63894 research outputs found
Sort by
Tingkat Kemampuan Passing Bawah Permainan Bola Voli Mini Peserta didik Kelas IV dan V SD Negeri Sinduadi Timur Pogung Kidul Kapanewon Mlati Kabupaten Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik kelas IV dan V Sekolah Dasar Sinduadi Timur Pogung Kidul Kapanewon dalam melakukan gerak dasar passing bawah.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode tes. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas IV dan V SD Sinduadi Timur yang berjumlah 55 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Braddy Wall Volley Ball Test yang dimodifikasi. Dengan ketentuan petak sasaran berukuran lebar 125 cm dangan jarak petak sasaran dari lantai untuk putri 200 cm dan untuk putra 210 cm Validitas analisis data menggunakan teknik analisis statistika deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan passing bawah peserta didik kelas IV dan V SD Sinduadi Timur berada pada kategori “sangat baik” sebesar 10,91% (6 peserta didik ), kategori “baik”sebesar 18,18% (10 peserta didik), kategori “cukup” sebesar 27,27% (15 peserta didik), kategori “kurang” sebesar 43,64% (24 peserta didik), kategori “sangat kurang” sebesar 0% (0 peserta didik)
MANAJEMEN KURIKULUM DI SEKOLAH PENGGERAK SEKOLAH DASAR DI SDN MEKARWANGI 1 DAN SDS PLUS PELITA INSANI
Penelitian ini bertujuan (1.) Mendeskripsikan manajemen kurikulum di Sekolah
Penggerak di SDN Mekarwangi 1 dan SDS Plus Pelita Insani, (2) Menganalisis
permasalahan pelaksanaan Kurikulum Sekolah Penggerak di SDN Mekarwangi 1 dan SDS
Plus Pelita Insani.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan mulai bulan
Februari hingga April 2023 di SDN Mekarwangi 1 dan SDS Plus Pelita Insani Informan
dalam penelitian ini ialah kepala sekolah, guru, dan staf dan pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi, yakni
triangulasi sumber dan triangulasi metode. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis
menggunakan model analisis data interaktif, yakni kondensasi data, display data, dan
penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Manajemen kurikulum pada Sekolah
Penggerak di SDN Mekarwangi 1 dan SDS Plus Pelita Insani sudah berjalan dengan baik
meliputi tahapan sebagai berikut, Perencanaan kurikulum yang diawali dengan penyusunan
KOSP, Penyusunan perencana pembelajaran berupa perangkat pembelajaran dan
perencanaan assessment siswa. Sedangkan Pelaksanaan kurikulum pada Sekolah
Penggerak di SDN Mekarwangi 1 dan SDS Pelita Insani sudah berjalan kondusif namun
diperlukan adanya pengembangan materi yang lebih disesuaikan dengan konteks esensi
dari kurikulum yang digunakan di sekolah penggerak. Evaluasi kurikulum pada Sekolah
Penggerak di SDN Mekarwangi 1 dan SDS Pelita Insani. Evaluasi yang dilaksanakan
berupa evaluasi harian, evaluasi per unit belajar, evaluasi per semester dan evaluasi
pertahun. (2) Analisis permasalahan pelaksanaan Kurikulum Sekolah Penggerak di SDN
Mekarwangi 1 dan SDS Plus Pelita Insani meliputi, Pemahaman dan pengetahuan guru
yang masih terbatas terhadap kurikulum merdeka, Gagap dalam penggunaan IT, Tidak
Memiliki Pengalaman Kemerdekaan Belajar, Keterbatasan Referensi Pembelajaran,
Kurangnya Media Pendukung Dalam Pembelajaran Pendidikan
Hubungan Kompetensi Guru, Kualitas Sarana Prasarana, Partisipasi Peserta Didik, dan Kebijakan Sekolah dengan Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Mata Pelajaran PJOK di MA Ma’arif Darussholihin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi guru, kualitas sarana dan prasarana, partisipasi siswa dan kebijakan sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran PJOK di MA Ma‟arif Darussholihin, Kabupaten Sleman.
Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara atau dua variabel dengan mengumpulkan data numerik yang dapat diukur terkait kompetensi guru, kualitas sarana dan prasarana, partisipasi siswa, kebijakan sekolah dan motifasi belajar. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas X –XII yang berjumlah 350 peserta didik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 160 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuisioner. Validasi data menggunakan rumus product moment dengan r hitung < r tabel (0,154). Reliabilitas menggunakan Crombach Alpha yaitu reabilitas (0,945)
Teknik analisis menggunakan analisis regresi linier, yang akan melibatkan berbagai uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil analisis data terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dependen dan variabel independen. Nilai F tabel (2,43<2560,354 dan nilai sig lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Maka dapat di katakan bahwa nilai variabel independen memiliki hubungan yang simultan terhadap variabel dependen. Terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi guru dan motifasi belajar peserta didik dengan r hitung sebesar 0,928 maka H1 diterima. Terdapat hubungan yang signifikan antara sarana prasarana dan motivasi belajar dengan r hitung
sebesar 0,955 maka H2 diterima. Terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi siswa dan motivasi belajar dengan r hitung sebesar 0,995 maka H3 diterima. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebijakan sekolah dan motivasi belajar dengan r hitung sebesar 0,904 maka H4 diterima. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar siswa dan variabel dependen dengan r hitung sebesar 0,945 maka H5 diterima. Simpulan penelitian yaitu ada hubungan yang signifikan antara kompetensi guru, kualitas sarana dan prasarana, partisipasi siswa, kebijakan sekolah dengan motivasi belajar peserta didik
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI SEKOLAH GAJAHWONG UMBULHARJO YOGYAKARTA
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan implementasi pendidikan
karakter di Sekolah Gajahwong dan (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan
penghambat implementasi pendidikan karakter anak usia dini di sekolah
Gajahwong.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian desktiptif.
Subjek dalam penelitian ini adalah koordinator sekolah, edukator, volunteer dan
orang tua siswa di Sekolah Gajahwong. Data dikumpulkan melalui metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis
menggunakan model analisis interaktif. Data-data hasil penelitian diuji kembali
keabsahannya dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan
pengamatan, dan trianggulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Implementasi pendidikan karakter anak
usia dini di Sekolah gajahwong sudah cukup baik dan dilakukan melalui proses: a)
Perencanaan dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang sesuai dengan identifikasi
lingkungan dan prinsip-prinsip yang dianut oleh sekolah ke dalam kurikulum
kemudian digunakan sebagai pijakan untuk membuat RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran) dan dilanjutkan pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan
anak beserta tahap perkembangannya. b) Pelaksanaan pendidikan karakter yang
terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, keteladanan serta pembiasaan dan c)
Evaluasi melalui observasi harian, catatan anecdotal edukator, sharing fasilitator,
parents meeting serta secara periodik saat raporan akhir semester. 2) Ditemukan
juga beberapa faktor pendukung meliputi fasilitator yang berkompeten, volunteer
yang berpengalaman, fasilitas sarana dan prasarana yang cukup memadai,
koordinasi fasilitator dengan orangtua siswa, resource person dan masyarakat yang
mendukung. Sedangkan untuk faktor penghambat yaitu karakteristik anak yang
beragam, masalah atau emosi yang terbawa dari lingkungan anak, keterbatasan
bantuan tenaga pendidik dan keterbatasan pendanaan.
Kata Kunci: Implementasi, Pendidikan Karakter, Sekolah Gajahwon
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENERAPAN MODEL PBL DALAM MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 WIRUN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis
dalam pembelajaran IPAS materi keberagaman budaya menggunakan model PBL
pada kelas IV SDN 1 Wirun.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan
menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, yaitu perencanaan, tindakan,
observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak
terstruktur, dokumentasi, observasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan
yaitu teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini
adalah siswa kelas IV di SDN 1 Wirun yang berjumlah 33 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hasil kemampuan berpikir
kritis siswa dengan kategori baik memperoleh presentase sebesar 27% dan
mengalami peningkatan sebesar 45% menjadi 72% pada siklus II. Adapun
keseluruhan indikator kemampuan berpikir kritis memiliki presentase mencapai
lebih dari 70%. Selain itu presentase ketuntasan KKM nilai siswa meningkat 43%
dari 45% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis
siswa dalam materi keberagaman budaya Indonesia karena telah memenuhi kriteria
keberhasilan penelitian.
Kata kunci: Berpikir Kritis, Model PBL, Pembelajaran IPAS
Model Pembelajaran IPA Terapan dengan Mengintegrasikan Lingkungan Goa Gong untuk Meningkatkan Karakter Siap Kerja Siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pacitan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan model pembelajaran IPA Terapan yang terintegrasi dengan lingkungan Goa Gong pada siswa SMK, (2) mengungkapkan kelayakan model pembelajaran IPA Terapan yang dihasilkan, dan (3) mengungkapkan keefektifan model pembelajaran IP A T erapan yang dihasilkan ditinjau dari kesiapan siswa SMK di dunia kerja.
