63894 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA BIG BOOK PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI 2 GIRIPURWO KAPANEWON GIRIMULYO
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran kemampuan membaca permulaan menggunakan media big book pada siswa kelas 1 SD Negeri 2 Giripurwo Kapanewon Girimulyo; dan (2) meningkatkan kemampuan membaca permulaan menggunakan media big book pada siswa kelas 1 SD Negeri 2 Giripurwo Kapanewon Girimulyo.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis & Mc Taggart, yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga siklus yang setiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 SD Negeri 2 Giripurwo yang berjumlah 17 siswa, yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes kemampuan membaca permulaan dan lembar observasi. Teknis analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan big book dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran kemampuan membaca permulaan; dan (2) penggunaan big book dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan iswa. Peningkatan kualitas proses dapat dilihat dari hasil pelaksanaan tindakan yang menunjukkan bahwa siswa menjadi antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran membaca permulaan. Peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata membaca permulaan siswa dan persentase ketuntasan siswa pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata membaca permulaan pada siklus I yaitu 59,70 dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 35,29%, meningkat pada siklus II sebesar 69,35 dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 47,06%, dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 78,12 dengan persentase siswa yang tuntas sebesar 76,47%.
Kata kunci: Kemampuan Membaca Permulaan, Media Big Boo
Model dan Strategi Kemitraan Perguruan Tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan dalam Penyiapan Guru Vokasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) model kemitraan Perguruan Tinggi LPTK; (2) strategi kemitraan Perguruan Tinggi LPTK; dan (3) model struktural dari strategi kemitraan Perguruan Tinggi LPTK dalam penyiapan guru vokasional.
Penelitian ini merupakan exploratory sequential mixed method design (qualitative →quantitative). Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2023 hingga Januari 2024. Objek penelitian kualitatif adalah Universitas Negeri Yogyakarta dan enam mitranya, dan penelitian kuantitatif adalah sejumlah 148 Responden penelitian. Instrumen pengumpulan data kualitatif adalah peneliti sendiri, sedangkan pengumpulan data kuantitatif menggunakan focus group discussion dan kuesioner. Analisis data kualitatif menggunakan software analisis data kualitatif ATLAS.ti 9 untuk memilih data, mengcoding, mencari data, kategoriasi kode, dan membuat peta konsep, sedangkan analisis data kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM).
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) model kemitraan Perguruan tinggi LPTK terdiri atas (a) Model kemitraan penyiapan guru vokasional yang efektif tercermin pada Fourth Educational Project tahun 1979 – 1982 di IKIP Negeri Yogyakarta dan IKIP Negeri Padang; dan (b) model kemitraan penyiapan guru vokasional saat ini adalah kemitraan multi-helix. (2) strategi kemitraan Perguruan tinggi LPTK terdiri atas empat aspek: pembentukan kemitraan, formulasi kemitraan, implementasi kemitraan, evaluasi kemitraan. (3) model struktural strategi kemitraan dalam penyiapan guru vokasional terdiri atas (a) enam aspek konstruk: aspek Input kemitraan, pembentukan kemitraan, formulasi kemitraan, implementasi kemitraan, evaluasi kemitraan, dan value relation; dan (b) hasil uji kelayakan model struktural memperoleh nilai SRMR (0,041), NFI (5,020) dan RMS Theta (0,170) dalam kategori baik (good fit). Faktor yang memiliki pengaruh determinan paling besar adalah implementasi kemitraan (0,376), selanjutnya evaluasi kemitraan (0,298) dan formulasi kemitraan (0,168)
Pengembangan Model Acceptance and Commitment Counseling (ACC) untuk Meningkatkan Self-Compassion dan Self-Regulated Learning Mahasiswa di Cilacap.
Kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling untuk mahasiswa dalam kerangka peningkatan self-compassion dan self regulated learning mahasiswa menjadi dasar dilakukannya pengembangan model Acceptance and Commitment Counseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model acceptance and commitment counseling (ACC) yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan self-compassion dan self-regulated learning mahasiswa di Cilacap. Tujuan penelitian tersebut dicapai menggunakan prosedur ilmiah yang ketat dan berhati- hati demi pertanggungjawaban dan keberlanjutan pemanfaatannya.
