Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PENGARUH METODE ECOLA BERBANTUAN MEDIA LITERACY CLOUD PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS NARASI SD KELAS V

    Full text link
    Membaca merupakan hal yang krusial sebagai fondasi bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berbahasa mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V pada pembelajaran teks narasi yang belajar menggunakan metode Extending Concept Through Language Activities (ECOLA) berbantuan media Literacy Cloud dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan metode Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 1 Munjuljaya Kabupaten Purwakarta. Sampel penelitian terdiri dari 26 siswa kelas VD sebagai kelas eksperimen yang menerapkan metode ECOLA dan 26 siswa kelas VC sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran dengan metode DRTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa sebelum dan sesudah menerapkan metode ECOLA memperoleh peningkatan sebesar 58,3% dengan kategori tafsiran cukup efektif. Adanya pengaruh metode ECOLA berbantuan media Literacy Cloud terhadap kemampuan membaca pemahaman teks narasi siswa sebesar 30,4%. Maka dapat disimpulkan bahwa metode ECOLA berbantuan media Literacy Cloud dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks narasi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode DRTA. ----- Reading is a fundamental skill that serves as the foundation for students to develop their language abilities. This study aims to examine the effect and improvement of fifth-grade students' reading comprehension in narrative texts by applying the Extending Concept Through Language Activities (ECOLA) method assisted by the Literacy Cloud media, compared to the Directed Reading Thinking Activity (DRTA) method. This research employed a quasi-experimental with a nonequivalent control group design. The research was conducted in Grade V at SDN 1 Munjuljaya, Purwakarta Regency. The sample consisted of 26 students from class VD, serving as the experimental group (ECOLA method), and 26 students from class VC, serving as the control group (DRTA method). The results showed a 58.3% improvement in reading comprehension after implementing the ECOLA method, categorized as moderately effective. The influence of the ECOLA method assisted by Literacy Cloud on students' reading comprehension was 30.4%. It can be concluded that the ECOLA method assisted by Literacy Cloud media is more effective in enhancing students’ comprehension of narrative texts compared to the DRTA method

    STUDI DESKRIPTIF PROSES DAN ARAH TUJUAN PBM PJOK PADA SMP NEGERI KECAMATAN CIPARAY BANDUNG DAN KECAMATAN JATIBARANG INDRAMAYU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan arah tujuan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di SMP Negeri Kecamatan Ciparay, Bandung dan Kecamatan Jatibarang, Indramyu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi berupa video rekaman proses pembelajaran PJOK di tempat SMP Negeri sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran PJOK dikedua wilayah menunjukan. Dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK dilapangan, terdapat temuan bahwa kegiatan belajar cenderung berfokus pada aktivitas fisik semata yang bersifat menggembirakan, tanpa disertai struktur pembelajaran yang sistematis. Kegiatan yang diberikan kepada siswa didominasi oleh permainan atau latihan fisik yang membuat siswa aktif bergerak dan berkeringat, anmun tidak secara eksplisit diarahkan pada pencapaian kompetensi hidup dan penuh semangat, mencerminkan keterlibatan emosional yang positif. Namun, proses pembelajaran ini lebih mengarah pada rekreasi dari pada pendidikan. Dalam konteks ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator kegiatan fisik, namun tidak sepenuhnya mengarahkan kegiatan ke dalam kerangka pembelajaran yang bermakna. This study aims to describe the processes and objectives of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning at public junior high schools in Ciparay District, Bandung and Jatibarang District, Indramayu. The research method used is descriptive with a qualitative approach. Data were collected through observations and video documentation of PJOK learning activities at four selected schools. The results of the study showed that the PJOK learningprocess in both regions showed. In the implementation of PJOK learning in the field, there were findings that learning activities tended to focus solely on physical activities that were fun, without being accompanied by a systematic learning structure. The activities given to students were dominated by games or physical exercises that made students move actively and sweat, but were not explicitly directed at achieving life competencies and full of enthusiasm, reflecting positive emotional involvement. However, this learning process was more directed at recreation than education. In this context, teachers played a greater role as facilitators of physical activities, but did not fully direct activities into a meaningful learning framework

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN BERBANTUAN PHET SIMULATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR: Penelitian Quasi Experiment pada Materi Energi Listrik yang dilakukan Siswa Kelas 5 di SDN Pulojaya 2

