Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENGARUH MODEL REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) BERBANTUAN MEDIA PHET SIMULATIONS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR: Penelitian Quasi Eksperimen pada Kelas II SDN 2 Nagri Kaler di Kabupaten Purwakarta

    Get PDF
    Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan kemampuan awal yang perlu dimiliki peserta didik sebelum melanjutkan pada kemampuan yang lebih kompleks. Peserta didik kurang memahami konsep pemahaman matematis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari menjadi latar belakang dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1) mengetahui pengaruh model RME berbantuan media PhET Simulations terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik; 2) mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik sekolah dasar yang memperoleh model RME berbantuan PhET Simulations lebih baik dibandingkan peserta didik yang mendapatkan model PBL. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitiannya adalah peserta didik sekolah dasar kelas II di SDN 2 Nagri Kaler gugus 5 di Kabupaten Purwakarta, dengan populasi kelas IIC dan D. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan: 1) Terdapat pengaruh menggunakan model RME berbantuan PhET Simulations peserta didik setiap peningkatan satu satuan akan meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik sebesar 42,1%, dan 2) Terdapat peningkatan dengan skor rata-rata nilai peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa model ini dapat dijadikan alternatif model pembelajaran karena berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik terutama kelas II sekolah dasar. ----- The proficiency in conceptualizing mathematics functions as a fundamental stage in preparing students for more sophisticated learning tasks. Students do not understand the concept of mathematical understanding related to everyday life as the background of this study. The targets are to: 1) determine the effect of the RME model assisted by PhET Simulations media on students' mathematical concept understanding abilities; 2) compare the enhancement of students’ conceptual comprehension across group taught with the RME-PhET model and those using PBL model. The research method used was a quasi-experimental with a non-equivalent control group design. The research sample was elementary school students in grade II at SDN 2 Nagri Kaler cluster 5 in Purwakarta Regency, with a population of grades II C and D. The research instrument used was a mathematical concept understanding ability test. Based on the research conducted, it was concluded: 1) There is an effect of using the RME model assisted by PhET Simulations on students, each increase of one unit will increase the ability to understand mathematical concepts of students through 42,1%, and 2) There is an increase in the average score of the increase in the ability to understand mathematical concepts in the experimental class with the control class. It can be concluded that this model can be used as an alternative learning model because it affects the ability to understand mathematical concepts of students, especially in grade II of elementary school

    HUBUNGAN KEPUASAN PENYELENGGARAAN MAKANAN, LINGKUNGAN LAPAS, DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI NARAPIDANA OVERCAPACITY: Studi Kasus di Lapas Kelas IIB Kabupaten Sumedang

