63894 research outputs found
Sort by
Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Kemampuan Mengkreasi Pengetahuan Faktual, Konseptual, dan Prosedural Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan profil/karakteristik model FCBP, menghasilkan model pembelajaran FCBP yang: (2) layak, (3) praktis, dan (4) efektif untuk meningkatkan kemampuan mengkreasi pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural mahasiswa S1 Pendidikan Biologi.
Penelitian ini merupakan Design and Development Research (DDR). Model pembelajaran FCBP yang dikembangkan diuji coba melalui: (1) uji kelayakan melalui reviu dan penilaian dosen ahli pendidikan, ahli materi dan evaluasi; (2) uji kepraktisan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model FCBP, angket tanggapan dosen dan mahasiswa pengguna setelah penerapan model; (3) uji keefektifan model dengan eksperimen kuasi menggunakan desain pretest-posttest control group design pada mahasiswa S1 Pendidikan Biologi Universitas Islam Riau. Instrumen penelitian meliputi lembar reviu dan penilaian dosen ahli, tes kemampuan mengkreasi, lembar observasi keterlaksanaan model FCBP, dan kuesioner tanggapan dosen dan mahasiswa pengguna model FCBP. Data hasil reviu dan penilaian dosen ahli dianalisis secara deskriptif kualitatif, data hasil observasi keterlaksanaan model FCBP serta tanggapan dosen dan mahasiswa pengguna model FCBP dianalisis secara deskriptif kuantitatif, dan data kemampuan mengkreasi mahasiswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial.
Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Struktur sintaks pembelajaran model FCBP meliputi pembelajaran mandiri flipped classroom, pengembangan ide proyek, pertanyaan menantang/mendasar, perancangan proyek, peluncuran proyek, pelaksanaan proyek, pemeriksaan dan revisi produk, presentasi hasil proyek, revisi dan penyempurnaan. Perangkat pendukung pembelajaran terdiri dari bahan ajar, RPS, LKM, peragkat penilaian. (2) Model pembelajaran FCBP layak menurut dosen ahli pendidikan, ahli materi, dan ahli evaluasi; (3) praktis menurut dosen pengguna dan mahasiswa; dan (4) efektif berdasarkan nilai N-Gain peningkatan kemampuan mengkreasi pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural, serta berdasarkan hasil uji independent sample t-test hasil post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Model pembelajaran FCBP layak, praktis, dan efektif untuk mengembangkan kemampuan mengkreasi pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural mahasiswa pada materi bioteknologi fermentasi
Model Pembelajaran E-PBL-STEM Berbasis Tri N untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Representasi Verbal IPA.
Tujuan penelitian yakni: (1) menghasilkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan representasi verbal IPA, (2) menganalisis kelayakan model yang dihasilkan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan representasi verbal IPA, (3) mengetahui kepraktisan model dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan representasi verbal IPA, dan (4) menganalisis keefektifan model untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan representasi verbal IPA.
Jenis penelitian ini termasuk pada kategori penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan mengacu pada model ADDIE dengan lima tahapan yakni analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Uji kepraktisan model menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design dengan subjek uji coba terdiri dari 1 kelas dengan jumlah 16 peserta didik di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan, Yogyakarta. Adapun untuk uji hipotesis menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group dengan 15 kelas dari 5 SMP di kota Yogyakarta sebanyak 290 peserta didik sebagai subjek uji coba yang dipilih dengan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis persamaan Aiken’s V, uji N-gain, uji prasyaraat homogenitas dan normalitas untuk uji statistik parametrik, uji hipotesis menggunakan GLM untuk mengetahui kefektifan model yang dihasilkan.
Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut (1) produk berupa model pembelajaran E-PBL-STEM berbasis Tri N dengan sintaks (i) Problem Oriented (ii) Visualization, (iii) Investigation Organizing, (iv) Research and Analyzing Guidance, (v) Using Mathematics and Computational Thinking, (vi) Develop and Present the Work, vii) Engenering in Argument form Devidence, (viii) Analyze and Evaluate the Problem Solving yang dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan hasil penilaian dari semua validator/ ahli sejumlah enam orang, (2) model pembelajaran E-PBL-STEM berbasis Tri N dinyatakan sangat praktis dengan persentase 87,5 % yang dibuktikan dengan keterlaksanaan RPP (100%) dan hasil respon peserta didik 82,4 %, (3) model pembelajaran E-PBL-STEM berbasis Tri N efektif secara signifikan dengan hasil sig<0.01 untuk ketiga hipotesis, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran E- PBL-STEM berbasis Tri N efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan representasi verbal IPA
Pengembangan E-Atlas Pembedahan Anatomi Hewan Berbasis Model Pembelajaran Flipped Classroom untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Praktik Pembedahan bagi Mahasiswa Pendidikan Biologi.
Pembelajaran anatomi hewan di perguruan tinggi masih menggunakan model pembelajaran tradisional dan media pembelajaran manual sehingga membutuhkan waktu yang ekstra. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain media pembelajaran e-atlas pembedahan anatomi hewan berbasis model pembelajaran flipped classroom yang layak, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan praktik pembedahan bagi mahasiswa pendidikan biologi.
Prosedur penelitian menggunakan model ADDIE dengan tahapan sebagai berikut: (1) tahap analisis matakuliah, peserta didik dan kebutuhan; (2) tahap desain media pembelajaran e-atlas pembedahan anatomi hewan berbasis model pembelajaran flipped classroom; (3) tahap pengembangan yang meliputi pengembangan produk awal, uji validasi ahli produk awal, revisi produk awal, dan uji kepraktisan produk awal; (4) tahap implementasi; dan (5) tahap evaluasi untuk menyimpulkan hasil pembelajaran anatomi hewan menggunakan media pembelajaran e-atlas pembedahan anatomi hewan berbasis model pembelajaran flipped classroom berdasarkan nilai pretest, posttest, dan checklist keterampilan pembedahan hewan.
Hasil penelitian pada tahap analysis dan design adalah bahwa desain media pembelajaran e-atlas pembedahan anatomi hewan berbasis model pembelajaran flipped classroom telah berhasil dirancang dan pada tahap development telah berhasil dikembangkan dan dinyatakan layak oleh ahli materi maupun ahli media serta dinyatakan praktis oleh mahasiswa. Berikutnya pada tahap implementation, e- atlas pembedahan anatomi hewan berbasis model pembelajaran flipped classroom lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan praktik pembedahan bagi mahasiswa pendidikan biologi dengan rata-rata persentase gain score sebesar 131,21% dan rata-rata gain score ternormalisasi sebesar 0,75 sehingga termasuk kategori tinggi serta rata-rata persentase penguasaan teknik pembedahan hewan sebesar 100% dan rata-rata skor checklist keterampilan praktik pembedahan hewan mahasiswa sebesar 11,00/11,00. Efektifitas pembelajaran anatomi hewan dengan e-atlas pembedahan anatomi hewan berbasis model pembelajaran flipped classroom telah dicapai melalui tahapan-tahapan pendekatan pembelajaran saintifik. Oleh karena itu, jika pendekatan pembelajaran saintifik dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapannya dan memenuhi tuntutan perkembangan zaman serta sesuai dengan karakteristik kebutuhan mahasiswa terhadap model dan media pembelajaran yang digunakan, maka pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran saintifik akan mendapatkan hasil yang maksimal
Pengaruh Proyek Pembelajaran Berbasis Reverse Engineering dan Kemampuan Spasial terhadap Keterampilan Mendesain Produk Berbantuan Komputer.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh model pembelajaran reverse engineering terhadap prestasi belajar mendesain produk dengan pengendalian kemampuan spasial mahasiswa.
Penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan menggunakan desain faktorial 2x3 yang melibatkan 90 mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin UNY sebagai sampel. Subjek penelitian adalah 15 mahasiswa/kelompok, dan ada tiga kelompok/kelas yang mendapat perlakuan model pembelajaran reverse engineering. Pengumpulan data kemampuan spasial menggunakan test pilihan ganda, sementara skor produk desain dinilai menggunakan rubrik. Data dianalisis menggunakan analisis kovarian berbantuan SPSS 26.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Hasil belajar perancangan produk kelompok mahasiswa yang diberi model pembelajaran reverse engineering lebih tinggi dari pada hasil belajar kelompok mahasiswa yang diberi model pembelajaran forward engineering, dengan mengontrol kemampuan spasial. (2) Ada pengaruh tingkat kemampuan spasial mahasiswa terhadap kemampuan mendesain produk dengan mengontrol model pembelajaran. (3) Terdapat perbedaan hasil pembelajaran perancangan produk sebagai hasil perbedaan tingkat spasial dan perlakuan model pembelajaran. Perbedaan antar kelompok eksperimen dapat dikemukakan sebagai berikut: a) pada kelompok mahasiswa yang memiliki kemampuan spasial tinggi, hasil belajar perancangan produk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan; b) pada kelompok mahasiswa yang memiliki kemampuan spasial sedang, hasil belajar perancangan produk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan; c) pada kelompok mahasiswa yang memiliki kemampuan spasial rendah, hasil belajar perancangan produk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian ini belum sempurna dan masih perlu kajian lebih lanjut, terutama pemanfaatan teknologi baru dan pre knowledge selain kemampuan spasial
Keefektifan Strategi Pembelajaran Flipped Classroom dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian DPIB.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keefektifan strategi pembelajaran Flipped Classroom dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian kelas X DPIB di SMK Negeri 1 Sedayu.
Penlitian ini berfokus pada elemen Teknik dasar pada pekerjaan desain pemodelan dan informasi bangunan yang berkaitan dengan teknik pengukuran tanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuasi Eksperimen (quasi experimental research). Dan desain penelitiannya adalah desain pretest- posttest control group design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X DPIB Tahun pelajaran 2023/2024. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas yang akan mendapatkan dua perlakuan berbeda yakni kelas X DPIB A dan kelas X DPIB B SMK 1 Sedayu, 36 siswa pada kelas eksperimen dan 36 pada kelas kontrol, sehingga total subjek penelitian adalah 72 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan tes. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran Flipped Classroom. Data penelitian dianalisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada taraf signifikansi 5%.
Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa: 1) strategi pembelajaran flipped classroom efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian DPIB di SMK Negeri 1 Sedayu; 2) strategi pembelajaran flipped classroom efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian DPIB di SMK Negeri 1 Sedayu, 3) keaktifan belajar siswa pada kelas eksperimen dengan strategi pembelajaran flipped classroom lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian DPIB di SMK Negeri 1 Sedayu; 4) hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan strategi pembelajaran flipped classroom lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian DPIB di SMK Negeri 1 Sedayu
Model Peningkatan Mutu di SMK NU Ma'arif Kudus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap model peningkatan mutu yang diterapkan di SMK NU Ma’arif Kudus, Jawa Tengah, Indonesia dengan fokus pada tiga aspek kunci: (1) model peningkatan mutu yang diterapkan, (2) implementasi peningkatan mutu yang dilakukan, dan (3) langkah-langkah tindak lanjut dalam pengembangan mutu.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menerapkan metode studi kasus tunggal. Narasumber yang terlibat meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah yang bertanggung jawab pada manajemen mutu, kurikulum, sarpras dan SDM, kesiswaan, humas, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara mendalam, dan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan perangkat lunak NVIVO.
