63894 research outputs found
Sort by
Hambatan Siswa Inklusi Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Pada Kelas V dan VI SD Negeri 2 Sukorejo Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2023/2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan siswa inklusi dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada kelas V dan VI SD Negeri 2 Sukorejo tahun ajaran 2023/2024.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian yang dilakukan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data sesuai dengan bentuk pendekatan penelitian kualitatif dan sumber daya yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan internal yang dialami siswa inklusi dalam pembelajaran PJOK sendiri hampir sama yaitu belum terlatih motoriknya dan kurangnya minat dan bakat terhadap olahraga atau pembelajaran PJOK, sehingga menjadi hambatan tersendiri bagi siswa inklusi dalam pembelajaran PJOK. Sedangkan hambatan eksternal yang dialami siswa inklusi dalam pembelajaran PJOK sendiri juga hampir sama yaitu kurangnya motivasi dan dukungan orang tua terhadap olahraga atau pembelajaran PJOK, serta sekolah belum terlalu menerapkan pendidikan inklusi yang sesuai dengan tujuan pendidikan inklusi
Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Kemampuan Passing Bawah Permaianan Bola Voli Siswa Putra Peserta Ekstrakurikuler Bola Voli MTsN 6 Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kekuatan otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan passing bawah bola voli siswa putra ekstrakurikuler di MTSN 6 Sleman.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dan sampel dalam penelitian terdiri dar 20 siswa putra yang aktif mengikuti ekstrakurikuler bola voli di MTSN 6 Sleman. Kekuatan otot lengan menggunakan instrument tes push-up, koordinasi mata tangan yaitu tes lempar tangkap bola tenis, dan kemampuan passing bawah diukur menggunakan instrument tes dari Depdiknas. Darta yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan terhadap kemampuan passing bawah siswa putra ekstrakurikuler di MTSN 6 Sleman, dengan nilai r hitung 0,522 > r tabel 0,444 dan sumbangan sebesar 63,102%. Ada hubungan yang signifikan antara koordinasi mata tangan terhadap kemampuan passing bawah siswa putra ekstrakurikuler di MTSN 6 Sleman, dengan nilai r hitung 0,809> r tabel 0,444 dan sumbangan sebesar 2,4534%. Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan passing bawah siswa putra ekstrakurikuler di MTSN 6 Sleman, dengan nilai F hitung 16,171 > F tabel (2-17) 3,59 dan sumbangan sebesar 65,5554%. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang singnifikan antara kekuatan otot lengan dan kordinasi mata tangan dengan kemampuan pssing bawah siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli MTSN 6 Sleman
Hubungan Kualitas Layanan Pelatih Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Atlet Academy Bola Basket di Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan kualitas layanan pelatih terhadap kepuasan atlet academy bola basket di Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) mengetahui hubungan kualitas layanan pelatih terhadap loyalitas atlet academy bola basket di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah atlet Global Basketball Academy, Mataram Basketball Academy, Bima Perkasa Academy dengan jumlah total 215 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kriterianya yaitu (a) Atlet yang berlatih pada academy bola basket di Daerah Istimewa Yogyakarta (b) Berusia 12-15 tahun (c) Sudah mengikuti latihan minimal selama 1 bulan (d) Bersedia menjadi sampel penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 96 atlet. Instrumen kualitas layanan pelatih, kepuasan, dan loyalitas atlet menggunakan angket. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas layanan pelatih terhadap kepuasan atlet academy bola basket di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan rhitung 0,530 > rtabel 0,200, sig. 0,001 rtabel (95) 0,200, sig. 0,000 < 0,05
IMPLEMENTASI ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA PADA KELAS V SD PANGGANG BAMBANGLIPURO BANTUL
Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Tujuan pertama adalah mendeskripsikan
perencanaan asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas V SD Panggang.
Tujuan kedua adalah mendeskripsikan pelaksanaan asesmen pembelajaran
Kurikulum Merdeka kelas V SD Panggang. Tujuan ketiga adalah mendeskripsikan
pengolahan hasil asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas V SD
Panggang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif untuk mendapatkan
data yang mendalam dan mengandung makna. Penelitian dilakukan di SD
Panggang pada bulan Januari – April 2024. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan
dengan sumber data dari kepala sekolah, dua guru kelas, dan dua siswa kelas V. Uji
kredibilitas pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan
triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru merencanakan asesmen pembelajaran berupa diagnostik, formatif, dan sumatif sesuai dengan kurikulum dan modul ajar yang dibuat. Pelaksanaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif dilaksanakan secara tes tertulis, tes lisan, observasi, maupun produk. Pengolahan hasil asesmen diagnostik digunakan untuk merencanakan pembelajaran, asesmen formatif untuk mengoreksi pembelajaran sebelumnya, dan asesmen sumatif untuk menentukan tingkat capaian siswa.
