Yogyakarta State University

Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)
Not a member yet
    63894 research outputs found

    Kestabilan Estimasi Parameter Butir dan Kemampuan Peserta pada Teori Respons Butir Model Logistik 4 Parameter.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kestabilan estimasi parameter butir pada model logistik empat parameter (4PL) dan kestabilan parameter kemampuan peserta, dengan mempertimbangkan faktor panjang tes, banyak peserta tes dan metode pengestimasian yang berbeda, yakni Maximum a Posteriori (MAP), Expected a Posteriori (EAP), dan Weighted Likelihood Estimation (WLE). Penelitian ini terdiri dari dua bagian penelitian yang terkait: (1) penelitian pendahuluan dengan menggunakan data asli penskoran dikotomus hasil pengukuran kemampuan reading yang terdiri dari 50 butir soal dan direspons oleh 8.038 peserta tes; dan (2) penelitian simulasi dengan pendekatan bootstrap menggunakan data simulasi yang dibangkitkan berdasarkan karakteristik butir data asli dan dilakukan replikasi sebanyak 40 kali. Jumlah peserta yang digunakan adalah 750, 1.000, 1.500, 2.000, 2.500, 3.000, 3.500, 4.000, 4.500, dan 5.000. Sedangkan panjang tes yang digunakan adalah 40, 30, 25, dan 20. Pengujian kestabilan estimasi parameter butir dan kemampuan dengan bantuan RStudio dilakukan melalui perhitungan root mean square error pada seluruh parameter dan ditampilkan dalam bentuk plot pada setiap hasil replikasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Karakteristik butir menunjukkan bahwa sebanyak 23 (53,48%) butir memiliki kriteria baik berdasarkan seluruh parameter butir pada model 4PL dan didukung dengan analisis Test Information Function sebesar 19,51 dan standard error of measurement dengan nilai 0,22. (2) Panjang tes 30 dan banyak peserta 4.500 menghasilkan kestabilan estimasi parameter daya beda butir yang baik pada IRT model 4PL. (3) Panjang tes 30 dan banyak peserta 5.000 menghasilkan kestabilan estimasi parameter tingkat kesukaran butir yang baik pada IRT model 4PL. (4) Panjang tes 20 dan banyak peserta 4.000 menghasilkan kestabilan estimasi parameter tebakan semu yang baik pada IRT model 4PL. (5) Panjang tes 40 dan banyak peserta 5.000 menghasilkan kestabilan estimasi parameter asimtot atas yang baik pada IRT model 4PL. (6) Panjang tes 30 dan banyak peserta 4.000 menghasilkan kestabilan estimasi parameter kemampuan yang baik pada IRT model 4PL berdasarkan ketiga metode estimasi (MAP, EAP, dan WLE). (7) Metode estimasi MAP merupakan metode terbaik dalam memberikan kestabilan estimasi parameter kemampuan peserta

    PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL OLEH SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH MAESAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial oleh siswa kelas V di SD Muhammadiyah Maesan. Pemetaan pemanfaatan media sosial dilihat dari aspek bentuk media sosial, subjek (seseorang) yang berhubungan dengan siswa di media sosial, serta pemanfaatan media sosial oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah Maesan, objek penelitian ini adalah pemanfaatan media sosial oleh siswa dengan narasumber penelitian yaitu siswa dan guru wali kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, kuesioner/angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) Bentuk media sosial yang digunakan oleh siswa sekolah dasar dengan jumlah 17 siswa dipaparkan dengan hasil persentase sebagai berikut. Wikipedia (76%), Facebook dan X (35%), YouTube dan Tiktok (100%), Instagram (29%), WhatsApp (100%), Free Fire (71%), Mobile Legends (35%), PUBG (24%), Sakura (59%). Beberapa siswa juga menggunakan dan mengakses aplikasi lain seperti Shopee, Lita, Avatar World, Honor of King, Pinterest, Ludo, dan Minecraft. (2) Siswa berinteraksi melalui media sosial dengan orang tua, kerabat, dan teman melalui platform WhatsApp dan Instagram. Selain itu, siswa juga berinteraksi dengan teman secara virtual (teman bermain game) melalui Free Fire, Mobile Legends, serta PUBG. (3) Pengaksesan wikipedia untuk mencari kartun favorit siswa, serta ajang pencarian bakat di televisi. Pengaksesan YouTube dan Tik Tok untuk melihat konten mengenai game Free Fire, trend bus basuri dan bus telolet, tutorial memasak, serta menonton Upin Ipin dari content creator yang mereka minati. Pengaksesan instagram untuk mengupload foto dan video yang mereka miliki serta WhatsApp untuk berkomunikasi dan bertukar informasi serta memiliki grup baru dengan orangtua, kerabat, serta teman secara virtual. Pengaksesan game Free Fire, Mobile Legends, Sakura , PUBG, Roblox, serta Minecraft untuk bermain. (4) Pemanfaatan media sosial yang kurang baik yang dirasakan oleh wali kelas siswa yakni, bullying verbal kepada sesama siswa, kecanduan bermain game Free Fire, serta siswa yang berpacaran dengan siswa lain. Kata kunci: Media Sosial, Siswa Sekolah Dasa

