63894 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH CONDONGCATUR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Gerakan
Literasi Sekolah di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta. Penelitian ini
mendeskripsikan perencanaan program Gerakan Literasi Sekolah, tahap
pelaksanaan juga hasil program gerakan literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Dengan subjek penelitian yaitu SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta dengan melibatkan kepala sekolah, pendidik, peserta didik dan pustakawan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, untuk pengecekan keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan program GLS di SD
Muhammadiyah Condongcatur dilakukan melalui ikut pelatihan literasi, rapat kerja
bersama, menyusun anggaran dan jadwal kegiatan, menyusun modul ajar, membuat
sudut baca kelas (2) pelaksanaan program GLS di SD Muhammadiyah
Condongcatur dilakukan melalui kegiatan rutinan harian meliputi kegiatan literasi
keagamaan, pembiasaan membaca buku cerita selama 15 menit, menanggapi buku
bacaan, dan pemanfaatan sudut baca kelas; rutinan mingguan meliputi upacara
bendera, perpustakaan keliling, dan pergantian buku bacaan; rutinan bulanan
meliputi “Gemar Membaca” dan GALAKSI; serta kegiatan insidentil meliputi
kegiatan literasi yang dilakukan melalui praktikum sesuai dengan project P5 atau
mata pelajaran dan membuat buku antologi puisi. (3) hasil dari pelaksanaan
program GLS di SD Muhammadiyah Condongcatur adalah terbentuknya peserta
didik yang gemar membaca, terbentuknya peserta didik yang terampil berliterasi,
dan menghasilkan produk atau karya literasi peserta didik.
Kata Kunci: Implementasi, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Sekolah Dasa
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA IPAS KELAS IV SDN BUNDER 1 PATUK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPAS kelas IV SDN Bunder 1 Patuk dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa mata pelajaran
IPAS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action
Research) dengan menggunakan model kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari
dua siklus pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Adapun tahapan
penelitiannya adalah perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi. Subjek
penelitian ini siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Instrument pengumpulan
data menggunakan lembar observasi dan tes soal evaluasi. Teknik analisis data yang
dilakukan berupa deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat meningkatkan hasil belajar kelas IV SDN Bunder 1 Patuk. Hasil penelitian tersebut pada pra siklus dengan nilai rata – rata sebesar 45,66%. Pada pelaksanaan tindakan siklus I meningkat dengan nilai rata – rata sebesar 61,78%. Kemudian, pada pelaksanaan tindakan siklus II juga meningkat dengan nilai rata – rata sebesar 77,99%. Selain itu, untuk hasil psikomotorik siswa meningkat dilihat dari keaktifan siswa melakukan diskusi dengan teman kelompok dan mempresentasikan hasil diskusi. Kata kunci: Hasil Belajar, Model Pembelajaran kooperatif STA
PENGEMBANGAN GAME EDUCATION “KUDOS” BERBASIS CONSTRUCT 2 PADA MUATAN KEKAYAAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA INDONESIA MATA PELAJARAN IPAS KELAS 4 SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa game edukasi KUDOS (Keragaman Budaya Indonesia) yang layak digunakan untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Pengembangan produk ini dilatarbelakangi belum tersedianya media pembelajaran keragaman budaya berbasis teknologi bagi siswa kelas IV sekolah dasar.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model penelitian Borg & Gall yang dibatasi pada tujuh Langkah penelitian. Subjek uji coba lapangan awal adalah 6 siswa dan subjek uji coba lapangan utama adalah 58 siswa kelas IV SD se Gugus 3 Depok dan 5 guru kelas IV SD se Gugus 3 Depok. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KUDOS (Keragaman Budaya Indonesia) layak digunakan untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Hal tersebut berdasarkan hasil validasi ahli materi 4,8 (sangat layak). Hasil validasi ahli media tahap pertama 3,4 ( layak) dan hasil validasi tahap kedua 4,5 (sangat layak). Hasil respon siswa pada uji coba lapangan awal memperoleh rata-rata skor 4,3 (sangat praktis). Hasil respon guru pada uji coba lapangan awal 3,6 (praktis). Hasil respon siswa pada uji coba lapangan utama memperoleh rata-rata 4,7 (sangat praktis). Hasil respon guru pada uji coba lapangan utama 4,5 (sangat praktis).
Kata kunci : Media Pembelajaran, Game Edukasi, KUDOS, Keragaman Buday
PENGARUH STRES PENGASUHAN IBU TERHADAP KEKERASAN PADA ANAK PRASEKOLAH
Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa prasekolah membutuhkan
optimalisasi stimulasi oleh orang tua terutama ibu. Tekanan dan beban pengasuhan
dapat mengakibatkan stres pengasuhan. Berdasarkan kajian literatur, stres
pengasuhan ibu dapat mempengaruhi kekerasan pada anak prasekolah. Oleh karena
itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat pengaruh stres
pengasuhan ibu terhadap kekerasan pada anak prasekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penelitian
survei. Sampel penelitian berjumlah 388 ibu yang memiliki anak prasekolah.
Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk memilih
17 kelurahan dari 17 kapanewon di Kabupaten Bantul. Pengambilan data
menggunakan kuesioner cetak dengan instrumen modifikasi stres pengasuhan dari
alat ukur PSI-SF milik Abidin dan kekerasan pada anak dari teori Crosson-Tower.
Penilaian validitas isi dilakukan oleh expert judgement dan seleksi item
menggunakan corrected-item total. Reliabilitas skala stres pengasuhan ibu sebesar
α=0,912 dan kekerasan pada anak α=0,925 dihitung dengan koefisien reliabilitas
Cronbach’s Alpha. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas,
uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana dengan SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat
pengaruh positif stres pengasuhan ibu terhadap kekerasan pada anak prasekolah
(F=440.420 ; p=0,000 < α 0,05). Besarnya pengaruh stres pengasuhan ibu terhadap
kekerasan pada anak prasekolah yaitu 53,3% dengan persamaan garis regresi Y =
16,310 + 0,807X
PELAKSANAAN PEMBINAAN KEPRIBADIAN KEAGAMAAN ISLAM DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIB
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan pembinaan
kepribadian keagamaan islam di Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, (2)
perubahan yang dialami Warga Binaan Pemasyarakatan setelah mengikuti
pelaksanaan pembinaan kepribadian keagamaan islam di Lapas Perempuan Kelas
IIB Yogyakarta (3) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembinaan
kepribadian keagamaan islam di Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas pemasyarakatan dan warga
binaan pemasyarakatan di Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta serta
pembina/penyuluh keagamaan islam dari Kemenag Kabupaten Gunungkidul.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi dibantu dengan pedoman yang telah disusun peneliti. Analisis data
dalam penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan
triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan pembinaan
kepribadian keagamaan islam di Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta meliputi:
perencanaan, pendekatan, proses pelaksanaan, dan evaluasi. Pada kegiatan
perencanaan dilakukan penetapan tujuan, rekruitmen pembina/penyuluh, dan
penetapan sarana dan prasarana. Pada tahap pendekatan, dilakukan dengan
pendekatan secara langsung melalui tanya jawab. Pada proses pelaksanaan, berjalan
dengan baik dan lancar sesuai dengan mekanisme yang sudah disusun oleh petugas
Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta. Pada tahap evaluasi, dilakukan dengan
evaluasi harian dan evaluasi satu bulan sekali. (2) Hasil pelaksanaan pembinaan
kepribadian keagamaan islam menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan,
peningkatan spiritual, dan perubahan perilaku. (3) Faktor pendukung pelaksanaan
pembinaan kepribadian keagamaan islam yakni tersedianya sarana dan prasarana
yang cukup memadai, pembina/penyuluh yang berkompeten, semangat dan
kemauan dari warga binaan, serta jadwal yang tersusun dengan baik. Sedangkan
faktor penghambatnya adalah berasal dari diri warga binaan, kurangnya motivasi
dalam diri warga binaan
HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Disiplin belajar menjadi hal yang penting, guna dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran untuk meraih prestasi belajar yang optimal. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disiplin belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian berupa penelitian korelasional. Penelitian korelasi dilakukan untuk mengetahui tentang kuat lemahnya suatu hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri se-Gugus Kraton Yogyakarta, yang berjumlah 248 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa skala untuk mengukur variabel disiplin belajar dan nilai STS semester genap matematika untuk mengukur variabel prestasi belajar matematika. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar skala yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis statistik deskriptif, uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas serta uji linearitas, dan uji hipotesis yang menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian antara variabel disiplin belajar dengan prestasi belajar matematika memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai pearson correlation sebesar 0,649. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar. Besarnya hubungan antara variabel disiplin belajar dengan variabel prestasi belajar tersebut
berada pada kategori kuat Kata kunci: disiplin belajar, prestasi belaja
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA KELAS 5 DI MIN 1 KULON PROGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam
mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa kelas 5 di MIN 1 Kulon Progo.
Dalam pengamatan sudah ditemukan banyak siswa yang memiliki kecerdasan
interpersonal yang tinggi, sedangkan umumnya pada siswa SD kecerdasan
interpersonal masih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian ini meliputi guru atau wali kelas dan siswa kelas 5. Sedangkan informan pada teknik penelitian ini adalah guru kelas dan ketua kelas selaku perwakilan siswa kelas 5. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model
Creswell (2013) yakni menyiapkan dan mengorganisir data; membaca dan melihat
seluruh data; melakukan Coding; mendeskripsikan, mengklasifikasi dan menafsirkan data menjadi kode dan tema; serta menginterpretasi makna dari data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal berupa adalah melalui (1) Cara guru dalam mengembangkan empati yakni dengan pemberian contoh, menciptakan hubungan solid dengan siswa, pemberian dukungan motivasi, pelaksanaan bimbingan karakter siswa. (2) Cara guru dalam mengembangkan kemampuan berinteraksi yakni berupa pengkondisian model tempat duduk yang beragam, pelaksanaan peraturan kelas, pengkondisian suasana pembelajaran di kelas, menyediakan fasilitas penunjang agar siswa dapat interaktif, dan memberikan konsep
pemahaman. (3) Cara guru dalam mengembangkan kemampuan berkerja sama
melalui pelaksanaan metode pembelajaran yang berfokus pada diskusi kelompok,
penggunaan media pembelajaran yang bersifat interaktif, dan penggunaan strategi
pembelajaran yang berfokus pada siswa. (4) Dalam pelaksanaan pengembangan
kecerdasan interpersonal ini tentunya guru mendapati tantangan atau hambatan
dalam pelaksanaannya. (5) Berperan menangani permasalahan kecerdasan
interpersonal yang ditemukan.
