91757 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA GOOGLE SITES PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MATERI KEBERAGAMAN UNTUK MELATIH LITERASI KEWARGANEGARAAN SISWA SEKOLAH DASAR: Penelitian Design & Development Kelas IV pada salah satu SD di Kecamatan Gede Bage Kota Bandung
Pemahaman tentang keberagaman budaya merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar. Namun, masih banyak siswa kelas IV SD yang belum memahami keberagaman budaya secara mendalam dan belum terbiasa menunjukkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media google sites yang interaktif dan menarik untuk melatih literasi kewarganegaraan pada materi keberagaman budaya. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan Desain dan Pengembangan (Design and Development) tipe 2 yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi ahli, serta uji coba pada siswa. Produk yang dihasilkan berupa desain pengembangan media website interaktif yang dapat digunakan pada pembelajaran keberagaman budaya. Tingkat kelayakan media, berdasarkan penilaian ahli materi, media, bahasa, dan pembelajaran, menunjukkan kategori layak untuk digunakan. Uji coba yang dilakukan kepada siswa memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman keberagaman budaya dan literasi kewarganegaraan, terlihat dari perbandingan nilai pretest dan posttest dengan kategori peningkatan tinggi. Respon positif guru dan siswa menunjukkan bahwa media google sites ini efektif mendukung pembelajaran keberagaman budaya serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan. Dengan demikian, media ini layak menjadi alternatif pembelajaran untuk meningkatkan literasi kewarganegaraan siswa Sekolah Dasar.
---
Understanding cultural diversity is an important aspect of Pancasila Education learning in elementary schools. However, many fourth-grade elementary school students still lack a deep understanding of cultural diversity and are not accustomed to demonstrating mutual respect in their daily lives. This research aims to develop an interactive and engaging Google Sites media platform to train civic literacy in cultural diversity. The method used refers to the Design and Development (D&D) type 2 approach, which includes needs analysis, design, development, expert validation, and student trials. The resulting product is a design for developing interactive website media that can be used in cultural diversity learning. The media's suitability, based on expert assessments on material, media, language, and learning, indicates a suitable category for use. Tests conducted with students demonstrated significant improvements in understanding cultural diversity and civic literacy, as evidenced by a comparison of pretest and posttest scores, with a high improvement category. Positive responses from teachers and students indicate that Google Sites effectively supports learning about cultural diversity and fosters mutual respect. Therefore, this media is a suitable learning alternative for improving civic literacy in elementary school students
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA ASN BERAKHLAK DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI JAWA BARAT MELALUI APLIKASI SISTA PRAJA
Penelitian ini mengangkat topik mengenai strategi peningkatan kinerja ASN BerAKHLAK melalui aplikasi Sista Praja. Fokus utama adalah mengkaji penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, menilai efektivitas aplikasi dalam pengembangan kompetensi ASN, serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya di BPSDM Provinsi Jawa Barat. Tujuannya adalah memberikan gambaran menyeluruh mengenai penerapan nilai-nilai tersebut dalam mendukung peningkatan kinerja ASN secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tiga peserta pelatihan ASN dan satu Analis Pengembangan Kompetensi Ahli Madya. Lokasi penelitian dilakukan di BPSDM Provinsi Jawa Barat sebagai institusi penyelenggara pelatihan ASN BerAKHLAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dilakukan secara sistematis melalui pelatihan yang menginternalisasi tujuh nilai inti: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Aplikasi Sista Praja berfungsi sebagai platform pembelajaran digital yang mendukung pengembangan kompetensi ASN secara mandiri, fleksibel, dan mudah diakses. Meskipun ada tantangan seperti rendahnya motivasi peserta, pelatihan tetap memberikan dampak positif, dengan peningkatan signifikan dalam kinerja ASN setelah mengikuti pelatihan.