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD BOPKRI TUREN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Perencanaan pembelajaran IPAS; (2) Pelaksanaan pembelajaran IPAS; (3) Asesmen pembelajaran IPAS; (4) Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut pembelajaran IPAS kelas IV dalam Kurikulum Merdeka di SD Bopkri Turen. Penelitian ini juga mendeskripsikan kendala yang ditemui guru dan upaya mengatasi kendala dalam Implementasi pembelajaran IPAS kelas IV dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan subjek penelitian yaitu guru kelas IV dan peserta didik kelas IV SD Bopkri Turen. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran IPAS secara berdiferensiasi dilakukan dengan menganalisis CP IPAS; merumuskan tujuan pembelajaran IPAS; kemudian merumuskan alur tujuan pembelajaran IPAS. Perencanaan projek pembelajaran IPAS berupa “Cooking Day” dimulai dengan melakukan riset mengenai projek yang akan dikerjakan kemudian berdiskusi bersama untuk membagi kelompok serta tugas tiap-tiap anggota kelompok. Pelaksanaan pembelajaran IPAS dilaksanakan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang beragam berupa metode inkuiri terbimbing, cooperative learning, metode two stay two stray, dan metode diskusi teman sejawat atau peer teaching. Sumber belajar yang digunakan antara lain yaitu buku terbitan Kemendikbud serta buku panduan yang diterbitkan penerbit lain. Media yang digunakan berupa alat dan bahan untuk “Cooking Day” berupa peralatan memasak, sayur-mayur, ayam dan es batu. Projek “Cooking Day” membantu siswa mempelajari materi IPA melalui proses memasak yaitu tentang perubahan wujud benda dan materi IPS melalui kegiatan transaksi jual-beli yang dialami siswa secara langsung. Kegiatan asesmen, refleksi, dan rencana tindak lanjut dilaksanakan seperti pelaksanaan asesmen, refleksi, dan rencana tindak lanjut pada umunya. Kendala yang dihadapi guru kelas IV dalam implementasi pembelajaran IPAS yaitu sulit menemukan media pembelajaran yang kontekstual. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru kelas IV sering berdiskusi dengan rekan sesama guru, atau mendiskusikan kendala tersebut pada rapat sehingga guru-guru lain yang mungkin pernah menjumpai kendala serupa dapat memberikan saran. Kata kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran IPA

    PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER LANGEN CARITA DI SD NEGERI KARANGNONGKO 1 KALASAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter dan mendeskripsikan tentang penanaman pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler Langen Carita di SD Negeri Karangnongko 1 Kalasan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi yang tidak banyak terjadi di sekolah dasar, yakni penanaman pendidikan karater melalui kegiatan ekstrakurikuler Langen Carita. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, pelatih, dan dua siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Langen Carita. Objek penelitian ini berupa nilai pendidikan karakter dan penanamannya. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan melalui langkah-langkah analisis data menurut Miles & Huberman yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Langen Carita menanamkan karakter melalui tiga unsur seni, yaitu drama, tari, dan musik dengan strategi penanaman karakter. proses latihan, naskah drama, dan gerakan tari yang terdapat dalam pementasan. Nilai-nilai pendidikan karakter ditanamkan melalui: 1) religius melalui pembiasaan rutin; 2) jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, dan peduli sosial melalui pembiasaan spontan; 3) disiplin dan tanggung jawab melalui penegakan kedisiplinan; 4) semangat kebangsaan dan cinta tanah air ditanamkan dengan internalisasi nilai karakter melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler; 5) gemar membaca melalui strategi pengkondisian. Kata Kunci: Nilai Karakter, Strategi Penanaman Karakter, Langen Carit

