63894 research outputs found
Sort by
PENGUATAN KARAKTER SOPAN SANTUN DI SD 1 TRIRENGGO BANTUL
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan
penguatan karakter sopan santun pada siswa SD 1 Trirenggo Bantul dan (2)
mendeskripsikan perilaku sopan santun pada siswa SD 1 Trirenggo Bantul.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus untuk
dapat menjelaskan hasil pengkajian fenomena sosial secara menyeluruh, kompleks,
dan rinci. Penelitian ini dilakukan di SD 1 Trirenggo Bantul. Subjek yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa SD 1
Trirenggo Bantul yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan panduan dokumentasi
dengan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi, penyajian,
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter di SD 1 Trirenggo Bantul dilaksanakan melalui berbagai cara yaitu melalui keteladanan,
pembiasaan, pembelajaran, dan budaya sekolah. Penguatan karakter sopan santun
di SD 1 Trirenggo Bantul melalui peneladanan dilakukan kepala sekolah dan guru
dengan cara memberikan contoh berperilaku sopan santun seperti membantu orang
lain; izin ketika masuk ruangan; menerapkan sikap 3S; tidak memotong
pembicaraan orang lain; mengucapkan kata ajaib (minta tolong, terima kasih,
permisi, dan maaf); memperlakukan orang lain dengan baik; serta bertutur kata
santun. Penguatan karakter sopan santun di SD 1 Trirenggo Bantul melalui
pembiasaan dilakukan dengan cara membiasakan 3S; mengucapkan kalimat terima
kasih, tolong, permisi, dan maaf; saling membantu; serta pembiasaan karakter
sopan santun pada ekstrakurikuler. Penguatan karakter sopan santun di SD 1
Trirenggo Bantul melalui pembelajaran dilakukan dengan cara guru mengajarkan
berperilaku sopan santun dengan mengajak siswa untuk mengingat dan
mempraktekkan. Pesan disamaikan melalui lagu. Penguatan karakter sopan santun
di SD 1 Trirenggo Bantul melalui budaya sekolah dilakukan dengan mengadakan
program sekolah. Siswa SD 1 Trirenggo Bantul sudah memenuhi 8 indikator
karakter sopan santun walaupun untuk memenuhi indikator tersebut harus
diingatkan oleh orang lain. Siswa SD 1 Trirenggo Bantul sudah memenuhi
komponen pertama pendidikan karakter yaitu pada komponen pengetahuan moral
namun masih kurang dalam komponen perasaan moral dan tindakan moral.
Kata Kunci : Penguatan, Karakter, Sopan Santun, Sisw
Upaya Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Melalui Metode Demonstrasi Peserta Didik Kelas V SD Negeri Kenteng Banyuurip Purworejo
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli melalui metode demonstrasi pada peserta didik kelas V SD Negeri Kenteng, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan instrumen tes dan non tes untuk mengetahui hasil belajar passing bawah bola voli peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V tahun ajaran 2023/2024 SD Negeri Kenteng yang berjumlah 25 peserta didik. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan persentase.
Berdasarkan penelitian hasil keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penelitian menunjukkan hasil persentase tingkat keberhasilan siklus I adalah 12%, sedangkan hasil persentase keberhasilan pada siklus II adalah 60%, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah permainan bola voli
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Daya Tahan Kardiovaskuler Pada Santri Putra Pondok Pesantren Al Barokah Kota Yogyakarta
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan daya tahan kardiovaskuler pada santri putra pondok pesantren Al Barokah Kota Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional menggunakan metode survei. Instrumen penelitian berupa tes pengukuran. Instrumen kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Indeks (PSQI) dengan validitas (r=0,73), reliabilitas (Cronbach‟s α=0.83), sedangkan daya tahan kardiovaskuler menggunakan tes Multistage Fitnes Test (MFT) dengan validitas (r=0,71), reliabilitas tes (0,521). Populasi penelitian ini adalah santri putra pondok pesantren Al Barokah Kota Yogyakarta berjumlah 64 orang . Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Total sampel sebanyak 34 santri putra. Analisis menggunakan korelasi Product Moment (Karl Pearson) pada taraf signifikan 0,05 atau 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur (x1) dengan daya tahan kardiovaskuler (y1). Hasil penelitian diperoleh nilai rx.y = -0,410 > r (0,05) (33) = 0,3388 dan sig. (2-tailed) 0,016<0,05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan daya tahan kardiovaskuler pada santri putra pondok pesantren Al Barokah Kota Yogyakarta
Tingkat Pemahaman Peserta Didik Kelas VIII Tentang Materi Tingkat Kebugaran Jasmani di SMP Negeri 2 Pleret Kabupaten Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik kelas VIII tentang materi tingkat kebugaran jasmani di SMP Negeri 2 Pleret Kabupaten Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 2 Pleret yang berjumlah 128 peserta didik. Teknik sampling menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 5% berjumlah 96 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes Benar-Salah. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta didik kelas VIII tentang materi tingkat kebugaran jasmani di SMP Negeri 2 Pleret Kabupaten Bantul berada pada kategori “rendah” sebesar 57,29% (55 peserta didik), “cukup” sebesar 36,46% (35 peserta didik), dan “tinggi” sebesar 6,25% (6 peserta didik). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman peserta didik kelas VIII tentang materi tingkat kebugaran jasmani di SMP Negeri 2 Pleret Kabupaten Bantul berada pada kategori cukup
Tingkat Pengetahuan Passing Bawah Permainan Bola Voli Kelas IV dan V SD Ngentak Kabupaten Bantul Tahun 2023/2024
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan passing bawah permainan bola voli peserta didik kelas IV dan V SD Ngentak Kabupaten Bantul tahun 2023/2024.
