63894 research outputs found
Sort by
Pola Manajemen Mutu pada Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 6 dan 7 Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola manajemen mutu dalam
implementasi Kurikulum Merdeka di dua sekolah swasta, yakni SMA Muhammadiyah
6 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Kurikulum Merdeka sebagai
transformasi pendidikan nasional menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran
yang menekankan pada fleksibilitas, kemandirian peserta didik, serta penguatan
karakter melalui pembelajaran berbasis proyek. Dalam konteks ini, manajemen mutu
memegang peran sentral dalam menjamin tercapainya tujuan kurikulum secara optimal.
Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk menggambarkan bagaimana
strategi manajemen mutu diterapkan dalam praktik nyata di lingkungan sekolah
Muhammadiyah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian
terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan pihak
yayasan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi partisipatif, dan analisis dokumen sekolah. Analisis data dilakukan secara
kualitatif melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola manajemen mutu di kedua sekolah
meliputi tiga tahapan utama: perencanaan mutu, pelaksanaan mutu, dan evaluasi mutu.
Perencanaan mutu dilakukan melalui penyusunan perangkat ajar yang adaptif terhadap
kebutuhan peserta didik dan visi sekolah. Pelaksanaan mutu mencakup penguatan
kompetensi guru, pembelajaran diferensiasi, serta integrasi proyek profil pelajar
Pancasila dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Evaluasi mutu dilaksanakan
secara berkelanjutan melalui supervisi akademik, refleksi pembelajaran, serta pelibatan
komite sekolah. Persamaan pola manajemen mutu di kedua sekolah terletak pada
komitmen kepala sekolah dalam mengawal implementasi kurikulum, budaya refleksi
guru, dan upaya kolaboratif dengan yayasan. Adapun perbedaan terlihat pada strategi
pengelolaan sumber daya dan dukungan infrastruktur, di mana SMA Muhammadiyah
7 Yogyakarta relatif lebih mapan dibandingkan SMA Muhammadiyah 6 Yogyakarta.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum
Merdeka sangat dipengaruhi oleh pola manajemen mutu yang kontekstual, kolaboratif,
dan berkelanjutan
Pengembangan Model Permainan Pos Berangkai Untuk Meningkatkan Kemampuan Gerak Dasar Peserta Didik Taman Kanak-kanak
enelitian ini bertujuan untuk menghasilkan: (1) konstruksi model permainan pos berangkai yang dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar Peserta Didik Taman Kanak-kanak, (2) keberterimaan model permainan pos berangkai yang layak dalam meningkatkan kemampuan gerak dasar meliputi gerak lokomotor, gerak non lokomotor, dan gerak manipulatif, (3) efektivitas model permainan pos berangkai dalam meningkatkan kemampuan gerak dasar Peserta Didik Taman Kanak-kanak.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengikuti prosedur pengembangan Borg & Gall. Penelitian ini dilaksanakan di empat Taman Kanak-kanak di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, TK ABA Margoluwih 1 dengan jumlah 20 peserta didik pada uji coba skala kecil, TK ABA Margoluwih 2 dan TK ABA Margomulyo 1 dengan jumlah 39 peserta didik pada uji coba skala besar, dan TK Bhakti Siwi Klaci 1 dengan jumlah 21 peserta didik pada uji efektivitas. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif, yang meliputi data survei analisis kebutuhan dengan angket; wawancara; dan observasi; data validitas model permainan pos berangkai dengan skala; dan data keefektifan model permainan pos berangkai
lembar observasi, angket, dan tes penilaian gerak dasar Peserta Didik Taman Kanak-kanak dinyatakan valid hasil perhitungan validitas 0,745 reliabilitas 0,724 menggunakan Cronbach’s Alpha. Uji efektivitas dengan Uji-t batas penerimaan P < 0,05.
