91757 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA PESERTA DIDIK FASE C SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik fase C terhadap nilai-nilai Pancasila yang hanya bersifat hafalan dan belum terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan perlunya model pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara utuh. Model pembelajaran kooperatif two stay two stray dipandang efektif karena dapat menciptakan suasana belajar yang interaktif, kolaboratif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran awal pemahaman peserta didik, peningkatan pemahaman setelah penerapan model two stay two stray, serta pengaruh signifikan model tersebut terhadap pemahaman nilai-nilai Pancasila. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas 40 peserta didik kelas V di salah satu sekolah dasar di Kota Bandung, yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda dan uraian dengan indikator yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman awal peserta didik pada kedua kelas berada pada kategori rendah; (2) terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman nilai-nilai Pancasila di kelas eksperimen setelah diterapkannya model two stay two stray; dan (3) model pembelajaran two stay two stray memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Temuan ini memberikan saran bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif two stay two stray dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila guna menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif.
This study is motivated by the low level of understanding among Phase C elementary students regarding the values of Pancasila, which tends to be limited to memorization and has not yet been internalized in their daily behavior. This condition indicates the need for a learning model that can encourage students to comprehend and apply Pancasila values holistically. The two stay two stray cooperative learning model is considered effective as it creates an interactive, collaborative, and meaningful learning atmosphere. This study aims to determine the initial understanding of students, the improvement in understanding after the implementation of the two stay two stray model, and the significant effect of this model on students' comprehension of Pancasila values. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental design, specifically the Non-Equivalent Control Group Design. The subjects consisted of 40 fifth-grade students at a public elementary school in Bandung, divided into an experimental group and a control group. The research instruments used were multiple-choice and essay tests aligned with the learning objectives. The findings revealed that: (1) students’ initial understanding in both classes was categorized as low; (2) there was a significant improvement in the understanding of Pancasila values in the experimental class after the implementation of the two stay two stray model; and (3) the two stay two stray learning model had a positive and significant effect on improving students’ understanding compared to conventional teaching methods. These findings recommend the application of the two stay two stray cooperative learning model in Pancasila Education to foster deeper and more applicable understanding
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INTERTEKSTUAL DENGAN POGIL PADA KONSEP GEOMETRI MOLEKUL YANG BERPOTENSI MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh strategi pembelajaran berbasis intertekstual dengan POGIL pada konsep geometri molekul yang berpotensi meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains peserta didik yang dilakukan dengan pertimbangan adanya miskonsepsi peserta didik pada konsep geometri molekul akibat pembelajaran yang tidak menautkan tiga level representasi kimia dan rendahnya KPS peserta didik pada pembelajaran kimia. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa metode penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi dari model Borg & Gall. Penelitian yang dilakukan dibatasi pada lima tahap pertama yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan produk, pengembangan produk awal, uji produk awal, dan revisi produk awal. Penelitian ini menggunakan lima instrumen penelitian berupa lembar uji kesesuaian, yaitu alur tujuan pembelajaran dengan capaian pembelajaran elemen pemahaman kimia, alur tujuan pembelajaran dengan capaian pembelajaran elemen keterampilan proses, deskripsi konsep dengan indikator penguasaan konsep/alur tujuan pembelajaran, deskripsi keterampilan proses sains dengan indikator KPS/alur tujuan pembelajaran, serta kegiatan pembelajaran dengan indikator penguasaan konsep dan indikator KPS beserta alur tujuan pembelajaran. Hasil review ahli menyatakan bahwa strategi pembelajaran berbasis intertekstual dengan POGIL yang dikembangkan pada konsep geometri molekul berpotensi meningkatkan penguasaan konsep dan KPS peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh hasil review ahli yang menyatakan bahwa setiap variabel yang diuji sudah sesuai satu sama lain dengan beberapa catatan untuk perbaikan. Perbaikan dilakukan untuk mendapatkan strategi pembelajaran yang lebih baik.
