63894 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Berbasis Android untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Kelas VIII Sekolah Menengah Petama Pada Materi Kesegaran Jasmani
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi kesegaran jasmani berbasis android untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (2) Mengetahui kelayakan media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi kesegaran jasmani berbasis android (3) Mengetahui efektivitas media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi kesegaran jasmani berbasis android.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ASSURE (Analyze leaners, State Standards and Objectives, Select Strategies Media and Material, Utilize Material, Requires Learner Participation, Evaluate and Revise). Validasi penelitian dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah guru dan peserta didik. Uji coba yang dilakukan meliputi uji coba skala kecil, uji coba skala besar. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dan uji Skala Likert.
Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Pengembangan media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi kesegaran jasmani berbaasis Android melalui enam tahap yaitu Analyze leaners, State Standards and Objectives, Select Strategies Media and Material, Utilize Material, Requires Learner Participation, Evaluate and Revise. (2) Kelayakan media dinilai berdasarkan pada: a) Penilaian ahli materi diperoleh rata-rata nilai 4,45 dengan persentase 89% masuk dalam kategori sangat layak, b) Penilaian ahli media diperoleh rata-rata nilai 4,44 dengan pesertase 8,9% masuk dalam kategori sangat layak, c) Uji coba skala besar peserta didik diperoleh rata-rata niali 4,61 dengan persentase 93,40% masuk dalam kategori sangat layak, d) Uji coba skala besar guru diperoleh rata-rata skor 4,70 dengan persentase 93,80% masuk dalam kategori sangat layak. (3) Berdasarkan uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai mean posttest 67,50 > mean pretest 53,83 yang berarti ada peningkatan rata-rata sebesar 25%. Peningkatan ini dikatakan signifikan karena nilai sig (2-tailed) 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan materi kesegaran jasmani berbasis android layak untuk digunakan
Korelasi Motivasi Belajar, Kecerdasan Emosional dan Peranan Orang Tua dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran PJOK Peserta Didik Kelas VIII Sekolah Menegah Pertama Negeri se-Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Korelasi antara motivasi belajar dengan hasil belajar mata pelajaran PJOK. (2) Korelasi antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar mata pelajaran PJOK. (3) Korelasi antara peranan orang tua dengan hasil belajar mata pelajaran PJOK. (4) Korelasi antara motivasi belajar, kecerdasan emosional dan peranan orang tua dengan hasil belajar mata pelajaran PJOK.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian berjumlah 466. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan rumus Slovin sebanyak 216 peserta didik. Instrumen yang digunakan yaitu angket untuk mengukur variabel motivasi belajar, kecerdasan emosional dan peranan orang tua. Untuk data hasil belajar menggunakan metode dokumentasi, berupa transkrip nilai Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil. Analisis data menggunakan korelasi sederhana product moment, korelasi berganda, serta mencari kontribusi variabel atau koefisien determinan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi X1 terhadap Y sebesar 0,877. Nilai Sig. 0,000 (0,000 < 0,05). (2) Terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi X2 terhadap Y sebesar 0,873. Nilai Sig. 0,000 (0,000 < 0,05). (3) Terdapat korelasi yang signifikan antara peranan orang tua dengan hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi X3 terhadap Y sebesar 0,908. Nilai Sig. 0,000 (0,000 < 0,05). (4) Terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi belajar, kecerdasan emosional dan peranan orang tua secara bersama-sama dengan hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan secara parsial dan simultan antara motivasi belajar, kecerdasan emosional dan peranan orang tua dengan hasil belajar mata pelajaran PJOK peserta didik kelas VIII sekolah menegah pertama negeri se-kecamatan Sawangan kabupaten Magelang
Hubungan Interaksi Sosial, Disiplin, dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar PJOK Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Jetis Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi sosial, disiplin dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Jetis Bantul.
Metode dalam penelitian ini menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Jetis Bantul berjumlah 288 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 140 orang menggunakan teknik sampel berdasarkan rumus Tabel Isac dan Michael dengan taraf kesalahan sebesar 10%. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan validasi item dengan pertimbangan ahli dan uji empirik. Uji validitas dan uji reliabilitas instrumen menggunakan uji statistik product moment dengan SPSS 25. Teknik analisis data dengan regresi linear sederhana dan ganda. Uji asumsi data terdiri dari uji normalitas, linieritas, dan multikolinieritas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Interaksi sosial tidak memiliki hubungan signifikan terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Jetis Bantul dengan nilai signifikansi sebesar 0,880 > 0,05; (2) disiplin tidak memiliki hubungan signifikan terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Jetis Bantul dengan nilai signifikansi sebesar 0,244 > 0,05;(3) kecerdasan emosional memiliki hubungan signifikan terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Jetis Bantul dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 0,05 dan nilai fhitung < ftabel 1.735 < 2,671. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial, disiplin, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar PJOK peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Jetis Bantul
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU DOMINO PADA MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 KALIKEBO
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media kartu domino yang layak
dan praktis digunakan pada materi bagian tubuh tumbuhan untuk meningkatkan
minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Kalikebo.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan
(research and development) dengan menggunakan model ADDIE yang
menggunakan 5 langkah yang ada. langkah-langkah tersebut yaitu analisis,
perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri 2 Kalikebo. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara pada survey awal, observasi
pada survey, penilian ahli, dan angket pada saat uji coba produk, sedangkan
teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.
