91757 research outputs found
Sort by
STUDI TENTANG STANDARISASI MODEL PEMBELAJARAN KEARSIPAN DI SEKOLAH: Studi Kasus di SMK Negeri Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis Kota Bandung
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah belum terstandarnya materi dan model pembelajaran kearsipan di SMK Negeri Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) Kota Bandung Penelitian ini bertujuan memberikan gagasan pentingnya standarisasi materi dan model pembelajaran kearsipan di SMK. Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kesesuaian materi pembelajaran kearsipan di SMK dengan standar UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan ISO 15489:2016 Records Management; (2) menggambarkan materi pembelajaran yang sesuai dengan standar tersebut; (3) menganalisis kesesuaian model pembelajaran dengan karakteristik materi kearsipan berbasis standar; (5) menggambarkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran (4) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi standar pembelajaran kearsipan; dan (6) merumuskan strategi pengembangan pembelajaran kearsipan yang lebih efektif dan terstandar.
Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian materi pembelajaran kearsipan dengan standar hanya mencapai 44,96%. Model pembelajaran yang digunakan cenderung berbasis proyek dan studi kasus, namun belum sepenuhnya disesuaikan dengan kompleksitas karakteristik materi kearsipan. Faktor penghambat meliputi rendahnya literasi siswa, keterbatasan sumber daya guru dan sarana belajar, serta kurang optimalnya kemitraan dengan dunia industri. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan pembelajaran kearsipan di SMK yang lebih terstandar dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, melalui penguatan materi, peningkatan kompetensi pendidik, dan optimalisasi sinergi sekolah dengan lembaga kearsipan dan industri.
The issue examined in this study is the lack of standardization in archival learning materials and instructional models in public Vocational High Schools (SMK) for Office Management and Business Services (MPLB) in Bandung, Indonesia. This research aims to: (1) analyze the alignment of archival learning materials with the standards of Law No. 43 of 2009 on Archiving and ISO 15489:2016 Records Management; (2) describe instructional content that complies with these standards; (3) evaluate the suitability of instructional models with the characteristics of archival materials based on these standards; (4) describe learning models aligned with the nature of archival content; (5) identify factors influencing the standardization of archival education; and (6) formulate strategies for the effective and standardized development of archival instruction.
A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed using the Miles & Huberman model. The findings revealed that the conformity of archival learning materials to the referenced standards only reached 44.96%. The instructional models applied were generally project-based and case-based learning, but they were not fully adapted to the complexity and specific characteristics of archival content. Inhibiting factors included students' low literacy levels, limited teacher resources and instructional facilities, as well as suboptimal collaboration between schools and industry partners.
This study is expected to serve as a foundation for the development of archival education policies in vocational schools that are more standardized and aligned with industry needs, through content enhancement, teacher competency development, and strengthened collaboration between schools, archival institutions, and the business sector
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA SISWA SMA PADA PRAKTIKUM PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP KESETIMBANGAN KIMIA DENGAN TEKNIK PEER ASSESSMENT BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja siswa SMA pada praktikum pengaruh konsentrasi terhadap kesetimbangan kimia dengan teknik peer assessment berbasis scientific approach. Metode penelitian yang digunakan adalah development and validation menurut Adam & Wieman (2011) yang disederhanakan menjadi empat tahap utama, yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan, tahap uji reliabilitas, dan tahap uji keterlaksanaan. Penelitian ini melibatkan siswa SMA Kelas XI di Kota Cimahi, dengan 9 partisipan untuk uji reliabilitas dan 15 partisipan untuk uji keterlaksanaan. Uji validitas dilakukan oleh 5 validator yang terdiri atas dosen dan guru kimia. Uji reliabilitas melibatkan 3 rater yang menilai kinerja siswa, sedangkan uji keterlaksanaan dilaksanakan dengan bantuan 5 rater/observer sebagai pembanding hasil peer assessment. Tahap perencanaan dan pengembangan dilakukan melalui analisis CP dan ATP Kimia fase F Kurikulum Merdeka, kajian literatur, survei lapangan, optimasi praktikum, penyusunan kisi-kisi, pengembangan task dan rubrik, hingga terbentuk draf instrumen penilaian kinerja yang mencakup 8 indikator keterampilan, 5 tahapan scientific approach, dan 15 aspek kinerja beserta rubriknya. Diperoleh instrumen yang valid dengan nilai CVR, CVI, I-CVI, dan S-CVI/Ave sebesar 1. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach Alpha pada rentang 0,797–1,000, dengan 11 aspek kinerja berkategori sangat baik dan 4 aspek kinerja berkategori baik. Uji keterlaksanaan dengan teknik peer assessment menunjukkan nilai correlation pearson di atas batas minimal, yaitu > 0,25. Seluruh siswa memberikan respons positif terhadap instrumen yang digunakan dengan interpretasi skor angket yang menempatkan 10 indikator pada kategori sangat baik dan 1 indikator pada kategori baik.