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran IPA pada topik energi listrik, yang masih didominasi oleh metode konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media PhET Simulation terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas 5 sekolah dasar dalam topik energi listrik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-equivalent. Sampel terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan menggunakan model PBL berbantuan PhET Simulation, dan kelas kontrol yang belajar dengan metode konvensional. Instrumen yang digunakan mencakup tes tulis kemampuan berpikir kreatif berdasarkan indikator dari Torrance (kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi), serta lembar observasi untuk menilai keterlaksanaan pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan PhET Simulation memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Peningkatan ini lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran PBL berbantuan PhET Simulation direkomendasikan sebagai pendekatan inovatif yang efektif dalam meningkatkan kreativitas berpikir siswa sekolah dasar. ----- This study was motivated by the low level of creative thinking skills among elementary school students, particularly in science learning on the topic of electrical energy, which is still dominated by conventional methods and lacks active student engagement in problem-solving processes. This research aims to analyze the impact of applying the Problem Based Learning (PBL) model combined with PhET Simulation media on the creative thinking skills of fifth-grade elementary school students in the topic of electrical energy. The research used a quasi experimental approach with a non-equivalent control group design. The sample consisted of two classes: the experimental class, which received treatment using the PBL model assisted by PhET Simulation, and the control class, which learned through conventional methods. The instruments used included a written creative thinking skills test based on Torrance’s indicators (fluency, flexibility, originality, and elaboration), as well as observation sheets to assess the implementation of learning. The analysis results showed that the implementation of the PBL model assisted by PhET Simulation had a positive and significant effect on improving students’ creative thinking skills. This improvement was greater in the experimental class than in the control class. Therefore, the use of the PBL model assisted by PhET Simulation is recommended as an innovative and effective approach to enhance the creative thinking of elementary school students

    PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS V ANTARA MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING DAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman konsep matematis peserta didik kelas V masih tergolong rendah, sedangkan pemahaman konsep matematis merupakan keterampilan dasar yang penting yang harus dimiliki oleh peserta didik. Untuk mengatasi masalah tersebut, terdapat dua model yang diasumsikan dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis, yaitu model Guided Discovery Learning dan model Project-Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep matematis peserta didik yang menggunakan kedua model tersebut. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V di salah satu sekolah di Kota Bandung, dengan sampel dua kelas yang masing-masing terdiri dari 25 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian berjumlah 8 butir soal yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji-t independen dan uji N-Gain dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik pada kategori sedang. Rata-rata skor N-Gain pada kelas Guided Discovery Learning sebesar 0,6641, sedangkan kelas PjBL sebesar 0,5560. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05), karena tidak ada model yang secara mutlak lebih unggul karena keduanya efektif sesuai konteksnya masing-masing. Penelitian ini menyarankan penggunaan kedua model sebagai alternatif dalam mengembangkan pembelajaran matematika di sekolah dasar. This study is motivated by the fact that the conceptual understanding of mathematics among fifth-grade students is still relatively low, even though such understanding is a fundamental skill that students must possess. To address this issue, two instructional models are assumed to improve students’ conceptual understanding: the Guided Discovery Learning model and the Project-Based Learning model. This study aims to determine the difference in the improvement of students’ mathematical conceptual understanding using these two models. The research employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The population consisted of all fifth-grade students at a public elementary school in Bandung, with a sample of two classes, each comprising 25 students. The research instrument was an essay test consisting of 8 validated and reliability-tested items. Data were analyzed using an independent t-test and N-Gain test with the assistance of SPSS software. The results showed that both instructional models could improve students’ conceptual understanding of mathematics in the moderate category. The average N-Gain score in the Guided Discovery Learning class was 0.6641, while the Project-Based Learning class scored 0.5560. The Mann-Whitney test showed no significant difference between the two groups (p > 0.05), indicating that neither model is absolutely superior as both are effective within their respective contexts. This study recommends the use of both models as alternative approaches in developing mathematics instruction in elementary schools

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMIFIKASI WORDWALL TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPS: Penelitian Kuasi Eksperimen pada Peserta Didik Kelas VIII di SMP IT Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta Timur