Hasil Penelitian ini adalah Model Manajemen Mutu Terpadu (MMT) di SMK NU Ma'arif Kudus dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan vokasional. Sekolah ini menunjukkan komitmen tinggi dengan menerapkan MMT dan standar ISO 9001:2018, serta menjalin kolaborasi kuat dengan industri melalui program Link and Match. Fokus utama termasuk pelatihan dan pengembangan guru, meskipun dihadapkan pada kendala merekrut guru produktif dan program PPPK. Implementasi MMT menciptakan sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur, terlihat dari supervisi guru, audit mutu, dan sertifikasi ISO. Keberlanjutan program peningkatan mutu didukung oleh partisipasi pemerintah, industri, orang tua, dan masyarakat. Sekolah ini juga menunjukkan komitmen terhadap manajemen mutu pendidikan yang berkelanjutan dengan fokus pada evaluasi holistik, pembaharuan kurikulum, dan investasi dalam pengembangan kapasitas guru. Hasilnya menciptakan lingkungan pendidikan yang relevan dan berkualitas, serta memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan industri dan perkembangan zaman
Kompetensi Literasi Digital Guru Produktif Sekolah Menengah Kejuruan Tata Busana Kota Yogyakarta.
Peran guru sebagai pendidik khususnya dalam pembentukan karakter siswa
tidak akan tergantikan oleh kemajuan teknologi, sehingga peningkatan
keterampilan digitalisasi bagi guru perlu diperkuat. Guru menjadi penentu
keberhasilan dalam terciptanya SDM Indonesia yang unggul. Pengukuran indeks
kompetensi digital yang khusus untuk guru-guru SMK program keahlian tata
busana akan membantu mereka memahami tingkat kompetensi digital mereka
untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, dan memfasilitasi pengembangan
keterampilan yang sesuai. Dengan cara ini, guru-guru akan lebih siap menghadapi
tuntutan teknologi dalam dunia pendidikan dan mempersiapkan siswa mereka
untuk masa depan yang semakin terhubung dan berbasis teknologi. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi literasi digital guru produktif SMK
program keahlian tata busana di Kota Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan
pendekatan survey untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian ini adalah 27
guru produktif program keahlian tata busana dari lima SMK yang memiliki
jurusan tata busana di Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan angket self-asessment yang diadaptasi dari kerangka kerja Digital
Compentency Educators (DigCompEdu). Isi instrumen divalidasi melalui expert
judgement (validator dosen) dan Aikens V sedangkan validitas konstruk dilakukan
dengan uji Bivariate Pearson Correlation. Estimasi Reliabilitas menggunakan
reliabilitas antar rater (ICC) dan Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan
analisis deskriptif yang kemudian diberi makna.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Hasil pengukuran kompetensi
literasi digital guru produktif SMK program keahlian tata busana di Kota
Yogyakarta berada pada kategori “Sedang” dengan nilai rerata 2,99. (2) Hasil
pengukuran tabulasi silang kompetensi literasi digital dan usia responden
menunjukkan bahwa kelompok usia 24-40 tahun memiliki tingkat kompetensi
yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia 41-63 tahun
Nilai-Nilai Etika yang Terkandung dalam Syair Lagu Dolanan Anak Jawa: Sebuah Kajian Etnografi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai etika yang ada di balik syair-
syair lagu dolanan anak Jawa yang ada dan tumbuh-kembang pada masyarakat Jawa.
Berdasarkan pengamatan peneliti, belum ada penelitian sebelumnya yang mencoba
mengungkap nilai-nilai etika di balik syair-syair lagu dolanan anak Jawa tersebut.Penelitian
ini bertujuan menyusun instrumen yang dapat digunakan untuk memandu siapa pun yang
ingin mencaritemukan nilai-nilai etika yang terkandung dalam syair lagudolanan anak Jawa.