This research addresses the strategy for improving the performance of ASN BerAKHLAK through the Sista Praja application. The primary focus is to examine the implementation of ASN BerAKHLAK, assess the application's effectiveness in developing Civil Servant competencies, and identify implementation challenges at the West Java Provincial Human Resources Development Agency (BPSDM). The goal is to provide a comprehensive projected picture of how these values will drive sustainable improvement in Civil Servant performance. This research employed a qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The informants consisted of three participants in the Civil Servant training and one Associate Expert in Competency Development Analyst. The research was conducted at the West Java Provincial Human Resources Development Agency (BPSDM), which is the institution responsible for administering ASN BerAKHLAK training. The results indicate that the implementation of the BerAKHLAK values is systematically carried out through training, which internalizes seven core values: service-oriented, accountable, competent, harmonious, loyal, adaptive, and collaborative. The Sista Praja application serves as a digital learning platform that encourages and supports the independent, flexible, and accessible development of Civil Servant competencies. Despite facing challenges, such as low participant motivation, this training still had a positive impact, with a significant increase in the performance of Civil Servants after attending the training
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN LOGICAL THINKING SISWA PADA PEMBELAJARAN SISTEM KOMPUTER
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan multimedia interaktif guna meningkatkan kemampuan logical thinking siswa pada materi sistem komputer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir logis siswa serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Selain itu, siswa juga menyadari perlunya multimedia yang mendukung proses pembelajaran mereka dalam memahami sistem komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas X SMAN 1 Dukupuntang. Instrumen yang digunakan meliputi tes pretest dan posttest, instrumen validasi media serta angket tanggapan siswa terhadap multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif “LearnRobin” mendapat respon positif dari siswa (83,90%). Rata-rata skor pretest sebesar 74,11 meningkat menjadi 95,61 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,59 yang termasuk kategori sedang. Kemampuan logical thinking siswa mengalami peningkatan dengan kriteria gain skor sedang, yaitu 0,70 pada keruntutan berpikir, 0,61 pada kemampuan berargumen, dan 0,57 pada penarikan kesimpulan. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan PBL berbasis multimedia interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan logical thinking siswa dan menciptakan pembelajaran yang interaktif.
This study aims to implement the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with interactive multimedia to enhance students’ logical thinking skills in the topic of computer systems. The background of this study stems from the low level of students’ logical thinking abilities and the limited use of interactive learning media. In addition, students recognized the need for multimedia that supports their learning process in understanding computer systems. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants of this study were 36 tenth-grade students at SMAN 1 Dukupuntang. The instruments used included pre- and post-tests, media validation instruments, and student response questionnaires regarding the multimedia. The findings revealed that the interactive multimedia “LearnRobin” received positive feedback from students (83.90%). The average pretest score of 74.11 increased to 95.61 in the posttest, with an N-Gain score of 0.59, categorized as moderate. Students’ logical thinking skills also improved, with a gain score of 0.70 in logical sequencing, 0.61 in reasoning, and 0.57 in drawing conclusions. These results indicate that the application of PBL-based interactive multimedia is effective in improving students’ logical thinking skills while fostering an engaging and interactive learning environment
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS ETNOSAINS TERKAIT MAKANAN KETUPAT AIR TANJUNG UNTUK PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnosains dengan mengangkat budaya lokal Ketupat Air Tanjung sebagai bahan ajar pengayaan pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih minimnya bahan ajar kontekstual yang mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran sains. Metode yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR) yang terdiri atas tahap analisis kebutuhan, desain produk, uji coba lapangan, serta refleksi dan revisi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V di SDN 1 Tanjung (uji coba 1) dan SDN Margacinta (uji coba 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Validitas dibuktikan melalui penilaian para ahli, kepraktisan terlihat dari respon positif peserta didik dan guru, sedangkan efektivitas terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa antara uji coba tahap 1 dan tahap 2. LKPD ini mengintegrasikan unsur-unsur etnosains seperti pengetahuan lokal, praktik tradisional, dan kearifan budaya masyarakat Tanjung pada lima bab materi IPA. Dengan demikian, LKPD berbasis etnosains Ketupat Air Tanjung ini layak digunakan sebagai bahan ajar pengayaan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterkaitan siswa terhadap budaya lokal dalam pembelajaran IPA.
