Yogyakarta State University

Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)
Not a member yet
    63894 research outputs found

    Etnopedagogi Sebagai Praktik Pendidikan Dan Penanaman Karakter Di KB Among Siwi Bantul Yogyakarta.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap bagaimana pendekatan etnopedagogi menjadi dasar pembelajaran dan pembentukan karakter bagi sekolah berbasis budaya pada layanan pendidikan anak usia dini, (2) menemukan pola pendidikan berbasis budaya lokal dengan pendekatan etnopedagogi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Lokasi penelitian yaitu KB Among Siwi yang terletak di Kampung Dolanan, Dusun Pandes Bantul Yogyakarta. Sumber data yaitu kepala sekolah, guru, wali murid dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif Model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Pendekatan etnopedagogi menjadi landasan pendidikan karakter di KB Among Siwi melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran. Implementasi pendekatan ini dilakukan melalui (a) pemanfaatan dolanan tradisional sebagai media pembelajaran, (b) penggunaan bahasa Jawa dalam proses pembelajaran, (c) penerapan pendekatan berbasis aktivitas budaya, serta (d) penyisipan nilai filosofis budaya lokal dalam kurikulum. Selain itu, modal budaya dalam pendidikan karakter diterapkan melalui prinsip Nontoni, Niteni, Niroake, dan Nambahi. Beberapa program unggulan berbasis etnopedagogi yang diterapkan antara lain outing class serta kegiatan tematik berbasis budaya. (2) Pola pendidikan berbasis etnopedagogi di KB Among Siwi mengintegrasikan berbagai nilai budaya lokal seperti gotong royong dan tepa salira dalam pembelajaran. Aspek yang dikembangkan meliputi emosi, kognitif, sosial, bahasa, dan motorik. Nilai karakter yang muncul dari pendekatan ini mencakup kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, tanggung jawab, disiplin, serta rasa percaya diri. Dalam praktiknya, integrasi nilai-nilai budaya lokal dilakukan melalui berbagai aktivitas pembelajaran, seperti aktivitas bermain, seni tradisional, komunitas, serta piwulang/wewarah dan pitutur luhur

    Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Fisika Siswa SMA Topik Mekanika Berbasis Penyetaraan tanpa Butir Bersama.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan: (1) menghasilkan konstruksi tes kemampuan fisika SMA topik Mekanika pada paket A dan paket B menggunakan validasi isi, validitas konstruk, dan reliabilitas klasik, (2) mengevaluasi kualitas karakteristik butir tes kemampuan fisika SMA topik Mekanika pada paket A dan paket B menggunakan pendekatan teori respons butir, (3) merumuskan persamaan penyetaraan horizontal untuk perangkat tes kemampuan fisika SMA topik Mekanika antara paket A dan paket B dengan menggunakan metode penyetaraan dengan pendekatan teori respons butir, (4) mendeskripsikan profil hasil pengukuran kemampuan fisika peserta didik pada topik Mekanika. Penelitian pengembangan ini meliputi tiga tahap. Tahap perancangan diawali dengan analisis kebutuhan dan literatur, penyusunan perangkat tes, analisis butir melalui validasi isi, dan revisi. Tahap uji coba lapangan melibatkan 497 siswa kelas XI dari tiga SMA negeri di Yogyakarta yang dipilih secara stratified random sampling. Validitas konstruk diuji dengan confirmatory factor analysis (CFA) dan reliabilitas diestimasi menggunakan KR-20. Analisis karakteristik butir dan fungsi informasi tes dilakukan dengan pendekatan teori respons butir (TRB). Penyetaraan horizontal memanfaatkan paket “equateIRT” berbantuan program R melalui metode Haebara, Stocking–Lord, Mean–Mean, Mean–Sigma, dan Mean Geometric-Mean; metode terbaik dipilih berdasarkan nilai Root Mean Square Difference (RMSD) dan nilai agregat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) dihasilkan dua perangkat tes paralel, masing-masing berisi 30 item pilihan majemuk yang merepresentasikan delapan dimensi; (2) pada setiap paket, 29 item terbukti valid dan reliabel berdasarkan validasi isi, CFA, reliabilitas klasik, serta analisis butir dan fungsi informasi TRB; (3) analisis awal menegaskan kedua paket belum paralel. Konstanta penyetaraan A dan B berturut-turut adalah Haebara (0,824; –0,170), Stocking–Lord (0,991; –0,111), Mean–Mean (1,041; –0,123), Mean–Geometric-Mean (0,993; 0,137), dan Mean–Sigma (1,045; –0,122). Stocking–Lord dipilih sebagai metode terbaik berdasarkan nilai agregat dan kesesuaian kurva karakteristik tes; (4) kemampuan fisika peserta didik pada topik Mekanika tergolong rendah, dengan capaian tertinggi pada subtopik Besaran Gerak dan GLB/GLBB, serta terendah pada Hukum Newton