Objek material penelitian yang didekati secara etnografis ini adalah syair- syair lagu
dolanan anak Jawa yang sudah terdokumentasi dalam buku “Gendhing- gendhing Dolanan”
yang disusun oleh Sri Widodo, terbitan CV Cendrawasih Sukoharjo Surakarta.Jumlah teks
lagu dalam buku itu awalnya ada 117 syair lagu. Namun, setelah dicermati ada teks yang
tertulis dua kali, sehingga jumlah keseluruhan ada 94 syair lagu. Objek formal penelitian
yang pertama adalah nilai- nilai etika yang didasarkan pada konsep Filsafat Joged Mataram,
yang terdiri atas sawiji, greged, sengguh, dan ora mingkuh. Kajian atas empat unsur tersebut
dilakukan setelah syair-syair lagu dolanan anak Jawa itu dikelompokkan menjaditiga
kategori, yakni hiburan, pengetahuan, dan nasehat. Objek formal yang kedua adalah format
instrumen untuk mencaritemukan nilai-nilai etika yang terkandung dalam syair-syair lagu
dolanan anak Jawa.
Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) Nilai-nilai etika dolanan anak Jawa
berdasar Filsafat Joged Mataram yang terdiri atas: a) sawiji (fokus, perhatian, pekerja keras,
kejujuran, ketelitian); b) greged (rajin, berorientsi pada masa depan, berjuang, penuh harapan);
c) sengguh (motivasi, berani, objektif, kompeten. kreativitas,percaya diri); dan d) ora mingkuh
(pantang mundur, tanggug jawab, kesetiaan, teguhhati, ulet.). Setelah syair-syair tersebut
dipilahkan atas kategori: hiburan, pengetahuan, dan nasehat, diketemukan ada 21 nilai, yaitu:
spiritualitas keagamaan, sikap pasrah, moralitas religius, penghayatan keagamaan, etika
kemanusiaan, perilaku humanis, mempertajam kepekaan, kesadaran lingkungan, kasih
sayang, etika kebangsaan, rasa kebersamaan, keletadanan histori, nasionalisme, etika kearifan
lokal, saling menghomati, kemakmuran, watak jujur,etika keadilan, rajin bekerja, rendah hati,
dankarya kreatif. (2) Instrumen untuk menilai etika dalam syair lagu dolanan anakdisusun
berdasarkan perjumpaan antara unsur dalamfilsafat Joged Mataram (sawiji, greged, sengguh,
dan ora mingkuh) dan kategorisasi lagudolanan anak (hiburan, pengetahuan, dan nasehat)
Pengaruh Tahun Angkatan dan Latar Belakang Pendidikan Terhadap Kemampuan Bahasa Inggris Pada Calon Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar di Universitas Negeri Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Adanya pengaruh tahun
angkatan terhadap kemampuan Bahasa Inggris. (2) Adanya pengaruh latar belakang
pendidikan terhadap kemampuan Bahasa Inggris. (3) Adanya hubungan antara
pengaruh tahun angkatan tahun angkatan dan latar belakang pendidikan untuk
menganalisis kemampuan Bahasa Inggris calon guru Pendidikan Jasmani dan
Sekolah Dasar (PJSD) Universitas Negeri Yogyakarta.
Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data
penelitian dari data sekunder yaitu data calon guru PJSD selama empat tahun
Angkatan, latar belakang Pendidikan dan skor hasil ProTEFL mahasiswa. Analisis
data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Univarite, Bivarite, dan
Multivarite. Populasi penelitian ini sejumlah 556 calon guru PJSD dengan sampel
sebanyak 445 siswa.
Berdasarkan analisis data, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat
hubungan antara tahun angkatan dengan kemampuan Bahasa Inggris calon guru
PJSD berdasarkan nilai skor ProTEFL.dengan nilai signifikan dimana Asimp.sig
0,000 < 0,05. Kemudian tidak ada hubungan antara latar belakang pendidikan
dengan kemampuan Bahasa Inggris calon guru PJSD berdasarkan nilai skor
ProTEFL dengan nilai signifikan dimana Asimp.sig 0,943> 0,05. Terdapat
pengaruh secara parsial antara tahun angkatan dan latar belakang pendidikan
terhadap kemampuan Bahasa Inggris calon guru PJSD berdasarkan nilai skor
ProTEFL dengan nilai sig < 0,05. Tahun angkatan memiliki pengaruh parsial
terhadap nilai skor mahasiswa dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Sedangkan latar
belakang pendidikan tidak berpengaruh terhadap nilai skor mahasiswa karena nilai
sig 0,810 > 0,05
Evaluasi Program Kemitraan Antara DUDI dengan SMK Konsentrasi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan di D.I. Yogyakarta.