This study aims to develop a Student Worksheet (LKPD) based on ethnoscience by incorporating the local culture of Ketupat Air Tanjung as enrichment material in elementary science learning. The research was motivated by the limited availability of contextual teaching materials that integrate local cultural knowledge into cience education. The method used is Design-Based Research (DBR), which consists of four stages: need analysis, product design, field trials, and reflectionrevision. The research subjects were fifth-grade students at SDN 1 Tanjung (first trial) and SDN Margacinta (second trial). The results showed that the developed LKPD met the criteria of being valid, practical, and effective. Validity was confirmed by expert judgment; practicality was evident from the positive responses of both students and teachers; and effectiveness was demonstrated by improved student learning outcomes between trial stages. The LKPD integrates various elements of ethnoscience such as local knowledge, traditional practices, and cultural wisdom of the Tanjung community into five science topics. Therefore, the Ketupat Air Tanjung-based ethnoscience LKPD is considered feasible for use as an enrichment learning material to enhance students’ conceptual understanding and strengthen the connection between science and local culture in elementary education
TRANSFORMASI WASTE TO ENERGY: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat melalui E-Modul Interaktif
Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah pedesaan, khususnya di Desa Kampung Benteng, Kabupaten Purwakarta, masih menjadi isu yang memerlukan solusi strategis dan berkelanjutan. Minimnya fasilitas pembuangan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat, serta keterbatasan
literasi digital menjadi faktor penghambat dalam pengelolaan sampah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis konsep Waste to Energy sebagai media edukasi untuk meningkatkan
literasi digital masyarakat dan mendorong keterlibatan mereka dalam pengelolaan sampah berbais teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluastion), sedangkan pengukuran penerimaan dan efektivitas e-modul dilakukan dengan pendekatan Technology Acceptance
Model (TAM) yang mencakup indikator Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), dan Acceptance of Technology (AOT). Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 4 poin yang terdiri dari 24 butir pernyataan, disebarkan kepada 37 responden yang dipilih menggunakan
teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif WTE yang dikembangkan memperoleh validasi dari ahli materi sebesar 78,95% (kategori baik) dan dari ahli media sebesar 97,37% (kategori
sangat baik). Pengujian efektivitas menunjukkan rata-rata skor PEOU sebesar 3,32, PU sebesar 3,34, dan AOT sebesar 3,31, dengan rata-rata keseluruhan 3,33 (kategori setuju hingga sangat setuju) dan standar deviasi berkisar antara 0,45–0,51. Hasil ini mengindikasikan bahwa e-modul dinilai mudah digunakan, bermanfaat, dan dapat diterima oleh masyarakat. Dengan demikian, e-modul interaktif ini dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran mandiri untuk meningkatkan literasi digital dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi.
-----
Waste management issues in rural areas, particularly in Benteng Village, Purwakarta Regency, remain a pressing concern requiring strategic and sustainable solutions. The lack of waste disposal facilities, low public awareness, and limited digital literacy are key barriers to effective waste management. This study aims to develop an interactive e-module based on
the Waste to Energy concept as an educational tool to enhance community digital literacy and encourage their involvement in technology-based waste management. The research method used is the ADDIE (Analysis, Design,
Development, Implementation, Evaluation) development model, while the measurement of acceptance and effectiveness of the e-module is conducted using the Technology Acceptance Model (TAM) approach, which includes the indicators of Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), and Acceptance of Technology (AOT). The research instrument consisted of a 4 point Likert scale questionnaire comprising 24 statements, distributed to 37 respondents selected using convenience sampling. The research results showed that the interactive WTE e-module developed received validation from subject matter experts at 78,95% (good category) and from media experts at 97,37% (very good category). Effectiveness testing showed an average PEOU score of 3.32, PU of 3.34, and AOT of 3.31, with an overall average of 3.33 (category: agree to strongly agree) and a standard deviation ranging from 0.45 to 0.51. These results indicate that the e-module is considered easy to use, beneficial, and acceptable to the public. Therefore, this interactive e-module is deemed suitable and effective for use as a self learning medium to enhance digital literacy and encourage public participation in technology-based waste management
DAMPAK TOXIC PARENTING TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK: Penelitian Studi Kasus pada Orang Tua yang mempunyai anak usia 5 – 6 Tahun
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena toxic parenting yang secara tidak disadari masih banyak dilakukan oleh orang tua dan berdampak negatif pada perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku toxic parenting, memahami faktor penyebabnya, dan mengetahui dampaknya terhadap anak. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi,dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seperti terlalu mengontrol, kekerasan verbal, serta kritik berlebihan berdampak pada anak berupa rendahnya rasa percaya diri, kesulitan bersosialisasi, dan ketidakmampuan mengelola emosi.
-----
This study is based on the phenomenon of toxic parenting, which is still commonly practiced unconsciously by parents and has a negative impact on the social-emotional development of children aged 5–6 years. The purpose of this study is to identify forms of toxic parenting behavior, understand the underlying factors, and determine its effects on children. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected and through observations,. The results revealed that behaviors such as excessive control, verbal abuse, and harsh criticism lead to negative outcomes in children, including low self-esteem, difficulties in social interaction, and poor emotional regulation
PERAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK: Studi Kasus pada Orang Tua di Kota Bekasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak kurang bersemangat belajar
karena kurangnya dorongan, perhatian dan keterlibatan dari orang tua. Peran orang
tua melalui pola asuh sangat penting dalam membentuk minat dan semangat belajar
anak. Namun kenyataannya, sebagian orang tua masih menyerahkan sepenuhnya
pendidikan kepada sekolah sehingga anak di rumah kurang mendapat bimbingan.
