Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa sekolah dasar kelas tiga. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran menggunakan model TGT dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data meliputi tes keterampilan sosial (Pretest dan pos tes). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pos tes kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,05). Selain itu, analisis N-Gain menunjukkan peningkatan pada kelompok eksperimen sebesar 0,175 (kategori rendah-sedang), sementara kelompok kontrol mengalami penurunan. Hasil ini menunjukkan bahwa model TGT efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif dan kompetitif. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupannya yang terbatas di satu sekolah dan periode intervensi yang relatif singkat. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model TGT yang lebih luas dan berkelanjutan untuk memahami keterampilan sosial di sekolah dasar. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Sekolah Dasar, Model Pembelajaran, Keterampilan Sosial, Turnamen Permainan Tim This study aims to examine the effect of the Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model on improving the social skills of third-grade elementary school students. This study used a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research subjects consisted of two groups: the experimental group receiving learning using the TGT model and the control group receiving conventional learning. Data collection instruments included social skills tests (pretest and posttest). The results of statistical tests showed a significant difference between the posttest scores of the experimental and control groups (p < 0.05). In addition, the N-Gain analysis showed an increase in the experimental group of 0.175 (low-moderate category), while the control group experienced a decrease. These results indicate that the TGT model is effective in improving students' social skills through collaborative and competitive learning activities. The limitations of this study lie in its limited scope in one school and the relatively short intervention period. This study recommends a broader and more sustainable application of the TGT model for understanding social skills in elementary schools. Keywords : Cooperative Learning, Elementary School, Learning Models, Social Skills, Team Games Tournamen

    RANCANG BANGUN SISTEM REKOMENDASI PEMBELAJARAN ADAPTIF MENGGUNAKAN METODE RULE BASED SYSTEM DALAM MENDUKUNG COLLABORATION SKILL MAHASISWA

    Get PDF
    Sebagian besar lulusan perguruan tinggi menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan akibat ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di dunia kerja/industri adalah collaboration skill. Collaboration skill dapat ditingkatkan jika keinginan, motivasi, dan minat muncul pada diri sendiri. Dalam hal pendidikan, pembelajaran adaptif dapat dijadikan solusi untuk menghadapi tantangan tersebut karena pembelajaran ini mampu menyesuaikan jenis pembelajaran dengan karakter dan latar belakang individu. Teknologi dibutuhkan untuk membantu pengajaran menentukan pembelajaran adaptif yang tepat. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem rekomendasi pembelajaran adaptif dalam mendukung collaboration skill mahasiswa, dengan menggunakan pendekatan berbasis aturan (rule-based) yang mengintegrasikan forward chaining dan backward chaining. Penelitian dilakukan dengan metode Research and Development (R&D), mengacu pada Smart Learning Environment Establishment Guideline (SLEEG) dan mengikuti model ADDIE. Hasil pengujian dengan statistik deskriptif menunjukkan nilai rata-rata kemampuan awal collaboration skill sebesar 3,24 dan kemampuan akhir sebesar 3,67 sehingga terdapat kenaikan nilai collaboration skill setelah hasil rekomendasi sistem diterapkan. A significant proportion of university graduates struggle to obtain employment, primarily due to a misalignment between the skills they possess and the competencies requires in labor market. One of the most essential abilitie sought by employers and industry stakeholders is collaboration skill. This competency tends to flourish when individuals exhibit intrinsic motivation, personal interest, and determination. Within the educational sphere, adaptive learning has emerged as a potential solution to this strategies according to each learner’s background and personal attributes. The effective implementation of adaptive learning, however, requires technological support to assist educators in selecting the most suitable approach. In light of this, the present study seeks to design and develop an adaptive learning recommendation system aimed at fostering student’s collaboration skills. The system is built upon a rule-based system integrating both forward and backward chaining techniques. The research adopts a Research and Development (R&D) approach, guided by Smart Learning Environment Establishment Guideline (SLEEG) and operationalized through the ADDIE model as the research procedure. The results of the descriptive statistical analysis indicate that the average initial collaboration skill score was 3.24, while the final score increased to 3.67, showing an improvement in collaboration skills after the implementation of the system’s recommendations

    ESTIMASI PARAMETER FISIS SISTEM LUBANG HITAM GANDA BERDASARKAN DATA GELOMBANG GRAVITASI DENGAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