Hasil pengembangan media kartu domino dinyatakan layak melalui proses
validasi ahli materi dan ahli media. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil validasi
ahli materi mendapatkkan skor rata-rata 4,8 dengan kategori sangat layak,
sedangkan validasi ahli media mendapatkan skor rata-rata 4,7 dengan kategori
sangat layak. Hasil uji coba lapangan awal mendapatkan skor rata-rata 3,8 dengan
kategori sangat praktis dari respon siswa. Hasil uji coba lapangan utama
mendapatkan skor rata-rata 3,9 dengan kategori sangat praktis dari respon siswa
dan mendapatkan skor rata-rata 5 dengan kategori sangat praktis dari respon guru.
Peningkatan minat belajar pada uji coba lapangan awal menunjukkan rata-rata
skor Pre-test 20,5 dan rata-rata skor Pos-ttest 23,66 dengan skor maksimal 24.
Peningkatan minat belajar pada uji coba lapangan utama menunjukkan rata-rata
skor Pre-test 20,83 dan rata-rata skor Post-test 23,25 dengan skor maksimal 24.
Jika dihitung dengan standar gain, uji coba lapangan awal mendapatkan kategori
“Tinggi” dengan skor standar gain sebesar 0,9, sedangkan uji coba lapangan
utama mendapatkan kategori “Tinggi” dengan skor standar gain sebesar 0,8.
Media pembelajaran kartu domino layak dan praktis digunakan dalam
pembelajaran IPA materi bagian tubuh tumbuhan serta dapat meningkatkan minat
belajar siswa.
Kata kunci: media pembelajaran, kartu domino, bagian tubuh tumbuha
Pengaruh Latihan Variasi Speed Ladder Drill dan Speed Cone Drill Terhadap Kemampuan Dribbling dan Kelincahan Siswa Sekolah Sepak Bola Yogyakarta
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh latihan variasi Speed ladder drill dan Speed cone drill pada kemampuan dribbling dan kelincahan, (2) perbedaan pengaruh antara latihan variasi Speed ladder drill dan Speed cone drill terhadap kemampuan dribbling dan kelincahan.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain two group pretest and posttest design pada 20 siswa sekolah sepakbola Yogyakarta yang dibagi menjadai kelompok dengan latihan variasi speed ladder drill (n=10) dan speed cone drill (n=10). Latihan dilakukan selama 4 minggu, 360 menit per minggu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Test dribbling bobby carlton untuk mengukur kemampuan dribling dan illinois agility test untuk mengukur kelincahan. Dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah program latihan. Teknik analisis data menggunakan Uji t paired sample test untuk membandingkan data pretest dan posttest pada tiap perlakuan dan independent sample test untuk membandingkan selisih pretest dan posttest antara kedua kelompok dengan taraf signifikansi 0.05.
Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Pretest kemampuan dribbling meningkat dari 8,89 menjadi 7,28 (p= 0,00) pada kelompok dengan perlakuan speed ladder drill dan dari 8,18 menjadi 7,93 (p= 0,00) pada kelompok dengan perlakuan speed cone drill. Pretest kelincahan meningkat dari 18,5 menjadi 16,3 (p= 0,00) pada kelompok dengan perlakuan speed ladder drill dan juga meningkat dari 18,2 menjadi 16,4 (p= 0,00) pada kelompok dengan perlakuan speed cone drill. (2) Tidak ditemukan perbedaan selisih peningkatan posttest dan pretest kemampuan dribbling dan kelincahan antara kedua kelompok. Dapat disimpulkan bahwa kedua jenis latihan dapat meningkatkan kemampuan dribbling dan kelincahan, dan tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan dribbling dan kelincahan diantara kedua perlakuan
Keterampilan Teknik Dasar Gyaku Tsuki Pada Siswa Sekolah Laboratorium Olahraga (Selabora) Karate UNY
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan teknik dasar gyaku tsuki siswa sekolah laboratorium olahraga (Selabora) karate UNY.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, dengan instrumen penelitian berupa tes keterampilan teknik dasar gyaku tsuki yang sudah divalidasi oleh ahli. Sampel penelitian ini adalah siswa sekolah laboratorium olahraga (Selabora) karate UNY dengan kategori usia 7-19 tahun yang berjumlah 37 orang. Pemilihan sampel menggunakan sampling incidental. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 4 indikator penilaian yang mendapatkan content validity.