    Model Pelatihan Sariswara Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Seni Musik Guru Sekolah Dasar di Yogyakarta.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengembangkan model pelatihan Sariswara berbasis blended learning (SbBL) untuk meningkatkan kompetensi seni musik guru SD; (2)mengukur validitas & kelayakan model pelatihan Sariswara berbasis blended learning (SbBL) yang valid dan layak untuk meningkatkan kompetensi seni musik guru SD; (3)mengetahui efektivitas model pelatihan Sariswara berbasis blended learning (SbBL) untuk meningkatkan kompetensi seni musik guru SD; dan (4)mengetahui kepraktisan model pelatihan Sariswara berbasis blended learning (SbBL) untuk meningkatkan kompetensi seni musik guru SD Penelitian ini merupakan penelitian Design & Development Research mengadaptasi desain dari Ellis & Levy. Variabel independen penelitian ini adalah penerapan model SbBL (X), dan variabel dependen adalah kompetensi profesional (Y1) dan kompetensi pedagogi (Y2) guru SD. Validasi rancangan model dilakukan melalui penilaian dan diskusi expert judgment. Uji coba model dilakukan menggunakan quasi experiment non-equivalent pree-test post-test control group design. Uji coba dilaksanakan terhadap Guru SD se-Yogyakarta. Uji coba Perlakuan I terhadap sampel 30 Guru SD, dan Uji coba Perlakuan II 40 orang Guru SD. Data penelitian diperoleh melalui observasi, data kompetensi profesional melalui tes, dan data kompetensi pedagogi melalui angket. Analisis data untuk mengetahui efektifitas melalui uji Mann-Withney U berbantuan SPSS 29. Hasil penelitian adalah: 1)Model Pelatihan SbBL telah dihasilkan dengan komponen sintaks sebagai berikut: (1)orientasi, (2)eksplorasi, (3)sambung rasa, (4)rancang bangun, (5)unjuk karya, (6)penilaian; sistem sosial; prinsip reaksi; sistem pendukung; dan dampak instruksional & pengiring. 2)Validitas model pelatihan SBBL dari ahli teknologi pembelajaran dan model pelatihan sebesar 90,96 dan ahli seni musik dan Sariswara sebesar 84,78. Model pelatihan SbBL dikategorikan layak dan valid. 3)Efektivitas Model pelatihan SbBL pada uji coba perlakuan I memperoleh nilai signifikansi 0,012 berarti < 0,05 masuk pada kategori efektif. Pada Perlakuan II memperoleh nilai signifikansi 0,000 berarti < 0,05 masuk kategori efektif. 4)Kepraktisan oleh instruktur pada Perlakuan I & II memperoleh skor 82,29 pada kategori praktis. Kepraktisan dinilai peserta memperoleh skor 79,03 pada kategori praktis. Respon peserta mendapat skor 87.5 masuk pada kategori respon yang baik. Model ini dapat digunakan dalam pelatihan sebagai cara untuk meningkatkan kompetensi seni guru SD di Yogyakarta secara khusus dan Indonesia secara umum

    Model Pelatihan Desain Pembelajaran Berbasis TIK Terpadu untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogi Guru dalam Memanfaatkan Aneka Sumber Belajar.