Kurangnya pendampingan ini membuat anak cenderung lebih banyak bermain dan
sulit diarahkan. Kondisi sosial dan kesibukan orang tua juga memengaruhi cara
mengasuh, sehingga motivasi belajar anak menjadi tidak berkembang secara
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan orang tua pada pola
asuh dalam mengembangkan motivasi belajar anak. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain
penelitian studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pengumpulan data
menggunakan tiga teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Wawancara dilakukan kepada enam responden yakni orang
tua ayah dan ibu yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini ditemukan bahwa
dengan latar belakang yang beragam menunjukkan bahwa ketika orang tua terlibat
aktif dengan mendampingi anak, berkomunikasi dengan baik, memberi perhatian
dan memberikan apresiasi anak menjadi lebih bersemangat belajar dan lebih
percaya diri. Walaupun setiap keluarga memiliki cara pengasuhan yang berbeda
sesuai kondisi masing-masing, keterlibatan orang tua tetap menjadi kunci utama
terciptanya suasana belajar yang positif dan mendukung perkembangan anak.
-----
This study was motivated by the large number of children who lack enthusiasm for
learning due to a lack of encouragement, attention, and involvement from their
parents. The role of parents through parenting patterns is very important in shaping
children's interest and enthusiasm for learning. However, in reality, some parents
still leave education entirely to schools, so children at home receive less guidance.
This lack of guidance makes children more likely to play and difficult to direct.
Social conditions and parental busyness also influence parenting styles, resulting
in children's learning motivation not developing optimally. This study aims to
investigate the role of parents in parenting styles in developing children's learning
motivation. The research method used in this study is a qualitative approach with a
case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and
documentation. In data collection, three data analysis techniques were used: data
reduction, data presentation, and drawing conclusions. Interviews were conducted
with seven respondents, namely fathers and mothers who have children aged 5-6
years. The study found that, despite diverse backgrounds, when parents actively
engage with their children by accompanying them, communicating effectively,
showing attention, and providing appreciation, the children become more
enthusiastic about learning and more confident. Although each family has different
parenting styles tailored to their specific circumstances, parental involvement
remains the key factor in creating a positive learning environment that supports
children's development
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PELATIHAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA PELATIHAN BIDANG KESEHATAN DI UPTD PELATIHAN KESEHATAN DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT
Penelitian ini dilakukan atas dasar temuan permasalahan dalam sarana, prasarana, akomodasi, dan penunjang pembelajaran yang menjadi bagian dari pelayanan di instansi penyelenggaraan pelatihan. Permasalahan tersebut dapat berpotensi mempengaruhi motivasi belajar peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas pelayanan pelatihan terhadap motivasi belajar peserta pelatihan bidang kesehatan di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 94 orang peserta pelatihan sebagai responden. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS Statistic 31.0 dan Microsoft Excel 2019. Hasil perhitungan nilai rata-rata kecenderungan umum menggunakan teknik Weight Means Score (WMS) menunjukkan kualitas pelayanan pelatihan mendapatkan kategori sangat baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 3,64, sedangkan motivasi belajar peserta pelatihan memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,59 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui kualitas pelayanan pelatihan sebesar 64,3% mempengaruhi motivasi belajar peserta pelatihan. Selain itu, ditunjukkan dengan hasil uji signifikansi dengan nilai t-statistik sebesar 12,886 > 1,662 yang dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan pelatihan berpengaruh secara positif signifikan terhadap motivasi belajar peserta pelatihan bidang kesehatan.