    Praksis Perilaku Hijau di Pendidikan Kejuruan: Studi Kasus di SMK Adiwiyata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengungkap konsep profil perilaku hijau di pendidikan kejuruan; (2) mengungkap konsep tujuan perilaku hijau di pendidikan kejuruan; (3) mengeksplorasi konsep penerapan perilaku hijau di pendidikan kejuruan; dan (4) menganalisis konsep faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan perilaku hijau di pendidikan kejuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berpendekatan studi kasus dengan mengadopsi desain multikasus. Penelitian dilakukan di lima SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah berstatus Adiwiyata yang merepresentasikan tiga tingkatan Adiwiyata (Provinsi, Nasional dan Mandiri), dan lima bidang keahlian yang menjadi sektor prioritas pengembangan industri hijau (Pariwisata, Seni dan Ekonomi Kreatif, Pertanian, Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, dan Bisnis Digital. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, telaah media sosial, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan NVivo berupa project map dan concept map melalui tahapan open coding, axial coding, dan generic coding. Penelitian ini menghasilkan empat temuan utama yang meliputi: (1) Konsep perilaku hijau di pendidikan kejuruan nmencakup tujuh profil, yakni: perilaku konservasi, mentransformasi, menghindari bahaya, mempengaruhi orang lain, belajar berkelanjutan, mematuhi hukum, dan mengambil inisiatif; (2) Konsep tujuan perilaku hijau mencakup lima tujuan utama yang mencakup: tujuan lingkungan, akademik, tujuan, sosial-budaya, dan agama; (3) Konsep penerapan berupa kerangka dan model penerapan perilaku hijau yang mencakup: integrasi perilaku hijau dalam kegiatan, lingkungan penerapan perilaku hijau, sintaks dan metode penerapan, dan pengalaman dan prinsip penerapan; dan (4) Konsep faktor- faktor yang mepengaruhi penerapan perilaku hijau mencakup tiga faktor utama: faktor organisasi, individu dan eksternal

    PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIK KEPENDIDKAN UNTUK CALON GURU KEJURUAN.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran pendidikan calon guru kejuruan berbasis sekolah (school-based) melalui pendekatan lesson study yang kolaboratif dan kontekstual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sinergi antara LPTK dan SMK dalam pelaksanaan praktik kependidikan guna menghasilkan calon guru kejuruan yang profesional, adaptif, dan reflektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Richey & Klein dalam lima langkah, yaitu analisis kebutuhan, desain awal model, pengembangan model, uji coba dan revisi, Implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian mencakup dosen LPTK, guru pamong SMK, serta mahasiswa calon guru kejuruan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis sekolah yang dikembangkan efektif meningkatkan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional mahasiswa. Hasil penelitian ini berupa model praktek kependidikan untukcalongurukejuruandengansebutanPK-VOCATIF (PracticeforKnowledge Integration, Vocational Oriented, Authentic Teaching, Integrated Feedback). Model ini meliputi tahapan perencanaan kolaboratif, pelaksanaan pembelajaran mikro dan praktik lapangan, serta refleksi bersama dengan menerapkan prinsip lesson study. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan praktik kependidikan di SMK melalui model berbasis sekolah dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik serta memperkuat kemitraan antara LPTK dan dunia sekolah

    Pengembangan Model Followership Melalui Work Based Learning Pada Pendidikan Vokasional Bidang Keahlian Kuliner.

