Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    BUILDING A CHAMPION MENTALITY: Coaches' Behavior on Karate Athletes' Psychological Health

    Full text link
    This study aims to explore more deeply how the behaviour of karate coaches in Banjar City can contribute to the formation of a champion mentality and how much influence it has on the psychological health of athletes. This type of research is quantitative with a correlational approach. The instrument used is a combination of the Coaching Behavior Scale for Sport (CBS-S) and the Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale (WEMWBS). Samples were collected using a purposive sampling technique with certain considerations. Athletes selected to be sampled have a minimum requirement of 6 months who have been trained by the same coach routinely at least 3 times a week. The population in this study were karate athletes in Banjar City with a sample of 25 athletes. The data that has been collected is processed and analyzed using software in the form of Statistical Product and Service Solution (SPSS) 27 using the Pearson Correlation test and the coefficient of determination (R Square) test. The results of the data analysis show that coach behaviour is strongly related to the psychological health of athletes which is significant. With a percentage of 37.7% of the psychological health of athletes influenced by the behaviour of coaches, this percentage is considered quite large because there are other factors outside the behaviour of coaches that affect the psychological health of athletes, both internal and external factors. This study also revealed that of the 25 athletes who were the research samples, 10 of them had good psychological levels, 9 athletes experienced mild depression, and 6 other athletes experienced severe depression. The results of this study conclude that the behavior of coaches affects the psychological health of athletes including motivating to build a champion mentality in athletes

    Penggunaan PLatform Merdeka Mengajar: Pengalaman dan Pemahaman Guru Sekolah Dasar

    Full text link
    Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan platform yang diluncurkan pada Merdeka Belajar episode 15, untuk dimanfaatkan oleh guru dalam meningkatkan kompetensi dan memudahkan penilaian kinerja. Akan tetapi fakta di lapangan berbeda dengan tujuan utama diluncurkannya PMM, ada guru yang menganggap PMM sebagai beban tambahan guru, sehingga peserta didik di kelas terabaikan, ada juga yang menganggap PMM sebagai peluang untuk berkembang dan meningkatkan kompetensi. Dari 2 respon terebut, peneliti tertarik untuk menggali secara mendalam bagaimana pengalaman guru pada saat menggunakan PMM dan bagaimana pemahaman mereka dalam menggunakan PMM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, desain ini dipilih karena paling cocok untuk topik ini, karena desain ini berfokus untuk mendeskripsikan pengalaman suatu kelompok yang sudah mengalami hal yang sama. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Partisipan yang terlibat sebanyak 21 guru yang berasal dari daerah pedesaan, peralihan, dan perkotaan. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di daerah pedesaan mengalami sedikit pengalaman, karena kurangnya pemahaman mereka dalam menggunakan PMM, sehingga jarang menggunakan PMM. Guru di daerah peralihan dan perkotaan mengalami banyak hal saat menggunakan PMM, dari adaptasi, kolaborasi, pembuatan aksi nyata, pengelolaan kinerja, mencari ide praktik, hingga membagikan hasil karya. Hal-hal tersebut dialami guru karena mereka memahami bagaimana cara menggunakan PMM, sehingga PMM dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kata Kunci : Pengalaman Guru Sekolah Dasar, Pemahaman Guru Sekolah Dasar, PMM beban tambahan guru, PMM untuk meningkatkan kompetensi. Platform Merdeka Mengajar (PMM) is a platform launched in Merdeka Belajar episode 13, to be used by teachers to improve their competence and facilitate performance assessment. However, the facts on the ground are different from the main purpose of launching PMM, there are teachers who consider PMM as an additional burden for teachers, so that students in class are neglected, there are also those who consider PMM as an opportunity to develop and improve competence. From the 2 responses, the researcher is interested in exploring in depth how teachers' experiences are when using PMM and how they understand using PMM. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design, this design was chosen because it is most suitable for this topic, because this design focuses on describing the experiences of a group that has experienced the same thing. Data collection was carried out through interviews and observations. The participants involved were 21 teachers from rural, transitional, and urban areas. Data validation used source triangulation techniques and triangulation of data collection techniques. The results showed that teachers in rural areas had little experience, due to their lack of understanding in using PMM, so they rarely used PMM. Teachers in transitional and urban areas experience many things when using PMM, from adaptation, collaboration, making real actions, managing performance, finding ideas for practice, to sharing work results. These things are experienced by teachers because they understand how to use PMM, so that PMM is utilized properly. Keywords: Elementary School Teacher Experience, Elementary School Teacher Understanding, PMM additional burden for teachers, PMM to improve competence

