91757 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN E-MODUL IPAS TERINTEGRASI STEM PADA MATERI SIKLUS AIR DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Minimnya pemanfaatan bahan ajar digital yang interaktif dan kontekstual dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar menjadi salah satu tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Padahal, pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata sangat diperlukan untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul IPAS terintegrasi pendekatan STEM pada materi siklus air bagi peserta didik kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan angket. Validasi dilakukan oleh lima ahli, terdiri dari dua ahli media dan tiga ahli materi. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul memperoleh skor rata-rata sebesar 96% dari ahli media dan 94% dari ahli materi, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 95%, yang termasuk dalam kategori “sangat valid”. Kepraktisan e-modul diuji melalui uji coba perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar terhadap 52 peserta didik kelas V. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kepraktisan perorangan (n=3; 100%), kelompok kecil (24; 86,7%), dan kelompok besar (n=25; 82%), yang termasuk dalam kategori “sangat praktis”. Dengan demikian, e-modul IPAS terintegrasi STEM yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis serta layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran IPAS di kelas V sekolah dasar.
Kata kunci: e-modul, IPAS, STEM
The limited integration of interactive and contextual digital learning materials in Science and Social Studies (IPAS) instruction at the elementary school level remains a considerable obstacle in the implementation of the Merdeka Curriculum. A real-world-oriented learning approach is essential to foster students’ 21st- century competencies. This study aims to develop a STEM-integrated e-module on the water cycle topic for fifth-grade students in elementary schools. The research employed a Research and Development (R&D) methodology using the ADDIE development model, which comprises five stages: Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Data were collected through interviews and questionnaires. The product was validated by five experts, including two media experts and three content experts. The validation results indicated that the e- module achieved an average score of 96% from media experts and 94% from content experts, resulting in a combined score of 95%, which falls into the “highly valid” category. The practicality of the e-module was assessed through individual trials (n = 3; 100%), small-group trials (n = 24; 86,7%), and large-group trials (n
= 25; 82%), with an overall average score of 88.6%, classified as “highly practical.” These findings confirm that the developed STEM-integrated e-module is both valid and practical, and thus appropriate to be implemented as a digital instructional material in IPAS learning on the water cycle topic at the elementary school level.
Keywords: e-module, STEM, IPA
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FILM PENDEK BERBASIS LIVING VALUE EDUCATION TERHADAP PERILAKU ANTI- CYBERBULLYING SISWA SMKN 13 BANDUNG
Perkembangan teknologi dan media sosial yang pesat telah memunculkan
fenomena cyberbullying di kalangan remaja, termasuk siswa sekolah.
Cyberbullying menjadi bentuk perundungan digital yang dapat memberikan
dampak psikologis serius bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
sikap anti-cyberbullying siswa serta menganalisis pengaruh media film pendek
berbasis Living Values Education (LVE) terhadap perilaku anti-cyberbullying.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu
(quasi experiment), melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol dari siswa
SMKN 13 Bandung. Instrumen yang digunakan berupa angket perilaku anti-
cyberbullying. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa siswa di kelas
eksperimen memiliki tingkat perilaku anti-cyberbullying yang tinggi dengan rata-
rata skor sebesar 172,83. Uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh yang
signifikan antara penggunaan media film pendek berbasis LVE terhadap
peningkatan perilaku anti-cyberbullying, dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed)
sebesar 0,000 (< 0,05). Peningkatan skor pretest ke posttest di kelas eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, media film pendek berbasis LVE berpengaruh dalam meningkatkan perilaku anti-cyberbullying siswa.