Hasil penelitian: (1) konstruksi model permainan pos berangkai yang terdiri dari 6 pos permainan bertujuan untuk meningkatkan gerak dasar Peserta Didik Taman Kanak-kanak yang dideskripsikan dalam buku panduan, (2) hasil uji validasi ahli materi dinyatakan layak dengan rerata 162,5 dan ahli media dinyatakan layak dengan dua skala nilai yaitu skala guttman dan skala likert rerata bagian pendahuluan 11 dan rerata bagian isi 35,5. Hasil uji reliabilitas ahli materi sebesar 0,997, untuk ahli media menggunakan Matriks Gregory menghasilkan perhitungan bagian pendahuluan 0,67 dan bagian isi 0,75 memiliki interpretasi validitas berkategori tinggi sehingga produk dinyatakan valid dan reliabel, hasil uji keberterimaan produk didapat hasil sebesar 100%, (3) hasil uji efektivitas
menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada tes penilaian gerak dasar Peserta Didik Taman Kanak-kanak kurang dari 0,05 (p<0,05), terdapat perbedaan yang signifikan saat pretest dan posttest. Dapat disimpulkan model yang dikembangkan layak dan mudah untuk digunakan oleh Peserta Didik Taman Kanak-kanak dalam meningkatkan kemampuan gerak dasar.
Perbedaan Pemberian Kafein Kopi Arabika dan Robusta Terhadap Daya Tahan Aerobik dan Denyut Nadi Pemain Sepak Bola Persatuan Sepak Bola Condong Catur FC (PSCC)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dampak pemberian kafein kopi arabika dan robusta terhadap daya tahan dan denyut nadi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif pada 45 sampel dengan teknik total sampling, kemudian dilakukan random sampling untuk di bagi menjadi 3 kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengukur denyut nadi istirahat, setelah bleep test, pemulihan dan bleep test. Independent sample t-test digunakan untuk melihat perbedaan nilai VO2maks dan denyut nadi kopi arabika dan robusta.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil Kemampuan daya tahan kelompok arabika dan kelompok robusta menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan t hitung 8.335 > t tabel 2.048, dan nilai siginfikansi 0.000 0.05. Denyut nadi pemulihan kelompok arabika dan kelompok robusta tidak menunjukan perbedaan yang signifikan, dengan t hitung 0.929 0.05. Selisihnya bleep test kelompok arabika dan robusta sebesar 2.933. Denyut nadi pemulihan kelompok arabika dan kelompok robusta tidak menunjukan perbedaan yang signifikan,dengan t hitung denyut nadi 5 sebesar 1.910, denyut nadi 6 sebesar 0.624 0.05. Dapat disimpulkan bahwa kopi arabika dapat meningkatkan kemampuan daya tahan lebih signifikan dari pada kopi
robusta. Kopi robusta dapat meningkatkan denyut nadi istrahat dan denyut nadi setelah bleep test. Kopi robusta juga dapat mempercepat denyut nadi pemulihan dari pada kopi arabika
PANDANGAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) TERHADAP KESULITAN DAN MANFAAT PRAKTIK KEPENDIDIKAN (PK): SEBUAH STUDI SURVEI KUALITATIF
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pandangan mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap kesulitan yang mereka alami selama melaksanakan Praktik Kependidikan (PK); dan (2) Mengetahui pandangan mahasiswa BK terhadap manfaat yang mereka peroleh selama menjalankan Praktik Kependidikan (PK). Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara tujuan ideal PK sebagai pembentukan kompetensi profesional mahasiswa dengan realita pelaksanaannya di lapangan yang masih diwarnai oleh berbagai kesulitan, meskipun juga memberikan banyak manfaat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain survei kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semistruktur. Subjek penelitian adalah 7 mahasiswa program studi BK Universitas Negeri Yogyakarta yang telah melaksanakan PK semester gasal tahun 2024, dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April - Mei 2025 di berbagai lokasi PK, termasuk sekolah di dalam dan luar negeri. Data dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai kesulitan seperti keterbatasan waktu, perbedaan budaya dan bahasa, kesulitan pengaplikasian teori ke praktik, serta kurangnya bimbingan guru pamong. Di sisi lain, mahasiswa juga merasakan manfaat signifikan dari PK, termasuk peningkatan kepercayaan diri, pemahaman terhadap dinamika sekolah, penguatan keterampilan interpersonal, serta kemampuan mengintegrasikan teori ke dalam praktik nyata. Penelitian ini menyarankan agar institusi lebih memperkuat sistem pembekalan dan supervisi untuk meningkatkan efektivitas PK sebagai sarana pembentukan profesionalisme calon konselor.
Kata Kunci: Praktik Kependidikan, Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Kesulitan, Manfaat, Survei Kualitatif
Pengembangan Instrumen Pemanduan Bakat Balap Kursi Roda Klasifikasi T54 Cabang Olahraga Para Atletik Nomor Sprint
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan instrumen pemanduan bakat balap kursi roda klasifikasi T54, 2) menguji validitas dan reliabilitas instrumen tes pemanduan bakat balap kursi roda klasifikasi T54, dan 3) mendapatkan norma keberbakatan untuk pemanduan bakat balap kursi roda klasifikasi T54.