Penelitian ini dilakukan di SD Ngentak Kabupaten Bantul. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV dan V SD Ngentak. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan menggunakan seluruh jumlah populasi yang ada sebanyak 26 peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan passing bawah permainan bola voli peserta didik kelas IV dan V SD Ngentak Kabupaten Bantul tahun 2023/2024 sesuai dengan persentase paling banyak berada dalam kategori sedang sebesar 34,62% (9 peserta didik). Hal tersebut ditunjukkan pada jumlah responden yang telah menjawab dengan kategori sebagai berikut, “sangat tinggi” sebesar 3,84% (1 peserta didik), “tinggi” sebesar 26,92% (7 peserta didik), “sedang” sebesar 34,62% (9 peserta didik), “rendah” sebesar 26,92% (7 peserta didik), dan pada kategori “sangat rendah” sebesar 7,7% (2 peserta didik)
Tingkat Kesiapsiagaan Fisik dan Sosial Peserta Didik Sekolah Dasar Kelas Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mengetahui tingkat kesiapsiagaan fisik peserta didik sekolah dasar kelas atas. (2) Mengetahui tingkat kesiapsiagaan pada sosial peserta didik sekolah dasar kelas atas.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik sekolah dasar kelas atas yaitu 4, 5, 6 di SD Negeri Krapyak 1 dan SD Negeri Vidya Qasana yang berjumlah 154 peserta didik. Sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 154 responden yang sama dengan jumlah populasi yang ada. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kesiapsiagaan peserta didik kelas atas ini adalah kuesioner kesiapsiagaan fisik dan sosial. Teknik analisis data
menggunakan deskriptif persentase dengan nilai reliabilitas pada kesiapsiagaan
fisik 0,794 dan kesiapsiagaan sosial 0,712.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Tingkat kesiapsiagaan fisik peserta didik sekolah dasar kelas atas “Bervariasi” yaitu dengan rincian sebagai berikut: kategori “Sangat Tinggi” pada 10 peserta didik dengan persentase 6,5%; kategori “Tinggi” pada 42 peserta didik dengan persentase 27,3%; kategori “Sedang” pada 52 peserta didik dengan persentase 33,8%; kategori “Rendah” pada 39 peserta didik dengan persentase 25,3%; kategori “Sangat rendah” pada 11 peserta didik dengan persentase 7,1%. 2) Tingkat kesiapsiagaan sosial peserta didik sekolah dasar kelas atas “Bervariasi” dengan rincian sebagai berikut: Kategori “Sangat Tinggi” pada 7 peserta didik dengan presentase 4,5%; kategori “Tinggi” pada 41 peserta didik dengan persentase 26,6%; kategori “Sedang” pada 59 peserta didik dengan persentase 38,3%; kategori “Rendah” pada 34 peserta
didik dengan persentase 22,1%; kategori “Sangat Rendah” pada 13 peserta didik dengan persentase 8,5%
Tingkat Pengetahuan Guru PJOK Terhadap Sarana Prasarana Sekolah Dasar Se Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru PJOK terhadap sarana prasana di sekolah dasar Se Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PJOK Sekolah Dasar Se Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten yang berjumlah 59 pendidik. Teknik dalam pengambilan data menggunakan Total Sampling. Sugiyono (2020, p. 18) menyatakan bahwa metode penelitian kuantitatif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena, peristiwa, gejala, dan kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis serta akurat.