Penelitian merupakan research and development sesuai dengan prosedur pengembangan oleh Borg & Gall. Subjek penelitian adalah siswa SMK kelas X yang berada di sekitar wilayah Goa Gong Kabupaten Pacitan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul berupa data hasil survey permasalahan dan kebutuhan proses pembelajaran IPA Terapan di SMK, data hasil validasi produk oleh pakar dan praktisi, data keterlaksanaan model pembelajaran dalam uji coba produk, serta data hasil uji efektivitas produk. Uji coba produk secara terbatas menggunakan one-group pretest-posttest design. Sedangkan uji coba skala besar menggunakan pretest- posttest control group design.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Struktur sintaks model pembelajaran IP A T erapan yang dihasilkan terdiri dari stimulasi masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar dan merumuskan action plan, merancang produk, menilai dan memprediksi melalui SWOT, dan refleksi proses. Perangkat pendukung pembelajaran terdiri dari bahan ajar, LKPD, RPP, gambar/video, dan perangkat penilaian. (2) Model pembelajaran IPA Terpadu yang dihasilkan telah dinilai layak untuk diterapkan melalui proses validasi yang dilakukan oleh ahli desain pembelajaran, ahli media, ahli materi, dan guru IPA Terapan sebagai praktisi. (3) Hasil uji coba keterlaksanaan model pembelajaran tersebut menunjukkan pelaksanaan komponen sintaks pembelajaran berkategori baik, komponen prinsip reaksi berkategori baik, komponen sistem sosial berkategori baik, dan komponen sistem pendukung berkategori baik. (4) Model pembelajaran tersebut efektif dalam meningkatkan karakter dalam menyiapkan siswa di dunia kerja, yang terdiri dari kreativitas, percaya diri, dan berani mengambil sikap dalam memanfaatkan lingkungan goa. Hasil uji coba model pembelajaran tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran tersebut dengan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran tersebut lebih efektif dalam mengembangkan karakter siap kerja siswa
PENGEMBANGAN MEDIA KOSITUNG (KOLOM OPERASI HITUNG) PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BAGI PESERTA DIDIK KELAS 1 DI SD NEGERI NGEMPLAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan produk berupa
media pembelajaran KOSITUNG (Kolom Operasi Hitung) yang layak dan praktis
untuk digunakan pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan di kelas I SD
Negeri Ngemplak. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk
mengembangkan media pembelajaran dengan tampilan yang menarik pada materi
operasi penjumlahan dan pengurangan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Adapun tahapan penelitian dan pengembangan berdasarkan model ADDIE yaitu analyze, design, development, implementation, dan evaluate. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Ngemplak dengan subjek penelitian berjumlah 12 peserta didik kelas I SD Negeri Ngemplak. Uji coba yang
dilaksanakan yaitu uji coba one to one dan uji coba small group. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, angket, dan
dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) media KOSITUNG layak untuk
digunakan untuk media pembelajaran materi operasi penjumlahan dan pengurangan
pada kelas I SD Negeri Ngemplak, terbukti dari hasil validasi ahli materi mendapat
persentase skor 97,33% (sangat layak) dan hasil validasi ahli media memperoleh
skor 97,33% (sangat layak), 2) media KOSITUNG praktis untuk digunakan sebagai
media pembelajaran materi operasi penjumlahan dan pengurangan pada kelas I SD
Negeri Ngemplak, terbukti dari hasil respons pendidik pada uji coba one to one
memperoleh persentase 80% (praktis) dan hasil respons oleh 3 peserta didik
memperoleh persentase 96,67% (sangat praktis), serta untuk uji coba lapangan
utama (small group) menunjukkan hasil respons pendidik memperoleh persentase
82% (sangat praktis) dan hasil respons oleh 12 peserta didik memperoleh persentase
98,12% (sangat praktis).
Kata Kunci: media KOSITUNG, pengembangan, penjumlahan dan penguranga
Ilmu Pengetahuan dan Pencerahan: Dinamika Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen Di Batavia, 1848 – 1923
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pencerahan ilmu pengetahuan yang
berpusat dalam perkumpulan masyarakat ilmiah di Batavia. Pencerahan ilmu
pengetahuan menjadi titik balik peradaban manusia di dunia ini. Gerakan
Pencerahan bersama revolusi ilmiah mengadvokasi cita-cita tentang kebebasan,
kemajuan, toleransi, pemerintahan konstitusional, serta pemisahan agama dan
negara. Fokus penelitian ini adalah (1) memahami latar belakang gerakan
pencerahan ilmu pengetahuan di Batavia (2) mengkaji perkembangan institusi dan
(3) mengetahui dampak perkembangan yang dilakukan oleh perkumpulan
masyarakat ilmiah bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en
Wetenschappen disingkat BGKW sejak 1848 hingga 1923. Gerakan pencerahan
ilmu pengetahuan menyebar luas ke seluruh dunia termasuk Hindia Belanda yang