This study aims to obtain an intertextual learning strategy based on POGIL for the concept of molecular geometry that has the potential to improve students' conceptual mastery and science process skills, taking into consideration students' misconceptions about the concept of molecular geometry due to learning that does not link the three levels of chemical representation and the low KPS of students in chemistry learning. The method used in this study was a research and development method adapted from the Borg & Gall model. The research was limited to the first five stages, namely research and information gathering, product planning, initial product development, initial product testing, and initial product revision. This study used five research instruments in the form of suitability test sheets, namely the learning objectives flow with the learning outcomes of chemical understanding elements, learning objectives flow with learning outcomes for process skill elements, concept descriptions with concept mastery indicators/learning objectives flow, science process skill descriptions with KPS indicators/learning objectives flow, and learning activities with concept mastery indicators and KPS indicators along with learning objectives flow. The expert review results stated that the intertextual-based learning strategy with POGIL developed in the concept of molecular geometry had the potential to improve students' concept mastery and KPS. This was indicated by the expert review results, which stated that each variable tested was consistent with each other with some notes for improvement. Improvements were made to obtain a better learning strategy
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DALAM AKTIVITAS BLOOMING PAPER FLOWERS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak usia dini melalui aktivitas Blooming Paper Flowers di TK Islam Darunnajah 10 Jakarta. Pendekatan yang digunakan adalah concurrent mixed method, dengan desain pra-eksperimen (One Group Pretest–Posttest Design) dan deskriptif kualitatif. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan motorik halus anak setelah mengikuti aktivitas, dilihat dari perbedaan skor pretest dan posttest. Sementara itu, data kualitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mengungkapkan anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, kemandirian, serta perkembangan koordinasi mata dan tangan selama proses kegiatan. Aktivitas ini terbukti efektif menstimulasi aspek sensorik, ketepatan gerakan, dan kreativitas anak. Dengan demikian, aktivitas Blooming Paper Flowers merupakan alternatif kegiatan edukatif yang menyenangkan untuk mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini secara optimal.
This study aims to develop fine motor skills in early childhood through the Blooming Paper Flowers activity at TK Islam Darunnajah 10 Jakarta. The approach used is a concurrent mixed method, combining a pre-experimental design (One Group Pretest–Posttest Design) and qualitative descriptive analysis. Quantitative results show a significant improvement in children's fine motor skills after participating in the activity, as evidenced by the difference in pretest and posttest scores. Meanwhile, qualitative data obtained through observation and interviews reveal that children showed high enthusiasm, independence, and improved hand-eye coordination throughout the activity. This activity has proven effective in stimulating children's sensory aspects, movement accuracy, and creativity. Therefore, the Blooming Paper Flowers activity is a fun and educational alternative to optimally support the development of fine motor skills in early childhood
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN METODE SUGESTOPEDIA BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VIII SMP PGRI 2 CIPARAY
Menulis puisi sering kali menjadi tantangan bagi siswa, terutama dalam mengungkapkan gagasan, memilih diksi yang tepat, dan menyusun struktur yang kohesif. Kesulitan ini dapat menghambat kreativitas dan motivasi siswa dalam berliterasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan solusi untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi dengan metode sugestopedia berbantuan media audio visual. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas desain Kemmis dan McTaggart. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap perencanaan pembelajaran, peneliti berhasil menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang
terstruktur dan sesuai dengan prinsip Sugestopedia serta pemanfaatan media audio visual secara optimal. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa metode Sugestopedia dengan dukungan media audio visual mampu menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan, nyaman, dan memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi dalam proses menulis puisi. Adapun hasil pembelajaran menunjukkan peningkatan yang jelas pada aspek keselarasan unsur, kreativitas dan kejelasan hakikat puisi, yang tercermin dari peningkatan nilai rata-rata kelas dan antusiasme siswa dalam berkarya. Berdasarkan tes keterampilan menulis puisi pada siklus 1, diperoleh nilai rata-rata sebesar 71 (Baik); Pada siklus 2, diperoleh nilai rata-rata sebesar 80,6 (Sangat Baik). Maka dapat disimpulkan bahwa metode sugestopedia berbantuan media audio visual dapat membantu meningkatkan
keterampilan menulis puisi siswa
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN KOMIK DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI MANAJEMEN BANDWIDTH
Penelitian ini memiliki latar belakang dengan kebutuhan media pembelajaran
inovatif yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi
Manajemen Bandwidth. Peserta didik kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan
(TKJ) di SMKN 1 Majalengka masih mengalami kesulitan dalam memahami
materi, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berupa komik
digital dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL), menganalisis
efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengetahui
tanggapan siswa terhadap media yang dikembangkan. Metode penelitian
menggunakan model pengembangan ADDIE dengan desain One Group Pretest
Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKJ SMKN 1 Majalengka. Data
dikumpulkan melalui pretest, posttest, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis
secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
media komik digital berbantuan CTL dinyatakan valid oleh ahli materi dan media,
praktis digunakan dalam pembelajaran, serta efektif meningkatkan kemampuan
berpikir kritis siswa. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan hasil pretest 31 ke
posttest 78 serta mendapatkan nilai N gain 68% katagori Efekif.
