63894 research outputs found
Sort by
Efektivitas Model Substitution, Augmentation, Modification, dan Redefination dalam Pembelajaran Pendidikan Al-Qur’an Hadis di SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas dari penerapan Model SAMR dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis di SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta (2) menganalisis tingkat perbedaan pencapaian aspek kognitif dan motivasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian campuran (mixed method) tipe explanatory sequential design. Alur pada desain ini ialah diawali dengan pengumpulan data secara kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data secara kualitatif sehingga hasil penelitian bersifat explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui soal pretest- posttest, angket motivasi belajar, e-modul, dan RPP sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Pembuktian validitas instrumen kuantitatif dengan cara validitas isi dan validitas kontruk sedangkan estimasi reabilitas instrumen kuantitatif menggunakan Cronbach Alpha dan reabilitas ICC. Uji keabsahan data instrumen kualitatif menggunakan triangulasi metode. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistika inferensial yaitu multivariate analysis of variance (MANOVA) dengan bantuan SPSS versi 22 sedangkan analisis kualitatif menggunakan analisis Miles and Huberman yaitu data condensation, data display, dan conclusion drawing/verification.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Model SAMR efektif diterapkan pada pembelajaran pendidikan Al-Qur’an Hadis di kelas VIII A. Tahap substitution diterapkan untuk mencapai KD 3.1 sedangkan tahap augmentation, modification, dan redefination diterapkan untuk mencapai KD 4.1.1 dan KD 4.1.3. Hal di atas dapat dibuktikan melalui hasil uji multivariate (MANOVA) yang menunjukan nilai sig. pada Pillai’s Trace (0.000 > 0.05) Wilk’s Lambda (0.000 > 0.05) Hotelling’s Trace (0.000 > 0.05) dan dikuatkan dengan hasil observasi yang menunjukan antusias peserta didik lebih tinggi selama menerapkan Model SAMR ke dalam pembelajaran. (2) Tolak ukur model SAMR dapat dikatakan efektif dengan melihat dua aspek yaitu aspek kognitif yang diukur menggunakan soal pretest-posttest dan motivasi belajar yang diukur menggunakan kuisioner. Hasil analisis perolehan pengukuran kedua aspek tersebut menunjukan ketercapaian aspek kognitif kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan kelompok kontrol 44% > 16% dan untuk perolehan pengukuran motivasi belajar menunjukan kelompok kontrol lebih rendah dibandingkan kelompok eksperimen thitung -4.908 > ttabel= 2,040. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang mengintergrasikan teknologi di dalamnya jauh lebih efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan diimbangi untuk selalu mengasah kemampuan literasi digital peserta didik, karena kemampuan literasi digital sangat diperlukan pada kebutuhan pendidikan era society 5.0
ANALISIS SOAL SUMATIF AKHIR SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SDN I KADIPIRO TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal Sumatif Akhir Semester Genap mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SDN I Kadipiro tahun pelajaran 2023/2024 ditinjau dari tingkat kesukaran, daya pembeda, efektivitas pengecoh, dan reliabilitas pada tipe tes pilihan ganda.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi untuk memperoleh lembar soal, lembar jawab peserta didik, dan kunci jawaban soal. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN I Kadipiro dengan subjek penelitiannya yaitu seluruh soal pilihan ganda sebanyak 10 butir dan 58 lembar jawab. Analisis yang dilakukan dengan bantuan program Item and Test Analysis (ITEMAN) versi 3.0.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan ditinjau dari tingkat kesukaran terdapat 1 butir soal (10%) dalam kategori sukar, 6 butir soal (60%) dalam kategori sedang, dan 3 butir soal (30%) dalam kategori mudah. Analisis soal ditinjau dari daya pembeda diperoleh sebanyak 0 butir soal (0%) dalam kategori sangat jelek, 1 butir soal (10%) dalam kategori jelek, 1 butir soal (10%) dalam kategori cukup, 7 butir soal (70%) dalam kategori baik, dan 1 butir soal (10%) dalam kategori baik sekali. Analisis soal ditinjau dari efektivitas pengecoh diperoleh hasil sebanyak 23 opsi pengecoh (77%) berfungsi dengan baik dan 7 opsi pengecoh (23%) tidak berfungsi dengan baik, sedangkan analisis soal ditinjau dari reliabilitas diperoleh nilai alpha 0.675 yang termasuk dalam tingkatan diterima.
Kata kunci: Analisis Soal, Daya Pembeda, Efektivitas Pengecoh, Reliabilitas, Tingkat Kesukara
HUBUNGAN KREATIVITAS SISWA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI SE-GUGUS VI KECAMATAN NGAGLIK SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan yang signifikan antara kreativitas siswa dengan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Se-Gugus VI di Kecamatan Ngaglik Sleman. (2) Hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Se-Gugus VI di Kecamatan Ngaglik Sleman. (3) Hubungan yang signifikan antara kreativitas siswa dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa siswa kelas III SD Negeri Se-Gugus VI di Kecamatan Ngaglik Sleman.
Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 56 siswa diambil secara acak pada setiap SD. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang berisi variabel penelitian, yaitu variabel bebas adalah kreativitas siswa dan motivasi belajar, serta variabel terikat adalah hasil belajar. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas, analisis statistik deskriptif, dan uji hipotesis yang menggunakan analisis korelasi Product Moment Pearson Correlation.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Ada hubungan yang signifikan antara kreativitas siswa dengan hasil belajar siswa, ditunjukan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. (2) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa kelas III, ditunjukan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. (3) Ada hubungan yang signifikan antara kreativitas siswa dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa kelas III, ditunjukan F hitung 152,913 dan nilai sig. 0,000 < 0,05.
Kata kunci: kreativitas siswa, motivasi belajar, hasil belaja
ANALISIS BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA KELAS LIMA SEKOLAH DASAR NEGERI WATUPECAH DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN NUMERASI
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui profil numerasi siswa sekolah dasar; (2) Mengetahui proses berpikir komputasional yang dominan dalam menyelesaikan permasalahan numerasi oleh siswa sekolah dasar.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian bertempat di SDN Watupecah dengan siswa kelas lima sebagai sumber data penelitian. Pengumpulan data hasil penelitian dilakukan melalui wawancara, hasil tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan numerasi siswa kurang; (2) Proses berpikir komputasional yang dominan dalam penyelesaian masalah numerasi berupa abstraksi.
Kata kunci: berpikir komputasi, numerasi
Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Dimensi Beriman dan Kreatif Mata Pelajaran Biologi SMA/Sederajat di Sumenep.
ABSTRAK
MUYASSAROH: Evalusi Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Dimensi
Beriman dan Kreatif Mata Pelajaran Biologi SMA/Sederajat di Sumenep. Tesis.
Yogyakarta: Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, 2024.
Penelitian ini bertujuan mengungkap aspek perencanaan, proses, dan hasil
dari implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran biologi materi
lingkungan dalam penguatan dimensi beriman dan kreatif kelas X SLTA sederajat
di Kabupaten Sumenep.
Studi ini merupakan studi evaluasi dengan menggunakan pendekatan mixed
method concurrent triangulation desain transformasi data. Countenance Stake
adalah model evaluasi yang digunakan. Penelitian ini melibatkan 463 siswa dan
sembilan guru biologi dari SMA/sederajat di Kabupaten Sumenep dengan latar
belakang yang beragam. Data dikumpulkan melalui kuesioner, studi dokumen,
wawancara, dan observasi. Validitas instrumen ditentukan dengan menggunakan
formula Aiken's V untuk validitas isi dan Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk
validitas konstruk. Uji Cronbach Alpha menghasilkan estimasi reliabilitas sebesar
0,613. Pendekatan analisis data deskriptif kuantitatif digunakan untuk menilai
tingkat pencapaian keberhasilan pembelajaran Biologi pada Kurikulum Merdeka,
dengan kategori sangat baik, baik sekali, kurang baik, dan kurang sekali.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Perencanaan menunjukkan
hasil yang baik dengan penekanan pada pembuatan modul yang sesuai dengan
karakter, isi, strategi, langkah, dan penutup. Masih ada kelemahan dalam hal sumber
ajar yang belum optimal. (2) Pelaksanaan pembelajaran telah menghasilkan sesuai
dengan baik pada pembelajaran I2M3, dengan penguatan dimensi beriman dan
kreatif yang intens dilakukan. Namun, beberapa temuan observasi menunjukkan
tantangan terkait alokasi waktu dan kebijakan sekolah/yayasan yang dapat
mempengaruhi kelancaran proses. (3) Hasil implementasi menunjukkan peningkatan
positif dalam kreativitas siswa dan penguatan dimensi beriman, meskipun variasi
dalam hasil perspektif siswa perlu diperhatikan. Untuk optimalisasi, guru perlu
memberikan penugasan yang sesuai dengan kemampuan individu siswa, terutama
dalam menghadapi tantangan jumlah peserta didik yang besar. Implementasi
kurikulum mandiri pendidikan biologi belum mencapai 100% sesuai kriteria yang
ditetapkan. Rekomendasi untuk meningkatkan implementasi ini ialah optimalisasi
sumber ajar. Perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap sumber ajar yang tersedia,
termasuk peningkatan fleksibilitas modul. Kolaborasi dan pengembangan antar guru
saling membagikan pengalaman. Perlu disusun jadwal yang lebih realistis untuk
menghindari pemaksaan alokasi waktu dan komitmen terhadap dimensi beriman dan
kreatif yang perlu didukung oleh sekolah dan yayasan
PENGEMBANGAN MEDIA JEKERDA (JENGA KERAGAMAN BUDAYA) BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BOROKULON
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran
JEKERDA (Jenga Keragaman Budaya) yang layak digunakan untuk meningkatkan
hasil belajar dan penguatan karakter toleransi siswa kelas IV Sekolah Dasar. Media
pembelajaran ini berisikan materi keragaman budaya Indonesia yang disertai