    No full text
    Penelitian ini untuk (1) menghasilkan model followership melalui WBL pada Pendidikan Vokasional bidang keahlian Kuliner; (2) menguji kelayakan model followership melalui WBL pada Pendidikan Vokasional bidang keahlian Kuliner; dan (3) menguji efektifitas model followership melalui WBL pada Pendidikan Vokasional bidang keahlian Kuliner. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method. Jenis penelitian adalah research and development dengan model ADDIE. Pada tahapan (1) analisis dimulai dengan pengumpulan informasi awal (melihat gap pembelajaran di SMK dengan kebutuhan lulusan di industri) dan dilanjutkan dengan analisis kebutuhan (melihat kompetensi yang diperlukan dan model pembelajaran yang digunakan) untuk menentukan existing model, (2) studi literatur terkait aspek- aspek filosofis, teoritis dan metodologis sebagai dasar dalam merencanakan model konseptual, (3) mengembangkan model hipotetik, perangkat pembelajaran, serta uji validitas model oleh ahli, revisi awal model, FGD, uji keterbacaan model, dan revisi model lanjutan, (4) uji efektifitas model di industri, revisi model akhir, dan (5) uji respon pengguna dan evaluasi hasil penelitian. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa buku model, sintaks, ATP, Modul Ajar, buku panduan (peserta didik, guru, instruktur), dan instrumen penelitian untuk mengukur validitas, keterbacaan, respon pengguna serta efektivitas model yang dikembangkan dan perangkat penunjang yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk menganalisis validitas model, perangkat pembelajaran, keterbacaan model dan respon pengguna. Adapun penentuan tingkat efektivitas dinilai dari evaluasi pembelajaran di industri menggunakan uji t test. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Model followership yang dihasilkan memberikan kegiatan dalam situasi nyata pembelajaran praktek kerja industri bidang keahlian kuliner untuk menghasilkan pekerja rutin yang efektif berlandaskan komponen filosofis, teoritis dan metodologis. (2) Model followership dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dengan kriteria sangat baik berdasarkan penilaian ahli dengan nilai rata-rata 3.75, sedangkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dengan kriteria sangat baik berdasarkan penilaian ahli dengan nilai rata-rata 3.83. (3) Model followership skill pada kelas eksperimen lebih efektif dibandingkan dengan kelas kontrol dimana thitung ≥ ttabel (5.499 ≥ 2.002), serta respon pengguna menyatakan bahwa model sangat baik digunakan dengan nilai rata- rata 2.71