This study was motivated by the need for innovative learning media to enhance
students’ critical thinking skills in the Bandwidth Management subject. Eleventh
grade Computer and Network Engineering students at SMKN 1 Majalengka still
face difficulties in understanding the material, thus requiring a more contextual
learning approach. The objectives of this research are to develop digital comic
media using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model, to analyze its
effectiveness in improving critical thinking skills, and to examine students’
responses toward the developed media. The research employed the ADDIE
development model with a One Group Pretest–Posttest Design. The subjects were
XI-grade TKJ students at SMKN 1 Majalengka. Data were collected through
pretests, posttests, questionnaires, and interviews, and analyzed using descriptive
quantitative and qualitative methods. The findings reveal that the digital comic
media supported by CTL was validated as feasible by experts, practical to use in
the classroom, and effective in enhancing students’ critical thinking skills. This can
be seen from the increase in the pretest score of 31 to the posttest score of 78, as
well as obtaining an N-gain value of 68%, which falls into the Effective category
PENERAPAN ART THERAPY PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN: Studi Kasus
Pendahuluan: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori, seperti mendengar suara yang tidak nyata, yang dapat mengganggu fungsi kognitif, emosional dan sosial. Art therapy berbasis menggambar bebas dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis untuk membantu mengurangi gejala halusinasi melalui pengalihan perhatian dengan aktivitas visual dan motorik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi seni dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang pasien wanita berusia 33 tahun yang menjalani empat sesi terapi seni berdurasi 45-60 menit di rumah sakit jiwa. Selama terapi, pasien diberikan kebebasan menggambar sesuai tema yang telah ditentukan, dan gejala halusinasi dievaluasi sebelum dan setelah intervensi menggunakan form observasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan gejala halusinasi yang signifikan, dari 93% pada awal terapi menjadi 21% setelah empat sesi. Pasien juga menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengontrol halusinasi, menjadi lebih fokus, tenang, dan kooperatif selama terapi. Kesimpulan: Art therapy menggambar bebas terbukti efektif sebagai metode pelengkap dalam rehabilitasi pasien skizofrenia yang membantu mengurangi gejala halusinasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi art therapy dalam pendekatan multidisiplin untuk perawatan pasien skizofrenia.