The rapid advancement of technology and social media has led to the emergence of cyberbullying among adolescents, including school students. Cyberbullying represents a form of digital harassment that may cause severe psychological consequences for victims. This study aims to investigate students’ anti-cyberbullying attitudes and to analyze the effect of short film media based on Living Values Education (LVE) on anti-cyberbullying behavior. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, involving an experimental class and a control class of students at SMKN 13 Bandung. The research instrument consisted of an anti-cyberbullying behavior questionnaire. The results of the descriptive analysis indicated that students in the experimental class demonstrated a high level of anti-cyberbullying behavior, with an average score of 172.83. Hypothesis testing further revealed a significant effect of LVE-based short film media on the improvement of anti-cyberbullying behavior, with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 (< 0.05). Moreover, the increase from pretest to posttest scores in the experimental class was higher compared to that of the control class. Accordingly, it can be concluded that LVE-based short film media contributes effectively to enhancing students’ anti-cyberbullying behavior
IMPLEMENTASI MULTIMEDIA INTERAKTIF TEORI ASAM BASA UNTUK MEMFASILITASI PENGUASAAN KONSEP PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan berbantuan multimedia interaktif Teori Asam Basa untuk memfasilitasi penguasaan konsep peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian 3 dosen pendidikan kimia dan 1 guru kimia sebagai validator soal serta 33 peserta didik sebagai subjek penelitian. Penelitian ini diawali dengan menganalisis karakteristik multimedia interaktif Teori Asam Basa sebagai dasar dalam menentukan model pembelajaran yang paling sesuai melalui kajian sintaks dari beberapa model pembelajaran. Keterlaksanaan model tersebut kemudian dinilai berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi selama proses belajar, termasuk rekaman video dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sementara itu, data mengenai penguasaan konsep peserta didik diperoleh melalui pretest dan posttest dengan menggunakan 8 soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis aplikasi (apk) terdiri dari teori asam basa Arrhenius, teori asam basa Bronsted-Lowrey dan teori asam basa Lewis dengan meliputi tiga fitur multimedia yakni teks, simulasi, dan animasi. Berdasarkan hasil analisis, model pembelajaran yang paling sesuai dengan karakteristik multimedia interaktif ini adalah model Predict–Observe–Explain (POE). Keterlaksanaan model POE selama pembelajaran dengan multimedia interaktif menunjukkan bahwa tahap predict, observe dan explain dapat dilaksanakan sepenuhnya. Penggunaan simulator dengan pendekatan model POE memiliki kontribusi dalam mendukung penguasaan konsep peserta didik, peningkatan penguasaan konsep terjadi pada keempat tujuan pembelajaran.
This study aims to determine the effectiveness of interactive multimedia-assisted learning of acid-base theory in facilitating students' mastery of the concept. The research used a qualitative method with a descriptive approach. The research participants were three chemistry education lecturers and one chemistry teacher as question validators, as well as 33 students as research subjects. This research began with analyzing the characteristics of interactive multimedia on acid-base theory as a basis for determining the most appropriate learning model through a syntactic study of several learning models. The implementation of the model was then assessed based on the results of observations and documentation during the learning process, including video recordings and Student Worksheets (LKPD). Meanwhile, data on students' mastery of concepts was obtained through pre-tests and post-tests using 8 multiple-choice questions. The results of the study indicate that interactive multimedia-based applications (APKs) consist of Arrhenius acid-base theory, Bronsted-Lowrey acid-base theory, and Lewis acid-base theory, covering three multimedia features, namely text, simulation, and animation. Based on the analysis results, the learning model that best suits the characteristics of this interactive multimedia is the Predict–Observe–Explain (POE) model. The implementation of the POE model during learning with interactive multimedia shows that the predict, observe, and explain stages can be fully implemented. The use of simulators with the POE model approach contributes to supporting students' mastery of concepts, with an increase in concept mastery occurring in all four learning objectives
DEVELOPING WEB-BASED LEARNING ‘NUTRIOLIC’ WITH GUIDED INQUIRY IN NUTRITION TO FACILITATE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENT SCIENTIFIC LITERACY
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis web bernama Nutriolic dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing, yang difokuskan pada materi gizi untuk meningkatkan literasi sains siswa SMP. Literasi sains merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang meliputi kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah, merancang serta mengevaluasi penyelidikan ilmiah, dan menafsirkan data maupun bukti secara ilmiah. Proses pengembangan media ini dilakukan dengan menerapkan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) sehingga menghasilkan perangkat pembelajaran yang relevan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan nyata siswa. Kelayakan Nutriolic diuji melalui validasi para ahli, uji coba guru, dan respon siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa kelayakan materi memperoleh skor rata-rata 4,8 (96%) dan kelayakan media memperoleh skor 4,7 (94%), keduanya dikategorikan sangat layak. Uji coba siswa menghasilkan skor rata-rata kelayakan media sebesar 4,6 (92%) dan literasi sains 4,4 (88%), juga termasuk kategori sangat layak. Selain itu, siswa memberikan respon yang sangat positif terkait tampilan, kemudahan penggunaan, serta kemampuannya dalam membantu memahami konsep gizi dengan lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa Nutriolic tidak hanya layak dari sisi konten maupun desain, tetapi juga efektif digunakan untuk pembelajaran yang fleksibel dan mandiri, baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan demikian, Nutriolic dapat menjadi alternatif media pembelajaran interaktif yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan berpotensi memfasilitasi literasi sains siswa pada topik gizi.