Kata Kunci: Asesmen, Diagnostik, Formatif, Sumati
Identifikasi Faktor Penghambat Prestasi Cabang Olahraga Dayung Arung Jeram Kota Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui sarana dan prasarana latihan yang dimiliki FAJI Kota Surakarta, (2) menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi Prestasi FAJI Kota Surakarta yang menurun pada tahun 2022, (3) menjelaskan faktor yang mempengaruhi masuknya IPTEK dalam pendampingan latihan atlet cabang olahraga dayung arung jeram, (4) menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan kompetisi dalam skala daerah, dan nasional.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan teknik Miles & Huberman.
Hasil penelitian ini adalah (1) Sarana dan prasarana FAJI Kota Surakarta yang belum dimiliki yaitu: boey sungai, gate sungai, gudang alat dan lemari pekakas. Peralatan yang masih kurang yaitu: dayung karbon (hanya memiliki 3),perahu karet (hanya miliki 1), p3k (kurang lengkap), dayung carlisle (hanya memiliki 6), dayung kayu (hanya memiliki 6). (2) faktor pengaruh prestasi faktor yang berpengaruh dalam prestasi FAJI Kota Surakarta, dapat disimpulkan diantaranya: faktor pendukung dan faktor penghambat. (3) Faktor yang mempengaruhi IPTEK OR adalah: perkembangan jaman dan teknologi, kebutuhan
atlet dan pelatih yang ingin lebih modern, kerja sama antara cabor dan produksi alat
atau pakaian olahraga, sumber daya manusia yang ahli, dukungan dari pihat yang
terkait, minat Masyarakat. (4) Faktor Yang Mempengaruhi Terselenggaranya Kompetisi Tingkat Daerah Hingga Nasional adalah: kepanitiaan kegiatan, tujuan kegiatan dilaksanakan, intansi yang terlibat, perihal kerjasama, peserta kegiatan perijinan dalam berkegiatan, perlengkapan penunjang kegiatan, dana kegiatan,venue kegiatan, fasilitas pendukung selain dalam perlombaan, dukungan dari pihat terkait, dalam bidang teknolog
Faktor Antropometri dan Kondisi Fisik Penentu Kecepatan Tendangan Sabit Pencak Silat (Analisis Konfirmatori Faktor Antropometri dan Kondisi Fisik Prediksi Penentu Kecepatan Tendangan Sabit Pencak Silat Kategori Tanding Kelas C Putra Remaja).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor anatomi dan juga fisiologi tubuh yang memiliki korelasi dan peranan terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat. Faktor-faktor anatomi (antropometri) dasar yang diteliti mencangkup barat badan, tinggi badan dan panjang tungkai. Sedangkan faktor fisiologi (kondisi fisik) yang diteliti mencangkup kecepatan, kelincahan, power tungkai, daya tahan anaerobik keseimbangan, dan kelentukan. Penelitian ini meneliti pada kategori tanding di kelas C putra dimana merupakan kategori tanding yang menjadi dominansi dari sebagian besar pertandingan pencak silat remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis faktor yang menguji dan mengeliminasi faktor. Seluruh data yang didapat, diolah dan diuji melalui beberapa tahap yang kemudian akan tereliminasi jika tidak memenuhi syarat lolos uji. Populasi penelitian ini adalah atlet pencak silat remaja berusia 14-17 tahun di Kabupaten Wonosobo. Tempat penelitian dilakukan pada 3
(tiga) sekolah menengah atas yang memiliki unit latihan pencak silat dan memiliki
atlet terlatih kategori tanding kelas C putra. Jumlah sampel dalam penelitian ini
adalah 15 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen yang
digunakan adalah dengan observasi dan dokumentasi. Data kemudian diolah dan
dianalisis dengan aplikasi SPSS 26.