    Get PDF
    Selama 10 tahun terakhir dunia astronomi mengalami revolusi setelah ditemukannya gelombang gravitasi oleh dua detektor LIGO yang bersumber dari tumbukan spiral komponen-komponen sebuah sistem lubang hitam ganda. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam studi berkaitan dengan estimasi parameter fisis yang dapat memakan waktu berjam-jam bahkan berhari hari menggunakan inferensi Bayesian sebagai metode standarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan estimasi tiga parameter fisis utama di antaranya ialah massa primer dan sekunder, serta jarak sistem lubang hitam ganda dengan memanfaatkan model Convolutional neural network (CNN). Untuk melatih model ini, data simulasi dibangkitkan dengan pendekatan numerik SEOBNRv4_opt dan gangguan transient dalam bentuk deret waktu (time series) yang dikonversi menjadi spektogram. Uji statistik-t Welch dilakukan terhadap distribusi PSD (power spectral density) untuk memastikan data simulasi ini sesuai dengan data yang didapatkan oleh LIGO sehingga dapat merepresentasikan sinyal gelombang gravitasi nyata. Hasil implementasi model CNN terhadap data nyata untuk estimasi massa primer memberikan nilai MAE sebesar 0,036, RMSE sebesar 0,067, dan R2-score sebesar 0,942. Sedangkan, untuk estimasi massa sekunder diperoleh MAE sebesar 0,031, RMSE sebesar 0,056, dan R2-score sebesar 0,926. Sementara itu, dalam estimasi jarak diperoleh MAE sebesar 0,053, RMSE sebesar 0,099, dan R2-score sebesar 0,752. Dalam melakukan komparasi distribusi hasil estimasi dengan data nyata dilakukan uji statistik Cramér-von Mises yang memberikan nilai statistik sebagai indikator kemiripan. Nilai statistik yang diperoleh untuk massa primer sebesar 0,042 dengan signifikansi (p-value) 0,939 yang jauh lebih besar dari taraf nyata 0,05. Sedangkan, untuk massa sekunder diperoleh nilai statistik sebesar 0,136 dengan signifikansi 0,444. Sementara itu, untuk jarak diperoleh nilai statistik sebesar 0,032 dengan signifikansi 0,979. Model ini dapat mengestimasi tiga parameter fisis utama secara akurat dan efisien dengan waktu komputasi hanya beberapa detik sehingga dapat menjadi metode alternatif yang cepat tanpa sumber daya komputasi yang tinggi. Over the past 10 years, the world of astronomy has been revolutionized after the discovery of gravitational waves by two LIGO detectors originating compact binary coalescences such as binary black hole system. One of the challenges faced in this study is the physical parameter estimation which can take hours or even days using Bayesian inference as the standard method. This study aims to estimate three main physical parameters, including the primary and secondary masses, and the distance of the double black hole system using the Convolutional neural network (CNN) model. Simulation data using the SEOBNRv4_opt approach with additional noise in the form of time series converted into spectrograms are generated as training data. A Welch’s t-statistic test was performed on the PSD (power spectral density) distribution to ensure that the simulation data matches the data obtained by LIGO so that it can represent real gravitational wave signals. The implementation of the model resulted an MAE of 0.036, RMSE of 0.067, and R2-score of 0.942 for the primary mass. On the other hand, it yielded an MAE of 0.031, RMSE of 0.056, and R2-score of 0.926 for the secondary mass. Meanwhile, for distance estimation, we obtained an MAE of 0.053, RMSE of 0.099, and R2-score of 0.752. In comparing the distribution of the estimated results with real data, the Cramér-von Mises statistical test was carried out which provided a statistic value as an indicator of similarity. For the primary mass the statistical value of 0.042 obtained with a significance (p-value) of 0.939 which is much greater than the lower limit of 0.05. Meanwhile, for the secondary mass, a statistic value of 0.136 was obtained with a significance of 0.444. On the other hand, for the distance, a statistic value of 0.032 was obtained with a significance of 0.979. This model can estimate three main physical parameters accurately and efficiently with a computing time of only a few seconds, making it a fast alternative method without high computing resources