Jenis penelitian menggunakan metode research and development (penelitian dan pengembangan) dengan model 4D. Tahapan pengembangan pada model 4D terdiri atas: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Subjek dalam penelitian ini adalah anak dengan klasifikasi T54 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta yang berjumlah 43. Teknik pengumpulan data untuk validasi unsur biometri dan unsur biomotor menggunakan kuesioner. Instrumen pengumpulan data unsur biometri dan biomotor menggunakan tes pengukuran. Analisis data validasi isi menggunakan formula Aiken dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha.
Berdasarkan hasil penelitian, (1) tersusun rangkaian instrumen tes pemanduan bakat balap kursi roda klasifikasi T54 yang terdiri dari 2 (dua) unsur, yaitu unsur biometri dan unsur biomotor. (2) hasil validitas sebagai berikut: Unsur
biometri terdiri dari berat badan (0.90), tinggi duduk (0.95), panjang rentang lengan (0.90), lingkar lengan (0.90) dan lebar bahu (0.90). Unsur biomotor terdiri dari daya tahan kardiovaskuler (0.95), kecepatan (0.95), kekuatan otot lengan (0.95), kekuatan otot punggung (0.95), kekuatan otot perut (0.95), kekuatan genggaman (0.90), kelentukan tangan (0.86) dan power lengan (0.90). Hasil uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dengan nilai 0.882 yang artinya hasil uji dinyatakan “sangat andal”. (3) Norma keberbakatan pemanduan bakat balap kursi roda kalsifikasi T54 adalah sebagai berikut: nilai 12-35 (tidak bakat dan potensi), nilai 36-42 (punya potensi), nilai 43-48 (punya bakat), dan nilai 49-60 (lebih berbakat
Pengaruh Latihan Plyometric Split Squat Jump dan Single Leg Hop terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Ditinjau dari Daya Ledak Otot Tungkai pada Atlet Pencak Silat
enelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh latihan plyometric split squat jump dan single leg hops terhadap kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat. (2) Perbedaan pengaruh antara atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai tinggi dan rendah terhadap kecepatan tendangan sabit. (3) Interaksi antara latihan split squat jump dan single leg hops dengan daya ledak otot tungkai (tinggi dan rendah) terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat.
Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet UKM Pencak Silat UNY yang berjumlah 50 atlet. Kemudian, sebanyak 38 atlet diperoleh dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria yaitu atlet pencak silat berjenis kelamin laki-laki usia 19-22 tahun, memiliki pengalaman bertanding tingkat Kab/Kota pada kategori tanding, tidak dalam keadan sakit, bersedia menjadi subjek penelitian dan mengikuti treatment latihan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot tungkai menggunakan standing broad jump test dan mengukur kecepatan tendangan sabit dengan tes kecepatan tendangan sabit selama sepuluh detik. Kemudian, teknik analisis data menggunakan two-way ANAVA dengan taraf signifikansi = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh latihan split squat jump dan single leg hops terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat, dengan nilai F sebesar 4.900 dan nilai signifikansi P sebesar 0,042 < 0,05. Kelompok yang menjalani latihan single leg hops lebih baik dibandingkan dengan kelompok latihan split squat jump, dengan selisih rata-rata kedua kelompok sebesar 0,7 m/s. (2) Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara daya ledak otot tungkai tinggi dan rendah terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat, dengan nilai F sebesar 4.900 dan nilai signifikansi P sebesar 0,042 < 0,05. Atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai tinggi lebih baik dibandingkan dengan atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai rendah, dengan selisih rata-rata sebesar 0,7 m/s. (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara latihan plyometric split squat jump dan single leg hops dengan daya ledak otot tungkai (tinggi dan rendah) terhadap kecepatan tendangan sabit atlet pencak silat, dengan nilai F sebesar 12,100 dan nilai signifikansi P sebesar 0,003 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok latihan split squat jump lebih efektif digunakan untuk atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai rendah dan kelompok latihan single leg hops lebih efektif digunakan untuk atlet yang memiliki daya ledak otot tungkai tinggi
Kajian Korelatif Keterulangan Stroke Berdasarkan Aktivitas Fisik, Penggunaan Obat, Tingkat Depresi dan Kualitas Hidup Pasien Rawat Jalan RSUD Taman Husada
Stroke merupakan salah satu kondisi neurologis serius dengan angka mortalitas dan