    Get PDF
    Latar Belakang: Penerapan sistem penyelenggaraan makanan yang layak, sanitasi lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan gizi pada narapidana yang tidak sesuai standar pada lapas yang mengalami overcapacity menjadi penyebab masalah status gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepuasan penyelenggaraan makanan, lingkungan lapas, dan asupan zat gizi makro dengan status gizi narapidana overcapacity. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain penelitian cross sectional. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 81 narapidana yang dipilih secara purposive sampling di Lapas Kelas IIB Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, pengukuran tinggi badan dan berat badan, dan wawancara recall makanan 2x24 jam. Hasil: temuan data menunjukkan bahwa lebih dari setengah (53,1%) responden tidak puas dengan penyelenggaraan makanan di Lapas. Selain itu, sebanyak (50,6%) responden merasa tidak nyaman dengan lingkungan Lapas. Lebih dari setengah responden juga mengalami defisit asupan gizi, yaitu energi (63%), protein (86,4%), dan karbohidrat (85,2%). Sementara itu, (72,8%) responden memiliki asupan lemak cukup. Berdasarkan hasil uji chi-square, terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan Lapas (p-value = 0,000) dan asupan energi (p-value = 0,028) dengan status gizi responden. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kepuasan terhadap penyelenggaraan makanan (p-value = 0,445), asupan protein (p-value = 0,381), asupan lemak (p-value = 0,053), serta asupan karbohidrat (p-value = 0,192) dengan status gizi responden. Kesimpulan: Dengan demikian, lingkungan Lapas dan asupan energi berhubungan terhadap status gizi narapidana, sedangkan kepuasan penyelenggaraan makanan, serta asupan protein, lemak, dan karbohidrat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Background: The lack of proper food services, clean sanitation, and adequate nutrition for prisoners in overcapacity prisons is a major cause of nutritional problems. Objective: This study aims to analyze the relationship between satisfaction with food service, prison environment, and macronutrient intake with the nutritional status of prisoners. Method: This research employed a quantitative method with a cross-sectional study design. A total of 81 prisoners were selected through purposive sampling at Class IIB Prison in Sumedang Regency. Data collection involved questionnaires, measurements of height and weight, and 2x24-hour dietary recall interviews. Results: The results showed that more than half (53.1%) of the subjects were dissatisfied with the food service in the prison. Additionally, (50.6%) of the subjects reported feeling uncomfortable with the prison environment. More than half of the subjects also experienced a deficiency in nutrient intake, including energy (63%), protein (86.4%), and carbohydrates (85.2%). Meanwhile, (72.8%) of the subjects had an adequate fat intake. Based on the chi-square test, a significant relationship was found between the prison environment (p-value = 0.000) and energy intake (p- value = 0.028) with the nutritional status of the subjects. However, no significant relationship was found between satisfaction with food service (p-value = 0.445), protein intake (p-value = 0.381), fat intake (p-value = 0.053), and carbohydrate intake (p-value = 0.192) with nutritional status. Conclusion: Thus, the prison environment and energy intake are associated with prisoners’ nutritional status, while food service satisfaction, protein, fat, and carbohydrate intake show no significant relationship

    PERBANDINGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) DENGAN DIFFERENTIATED INSTRUCTIONDALAM KETERAMPILAN BERMAIN FUTSAL

    Get PDF
    Pembelajaran PendidikanJasmani, Olahraga, dan Kesehatan tidak terbatas hanya padasarana untuk mengembangkan kemampuan motorik serta pembiasaan pola hidup sehat, namun juga berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan karakter dan interaksi sosial peserta didik, khususnya dalam keterampilan bermain futsal. Mengingat adanya perkembangan kurikulum, khususnya kurikulum merdeka yang tekenalpada diferensiasi pembelajaran dan kebutuhan individu siswa. Penelitian ini dilakukan guna menganalisisdan membandingkan efektivitas dua pendekatan pembelajaran, yakni Teaching at the Right Level(TaRL) dan Differentiated instruction (DI), dalam meningkatkan kemampuan siswa SMP dalam keterampilan bermainfutsal. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Kelompok dipilih secara randomuntuk menerima treatmentantara kelompok yang menggunakan pendekatan TaRL dan DI. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen yang dikenal dengan Game Performance Assessment Instrument(GPAI) yang telah tervalidasi untuk menilai performa siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t dependen dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25.0, hasil analisis menunjukkan bahwa kedua pendekatan pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan bermain futsal. Pendekatan DIterbukti lebih signifikan dalam meningkatkan kemampuan siswa secara menyeluruh. Kesimpulannya, pendekatan DI lebih efektif dibandingkan TaRL dalam mendukung peningkatan keterampilan bermain futsalsiswa, terutama sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menitikberatkan pada proses pembelajaranyang adaptif dengan fokus padapeserta didik

    PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP FRAUD DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI: Studi pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena perilaku tidak etis yang dilakukan oleh manajemen, yang mengakibatkan menurunnya kepercayaan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manajemen laba terhadap fraud, serta mengetahui peran good corporate governance dalam memoderasi pengaruh manajemen laba terhadap fraud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori pada data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan, dengan total sampel sebanyak 135. Pengujian hipotesis menggunakan SPSS sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh positif secara signifikan terhadap fraud, sedangkan good corporate governance berpengaruh negative secara signifikan terhadap fraud. Namun, good corporate governance tidak terbukti memoderasi hubungan antara manajemen laba dan fraud. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengendalian internal yang lebih kuat dan peran optimal komite audit untuk mencegah fraud dalam praktik manajemen laba. This research was conducted based on the phenomenon of unethical behavior carried out by management, which resulted in low public trust. The aim of this research is to determine the influence of earnings management on fraud, and to determine the role of good corporate governance in moderating the influence of earnings management on fraud. This research uses a quantitative approach with an explanatory method on secondary data in the form of company annual reports, with a total sample of 135. Hypothesis testing uses SPSS as the analysis tool. The results show that earnings management significantly and positively influences fraud, while good corporate governance has a significant negative influence on fraud. However, good corporate governance is not proven to moderate the relationship between earnings management and fraud. These results indicate the importance of stronger internal control and the optimal role of the audit committee to prevent fraud in earnings management practices