    Full text link
    Pendidikan di era digital menuntut transformasi dalam proses belajar mengajar yang mengandalkan teknologi. Tantangan seperti menurunnya minat belajar akibat media yang konvensional, khususnya dalam pembelajaran IPS mengharuskan perubahan ke media digital yang sesuai karakteristik peserta didik saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media gamifikasi Wordwall terhadap minat belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif melalui metode kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design serta teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Sampel penelitian ini yaitu kelas 8B dan 8C yang berjumlah 60 peserta didik di SMP IT Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta Timur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, uji independent sample t-test, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan signifikan minat belajar peserta didik sebelum dan sesudah perlakuan media gamifikasi Wordwall di kelas eksperimen; (2) terdapat perbedaan signifikan minat belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol; (3) berdasarkan hasil uji N-gain, media gamifikasi Wordwall memengaruhi minat belajar peserta didik dalam kategori sedang; dan (4) media gamifikasi Wordwall dalam pembelajaran IPS mendapatkan respon positif dari peserta didik. Dengan demikian, penggunaan media gamifikasi Wordwall berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS. Education in the digital era demands a transformation in the teaching and learning process, one that increasingly relies on technology. Challenges such as declining student interest due to the use of conventional media—particularly in Social Studies learning—necessitate a shift toward digital media that aligns with the characteristics of today’s learners. Therefore, this study aims to examine the effect of Wordwall gamification media on students’ learning interest in Social Studies. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. Data were collected through questionnaires and documentation. The research sample consisted of 60 eighth-grade students from classes 8B and 8C at SMP IT Al-Wathoniyah Pusat Putri, East Jakarta. Data analysis techniques included normality test, homogeneity test, paired sample t-test, independent sample t-test, and N-gain test. The results showed that: (1) there was a significant difference in students’ learning interest before and after the use of Wordwall gamification media in the experimental class; (2) there was a significant difference in learning interest between the experimental and control classes; (3) based on the N-gain test, the use of Wordwall gamification media had a moderate effect on students’ learning interest; and (4) Wordwall gamification media received a positive response from students in Social Studies learning. Thus, the use of Wordwall gamification media significantly influences students’ learning interest in Social Studies

    PENGARUH METODE READING GUIDE BERBANTUAN MEDIA FLIPBOOK TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR: Penelitian Kuasi Eksperimen di Kelas VI SDN Setia Mulya 02 di Kab. Bekasi

    Full text link
    Keterampilan membaca pemahaman merupakan aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena menjadi dasar bagi siswa untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta mengembangkan keterampilan literasi secara menyeluruh. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya variasi dalam penerapan metode dan media pembelajaran yang menarik dan efektif. Metode Reading Guide merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, khususnya jika didukung oleh media interaktif seperti Flipbook digital. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar yang mendapatkan pembelajaran dengan metode Reading Guide berbantuan media Flipbook lebih baik dibandingkan siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model KWL (Know, Want to Know, Learned), dan 2) Mengetahui pengaruh metode Reading Guide berbantuan media Flipbook terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Instrumen yang digunakan berupa tes pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan metode Reading Guide berbantuan media Flipbook terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa sebesar 51,3%, dengan nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,63 yang termasuk kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,42 yang termasuk dalam kategori rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh signifikan penerapan metode Reading Guide berbantuan media Flipbook terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar; dan 2) Peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa yang menggunakan metode Reading Guide berbantuan media Flipbook lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model KWL (Know, Want to Know, Learned). ----- Reading comprehension is a crucial aspect of Indonesian language learning in elementary schools, as it serves as a foundation for students to understand information, think critically, and develop overall literacy skills. However, field observations indicate that elementary students' reading comprehension skills are still relatively low. One contributing factor is the lack of variety in applying engaging and effective teaching methods and media. The Reading Guide method is one strategy that can be used to enhance reading comprehension skills, especially when supported by interactive media such as digital flipbooks. This study aims to: 1) Determine the improvement of reading comprehension skills among elementary students who receive instruction using the Reading Guide method assisted by flipbook media compared to those who receive instruction using the cooperative learning model of the jigsaw type, and 2) Examine the effect of the Reading Guide method assisted by flipbook media on students’ reading comprehension skills. This research employed a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The instruments used were pretest and posttest assessments of reading comprehension skills. The data analysis showed a significant effect of the Reading Guide method assisted by flipbook media on students’ reading comprehension skills, with a contribution rate of 51.3%. The N-Gain score in the experimental class was 0.63 (moderate category), while the control class scored 0.42 (low category). The conclusions drawn from this study are: 1) The implementation of the Reading Guide method assisted by flipbook media has a significant effect on elementary students’ reading comprehension skills; and 2) The improvement in reading comprehension skills of students using the Reading Guide method assisted by flipbook media is better than that of students taught using the jigsaw-type cooperative learning model

    PENGARUH PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN WORDWALL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH DASAR: Penelitian Quasi-Eksperimen Dalam Kegiatan Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas 3 Tahun Ajaran 2024/2025 di SDN 9 Nagrikaler