    Pengembangan Model Evaluasi Program Organisasi Penggerak Guru di Provinsi Aceh.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan desain model evaluasi program yang berkualitas, (2) menganalisis kualitas konstruk instrumen model Evaluasi Program, dan (3) mengeksplorasi hasil evaluasi Program Organisasi Penggerak Guru di Provinsi Aceh pada setiap aspek menggunakan model tersebut. Progam Organisasi Penggerak Guru di Provinsi Aceh tersebut dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh. Penelitian dan Pengembangan (R&D) ini terdiri dari 10 langkah yang dikembangkan Borg and Gall. Komponen model evaluasi merupakan gabungan model CIPP Stuflebean, empat level Kirkpatrick dan COD+P Popova. Proses pengembangan dimulai dari tahap pengumpulan informasi awal, perencanaan model, pengembangan model awal, uji coba awal, revisi uji coba awal, uji coba utama, revisi uji coba utama, uji coba operasional, revisi uji coba operasional serta diseminasi dan implementasi. Uji coba awal melibatkan tujuh orang pakar ditambah 30 orang pengawas sekolah, uji coba utama terhadap 180 peserta POP, dan uji coba operasional model terhadap 122 peserta POP Guru di Provinsi Aceh. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data mencakup analisis kualitatif pada studi pendahuluan/pengumpulan informasi awal, validitas isi diuji dengan Aiken’S V dan justififikasi ahli, kualitas konstruk model menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan Program R, serta reliabilitas diestimasi melalui Cronbach Alpha, rhoA dan rhoC. Deskripsi hasil implementasi model evaluasi Program Organisasi Penggerak Guru di Provinsi Aceh dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model evaluasi yang dikembangkan terdiri dari konstruk context, input, content, learning, organization, dan perception, disingkat menjadi model CICLOP. Hasil uji validitas isi instrumen model seluruhnya dinyatakan valid. Buku model dan panduan penggunaan model dinyatakan berkualitas dari aspek keterbacaan, kepraktisan, keberfungsian dan keefektifan. (2) data hasil uji coba utama konstruk instrumen dianalisis menggunakan metode SEM-PLS, menghasilkan 25 item yang memenuhi syarat minimal loading factor, koefisien determiniasi (R^2), Validitas konvergen (AVE), validitas discriminant (HTMT), dan reliabilitas Cronbach Alpha/rhoA dan rhoC. (3) deskripsi hasil implementasi model evaluasi Program Organisasi Penggerak Guru di Provinsi Aceh hasil uji coba operasional menunjukkan pencapaian enam aspek evaluasi berbeda-beda hasilnya. Lima aspek sudah mencapai kategori sangat baik, yaitu aspek input, content, learning, organization, dan perception, sedangkan satu aspek termasuk kategori sangat tidak baik yaitu aspek context

    Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Penalaran pada Mata Pelajaran Matematika SMP.

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan (1) konstruk instrumen penilaian kemampuan penalaran matematika yang memiliki validitas teoretis dan relevansi tinggi dengan karakteristik peserta didik SMP serta kurikulum matematika yang berlaku, (2) informasi mengenai kualitas psikometrik instrumen penilaian kemampuan penalaran matematika siswa SMP, yang mencakup aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan kesesuaian model pengukuran berdasarkan pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan Item Response Theory (IRT), (3) instrumen penilaian kemampuan penalaran matematika di SMP yang praktis, (4) profil kemampuan penalaran matematika peserta didik SMP berdasarkan hasil pengukuran dengan instrumen yang telah dikembangkan, sebagai dasar untuk memberikan informasi diagnostik dan deskriptif dalam mendukung proses pengambilan keputusan pembelajaran. Penelitian ini merupakan research and development (R&D) menggunakan model penelitian pengembangan dari Istiyono (2020), sampel untuk skala terbatas 252 dan skala luas 358 siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan tes tertulis. Instrumen dianalisis dengan uji validitas isi (V-Aiken), menggunakan pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan Multidimensional Item Response Theory (MIRT) model 3PL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) konstruk penalaran matematika terdiri dari lima dimensi proporsional, deduktif, induktif, analogis, dan abstrak berisi 29 soal pilihan ganda majemuk; (2) instrumen memiliki validitas isi dengan V-Aiken sebesar 0,83, seluruh butir lolos analisis CFA kecuali satu yang direvisi, dan memenuhi asumsi dasar IRT. Model terbaik adalah MIRT 3PL (RMSEA = 0,0652) dengan item yang memiliki daya beda baik, tingkat kesukaran bervariasi, dan guessing rendah; (3) kepraktisan dibuktikan dari konversi skor theta ke skala 0–100 yang menghasilkan distribusi simetris dan rata-rata mendekati 50; (4) profil peserta menunjukkan sebaran kemampuan luas di semua dimensi, terutama pada dimensi deduktif, mencerminkan kemampuan instrumen dalam mengukur secara menyeluruh. Instrumen ini valid, reliabel, dan praktis untuk penilaian multidimensi kemampuan penalaran matematika siswa SMP