This study aims to develop a performance assessment instrument for senior high school students in the laboratory experiment on the effect of concentration on chemical equilibrium using peer assessment based on the scientific approach. The research method employed was development and validation as proposed by Adam & Wieman (2011), simplified into four main stages: planning, development, reliability testing, and feasibility testing. The study involved Grade XI students from a senior high school in Cimahi, with 9 participants for reliability testing and 15 participants for feasibility testing. The validity test was conducted by 5 validators consisting of chemistry lecturers and teachers. The reliability test involved 3 raters who assessed students’ performance, while the feasibility test was carried out with the assistance of 5 raters/observers to compare the results of peer assessment. The planning and development stages were conducted through the analysis of CP and ATP Chemistry Phase F of the Kurikulum Merdeka, literature review, field survey, practicum optimization, blueprint design, task and rubric development, leading to a draft performance assessment instrument consisting of 8 skill indicators, 5 stages of the scientific approach, and 15 performance aspects along with their rubrics. The instrument was found to be valid with CVR, CVI, I-CVI, and S-CVI/Ave values of 1. The reliability test yielded Cronbach’s Alpha values ranging from 0.797 to 1.000, with 11 performance aspects categorized as very good and 4 aspects categorized as good. The feasibility test using peer assessment showed correlation pearson values above the minimum threshold (>0.25). All students gave positive responses to the instrument, with questionnaire score interpretations placing 10 indicators in the very good category and 1 indicator in the good category
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA SISWA: Studi Kasus Pada Program Sekolah Pencetak Wirausaha di SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya
Keberlanjutan usaha merupakan tantangan utama dalam pengembangan kewirausahaan di kalangan pelajar SMK. Banyak siswa yang memulai usaha melalui Program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW), namun hanya sebagian kecil
yang mampu mempertahankan usahanya setelah program berakhir. Kondisi ini turut berkontribusi pada tingginya angka pengangguran lulusan SMK, termasuk di SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji sejauh mana pendidikan kewirausahaan memberikan dampak terhadap keberlanjutan usaha yang dijalankan oleh siswa SMK Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif-verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa peserta program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) di SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 418 siswa, dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 35 siswa kelas XII yang melanjutkan usaha setelah mengikuti program SPW. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menguji validitas dan reliabilitasnya, serta wawancara awal untuk memperoleh gambaran awal penelitian. Teknik analisis data yang digunakan mencakup analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis regresi linier sederhana dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keberlanjutan usaha siswa. Artinya, semakin tinggi pula potensi keberlanjutan usaha yang dijalankannya. Temuan ini memberikan implikasi bahwa sekolah perlu terus meningkatkan kualitas program pendidikan kewirausahaan melalui metode yang aplikatif dan berbasis pengalaman nyata, agar siswa tidak hanya mampu memulai usaha tetapi juga memiliki daya tahan untuk mempertahan usaha secara
berkelanjutan dalam jangka panjang.