    Full text link
    Penguasaan kosakata merupakan salah satu tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami, mengingat, dan menggunakan kosakata yang telah diajarkan. Hal ini diperparat oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi dan media yang kurang menarik, sehingga siswa cenderung pasif dan mudah lupa terhadap materi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan model Cooperative Learning tipe Make a Match berbantuan media Wordwall yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa melalui aktivitas mencocokkan secara interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini mengkaji peningkatan kosakata bahasa Inggris siswa yang menerapkan model Cooperative Learning tipe Make a Match berbantuan Wordwall dibandingkan dengan siswa yang menggunakan Cooperative Learning tipe Think Pair Share berbantuan Flashcard dan bagaimana pengaruh penggunaan model Cooperative Learning tipe Make a Match berbantuan Wordwall dalam meningkatkan kosakata pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN 9 Nagrikaler tahun ajaran 2024/2025, dengan kelas 3C sebagai kelompok eksperimen dan kelas 3B sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes, yakni pre-test dan post-test untuk mengukur tiga indikator pemahaman kosakata, yaitu form, meaning, dan usage. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata pada siswa yang menggunakan model Cooperative Learning tipe Make a Match berbantuan Wordwall. Dibandingkan dengan kelas kontrol, kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi baik secara individu maupun kelompok. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif berbantuan media interaktif mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. ----- Mastering vocabulary is a primary challenge in elementary English language learning. Students often struggle to understand, recall, and use taught vocabulary, exacerbated by unvaried teaching models and unengaging media that lead to passive learning and quick forgetting. To address this, the Cooperative Learning Make a Match model, supported by Wordwall digital media, was implemented to boost active student participation through interactive matching activities. This research investigates the increase in English vocabulary among students using the Cooperative Learning Make a Match model with Wordwall, compared to those using the Cooperative Learning Think Pair Share model with Flashcards. It also examines the impact of using the Cooperative Learning Make a Match model with Wordwall on improving English vocabulary in elementary school students. Utilizing a quantitative approach with a Quasi-Experimental Nonequivalent Control Group Design, the study involved third-grade students at SDN 9 Nagrikaler during the 2024/2025 academic year. Class 3C served as the experimental group, and Class 3B as the control group. Pre-tests and post-tests were used to measure three indicators of vocabulary comprehension: form, meaning, and usage. The findings revealed a significant improvement in vocabulary mastery within the experimental group. This increase was higher, both individually and collectively, compared to the control class. This demonstrates that using cooperative learning models assisted by interactive media effectively creates a more enjoyable and efficient learning experience for elementary school students

    Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Literasi Digital Anak Usia Dini : Studi pada TK di Jakarta Timur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mengembangkan literasi digital pada anak usia dini. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengidentifikasi tiga peran utama orang tua yaitu sebagai fasilitator, pembimbing, dan pendamping dalam aktivitas digital anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatannya yang berbasis praktik langsung, merumuskan peran secara terstruktur dan menyoroti dinamika tantangan yang relevan dengan kondisi saat ini. Penelitian ini menyoroti dampak dari adanya peran orang tua dan sekolah dalam mengembangkan literasi digital dapat meningkatkan keterampilan digital dasar anak, menanamkan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab serta mengurangi risiko paparan konten negatif dan kecanduan gadget juga mendorong kedekatan emosional dan komunikatif antara anak dan orang tua. Dengan adanya penelitian ini para orang tua menjadi lebih memahami literasi digital dan lebih peduli dengan dampak dari teknologi. This study aims to find out the role of parents in developing digital literacy in early childhood. The approach used is qualitatively descriptive, with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation studies. Data is analyzed using data reduction, data presentation, and conclusions drawn. This study identified three main roles of parents as facilitators, mentors, and assistants in children’s digital activities. The novelty of this research its direct practice-based approach, formulating a structured role and highlighting the dynamics of challenges relevant to current conditions. This study highlights the impact that parents and schools have on developing digital literacy can improve children’s basic digital skills, instill a critical attitude, ethical, and social attitudes and being responsible and reducing the risk of exposure to negative content and gadget addiction also promote emotional and communicative closeness betwen children and parents. With this research, parents are becoming more aware of digital literacy and are more concerned with the impact of technology