Pelaksanaan program kemitraan DUDI dengan SMK sangat penting dilaksanakan agar mampu memenuhi harapan dan tujuan sekolah kejuruan dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas, siap dan berdaya saing di SMK. Penelitian ini mengevaluasi program kemitraan pada aspek praktik kerja lapangan (PKL), bursa kerja khusus (BKK), dan in house training (IHT) untuk mengungkap (1) pencapaian program PKL, BKK, dan IHT pada konsentrasi keahlian agribisnis pengolahan hasil perikanan (APHP) di D.I. Yogyakarta dengan DUDI dari aspek context, input, process dan product; dan (2) kendala yang dihadapi dari program kemitraan DUDI dengan SMK KKAPHPi di D.I. Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan model CIPP. Subjek penelitian ini yaitu 3 Waka Humas, 3 Ketua Konsentrasi Keahlian, 3Industri Mitra, 8 Guru Produktif, dan 19 Siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan pedoman wawancara yang divalidasi melalui expert judgement dan analisiss faktor Exploratory Factor Analysis (EFA). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Tingkat pencapaian PKL dari aspek context 90 %, input 82 %, process 83 % dan product 91 % dengan total tingkat pencapaian sebesar 86,50 % (kategori sangat baik). (2) Tingkat pencapaian BKK dari aspek context 92 %, input 76 %, process 74 % dan product 79 %, dengan total tingkat pencapaian sebesar 80,25% (kategori baik). (3) Tingkat tingkat pencapaian IHT dari aspek context 91 %, input 92 %, process 89 % dan product 94 %, dengan total tingkat pencapaian sebesar 91.50 % (kategori sangat baik). (4) Kendala terkait dengan pelaksanaan kemitraan antara KKAPHPi denganDUDI yaitu kurangnya indikator yang jelas untuk mengukur keberhasilan program kemitraan, evaluasi bersama belum dilaksanakan secara optimal, BKK belum menjalankan fungsinya secara optimal dalam menghubungkan lulusan dengan dunia kerja. Peneliti menyarankan pihak DUDI perlu melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala ke SMK, anggaran sekolah dialokasikan secara efektif untuk mendukung beragam program kemitraan, evaluasi program kemitraan diharapkan mempunyai peraturan khusus yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan kemitraan sehingga setiap lembaga bisa saling belajar dan berbagi pengalaman dalam menerapkan program kemitraan di sekolah.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Program pelatihan tata boga tahun 2024 diselenggarakan di BLK Kabupaten Sleman (periode 1) dan Kalurahan Madurejo, Kecamatan Prambanan (periode 2) selama 240 JP dengan 13 unit kompetensi yang berasal dari gabungan beberapa SKKNI. (2) Peserta pelatihan adalah 32 peserta yang cenderung homogen dan didominasi perempuan sebagai ibu rumah tangga dan berusia dewasa 34-48 tahun. (3) Kualitas pelatihan berkategori tinggi berdasarkan nilai mean 33,47 dengan persentase 84,38%. (4) Motivasi peserta mengikuti pelatihan tinggi berdasarkan nilai mean 18,94 dengan 68,75% mengikuti pelatihan untuk menambah ilmu dan pengetahuan. (5) Fasilitas pelatihan yang disediakan berkategori tinggi berdasarkan nilai mean 44,78 dengan persentase 65,63%. (6) Kompetensi peserta pelatihan berdasarkan nilai mean 147,09 berkategori tinggi dengan persentase 100%