Business sustainability is a major challenge in the development of entrepreneurship among vocational high school students. Many students initiated businesses through the Entrepreneurial School Program (Sekolah Pencetak
Wirausaha/SPW), but only a small portion managed to sustain their ventures after the program ended. This situation has contributed to the high unemployment rate among vocational school graduates, including those from SMK Muhammadiyah
Kota Tasikmalaya. This study aimed to analyze the effect of entrepreneurship education on the business sustainability of students at SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. The research employed a quantitative method with a descriptive-
verificative approach. The population consisted of all SPW participants during the 2023/2024 academic year, totaling 418 students. A purposive sampling technique was used to obtain a sample of 35 twelfth-grade students who continued their
businesses after participating in the program. Data were collected through questionnaires—tested for validity and reliability—and preliminary interviews. The data analysis included descriptive analysis, validity and reliability tests, and simple linear regression with a t-test. The results showed that entrepreneurship education had a positive and significant effect on students’ business sustainability. These
findings imply that schools must continue improving entrepreneurship education by applying experiential and practical methods so that students are not only able to
start a business but also maintain it sustainably over the long term
IMPLEMENTASI LKPD PRAKTIKUM BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA PENENTUAN TRAYEK pH INDIKATOR ASAM BASA DARI EKSTRAK LEUNCA UNTUK MENINGKATKAN KPS PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan KPS peserta didik melalui implementasi LKPD praktikum berbasis inkuiri terbimbing pada penentuan trayek pH indikator asam basa dari ekstrak leunca. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pra eksperimen (pre-experimental research) dengan desain penelitian One-Group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di salah satu SMA yang ada di kota Bekasi dengan melibatkan 32 peserta didik sebagai subjek penelitian, 5 validator/ahli sebagai penilai instrumen yang terdiri dari 2 orang dosen Pendidikan Kimia dan 3 orang guru kimia SMA, serta 3 observer penelitian sebagai pengamat dalam penelitian. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar observasi KPS, LKPD dan rubrik jawaban LKPD, butir soal pretest dan posttest, serta angket respons peserta didik terhadap pembelajaran. Hasil uji kelayakan untuk instrumen lembar observasi, modul ajar dan angket respons peserta didik dikategorikan sangat baik. Hasil uji validitas pretest-postest adalah 0,915 dengan kategori validitas tinggi dan uji reliabilitas dengan nilai α sebesar 0,711 dikategorikan reliabel. Hasil penelitian dengan instrumen lembar observasi menunjukkan bahwa dari 11 indikator KPS yang diobservasi semuanya muncul dalam pembelajaran, sedangkan indikator KPS yang muncul berdasarkan jawaban LKPD yaitu 7 dari 11 indikator KPS, yaitu indikator mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, merencanakan percobaan, mengamati/observasi, mengelompokkan, menerapkan konsep, dan menafsirkan/interpretasi. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, implementasi pembelajaran menggunakan LKPD praktikum berbasis inkuiri terbimbing memberikan peningkatan KPS peserta didik pada penentuan trayek pH indikator asam basa dari ekstrak leunca secara keseluruhan dengan N-Gain sebesar 0,66 dengan kategori sedang. Hasil angket dari respons peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan LKPD praktikum berbasis inkuiri terbimbing pada penentuan trayek pH indikator asam basa dari ekstrak leunca dikategorikan sangat baik pada aspek kemudahan menggunakan LKPD, minat belajar, dan kategori baik pada aspek kepuasan belajar.
This study aims to determine the improvement of students' Science Process Skills (SPS) through the implementation of guided inquiry-based practicum worksheets on determining the pH range of acid-base indicators from leunca extract. The research method used was pre-experimental research with a one-group pretest-post-test design. The study was conducted at a high school in Bekasi with 32 students as research subjects, 5 validators/experts as instrument assessors (consisting of 2 Chemistry Education lecturers and 3 high school chemistry teachers), and 3 research observers. The instruments used in this study were SPS observation sheets, worksheets and worksheets answer rubrics, pretest and post-test questions, and a student responsse questionnaire on the learning. The feasibility test results for the observation sheet, teaching module and student responsse questionnaire instruments were categorized as very good. The validity test results for the pretest-post-test were 0.915, categorized as high validity, and the reliability test with an α value of 0.711 was categorized as reliable. The results from the observation sheets instrument showed that all 11 observed SPS indicators appeared in the learning process. Meanwhile, based on the worksheets answers, 7 out of 11 SPS indicators appeared: asking questions, formulating hypotheses, designing experiments, observing, classifying, applying concepts, and interpreting. Based on the pretest and post-test results, the implementation of guided inquiry-based practicum worksheets provided an overall improvement in students' SPS in determining the pH range of acid-base indicators from leunca extract, with an N-Gain score of 0.66, which is in the medium category. The results of the student response questionnaire on learning using the guided inquiry-based practicum worksheets for determining the pH range of acid-base indicators from leunca extract were categorized as very good in terms of ease of use and learning interest, and good in terms of learning satisfaction
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI PRODUK MIE MELALUI PENAMBAHAN RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONI DENGAN KOMPOSISI BERBEDA
Rumput laut Eucheuma cottoni adalah salah satu komoditas laut yang sering diolah menjadi berbagai makanan dan dikonsumsi masyarakat. Salah satu inovasi penggunaan rumput laut sebagai olahan makanan adalah mie rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sensoris dan kandungan gizi mie rumput laut melalui tes organoleptik dan uji proksimat serta menentukan perlakuan yang sesuai. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental dan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada proses pembuatan mie rumput laut, rumput laut dicuci terlebih dahulu dan dihaluskan kemudian diolah bersama bahan-bahan pembuatan mie yang lainnya. Kemudian mie rumput laut dicek nilai gizi yang terkandung didalamnya melalui uji proksimat yang meliputi pengujian terhadap kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat serta uji organoleptik untuk mengetahui rasa, aroma, tekstur, dan rasa mie rumput laut. Hasil yang didapatkan secara keseluruhan perlakuan adalah, takaran rumput laut sebanyak 50 gram paling disukai dari segi tekstur dan warna, sedangkan takaran rumput laut sebanyak 125 gram paling disukai dari segi rasa dan aroma. Sedangkan dari nilai gizi, mie rumput laut dapat lulus Standar Mutu SNI (SNI 2987:2015) apabila jenis tepung terigu yang digunakan adalah tepung terigu protein tinggi dan jumlah terigu yang telah disesuaikan.