Introduction: Auditory hallucinations are one of the primary symptoms in patients with schizophrenia, characterized by sensory perception disturbances such as hearing unreal voices, which can disrupt cognitive, emotional, and social functions. Free drawing-based art therapy can be used as a non-pharmacological intervention to help reduce hallucination symptoms by diverting attention through visual and motor activities. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of art therapy in reducing auditory hallucination symptoms in patients with schizophrenia. Methods: This study employed a descriptive case study design involving a 33-year-old female patient who underwent four sessions of art therapy lasting 45–60 minutes each at a psychiatric hospital. During the therapy, the patient was given the freedom to draw based on predetermined themes, and hallucination symptoms were evaluated before and after the intervention using an observation form. Result: The findings showed a significant reduction in hallucination symptoms, from 93% at the beginning of therapy to 21% after four sessions. The patient also demonstrated improved ability to control hallucinations and became more focused, calm, and cooperative during the therapy. Conclusion: Free drawing art therapy has proven effective as a complementary method in the rehabilitation of patients with schizophrenia by helping to reduce hallucination symptoms. This study recommends integrating art therapy into multidisciplinary approaches to the care of schizophrenia patients
PENGEMBANGAN LKPD PRAKTIKUM BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PEMBUATAN SAMPO PADA TOPIK KOLOID
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan LKPD praktikum berbasis inkuiri terbimbing pembuatan sampo pada topik koloid yang layak digunakan sebagai bahan pembelajaran praktikum untuk peserta didik SMA/MA kelas XII semester 1 kurikulum merdeka. Desain penelitian yang digunakan yaitu Educational Design Research (EDR) yang dilakukan hanya dua tahapan, yaitu tahap pendahuluan dan tahap pengembangan. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bandung melalui uji coba terbatas yang melibatkan 12 peserta didik kelas XII dan 4 orang observer untuk menguji keterlaksanaan, serta divalidasi oleh 5 orang validator, terdiri atas 2 dosen Pendidikan Kimia dan 3 guru mata pelajaran Kimia untuk menguji kelayakan instrumen. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar optimasi, lembar uji kelayakan LKPD, lembar observasi keterlaksanaan, rubrik penilaian jawaban LKPD, dan lembar angket respons peserta didik. Hasil optimasi yang dilakukan didapat bahwa komposisi sampo yang optimum yaitu MES sebanyak 6 gram, methylparaben 0,1 gram, glycerin 1 mL, aloevera extract dan tea tree oil 5 tetes, aquadest 100 mL, serta NaCl sebagai pengental 2 gram, karena nilai viskositasnya 3 Pa.s dan berada pada rentang viskositas sampo yang baik menurut SNI. Efek Tyndall yang dihasilkan juga sesuai dengan yang seharusnya, yaitu sinar dihamburkan. Hasil uji kelayakan LKPD praktikum awal dari aspek kesesuaian instruksi, penyajian, tata bahasa, serta tata letak dan perwajahan semua dalam kategori sangat baik. Hasil observasi keterlaksanaan praktikum menggunakan LKPD praktikum berbasis inkuiri terbimbing termasuk kategori sangat baik. Respons peserta didik terhadap LKPD praktikum berbasis inkuiri terbimbing termasuk kategori sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa LKPD praktikum yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan pembelajaran praktikum topik koloid di SMA/MA kelas XII.
Kata kunci: LKPD, praktikum, inkuiri-terbimbing, koloid, sampo
This study aims to develop and produce a guided inquiry-based student worksheet on shampoo formulation in the colloid topic, which is suitable for use as a practical learning material for Grade XII students in senior high schools during the first semester under the Merdeka Curriculum. The research design employed is Educational Design Research (EDR), conducted in two stages: the preliminary stage and the development stage. The study was carried out at a public senior high school in Bandung Regency through a limited trial involving 12 twelfth-grade students and four observers to assess implementation, and validated by five experts, consisting of two Chemistry Education lecturers and three Chemistry subject teachers to evaluate the feasibility of the instruments. The research instruments included optimization sheets, LKPD feasibility test sheets, implementation observation sheets, LKPD answer assessment rubrics, and student response questionnaires. The optimization results indicated that the optimal shampoo composition consists of 6 grams of MES, 0.1 grams of methylparaben, 1 mL of glycerin, 5 drops each of aloe vera extract and tea tree oil, 100 mL of distilled water, and 2 grams of NaCl as the thickening agent. This formulation yielded a viscosity value of 3 Pa·s, which falls within the acceptable range for shampoo viscosity according to Indonesian National Standards (SNI). The Tyndall effect observed was also appropriate, with light being scattered as expected. The initial feasibility test of the LKPD, evaluated in terms of instructional clarity, presentation, language use, layout, and visual design, was rated as excellent. Observations of practicum implementation using the guided inquiry-based LKPD also fell into the excellent category. Student responses to the LKPD were similarly rated as excellent. Therefore, it can be concluded that the developed LKPD is suitable for use as a practicum learning material on the topic of colloids for Grade XII SMA/MA students.