    ANALISIS IKLIM KERJA DI SUB BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim kerja di Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan menelaah persepsi pegawai, faktor pendukung dan penghambat, pengaruh iklim kerja terhadap efektivitas kinerja, serta upaya strategis peningkatan iklim kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kerja ditandai dengan komunikasi yang cukup efektif melalui media digital dan koordinasi antarrekan kerja, namun masih terdapat hambatan dalam alur administrasi akibat rotasi staf yang tinggi, beban kerja ganda, dan keterlambatan tindak lanjut surat. Faktor pendukung utama meliputi hubungan kerja yang harmonis dan adaptivitas pegawai lintas bidang, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan SOP, distribusi tugas yang tidak merata, serta beban kerja berlebih. Iklim kerja terbukti berpengaruh pada efektivitas kinerja pegawai, khususnya pada aspek motivasi, kepuasan kerja, dan kualitas layanan administrasi. Upaya strategis yang diidentifikasi mencakup penguatan kepemimpinan partisipatif, penerapan sistem penghargaan, serta pemberian otonomi dan fleksibilitas kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa iklim kerja yang kondusif menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas layanan administrasi dan mendukung kinerja organisasi di sektor pemerintahan. This aims of the research are to analyze the work climate at the Subdivision of Leadership Administration at the West Java Provincial Education Departement by examining employee perceptions, enabling and hindering factors, the influence of the work climate on performance effectiveness, and strategic efforts to improve it. A qualitative descriptive approach was employed. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and document analysis, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, validated by triangulation and member checking. The findings indicate that the work climate is characterized by relatively effective communication through digital media and strong coordination among colleagues, yet administrative constraints persist due to frequent staff rotations, double workloads, and delays in handling official documents. Supporting factors include harmonious workplace relationships and adaptability of cross-unit staff, while inhibiting factors consist of the absence of standardized SOPs, uneven task distribution, and excessive workloads. The work climate was found to significantly affect employee performance effectiveness, particularly in terms of motivation, job satisfaction, and administrative service quality. Strategic efforts identified include strengthening participatory leadership, implementing recognition and reward sistems, and providing autonomy and flexibility in task management. The study concludes that a conducive work climate is crucial for enhancing administrative service effectiveness and supporting organizational performance in the public sector

    DAMPAK PENYELENGGARAAN DIKLAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING & BLENDED LEARNING TERHADAP KEPUASAN PESERTA DIKLAT DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN PUPR

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Dampak Penyelenggaraan Diklat Melalui Model Pembelajaran E-learning & Blended learning Terhadap Kepuasan Peserta Diklat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PUPR”. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) melalui model pembelajaran e-learning dan blended learning terhadap kepuasan peserta diklat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PUPR. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa penyelenggara diklat belum sepenuhnya mencapai optimalisasi dalam model pembelajaran sesuai harapan peserta, yang menimbulkan kesenjangan kepuasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 62 ASN peserta diklat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan indikator dari model pembelajaran dan kepuasan peserta diklat. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyelenggaraan diklat melalui model pembelajaran e-learning dan blended learning memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,325 atau 32,5%, yang menunjukkan bahwa variabel penyelenggaraan diklat menjelaskan variasi terhadap kepuasan peserta sebesar 32,5%, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Secara keseluruhan, peserta diklat berada pada kategori sangat puas terhadap pelaksanaan diklat. Temuan ini memperkuat bahwa pendekatan blended learning dan e-learning merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan kepuasan peserta terhadap layanan diklat yang diberikan oleh lembaga. This study aims to analyze the impact of organizing education and training (Diklat) through e-learning and blended learning models on participant satisfaction at the Human Resources Development Agency of the Ministry of Public Works and Housing. This study was motivated by the fact that training providers have not fully optimized learning models according to participant expectations, creating satisfaction gaps. A quantitative descriptive method was employed with a sample of 62 civil servants. Data were collected using questionnaires with indicators related to training implementation and participant satisfaction. The results showed that the implementation of training through e-learning and blended learning had a positive and significant effect on participant satisfaction. This is evidenced by the coefficient of determination (R²) of 0.325 or 32.5%, indicating that the training implementation variable explains 32.5% of the variation in participant satisfaction, with the rest explained by other factors. Overall, the training participants were categorized as very satisfied. These findings highlight that blended and e-learning approaches are effective strategies for improving the quality and satisfaction of participants toward the training services provided by the institution

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF LATIHAN ARTIKULASI DENGAN METODE MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUCAPAN FONEM /P/, /B/, /M/ DAN /W/ PADA ANAK TUNARUNGU