dengan penguatan karkater toleransi.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan
menggunakan model ADDIE. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan empat dari
lima tahapan, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan
(development), implementasi (implementation). Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi, dan wawancara. Teknik
analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media, JEKERDA
dinyatakan telah layak untuk digunakan. Hasil validasi materi memperoleh rata-rata
4,3 yang termasuk pada kategori “sangat layak” dan hasil validasi media
memperoleh rata-rata 4,3 yang termasuk pada kategori “sangat layak”. Berdasarkan
hasil angket respon siswa dan guru, JEKERDA dinyatakan praktis untuk
digunakan. Pada uji coba perorangan, media mendapatkan kategori “sangat layak”
dengan persentase 94.44%, sedangkan pada uji coba kelompok kecil mendapatkan
kategori “sangat layak” dengan persentase 97.69%. Pada angket respon guru, media
memperoleh rata-rata sebesar 4,8 dan mendapatkan kategori “sangat layak”. Secara
keseluruhan, media ini sudah dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar
siswa dan menguatkan karakter toleransi siswa kelas IV sekolah dasar.
Kata kunci : media, hasil belajar, karakter toleransi, keragaman buday
The Implementation of Fee-Free Secondary Education Policy in Public Ordinary Secondary Schools in Temeke District, Tanzania.
The research aims to evaluate the context, input, process, and product of the
implementation of a fee-free secondary education policy in public ordinary secondary schools
in Temeke District, Tanzania.
The research is an evaluation study with a quantitative approach, supported by a
qualitative approach. The evaluation was guided by the CIPP (Context, Input Process,
Product) evaluation model. The subjects were 543 students of public ordinary secondary
schools, 123 teachers, three school principals, and 395 parents and guardians. The sampling
techniques used were stratified sampling, purposive sampling, systematic sampling, and
random sampling technique. The data collection employed a questionnaire with a four-point
Likert scale, interview guidelines, and documentation. The evidence of questionnaire validity,
interview, and documentation used the content validity validated by five experts and
calculated with the Aiken formula, and the reliability of the instrument was estimated by
using Cronbach’s Alpha coefficient. Percentage descriptive data analysis technique was used
to measure the level of program success in implementing and Ideal Score Criteria helped to
determine the situation in the implementation of fee-free secondary education policy in public
ordinary secondary schools in Temeke District, Tanzania.
The study results are as follows. (1) The fee-free secondary education policy in
Temeke District, Tanzania has a success rate of 60.2% and 59.6% in the context component
according to students and parents/guardians, rated as very good and good respectively. (2) In
the input component, the policy is less successful in infrastructure investment, with ratings of
53.94%, 51.31%, and 54.51% from principals, teachers, and students. Teacher availability
was rated as not good by principals and teachers, while capitation grant distribution was rated
as average by principals. Classrooms were rated as good by principals and average by
teachers and students. Laboratories and libraries were rated as average by all, while toilets
were rated as not good by principals but average by teachers and students. The water system
was rated as very good by principals and good to average by teachers and students. Teaching-
learning materials were rated as average by all. (3) In the process component, the policy is
very successful for the municipal director, teachers, and principals, with ratings of 81.66%,
88.04%, and 82.55% respectively, all categorized as very good. However, it is only
successful with a 65.36% rating for parents/guardians and students, which was rated as good
by students but average by parents/guardians. (4) In the product component, the policy is very
successful, with a 91.66% rating from principals and categorized as very good for student
enrollment and reduced dropout rates
Efek Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran pada Keberhasilan Belajar: Sebuah Studi Meta-Analysis.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap efek Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran terhadap keberhasilan belajar dilihat dari nilai effect size, (2) mengevaluasi heterogenitas, (3) mengkaji perbedaan efek AI ditinjau dari variabel moderator, dan (4) menyelidiki bias publikasi.
Penelitian ini menggunakan metode analisis meta, dengan desain group contrast dari penelitian eksperimen dan kuasi-eksperimen yang memiliki kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Database yang digunakan adalah Scopus, dengan penentuan publikasi menggunakan metode PRISMA. Data dari publikasi yang relevan dikumpulkan dan disortir berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang diimpor ke Zotero, dan dikodekan untuk analisis. Sebanyak 142 data memenuhi kriteria, dan keabsahannya diverifikasi dengan mencantumkan DOI dan terindeks di Scopus.