    PENGEMBANGAN MEDIA INDOMADU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS 6 SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran abad 21, terutama bagi siswa sekolah dasar yang perlu dibekali keterampilan digital sejak dini. Literasi digital berperan penting dalam membantu siswa memanfaatkan teknologi secara optimal dan bijak guna mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital bernama INDOMADU untuk meningkatkan literasi digital siswa kelas 6 sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Tahap analisis dilakukan dengan wawancara guru kelas 6 untuk mengidentifikasi tantangan literasi digital di sekolah. Media ini didesain menggunakan Canva dan dikonversi menjadi aplikasi menggunakan Smart Apps Creator (SAC). Sebelum tahap implementasi media di validasi oleh ahli materi dan ahli media dengan diperoleh hasil sangat layak digunakan. Pada uji coba kelompok kecil, kelompok besar memperoleh kualifikasi sangat baik. Hasil analisis data melalui pretest dan posttest menunjukan peningkatan literasi digital setelah menggunakan media INDOMADU, dengan demikian media INDOMADU terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa kelas 6 sekolah dasar. Rekomendasi dari temuan ini adalah untuk mengembangkan media INDOMADU dengan memperluas cakupan materi pembelajaran sehingga media dapat digunakan di berbagai mata pelajaran lainya guna meningkatkan literasi digital. Improving digital literacy is an urgent need in 21st century learning, especially for elementary school students who need to be equipped with digital skills from an early age. Digital literacy plays an important role in helping students utilize technology optimally and wisely to support the learning process. This study aims to develop a digital learning media called INDOMADU to improve the digital literacy of 6th grade elementary school students. This study uses a research and development (R&D) method with the ADDIE model. The analysis stage was carried out by interviewing 6th grade teachers to identify digital literacy challenges in schools. This media was designed using Canva and converted into an application using Smart Apps Creator (SAC). Before the implementation stage, the media was validated by material experts and media experts with the results obtained being very suitable for use. In the small group trial, large group and implementation obtained very good qualifications. The results of data analysis through pretest and posttest showed an increase in digital literacy after using INDOMADU media, thus INDOMADU media has proven effective in improving digital literacy of 6th grade elementary school students. The recommendation from this finding is to develop INDOMADU media by expanding the scope of learning materials so that the media can be used in various other subjects to improve digital literacy and student involvement in the learning process

    EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ETNOMATEMATIKA SUNDA MELALUI PERMAINAN SUNDA MANDA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SKILL MATEMATIS DAN SIKAP SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi ini merupakan penelitian kuantitatif model metode Quasi Experimental Design. Bentuk eksperimen yang digunakan yaitu non equivalent control group design. Penelitian ini dilakukan di kelas V A SDN Tembong 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas V A SDN Serang 13 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran etnomatematika sunda melalui permainan sunda manda dalam meningkatkan kemampuan problem solving skill matematis dan sikap siswa. Penelitian dilakukan dengan memberikan pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol, lalu kemudian diberikan perlakuan. Untuk kelas eksperimen menggunakan pembelajaran etnomatematika sunda melalui permainan sunda manda sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran ekspositori, kemudian diberikan posttest. Untuk kelas eksperimen, diberikan angket untuk mengetahui sikap siswa. Hasil yang didapatkan yaitu perhitungan gain sebesar 70,25% pada kelas eksperimen dan 42,41% pada kelas kontrol. Ini membuktikan bahwa pembelajran etnomatematika sunda permainan sunda manda lebih efektif daripada pembelajaran metode ekspositori dalam meningkatkan kemampuan problem solving skill matematis siswa. Untuk sikap siswa sebanyak 56,7% mengatakan sangat memuaskan, 20% memuaskan dan 23,3% cukup memuaskan. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran etnomatematika sunda melalui permainan sunda manda dapat diterima dan berdampak positif bagi siswa. Kata Kunci: Etnomatematika Sunda, Permainan Sunda Manda, Problem Solving Skill Matematis, Sikap Siswa ABSTRACT This thesis is a quantitative research model of Quasi Experimental Design method. The form of experiment used is non-equivalent control group design. This research was conducted in class V A SDN Tembong 2 as the experimental class and class V A SDN Serang 13 as the control class. This study aims to determine the effectiveness of Sundanese ethnomathematics learning through the sunda manda game in improving mathematical problem solving skills and student attitudes. The research was conducted by giving pretests to experimental and control classes, then giving treatment. For the experimental class using Sundanese ethnomathematics learning through the sunda manda game while the control class uses expository learning, then given a posttest. For the experimental class, a questionnaire was given to determine student attitudes. The results obtained are the calculation of gain of 70.25% in the experimental class and 42.41% in the control class. This proves that the Sundanese ethnomathematics learning game sunda manda is more effective than the expository method of learning in improving students' mathematical problem solving skills. For student attitudes, 56.7% said they were very satisfying, 20% were satisfying and 23.3% were quite satisfying. This shows that learning Sundanese ethnomathematics through the Sundanese manda game is acceptable and has a positive impact on students. Keywords: Sundanese Ethnomathematics, Sunda Manda Game, Mathematical Problem Solving Skill, Student Attitud

    IMPLEMENTASI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAMI SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SDIT CORDOVA PONDOK AREN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program Bina Pribadi Islami dalam pembentukan karakter religius siswa di SDIT Cordova Pondok Aren. Program BPI dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan pembinaan karakter siswa yang sejalan dengan nilai-nilai Islami. Fokus penelitian ini adalah menggambarkan proses pelaksanaan program baik dalam perencanaan, pelaksanaan program, dan juga evaluasi program, serta implikasinya terhadap siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi dan kuesioner. Berdasarkan hasil yang didapatkan diketahui bahwa program ini memiliki implikasi yang baik kepada siswa sebesar 94%, hal ini bisa terlihat dari siswa yang sudah memiliki kesadaran untuk melaksanakan ibadah fardhu dan ibadah sunah, memiliki kesopanan dengan guru, memiliki adab dengan teman sebayanya, dan juga akhlak siswa yang mengalami peningkatan. Namun, program ini tak lepas oleh faktor pendukung dan penghambat. Salah satu faktor pendukung adalah dukungan yang baik dari berbagai pihak terhadap program ini sehingga program Bina Pribadi Islami di SDIT Cordova berjalan dengan baik. Sedangkan, salah satu faktor penghambat dari program ini adalah waktu yang terbatas dalam program ini. Sehingga optimalisasi program masih sangat perlu untuk ditingkatkan. Supaya program ini dapat berjalan dengan baik dan semaksimal mungkin. This study aims to explore the implementation of the Bina Pribadi Islami program in shaping students' religious character at SDIT Cordova Pondok Aren. The BPI program is designed as a response to the need for character development that aligns with Islamic values. This research focuses on describing the implementation process of the program, including its planning, execution, evaluation, and its implications for students.A qualitative approach was employed in this study, using a case study method. Data collection techniques included interviews, observations, document analysis, and questionnaires. The findings indicate that the program has a positive impact on students, with 94% showing improvement. This is reflected in students' increased awareness of religious practices, politeness towards teachers, appropriate manners with peers, and overall moral development. However, the program is influenced by both supporting and inhibiting factors. One of the key supporting factors is the strong support from various stakeholders, ensuring the effective implementation of the Bina Pribadi Islami program at SDIT Cordova. Conversely, a significant challenge faced by the program is the limited time available for its execution. Therefore, further optimization is necessary to enhance the program's effectiveness and ensure its maximum potential is realized