    Get PDF
    Hambatan pendengaran pada anak tunarungu menyebabkan mereka kesulitan dalam menangkap informasi secara utuh sehingga terkendala dalam komunikasi lisan khususnya dalam mengucapkan fonem. Di SLBN Karimun, Anak tunarungu kelas 1 dan 2 masih kesulitan mengartikulasikan fonem bilabial yakni fonem /p/, /b/, /m/ dan /w/, karena terbatasnya media pembelajaran yang mendukung latihan artikulasi yang secara lebih optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangan multimedia interaktif latihan artikulasi dengan metode multisensori untuk meningkatkan kemampuan pengucapan fonem tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain sequential exploratory, yang diawali dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi kondisi aktual penggunaan media pembelajaran artikulasi yang selama ini digunakan di kelas. Hasil temuan kualitatif kemudian menjadi dasar dalam proses perancangan dan pengembangan media, yang selanjutnya diuji pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan pengucapan fonem /p/, /b/, /m/ dan /w/ pada anak tunarungu melalui pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini berupa multimedia interaktif latihan artikulasi dengan metode multisensori yang telah layak digunakan dengan perolehan validasi kelayakan sebesar 80%. Multimedia ini berisi fitur seperti video-video materi pembelajaran latihan artikulasi dengan prinsip metode multisensori, fitur latihan artikulasi dengan umpan balik, fitur permainan edukatif serta fitur evaluasi yang secara keseluruhan dikemas untuk mendukung pembelajaran latihan artikulasi secara lebih interaktif. Hasil analisis data menggunaan Uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan bahwa multimedia ini berpengaruh secara positif untuk meningkatkan kemampuan pengucapan fonem /p/, /b/, /m/ dan /w/ pada anak tunarungu, kelima anak sebagai sampel penelitian secara umum mampu mengucapkan fonem-fonem tersebut beserta kombinasi dalam kata, baik di awal, tengah maupun akhir kata dengan jelas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menghadirkan media pembelajaran artikulasi yang interaktif dan adaptif, sehingga meningkatkan keterlibatan anak tunarungu secara aktif dalam proses belajar latihan artikulasi. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Latihan Artikulasi, Metode Multisensori, dan Anak Tunarungu fully, hindering their verbal communication, especially in pronouncing phonemes. At SLBN Karimun, deaf children in grades 1 and 2 still struggle to articulate bilabial phonemes, namely /p/, /b/, /m/, and /w/, due to the limited availability of learning materials that support optimal articulation practice. Therefore, this study aims to develop interactive multimedia articulation exercises using a multisensory method to improve their ability to pronounce these phonemes. This study employs a mixed-method approach with a sequential exploratory design, beginning with a qualitative approach through observation, interviews, and documentation to identify the current conditions of articulation learning media used in the classroom. The qualitative findings then serve as the basis for the design and development of the media, which is subsequently tested for its impact on improving the ability to pronounce the phonemes /p/, /b/, /m/, and /w/ in deaf children through a quantitative approach. The results of this study are interactive multimedia articulation exercises using a multisensory method that are deemed suitable for use, with a validity rate of 80%. This multimedia includes features such as educational videos on articulation exercises based on the multisensory method, articulation exercises with feedback, educational games, and evaluation features, all designed to support more interactive articulation learning. Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed that this multimedia positively influences the improvement of phoneme pronunciation of /p/, /b/, /m/, and /w/ in deaf children. The five children who were the research samples generally could pronounce these phonemes and their combinations in words, whether at the beginning, middle, or end of words, clearly. This study contributes to the development of interactive and adaptive articulation learning media, thereby increasing the active involvement of deaf children in the articulation practice learning process. Keywords: Interactive Multimedia, Articulation Training, Multisensory Method, and Deaf Childre