Hasil penelitian yang dilakukan, dari 9 variabel faktor laten diperoleh 8 variabel yang merupakan faktor penentu kecepatan tendangan sabit. Faktor-faktor tersebut dengan nilai peranannya adalah berat badan (0.748), tinggi badan (0.536), panjang tungkai(0.834), daya tahan anaerobik (0.838), kecepatan (0.817), kelincahan (0.876), power tungkai (0.856), dan kelentukan (0.902). Sementara keseimbangan tereliminasi saat analisis pertama
Hubungan Power Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan, dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Akurasi Smash Pada Atlet Bulu Tangkis di Area Badminton Club
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui hubungan power otot tungkai dengan akurasi smash pada atlet bulu tangkis di Area Badminton Club. (2) Untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan dengan akurasi smash pada atlet bulu tangkis di Area Badminton Club. (3) Untuk mengetahui terdapat hubungan koordinasi mata tangan dengan akurasi smash pada atlet bulu tangkis di Area Badminton Club. (4) Untuk mengetahui hubungan power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan koordinasi mata tangan terhadap akurasi smash pada atlet bulu tangkis di Area Badminton Club.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah atlet bulu tangkis di Area Badminton Club yang berjumlah 146 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, kriterianya yaitu: (1) Mengikuti tes dan pengukuran sesuai prosedur dari awal hingga akhir, (2) pemain di Area Badminton Club minimal usia 12 tahun, (3) masih aktif mengikuti latihan, dan (4) tidak dalam keadaan sakit. Berdasarkan hal tersebut yang memenuhi berjumlah 39 atlet. Instrumen power otot tungkai yaitu tes vertical jump, kekuatan otot lengan yaitu push up, koordinasi mata tangan yaitu tes lempar tangkap bola tenis, dan akurasi smash yaitu tes smash dari PBSI. Analisis data menggunakan analisis statistik regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada hubungan yang signifikan antara power otot tungkai terhadap akurasi smash atlet bulu tangkis di Area Badminton Club, dengan rhitung 0,693 > rtabel 0,312, sig. 0,000 rtabel 0,312, sig. 0,000 rtabel 0,312, sig. 0,000 F tabel 2,87 serta sig. 0,000 < 0,05
Pengembangan Rangkaian Terapi Masase dan Latihan Serta Intervensi Psikologis Untuk Penyembuhan Cedera Lutut
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun desain rangkaian, menguji kelayakan, dan
menguji efektivitas terapi masase (Spodetrig), latihan, dan hypnotherapy, untuk menurunkan nyeri, meningkatkan range of motion (ROM), Static Postural and Balance
Control (SPBC), dan fungsi lutut.
Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan tahapan
analysis, design, development or production, implementation, dan, evaluation (ADDIE).
Uji coba skala kecil dilakukan pada 20 pasien menggunakan penelitian eksperimen tanpa control group. Uji coba skala besar dilakukan pada 44 pasien, dilakukan dengan metode penelitian kuasi eksperimen, dengan desain pretest-posttes dengan control group. Sampel uji skala besar dibagi menjadi dua kelompok, Control group diberi nama (CG) (N=22), treatment group (TG) (N=22). Demografi sampel: mean ± SD, usia CG 29.13±7.47 dan TG 30.95±9.70 tahun, tinggi CG 170.09±6.99 dan TG 173.04±6.70 cm, berat badan CG 72.18±4.26 dan TG 69.68±6.96 Kg, BMI CG 25.03±2.12 dan TG 23.26±9.70 kg/m
Perlakuan diberikan selama 12 minggu dengan frekuensi 1 sesi untuk Spodetrig massage, 2 sesi latihan fisik, dan 1 sesi hypnotherapy per minggu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Delphi, wawancara, dan kuesioner. Instrument penelitian yang digunakan, Visual Analog Scale (VAS), Goniometer, Single Leg Stance (SLS), dan
Victorian Institute of Sport Assessment -Patella (VISA-P). Teknik analisis data menggunakan rumus Aiken V, Intraclass Correlation Coefficient (ICC), Cron Bach Alpha
(CA), deskripsi data, persentase, dan uji statistic inferensial menggunakan uji-t, semua data dianalisis menggunakan miscrosoft Excel dan SPSS 25. 2