Kata Kunci : Peran Guru, Kecerdasan Interpersona
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER GOTONG ROYONG PADA SISWA KELAS 5 SD N PERCOBAAN 2 KABUPATEN SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penanaman
Pendidikan karakter gotong royong melalui pengembangan diri siswa kelas 5 SD
Negeri Percobaan 2 Sleman. Pendeskripsian implementasi penanaman gotong
royong ini dilihat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian fenomenologi. Subjek penelitian yang digunakan yaitu kepala sekolah,
guru kelas 5, dan siswa kelas 5 di SD Negeri Percobaan 2 Sleman. Teknik
pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas dan
reabilitas meliputi uji kredibilitas data, uji transferability, uji dependability, uji
confirmability. Teknik analisis yang digunakan pengumpulan data, kondensasi data,
pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Pendidikan karakter
gotong royong telah terlaksana di SD Negeri Percobaan 2 melalui tahapan
perencanaan dengan penyusunan program kerja berupa kegiatan rutin, spontan,
keteladanan; kemudian melakukan sosialisasi pada pihak terkait sebelum
pelaksanaan program; selanjutnya sekolah melakukan pengkondisian demi
menunjang pelaksanaan Pendidikan karakter dengan menyiapkan fasilitas sekolah
yang baik. Pelaksanaan pengembangan diri melalui kegiatan rutin dilaksanakan
melalui pembiasaan positif dan ekstrakulikuler. Kemudian kegiatan spontan
dilaksanakan melalui tolong menolong, menyapa guru, membuang sampah pada
tempatnya. Kegiatan keteladanan dilaksanakan contoh sikap dan perilaku yang baik
dari guru dan pemberian reward pada siswa dan guru. Tahapan evaluasi dilakukan
dengan memonitor bagaimana perkembangan siswa melalui briefing pagi dan
teguran langsung.
Kata kunci: Pendidikan karakter, karakter gotong royong, kegiatan pengembangan
dir
ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI PLOSO
Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan
kurikulum merdeka, yang saat ini diterapkan dalam satuan pendidikan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum
Merdeka di SD Negeri Ploso.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini meliputi guru kelas III, guru kelas VI, kepala sekolah, peserta didik kelas III, serta peserta didik kelas VI. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, & Saldana, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka terlihat dari 1) kesiapan pengalaman belajar guru dalam melaksanakan pembelajaran diferensiasi yakni menggunakan pembelajaran berdiferensiasi konten, melaksanakan kegiatan P5 secara bersama-sama, serta asesmen diagnostic di awal pembelajaran; 2) kesiapan afektif guru terlihat dari adanya profil pelajar pancasila yang termuat dalam rancangan modul ajar serta perspektif guru dalam bersikap dan berperilaku agar menjadi teladan atau contoh untuk peserta didik; serta 3) kesiapan guru dalam memanfaatkan lingkungan untuk menunjang proses pembelajaran, yaitu memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, seperti proyektor serta melaksanakan kegiatan outing di lingkungan sekitar, seperti kegiatan outing ke kelompok tani Guyub Rukun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru-guru di SD Negeri Ploso telah memiliki kesiapan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.
Kata Kunci: Kesiapan Guru, Kurikulum Merdek
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI PUREN
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran menggunakan model PBL, dan (2) meningkatkan hasil belajar kognitif pada materi keliling bangun datar menggunakan model PBL pada siswa kelas V SD N Puren.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain model Kemmis dan MC Taggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Puren yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes evaluasi, wawancara, jurnal lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Adapun kriteria keberhasilan yaitu nilai rata-rata kelas lebih dari 70 dan persentase ketuntasan siswa 75% dari jumlah siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran selama menggunakan model PBL berjalan baik yang dapat disimpulkan dari lembar bservasi aktivitas guru dan siswa. Selain itu, hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan setiap siklusnya. Pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 59,5 dengan persentase ketuntasan 40,74%. Lalu pada siklus II nilai rata-rata kelas menjadi 84,57 dengan persentase ketuntasan siswa mencapai 83,19%. Olah karena itu, dapat disimpulkan bahwa model PBL dapat meningkatkan hasil belajar kognitf siswa dalam pembelajaran matematika kelas V karena telah memenuhi kriteria keberhasilan penelitian.
Kata kunci: hasil belajar kognitif, keliling bangun datar, model PB