    No full text
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era transformasi digital berdampak pesatnya ketersediaan aneka ragam sumber belajar. Hal ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh guru untuk memfasilitasi pembelajaran di kelas karena kompetensi pedagoginya juga masih rendah. Untuk itu, dibutuhkan pengembangan model pelatihan desain pembelajaran (DP) berbasis teknologi informasi dan komunikasi (BaTIK) Terpadu dengan memodifikasi jenis model pelatihan maupun model desain pembelajaran yang relevan. Penelitian ini bertujuan: 1) menghasilkan model pelatihan DP BaTIK Terpadu yang layak untuk meningkatkan Kompetensi Pedagogi guru dalam memanfaatkan aneka sumber belajar; 2) mendeskripsikan kepraktisan model Pelatihan DP BaTIK Terpadu untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru dalam memanfaatkan aneka sumber belajar; 3) mendeskripsikan keefektifan model Pelatihan DP BaTIK Terpadu untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru dalam memanfaatkan aneka sumber belajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Design and Development Resarch (D-DR). Prosedur pengembangan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu model 4D Holistik menurut Reigeluth & An (2021) yang terdiri dari; 4 (empat) tahapan, yaitu define, design, develop, dan deploy. Subjek penelitian ini melibatkan 12 orang dosen dan 52 orang guru di wilayah DIY. Adapun rinciannya yaitu; validator instrumen 3 orang dosen ahli, model Pelatihan DP 3 ahli, validator LMS/e-learning 3 ahli, dan fasilitator pelatihan dalam uji coba sekaligus implementasi model 2 orang dosen. Adapun guru sebagai peserta pelatihan dalam uji 1on1 sejumlah 3 orang , dalam ujicoba kelompok kecil 6 orang, dalam ujicoba lapangan 11 orang, dan implementasi model melibatkan 32 orang guru. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar penilaian kinerja, dan lembar penilaian produk hasil penerapan model Pelatihan DP Batik Terpadu. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian ini, yaitu dihasilkannya: (1) model Pelatihan DP BaTIK Terpadu yang dikembangkan terdiri atas komponen sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, prinsip interaksi, dan dampak pembelajaran dalam wujud buku model dan perangkatnya. Model ini dinyatakan layak untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru SD dalam memanfaatkan aneka sumber belajar berdasarkan validasi ahli (2) model Pelatihan DP Batik Terpadu praktis diterapkan untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru SD dalam memanfaatkan aneka sumber belajar berdasarkan hasil penilaian dosen fasilitator dan guru (3) Model pelatihan DP Batik Terpadu dinyatakan efektif diterapkan hal ini ditunjukkan dari perolehan nilai kinerja dari 32 orang guru sebagai peserta selama mengikuti proses pelatihan menunjukkan plot atau tren positif selama 6 (enam) kali treatment berturut-turut. Penilaian keefektifan juga didapat dari hasil penilaian produk RPP yang telah disusun guru di akhir pelatihan sebesar 3,01 atau masuk kategori baik

    Pengaruh Kinesio Taping Terhadap Nyeri dan Fungsi Gerak Pada Cedera Panggul

    Get PDF
    Aktivitas fisik memiliki risiko untuk terkena cedera panggul kronis. Kinesio taping merupakan salah satu alternatif penanganan ketika mengalami cedera. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kinesio taping terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fungsi gerak pada cedera panggul kronis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah preexperimental dengan rancangan one grup pretest posttest design. Sampel yang digunakan adalah member Darah Muda Squad (DMS) Fitness Klaten yang mengalami cedera panggul kronis sebanyak 17 orang. Instrumen yang digunakan berupa skala numeric rating scale (NRS) dalam mengukur intensitas nyeri dan harris hip score (HHS) berfungsi dalam menilai fungsi gerak. Perlakuan yang diberikan adalah kinesio taping dengan teknik fasilitasi pada otot lliotibial band, tensor fasciae latae, dan gluteus. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji paired t-test atau wilcoxon signed rank test sesuai dengan data untuk membuktikan hipotesis kinesio taping dapat menurunkan tingkat persepsi nyeri dan meningkatkan fungsi gerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri menurun dari 5,76 ± 0,90 menjadi 4,12 ± 0,92 (28%) dengan p=0,000 dan fungsi gerak meningkat dari 56,4 ± 5,54 menjadi 82,2 ± 5,56 (46%) dengan p=0,000. Dapat disimpulkan kinesio taping efektif dan berpengaruh dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi gerak, sehingga direkomendasikan dalam penanganan cedera panggul kronis