Hasil peneilitian kemudian dianalisis menggunakan deskriptif statistik yang dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian tingkat keterampilan serangan tangan gyaku tsuki pada siswa sekolah laboratorium olahraga Selabora karate UNY klasifikasi “baik” sejumlah 10 siswa (27.03%). “cukup” sejumlah 8 siswa (21.62%), “kurang” sejumlah 19 siswa (51.35%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan teknik dasar gyaku tsuki sekolah laboratorium olahraga (Selabora) dapat diklasifikasi kurang
PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI SE-KELURAHAN BENER KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh kedisiplinan belajar
terhadap prestasi belajar IPS; 2) mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap
prestasi belajar IPS; serta 3) mengetahui pengaruh kedisiplinan belajar dan
lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar IPS.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post
facto. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri se-Kelurahan Bener Kota
Yogyakarta dengan jumlah sampel 83 siswa. Teknik pengumpulan data
menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis
statistik deskriptif, uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, kemudian untuk uji hipotesis
penelitian menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kedisiplinan belajar secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS sebesar 23,2%; 2) lingkungan
sekolah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS sebesar
13,4%; kemudian 3) kedisiplinan belajar dan lingkungan sekolah secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS sebesar 23,3%.
Kata kunci: Kedisiplinan belajar, lingkungan sekolah, prestasi belajar IP
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kemampuan Gerak Dasar, Kerja sama, Percaya Diri dan Disiplin Peserta Didik Sekolah Dasar Kelas Atas
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan model pembelajaran berbasis permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar, kerja sama, percaya diri dan disiplin peserta didik sekolah dasar kelas atas, 2) untuk mengetahui kelayakan model pembelajaran yang dikembangkan, 3) untuk mengetahui kepraktisan panduan penggunaan model pembelajaran yang dikembangkan, 4) serta untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran penjas berbasis permainan tradisional untuk kemampuan gerak dasar, kerja sama, percaya diri dan disiplin bagi peserta didik sekolah dasar kelas atas.
Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan (R&D), yang menggunakan pendekatan penelitian ADDIE kepanjangan dari Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Validator dilakukan pada ahli berjumlah lima orang. Subyek Uji coba dilakukan oleh peserta didik kelas IV dengan Uji coba skala kecil 40 peserta didik, Uji coba skala besar 80 peserta didik, uji kepraktisan dan uji efektivitas 20 peserta didik. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan tes kemampuan gerak dasar. Analisis uji validasi menggunakan aiken dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha, serta analisis kelayakan, kepraktisan dan keefektifan menggunakan deskriptif kuantitatif.
Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran berbasis permainan tradisional berisikan tiga permainan, yaitu: 1) Boy-boynan, 2) Gobak Sodor, 3) Betengan, 4) Engklek Pesawat. Dari hasil uji validasi ahli pembelajaran mendapatkan rata-rata 0,94 dan ahli materi 0,95. Hasil uji Reliabilitas validasi ahli pembelajaran yaitu sebesar 0.813, dan hasil uji reliabilitas instrumen validasi ahli materi sebesar 0.451. Sehingga dapat dinyatakan konstruksi draf model pembelajaran yang dikembangkan valid dan reliabel. Hasil uji kelayakan mendapatkan persentase 90%. Sehingga dapat dinyatakan model pembelajaran berbasis permainan tradisional yang dikembangkan layak untuk digunakan. Hasil uji kepraktisan panduan model pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 100%, sehingga dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan praktis untuk digunakan. Hasil uji efektivitas mendapatkan persentase 100% dengan penjabaran sebagai berikut: variabel keterampilan gerak dasar mendapatkan nilai taraf signifikansi sebesar .000 < 0.005 maka hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada variabel kerja sama, percaya diri dan disiplin peserta didik terdapat peningkatan skor sebelum (Pre test) mendapatkan rata-rata 79 dan sesudah(post test) menggunakan model pembelajaran rata-rata skor 89. Sehingga dapat dinyatakan pengembangan model pembelajaran berbasis permainan tradisional efektif dalam meningkatkan kemampuan gerak dasar, Kerja sama, percaya diri dan disiplin peserta didik sekolah dasar kelas atas
RELIGIUSITAS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN GALUR KABUPATEN KULON PROGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat religiusitas siswa Kelas V
Sekolah Dasar di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan pendekatan
deskriptif kuantitatif. Teknik penelitian menggunakan purposive sampling, yaitu teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel penelitian ini adalah siswa
Kelas V Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, tahun
ajaran 2022/2023 yang masing-masing sekolah diambil sampelnya, di mana
semuanya sebanyak 151 siswa. Data penelitian diperoleh melalui metode observasi,
angket, dan dokumentasi. Untuk uji validitas menggunakan rumus product moment
dari Pearson. Sedangkan reliabilitas instrumen menggunakan rumus cronbach’s alpha
dengan bantuan program SPSS for Windows versi 23, diperoleh ke-40 pernyataan
instrumen dari angket mengenai tingkat religiusitas siswa Kelas V Sekolah Dasar di
Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, dinyatakan valid dan reliabel. Sedangkan
untuk mengetahui religiusitas siswa digunakan standard deviasi.