morbiditas yang terus meningkat setiap tahun. Aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi, serta kualitas hidup pasien pasca stroke perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterulangan stroke. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan karakteristik pasien stroke berulang dan tidak berulang (2) Mengkaji tingkat aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi dan kualitas hidup pasien pasca stroke, (3) Mengkaji korelasi antara tingkat aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi, dan kualitas hidup dengan keterulangan stroke (4) Mengkaji tingkat risiko aktivitas fisik, penggunaan obat, tingkat depresi, kualitas hidup terkait keterulangan stroke di Kalimantan Timur khususnya Kota Bontang. Data penggunaan obat pada penelitian ini mengkaji kepatuhan obat dan potensi interaksi obat.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik case-control study yang dilakukan di RSUD Taman Husada Kota Bontang pada Desember 2023 hingga April 2024,
melibatkan 152 responden terdiri dari kelompok pasien tidak stroke berulang sebanyak 119 pasien dan kelompok pasien stroke berulang sebanyak 33 pasien. Pasien yang masuk kelompok stroke berulang adalah pasien yang mengalami serangan stroke selanjutnya dalam kurun waktu minimal satu tahun setelah serangan stroke pertama. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner IPAQSF MMAS-8, PHQ-9, -5D-5L,
untuk mengukur aktivitas fisik, kepatuhan obat, tingkat depresi dan kualitas hidup. Data lain diperoleh dari rekam medis khusus potensi interaksi obat diolah menggunaan aplikasi drugs.com. Data kemudian dianalisis secara deskriptif, korelatif, dan regresi logistik. Dalam analisis karakteristik pasien stroke, mayoritas pasien berusia di atas 45 tahun, dengan kelompok stroke berulang didominasi oleh pasien dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Sebagian besar pasien menjalani fisioterapi selama 3-6 bulan, menggunakan metode seperti Microwave Diathermy (MWD), Electrical Stimulation (ES), dan terapi latihan. Dari segi pengobatan, pasien menerima berbagai golongan obat, termasuk antiplatelet, antikoagulan, neuroprotektan, antihipertensi, antidiabetes, dan antihiperlipidemia. Tingkat aktivitas fisik pasien umumnya rendah, kepatuhan obat tinggi, dan tingkat depresi rendah, sementara proporsi pasien dengan kualitas hidup baik lebih tinggi dibandingkan yang buruk. Meski tidak signifikan, terdapat kecenderungan bahwa pasien stroke tidak berulang memiliki hari aktivitas fisik sedang lebih banyak (2,97±3,33 hari vs. 1,12±2,54 hari, p=0,065), 91% pasien stroke berulang tidak lupa minum obat dibandingkan 77% pada kelompok tidak berulang (p=0,082), dan 15% pasien stroke berulang merasa kurang tertarik beraktivitas dibandingkan 11% pada kelompok tidak berulang (p=0,068). Tidak ditemukan korelasi signifikan antara tingkat aktivitas fisik, kepatuhan obat, tingkat depresi, dan kualitas hidup dengan keterulangan stroke. Namun, ditemukan korelasi positif antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (r=0,452; p=0,000) dan korelasi negatif pada variabel aktivitas fisik dan kualitas hidup terhadap tingkat depresi (r=-0,281;p=0,000;r=-0,494;p=0,000). Peningkatan aktivitas fisik dikaitkan dengan pengurangan risiko stroke berulang sebesar 37% (OR adj=0,629; CI95%:0,364–1,087; p=0,096), sementara potensi interaksi obat moderate/minor menurunkan risiko sebesar 64,4% (OR=0,356; CI95%:0,123-1,030; p=0,057). Temuan ini menyoroti pentingnya peningkatan aktivitas fisik, pengawasan farmakologis, dan rehabilitasi komprehensif,
dengan rekomendasi untuk penelitian lanjutan menggunakan metode yang lebih mendalam dan sampel yang lebih besar
Model Penilaian Kepribadian Islami Guru Madrasah Aliyah Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fenomena umum belum mantapnya kepribadian Islami di kalangan guru
seperti penyebaran hoax, ujaran kasar, pesimisme, kekerasan seksual, kemalasan,
dan kurangnya kesungguhan dan kreativitas, menunjukkan urgensi penguatan
kepribadian guru. Di madrasah aliyah, kurangnya kesungguhan dan lemahnya
kreativitas juga terjadi, padahal guru memiliki peran sentral dalam membentuk
kepribadian siswa melalui keteladanan. Kepribadian, dalam khazanah Islam
tercermin dalam kondisi jiwa yang Sangat Damai, yakni nafs Muthmainnah,
Radhiah, Mardhiah, dan Kamilah, yang tampak dalam kesungguhan, kejujuran,
pemahaman nilai-nilai Islami, dan kesadaran akan pengawasan Ilahi. Untuk
mengembangkan kepribadian Islami tersebut diperlukan waktu yang panjang dan
peta yang akurat berdasarkan keadaan kondisi pribadi masing-masing guru.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian bertujuan untuk mengembangkan model
penilaian kepribadian Islami yang relevan, valid, reliabel, efektif, layak, dan
aplikatif. Model ini diharapkan menjadi alat penilaian akurat yang dapat digunakan
guru untuk mengembangkan kepribadian secara berkelanjutan menuju kepribadian
Islami yang sangat damai.