    PENGARUH METODE STRUKTUR ANALITIK SINTETIK (SAS) BERBANTUAN MEDIA BOOK CREATOR TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA: Penelitian Quasi-Eksperimen pada kelas I di SD Negeri Cempaka Baru 12 Jakarta Pusat Tahun Ajaran 2024/2025

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih terbatasnya studi mengenai efektivitas metode pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar, padahal kemampuan ini memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa di jenjang awal. Tujuan penelitian ini adalah; 1) Untuk Mengetahui pengaruh Metode Struktur Analitik Sintetik (SAS) berbantuan media Book Creator terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I; 2) Untuk Mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Cempaka Baru 12 melalui penerapan Metode Struktur Analitik Sintetik (SAS) berbantuan media Book Creator dibandingkan dengan Metode Eja. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design, dengan sampel berjumlah 64 siswa kelas I yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca permulaan dan dianalisis menggunakan uji-t, N-Gain Score, dan regresi linier sederhana. Hasil analisis data tersebut menunjukkan terdapat pengaruh sebesesar 64,8% pada kelas eksperimen, terdapat perbedaan peningkatan sebesar 0,76 yang termasuk kategori tinggi pada kelas eksperimen dan 0,40 kategori sedang pada kelas kontrol. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; 1) Metode SAS Berbantuan Media Book Creator berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa; 2) Peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa yang memperoleh penerapan metode SAS berbantuan media Book Creator lebih baik dibanding siswa yang memperoleh penerapan metode Eja dengan media konvensional. ----- This study is motivated by the limited research on the effectiveness of innovative learning methods in improving primary school students' beginning reading skills, despite the significant impact this ability has on students' learning success at the early level. The objectives of this study are; 1) Knowing the effect of the Synthetic Analytical Structural Method (SAS) assisted by Book Creator media on improving the beginning reading skills of grade I elementary school students; 2) Knowing the improvement of the first-grade students' beginning reading skills through the application of the Synthetic Analytical Structural Method (SAS) assisted by Book Creator media compared to the Spelling Method. The method employed was an experiment with a quasi-experimental research design and a Nonequivalent Control Group Design, using a sample of 64 grade I students selected through a purposive sampling technique. Data were collected through a beginning reading skill test and analyzed using t-Test, N-Gain Score, and simple linear regression. The results of the data analysis showed that there was a 64.8% effect in the experimental class, with a difference in improvement of 0.76, which fell into the high category, and 0.40 in the medium category in the control class. In this study, it can be concluded that; 1) The SAS method assisted by Book Creator Media affects improving students' beginning reading skills; 2) The improvement of students' beginning reading skills who obtained the application of the SAS method assisted by Book Creator media was better than students who obtained the application of the Spelling method with conventional media