This research aimed to develop a web-based learning media named Nutriolic by employing a guided inquiry approach, focusing on nutrition content to enhance junior high school students’ scientific literacy. Scientific literacy is recognized as one of the essential 21st-century skills, encompassing the ability to explain scientific phenomena, design and evaluate scientific investigations, and interpret data and evidence in a scientific manner. The development process adopted the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) to produce an interactive, relevant, and student-centered learning tool. The feasibility of Nutriolic was tested through expert validation, teacher trials, and student responses. Results showed that material feasibility gained an average score of 4.8 (96%), while media feasibility achieved 4.7 (94%), both categorized as highly feasible. Student trials produced an average score of 4.6 (92%) for media feasibility and 4.4 (88%) for scientific literacy feasibility, also classified as highly feasible. Moreover, students expressed very positive feedback regarding its design, accessibility, ease of use, and effectiveness in helping them understand nutrition concepts more comprehensively. These findings indicate that Nutriolic is not only feasible in terms of content and design, but also effective for supporting flexible and independent learning activities both inside and outside the classroom. Therefore, Nutriolic can serve as an alternative interactive learning media that aligns with the Merdeka Curriculum and holds strong potential to facilitating students’ scientific literacy in nutrition topics
ANALISIS KEMAMPUAN INTERPRETASI DATA STATISTIK PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH BOARDING SCHOOL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan interpretasi data statistik pada siswa Madrasah Tsanawiyah boarding school serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah tiga puluh siswa kelas VIII yang telah mempelajari materi statistika. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner terbuka, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya siswa yang termasuk kategori menengah dan tinggi saja yang mampu menginterpretasikan data statistik sederhana yaitu mampu membaca dan menjelaskan data dalam bentuk tabel dan diagram, namun masih kesulitan dalam menarik kesimpulan yang logis dan akurat berdasarkan data yang disajikan. Sementara siswa dengan kategori rendah masih kesulitan dalam memahami konsep dasar pada materi statistika yang sudah dipelajari. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut antara lain: pemahaman konsep dasar statistika, minat belajar siswa, metode pembelajaran yang digunakan guru, serta dukungan lingkungan belajar di dalam pesantren. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengintegrasian materi keagamaan di pesantren dengan pembelajaran matematika di madrasah sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif untuk meningkatkan minat belajar siswa boarding school
USLUB MUQĀBALAH SURAT AL-LAIL: PENDEKATAN ILMU BADI’ DAN TEORI RELEVANSI
Tujuan-Kajian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan uslūb muqābalah dalam Surat Al-Lail dengan memadukan pendekatan ilmu badī‘ klasik dan teori relevansi dari linguistik kognitif modern. Keindahan muqābalah akan sulit dipahami oleh orang - orang yang tidak mengerti makna Al-Qur’an karena pesonanya terletak pada kedalaman makna ayat-ayatnya. Desain/Metodologi/Pendekatan-Penelitian menggunakan analisis wacana kualitatif berbasis studi pustaka dan interpretasi kontekstual terhadap ayat-ayat muqābalah. Fokus kajian adalah proses pasangan makna yang berlawanan membentuk struktur retoris dan perangkat kognitif dalam penyampaian pesan tersirat. Temuan-Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pasangan dalam Surat Al-Lail, seperti malam dan siang, memberi dan kikir, memperkuat keindahan estetis sekaligus mengoptimalkan relevansi makna. Prinsip optimal relevance mendorong penarikan kesimpulan moral secara inferensial dengan usaha kognitif minimal. Batasan Penelitian/Implikasi-Penelitian ini terbatas pada Surah Al-Lail tanpa membandingkannya dengan surat lain. Namun, studi ini berkontribusi dalam mengembangkan pendekatan interdisipliner antara balāghah dan linguistik pragmatik, yang berguna untuk inovasi dalam pengajaran tafsir dan bahasa Arab
RANCANG BANGUN SISTEM PENGAMANAN SIRKULASI BUKU PERPUSTAKAAN BERBASIS KRIPTOGRAFI AES-128 DENGAN RFID TERINTEGRASI IOT
Perkembangan digitalisasi mendorong transformasi layanan di berbagai sektor, termasuk perpustakaan. Salah satu tantangan utama dalam digitalisasi layanan sirkulasi buku adalah menjaga keamanan data pribadi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja sistem pengamanan sirkulasi buku perpustakaan berbasis kriptografi AES-128 dengan RFID terintegrasi IoT. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development dengan model pengembangan sistem Waterfall yang mencakup dua komponen utama, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Tahapan pengujiannya meliputi analisis keamanan menggunakan Wireshark, hasil enkripsi yang diuji dengan korelasi Pearson, dan uji fungsionalitas sistem menggunakan black box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kriptografi AES-128 di sisi client pada aplikasi web berhasil menjaga kerahasiaan data pribadi anggota perpustakaan selama transmisi. Uji korelasi Pearson terhadap 20 sampel data NIK anggota perpustakaan menunjukkan tidak adanya korelasi antara plaintext dan ciphertext. Sistem yang telah dikembangkan dan diuji dapat berjalan dengan baik dan seluruh fungsionalitas sistem berjalan sesuai dengan rancangan. Selain itu, implementasi kriptografi AES-128 pada aplikasi web terbukti mengamankan data pribadi anggota perpustakaan selama proses transmisi. Dengan demikian, sistem pengamanan sirkulasi buku perpustakaan berbasis kriptografi AES-128 dengan RFID terintegrasi IoT telah berhasil dikembangkan sesuai dengan tujuan perancangan.