    ANALISIS PENGELOLAAN PARIWISATA DI PANTAI KARANG TAWULAN KABUPATEN TASIKMALAYA

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan wisata Pantai Karang Tawulan di Kabupaten Tasikmalaya, sebagaimana diberitakan Kompas.com (2024) yang menyebutkan adanya pembangunan yang belum terealisasi serta kurangnya koordinasi dengan masyarakat lokal. Pantai ini merupakan salah satu destinasi unggulan yang menjadi fokus pengembangan Dinas Pariwisata berdasarkan Perpres No. 81 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Jabar Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan wisata di Pantai Karang Tawulan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis data Miles dan Huberman yang didukung software Nvivo. Hasil penelitian menunjukkan Keberhasilan pengelolaan pariwisata di Karang Tawulan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar perhatian terhadap aspek pelayanan dan pembangunan fisik, tetapi juga sangat bergantung pada sejauh mana potensi bahari dimaksimalkan secara bijak dan berkelanjutan. Upaya pengelolaan ke depan perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih holistik, dengan mempertimbangkan keterlibatan masyarakat lokal, analisis dampak lingkungan, serta pengembangan atraksi berbasis potensi alam yang otentik dan khas daerah pesisir. This study is motivated by the suboptimal management of tourism at Karang Tawulan Beach in Tasikmalaya Regency. According to a 2024 report by Kompas.com, there are development plans that remain unrealized and has lack of coordination with the local community. Karang Tawulan Beach is one of the priority destinations targeted for development by the Tourism Office, in line with Presidential Regulation No. 81 of 2021 on the Acceleration of Development in Southern West Java. The purpose of this study is to examine and analyze the management of tourism at Karang Tawulan Beach. A qualitative method was used, employing Miles and Huberman’s data analysis model supported by Nvivo software. The findings indicate that the success of tourism management in Karang Tawulan is not solely determined by the level of attention given to services and physical infrastructure, but also depends heavily on how wisely and sustainably the area’s marine potential is utilized. Future management efforts should adopt a more holistic approach, considering local community involvement, environmental impact assessments, and the development of attractions based on the region’s authentic and distinctive coastal natural resources

    PENGEMBANGAN BUKU AJAR PARIWISATA PADA MATA KULIAH HOSPITALITY DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kebutuhan buku ajar sebagai sumber belajar mahasiswa karena Mata Kuliah Hospitality merupakan Mata Kuliah baru dalam kurikulum Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar pariwisata pada Mata Kuliah Hospitality di Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur kelayakan dan kebermanfaatan buku ajar, sedangkan kualitatif berfokus pada pengumpulan data berdasarkan hasil observasi, wawancara dan studi dokumen. Tahapan penelitian terdiri dari Analysis, Design, Development, dan Evaluation. Partisipan dalam penelitian ini adalah 2 dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga sebagai akademisi, 2 praktisi dari industri pariwisata, serta 5 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga angkatan 2024 sebagai pengguna buku ajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi pada proses perkuliahan hospitality, wawancara kepada dosen pengampu Mata Kuliah Hospitality, studi dokumen, expert judgement oleh akademisi dan praktisi serta uji coba terbatas kepada pengguna. Hasil validasi pengembangan buku ajar pariwisata adalah: (1) Penilaian validasi oleh akademisi memperoleh hasil dengan kategori sangat layak. (2) Penilaian validasi oleh praktisi memperoleh hasil dengan kategori sangat layak. (3) Hasil uji coba terbatas kepada pengguna memperoleh kriteria sangat bermanfaat. Saran dari penelitian ini adalah mahasiswa dapat menggunakan buku ajar sebagai sumber belajar untuk menguasai ilmu hospitality dalam industri pariwisata yang dapat diakses secara fisik maupun digital. This research is motivated by the need for textbooks as a learning resource for students because Hospitality is a new course in the 2024 Family Welfare Education Study Program curriculum. The purpose of this study is to develop a tourism textbook for the Hospitality Course in the Hospitality Welfare Education Study Program. This research method uses quantitative methods to measure the feasibility and usefulness of textbooks, while qualitative focuses on data collection based on the results of observations, interviews and document studies. The research stages consist of Analysis, Design, Development, and Evaluation. The participants in this study were 2 lecturers of Family Welfare Education as academics, 2 practitioners from the tourism industry, and 5 students of the 2024 Family Welfare Education Study Program as textbook users. Data collection was carried out using observation techniques in the hospitality lecture process, interviews with lecturers teaching Hospitality Courses, document studies, expert judgment by academics and practitioners and limited trials to users. The results of the validation of tourism textbook development are: (1) The validation assessment by academics obtained results with a very feasible category. (2) Validation assessment by practitioners obtained results with a very feasible category. (3) The results of limited trials to users obtained very useful criteria. This research suggests that students can use textbooks as learning resources to master hospitality science in the tourism industry that can be accessed physically or digitally

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