Penelitian ini merupakan research and development yang menggunakan prosedur yang dikembangkan oleh Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah, yaitu 1) studi pendahuluan pada 113 mahasiswa dan studi literatur, 2) perencanaan, 3) pengembangan draft produk awal, 4) validasi produk, 5) revisi berdasarkan uji produk awal, 6) uji coba terbatas pada sekelompok mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Cilacap pada mahasiswa Angkatan 2021, 7) revisi produk berdasarkan uji terbatas, 8) uji skala luas di tiga perguruan tinggi pada 42 konseli yang sampelnya ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling, 9) revisi produk akhir, dan 10) diseminasi hasil penelitian melalui penyebaran produk. Pengumpulan data menggunakan survey, skala dan instrumen kuesioner kelayakan dan kepraktisan. Uji validitas isi menggunakan formula Aiken’s V, dengan hasil valid. Uji efektivitas menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney u-test. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian ini menghasilkan model ACC yang dinyatakan layak oleh ahli, dengan skor 0,82 untuk buku model ACC, skor 0,93 untuk buku practice’s guide untuk konselor, dan skor 0,86 untuk buku practice’s guide untuk konseli. Model ACC juga telah dinyatakan praktis oleh pengguna dengan predikat sangat praktis pada kedua buku yaitu practice’s guide untuk konselor dan untuk mahasiswa. Model ACC efektif untuk peningkatan self-compassion, dengan signifikasi p mendekati 0,000, dan efektif untuk peningkatan self-regulated learning dengan signifikansi p mendekati 0,000
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SQ3R (SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, DAN REVIEW) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IV SDN WULUHADEG
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman menggunakan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan Review) dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SDN Wuluhadeg.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, yang mana masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini, yaitu siswa kelas IV SDN Wuluhadeg yang berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 9 perempuan dan 18 laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis data kulitatif dan analisis data kuantitatif.
Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan Review) dalam pembelajaran bahasa Indonesia mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil tes dari tahap pratindakan ke siklus I dan siklus II. Pada tahap pratindakan, dapat diketahui bahwa persentase ketuntasan siswa sebesar 26% dan nilai rata-rata sebesar 55,18. Kemudian, pada siklus I meningkat dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 65,38% dan nilai rata-rata sebesar 70. Selain itu, pada siklus II juga meningkat kembali dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 100% dan nilai rata-rata menjadi 82,40.
Kata kunci: keterampilan membaca pemahaman, model pembelajaran SQ3R,
pembelajaran bahasa Indonesi
Motivasi Peserta Didik Kelas Khusus Olahraga dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMP Negeri 3 Imogiri
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis Motivasi Peserta Didik kelas khusus olahraga (KKO) dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 3 Imogiri. (2) Mengetahui faktor penting Motivasi yang memengaruhi partisipasi dan pencapaian peserta didik dalam bidang olahraga ataupun pendidikan. Dengan adanya Motivasi Peserta Didik terdorong untuk lebih bersemangat dalam melakukan proses pembelajaran pendidikan jasmani
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini madalah peserta didik kelas khusus olahraga (KKO) di SMP Negeri 3 Imogiri yang berjumlah 95 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan instrumen angket. Instrumen angket digunakan untuk mengumpulkan data motivasi peserta didik kelas khusus olahraga (KKO) dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki Motivasi yang rendah dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Motivasi Peserta Didik Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMP Negeri 3 Imogiri dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani tahun 2023/2024 berada pada kategori “rendah sekali” sebesar 5,3% (5 peserta didik), “rendah” sebesar 32,6% (31 peserta didik), “sedang” sebesar 30,5% (29 peserta didik), “tinggi” sebesar 24,2% (23 peserta didik), dan “tinggi sekali” sebesar 7,4% (7 peserta didik). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah dan pihak terkait dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan jasmani, khususnya di kelas khusus olahraga
Tingkat Kemampuan Motorik Peserta Didik Ekstrakurikuler Sepakbola di SMP N 1 Depok Kabupaten Sleman
Peserta didik sangat termotivasi dan antusias untuk mengikuti ekstrakurikuler sepakbola, tetapi sebagian peserta didik kesulitan untuk bermain permainan sepakbola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola di SMP N 1 Depok.