Hasil penelitian ini diketahui tingkat pengetahuan guru PJOK sekolah dasar Se-Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten terhadap sarana dan prasarana adalah sebagian besar tingkat pengetahuan guru sekolah dasar pada kategori sangat baik sebesar 8%, pada kategori baik sebesar 20%, pada kategori cukup sebesar 31%, pada kategori kurang sebesar 39%, pada kategori sangat kurang sebesar 2%
Pengaruh Latihan Ladder Drill dan Hurdle Drill Terhadap Kecepatan Atlet Sprinter Nomor Lari 100 Meter di Sportif Atletik Club Gunungkidul
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pengaruh latihan ladder drill terhadap kecepatan atlet sprinter nomor lari 100 meter di Sportif Atletik Club Gunungkidul. (2) Untuk mengetahui pengaruh latihan hurdle drill terhadap kecepatan atlet sprinter nomor lari 100 meter di Sportif Atletik Club Gunungkidul. (3) Untuk mengetahui perbedaan latihan ladder drill dan hurdle drill terhadap kecepatan atlet sprinter nomor lari 100 meter di Sportif Atletik Club Gunungkidul.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain “Two Groups Pretest-Posttest Design”. Populasi penelitian adalah atlet lari 100 meter di Sportif Atletik Gunungkidul yang berjumlah 18 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kriterianya yaitu (1) Sampel adalah pelari jarak pendek nomor 100 meter, (2) Sampel masih bersekolah SMP atau SMA, (3) Sampel merupakan atlet yang masih aktif latihan, (4) Pelari sudah memulai latihan minimal 3 bulan terakhir, (5) Bersedia mengikuti treatment dengan metode latihan ladder drill dan hurdle drill sebanyak 16 kali. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 12 atlet. Instrumen yang digunakan yaitu tes kecepatan lari sprint 100 meter. Analisis data yaitu uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh yang signifikan latihan ladder drill terhadap kecepatan atlet sprinter nomor lari 100 meter di Sportif Atletik Club Gunungkidul, dengan t hitung 3,641 dan t tabel (df 5) 2,571 dengan p-value 0,015 < 0,05. Bersarnya peningkatan kecepatan setelah diberikan latihan ladder drill yaitu sebesar 1,17%. (2) Ada pengaruh yang signifikan latihan hurdle drill terhadap kecepatan atlet sprinter nomor lari 100 meter di Sportif Atletik Club Gunungkidul, dengan t hitung 4,385 dan t tabel (df 5) 2,571 dengan p-value 0,007 < 0,05. Bersarnya peningkatan kecepatan setelah diberikan latihan hurdle drill yaitu sebesar 0,29%. (3) Ada perbedaan yang signifikan latihan ladder drill dan hurdle drill terhadap kecepatan atlet sprinter nomor lari 100 meter di Sportif Atletik Club Gunungkidul, dengan t hitung 2,823 dan t tabel (df 10) 2,145 dengan p-value 0,018 < 0,05. Latihan ladder drill lebih baik daripada latihan hurdle drill terhadap kecepatan atlet sprinter nomor lari 100 meter di Sportif Atletik Club
Gunungkidul, dengan selisih rata-rata sebesar 0,10 detik
Survei Pembinaan Prestasi Olahraga Hoki di Kabupaten Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tahapan pembinaan prestasi olahraga yang meliputi pemassalan, pembibitan, dan pembinaan prestasi ada di dalam pembinaan yang dilakukan oleh Pengkab FHI Kabupaten Sleman.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan metode survei. Populasi penelitian adalah organisasi Pengkab FHI Kabupaten Sleman yang terdiri dari pengurus, pelatih, dan atlet. Sampel penelitian sebanyak 30 orang terdiri dari pengurus inti sejumlah 6 orang, pelatih sejumlah 4 orang, dan atlet sejumlah 20 orang. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/angket dengan terlebih dahulu dilakukan validasi terhadap instrumennya oleh validator ahli sebanyak 7 orang yang terdiri dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNY sejumlah 3 orang dan ketua umum pengurus cabang olahraga di Kabupaten Sleman sebanyak 4 orang. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembinaan prestasi olahraga hoki ini tahap pemassalan, tahap pembibitan, dan tahap pembinaan prestasi ada dan dilakukan oleh Pengkab FHI Kabupaten Sleman
Analisis Hasil Keberhasilan (Winning Point) dan Kegagalan (Error) Teknik Pukulan Pada Pertandingan Bulu Tangkis Tunggal Putra Indonesia Race to Paris 2024 (Studi Kasus Pertandingan Anthony Sinisuka Ginting Pada Kejuaraan All England)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil keberhasilan (Winning Point) dan kegagalan (Error) teknik pukulan pada pertandingan Tunggal Putra Indonesia Race to Paris 2024.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik survei dengan melakukan pengamatan pada pertandingan tunggal putra Indonesia Race to Paris 2024. Penelitian ini menggunakan instrumen yang berbentuk winning point and error analysis sheet. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tahap persiapan, tahap analisis video, tahap pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah Atlet Tunggal Putra Indonesia sesuai dengan yang terdaftar mengikuti Kejuaraan All England 2024 yang berjumlah 3 Atlet. Sampel dalam penelitian ini adalah Anthony Sinisuka Ginting dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif persentase serta menggunakan teknik analisis deskriptif statistik rata-rata pukulan setiap pertandingan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pukulan smash yang paling banyak menghasilkan winning point sebesar 18,85% sedangkan teknik pukulan netting yang paling banyak menghasilkan error sebesar 14,74%. Kemenangan tunggal putra Indonesia disebabkan perolehan jumlah Winning Point lebih banyak dibandingkan dengan perolehan jumlah error. Kekalahan tunggal putra Indonesia disebabkan perolehan jumlah error lebih banyak dibandingkan dengan perolehan jumlah winning point