Seaweed Eucheuma cottoni is one of the marine commodities that is often processed into various foods and consumed by the public. One of the innovations in the use of seaweed as a processed food is seaweed noodles. This study aims to determine the sensory characteristics and nutritional content of seaweed noodles through organoleptic tests and proximate tests and to determine the appropriate treatment. This study uses quantitative research with experimental methods and a Completely Randomized Design (CRD) design. In the process of making seaweed noodles, seaweed is first washed and ground then processed with other noodle-making ingredients. Then the seaweed noodles are checked for their nutritional value through proximate tests which include testing the water, ash, fat, protein, and carbohydrate content as well as organoleptic tests to determine the taste, aroma, texture, and taste of seaweed noodles. The results obtained from the overall treatment were, the dose of seaweed as much as 50 grams is most preferred in terms of texture and color, while the dose of seaweed as much as 125 grams is most preferred in terms of taste and aroma. Meanwhile, in terms of nutritional value, seaweed noodles can pass the SNI Quality Standard (SNI 2987:2015) if the type of wheat flour used is high protein wheat flour and the amount of wheat flour has been adjusted
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS PERSUASIF BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR
Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Namun, berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan telaah dokumen, keterampilan ini masih cenderung rendah. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peserta didik yang kesulitan menyampaikan pendapat, kurang percaya diri, dan belum terbiasa berlatih berbicara dalam pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar teks persuasif berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan video tutorial untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 25 peserta didik kelas IV di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu meliputi lembar observasi, lembar wawancara, lembar telaah dokumen, angket validasi ahli, dan tes keterampilan berbicara. Analisis data dilakukan melalui uji N-Gain untuk melihat peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor keterampilan berbicara dari 47,35 pada pretest menjadi 80,02 pada posttest dengan nilai N-Gain 0,62 (kategori sedang). Indikator keterampilan berbicara yang mengalami peningkatan tertinggi adalah kontak mata dan ekspresi dengan persentase 167,9%. Temuan ini mengindikasikan bahwa bahan ajar teks persuasif berbantuan video tutorial efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan memanfaatkan media digital interaktif. Berdasarkan hal tersebut, pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi alternatif inovasi bagi guru dalam mengajarkan teks persuasif secara lebih menarik dan relevan.
Speaking skills are one of the important competencies in Indonesian language learning in elementary schools. However, based on observation results, these skills tend to be low. This is evident in students who have difficulty expressing their opinions, lack confidence, and are not accustomed to practicing speaking in enjoyable learning activities. This study aims to develop persuasive text teaching materials based on Contextual Teaching and Learning (CTL) assisted by video tutorials to improve the speaking skills of elementary school students. The research method used is the ADDIE development model, which includes the stages of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects were 25 fourth-grade students at an elementary school in Bandung Regency. The research instruments used included observation sheets, interview sheets, document review sheets, expert validation questionnaires, and speaking skill tests. Data analysis was conducted using the N-Gain test to see the improvement in learning outcomes. The results showed an increase in the average speaking skills score from 47,35 on the pretest to 80,02 on the posttest with an N-Gain value of 0.62 (moderate category). The speaking skill indicator that experienced the highest increase was eye contact and expression with a percentage of 167,9%. These findings indicate that teaching materials for persuasive texts supported by video tutorials are effective in improving the speaking skills of elementary school students through a contextual learning approach and the use of interactive digital media. Based on this, the development of these teaching materials can be an innovative alternative for teachers in teaching persuasive texts in a more interesting and relevant way
PENGARUH DAYA TARIK, HARGA, FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI OBELIX SEA VIEW
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami sejauh mana faktor-faktor seperti daya tarik, harga, fasilitas dan kualitas pelayanan mempengaruhi kepuasan wisatawan, khususnya pada destinasi wisata yang sedang berkembang seperti Obelix Sea View Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh masing-masing variabel tersebut baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada 250 responden yang telah berkunjung ke Obelix Sea View. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, daya tarik, harga, fasilitas dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Secara simultan, keempat variabel tersebut juga berpengaruh signifikan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa daya tarik, harga, fasilitas dan kualitas pelayanan berkontribusi sebesar 61,7% terhadap kepuasan wisatawan. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi faktor-faktor tersebut penting untuk meningkatkan tingkat kepuasan wisatawan di Obelix Sea View.