    ANALISIS KESULIT AN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS V DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan permasalahan adanya siswa yang mengalami kesulitan belajar pada pembelajaran IPA. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya penilaian harian yang dicapai oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Desain penelitian pada penelitian ini adalah deskripifkualitatif. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, berjumlah 10 orang yang berkesulitan belajar IPA, guru kelas, dan orang tua siswa. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data mengunakan teknik wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai hambatan belajar yang dirasakan oleh siswa. Teknik pengumpulan data lainnya yang digunakan lainnya adalah dokumentasi. Dokumentasi berupa nilai penilaian harian siswa. Dengan analisis penelitian data Interactive Analysis Model. Hasil pada penelitian ini menunjukkan adanya kesulitan belajar yang dialami siswa. Kesulitan belajar diantaranya adalah dalam memahami penjelasan dan kesulitan memahami materi. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pembelajaran yang tidak diperhatikan, antusias belajar rendah dan kurangnya konsentrasi siswa. Faktor eksternal diantaranya kurangnya perhatian orang tua, penyajian materi yang monoton, dan sarana prasarana pembelajaran yang belum memadai. Kata Kunci: Guru, Ilmu Pengetahuan Alam, Kelas V, Kesulitan Belajar, Orang Tua, Sekolah Dasar. This study was motivated by thefinding ofthe problem ofstudents who experience learning difficulties in science learning. This is evidenced by the low daily assessment achieved by students. This study aims to determine the factors that influence learning dificulties experienced by students. The research design in this study is descriptive qualitative. The subjects involved in this study were IO fifth grade students ofPublic Elementary Schools in Bantarujeg District, Majalengka Regency who had difficulty learning science, class teachers, and parents of students. In this study, the data collection technique used interview techniques to obtain information about learning obstacles felt by students. Other data collection techniques used were documentation. Documentation in theform ofstudents' daily assessment scores. With the analysis ofInteractive Analysis Model data research. The results of this study indicate learning difficulties experienced by students. Learning difficulties include understanding explanations and difficulty understanding the material. This is caused by severalfactors, namely internal and externalfactors. Internalfactors include learning that is not paid attention to, low enthusiasmfor learning and lack ofstudent concentration. Externalfactors include lack ofparental attention, monotonous presentation of material, and inadequate learningfacilities and infrastructure. Keywords: Teacher, Natural Sciences, Class V, Learning Difficulties, Parents, Elementary Schoo

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA SAAT BERBICARA DI DEPAN UMUM

    Get PDF
    Kecemasan mahasiswa saat berbicara di depan umum dapat mempengaruhi kinerja akademik dan perkembangan pribadi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan ini adalah dukungan sosial keluarga, yang dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan mahasiswa saat berbicara di depan umum di UPI Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Pengambilan sampel berjumlah 145 responden dilakukan dengan cara total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perceived Social Support-Family (PSS-Fa) dan Skala Public Speaking Anxiety Scale (PSAS). Didapatkan hasil p = <.016 yang artinya p< α (0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan mahasiswa saat berbicara di depan umum. Terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan mahasiswa saat berbicara di depan umum. Mahasiswa perlu meningkatkan kesadaran diri dan kepercayaan diri melalui konsultasi dengan dosen dan latihan teratur. Student anxiety during public speaking can affect academic performance and personal development. One of the factors affecting this anxiety is family social support, which can provide a sense of security and increase students' confidence in dealing with these situations. This study aims to determine the relationship between family social support and students' anxiety level when speaking in public at UPI Sumedang. This research uses quantitative method with correlational type. Sampling of 145 respondents was done by total sampling. The measuring instrument used in this study is the Perceived Social Support-Family Scale (PSS-Fa) and the Public Speaking Anxiety Scale (PSAS). The results obtained p = <.016 which means p < α (0.05) which indicates a significant relationship between family social support and the level of anxiety of students when speaking in public. There is a relationship between family social support and students' anxiety level when speaking in public. Students need to increase self-awareness and confidence through consultation with lecturers and regular practice

    KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI ANGGREK TERESTRIAL DI GUNUNG SAGARA, GARUT, JAWA BARAT

    Get PDF
    Gunung Sagara yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan salah satu tempat yang cocok untuk pertumbuhan anggrek terestrial. Informasi mengenai Gunung Sagara dan anggrek terestrialnya masih sangat kurang, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai keanekaragaman, distribusi, dan jenis-jenis anggrek terestrial yang terdapat di Gunung Sagara. Metode penelitian ini menggunakan sistematik sampling dengan ukuran plot 5x5m berjumlah 45 plot di area tepi jalur pendakian. Pada penelitian ini ditemukan 3 dari 5 subfamili anggrek yang ada di dunia yaitu Epidendroideae, Orchidoideae, dan Vanilloideae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Gunung Sagara terdapat 14 spesies dalam 12 genus anggrek terestrial. Terdapat spesies anggrek yang sebaran geografisnya hanya ada di Indonesia, yaitu Calanthe flava. Anggrek endemik Pulau Jawa juga ditemukan seperti Crepidium junghuhnii dan Gastrodia crispa. Beberapa spesies tergolong sebagai "anggrek hantu", yaitu anggrek mycoheterotrophic yang tidak memiliki daun dan klorofil seperti Cyrtosia sp., Cystorchis aphylla, dan Gastrodia crispa. Keanekaragaman anggrek terestrial di Gunung Sagara Garut tergolong sedang dan distribusi sebagian besar anggrek terestrial tergolong mengelompok. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati alam, serta menjadi informasi dasar untuk penelitian lebih lanjut di Gunung Sagara Garut, khususnya tentang anggrek terestrial. Mount Sagara located in Garut Regency, West Java is one of the suitable places for terrestrial orchid growth. Information about Mount Sagara and its terrestrial orchids is still very lacking, so the purpose of this study was to obtain information about the diversity, distribution, and types of terrestrial orchids found on Mount Sagara. This research method uses systematic sampling with a plot size of 5x5m totaling 45 plots in the area on the edge of the hiking trail. In this study, 3 of the 5 orchid subfamilies in the world were found, namely Epidendroideae, Orchidoideae, and Vanilloideae. The results showed that on Mount Sagara there are 14 species in 12 terrestrial orchid genera. There is a terrestrial orchid species whose geographical distribution is only in Indonesia, namely Calanthe flava. Endemic orchids of Java Island were also found such as Crepidium junghuhnii and Gastrodia crispa. Several species are classified as "ghost orchids", namely mycoheterotrophic orchids that do not have leaves and chlorophyll such as Cyrtosia sp., Cystorchis aphylla, and Gastrodia crispa. The diversity of terrestrial orchids on Mount Sagara Garut is classified as moderate and the distribution of most terrestrial orchids is classified as clumped. With this finding, it is hoped that it can increase public awareness to maintain natural biodiversity, as well as become basic information for further research on Mount Sagara Garut, especially on terrestrial orchids

    PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM PADA MASYARAKAT KAMPUNG ADAT DUKUH DALAM CIKELET KABUPATEN GARUT

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari urgensi untuk mengkaji secara mendalam proses penanaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat adat. Nilai-nilai Islam yang terinternalisasi dalam komunitas adat yang memiliki karakteristik khas merupakan khazanah sosial-religius yang patut dilestarikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk dan mekanisme penanaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Masyarakat Kampung Dukuh dikenal dengan keberagaman tradisi adat yang sangat kental dengan nilai-nilai agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang ditanamkan pada masyarakat Kampung Adat Dukuh meliputi nilai Aqidah, Syariah, dan Akhlak. Ketiga dasar nilai-nilai tersebut ditemukan dalam pola asuh keluarga, pengajaran di lingkungan madrasah, dan melalui tradisi-tardisi yang telah terakulturasi dengan syariat Islam. Proses penanaman nilai-nilai Islam ini berlangsung melalui tiga saluran utama yaitu: Pertama lingkungan keluarga dengan melalui keteladanan, pembiasaan dan nasihat dari orang tua. Kedua lingkungan madrasah, guru melakukan penanaman nilai-nilai Islam melalui metode ceramah dan praktik. Ketiga melalui tradisi yang terakulturasi dengan nilai-nilai Islam. Namun, tantangan terbesar dalam penanaman nilai-nilai Islam di Kampung Dukuh adalah pengaruh perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang membuat generasi muda lebih terpengaruh oleh modernisasi. Selain itu, kurangnya peran pemerintah dalam memberikan ruang untuk melestarikan tradisi-tardisi yang telah ada. Upaya yang dilakukan Tokoh adat dan Tokoh Agama untuk mengatasi hambatan hambatan tersebut dilakukan dengan mempertahankan nilai-nilai yang telah ada karena dalam perubahan yang terjadi tidak dapat dihindari. This study stems from the urgency to thoroughly examine the process of instilling Islamic values in the lives of indigenous communities. The internalized Islamic values within indigenous communities, which possess unique characteristics, constitute a social-religious heritage worthy of preservation. The objective of this study is to analyze the forms and mechanisms through which Islamic values are instilled in the daily lives of the indigenous community of Kampung Adat Dukuh, Cikelet Sub-district, Garut Regency. The community of Kampung Dukuh is renowned for its rich diversity of traditional customs deeply rooted in Islamic religious values. This study employs a qualitative approach using a descriptive method. Data collection techniques include interviews, observations, and documentary studies. The results of the study show that the Islamic values instilled in the community of Kampung Adat Dukuh include the values of Aqidah, Syariah, and Akhlak. These three fundamental values are found in family upbringing, teaching in madrasahs, and through traditions that have been acculturated with Islamic law. The process of instilling Islamic values occurs through three main channels: First, the family environment through parental example, habit formation, and advice. Second, the madrasah environment, where teachers instill Islamic values through lectures and practical application. Third, through traditions that have been acculturated with Islamic values. However, the greatest challenge in instilling Islamic values in Kampung Dukuh is the influence of technological development and changing times, which make the younger generation more influenced by modernization. Additionally, there is a lack of government involvement in providing space to preserve existing traditions. Efforts made by traditional leaders and religious figures to overcome these obstacles involve preserving existing values, as the changes occurring are inevitable