saat itu sedang dijajah oleh Belanda. Gerakan Pencerahan di Hindia Belanda
dikenal sebagai pencerahan Hindia (Indies Enlightenment).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang empiris dengan
pendekatan kritis secara sistematis dan analitik. Metode yang terdiri dari heuristik
berupa pengumpulan sumber primer dari arsip dan publikasi BGKW seperti
Notulen, Verhandelingen, Tijdschrift, Jaarboek, dan Gedenkboek serta sumber
sekunder lainnya. Kritik sumber atau verifikasi yang mengkaji validitas sumber
yang akan digunakan agar sesuai dan kredibel. Interpretasi, menafsirkan dan
menghubungkan satu peristiwa yang saling berkaitan antara fakta sejarah yang
diperoleh. Historiografi adalah melakukan penulisan secara kronologis dan kritis
menjadi tulisan sejarah dengan referensi dan metode yang tepat.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya dinamika pada sebuah institusi
ilmu pengetahuan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen sejak
1848 hingga 1923. (1) Dinamika institusi ini didahului sebuah gerakan pencerahan
yang terjadi di Eropa dan masuk ke Hindia Belanda melalui gerakan yang dilakukan
orang-orang Eropa dengan pendirian perkumpulan masyarakat ilmiah. (2) Dalam
perkembangannya, pencerahan ilmu pengetahuan Hindia Belanda berpusat pada
perkumpulan masyarakat ilmiah BGKW di Batavia selama akhir abad ke-18 dan
abad ke-19. BGKW telah menerbitkan berbagai publikasi ilmiah, membangun
sebuah Museum dan Perpustakaan yang menjadi pusat tradisi ilmu pengetahuan di
Hindia Belanda. (3) Gerakan pencerahan yang dilakukan oleh perkumpulan ini
berdampak menjadi sebuah titik awal dimulainya produksi pengetahun kolonial
yang berpengaruh hingga saat ini, seperti dalam bidang sosial budaya, pendidikan
dan perkembangan ilmu pengetahuan
PENGUATAN KARAKTER SOPAN SANTUN DI SD 1 TRIRENGGO BANTUL
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan
penguatan karakter sopan santun pada siswa SD 1 Trirenggo Bantul dan (2)
mendeskripsikan perilaku sopan santun pada siswa SD 1 Trirenggo Bantul.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus untuk
dapat menjelaskan hasil pengkajian fenomena sosial secara menyeluruh, kompleks,
dan rinci. Penelitian ini dilakukan di SD 1 Trirenggo Bantul. Subjek yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa SD 1
Trirenggo Bantul yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan panduan dokumentasi
dengan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi, penyajian,
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter di SD 1 Trirenggo Bantul dilaksanakan melalui berbagai cara yaitu melalui keteladanan,
pembiasaan, pembelajaran, dan budaya sekolah. Penguatan karakter sopan santun
di SD 1 Trirenggo Bantul melalui peneladanan dilakukan kepala sekolah dan guru
dengan cara memberikan contoh berperilaku sopan santun seperti membantu orang
lain; izin ketika masuk ruangan; menerapkan sikap 3S; tidak memotong
pembicaraan orang lain; mengucapkan kata ajaib (minta tolong, terima kasih,
permisi, dan maaf); memperlakukan orang lain dengan baik; serta bertutur kata
santun. Penguatan karakter sopan santun di SD 1 Trirenggo Bantul melalui
pembiasaan dilakukan dengan cara membiasakan 3S; mengucapkan kalimat terima
kasih, tolong, permisi, dan maaf; saling membantu; serta pembiasaan karakter
sopan santun pada ekstrakurikuler. Penguatan karakter sopan santun di SD 1
Trirenggo Bantul melalui pembelajaran dilakukan dengan cara guru mengajarkan
berperilaku sopan santun dengan mengajak siswa untuk mengingat dan
mempraktekkan. Pesan disamaikan melalui lagu. Penguatan karakter sopan santun
di SD 1 Trirenggo Bantul melalui budaya sekolah dilakukan dengan mengadakan
program sekolah. Siswa SD 1 Trirenggo Bantul sudah memenuhi 8 indikator
karakter sopan santun walaupun untuk memenuhi indikator tersebut harus
diingatkan oleh orang lain. Siswa SD 1 Trirenggo Bantul sudah memenuhi
komponen pertama pendidikan karakter yaitu pada komponen pengetahuan moral
namun masih kurang dalam komponen perasaan moral dan tindakan moral.
Kata Kunci : Penguatan, Karakter, Sopan Santun, Sisw
Upaya Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Melalui Metode Demonstrasi Peserta Didik Kelas V SD Negeri Kenteng Banyuurip Purworejo
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli melalui metode demonstrasi pada peserta didik kelas V SD Negeri Kenteng, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan instrumen tes dan non tes untuk mengetahui hasil belajar passing bawah bola voli peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V tahun ajaran 2023/2024 SD Negeri Kenteng yang berjumlah 25 peserta didik. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan persentase.
Berdasarkan penelitian hasil keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penelitian menunjukkan hasil persentase tingkat keberhasilan siklus I adalah 12%, sedangkan hasil persentase keberhasilan pada siklus II adalah 60%, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah permainan bola voli