    PENGEMBANGAN MEDIA MY VOCABULARY POCKET BOOK (MVPB) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK FASE C

    Get PDF
    Keterampilan menulis dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar merupakan bagian penting untuk kebutuhan berkomunikasi di kehidupan, namun pembelajaran bahasa Inggris jauh lebih sulit dibandingkan pembelajaran bahasa Indonesia karena berbeda dalam pelafalan dan penulisannya. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kesalahan penulisan pada mata pelajaran bahasa Inggris dengan kurangnya huruf dalam suatu kosakata, penggunaan kapital, serta tanda baca sesuai dengan aturan kepenulisan. Salah satu alternatif penunjang pembelajaran mengenai keterampilan menulis adalah penggunaan media yang berfokus pada menulis. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media yang dapat mendukung pembelajaran bahasa Inggris, khususnya untuk meningkatkan keterampilan menulis. Jenis penelitian yang diterapkan yaitu studi yang dilaksanakan melalui Design and Development (D&D) dengan fokus pengembangan produk dan alat menggunakan model 4-D atau Define, Design, Develop, and Disseminate serta pemerolehan data melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan ahli pembelajaran. Diperoleh hasil dari validator ahli materi sebesar 100%, validasi ahli bahasa sebesar 97,43%, validasi media sebesar 92,42%, dan validasi ahli pembelajaran sebesar 81,81% serta peningkatan keterampilan menulis peserta didik mendapat hasil rerata skor gain sebesar 0,4 yang terkategori sedang. Sehingga media MVPB dapat membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis pada mata pelajaran bahasa Inggris sekolah dasar fase C. Writing skills in English learning in elementary school are an important part of communication needs in life, but learning English is much more difficult than learning Indonesian because of differences in pronunciation and writing. This research is motivated by writing errors in English subjects, such as the lack of letters in a vocabulary, the use of capitalization, and punctuation according to writing rules. One alternative to support learning regarding writing skills is the use of media that focuses on writing. Therefore, the purpose of this study is to develop media that can support English learning, especially to improve writing skills. The type of research applied is a study carried out through Design and Development (D&D) with a focus on product and tool development using the 4-D model or Define, Design, Develop, and Disseminate, and data acquisition through validation by material experts, linguists, media experts, and learning experts. The results obtained from the material expert validator were 100%, the language expert validation was 97.43%, the media validation was 92.42%, and the learning expert validation was 81.81%. The improvement in students' writing skills resulted in an average gain score of 0.4, which is categorized as moderate. Therefore, MVPB media can help the learning process in improving writing skills in the elementary school English subjects phase C

    RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE BERORIENTASI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI FLUIDA STATIS

    Get PDF
    Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang harus dimiliki peserta didik dan pesatnya perkembangan teknologi memberikan tuntutan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran yang memfasilitasi hal tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu rancangan media pembelajaran berbasis website yang berorientasi keterampilan berpikir kritis pada materi fluida statis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan Successive Approximation Model (SAM). Model penelitian terdiri dari tahap persiapan, tahap perancangan iteratif, dan tahap pengembangan iteratif. Tahap persiapan merupakan tahap awal untuk mengumpulkan informasi latar belakang permasalahan secara efisien. Tahap perancangan iteratif terdiri dari kegiatan siklus perancangan, pembuatan prototipe, dan peninjauan. Tahap pengembangan iteratif meliputi proses pengembangan, penerapan, dan evaluasi media pembelajaran secara terus-menerus. Partisipan penelitian terdiri dari dosen, calon guru, guru, dan mahasiswa. Kelayakan website dianalisis dari segi materi dan media yang dilakukan sebanyak dua kali oleh enam orang validator. Pada tahap pertama, kelayakan website dari segi materi dan media dinyatakan “Layak” dengan skor V-aiken sebesar 0,600. Setelah dilakukan perbaikan, situs web tersebut divalidasi ulang dengan skor V-aiken sebesar 0,926 dengan kategori “Layak”. Respon siswa terhadap situs web yang dikembangkan memiliki respon positif. Keterbacaan situs web sangat baik. Critical thinking skills are one of the 21st-century skills that students must possess, and the rapid development of technology demands the development of learning media that facilitate this. Therefore, the purpose of this study is to design a website-based learning media oriented towards critical thinking skills in static fluid material. This study uses the research and development method with the Successive Approximation Model (SAM). The research model consists of a preparation stage, an iterative design stage, and an iterative development stage. The preparation stage is the initial stage for efficiently gathering background information on the problem. The iterative design stage consists of the cycle of design, prototyping, and review activities. The iterative development stage includes the process of developing, implementing, and evaluating learning media continuously. Research participants consisted of lecturers, prospective teachers, teachers, and students. The website's feasibility was analyzed in terms of material and media, which was carried out twice by six validators. In the first stage, the website's feasibility in terms of material and media was declared "Feasible" with a V-aiken score of 0.600. After improvements were made, the website was revalidated with a V-Aiken score of 0.926, categorized as "Appropriate." Student responses to the developed website were positive. The website's readability was excellent

    ANALISIS VALIDITAS PREDIKTIF SKOR APM, IST, EPPS, DAN IMP TERHADAP NILAI MATA PELAJARAN KIMIA: Studi Perumusan Formula Penentuan Mata Pelajaran Pilihan Murid di SMA