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA AUGMENTED REALITY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR: Penelitian Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas V SDN Pulojaya 2 Kecamatan Lemahabang Karawang dalam Pembelajaran Bangun Ruang

    Get PDF
    Berpikir kritis sangat dibutuhkan di kehidupan sehari-hari untuk berpikir secara sistematis, dengan begitu kita akan terbiasa untuk mengatasi masalah secara logis dan sistematis. Kemajuan kemampuan berpikir kritis seseorang dilihat dari menentukan penyelesaian setiap masalah dengan logis dan sistematis. Negara Indonesia berada di peringkat 41 dari 138 negara pada tahun 2016-2017, yang dikategorikan sebagai peringkat rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kritis dapat diketahui berdasarkan hasil dari beberapa penelitian yang dilakukan di Kota Karawang, yang menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning menggunakan media Augmented Rality tehadap kemampuan berpikir kritis siswa; 2) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan penerapan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group desain. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan sintaks pada masing-masing model pembelajaran untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan mengintegrasikan pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang kubus dan balok. Sampel pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas V salah satu sekolah dasar negeri yang ada di kabupaten Karawang sebanyak 46 siswa. Instrumen tes kemampuan berpikir kritis siswa digunakan dalam memperoleh data awal dan akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan adanya pengaruh model Problem Based Learning degan media Augmented Reality terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 40,5%, dan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan data N-Gain P-value (Sig.) 2 Tailed < α = 0,05 maka data N-Gain terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan. Oleh karena itu, penggunaan model Problem Based learning dengan media Augmented Reality direkomendasikan sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. ----- Critical thinking is essential in everyday life as it helps us think systematically, allowing us to become accustomed to solving problems logically and methodically. A person’s progress in critical thinking can be seen in how logically and systematically they resolve problems. Indonesia was ranked 41 out of 138 countries in 2016–2017, which is considered a low ranking. This low level of critical thinking ability is supported by several studies conducted in Karawang City, which found that students' average critical thinking skills remain low. This study aims to: (1) examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model using Augmented Reality (AR) media on students’ critical thinking skills; and (2) determine the improvement in students’ critical thinking skills through the implementation of the PBL model. The research used a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The learning process was carried out according to the syntax of each learning model, both in the experimental and control classes, and was integrated into a mathematics lesson on cube and cuboid (beam) shapes. The sample consisted of all 23 students from class VA. Data for the pre-test and post-test were collected using a critical thinking skills assessment. According to the data analysis, it was found that the Problem-Based Learning with Augmented Reality influenced students’ critical thinking skills by 40.5%. Additionally, the data showed a significant improvement in the critical thinking skills of students the experimental class, as indicated by N-Gain scores with a P-value (Sig. 2-tailed) < α = 0.05, which shows a statistically significant average difference. Therefore, the use of Problem Based learning model with Augmented Reality media is recommended as an effective approach in improving critical thinking skills of elementary school students

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