Model dikembangkan menggunakan pendekatan Design and Development
(D&D) dengan model ADDIE dan divalidasi melalui metode kuantitatif dan
kualitatif. Prosedur penelitian adalah: (1) Identifikasi kebutuhan; (2) Merumuskan
model; (3) Diskusi dengan pakar dan revisi sesuai masukan; (4) Model diuji oleh
ahli dan dianalisis menggunakan Indeks Aiken; (4) Uji coba terbatas dengan 78
responden guru Madrasah Aliyah Swasta di DIY; (5) Setelah Revisi berdasarkan uji
coba, data yang didapatkan dianalisis dengan uji psikometrik melalui Confirmatory
Factor Analysis (CFA) dan Item Response Theory (IRT) dengan Generalized Rating
Model (GRM) dengan bantuan Program R; (6) Penerapan dilakukan kepada sampel
berjumlah 132 Guru MAN di DIY yang ditentukan dengan teknik Cluster Simple
Random Sampling; dan (7) Validasi konteks dan diseminasi dilakukan melalui
Focus Group Discussion (FGD) bersama guru madrasah di 4 kabupaten dan 1 kota
di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data hasil FGD dan wawancara dilakukan
dengan teknik analisis data Interaktif.
Hasil penelitian menujukkan bahwa Model Penilaian Kepribadian Islam
yang relevan bagi guru aliyah mempunyai tiga dimensi, yaitu: (1) Aqliyah atau
kognitif spiritual, yang mengukur aspek Mengenal Diri, Mengenal Allah, dan
Mengenal Dunia; (2) Nafsaniyah atau afektif spiritual, yang mengukur aspek
Ammarah, Lawwamah, Mulhimah, Muthmainnah, Radhiyah, Mardhiyah, dan
Kamilah; dan (3) Akhlaqiyah atau psikomotorik etis yang mengukur aspek Dzalimul
Linafsih, Muqtashid, dan Sabiqul Khairat. Model memenuhi kriteria validitas dan
reliabilitas, dengan nilai fit indices yang sangat baik (CFI > 0.9) dan konsistensi
internal tinggi (α > 0.8). Model Penilaian Kepribadian Islami menunjukkan tingkat
iii
efektivitas yang tinggi, dengan memenuhi 90% standar kelayakan psikometrik
dan 92% kelayakan prosedur pengembangannya. Profil kepribadian Islami guru
MAN di DIY menunjukkan mayoritas guru berada dalam kategori Damai, tidak ada
satupun berkategori Sangat Damai, dan 1 guru berkategori Belum Damai.
Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD), penerimaan guru terhadap
model penilaian ini sangat positif, dengan beberapa temuan: (1) Guru menilai bahwa
model ini bermanfaat, relevan, dan mendalam secara spiritual; (2) Instrumen
dianggap mampu menjadi alat refleksi diri dan muhasabah, bukan hanya alat ukur
teknis. Temuan baru dari penelitian ini meliputi: (1) Formulasi tiga dimensi
kepribadian Islami yang terintegrasi dan operasional, dengan indikator yang dapat
diukur dan diuji secara empiris belum ditemukan pada model-model kepribadian
yang ada sebelumnya, baik dalam literatur Islam maupun pendekatan psikologi
Barat; (2) Klasifikasi hasil pengukuran dalam empat kategori baru: Sangat Damai,
Damai, Kadang Damai, dan Belum Damai yang menekankan aspek ketenangan jiwa
sebagai indikator keberhasilan pengembangan kepribadian Islami; (3) Temuan
kontekstual dari FGD, seperti pentingnya niat mengajar, keteladanan spiritual, dan
makna “damai batin” sebagai wujud aktualisasi kepribadian Islami, memperkaya
kerangka teoritis dan memperkuat relevansi model dengan praktik. Pemaknaan
model sebagai alat muhasabah spiritual, bukan hanya sekadar alat ukur teknis
menjadikan model berfungsi sebagai instrumen reflektif dan formatif dalam
pembinaan kompetensi kepribadian guru madrasah Aliyah
Pengembangan Instrumen Pengukuran Keterampilan Sains dan Rekayasa Siswa SMK Berorientasi Standar Sains Next Generation.
Keterampilan sains dan rekayasa merupakan bagian penting yang perlu
diperhatikan pada proses perkembangan setiap anak. Keterampilan tersebut menjadi
bekal krusial bagi anak untuk belajar dan terus mengembangkan potensinya. Dalam
konteks pendidikan kejuruan, banyak siswa dan lulusan SMK yang dikritik tidak
mampu mengembangkan potensi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
Menghasilkan instrumen pengukur keterampilan sains dan rekayasa yang cocok untuk
siswa SMK berorientasi standar sains next generation (NGSS), (2) Menguji kualitas
instrumen, (3) Menganalisis tingkat kepraktisan instrumen, dan (4) Mendeskripsikan
profil keterampilan sains dan rekayasa siswa SMK hasil pengukuran.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang difokuskan pada
konstruksi instrumen dan pengukuran keterampilan siswa. Model pengembangan
yang digunakan merupakan modifikasi model pengembangan tes Oriondo dan DalloAntonio (1998), Lane, Raymond, & Haladyna (2015) dan Azwar (2016) yang
disintesis menjadi tiga tahap yaitu (1) Tahap desain instrumen, (2) Tahap uji kualitas
instrumen, dan (3) Tahap pengukuran keterampilan siswa. Subjek penelitian pada
tahap uji kualitas instrumen meliputi ahli bidang pendidikan kejuruan, ahli penilaian
pendidikan, dan guru SMK berpengalaman dan 656 siswa. Pada tahap pengukuran,
subjek penelitian sebanyak 326 siswa yang dipilih secara purposif. Teknik analisis
untuk menentukan kualitas instrumen terdiri dari analisis validitas dengan formula
Aiken dan analisis nilai infit MNSQ, kalibrasi karakteristik item instrumen dengan
Partial Credit Model (PCM), dan analisis reliabilitas Cronbach. Kemudian, analisis
kepraktisan instrumen dan profil keterampilan siswa dilakukan menggunakan
statistika deskriptif.
Hasil penelitian berupa instrumen dua paket tes esai (A dan B) untuk mengukur
keterampilan sains dan rekayasa siswa SMK bidang teknik mesin. Berdasar hasil
analisis dapat disimpulkan bahwa (1) Masing-masing paket terdiri dari 25 item soal
esai dengan 5 item bersama (anchor). (2) Instrumen tes berkualitas baik dibuktikan
melalui analisis validitas isi dengan indeks Aiken sebesar 0,840 untuk tes A dan
0,844 untuk tes B, pemenuhan kriteria validitas empiris dari analisis infit MNSQ,
estimasi reliabilitas skor hasil uji coba dengan koefisien Alfa Cronbach sebesar 0,860
untuk tes A dan 0,841 untuk tes B, serta tingkat kesulitan semua butir sesuai kriteria
antara –2 hingga +2. (3) Tingkat kepraktisan mencapai 100% di mana semua guru
(14) yang terlibat dalam penelitian menyatakan bahwa instrumen tes mudah
diterapkan di kelas. (4) Berdasar hasil pengukuran, keterampilan sains dan rekayasa
siswa SMK secara keseluruhan masih tergolong rendah dengan rata-rata 26,58
dengan rincian keterampilan perumusan masalah (43,47), analisis (24,11), pemodelan
(20,19), dan komunikasi (15,80). Lebih lanjut guru/peneliti dapat menggunakan dan
atau memodifikasi instrumen untuk keperluan penilaian atau penelitian terkait
keterampilan sains dan rekayas
Analisis Kebijakan Integrasi Ilmu dalam Kurikulum di Universitas Islam Negeri.