    PENGARUH LATIHAN SMALL SIDE GAMES DENGAN METODE PYRAMID TERHADAP PENINGKATAN ANAEROBIC ALAKTASID PADA PEMAIN SEPAK BOLA USIAREMAJA(U-17)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek latihan Small-Sided Games(SSG)dengan metode Pyramidterhadap peningkatan kapasitas anaerob alaktasidpada pemain sepak bola Akademi Persib U-17. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan desain pre-testdan post-test, serta menerapkan Running-Based Anaerobic Sprint Test(RAST)sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi latihan yang diberikan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan sprint, yang tercermin dari penurunan total waktu sprintdan Fatigue Indexpada sebagian besar peserta. Analisis statistik melalui uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk test menunjukkan bahwa data pre-testmemiliki nilai (p-value = 0.999 > 0.05), sedangkan data post-test memiliki nilai (p-value = 0.221 > 0.05). Karena kedua p-value (Sig.) > 0.05, bahwa data berdistribusi normal. Serta analisis statistik melalui Paired Sample t-Testmengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test (p-value = 0.029 < 0.05), yang mengonfirmasi bahwa latihan SSGefektif dalam meningkatkan daya tahan anaerob serta efisiensi energi pemain. Simpulan, metode Small-Sided Games(SSG)direkomendasikan sebagaistrategi pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas anaerob alaktasid dalam pemain sepak bola

    KEGIATAN BELAJAR TEKNIK VOKAL BATAK TOBA ANDUNG DI SANGGAR SENI BUDAYA ANGEL ELKANEAN SAMOSIR.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik belajar vokal Batak Toba Andung di sanggar seni Angel Elkanean Samosir, yang berfokus pada anak-anak dan remaja sebagai peserta utama. Andung merupakan salah satu bentuk seni vokal tradisi yang mengandung nilai budaya yang mendalam, serta memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas budaya Batak Toba. Kegiatan belajar vokal Batak Toba Andung menjadi sarana yang efektif dalam memperkenalkan dan melestarikan tradisi ini kepada generasi muda di Samosir. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Studi ini difokuskan pada kegiatan belajar vokal Andung di Sanggar Seni Angel Elkanean Samosir sebagai satu kasus yang merepresentasikan praktik pelestarian seni vokal tradisional Batak Toba di kalangan generasi muda. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan pengajar dan peserta didik, serta studi dokumentasi terhadap materi pembelajaran dan arsip kegiatan sanggar. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam bagaimana proses belajar vokal dilakukan, tantangan yang dihadapi selama kegiatan berlangsung, serta dampaknya terhadap penguatan nilai budaya dan pengembangan karakter anak-anak dan remaja di daerah tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran vokal Batak Toba Andung di sanggar Angel Elkanean mengutamakan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak dan remaja. Proses pengajaran lebih ditekankan pada pemahaman terhadap lirik yang berisi nilai moral dan kearifan lokal, penguasaan Teknik vokal yang sesuai dengan karakteristik lagu Andung, serta penanaman rasa cinta terhadap budaya Batak Toba. Selain itu, para peserta didik juga diajarkan untuk menghayati ritme dan melodi yang khas dalam lagu Andung, yang menjadi ciri khas seni vokal Batak Toba. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam pembelajaran, seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan pengajaran yang lebih intensif, semangat generasi muda di Samosir untuk mempelajari dan melestarikan budaya ini sangat tinggi. Pembelajaran vokal Andung diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap seni tradisional serta memperkuat jati diri budaya Batak Toba di kalangan anak-anak dan remaja. Keywords: Kegiatan Belajar Vokal, Batak Toba, Andun

    REKONSTRUKSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMPERKUAT IDENTITAS NASIONAL PERSPEKTIF GLOBAL : Studi Deskriptif di UPI, UNJ, dan UNNES