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SD NEGERI 2 WONOREJO NANGGULAN KULON PROGO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi karakter peduli lingkungan di SD Negeri 2 Wonorejo Nanggulan Kulon Progo. Selain itu, mengungkap keunikan yang ada di sekolah tersebut sehingga dapat digunakan sebagai referensi untuk sekolah lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas III dan V, siswa kelas III dan V, serta petugas kebersihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yakni pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian ini yakni uji kredibilitas dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan dilaksanakan melalui: (1) Pengintegrasian pada mata pelajaran dengan perencanaan membuat silabus dan RPP, melaksanakan silabus dan RPP yang sudah dibuat, dan melakukan evaluasi pada pembelajaran. Karakter peduli lingkungan dilakukan setiap hari, tetapi tidak semua pembelajaran memasukkan, tergantung materi mana yang sesuai. (2) Kegiatan rutin melalui pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, memisahkan jenis sampah, dan hemat energi. (3) Kegiatan spontan dengan cara guru dan karyawan menegur langsung apabila ditemukan siswa yang melakukan tindakan kurang baik terkait peduli lingkungan. (4) Keteladanan dilakukan oleh guru maupun karyawan kepada siswa melalui perilaku yang mencerminkan peduli lingkungan dan ikut serta program yang dibuat sekolah. Selain itu, sekolah membuat progam unik yaitu duta lingkungan kelas dimana sesama siswa diharapkan saling memberikan keteladanan. (5) Pengondisian dilakukan dengan menyediakan sarana prasana dan kegiatan kondisional pendukung pelaksanaan karakter peduli lingkungan, salah satunya saluran pembuangan limbah air seni dengan desain khusus sehingga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Kata kunci : karakter peduli lingkungan, implementasi, SD Negeri 2 Wonorej

    IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER GEMAR MEMBACA SISWA SD N TAMANAN 1 KALASAN SLEMAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan impelementasi Gerakan Literasi Sekolah untuk menumbuhkan karakter gemar membaca pada siswa SD N Tamanan 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wali kelas I A, Wali kelas III B, Wali kelas V A, Pustakawan, dan Siswa. Objek penelitian ini berupa menumbuhkan karakter gemar membaca siswa. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan melalui langkah-langkah analisis data menurut Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan karakter gemar membaca pada tahap pembiasaan di SD N Tamanan 1 yaitu dari pelaksanaannya dimulai 15 menit sebelum pelajaran, menyediakan koleksi bahan pustaka, menempelkan poster-poster literasi, mengadakan pojok baca, serta melibatkan wali siswa dalam kegiatan pengembangan literasi. Lalu pada tahap pengembangan di SD N Tamanan 1 yaitu dengan melakukan berbagai teknik membaca, memilih buku pengayaan, mengapresiasi capaian literasi siswa, serta pembentukan tim literasi. Selanjutnya pada tahap pembelajaran di SD N Tamanan 1 yaitu dengan menggunakan kembali teknik membaca, serta memilih buku pengayaan yang tepat. Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Karakter Gemar Membaca, Tahap Pelaksanaa

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SDN 4 WATES DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN DIRECTED READING THINKING ACTIVITY

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 4 Wates menggunakan strategi pembelajaran Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari (1) tahap perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus yang setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 4 Wates yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes, (2) observasi, (3) wawancara, dan (4) dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (1) soal tes, (2) lembar observasi keterlaksanaan strategi pembelajaaran DRTA. Teknis analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan anaalisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 4 Wates. Peningkatan proses pembelajaran membaca pemahaman ditunjukkan dengan siswa lebih aktif dalam pembelajaran dan dapat mengikuti kerja kelompok dengan baik. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata pratindakan sebesar 66,2, siklus I sebesar 76,9, dan siklus II sebesar 81,3. Sedangkan jumlah siswa yang berhasil mencapai nilai KKM pada pratindakan sebesar 27%, siklus I sebesar 57%, dan siklus II sebesar 83%. Kata Kunci: kemampuan membaca pemahaman, strategi pembelajaran DRT

    51,344

    full texts

    63,894

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