Hasil penelitian ini melaporkan bahwa: (1) tersusun rangkaian terapi Spodetrig Massage, latihan, dan hypnotherapy. (2) Berdasarkan penilaian 7 ahli dan uji reliabilitas program telah ditemukan hasil formula Aiken V, Intraclass Correlation Coefficient (ICC) dan Cron Bach Alpha (CA), masing-masing V= 0,932, 0,86, dan 0.85; ICC = 0.01, 0.00, 0.00 p<0.05; CA= 0.775, 0.742, 0.803. (3) Pada uji efektivitas, rangkaian terapi Spodetrig massage, latihan, dan hypnotherapy terbukti menurun tingkat nyeri secara significant (0.00, p < 0.05; tingkat nyeri TG 2.45 ± 0.912; tingkat nyeri CG 4.73 ± 0.827), ROM (0.00, p < 0.05; ROM TG 134,14 ± 5,130; ROM CG 126,91 ± 5,715), SPCB (0.00, p < 0.05; SPBC CG 49,05 detik; SPBC TG 36,64 detik), VISA-P (0.00, p <0.05; VISA-P Score TG 74,68; VISA-P Score CG 55,27). Uji beda antara kelompok CG dan TG memiliki perbedaan masing-masing yang significant (p<0.05). Disimpulkan bahwa rangkaian terapi yang dikembangkan terbukti layak, aman, dan efektif untuk penyembuhan cedera lutut dan dapat melakukan olahraga kembali sesuai peminatan (Return to Play)
Pengaruh Plyometric dan Ladder Drill Training Terhadap Kecepatan dan Kelincahan Atlet Cricket Ditinjau Dari Power Tungkai
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisa perbedaan pengaruh plyometric dan ladder drill training terhadap kecepatan dan kelincahan atlet cricket; (2) menganalisa perbedaan pengaruh atlet cricket yang memiliki power tungkai tinggi dan rendah terhadap kecepatan dan kelincahan; dan (3) menganalisa interaksi antara plyometric dan ladder drill training serta power tungkai terhadap kecepatan dan kelincahan atlet cricket.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen faktorial 2x2 (design factorial 2x2). Populasi dalam penelitian ini adalah atlet cricket provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjumlah 45 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 orang atlet cricket putri yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian melakukan ordinal pairing untuk pembagian kelompok. Teknik pengambilan data menggunakan pretest dan posttest; instrumen tes yang digunakan untuk mengukur kecepatan adalah sprint 30 m, dan instrumen mengukur kelincahan adalah T-Test. Teknik analisis data menggunakan Anova two-way dengan taraf signifikan 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan plyometric dan latihan ladder drill terhadap kecepatan dan kelincahan atlet cricket; kelompok latihan plyometric mengalami peningkatan kecepatan 4,67 lebih baik dibandingkan latihan ladder drill yaitu 4,86 dengan selisih rata-rata posttest sebesar 0,19, dan kelompok latihan ladder drill mengalami peningkatan kelincahan 11,64 lebih baik dibandingkan dengan latihan plyometric yaitu 18,88, dengan selisih rata-rata posttest sebesar 0,24. (2) Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara atlet cricket yang memiliki power tungkai tinggi dan rendah terhadap kecepatan dan kelincahan. atlet cricket yang memiliki power tungkai tinggi mengalami peningkatan kecepatan 4,64 lebih baik dibandingkan dengan atlet cricket yang memiliki power tungkai rendah yaitu 4,89 dengan selisih rata-rata posttest 4,25 dan atlet cricket yang memiliki power tungkai tinggi mengalami peningkatan kelincahan sebesar 11,66 lebih baik dibandingkan dengan atlet cricket yang memiliki power tungkai rendah yaitu 11,87, dengan selisih rata-rata posttest 0,21. (3) tidak terdapat interaksi antara plyometric dan ladder drill training serta power tungkai terhadap kecepatan dan kelincahan atlet cricket Karenai nilai signifikan P sebesar 0,642 > 0,05 untuk kecepatan dan nilai signifikan P sebesar 0,923 > 0,05 untuk kelincahan
Upaya Meningkatan Motorik Kasar Melalui Permainan Bola Voli Modifikasi Pada Siswa Kelas 5 SD Unggulan Muhammadiyah Kretek Kabupaten Bantul
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kemampuan motorik kasar melalui permainan bola voli modifikasi pada peserta didik kelas V SD Unggulan Muhammadiyah Kretek Kabupaten Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) kolaboratif. Subjek penelitian kelas V yang berjumlah 31 peserta didik Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan motorik kasar aspek kelincahan dapat dilihat pada tahap pra tindakan sebesar 16%, pada siklus I menjadi 34%, kemudian pada siklus II menjadi 84% dari keseluruhan peserta didik. Sedangkan pada aspek kekuatan dilihat pada tahap pra tindakan sebesar 29%, pada siklus I menjadi 40%, kemudian pada siklus II menjadi 81% dari keseluruhan peserta didik. Kemampuan morotik kasar peserta didik secara keseluruhan pada pra tindakan berada pada kriteria cukup ialah 81% meningkat pada siklus I menjadi 87%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 100%, sehingga dari hasil tersebut dapat dikatakan berhasil karena 31 peserta didik mencapai indikator kemampuan motorik kasar pada kriteria baik