This study was motived by the importance of understanding the extent to which factors such as attractiveness, price, facilities and service quality influence tourist satisfaction, particularly in developing tourist destinations such as Obelix Sea View Yogyakarta. The Objective of this study is to analyze the influence of each variable, both partially and simultaneously, on tourist satisfaction. This study uses a quantitative method with a descriptive approach. Primary data was collected through a questionnaire administered to 250 respondents and analyzed using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS version 23. The results of the study indicate that, individually, attractiveness, price, facilities, and service quality significantly influence. The coefficient of determination indicates that attraction, price, facilities and service quality contribute 61.7% to tourist satisfaction. These findings indicate that optimizing these factors is important for increasing tourist satisfaction at Obelix Sea View
PENGARUH GERMINASI DAN FERMENTASI TERHADAP KUALITAS PROTEIN PADA KACANG KORO BENGUK (Mucuna Pruriens)
Kacang koro benguk memiliki potensi sebagai sumber protein nabati, namun pemanfaatannya masih terbatas karena kandungan antinutisi di dalamnya. Germinasi dan fermentasi dapat mengurangi antinutrisi dan meningkatkan nutrisi dari kacang koro benguk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi dan kombinasi germinasi fermentasi terhadap kualitas protein yang dilihat dari kadar protein, derajat hidrolisis, profil asam amino serta profil protein pada kacang koro benguk. Terdapat empat varian koro benguk yaitu kontrol G0F0 (tanpa germinasi dan fermentasi), G0F48 (fermentasi 48 jam tanpa germinasi), G24F48 (germinasi 24 jam dan fermentasi 48 jam), G48F48 (germinasi 48 jam dan fermentasi 48 jam). Analisis protein kasar dilakukan menggunakan metode kjeldahl, protein terlarut menggunakan metode Lowry, profil asam amino menggunakan LC-PDA, profil protein menggunakan SDS-PAGE, dan derajat hidrolisis menggunakan titrasi formol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi maupun kombinasi germinasi-fermentasi meningkatkan kadar protein total, menurunkan kadar protein terlarut. Kombinasi germinasi fermentasi juga meningkatkan derajat hidrolisis kacang koro benguk. Hal ini juga sejalan dengan hasil SDS-PAGE menunjukkan terjadinya degradasi protein ditandai hilangnya pita protein dengan ukuran >100kDa serta bertambahnya kandungan asam amino esensial dan non-esensial pada kacang koro benguk. Secara keseluruhan, proses germinasi sebelum fermentasi memberikan pengaruh positif terhadap kualitas protein tempe koro benguk.