-------
The development of digitalization has driven the transformation of services in various sectors, including libraries. One of the main challenges in the digitalization of book circulation services is maintaining the security of users’ personal data. This study aims to design and test the performance of a library book circulation security system based on AES-128 cryptography with RFID integrated into IoT. This study uses the Design and Development method with a Waterfall system development model that includes two main components, namely hardware and software. The testing stages include security analysis using Wireshark, encryption results tested with Pearson correlation, and system functionality testing using black box. The results of the study show that the implementation of AES-128 cryptography on the client side of the web application successfully maintains the confidentiality of library members’ personal data during transmission. Pearson correlation testing on 20 samples of library members’ NIK data showed no correlation between plaintext and ciphertext. The system that has been developed and tested can run properly, and all system functionalities operate according to the design. In addition, the implementation of AES-128 cryptography on the web application has proven to secure library members’ personal data during transmission. Thus, the library book circulation security system based on AES-128 cryptography with RFID integrated into IoT has been successfully developed in accordance with the design objectives
PENERAPAN CNN-LSTM DALAM SENSOR FUSION RADAR DAN LIDAR UNTUK DETEKSI OBJEK
Keselamatan dan efisiensi pada sistem otonom membutuhkan kemampuan deteksi objek yang akurat. Namun, penggunaan sensor tunggal seperti radar atau lidar memiliki keterbatasan, di mana radar unggul dalam cuaca buruk tetapi memiliki resolusi spasial rendah, sementara lidar memiliki resolusi tinggi tetapi rentan terhadap cuaca buruk dan lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan keandalan deteksi objek dengan mengintegrasikan data dari kedua sensor menggunakan metode sensor fusion. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan metodologi Design Science Research Methodology (DSRM). Data dikumpulkan dari radar Continental ARS408-21 dan lidar Hokuyo UST-10LX menggunakan Robot Operating System (ROS). Metode early fusion diterapkan untuk menggabungkan data mentah sensor. Model deep learning gabungan CNN-LSTM dikembangkan untuk mengekstrak fitur spasial dan temporal dari data. Kinerja model dievaluasi menggunakan metrik akurasi, MAE, RMSE presisi, recall, dan F1-score. Hasil pengujian menunjukkan sensor fusion meningkatkan kemampuan deteksi secara signifikan. Kombinasi informasi kecepatan dari radar dan jarak yang presisi dari lidar menghasilkan identifikasi objek yang lebih akurat. Model yang dilatih berhasil mencapai akurasi pelatihan 94% dan akurasi validasi 94%, menunjukkan kemampuan pembelajaran yang efektif dan minim overfitting. Model ini mampu mendeteksi objek dengan baik bahkan saat sebagian tertutup. Keterbatasan masing-masing sensor berhasil diatasi melalui sensor fusion. Radar yang cenderung salah pada objek statis dan lidar yang tidak langsung mendeteksi kecepatan dapat saling melengkapi. Penerapan CNN-LSTM terbukti efektif dalam memproses data multimodal dan temporal, menghasilkan sistem deteksi yang akurat dan stabil.
