cinderella Complex. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor apa saja dalam pola asuh yang menyebabkan terjadinya Cinderella Complex, (2) menganalisis konstruksi masyarakat dalam memandang fenomena Cinderella Complex, dan (3) menganalisis budaya sekolah membentuk interpretasi siswi terhadap kemandirian dalam Cinderella Complex. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap siswi SMK di Kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pola asuh yang minim ruang kemandirian, dominatif, serta bias gender berkontribusi pada terbentuknya Cinderella Complex, (2) masyarakat mulai membangun konstruksi yang mendorong perempuan untuk lebih mandiri, melalui motivasi edukatif, dukungan terhadap pendidikan, dan peran perempuan di ruang publik, dan (3) budaya sekolah berperan dalam penguatan kemandirian melalui program keputrian, dorongan karir, serta peran guru sebagai motivator. Temuan ini menekankan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan institusi pendidikan dalam menumbuhkan nilai-nilai kemandirian dan pemberdayaan bagi remaja perempuan. Adolescence is a critical transitional period marked by physical, emotional, and psychological changes. During this phase, young women often face a dilemma between building an independent future and fulfilling the traditional roles imposed by society. Parenting styles that fail to support autonomy can strengthen emotional dependence on protective figures, a condition known as the Cinderella Complex. This study aims to: (1) identify the parenting factors that contribute to the emergence of the Cinderella Complex, (2) analyze how society constructs perspectives on the Cinderella Complex, and (3) examine how school culture shapes students’ interpretations of independence in relation to the Cinderella Complex. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytic method. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies involving vocational high school female students in Cimahi. The results reveal that: (1) parenting patterns that lack space for autonomy, are dominant, and exhibit gender bias contribute to the development of the Cinderella Complex; (2) society is beginning to build constructions that encourage women to be more independent through educational motivation, support for schooling, and the promotion of women's roles in public spheres; and (3) school culture plays a role in fostering independence through female-centered programs, career encouragement, and the role of teachers as motivators. These findings highlight the importance of the family, society, and educational institutions in cultivating values of independence and empowerment for adolescent girls

    PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP GURU TK TENTANG PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI DI KOTA TASIKMALAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap sikap guru Taman Kanak-kanak mengenai pendidikan seks anak usia dini di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 200 guru TK yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap tentang pendidikan seks anak usia dini. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik ordinal untuk menguji pengaruh variabel pengetahuan terhadap sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan guru TK memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap dalam memberikan pendidikan seks kepada anak usia dini, dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05) dan koefisien regresi positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan guru, semakin positif pula sikap yang ditunjukkan dalam mengajarkan pendidikan seks yang sesuai perkembangan anak. Kesimpulannya, peningkatan pengetahuan guru TK melalui pelatihan dan sumber belajar yang tepat berpotensi memperkuat sikap positif terhadap pendidikan seks anak usia dini, sehingga dapat mendukung pencegahan kekerasan seksual dan pembentukan perilaku sehat sejak dini. This study aims to determine the effect of knowledge on kindergarten teachers' attitudes regarding early childhood sex education in Tasikmalaya City. The research method used was quantitative with a survey approach and correlational design. The study sample consisted of 200 kindergarten teachers selected using quota sampling. The instrument used was a questionnaire on knowledge and attitudes regarding early childhood sex education. Data analysis was conducted using ordinal logistic regression to test the effect of knowledge on attitudes. The results showed that kindergarten teachers' knowledge significantly influenced attitudes toward providing sex education to early childhood, with a significance value of 0.001 (<0.05) and a positive regression coefficient. This finding indicates that the higher the teacher's knowledge level, the more positive the attitudes they display toward teaching developmentally appropriate sex education. In conclusion, increasing kindergarten teachers' knowledge through training and appropriate learning resources has the potential to strengthen positive attitudes toward early childhood sex education, thereby supporting the prevention of sexual violence and the development of healthy behaviors from an early age

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