Paradigma integrasi ilmu merupakan mandatori Universitas Islam
Negeri (UIN). Paradigma ini menjadikan setiap UIN harus memiliki konsep
paradigma ilmu. Setiap UIN memiliki rumusan konsep paradigma ilmu
berbeda. Perbedaan konsep integrasi berimplikasi pada kebijakan dan
implementasi yang bervariasi.
Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendapatkan penjelasan tentang
konsep integrasi ilmu yang menjadi model pengembangan kurikulum di
Universitas Islam Negeri; (2). mendapatkan pemahaman yang mendalam
tentang kebijakan yang menjadi kekhasan integrasi ilmu dalam kurikulum di
Universitas Islam Negeri; (3) menghasilkan alternatif-alternatif usulan
rekomendasi untuk memperkuat integrasi ilmu Universitas Islam Negeri.
Penelitian kualitatif ini merupakan penelitian kebijakan, dengan
paradigma interpretif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus
instrumental, kategori multiple case study. Subyek penelitian di Fakultas
Sains dan Teknologi UIN Inovasi dan UIN Cendekia. Teknik pengumpulan
data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumen. Langkah-langkah
penelitian dengan menggunakan pendekatan model Yin yang dimodifikasi,
yaitu, plan, design, prepare, collect, analyse, triangulasi data, uji model, dan
share. Analisis data menggunakan proses berjenjang mulai dari koding,
kategorisasi kode, dan peta konsep. Keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi, member checking, meningkatkan ketekunan, dan refleksi peneliti.
Usulan alternatif kebijakan dibuat dalam bentuk kertas kerja yang diujikan
pada pakar dengan menggunakan metode delphi.
Temuan hasil penelitian ini sebagai berikut; (1) Konsep integrasi ilmu
yang digunakan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Inovasi menggunakan
konsep integrasi-interkoneksi dengan metafora jaring laba-laba. Konsep ini
menggunakan pola triadik filosofis-substantif, dengan memadukan tiga bidang
keilmuan hadlarah An-Nash, hadlarah Al-Ilm, dan hadlarah al- falsafat.
Sains, Filsafat, dan Agama,
Integrasi Ilmu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Cendekia
menggunakan konsep integrasi ilmu dengan metafora pohon ilmu. Konsep ini
menggunakan pola integralistik instrumental empiris dengan memadukan
keilmuan keislaman, kealaman, social budaya, dan secara kelembagaan
memadukan ma’had dan kampus dalam satu system terpadu.
(2) Kebijakan khas kurikulum integrasi di Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Inovasi adalah dengan menetapkan dua mata kuliah sebagai ciri khas
utama yaitu Islam dan Sains dan Islam dan Ilmu Sosial Humaniora.
Implementasi integrasi ilmu dilakukan melalui pola paling dasar dan masih
dominan adalah legitimasi ayat dan hadits; Kebijakan khas kurikulum integrasi
di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Cendekia adalah dengan menetapkan
dua mata kuliah khas utama yaitu Metodologi Islam dan Sains dan Skripsi
Integrasi. Implementasi integrasi ilmu dilakukan melalui pola paling dasar dan
dominan adalah legitimasi ayat dan hadits; tafsir sains atau saintifikasi; dan
8
ketiga internalisasi nilai. (3) Usulan alternatif kebijakan untuk menguatkan
integrasi ilmu sebagai berikut; Pertama, integrasi level 1; Sistem ma’had aljami’ah (Pesantren Kampus), dengan menetapkan empat mata kuliah sebagai
penciri khas: 1. MK Islam dan Sains 2. MK. Islam dan Sosial Humaniora 3.
Metodologi Penelitian Integratif 4. Produksi pengetahuan integratif (Skripsi
atau Artikel Ilmiah yang terpublikasi). Kedua, integrasi level 2: Sistem
ma’had al- jami’ah (Pesantren Kampus), dengan menetapkan dua mata kuliah
sebagai penciri khas: 1. MK Islam dan Sains 2. MK. Islam dan Sosial
Humaniora. Ketiga, integrasi level 3: Sistem non ma’had dengan menetapkan
empat mata kuliah sebagai penciri khas: 1. MK Islam dan Sains. 2. MK. Islam
dan Sosial Humaniora 3. Metodologi Penelitian Integratif 4. Produksi
pengetahuan integratif (Skripsi atau Artikel Ilmiah)