Keywords: LKPD, practicum, guided-inquiry, colloid, shampo
PENGEMBANGAN PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) MINUMAN JAMU SARIMBI BERBASIS SKKNI PADA TEACHING FACTORY DI SMKN 1 KUNINGAN
Teaching Factory (TeFa) Jamu Sarimbi di SMKN 1 Kuningan belum dilaksanakan oleh siswa. TeFa ini juga belum memiliki Prosedur Operasional Baku (POB) untuk menjadi acuan dalam melaksanakan produksi Jamu Sarimbi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan POB, kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, serta untuk mengetahui karakteristik mutu dari produk yang dihasilkan oleh siswa dengan menerapkan POB. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu pengembangan POB Jamu Sarimbi dan penerapan POB. Tahap pengembangan POB dilakukan menggunakan model ADDIE. Tahap penerapan POB dilakukan dengan menggunakan metode penelitian pre-experimental design. Hasil dari penelitian ini adalah POB yang telah dikembangkan mendapatkan kriteria penilaian “Sangat Layak” dari ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan juga siswa. Kemampuan kognitif siswa mendapatkan N-Gain sebesar 0.38 yang berada pada kategori "Sedang”. Kemampuan afektif dan psikomotor siswa dalam membuat Jamu Sarimbi dengan menerapkan POB mendapatkan kriteria penilaian “Sangat Baik”. Karakteristik mutu produk minuman Jamu Sarimbi yang dihasilkan dengan menerapkan POB sudah sesuai dengan parameter mutu produk Jamu Sarimbi dan juga parameter yang terdapat dalam SNI 01-4320-1996 mengenai syarat mutu serbuk minuman tradisional.
Teaching Factory (TeFa) of Sarimbi Herbal Drink at SMKN 1 Kuningan hasn’t been done by students. This TeFa also doesn’t have a Standard Operating Procedure (SOP) to be used as a reference in production of Sarimbi Herbal Drink. This study aims to determine the feasibility of SOP, students cognitive, affective, and psychomotor abilities, and to determine the quality of products produced by students by using SOP. This study consists of 2 stages, that is the development of SOP and the implementation of SOP. Development of SOP was done by using the ADDIE model. The implementation of SOP was done by using the pre-experimental design research method. The results of this study are, SOP that has been developed, received criteria “Very Feasible” from material experts, languange experts, media experts, and also students. The cognitive ability of students obtained an N-Gain of 0,38, which is in the “Moderate” category. The affective and psychomotor abilities of students in making Sarimbi Herbal Drink by using SOP received criteria “Very Good”. The qualities of products produced by students by using SOP matching with the quality parameters of Sarimbi Herbal Drink and also the parameters in SNI 01-4320-1996 regarding the quality requirements for traditional beverage powders
PENGGUNAAN SHOPEE PINJAM: Pengaruh Gaya Hidup, Sosial, Literasi Keuangan Syariah dan Religiositas Islam Terhadap Penggunaan Shopee Pinjam Dengan Niat Sebagai Variabel Mediasi
Penelitian berangkat dari masalah maraknya penggunaan layanan pinjaman daring di kalangan Generasi Z, khususnya melalui Shopee Pinjam yang tercatat sebagai platform dengan penyaluran dana terbesar di Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya hidup konsumtif, rendahnya literasi keuangan syariah, pengaruh sosial, serta tingkat religiositas yang beragam. Fenomena tersebut menimbulkan kekhawatiran akan risiko kredit macet serta ketidaksesuaian dengan prinsip syariah, sehingga diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi niat dan keputusan penggunaan Shopee Pinjam. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei terhadap 200 responden pengguna Shopee Pinjam. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki gaya hidup konsumtif, tingkat literasi keuangan syariah yang rendah, serta terpengaruh oleh lingkungan sosial dalam penggunaan layanan pinjaman daring. Uji hipotesis menunjukkan bahwa gaya hidup, pengaruh sosial, dan literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap niat dan keputusan penggunaan Shopee Pinjam, sedangkan religiositas tidak berpengaruh signifikan. Niat terbukti memediasi hubungan antara variabel terhadap keputusan penggunaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan literasi keuangan syariah, peningkatan kesadaran religiositas, serta perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong perilaku finansial yang sehat di kalangan Generasi Z.