    Full text link
    Penelitian ini didasari adanya keprihatinan penulis akan lunturnya identitas nasional warga negara muda, pada sisi lain warga negara muda dihadapkan pada realita dunia yang global. Tujuan penelitian mendapatkan 1) gambaran rekonstruksi kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan terhadap identitas nasional perspektif global mahasiswa, 2) Menganalisis dinamika pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat identitas nasional perspektif global mahasiswa, dan 3) merekonstruksi kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat identitas nasional perspektif global mahasiswa. Penelitian disertasi ini di desain menggunakan metode penelitian campuran atau mixed methode research dengan pendekatan sequential explanatory. Populasi adalah mahasiswa Program Studi S-1 PPKn, dengan sampling mahasiswa semester 5,7 di Prodi PPKn UPi, Prodi PPKn UNJ, dan Prodi PPKn yang berjumlah 261 dengan sampel sebanyak 182, dengan waktu penelitian di mulai pada Kalender akademik Ganjil tahun 2023-2025. Hasil penelitian menyatakan Rekonstruksi Kurikulum pendidikan kewarganegaraan diperlukan dan penting agar mahasiswa dapat memahami konteks terkini dan relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rekonstruksi kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam hal pengetahuan kewarganegaraan. Rekontruksi Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat identitas nasional perspektif global untuk mengatasi ketimpangan pengetahuan tentang identitas nasiobnal dengan pengajuan novelty yakni adanya mata kuliah baru pada program studi S1 PPKn yakni Mata Kuliah Identitas Nasional Perspektif Globa

    IMPLEMENTASI METODE TALAQQI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN DI SDIT IQRA KOTA SERANG

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa sekolah dasar yang menghadapi tantangan dalam menghafal Al-Qur’an, seperti kesulitan mengingat ayat dengan jangka panjang, memahami tajwid, dan makhrajnya. Diperlukan metode menghafal Al-Qur'an yang dapat menjaga kualitas hafalan secara konsisten. Metode talaqqi adalah metode menghafal dengan guru membacakan ayat Al-Qur'an yang diikuti siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode talaqqi di SDIT Iqra Kota Serang, serta mengetahui bagaimana peningkatan kualitas hafalan al-qur’an siswa kelas V menggunakan metode talaqqi. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri atas kepala sekolah, koordinator tahfidz, dan 39 siswa, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode talaqqi dalam program tahfidz dilaksanakan secara terstruktur pada kelas V. Kegiatan tahfidz berlangsung tiga kali seminggu, setiap sesi dimulai dengan pembacaan ta’awudz dan basmallah, dilanjutkan dengan guru membimbing pembacaan ayat yang diikuti oleh siswa. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas hafalan Al-Qur'an siswa kelas V selama satu semester setelah penerapan metode talaqqi. Hal ini terlihat dari kemajuan yang signifikan dalam kemampuan menghafal siswa, yang tercermin dari tingkat tajwid, fashahah, kelancaran, dan pemahaman terhadap ayat-ayat yang dihafal. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi hambatan dalam mengoptimalkan hasil metode talaqqi. Oleh karena itu, direkomendasikan agar sekolah meningkatkan durasi program tahfidz. This research is motivated by elementary school students who face challenges in memorizing the Quran, such as difficulties in long-term verse retention, understanding tajwid, and makhraj. A method of memorizing the Quran that can consistently maintain the quality of the memorization is needed. The talaqqi method is a memorization technique where the teacher recites Quranic verses, followed by the students. This research aims to determine how the talaqqi method is implemented at SDIT Iqra Kota Serang, as well as to understand how the quality of Quran memorization among fifth-grade students improves using the talaqqi method. The research approach uses qualitative methods with a case study design. Participants consisted of the school principal, tahfidz coordinator, and 39 students, with data collected through observation, interviews, and documentation. The research results show that the implementation of the talaqqi method in the tahfidz program is carried out in a structured manner in the fifth grade. The tahfidz activities take place three times a week, with each session starting with the recitation of ta’awudz and basmallah, followed by the teacher guiding the recitation of verses, which is then followed by the students. Furthermore, the research results indicate an improvement in the quality of Quran memorization among fifth-grade students over one semester after the implementation of the talaqqi method. This is evident from the significant progress in the students' memorization abilities, which is reflected in the levels of tajwid, fashahah, fluency, and understanding of the memorized verses. However, this study also found that the limited implementation time became an obstacle in optimizing the results of the talaqqi method. Therefore, it is recommended that schools extend the duration of the tahfidz program

    ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PENDIDIKAN PADA REMAJA PUTRI YANG PUTUS SEKOLAH

    Full text link
    Pendidikan merupakan salah satu hak yang sangat fundamental bagi setiap anak. Namun ironisnya masih ditemukan fenomena adanya putus sekolah yang menjadi halangan bagi anak untuk meraih masa depan yang cerah. Pernikahan pada remaja (married adolescent) telah menjadi banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini diperkuat dengan adanya kebijakan dispensasi perkawinan. Sementara hal yang paling dikhawatirkan dari pernikahan di usia muda untuk remaja putri yaitu sebagian besar dari mereka harus putus sekolah, atau hanya dapat meneruskan dengan mengikuti program kejar paket. Untuk itu peneliti tertarik dalam melihat bagaimana orientasi masa depan bidang pendidikan bagi remaja putri yang putus sekolah terutama yang sudah menikah di usia remaja atau di bawah 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana remaja putri yang putus sekolah mengkonstruk orientasi masa depan mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu fenomenologi. Teknik pengambilan data utama dalam penelitian ini ialah wawancara mendalam terhadap partisipan yang dipilih secara purposive. Partisipan penelitian ini adalah berjumlah 3 orang dimana mereka memiliki kriteria remaja putri, sudah melakukan pernikahan di usia remaja, sudah putus sekolah, dan berusia 18 tahun ke bawah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Pandangan teori Bourdieu dalam kerangka kerja teoritis yang digunakan untuk memahami dan membahas temuan dalam penelitian ini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa remaja putri yang putus sekolah modal ekonomi, modal sosial, dan modal budaya yang kurang mendukung untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Tidak terbentuknya habitus yang baik serta orientasi masa depan mereka kurang untuk mencapai pendidikan yang lebih baik lagi. Mereka kalah dalam pertarungan dalam konstruk masa remaja. Meskipun partisipan memiliki keterbatasan, namun masih ada peluang untuk membangun harapan melalui dukungan yang tepat seperti psikoedukasi mengenai program motivasi dan penyuluhan dan pelatihan keterampilan. Kata Kunci: orientasi masa depan, putus sekolah, remaja putri. Education is a basic right for every child. However, ironically, the phenomenon of dropping out of school still exists, which is an obstacle for children to achieve a bright future. Married adolescents have received a lot of attention in recent years. This is reinforced by the marriage dispensation policy. While the most worrying thing about marriage at a young age for adolescent girls is that most of them have to drop out of school or can only continue by joining the package pursuit program. For this reason, researchers are interested in seeing how the future orientation in the field of education for adolescent girls who drop out of school, especially those who are married at a young age or under 18 years old. This research aims to explore how young women who have dropped out of school construct their future orientation. This research is a qualitative study and the research design used is phenomenology. The main data collection technique in this research is in-depth interviews with purposively selected participants. The participants of this study were 3 people where they had the criteria of adolescent girls, had married in their teens, had dropped out of school, and were 18 years old and below. Data analysis in this study used IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) technique. Bourdieu's theoretical view in the theoretical framework used to understand and discuss the findings in this study. The results revealed that adolescent girls who drop out of school have less economic capital, social capital, and cultural capital to get higher education. They do not form a good habitus and their future orientation is lacking to achieve a better education. They lose the battle in the construct of adolescence. Although participants have limitations, there are still opportunities to build hope through appropriate support such as psychoeducation on motivational programs and counseling and skills training. Key word: future orientation, dropped out school, young women

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