Desain penelitian ini merupakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Menggunakan metode survei dengan teknik tes dan pengukuran untuk mendapatkan data. Populasi penelitian ini adalah peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola di SMP N 1 Depok yang berjumlah 23 orang. Sampel dari penelitian ini adalah semua peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola di SMP N 1 Depok. Penelitian ini menggunakan tes Barrow Motor Ability Tes yang terdiri 6 butir tes Standing broad jump, wall pass, zig-zag run, medicine ball put, soft ball throw dan lari 60 yard dash.
Hasil dari penelitian tingkat kemampuan motorik peserta didik ekstrakurikuler sepakbola di SMP N 1 Depok sebagai berikut 0 peserta didik masuk kategori sangat tinggi, 9 peserta didik (39,1%) masuk pada kategori tinggi, 9 peserta didik (39,1%) berada pada kategori sedang, 5 peserta didik (21,7%) berada pada kategori kurang, dan 0 peserta didik yang berada dikategori sangat kurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik peserta didik ekstrakurikuler sepakbola di SMP N 1 Depok masih perlu di tingkatkan karena masih ada 5 peserta didik yang masuk dalam kategori kurang
Profil Kondisi Fisik Atlet Beladiri SMA Negeri Olahraga Tadulako Sulawesi Tengah Tahun 2024
Penetian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet beladiri SMANOR Tadulako Sulawesi Tengah tahun 2024.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaf dengan metode survei dengan Teknik tes pengukuran. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet beladiri Smanor Tadulako Sulawesi Tengah tahun 2024 yang terdiri dari 3 cabor yaitu, karate, taekwondo, pencak silat, dengan jumlah 50 atlet. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes pengukuran dengan instrumen yang terdiri dari 8 item tes yaitu: (1) Lari 30 M ( 2) Sit-Up (3) Pull-Up (4) Bergantung Siku Tekuk (5) WallSeat (6) Loncat Dada (7) Lari Bolak Balik 4x5 m (8) Sit & Reach (9) Balke Tes Teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan
persentase.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) profil kondisi fisik kecepatan untuk tes lari 30 meter dikategorikan sedang dengan persentase 42%, (2) profil kondisi fisik kekuatan untuk tes sit-up dikategorikan baik dengan persentase 48%, (3) profil kondisi fisik kekuata
untuk tes pull-up dikategorikan baik dengan persentase 56%, (4) profil kondisi fisik kekuatan untuk tes bergantung siku dikategorikan sedang dengan persentase 64%, (5) profil kondisi fisik kekuatan untuk tes wall-seat dikategorikan sedang dengan persentase 52%, (6) profil kondisi fisik kekuatan dan keseimbangan untuk tes loncat dada dikategorikan kurang dengan persentase 86%, (7) profil kondisi fisik kelincahan untuk tes lar bolak-balik 4x5 m dikategorikan baik dengan persentase 86%, (8) profil kondisi fisik kelentukan untuk tes sit & reach dikategorikan baik dengan presentase 62%, (9) profil kondisi fisik daya tahan untuk Balke tes dikategorikan kurang dengan persentase 84%, (10) profil kondisi fisik secara keseluruhan atau skor total dikategorikan tinggi dengan persentase 54%
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ELEKTRONIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG SISWA KELAS III SD MUHAMMADIYAH JENANG KEC. MAJENANG KAB. CILACAP ii
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berbasis
elektronik yang layak dan praktis untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi
hitung perkalian dan pembagian siswa kelas III.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model 4D
yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Adapun langkah pengembangan terdiri atas:
1) define; 2) design; 3) delevop; dan 4) disseminate. Pada tahap develop dilakukan
validasi ahli materi dan ahli media. Kemudian dilakukan uji kepraktisan menurut
respon guru dan siswa. Subjek uji coba yaitu, 6 siswa pada uji coba terbatas, dan 15
siswa pada uji coba implementasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi,
wawancara dan angket. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara,
angket serta tes berupa soal. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis
deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis elektronik yang
dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dan kepraktisan. Hal ini dibuktikan
melalui: 1) hasil validasi ahli materi mendapatkan skor rata-rata 3,3 (sangat layak);
2) hasil validasi ahli media mendapatkan skor rata-rata 3,78 (sangat layak); 3) hasil
uji respon guru mendapatkan skor rata-rata 3,57 (sangat praktis); 4) hasil uji coba
terbatas mendapatkan presentase skor 95% (sangat praktis); 5) hasil uji coba
implementasi mendapatkan presentase skor 96% (sangat praktis). Hasil analisis
data tes siswa sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar berbasis elektronik
memperoleh rata-rata nilai pretest siswa sebesar 63,75 dan rata-rata nilai posttest
siswa sebesar 85. Hal tersebut menggambarkan terjadinya peningkatan pemahaman
siswa terhadap materi.