    Model E-Learning dan Asesmen Berbasis Gamifikasi pada Pembelajaran Elektronika di SMK.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan model e-learning dan asesmen berbasis gamifikasi pada pembelajaran elektronika di SMK, (2) mengevaluasi kualitas model berdasarkan penilaian para ahli, praktisi, dan calon pengguna, (3) menyusun panduan implementasi model agar dapat digunakan secara efektif, (4) mengembangkan instrumen penilaian psikomotor dan kognitif yang valid serta reliabel, (5) menganalisis efektivitas dan efisiensi model dalam mendukung pembelajaran elektronika, serta (6) mengidentifikasi peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan Pengembangan (R&D) dengan mengadaptasi model Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall yang dikombinasikan dengan model pengembangan instrumen dari Djemari Mardapi, yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Sampel penelitian terdiri dari 120 siswa, 5 ahli sebagai validator, tujuh penguji, serta 26 siswa yang berpartisipasi dalam tahap implementasi model. Uji validitas instrumen dilakukan dengan Aiken’s V, yang digunakan untuk mengukur kesesuaian butir instrumen berdasarkan penilaian ahli. Sementara itu, reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan Fleiss’ Kappa, guna memastikan tingkat konsistensi antar-penilai. Kualitas butir instrumen tes diuji menggunakan Teori Klasik dan Teori modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model e-learning dan asesmen berbasis gamifikasi sesuai dengan kebutuhan siswa di SMK Negeri 1 Bulukumba dengan tanggapan sangat positif dari siswa dan guru. (2) Kualitas model e-learning berbasis gamifikasi dinilai sangat baik oleh para ahli, praktisi, dan calon pengguna dengan skor rata-rata 3,5 dari skala 4, menandakan efektivitas model dalam pembelajaran. (3) Panduan implementasi model yang dikembangkan memiliki instruksi yang jelas, navigasi yang intuitif, serta integrasi teknologi yang mendukung proses pembelajaran berbasis digital. (4) Instrumen penilaian psikomotor dan kognitif terbukti valid dan memiliki reliabilitas tinggi berdasarkan Aiken’s V serta Fleiss' Kappa, sehingga dapat digunakan untuk menilai capaian pembelajaran secara objektif. Selain itu, analisis kecocokan butir soal dengan Akaike Information Criterion (AIC), menunjukkan bahwa Model 1PL (Rasch) yang cocok untuk model ini dengan nilai AIC paling rendah (3073.88) dari Model 2PL dan Model 3PL. (5) Model ini memenuhi standar ISO 25010, dengan tingkat kegunaan dan kepuasan pengguna yang tinggi (lebih dari 60%), meskipun aspek teknis seperti kecepatan akses masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan efisiensi sistem. (6) Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa setelah menerapkan model ini, dengan uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0.000 (< 0.05), yang menunjukkan bahwa model ini efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan praktik siswa dalam bidang elektronika

    Evaluasi Pelaksanaan Program Merdeka Belajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya UNY.