Hasil penelitian menunjukkan, religiusitas siswa Kelas V Sekolah Dasar di
Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo adalah tinggi karena dinyatakan dalam
kategorisasi menunjukkan persentasenya 80,1% dengan frekuensi 121 dari 151
responden dengan rincian berikut ini. 1) Kategorisasi ideologis adalah tinggi
ditunjukkan persentasenya 84,1% dengan frekuensi 127 dari 151 responden. 2)
Kategorisasi ritualistik adalah tinggi ditunjukkan persentasenya 92,1% dengan
frekuensi 139 dari 151 responden. 3) Kategorisasi pengalaman adalah tinggi
ditunjukkan persentasenya 87,4% dengan frekuensi 132 dari 151 responden. 4)
Kategorisasi konsekuensi adalah tinggi ditunjukkan persentasenya 54,3% dengan
frekuensi 82 dari 151 responden. 5) Kategorisasi pengetahuan adalah sedang
ditunjukkan persentasenya 56,3% dengan frekuensi 85 dari 151 responden.
Kata kunci : religiusitas sisw
Pengembangan Virtual Laboratory Berbasis Model Discovery Learning Pada Perubahan Energi untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Sains dan Literasi Sains Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Mejing 2.
penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan (1) media virtual laboratory berbasis
model discovery learning yang memenuhi kriteria kelayakkan, (2) mengetahui
kepraktisan produk saat digunakan siswa, (3) mengetahui keefektifan media untuk
meningkatkan pemahaman konsep sains dan literasi sains.
Penelitian ini merupakan Research and Development dilaksanakan di SD Negeri
Mejing 2, Kecamatan Gamping, Yogyakarta. Tahapan pengembangan penelitian
mengacu pada 5 Tahapan ADDIE. Subjek uji coba terdiri dari 50 siswa kelas IV
sekolah dasar. Tahap pertama adalah analisis lapangan, mendesain media
berdasarkan hasil analisis, membuat media sesuai desain dan melakukan uji coba,
mengimplikasikan media pada subyek, dan melakukan evaluasi. Pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, angket, dan tes. Analisis data diperoleh berdasarkan
analisis data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh berdasarkan
wawancara dan observasi awal. Data kuantitatif diperoleh dari skala penilaian ahli
media, ahli materi, respon siswa, respon guru, soal pemahaman konsep sains, dan
soal literasi sains.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) media virtual laboratory berbasis model
discovery learning memperoleh skor 3,73 dan dinyatakan layak oleh ahli media
dengan kriteria sangat baik. Media virtual laboratory berbasis model discovery
learning juga memperoleh skor 3,67 oleh ahli materi dengan kriteria sangat baik;
(2) media virtual laboratory berbasis model discovery learning dinyatakan
memenuhi kriteria kepraktisan berdasarkan uji coba subjek pada siswa dan guru
pada uji coba perorangan, uji kelas kecil, dan uji coba lapangan; (3) media virtual
laboratory berbasis model discovery learning yang dihasilkan telah memenuhi
kriteria efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sains dan literasi sains
siswa kelas IV sekolah dasar. Hal ini berdasarkan hasil skor N-gain menunjukkan
bahwa nilai pemahaman konsep sains dan literasi sains siswa di kelas eskperimen
lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Hasil uji t dan uji MANOVA menunjukkan
bahwa media virtual laboratory berbasis model discovery learning dapat
meningkatkan pemahaman konsep sains dan literasi sains siswa kelas IV sekolah
dasar dengan nilai sig 0,000 (p≤0,05)