Velvet beans have potential as a source of plant-based protein, but their utilization is still limited due to their antinutrient content. Germination and fermentation can reduce antinutrients and enhance the nutritional value of velvet beans. This research aims to determine the effect of fermentation and the combination of germination and fermentation on protein quality as seen from protein content, degree of hydrolysis, amino acid profile, and protein profile in velvet beans. There were four variants of velvet beans: control G0F0 (no germination or fermentation), G0F48 (48-hour fermentation without germination), G24F48 (24-hour germination and 48-hour fermentation), and G48F48 (48-hour germination and 48-hour fermentation). Crude protein analysis was performed using the Kjeldahl method, soluble protein using the Lowry method, amino acid profile using LC-PDA, protein profile using SDS-PAGE, and degree of hydrolysis using formol titration. The results showed that fermentation and the combination of germination and fermentation increased total protein content while reducing soluble protein content. The combination of germination and fermentation also increases the degree of hydrolysis of velvet beans. This is also in line with the SDS-PAGE results showing protein degradation marked by the loss of protein bands with a size >100kDa and an increase in the content of essential and non-essential amino acids in velvet beans. Overall, the germination process before fermentation has a positive effect on the protein quality of velvet beans tempeh
PENGARUH LATIHAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENINGKATAN REAKSI PENJAGA GAWANG PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN
Kecepatan reaksi penjaga gawang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan mereka dalam menghadapi serangan lawan. Kecepatan reaksi di sini berkaitan dengan kemampuan seorang penjaga gawang untuk merespon bola yang datang dengan cepat, baik melalui tangan, tubuh, atau gerakan yang dapat mengahalau bola. Oleh karena itu, peningkatan kecepatan reaksi pada penjaga gawang menjadi suatu kebutuhan yang tak terhindarkan dalam meningkatkan kualitas permainan tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan reaksi dengan menggunakan treatmen blazepood dalam permainan bola tangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan one grup pre test-post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet yang berposisi sebagai penjaga gawang yang tergabung dalam Porprov Kota Bandung. Sampel berjumlah 6 atlet yang terdiri dari 3 atlet cewek dan 3 atlet cowok yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan whole body reaction. Analisis data yang digunakan Paired Sampel T-test. Hasil 0.048 < 0.05 sehingga dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan audiovisual.
The goalkeeper’s reaction speed is one of the determining factors for their success in facing the opponent’s attacks. Reaction speed here relates to a goalkeeper’s ability to respond to a fast-maving ball, whether through their hands, body, or movements that can deflect the ball. Therefore, improving reaction speed in goalkeepers becomes an unavoidable necessity in enhancing the team’s game quality. This study aims to determine the difference in the effect of reaction training using the blazepood treatment in handball. The method used in this research is an experimental method employing a one-group-pre-test-post-test design. The population used in this study consists of athletes who play as goalkeepers and are part of the Porprov Kota Bandung. The sample consisted of 6 athletes, comprising 3 female athletes and 3 male athletes, selected using the total sampling technique. The instrument in this study uses whole body reaction. The data analaysis used a Paired Sample T-test. The result of 0.048 < 0.05 indicates that this study shows a significant effect of audiovisual training
ANALISIS PENYALURAN DANA ZIS, INVESTASI ASING LANGSUNG, INKLUSI KEUANGAN SYARIAH DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA
Kemiskinan masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan di Indonesia, terutama di tengah ketimpangan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), investasi asing langsung (Foreign Direct Investment), inklusi keuangan syariah, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap kemiskinan di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data panel dari 31 provinsi selama 2019–2023. Secara deskriptif, tingkat kemiskinan mengalami fluktuasi dengan Provinsi Papua memiliki tingkat kemiskinan tertinggi dan Provinsi Jakarta terendah. Penyaluran dana ZIS menunjukkan tren peningkatan, sedangkan inklusi keuangan syariah masih tergolong kecil. Tingkat Pengangguran tertinggi Adalah Provinsi DKI Jakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana ZIS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, investasi asing langsung dan inklusi keuangan syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang lebih terarah dalam optimalisasi distribusi ZIS dan pengendalian pengangguran, serta mendukung bahwa instrumen ekonomi syariah dapat berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
Kata Kunci : Kemiskinan, , Invetasi asing langsung, Inklusi keuangan syariah, Pengangguran, Regresi data panel
Poverty remains a serious challenge in Indonesia's development, especially amid social and economic inequality. This study aims to analyze the impact of Zakat, Infak, and Sedekah (ZIS) fund distribution, foreign direct investment (FDI), Islamic financial inclusion, and open unemployment rates on poverty in Indonesia. The data used is panel data from 31 provinces during 2019–2023. Descriptively, poverty rates fluctuate, with Papua Province having the highest poverty rate and Jakarta Province the lowest. ZIS fund distribution shows an increasing trend, while Islamic financial inclusion remains relatively small. The highest unemployment rate is in Jakarta Province. The study results indicate that ZIS fund distribution has a negative and significant impact on poverty, while the open unemployment rate has a positive and significant impact. Meanwhile, foreign direct investment and Islamic financial inclusion do not have a significant impact on poverty. These findings emphasize the need for more targeted policies in optimizing ZIS distribution and controlling unemployment, as well as supporting the role of Islamic economic instruments in reducing poverty rates and promoting inclusive economic development in Indonesia.
Keywords: poverty, ZIS, foreign direct investment, Islamic financial inclusion, open unemployment rate, panel dat