    Get PDF
    Banyak murid masih kesulitan mengenali potensi dan minat mereka secara akurat saat memilih mata pelajaran, sehingga berisiko keliru dalam perencanaan pendidikan maupun karier di masa depan. Masalah ini mendorong dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi validitas asesmen Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai dasar pemilihan mata pelajaran yang lebih objektif dan relevan. Asesmen BK berpotensi menjadi alat prediktif dalam pemetaan potensi serta penempatan murid, tetapi bukti ilmiah mengenai validitas prediktif terhadap prestasi akademik masih diperlukan. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh skor asesmen BK, meliputi Advanced Progressive Matrices (APM), Intelligence Structure Test (IST), Edwards Personal Preference Schedule (EPPS), dan Inventori Minat Pekerjaan (IMP), terhadap hasil belajar Kimia di tingkat SMA, serta menyusun formula prediktif dari temuan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional tipe prediktif. Data sekunder diambil dari dokumentasi nilai rapor murid semester 1–6 dan skor mentah asesmen BK. Analisis data menggunakan uji signifikansi dan regresi linear berganda dengan trimming pada tingkat signifikansi 5% (p < 0,05). Hasilnya menunjukkan variabel IQ, SE, GE, ME, RA, ZR, Agg, Ach, Exh, Aff, Dom, Int, Ord, Het, Suc, End, Me, Per, Out, Ss, Sci, Com, Art, Lit, Mus, Clr, dan Con (EPPS dan IMP) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Kimia, baik positif maupun negatif. Temuan ini menegaskan validitas prediktif asesmen BK serta formula regresi yang dihasilkan dapat dijadikan dasar pemetaan potensi. Disarankan penelitian lanjutan secara longitudinal untuk menguji konsistensi model. Many students still have difficulty accurately identifying their potential and interests when selecting subjects, which can lead to misguided decisions in their educational and career planning. This issue forms the basis for this study, which aims to evaluate the validity of Guidance and Counseling (BK) assessments as a more objective and relevant foundation for subject selection. BK assessments, including the Advanced Progressive Matrices (APM), Intelligence Structure Test (IST), Edwards Personal Preference Schedule (EPPS), and Inventori Minat Peerjaan (IMP), have the potential to serve as predictive tools for mapping student potential and placement. However, scientific evidence regarding their predictive validity for academic achievement remains limited. This quantitative study uses a predictive correlational design, utilizing secondary data from student report card grades (semesters 1–6) and raw BK assessment scores. Data analysis was conducted using significance testing and multiple linear regression with trimming at a 5% significance level (p < 0.05). The results show that variables such as IQ, SE, GE, ME, RA, ZR, Agg, Ach, Exh, Aff, Dom, Int, Ord, Het, Suc, End, Me, Per, Out, Ss, Sci, Com, Art, Lit, Mus, Clr, and Con (EPPS and IMP) have a significant positive or negative effect on Chemistry learning outcomes. These findings reinforce the predictive validity of BK assessments, and the resulting regression formula can be used as a reference for mapping student potential. Longitudinal research is recommended to test the consistency of this model over time

    PENGARUH HERDING BEHAVIOR DAN RISK TOLERANCE TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI: Suatu Kasus pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herding behavior, risk tolerance, dan keputusan investasi pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif. Sampel dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui metode convenience sampling dengan sampel sebanyak 400 mahasiswa aktif S1 Universitas Pendidikan Indonesia di Kampus Bumi Siliwangi. Uji validitas instrumen penelitian menggunakan Product Moment Correlation dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibuat melalui Google Forms dan disebar melalui aplikasi WhatsApp, Instagram, dan bertemu langsung dengan responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear multipel. Pengujian hipotesis menggunakan uji F dan uji t dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Versi 27. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa herding behavior dan risk tolerance memiliki pengaruh positif terhadap keputusan investasi. This study aims to determine the influence of herding behavior, risk tolerance, and investment decision of students at Indonesia University of Education. This study is quantitative research with a descriptive verificative method. The sample was selected using a non-probability sampling technique through convenience sampling, with a total of 400 active undergraduate students at Indonesia University of Education, Bumi Siliwangi Campus. The validity of the instrument was tested using Product Moment Correlation and reliability was tested using Cronbach’s Alpha. Data collection was carried out through a questionnaire created using Google Forms and distributed via WhatsApp, Instagram, and meet directly with respondents. The data analysis technique used was multiple linear regression. Hypothesis testing was conducted using F test and t test with the software assistance of IBM SPSS Version 27. The results of hypothesis testing indicate that herding behavior and risk tolerance have a positive influence on investment decision

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