-----
Safety and efficiency in autonomous systems require accurate object detection capabilities. However, the use of a single sensor such as radar or LiDAR has limitations. Radar performs well in adverse weather but has low spatial resolution, while LiDAR offers high resolution but is vulnerable to poor weather conditions and is more expensive. This research aims to improve the accuracy and reliability of object detection by integrating data from both sensors using a sensor fusion approach. The study employs a research and development approach with the Design Science Research Methodology (DSRM). Data were collected from the Continental ARS408-21 radar and the Hokuyo UST-10LX LiDAR using the Robot Operating System (ROS). An early fusion method was applied to combine the raw data from the sensors. A hybrid CNN-LSTM deep learning model was developed to extract spatial and temporal features from the data. The model’s performance was evaluated using accuracy, MAE, RMSE, precision, recall, and F1-score metrics. The experimental results show that sensor fusion significantly improves detection capability. The combination of speed information from radar and precise distance measurements from LiDAR results in more accurate object identification. The trained model achieved 94% training accuracy and 94% validation accuracy, demonstrating effective learning capabilities with minimal overfitting. The model can detect objects effectively even when partially occluded. The limitations of each sensor were successfully addressed through sensor fusion. Radar’s tendency to misclassify static objects and LiDAR’s inability to directly detect velocity complement each other. The application of CNN-LSTM has proven effective in processing multimodal and temporal data, resulting in an accurate and stable object detection system
EFEKTIVITAS MEDIA QRTURAL CARD DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI “KERAGAMAN BUDAYA INDONESIAKU” PENDIDIKAN PANCASILA FASE C
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep peserta didik terhadap materi “Keragaman Budaya Indonesiaku” pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila berdasarkan hasil studi pendahuluan. Padahal, pemahaman konsep merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam memahami materi dan menanamkan nilai-nilai kebhinekaan sejak dini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengukur tingkat efektivitas dari media pembelajaran QRTURAL CARD sebagai media kuartet berbantuan QR-Code yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen jenis one group pre-test-post-test design. Sampel penelitian terdiri dari 26 peserta didik fase C di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Bojongloa Kaler. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda sebanyak 12 soal yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep peserta didik setelah penggunaan media QRTURAL CARD dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,60 yang termasuk kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa QRTURAL CARD efektif digunakan sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila, karena mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik.
This study was motivated by the low level of students' conceptual understanding of the material “The Diversity of My Indonesian Culture” in the subject of Pancasila Education, based on the results of a preliminary study. In fact, conceptual understanding is one of the important skills that students need to have in order to understand the material and instill the values of diversity from an early age. To address this issue, this study measures the effectiveness of the QRTURAL CARD learning medium as a QR-Code-assisted quartet medium used to improve conceptual understanding. This study uses a quantitative approach with a pre-experimental method of the one-group pre-test-post-test design. The research sample consists of 26 phase C students at an elementary school in Bojongloa Kaler District. The instrument used is a multiple-choice test consisting of 12 questions that have been validated. Data were analyzed using the paired sample t-test and N-Gain test. The results showed an improvement in students' conceptual understanding after using the QRTURAL CARD media, with an average N-Gain value of 0.60, which falls into the moderate category. This finding indicates that the QRTURAL CARD is effective as a learning medium for Pancasila Education, as it can enhance students' conceptual understanding
WORKSHOP INOVATIF GURU SD DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TEKNOLOGI UNTUK MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN
Penelitian ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran digital melalui pelatihan yang memanfaatkan aplikasi Canva dan CapCut. Melalui pendekatan penelitian tindakan (action research), peneliti berupaya memberikan intervensi berupa workshop yang dirancang secara sistematis dan bertahap. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dan refleksi berkelanjutan untuk memperkuat keterampilan teknologi guru dalam pembuatan media. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru tentang fitur utama kedua aplikasi, bersama dengan kemajuan nyata dalam kualitas dan kreativitas media pembelajaran yang mereka hasilkan. Guru menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemandirian dalam menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan terstruktur dan reflektif menggunakan alat digital yang mudah digunakan secara efektif meningkatkan kemampuan guru untuk membuat sumber belajar yang menarik dan inovatif. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis aplikasi praktis dapat menjadi pendekatan strategis untuk mendukung pengembangan kompetensi digital di kalangan pendidik di pendidikan dasar.
Kata kunci: Workshop; pendidikan; teknologi; media pembelajaran digital; Canva CapCut
This study focuses on improving the competence of elementary school teachers in developing digital learning media through training utilizing the Canva and CapCut applications. This study uses the action research model by Kemmis and McTaggart, which includes five sequential phases: planning, action, observation, reflection, and revision. This training is designed to provide direct experience and ongoing reflection to strengthen teachers' technological skills in media creation. The research findings show a significant increase in teachers' understanding of the main features of both applications, along with real progress in the quality and creativity of the learning media they produce. Teachers show increased confidence and independence in using technology to support the learning process. This study concludes that structured and reflective workshops using easy-to-use digital tools effectively improve teachers' ability to create engaging and innovative learning resources. These results suggest that practical application- based training can be a strategic approach to support the development of digital competence among educators in elementary education.
Keywords: Workshop; education; technology; digital learning media; Canva CapCu