Kata kunci: Bahan Ajar, elektronik, operasi hitung
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI SD NEGERI 3 BROSOT GALUR KULON PROGO
Penelitian ini berfokus pada implementasi pendidikan karakter melalui
budaya sekolah di SD Negeri 3 Brosot yang belum pernah diungkap sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter
melalui budaya sekolah dan faktor penghambat implementasi pendidikan karakter
di SD Negeri 3 Brosot, Galur, Kulon Progo.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data
diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan
menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber
dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di
SD Negeri 3 Brosot dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan
dan pengondisian. Karakter yang dicapai melalui kegiatan rutin diantaranya:
religius, disiplin, jujur, semangat kebangsaan, bersahabat/komunikatif, mandiri,
gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Karakter
yang dicapai melalui kegiatan spontan antara lain: religius, disiplin, peduli
lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Karakter yang dicapai melalui
keteladanan diantaranya: disiplin, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, mandiri,
peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Karakter yang dicapai melalui
pengondisian antara lain: religius, disiplin, jujur, kerja keras, mandiri, rasa ingin
tahu, menghargai prestasi, gemar membaca, peduli lingkungan, dan tanggung
jawab. Kemudian faktor penghambat yang dihadapi berasal dari faktor lingkungan
keluarga, yaitu berupa kurangnya perhatian orang tua terhadap kegiatan anak,
minimnya pendampingan orang tua terhadap kegiatan anak dan belum
maksimalnya pembiasaan penanaman karakter di lingkungan keluarga.
Kata kunci: faktor penghambat, pendidikan karakter, sekolah dasa
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU AKTIVITAS ALFABET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD NEGERI PRAMBANAN
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media
pembelajaran kartu aktivitas alfabet yang layak, praktis, dan efektif digunakan pada
siswa kelas I sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan
menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu, analysis (analisis),
design (desain), development (pengembangan), implementation (penerapan), dan
evaluation (evaluasi). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, angket, dan tes. Angket yang digunakan untuk validasi materi, validasi
media, validasi bahasa, respon guru dan respon siswa dengan menggunakan lima
skala berpedoman pada Skala Likert. Tes yang digunakan untuk siswa
menggunakan pre test dan post test. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa media kartu aktivitas alfabet dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Kelayakan media pembelajaran diperoleh dari hasil validasi materi yang memperoleh skor rata-rata 4,2 dengan klasifikasi “Baik” dan kategori “Layak”. Hasil validasi media memperoleh skor rata-rata 4,2 dengan klasifikasi “Baik” dan kategori “Layak”. Hasil validasi bahasa memperoleh skor rata-rata 4,1 dengan klasifikasi “Baik” dan kategori “Layak”. Kepraktisan
media pembelajaran dinilai dari hasil respon siswa yang mendapatkan skor rata-rata
98,9% dengan kategori “Sangat Praktis”. Hasil penilaian guru memperoleh skor
rata-rata 4,63 dengan klasifikasi “Sangat baik” dan kategori “Praktis”. Media Kartu
Aktivitas Alfabet ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca
permulaan. Hal tersebut dibuktikan dengan uji efektifitas menggunakan nilai pre
test dan post test menggunakan rumus N-Gain dan memperoleh presentase sebesar
65% dengan klasifikai “Sedang” dan kategori “Cukup efektif” pada aspek
keterampilan dan memeproleh presentase sebesar 73,3% dengan klasifikasi
“Tinggi” dan kategori “Cukup efektif” pada aspek kognitif.
Kata Kunci: Kartu Aktivitas Alfabet, Kemampuan Membaca Permulaan,
Pengembangan Medi