Hasil analisis effect size agregat menunjukkan bahwa terdapat efek yang signifikan penggunaan AI dalam pembelajaran pada keberhasilan belajar (gRE = 0.6765, 95%-CI [0.5480;0.8050] dengan p-value α (0,05), sehingga tidak terdapat bias publikasi dengan analisis Fail Safe N Model Rosenthal (nilai Fail Safe N = 40.482 lebih besar dari 5 (142) + 10 = 720)
Pengembangan Tes Diagnostik untuk Mendeteksi Kelemahan Kemampuan Representasi Submikroskopik Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) konstruk tes diagnostik untuk mendeteksi kelemahan kemampuan representasi submikroskopik peserta didik pada materi larutan penyangga, (2) kualitas tes diagnostik untuk mendeteksi kelemahan kemampuan representasi submikroskopik peserta didik pada materi larutan penyangga, (3) profil kemampuan representasi submikroskopik peserta didik pada materi larutan penyangga, dan (4) kepraktisan tes diagnostik untuk mendeteksi kelemahan kemampuan representasi submikroskopik peserta didik.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tahapan pengembangan memodifikasi model pengembangan tes Mardapi (2008), Istiyono (2020), dan Retnawati (2016) yang terdiri dari 10 tahapan pengembangan, yaitu perencanaan tes, menulis dan merakit butir tes, menyusun rubrik penskoran, validasi isi melalui expert judgement, merevisi butir soal, uji coba tes, analisis butir soal, merakit instrumen tes, melaksanakan pengukuran, dan menafsirkan hasil pengukuran. Uji coba instrumen melibatkan 470 peserta didik kelas XI yang telah mempelajari materi larutan penyangga dari enam sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Validasi isi dibuktikan melalui expert judgement menggunakan formula Aiken’s V, validitas konstruk dibuktikan melalui Confirmatory Factor Analysis, dan karakteristik instrumen dan kemampuan representasi submikroskopik dianalisis menggunakan pendekatan Item Response Theory dengan Partial Credit Model. Keandalan instrumen diestimasi berdasarkan nilai Total Information Function dan Standard Error of Measurement.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Konstruk instrumen yang dikembangkan terdiri dari 23 butir soal dengan bentuk tes multiple choice tiga tingkat (three tier). Tes diagnostik mengukur kemampuan representasi submikroskopik yang meliputi aspek memahami, merepresentasikan, menginterpretasi, menentukan, dan menganalisis. (2) Kualitas tes telah memenuhi syarat-syarat tes yang baik, yaitu valid secara isi dan konstruk, reliabel, serta memiliki karakteristik tingkat kesulitan yang baik. (3) Kemampuan representasi submikroskopik peserta didik berada pada kategori sangat tinggi (3,4%), tinggi (18,1%), sedang (55,5%), dan rendah (23,0%). Kelemahan representasi submikroskopik peserta didik pada aspek merepresentasikan (61,03%), dan mengalami miskonsepsi pada setiap pokok bahasan materi larutan penyangga dengan persentase tertinggi pada sub materi peran larutan penyangga (31,1%). (4) Respon 73,1% siswa dan 92,3% guru menunjukkan bahwa instrument yang dikembangkan berada pada kategori praktis
PENINGKATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI BERKEBINEKAAN GLOBAL MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SDN TLOGOADI MLATI SLEMAN
Penelitian ini mengkaji mengenai rendahnya Profil Pelajar Pancasila dimensi Berkebinekaan Global peserta didik dalam mata Pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SD Negeri Tlogoadi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses peningkatan Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebinekaan global melalui model
pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SD Negeri Tlogoadi. Rendahnya Profil Pelajar Pancasila dimensi Berkebinekaan Global peserta didik dibuktikan dengan observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri Tlogoadi.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model dari Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Negeri Tlogoadi yang terdiri dari 28 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profil Pelajar Pancasila dimensi Berkebinekaan Global peserta didik kelas IV SD Negeri Tlogoadi dapat ditingkatkan melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hal tersebut dibuktikan dengan presentase Profil Pelajar Pancasila dimensi Berkebinekaan Global peserta didik yang tuntas atau memenuhi kriteria keberhasilan dengan kriteria baik meningkat dari pra siklus 10,71%, siklus I 50%, dan siklus II 82,14%. Model
pembelajaran membuat peserta didik lebih interaktif dalam pembelajaran. Saran bagi guru dan peneliti adalah dapat lebih mengembangkan waktu dalam menerapkab model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
Kata Kunci : Profil Pelajar Pancasila, Dimensi Berkebinekaan Global, Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Shar