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dan bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, FBSB UNY. Evaluasi dilakukan dengan evaluasi model CIPP dari Stufflebeam dan dibatasi pada evaluasi aspek Konteks (context) dan Input (Input). Penelitian evaluasi ini menggunakan Mixed Methods, metode gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitain adalah semua unsur yang terlibat pada pelaksanaan program MBKM di Prodi Pendidikan Bahasa Jerman yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan juga tendik. Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling. Untuk pengumpulan data digunakan instrument penelitian kuesioner, studi dokumen dan wawancara. Data yang dihasilkan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif sederhana untuk data hasil angket dan analisis data kualitaif Miles & Huberman untuk data hasil wawancara dan dokumen. Hasil penelitian evaluasi ini adalah sebagai berikut. Aspek Konteks, program MBKM secara umum telah diimplementasikan dengan baik. Hal tersebut bisa diketahui dari perangkat pendukung yang ada seperti peraturan pelaksanaan berupa Peraturan Rektor, Panduan MBKM, kurikulum yang sudah disesuaikan untuk program MBKM dan dibuat lebih fleksibel. Kondisi internal yang sudah ada sebelum adanya program MBKM juga sangat mendukung bagi pelaksanaan program. Aspek Input, semua yang terkait dengan kesiapan sumber daya untuk pelaksanaan program MBKM sudah dipenuhi. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini berupa rekomendasi parsial untuk masing-masing aspek yaitu aspek Konteks dan Input dan bukan rekomendasi yang memberi keputusan apakah program dihentikan atau dilanjutkan, karena evaluasi dilakukan hanya terhadap dua aspek CIPP

    Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Proses Sains Pada Mata Pelajaran Fisika Berbasis website.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkonstruksi instrumen penilaian keterampilan proses sains siswa SMA pada mata pelajaran Fisika, (2) mengukur kualitas instrumen penilaian keterampilan proses sains berdasarkan karakteristik butir dan kualitas penyetaraan, (3) membangun web-based assessment dan mengungkapkan kualitas dari web-based assessment, (4) mengidentifikasi profil keterampilan proses sains siswa pada mata pelajaran Fisika, (5) mengungkap kepraktisan dari penggunaan web-based assessment. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE sebagai model dan dikombinasikan dengan model pengembangan instrumen oleh Istiyono (2020). Tahapan analyze dilakukan analisis kebutuhan akan pengembangan instrumen dan media web-based assessment; tahap design dilakukan penyusunan kisi-kisi, sedangkan media merencang fitur-fitur yang dibutuhkan; tahap develop dilakukan perakitan butir soal, validasi isi, uji coba instrumen, analisis hasil uji coba, sedangkan media dilakukan pembuatan web- based assessment dan validasi oleh ahli media; Tahapan implement merupakan tahapan penggabungan dari kedua produk, instrumen yang valid, reliabel dan karakteristik butir yang baik dilakukan digitalisasi serta dilakukan pengukuran serta dilihat respon pengguna terhadap kepraktisan dari media yang dikembangkan; dan tahapan evaluate dilakukan sewaktu menganalisis dan menyimpulkan kelayakan instrumen dan media sebelum dan sesudah impelementasi. Sampel yang terlibat pada uji coba instrumen adalah sebanyak 813 siswa yang telah mempelajari bab gelombang. Pengukuran pada penelitian ini melibatkan 102 siswa kelas XI. Validasi isi dianalisis menggunakan pendekatan Aiken’s V, validasi konstruk dibuktikan menggunakan analisis CFA, analisis karakteristik butir menggunakan model GPCM dan penyetaraan menggunakan kalibrasi bersama. Hasil dari penelitian yang dilakukan menghasilkan beberapa hal diantaranya, (1) konstruksi instrumen penilaian keterampilan proses sains yang dikembangkan memiliki tiga paket tes dengan paket A berjumlah 27 soal, paket B 29 soal dan paket C 23 soal dengan 7 anchor item dengan bentuk two-tier multiple choice. (2) instrumen yang dikembangakn memiliki karakteristik butir yang baik berdasarkan validasi isi dan konstruk, analisis teori respon butir dengan GPCM, dan penyetaraan yang baik. (3) web-based assessment yang dikebangkan sudah baik berdasrkan hasil validasi oleh ahli media dan respon pengguna. (4) Pengukuran KPS yang dilakukan menunjukkan sebanyak 20,6% siswa masuk kategori sangat rendah, 12,75% kategori rendah, 19,60% siswa termasuk dalam kategori tinggi dan 47,05% siswa memiliki keterampilan sangat tinggi

    51,344

    full texts

    63,894

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