The research departs from the problem of the rampant use of online loan services among Generation Z, especially through Shopee Pinjam which is recorded as the platform with the largest fund distribution in Indonesia. This condition is influenced by a consumptive lifestyle, low Islamic financial literacy, social influence, and various levels of religiosity. This phenomenon raises concerns about the risk of bad loans and incompatibility with sharia principles, so it is necessary to understand the factors that affect the intention and decision to use Shopee Pinjam. The approach used was quantitative through a survey of 200 Shopee Loan user respondents. Data analysis was carried out using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method through the SmartPLS application. The results of the descriptive study showed that the majority of respondents had a consumptive lifestyle, a low level of Islamic financial literacy, and were influenced by the social environment in the use of online loan services. The hypothesis test showed that lifestyle, social influence, and Islamic financial literacy had a significant effect on the intention and decision to use Shopee Pinjam, while religiosity did not have a significant effect. Intent is proven to mediate the relationship between variables and usage decisions. This research is expected to be the foundation for the development of Islamic financial literacy, increasing awareness of religiosity, and the formulation of more targeted policies to encourage healthy financial behavior among Generation Z.
PENGGUNAAN METODE KITABAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH PADA ANAK TUNARUNGU DI SLBN A CITEUREUP
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak tunarungu di SLBN A Citeureup, khususnya pada jenjang SMP. Keterbatasan pendengaran membuat siswa kesulitan dalam memahami pembelajaran berbasis suara, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Kitabah dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak tunarungu. Metode Kitabah dipilih karena menggabungkan aspek visual, kinestetik, dan bahasa isyarat, sehingga siswa dapat mempelajari huruf hijaiyah melalui kegiatan menulis sekaligus mengisyaratkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Single Subject Research (SSR) model A-B-A. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas IX SMPLB dengan hambatan pendengaran kategori sangat berat. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja dan tes tulis untuk mengukur kemampuan mengisyaratkan, menjodohkan, dan menuliskan huruf hijaiyah. Analisis data dilakukan secara visual dengan membandingkan hasil pada fase baseline-1 (A1), intervensi (B), dan baseline-2 (A2). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf hijaiyah setelah intervensi dengan metode Kitabah. Rata-rata persentase kemampuan pada fase baseline-1 sebesar 28,57%, meningkat menjadi 47,61% pada fase intervensi, dan bertahan pada 80,95% di fase baseline-2. Peningkatan ini tampak pada seluruh aspek yang diukur, yaitu ketepatan isyarat, kemampuan menjodohkan huruf, dan keterampilan menulis huruf hijaiyah. Temuan ini membuktikan bahwa metode Kitabah efektif digunakan dalam pembelajaran huruf hijaiyah bagi anak tunarungu, karena mampu mengoptimalkan kekuatan visual dan motorik siswa serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual.
The problem in this research is the low ability of hearing-impaired students at SLBN A Citeureup, particularly at the junior high school level, to recognize Arabic letters (huruf hijaiyah). Hearing limitations hinder students from understanding sound-based learning, thus requiring an instructional method suited to their characteristics. The purpose of this study is to examine the effect of using the
Kitabah method in improving the ability to recognize hijaiyah letters among hearing-impaired students. The Kitabah method was chosen because it integrates visual, kinesthetic, and sign language aspects, enabling students to learn hijaiyah
letters through writing activities combined with sign language. This study employed a quantitative approach with a Single Subject Research (SSR) design using the A B-A model. The subject was a ninth-grade SMPLB student with a profound hearing impairment. Data were collected through performance tests and written tests to assess the ability to sign, match, and write hijaiyah letters. Data analysis was
conducted visually by comparing scores across the baseline-1 (A1), intervention (B), and baseline-2 (A2) phases. The results showed an improvement in the ability to recognize hijaiyah letters after the Kitabah method intervention. The average
percentage of ability in the baseline-1 phase was 28.57%, increased to 47.61% during the intervention phase, and remained at 80.95% in the baseline-2 phase. The
improvement was evident in all measured aspects, namely sign accuracy, letter matching ability, and hijaiyah writing skills. These findings demonstrate that the Kitabah method is effective as a learning strategy for hijaiyah letters among
hearing-impaired students, as it optimizes their visual and motor strengths and can be adapted to individual needs