This study was conducted based on the findings of problems in facilities, infrastructure, accommodation, and learning support that are part of the services at the training organizing agency. These problems can potentially affect the learning motivation of participants in participating in training activities. This study aims to determine the effect of the quality of training services on the learning motivation of health training participants at the UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The data collection technique was carried out by distributing questionnaires to 94 training participants as respondents. Data processing was carried out with the help of the SPSS Statistic 31.0 application and Microsoft Excel 2019. The results of the calculation of the average value of the general tendency using the Weight Means Score (WMS) technique showed that the quality of training services was in the very good category with an average value of 3.64, while the learning motivation of training participants obtained an average value of 3.59 with a very good category. Based on the results of the hypothesis test, it is known that the quality of training services by 64.3% affects the learning motivation of training participants. In addition, it is shown by the results of the significance test with a t-statistic value of 12.886 > 1.662 which can be concluded that the quality of training services has a significant positive effect on the learning motivation of health training participants
RANCANG BANGUN APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK REKAPITULASI TIKET MANAGE SERVICE PROJECT EKSTERNAL (STUDI KASUS: PT. TELKOM AKSES REGIONAL 2)
Proses rekapitulasi tiket manage service project eksternal di PT. Telkom Akses Regional 2 sebelumnya dilakukan secara manual, yaitu teknisi mengirimkan data tiket melalui chat Telegram kepada staf Performance Evaluation yang kemudian menyalinnya kembali ke Excel. Mekanisme ini menimbulkan sejumlah kendala, seperti ketidakteraturan format data, potensi human error, serta keterlambatan laporan. Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi berbasis web yang dapat menyederhanakan proses rekapitulasi tiket sehingga lebih terstruktur dan efisien. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, perencanaan, desain sistem, pengembangan sistem, pengujian sistem, deployment, dan analisis hasil. Website dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel, memanfaatkan Tailwind CSS untuk mengatur style pada User Interface (UI), serta MySQL sebagai database. Evaluasi sistem dilakukan dengan Black Box Testing oleh dua validator untuk mengukur kesesuaian fungsional dan pengujian System Usability Scale (SUS) oleh 40 responden untuk menilai aspek kegunaan. Hasil pengujian menunjukkan tingkat kesesuaian fungsional sebesar 100% (kategori sangat layak) dan skor SUS rata-rata 85,875 (kategori Best Imaginable, Grade A+). Hasil tersebut membuktikan bahwa aplikasi yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi proses rekapitulasi tiket manage service project eksternal di PT. Telkom Akses Regional 2.
_____
The recapitulation process of external managed service project tickets at PT. Telkom Akses Regional 2 was previously carried out manually, in which technicians submitted ticket data via Telegram chat to the Performance Evaluation staff, who then re-entered the data into Excel. This mechanism created several issues, including irregular data formats, potential human errors, and report delays. This study aims to develop a web-based application that simplifies the ticket recapitulation process to make it more structured and efficient. The research stages included problem identification, planning, system design, system development, system testing, deployment, and result analysis. The website was developed using PHP programming language with the Laravel framework, Tailwind CSS for user interface styling, and MySQL as the database. System evaluation was conducted through Black Box Testing by two validators to measure functional suitability and the System Usability Scale (SUS) with 40 respondents to assess usability aspects. The test results showed a functional suitability rate of 100% (categorized as highly feasible) and an average SUS score of 85.875 (categorized as Best Imaginable, Grade A+). These results demonstrate that the developed application can enhance the effectiveness, efficiency, and accuracy of the ticket recapitulation process for external managed service projects at PT. Telkom Akses Regional 2
PENGGUNAAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERBANTUAN SMART APPS CREATOR TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SD DALAM KONSEP PENGUKURAN: Penelitian Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas IV di Dua Sekolah Dasar, Kecamatan Bojongsoang,dan Kabupaten Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pengukuran luas dan volume satuan tidak baku dan satuan, terutama dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penggunaan pendekatan realistic mathematics education berbantuan smart apps creator terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dan perbedaan peningkatan dari kelas yang menggunakan media smart apps creator dan kelas menggunakan media powerpoint. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini yaitu metode kuasi eksperimen dengan desain the non-equivalent control group design melalui pretest dan posttest. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas IV pada dua sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojongsoang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi matematis terlihat dari hasil penelitian yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 57,48 dan nilai rata-rata Posttest sebesar 82,61 dengan peningkatan sebesar 25,13 di kelas eksperimen. Adapun perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen, terjadi peningkatan dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,6027, sedangkan pada kelas kontrol terjadi peningkatan dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,5307. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang signifikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan uji-t dua sampel yang dilakukan menunjukkan nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak yang artinya terdapat perbedaan peningkatan komunikasi matematis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan realistic mathematisc education berbantuan smart apps creator dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah dasar.
--------
This study was motivated by the low level of students' mathematical communication skills in learning about the measurement of area and volume of non-standard units and units, especially in solving story problems. The purpose of this study is to determine the improvement in students' mathematical communication skills through the use of a realistic mathematics education approach assisted by smart app creators, as well as the differences in improvement between classes using smart app creators and those using PowerPoint. The quantitative research method employed in this study is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design, utilizing pretest and posttest assessments. The sample consisted of fourth-grade students from two public elementary schools in Bojongsoang District. The results showed an improvement in mathematical communication skills, as indicated by the pretest average score of 57.48 and the posttest average score of 82.61, with an increase of 25.13 in the experimental class. There was a difference in the improvement of mathematical communication skills between the experimental class and the control class. In the experimental class, there was an increase with an average N-Gain of 0.6027, while in the control class, there was an increase with an average N-Gain of 0.5307. This indicates that there is a significant difference in the improvement of mathematical communication skills between the experimental class and the control class. This is proven by the two-sample t-test